Tugas Bahasa Indonesia


Tugas Bahasa Indonesia untuk membaca cepat dapat diupload dalam comment post ini. Tugas diupload paling lambat hari minggu 18 Desember 2011 jam 18.00..

Dosen Pengampu,
Zakky Fathoni, SP, M.Sc

About these ads

9 comments on “Tugas Bahasa Indonesia

  1. Nama : 1.Rudi H.Silaen ( D1D011016 )
    2.Ester Linda Nababan ( D1D011002 )
    3. Juliani Ivena Siregar ( D1D011024 )
    4.Susi M.Situmeang ( D1D011005 )
    5.Febriyanti Tamba ( D1D011006 )

    Artikel : Bioteknologi Mikroba Untuk Pertanian Agronik

    Salah satu alternatif pertanian modern adalah kesehatan dan kelestarian alam atau lingkungan.Banyak petani yang mengeluhkan hasil pertaniannya karena serangan hama.Karena petani lebuh mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari segala asupan yang berbau sintetik.Masalah ini bisa diatasi dengan menggunakan bioteknologi mikroba.Tanah adalah habitat yang sangat kaya akan mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri.Bakteri inilah yang dapat menyuburkan berbagai macam tanaman dan menguntungkan bagi para petani.

    Salah satu masalah yang mendasar ketika menerapkan organik adalah kandungan bahan organik tanah dan status hara yang rendah.Cara mengatasi masalah bahan organik dengan pupuk hijau dan pupuk kandang.Proses penghancuran limbah organik dapat dipercepat dengan mikroba penghancur dengan kemampuan tinggi.Bioaktif untuk pertanian organik dapat mempercepat waktu pengomposan dengan kompos yang berkualitas tinggi.Jadi, bioaktif dapat mengatasi kekhawatiran para petani yang akan menyerang tanaman mereka.

    Petani organik sangat sensitif dengan menggunakan pupuk kimia dan pupuk jenis lainnya.Kandungan dalam tanah yang paling terpenting adalah memiliki unsur NPR (Natrium Posfat dan kalium).Unsur natruim umumnya berada di udara bebas.Tanaman tidak akan bisa menyerap natrium di udara, namun harus ditambat oleh mikroba.Mikroba terbagi menjadi 2 yang sering dipakai untuk biofertilizer yaitu Eksomikroba dan endomikroba.Eksomikroba banyak ditemukan pada tanaman yang berkayu sedangkan endomikroba juga dapat ditemukan di tanaman berkayu maupun tidak.Kandungan P sangat sulit bagi tanaman,terikat pada mineral tanah liat yang sukar larut. Dalam hal ini juga mikroba berfungsi untuk menambah kandungan P dan K untuk larut dalam zat hara.

    Hama dan penyakit tanaman adalah salah satu kendala dalam budidaya. Pestisida biasanya digunakan untuk melindungi tanaman jenis hibrida karena rentang dengan hama dan penyakit.Di alam ada mikroba untuk mengendalikan organisme patogen seperti Bacillius yang mampu membunuh serangan hama tanaman. Seperti Trichoderma sp.

    Dengan adanya aplikasi biofertilizer pada pertanian organik, dapat mengubah kebutuhan hara pada tanaman yang hanya dipenuhi pada pupuk hama.Dan manfaat dari biofertilizer tersebut para petani organik tidak lagi khawatir masalah serangan hama dan penyakit tanaman.

    Penulis : Wawi
    Diposkan : Senin, 10 Maret 2008
    Sumber : http://awhik.blogspot.com/2008/03/artikel-pertanian-bioteknologi- mikroba.html
    Waktu rata-rata :4 menit 10 detik
    Daftar pustaka :Wawi, 2008. Bioteknologi Mikroba untuk Pertanian Organik. Jakarta.
    Tanggal pencarian bahan : Kamis, 15 Desember 2011

  2. NAMA KELOMPOK:
    HETTY SUSANTI AYU (D1D011025)
    NIKI PUTRI UTAMI (D1D011032)
    RARA YULIA PUTRI (D1D011028)
    SRI SUHARTINI (D1D011010)

    KELAS : I (KEHUTANAN)

    JUDUL ARTIKEL : PERTANIAN ORGANIK (BERKELANJUTAN)

    RESUME :

    Pertanian organic adalah pertanian yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia, namun mampu mengendalikan serangan hama pada pertanian. pertanian organic adalah pertanian berkelanjutan. Lahan yang di gunakan memanfaatkan kotoran hewan dan pupuk kompos.
    Pertanian organic mempunyai manfaat, yaitu meningkatkan pendapatan petani, pangan yang dihasilkan berkualitas, tempat bekerja sehat karna petani tidak menggunakan bahan kimia, lahan pertaniannya dapat digunakan dalam jangka panjang. Pertanian organic popular karna seringnya terdengar kasus keracunan oleh makanan AnOrganik yang di konsumsi masyarakat, lalu masyarakat beralih ke makanan Organik, yang disebut Back To Nature, yaitu makanan tanpa campuran bahan kimia.
    Budidaya tanaman dengan system organic dimulai dengan tahapan persiapan budidaya yang berasal dari persiapan lahan, pengolahan lahan dan pembersihan gulma. Sebaiknya tidak menggunakan bahan pestisida.
    Mengaplikasi pupuk bio-fertilizer saat proses persemaian berguna untuk menghindari gangguan bakteri furasium, dengan mengontrol kelembaban pada media persemaian juga membantu menekan bakteri tersebut. Pupuk ini juga dapat sebagai dekomposisi. Sedangkan pengaplikasikan pupuk hayati dilakukan pada proses penanaman dan tahap pemeliharaan. Penggunaan pertisida hayati membantu tanaman dari serangan hama dan penyakit tanaman.
    Selain pemberian pupuk organic yang sangat penting diperhatikan adalah penanggulangan hama penyakit tanaman dan perawat yang tepat sehingga mampu menghasilkan hasil yang optimal.
    Pada dasarnya pertanian organic lebih menekankan pada penyelarasan secara alamiah. Sehingga di harapkan dapat menghasilkan system pertanian yang berkelanjutan. Karena tidak perlu menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang memang saait ini sangat mahal harganya.

    Rata-rata waktu : 63 detik + 15 detik + 51 detik + 35 detik = 164 / 4 = 41
    Sumber : http://ssa.co.id/site/?p=48

  3. Resume Artikel Bahasa Indonesia
    Masa Depan Pertanian Indonesia
    Banyak Kalangan Pesimis dengan masa depan pertanian di Indonesia karena gagalnyan kebijakan pembangunan terkait. Dengan mempertimbangkan kekayaan sumber daya fisik maupun manusia seharusnya kita bisa optimis menuju kebangkitan dan kejayaan pertanian. Komitmen dan good will dapat mengembalikan momentum pembangunan pertanian sebagai penggerak ekonomi bangsa.
    Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga setelah cina dan india. Kontribusi produksi berasnya sebesar 8.5% atau 51 juta ton. Rata-Rata produksi beras Indonesia 4.3 ton/hektar. Produktivitas tersebut sudah melampaui india, Thailand & Vietnam. Penduduk Indonesia sendiri merupakan pemakan beras terbesar dunia dengan konsumsi 154 kg per orang per tahun. Dibandingkan dengan Negara lain seperti cina yang hanya 90 kg, india 74 kg, Thailand 100 kg. Karena itulah program disversifikasi pangan Indonesia masih jauh dari berhasil. Sepanjang kita masih mengkonsumsi beras dengan sebanyak itu maka problem pangan sulit diatasi.
    Peran Pertanian dalam perekonomian nasional akan menurun karena persoalan structural kurang berjalan, Di Indonesia lahan pertanian semakin dipenuhi oleh angkatan kerja baru karena tidak ada alternative mencari pekerjaan. Penyelesaian masalah juga tergantung pada sektor-sektor , pertanian tidak akan mampu menyelesaikan masalah sendiri. Saat ini konsumsi beras orang jepang hanya 90 kg per orang dan per tahun cenderung semakin menurun.
    Jepang yang mengalami kelangakaan pangan atau beras pada awal kekalahanya pada perang dunia ke II, saat itu konsumsi beras per orang hanya 90 kg per tahun. Persoalan lahan pertanian pada saat itu bagi petani kita sangat serius karena petani kita umumnya petani gurem. Pertanian yang sehat sebaiknya memiliki wawasan yang cukup sehingga para petani mengelola lahan. Dengan skala ekonomi baik melalui system persewan maupun bagi hasil.
    Perlu dilakukan berbagai Kebijakan yang mampu memberi intensif bagi petani untuk meningkatkan produktivitas nya, investasi sumber daya manusia maupun sumber daya fisik dibidang pertanian sangat perlu menjadi prioritas. Penilitian, pengembangan serta penyuluhan pertanian menjadi sangat urgen. Saat ini petani sulit memperoleh benih yang berkualitas. Jika berbagai kebijakan dapat berjalan dengan baik dan mampu memberikan intensif bagi petani maka harapan dan optimism keberhasilan pembangunan pertanian akan semakin nyata.
    Anggota Kelompok : Citra Rahmatia
    Elissa Suciana
    Retno Destiani
    Aan Wizra
    Rhandy Willy Harahap

  4. Kelompok 8
    ~P Leonard Prima S (D1D011039)
    ~Satria Sinaga (D1D011020)
    ~Gindo Andika Simbolon
    ~Syafrin (D1D011019)
    ~Indiarti P ningrum (D1D011031)

    Pertanian dan Sejarah singkatnya
    Sumber artikek : http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian

    Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku, dan sumber energi.
    Bagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian, dalam bidang-bidang pertanian, namun pertanan sendiri hanya menyumbang 4% dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dunia.
    Ada 3 jenis pertanian/usaha tani yang memiliki nama khusus ,di antaranya kehutanan(subjek tumbuhan dengan mayoritas pepohonan), Peternakan(subjek hewan darat kering), Perikanan(subjek hewan perairan).
    Pertanian berkelanjutan adalah sisi pertanian industrial yang memperhatikan lingkungan yang dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur. Sebagai suatu usaha , pertanian memiliki 2 ciri penting : selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi.
    Para ahli prasejarah menyatakan bahwa pertanian berkembang 12000 tahun yang lalu. Dari kebudayaan di daerah “bulan sabit yang subur” di timur tengah yang melputi daerah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir di era Pleistosen, di daerah ini banyak di jumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian. Pertanian juga mengubah bentuk-bentuk kepercayaan para nenek moyang.
    Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat dan ke timur hingga seluruh belahan dunia mulai mengenal buddaya , mulai dari hewan ternak, ulat sutra, perikanan, dan sayur-sayuran. Di mulai sejak 7000 tahun SM hingga abad ke-20 saat ini.

  5. Anggota Kelompok:
    1. Kurniadi D1D011011 :(56,05 detik)
    2. Febri Ramadhan M D1D011027 :(42,21 detik)
    3. Hendra Filo D1D011034 :(52,94 detik)
    4. Rizki Wendika D1D011035 :(53,39 detik)
    5. Najmi Habibie D1D011013 :(48,44 detik)

    Pertanian Organik, Teknologi Ramah Lingkungan
    Resume:
    Pertanian organik merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah pertanian yang menggunakan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Pertanian organik juga masih memperhatikan ketahanan tubuh tumbuhan atau binatang untuk beradaptasi. Pertanian organik memandang alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    Pertanian organik sangat dipengaruhi atau diterapkan atas lingkungan. Contohnya sangat dipengaruhi oleh manusia, tanah, tumbuhan, hewan, organisme dan mikroorganisme. Selain dipengaruhi oleh lingkungan hidup, pertanian organik juga memberikan kontribusi dengan menekan unsur hara dalam tanah.

    Pertanian organik seperti bahan-bahan dari limbah hasil pertanian sangat baik digunakan untuk pembuatan pupuk organik seperti pupuk kompos. Selain itu pupuk organik ini juga dapat mengurangi pupuk-pupuk dari bahan kimia yang dapat merusak mikroorganisme dari tanaman itu sendiri. Mikroorganisme dari pupuk organik juga dapat membuat lahan menjadi subur.

    Penggunaan insektisida sebagai pembasmi hama dan serangga sering kurang efektif karena musuh alaminya akan berkembang biak dengan cepat. Penggunaan insektisida bertentangan dengan pertanian organik karena tanpa menggunakan insektisida, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada pertanian kedelai saat dimana tidak digunakan insektisida unsur hara serta keseimbangan ekosistem lebih baik juga mengurangi zat sisa ke udara 1-2%.

    Negara jepang tahun 1990 mengurangi emisi karbon sebesar 5,2% hingga tahun 2008-2012. Negara tersebut juga hanya memakai 50% energi dan hak tersebut membuat jepang menjadi maju.

    Sumber: http://semangatbelajar.com/pertanian-organik-teknologi-ramah-lingkungan/
    Diambil: 15 Desember 2011, 19:15 WIB

  6. KELOMPOK V
    Rata-Rata Waktu : 1 menit 29,47 detik

    PENYEBAB DAN DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN SAWAH MENJADI LAHAN SAWIT

    Resume :
    Penyebab
    penyebab terjadinya Pengalih fungsian lahan adalah sebagai berikut :

    1. Pendapatan Usaha Tani
    pada usaha tani padi pendapatan yang diperoleh sangat kecil ketimbang usaha tani kelapa sawit. itu disebabkan karna biaya produksi yang tidak setimbang dengan pendapatan.

    2. Resiko Usaha Tani
    Resiko gagal panen sangat besar terjadi pada usaha tani tanaman padi ketimbang usaha tani kelapa sawit. itu disebabkan karna pada usaha tani tanaman padi lebih mudah terserang penyakit dan lebih banyak hama yang dapat menyerang.

    3. Nilai Jual/Nilai Anggunan
    nilai jual tani padi lebih rendah ketimbang hasil panen usaha tani kelapa sawit.

    4. Biaya Produksi
    biaya produksi usaha tani padi cukup besar selama pertumbuhan. berbeda jauh dengan usaha tani kelapa sawit, usaha tani kelapa sawit hanya membutuhkan biaya cukup besar pada awal penanaman saja.

    5. Irigasi
    pasokan air pada irigasi berkurang. penyebabnya yaitu saluran-saluran irigasi di area persawahan banyak yang rusak.

    6. Teknologi Budidaya
    teknologi budidaya juga memiliki pengaruh besar dalam masalah inji. petani tersebut kurang mengerti tentang teknologi budidaya. pada akhirnya mereka mencari tanaman yang teknologi dan resikonya rendah.

    Dampak
    dampak dari pengalihan fungsi lahan :

    1. Produksi Beras Menurun
    Dampak dari pengalih fungsian lahan adalah kurangnya stok beras dalam negri dan selalu mengimport beras untuk kebutuhan domestik.

    2. Konversi lahan bernilai Negatif
    pengalihan tersebut disebabkan oleh adanya kekurangan biaya hidup para petani sehari-hari.

    3.Produktifitas Lahan Menurun
    lahan yang sudah ditanami kelapa sawit tidak bisa lagi ditanami atau dikembangkan menjadi lahan pertanian sawah dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan produktifitas tanah dan unsur hara yang dimilikinya. sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

  7. JUDUL ARTIKEL : POTENSI HUTAN TROPIKA INDONESIA SEBAGAI PENYANGGA BAHAN OBAT ALAM UNTUK KESEHATAN BANGSA
    SUMBER ARTIKEL: PERHIMPUNAN PENELITI BAHAN OBAT ALAMI (PERHIPBA)
    PENULIS ARTIKEL :ERVIZAL A.M. ZUHUD DARI INSTITUT PERTANIAN BOGOR
    WARNA BUKU :KUNING KEHIJAUAN
    TEBAL BUKU :42 HALAMAN
    TERDIRI DARI :24 ALINEA
    Hutan sebagai pendukung kesehatan hidup manusia yang bernilai tinggi,baru disadari setelah hutan tropika mengalami banyak kerusakan dan kepunahan.Ekosistem hutan tropika alam Indonesia yang masih tersisa ada dalam bentuk kawasan-kawasan hutan konservasi,terutama kawasan taman nasional dan hutan lindung.
    Sudah turun temurun berbagai etnis(suku asli) yang hidup di dalam dan sekitar hutan di seluruh wilayah Nusantara ,dari Sabang sampai Merauke memanfaatkan berbagai spesies tumbuhan hutan untuk memelihara kesehatan dan mengobati berbagai macam penyakit.Sebagai contoh nya, pengobatan untuk penyakit malaria,demam,gangguan pencernaan,dan penyakit kulit.
    Secara umum,diketahui bahwa tidak kurang dari 82% dari total spesies tumbuhan obat hidup di ekosistem hutan tropika dataran rendah.Ekosistem hutan daratan rendah banyak rusak dan punah karena kegiatan manusia baik secara legal maupun tak legal.Ekosistem hutan dataran rendah antara lain tertdiri dari;tipe ekosistem hutan pantai,mangroove,rawa,kerangas,savana,hutan kapur,dan lain-lain merupakan wujud evolusi ,dan interaksi yang teratur,sehingga mendukung keanekaragaman hayati,antara lain berbagai spesies tumbuhan obat.
    Salah satu family obat terpenting yang termasuk family Fabaceae adalah kedaung(parkia timoriana) .Spesies ini merupakan tumbuhan obat yang strategis dan penting bagi pembangunan kesehatan masyarakat dan bangsa,bijinya berkhasiat untuk memelihara kesehatan pencernaan.
    Keanekaragaman tumbuhan obat dapat di amati berdasarkan Fomasi hutan nya.Penyebaran tumbuhan obat tertinggi berada di hutan tropika dataran rendah,yakni sekitar 1.683 spesies dari jumlah total tumbuhan obat.
    Beberapa spesies tumbuhan obat alami di beberapa tipe ekosistem hutan di daratan rendah,antaranya;
    1.Tipe Ekosistem Hutan Hujan(0-1000mdpl)conto spesies tumbuhan obat nya adalah pasak bumi,akar kuning,gaharu,kemiri dan kedaung
    2.Tipe Ekosistem Hutan Pantai.Terdapat di daerah Sumatera,Jawa,Bali dan Sulawesi.Contoh spesies tumbuhan obat nya:waru,bintagur,dan ketapang.
    3.Tipe Ekosistem Hutan Mangroove.Terdapat di daerah Sumatera,Kalimantan,Sulawesi,Iran jaya,dan Jawa.
    Spesies-spesies tumbuhan obat yang terdapat di berbagai formasi hutan di kelompokkan menjadi tujuh macam,di antara nya habitus bambu,herba,liana,pemanjat perdu,pohon dan semak.Diantara habitus ini,yang paling banyak masuk kedalam tumbuhan obat adalah habitus pohon.Dan dari 15 bagian dari tumbuhan tropik diantara nya daun,akar,kulit,buah,bunga,biji getah dan lain-lainnya yang paling banyak di temukan sebagai obat adalah bagian daun.
    Dilihat dari jumlah spesies tumbuhan obat nya,kelompok penyakit yang banyak di temukan obatnya dari spesies tumbuhan obat adalah penyakit saluran pencernaan,dan yang paling sedikit adlah kelompok penyakit patah tulang.
    Setiap kawasan hutan tropika pada setiap tempat menyediakan bahan baku obat untuk berbagai kelompok penyakit.Akan tetapi laju kerusakan hutan tropika Indonesia dari angka kerusakan hutan alam Indonesia mencapai 59,63 hektare.Intensitas ekploitasi selama 4 dekade ini sudah menunjukkan dampak negatif yang sangat mengkhawatirkan.
    Penyelamatan Ekosistem hutan alam harus dengan cara merubah paradigma pembangunan kehutanan bahwa, hutan alam indonesia bukan hanya sebagai penghasil kayu untuk menambah devisa negara,akan tetapi sebalik nya hutan adalah mahluk ciptaan Allah yang sedang masuk unit gawat darurat pada saat ini dan sangat membutuhkan obat berupa input kasih sayang ,ilmu pengetahuan dan tekhnologi berupa kegiatan rehabilitasi dan perlindungan hutan.

    OLEH:
    KELOMPOK 1 KEHUTANAN(I)
    1.ANDITA MINDA MORA (D1D011018)
    2.DENI PERMATASARI (D1D011004)
    3.FEBY AYU RIATMA (D1D011040)
    4.IRMA WAHIDIYAH (D1D011018)
    5.USNIATI BR.SITORUS (D1D011012)

  8. KAJIAN PENGEMBANGAN KELOMPOK USAHATANI PEMBIBITAN KARET KLON UNGGUL DI KALIMANTAN BARAT
    NAMA :
    ELIZABETH PANJAITAN ( D1D011014 )
    DESNALWI TANRI REFTYANTI ( D1D011021 )
    RANI ( D1D011009 )
    WIDYA GUSMAYANTI ( D1D011022 )
    YOSEPHINE BAKKARA ( D1D011030 )

    ABSTRAK
    Bahwa untuk mendapatkan karet yang berkualitas,di butuhkan bibit yang berkualitas pula.bibit yang di hasilkan harus telah di uji di balai-balai penelitian karet di indonesia.penelitin ini di lakukan dengan metode sensus.penelitian ini di lakukan di desa MAIT Hilir Sintang dan desa Maringin Jaya Janggau.Strategi pemasaranyang dapat di lakukan petani adalahdengan meningkatkan kualitas bibit yang di produksi,dan strategi lainnya adalah dengan meningkatkan SDM dan kemajuan teknologi

    PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang
    Dalam sub rektor perkebunan di provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi dalam bidang pertanian terutama sektor perkebunan lahan ini digunakan sebagai lahan kelapa sawit dan lahan kater klot unggul dengan produktivitas lateks yang tinggi , penggunaan bibit unggul mampu menghasilkan lateks yanlah di telitig tinggi.
    ICRAF memperkenalkan pengelolaan pembibitan yang berkualitas berasal dari klon-klon baru yang telah diteliti. ICRAF juga melakukan pembinaan teknik melalui pembinaan ini petani mampu mengolah produktivitasnya. Dalam peningkatan produktivitas ini juga terdapat kendala-kendala yang muncul dalam perkembangannya, contohnya serangan hama dan penyakit didaerah sangau dan sintang telah mengalami peningkatan produksi bibit tiap tahunnya dua daerah tersebut telah memproduksi lebih dari 5000 batang bibit tanaman karet.
    B. Masalah Penelitian
    Berapa tingkat pendapatan , bagaimana pemasarannya , faktor kekuatan dan kelemahan dan ancaman yang terjadi usaha tani pembibitan karet
    C. Tujuan Penelitian
    mengetahui tingkat pendapatan, pemasaran, alternatif pemasaran pada usaha tani pembibitan karet klon unggul
    D. Manfaat Penelitian
    Pengenalan pola pengelolaan kebun pembibitan karet yang lebih modern

    METODE PENELITIAN

    A. Metode dan Penentuan Lokasi Penelitian
    Penelititan dilakukan menggunakan metode sensus dan lokasinya dipilih dengan sengaja yaitu di Desa Mait Hilir Sintang dan Desa Maringin Jaya Sanggau dan di desa itu terdapat usahatani pembibitan karet secara kelompok.
    B. Variabel Penelitian
    Variabel yang diamati adalah variabel yang biaya yang meliputi biaya tetap dan biaya variabel,penerimaan yang didapat petani, faktor ancaman usaha tani, faktor peluang usahatani, pendapatan petani kelembagaan kelompok dan pemasaran, faktor kekuatan dalam usahatani, faktor kelemahan usahatani.
    C. Analisis Data
    Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan perhitungan pendapatan rill petani,analisis secara deskriptif.

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    A. Pendapatan Petani Penangkar Bibit Karet
    Hasil pendapatan rata-rata petani penangkar bibit karet pada dua desa itu adalah Rp 13.251.299,61 dengan luas lahan rata-rata 0,45 hektar dalam 1 tahun. Itu berarti tiap bulannyapendapatan petani adalah Rp 1.104.274,97. Pembibitan karet adalah pekerjaan utama mereka.
    B. Kelemahan Kelompok dan Pemasaran Pembibitan Karet
    Kelompok usahatani yang dimiliki adalah berbentuk informal. Sistem pemasaran yang digunakan adalah secara langsung.Berdasarkan hasil penelitian, kesamaan dalam kelompok pembibitan dari kedua desa tersebut cukup tinggi. Yang membedakan adalah asal dari anggota kelompok. Perbedaan tersebut menjadikan kedua desa tersebut menjadi kompak. Kegiatan utama dari kedua desa tersebut adalah memasarka bibit karet secara kelompok, bukan individu.

    Faktor yang mempengaruhi pembibitan usaha karet
    Kelebihan :
    Petani harus tau keadaan pasar , terutama harga produk pertranian
    Keterbatasan lahan yang dimiliki petani petani tidak sesuai tidak sesuai dengan permintaan bibit sehingga ada keinginan untuk terus menambah lahan yang ada
    Pengerjaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja kerja
    Kualitas bibit yang baik
    Kekurangan :
    Minimnya sarana dan prasarana untuk memproduksi atau menyediakan bibit
    Keterbatasan anggaran yang sangat mempengaruhi kuantitas dan kualitas bibit
    Cara perhitungan yang begitu sederhana
    Metode yang digunakan masih sangat sederhana
    Ancaman :
    Serangan hama penyakit
    Kenaikan biaya produksi
    Turunnya harga bibit
    Pendapatan tidak mencukupi keseharusan

    PENUTUP
    A . Kesimpulan
    Berdasarkan penelitian dan analisis data dapat disimpulkan sebagi berikut :
    1. Di daerah sintang dan sanggau merupakan bentuk tani keompok
    2. Pendapatan dari hasil rtani ini berkisar antara ±Rp. 13 juta dari luas lahan 0,45 hektar/tahun dari penjualan bibit karet dengan kisaran harga Rp.700 – Rp.1000/batang OMAT (okulas mata tidur)
    3. Struktur yang digunakan dalam pertanian ini adalah struktur informal yang tidak memiliki strukur organisasi yang lengkap
    4. Strategi yan digunakan adalah SO (strengths – opportunities)
    B . Saran
    1. Pemerintah seharusnya memikirkan untuk mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan produktivitas usaha tani karet seoptimal mungkin
    2. Perlu dibuat struktur organisasi yang lengkap
    3. Sebaik ya menanam bibit yang bermacam-macam klin dengan tingkat resitensi yang berbeda di dalam pembibitan mereka
    4. Para petani sebaiknya melakukan diskusi-diskusi lintas kelompok

  9. TUGAS MEMBACA CEPAT DAN MEMBUAT RESUME ARTIKEL

    Anggota Kelompok:
    1. Kurniadi D1D011011 :56,05 detik
    2. Febri Ramadhan M D1D011027 :42,21 detik
    3. Hendra Filo D1D011034 :52,94 detik
    4. Rizki Wendika D1D011035 :53,39 detik
    5. Najmi Habibie D1D011013 :48,44 detik

    Prodi/Kelas: Kehutanan / i

    Pertanian Organik, Teknologi Ramah Lingkungan

    Resume:
    Pertanian organik merupakan salah satu solusi untuk menangani masalah pertanian yang menggunakan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan. Pertanian organik juga masih memperhatikan ketahanan tubuh tumbuhan atau binatang untuk beradaptasi. Pertanian organik memandang alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

    Pertanian organik sangat dipengaruhi atau diterapkan atas lingkungan. Contohnya sangat dipengaruhi oleh manusia, tanah, tumbuhan, hewan, organisme dan mikroorganisme. Selain dipengaruhi oleh lingkungan hidup, pertanian organik juga memberikan kontribusi dengan menekan unsur hara dalam tanah.

    Pertanian organik seperti bahan-bahan dari limbah hasil pertanian sangat baik digunakan untuk pembuatan pupuk organik seperti pupuk kompos. Selain itu pupuk organik ini juga dapat mengurangi pupuk-pupuk dari bahan kimia yang dapat merusak mikroorganisme dari tanaman itu sendiri. Mikroorganisme dari pupuk organik juga dapat membuat lahan menjadi subur.

    Penggunaan insektisida sebagai pembasmi hama dan serangga sering kurang efektif karena musuh alaminya akan berkembang biak dengan cepat. Penggunaan insektisida bertentangan dengan pertanian organik karena tanpa menggunakan insektisida, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada pertanian kedelai saat dimana tidak digunakan insektisida unsur hara serta keseimbangan ekosistem lebih baik juga mengurangi zat sisa ke udara 1-2%.

    Negara jepang tahun 1990 mengurangi emisi karbon sebesar 5,2% hingga tahun 2008-2012. Negara tersebut juga hanya memakai 50% energi dan hak tersebut membuat jepang menjadi maju.

    Sumber: http://semangatbelajar.com/pertanian-organik-teknologi-ramah-lingkungan/
    Diambil: 15 Desember 2011, 19:15 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s