Metode Ilmiah


Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alamPrediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Untuk bahan kuliah metode ilmiah dapat didownload disini:

Ilmu dan Pengetahuan (Pertemuan 1)

Metode Deduksi dan Induksi (Pertemuan 2)

PERKEMBANGAN ILMU (Pertemuan ke-3)

KEGIATAN KEILMUAN SEBAGAI SUATU PROSES

STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAH

UJIAN MID SEMESTER (Jawaban ditulis melalui comment blog untuk metode ilmiah. Satu orang mahasiswa satu comment). Tulis dengan menggunakan kata-kata dan opini masing-masing. Paling lambat hari ini jam 15.00 jawaban sudah saya terima.

Rumusan Masalah dalam Metode Ilmiah

Peranan Teori dalam Metode Ilmiah

46 comments on “Metode Ilmiah

    • nama : reno andela
      nim : DIB010056
      satatus : B

      1. –
      Ilmu : bagian dari pengetahuan (kumpulan beberapa pengetahuan) dalam usaha untuk mencari sesuatu yang diproses melalui pengamatan, hipotesis, eksperimen serta kesimpulan yang dilakukan oleh para peneliti
      Pengetahuan : proses mencari jawaban apa, kenapa, bagaimana, dan untuk apa dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan biasanya dimulai melalui pengalaman yang terulang yang membuat seseorang menjadi tahu.
      2. -teori koherensi yaitu suatu pernyataan diangap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsiten dengan penyataan-pernytaan sebelumnya yang di anggap benar
      -teori korespondensi yaitu suatru perntaan adalah benar jika materi pengetahuaan yang dikandung pernytaan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang di tuju oleh perbyataan tersebutt
      -teori paragmatis suatu pernyataan adalah benar jika pernytaan itu kosekkkuaensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dan khidupan manusia.

      3. – metode dedukasi, rasionalisme merupakan sebuah paham yang menekan pada potensial akal , menurut aliran rasionalisme suatu pengetahuan akan diperoleh dengan cara berpikir, seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan perkembanngan ilmu pengetahuan teknologi menuntut umart manusia untuk mengerahkan segala kemampuan dan potensi akalnya yang diwujudkan dalam bentuk berpikir
      – metode induklsi, kata empirisme berasal dari kata yunani yaitu empirikos, artinya pengalaman. manusia memperolejh pengetahuan melalui pengalaman dan sesuai kata yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman indrawi.

      4. Fungsi paradigma yaitu :
      – Memberikan kerangka, mengarahkan bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan
      – Sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dan menjawab persoalan-persoalan ilmiah
      b.- Dimensi ontologis yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apakah sebenarnya hakikat dari suatu realitas
      – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dengan obyek yang ditemukan
      – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian
      – Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian
      – Dimensi metodologis, perntanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana cara atau metode apa ung digunakan dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

      5.Tahap-tahap perkembangan ilmu:
      – Pertama, sains normal (normal science): pada tahap ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional dan belum ditemukan masalah-maslaah yang membingungkan dalam ilmu.
      – Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies): tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan revolusi sains. Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
      – Ketiga, krisis: pada tahapan krisis terjadi suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa keganjilan pada sains normal tidak akan berkelanjutan.
      – Keempat, revolusi sains (revolutionary science): tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan berada di paradigma baru, sehingga memunculkan kembali ilmu-ilmu yang baru melalui paradigma yang baru pula

      6. Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor tertentu.
      Contoh : teori phytagoras
      – Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
      Contoh : Pada pagi hari kita bangun, melihat Matahari terbit dari sisi Timur, kalau kita katakan ini adalah sebab, maka akibatnya terjadinya penerangan pada muka bumi dibagian tempat disinari Matahari, dan akibat yang lain adalah sisi dibelahan bumi yang lain (sisi bumi 180 derajat dari tempat disinari Matahari) akan mulai jadi malam hari, akan jadi gelap jika tidak ada lampu dan rembulan.
      – Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
      Contoh : Postulat Geometri
      Dengan mistar dan jangka,
      •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
      •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
      •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang

      – Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
      Contoh : Lintasan revolusi bumi mengelilingi matahari berbentuk bulat telur.(ellip)

  1. NAMA : URIP
    NIM : D1B010088
    KELAS : E
    STATUS : B

    JAWABAN
    1) Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan. Tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bukan sekedar pengetahuan tetapi sekumpulan dari pengetahuan yang disusun secara bersistem dengan metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menjelaskan gejala tertentu. Sedangkan pengetahuan itu adalah apa yang diketahui manusia tentang sesuatu atau hasil pekerjaan manusia untuk tahu.
    2) – Teori koherensi yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya.
    – Teori korespondensi adalah pernyataan dianggap benar bila pengetahuan yang dikandung oleh peryataan itu berhubungan dengan obyek yang dituju.
    – Teori pragmatis adalah pernyataan itu dianggap benar apabila pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.
    3) Metode deduksi (rasionalisme) itu menyatakan bahwa akal adalah alat terpentin untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sedangkan kalau metode induksi (empirisme) itu menyatakan bahwa pengalamanlah yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.
    4) a. Fungsi paradigma yaitu :
    – Memberikan kerangka, mengarahkan bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan
    – Sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dan menjawab persoalan-persoalan ilmiah
    b.- Dimensi ontologis yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apakah sebenarnya hakikat dari suatu realitas
    – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dengan obyek yang ditemukan
    – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian
    – Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian
    – Dimensi metodologis, perntanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana cara atau metode apa ung digunakan dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
    5) Menurut Thomas Samuel Kuhn ada 4 (empat) tahap dalam proses perkembangan ilmu yaitu :
    1. Sains normal, dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook.
    2. Keganjilan-keganjilan, Keganjilan merupakan titik awal dari tahapan berikutnya. Keganjilan muncul akibat banyak persoalan-persoalan yang tidak dapat terselesaikan
    3. Krisis, merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan.
    4. Revolusi sains, terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri disekeliling paradigma baru.
    6) – Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor tertentu.
    Contoh : teori phytagoras
    – Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    Contoh : Pada pagi hari kita bangun, melihat Matahari terbit dari sisi Timur, kalau kita katakan ini adalah sebab, maka akibatnya terjadinya penerangan pada muka bumi dibagian tempat disinari Matahari, dan akibat yang lain adalah sisi dibelahan bumi yang lain (sisi bumi 180 derajat dari tempat disinari Matahari) akan mulai jadi malam hari, akan jadi gelap jika tidak ada lampu dan rembulan.
    – Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
    •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang

    – Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
    Contoh : Lintasan revolusi bumi mengelilingi matahari berbentuk bulat telur.(ellip)

  2. NAMA : SYAMSUL BAHARI
    NIM : D1B010090
    KELAS : E
    STATUS : B

    JAWABAN
    1. Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan. Tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bukan sekedar pengetahuan tetapi sekumpulan dari pengetahuan yang disusun secara bersistem dengan metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menjelaskan gejala tertentu. Sedangkan pengetahuan itu adalah apa yang diketahui manusia tentang sesuatu atau hasil pekerjaan manusia untuk tahu.
    2. – Teori koherensi yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya.
    – Teori korespondensi adalah pernyataan dianggap benar bila pengetahuan yang dikandung oleh peryataan itu berhubungan dengan obyek yang dituju.
    – Teori pragmatis adalah pernyataan itu dianggap benar apabila pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.
    3. Metode deduksi (rasionalisme) itu menyatakan bahwa akal adalah alat terpentin untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sedangkan kalau metode induksi (empirisme) itu menyatakan bahwa pengalamanlah yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.
    4. a. Fungsi paradigma yaitu :
    – Memberikan kerangka, mengarahkan bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan
    – Sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dan menjawab persoalan-persoalan ilmiah
    b.- Dimensi ontologis yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apakah sebenarnya hakikat dari suatu realitas
    – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dengan obyek yang ditemukan
    – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian
    – Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian
    – Dimensi metodologis, perntanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana cara atau metode apa ung digunakan dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
    5. Menurut Thomas Samuel Kuhn ada 4 (empat) tahap dalam proses perkembangan ilmu yaitu :
    1. Sains normal, dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook.
    2. Keganjilan-keganjilan, Keganjilan merupakan titik awal dari tahapan berikutnya. Keganjilan muncul akibat banyak persoalan-persoalan yang tidak dapat terselesaikan
    3. Krisis, merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan.
    4. Revolusi sains, terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri disekeliling paradigma baru.
    6. – Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor tertentu.
    Contoh : teori ekonomi mikro dan ekonomi makro
    – Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    Contoh : hukum permintaan dan hukum penawaran
    – Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
    •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang

    – Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
    Contoh : Mengemudi kendaraan bermotor dipagi hari lebih aman dibanding dengan siang hari dikarenakan pagi hari jalanan masih sepi.

  3. NAMA ; ATIKA NOVERLIA SARI
    NIM ; D1B010069
    STATUS KONTRAK ; B

    1. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disussun secara sistematis.
    Pengetahuan adalah apa yang di ketahui manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu.

    2. Teori tentang kebenaran dalam imu pengetahuan
    a. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    b. Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    c. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Metode deduksi ( aliran rasionalisme) adalah sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Ada pun definisi rasionalisme apabila di tinjau dari terminologi filsafat ialah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

    Metode induksi ( aliran empirisme ) kata empirisme berasal dari kata yunani empirikos, yang artinya penglaman. Manusia memperoleh pengetahuan melaluipengalamannya dan sesui kta Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit.

    4. A. Fungsi dari paradigma :
    a. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    b. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.

    B. Dimensi fundamental dalam proses ilmu manusia :
    a. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).
    b. Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
    c. Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    d. Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    e. Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan? Para ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang sudah mapan.

    5. Tahap-tahap perkembangan ilmu :
    a. ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.

    b. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.

    c. Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.

    d. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.

    e. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang

    6. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan
    Contoh : teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro

    Hukum merupakan pernyatan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh : dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan penawaran dan pembentukan harga.

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Pada hakikatnya kebenarannya ilmiah harus diahkan lewat sebuah proses disebut metode keilmuan akan tetapi postulat ilmiah ditapkan tnpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan begitu saja postyulat merupakan anggapan yang ditetapkan secara sembarangan dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan.

  4. Nama : Sri Wahyuni
    Nim : D1B010089
    Status : Baru (B)

    1. Perbedaan ilmu dan pengetahuan
    Ilmu : bagian dari pengetahuan (kumpulan beberapa pengetahuan) dalam usaha untuk mencari sesuatu yang diproses melalui pengamatan, hipotesis, eksperimen serta kesimpulan yang dilakukan oleh para peneliti
    Pengetahuan : proses mencari jawaban apa, kenapa, bagaimana, dan untuk apa dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan biasanya dimulai melalui pengalaman yang terulang yang membuat seseorang menjadi tahu.

    2. Teori untuk menentukann kebenaran dalam ilmu pengetahuan:

    1. Teori koheren (konsisten) : teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan (premis) mayor memiliki jawaban yang sama (bermakna sama) dengan pernyataan (premis) minor dalam mengungkapkan suatu kebenaran yang membuat pernyataan tersebut menjadi suatu pengetahuan yang benar bagi seseorang.

    2. Teori korespondensi (saling berhubungan) : teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan minor memiliki hubungan yang berkaitan dengan pernyataan mayor yang dituju oleh pernyataan minor tesebut.

    3. Teori pragmatis : teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan (konsekuensi) dianggap benar jika memliki kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Contoh:

    1. Keadaan sakit membuat kehidupan seseorang menjadi tidak teratur dan tidak nyaman.
    2. Kaya itu bisa membeli semua kebutuhan materiil yang dibutuhkan.

    4. a. Fungsi paradigma dalam keilmuan:
    1. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Artinya, paradigma (keyakinan) mampu dijadikan acuan dasar para peneliti untuk menetapkan suatu ilmu karena pada dasarnya kebenaran ilmu bersifat tidak mutlak.
    2. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Artinya, paradigma mampu menjadi alat untuk mengukur, menganalisa, menjelajah, dan memahami setiap permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai parameter (pengukur) kebenaran dari pemecahan masalah-masalah yang telah didapat para peneliti
    b. dimensi yang digunakan dalam menjawab pertanyaan fundamental dalam proses keilmuan:
    1. Dimensi ontologis : pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “apa” hakikat dari pengetahuan, atau “apa” hakikat dari suatu realitas. Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
    2. Dimensi epistimologis: pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “kenapa”dan “bagaimana” hakikat hubungan pencari ilmu dengan objek yang ditemukan.
    3. Dimensi axiologis: pertanyaan yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian atau merupakan tujuan(kegunaan) dalam masalah(keilmuan).
    4. Dimensi retorik: yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian. Artinya, bahasa dalam penelitian akan mempengaruhi hasil penelitian yang akan dicari.
    5. Dimensi metodologis: pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “bagaimana cara” atau “metodologi” yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan. Artinya, suatu metode yang digunakan oleh peneliti akan menentukan hasil atau jawaban dari pertanyaan yang diajukan.

    5. Tahap-tahap perkembangan ilmu:
    1. Pertama, sains normal (normal science): pada tahap ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional dan belum ditemukan masalah-maslaah yang membingungkan dalam ilmu.
    2. Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies): tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan revolusi sains. Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    3. Ketiga, krisis: pada tahapan krisis terjadi suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa keganjilan pada sains normal tidak akan berkelanjutan.
    4. Keempat, revolusi sains (revolutionary science): tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan berada di paradigma baru, sehingga memunculkan kembali ilmu-ilmu yang baru melalui paradigma yang baru pula.

    6. TEORI: merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi
    Contoh: teori produksi dalam ilmu ekonomi
    HUKUM: Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat sehingga membuat kita mampu meramalkan apa yang akan terjadi.
    Contoh: hukum Arcimedes
    POSTULAT: Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya

    Contoh: postulat bahwa laju cahaya dalam hampa tetap = c. Terkadang hukum
    kekalnya energi juga disebut postulat, karena dalam menghadapi hal baru, sering justru dijadikan pedoman, bukan diselidiki keberlakuannya begitu saja

    ASUMSI: Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh:
    Perubahan iklim akibat penebangan hutan secara illegal.
    Dampak penebangan hutan tidak hanya akan mengurangi keanekaragaman hayati makhluk hidup yang ada dihutan, tetapi juga akan membuat perubahan iklim secara global seperti potensi mencairnya kutub utara dan selatan karena kebocoran lubang ozon di daerah kutub lebih besar karena bumi menerima gas rumah kaca yang banyak.

  5. NOMOR 3
    perbedaan metode deduksi dan metode induksi
    metode deduksi: metode yang lebih memperhatikan nalar atau akal.
    metode induksi: metode yang lebih memperhatikan pengalaman dengan menyampingkan akal,

    maaf ya pak nomor 3 tinggal…

  6. Nama : Evi eriska
    Nim : D1B010045
    Status kontrak : baru

    1. Perbedaan ilmu dan pengetahuan dalam metode imiah adalah
     Ilmu merupakan semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode tertentu,disamping itu ilmu adalah pengetahuan tetapi tidak sumua pengetahuan dalah ilmu.
     Sedangkan pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu.
    2. teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan antara lain :
     Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
     Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
     Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Jelaskan perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalammemperoleh pengetahuan adalah:
     Metode deduksi atau aliran rasionalisme merupakan sebuah faham yang menekan pada potensi akal,atau dapat juga diartikan sebagai proses pemikiran di dalamnya akal kita dari pengetahuan yang umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau proses berpikir dari hal yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus.contoh Semua makhluq yang bernyawa pasti mati,Manusia adalah makhluq yang bernyawa.
     Metode induksi atau Aliran Empirisme merupakan Induksi adalah proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum seperti :Besi di panaskan memuai,Seng di panaskan memuai .
    4. A. Fungsi pradigma antara lain :
     Berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidan masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.
     Memberikan kerangka , mengarahkan ,bahakan menguji konsistensi dari proses keilmuan .
    B. Dimensi fundamental dalam proses ilmu manusia :
     Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).
     Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
     Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
     Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
     Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan? Para ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang sudah mapan.
    5. .Tahap-tahap perkembangan ilmu :
     Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam strukturpengetahuan ilmiah beserta contoh
     Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan
    Contoh : teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro

     Hukum merupakan pernyatan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh : dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan penawaran dan pembentukan harga.
     Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Pada hakikatnya kebenarannya ilmiah harus diahkan lewat sebuah proses disebut metode keilmuan akan tetapi postulat ilmiah ditapkan tnpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan begitu saja postyulat merupakan anggapan yang ditetapkan secara sembarangan dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan
     Asumsi pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : seseorang yang beranggapan bahwa jalanan dipagi hari tidak aman karena bnayak orang yang berkendara secara sembrono,sehingga asumsi ini harus dibuktikan kebenaranya.

  7. NAMA: DIAJENG EKI DESTIUTARI
    NIM: D1B010072
    STATUS: B (BARU)
    JAWABAN:
    1. Menurut pandangan saya perbedaan antara ilmu dan pengetahuan itu ialah dari artinya masing-masing. Ilmu yang merupakan bagian dari kumpulan pengetahuan-pengetahuan yang telah disusun dengan sistematis menggunakkan metode-metode yang biasa digunakan dalam melakukan penelitian ilmiah. Sedangkan pengetahuan itu sendiri yaitu pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik, tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Jadi perbedaannya, ilmu itu disusun secara sistematis dan menggunakan metode-metode, sedangkan pengetahuan belum tersusun secarasistematis dan tidak menggunakan metode-metode ilmiah.

    2. Teori Kriteria Kebenaran:
    a. Teori Koherensi, yaitu teori yang suatu pernyataannya dianggap benar apabila pernyataan itu saling berkaitan dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    b. Teori Korespondensi, yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar jika pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan dengan objtk yang dituju.
    c. Teori Pragmatis, yaitu suatu pernyataan yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan sebagai benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis

    3. Perbedaannya pada metode deduksi yaitu sebuah aalitan yang menggunakan potensi akal dalam mendapatkan pengetahuan. Sedangkan metpde induksi yaitu sebuah aliran empiris yang lebih menekankan pada pengalaman dalam memperoleh pengetahuan.

    4. a. Fungsi paradigm ilmu dalam proses keilmuan yaitu: memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Lalu sebagai lensa mengamati dan memahami masalah-masalah dan jawaban-jawaban terhadap maslah-masalah.
    b. Beberapa dimensi yang digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan:
    • Dimensi ontologis, sesuatu yang dapat diketahui apa hakikat dari suatu realitas.
    • Dimensi epistimologis, yaitu apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    • Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    • Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    • Dimensi metodologis suatu cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan

    5. Tahap-tahap yang terdapat dalam proses perkembangan suatu ilmu:
    • Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    • Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    • Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    • Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Teori: pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Contoh: teori atom
    Hukum: pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Contoh: hukum kekekalan energi
    Postulat: asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Contoh: Postulat geometri, dengan mistar dapat dilukis garis dari suatu titik ke titik lain.
    Asumsi: pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji. Contoh: banyak orang berasumsi bahwa jika makan kacang akan jerawatan, padahal tidak demikian.

  8. NAMA : DESY MAYANGSARI
    NIM : D1B010083
    STATUS : B (BARU)

    1. Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan dalam metode ilmiah, yaitu :
    Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia yang disertai dengan usaha manusia untuk mengetahui hal tersebut. Ini juga merupakan isi pikiran manusia yang merupakan hasil prosesnya untuk mengetahui hal tersebut.
    Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dalam suatu bidang tertentu menurut metode tertentu yang merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori – teori yang telah disepakati.

    2. Ada 3 teori yang menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan tersebut , yaitu ;
    a. Teori koherensi, yaitu pernyataan yang dianggap benar bila konsistensi dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar. Teori koherensi mempunyai kelemahan mendasar, yaitu terjebak pada penekanan validitas, teorinya dijaga agar selalu ada koherensi internal. Suatu pernyataan dapat benar dalam dirinya sendiri, namun ada kemungkinan salah jika dihubungkan dengan pernyataan lain di luar sistemnya. Misal pada jaman Pertengahan ilmu bertumpu pada mitos dan cerita rakyat, kebenaran argumen tidak pernah bertumpu padapengalaman dunia luar.

    b. Teori korenpondensi, yaitu suaru pernyataan yang dianggap benar jika materi pengetahuan tersebut berkorenpondesnsi atau berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Kelemahan teori kebenaran korespondensi ialah munculnya kekhilafan karena kurang cermatnya penginderaan, atau indera tidak normal lagi. Disamping itu teori kebenaran korespondensi tidak berlaku pada objek/bidang nonempiris atau objek yang tidak dapat diinderai. Kebenaran dalam ilmu adalah kebenaran yang sifatnya objektif, ia harus didukung oleh fakta-fakta yang berupa kenyataan dalam pembentukan objektivanya. Kebenaran yang benar-benar lepas dari kenyataan subjek.

    c. Teori pragmatis, adalah teori yang menanggap suatu pernyataan benar jika pernyataan tersebut mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Berguna bisa dalam arti dapat memecahkan masalah yang dihadapi oleh manusia atau menghasilkan kegunaan lain dan tidak sekedar memecahkan masalah yang ada.

    3. Perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan :
    Metode deduksi yaitu paham yang menekankan pengetahuan berasal dari potensi akal. Oleh
    sebab itu manusia dituntut untuk memfungsikan akal pikirannya. Pikiran manusia mempunyai kemampuan untuk “mengetahui” pengetahuan tersebut namun manusia tidak menciptakannya, maupun tidak mempelajari pengalaman.

    Metode induksi yaitu metode yang menekankan pengetahuan diperoleh dengan pengalaman dan sesuai dengan kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Dengan inderawi, manusia dapat terlibat langsung dalam proses-proses dalam memperoleh pengetahuan dengan indera yang manusia miiki. Selain itu, dengan indera manusia dapat menghubungkan secara langsung pada hal-hal konkrit material.

    4. a. Paradigma memang memiliki fungsi penting daam proses keilmuan, sehingga mempunyai fungsi sebagai berikut :
    1. memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    2. Sebagai lensa yang memalui para ilmuwan dapat mengamati dan emamhami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadapa masalah-masalah.

    b. Dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia, yaitu :
    1. Dimensi ontologis, dimensi ini muncul karena pertanyaan yang harus dijawab seorang imuan adalah apa sebenarnya yang menjadi hakikat dari suatu yang dapat diketahui atau suatu realitas.
    2. Dimensi epistomologi, yaitu dimensi yang muncul karena pertanyaan yang harus dijawab ilmuawan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    3. Diemnsi axiologis, yaitu dimensi yang muncul karena adanya permasalahan peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    4. Dimensi retorik, adalah dimensi yang muncul Karena adanya permasalahan bahasa yang digunakan dalam penelitian.
    5. Dimensi metodelogis, yaitu pertanyaan yang harus dijawab seorang ilmuwan adalah bagaimana cara atau metodelogi yang dipakai seseaorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. Tahapan proses perkembangan ilmu, yaitu :
    a) Pertama, sains normal (normal science), dalam hal ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b) Kedua, terdapat keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) Ketiga, krisis, keadaan krisis ini merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu saat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah dan contohnya :

    Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
    Contoh : teori dinamika fisika

    Hokum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan anatara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab-akibat.
    Contoh : hokum gravitasi bumi

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat relativitas

    Asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : saat mengantuk, akan ada anggapan bahwa meminum kopi akan menghilangkan rasa kantuk. Akan tetapi ada juga yang beranggapan bahwa meminum kopi tidak akan menghilangkan rasa kantuk. Sehingga asumsi ini harus dibuktikan kebenarannya.

  9. Nama : Nanda Nopia Dewi
    Nim : D1B010062
    Status : B

    1. Ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidng yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. Sedangkan pengetahuan adalah

    2. Teori tentang kebenaran dalam imu pengetahuan
    – Teori Koherensi : suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    – Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970) : suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    – Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914) : suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Perbedaan metode deduksi dengan metode induksi dalam memperoleh ilmu pengetahuan :

    – Metode deduksi ( aliran rasionalisme) merupakan sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Ada pun definisi rasionalisme apabila di tinjau dari terminologi filsafat ialah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahua, sedangkan

    – Metode induksi ( aliran empirisme ) kata empirisme berasal dari kata yunani empirikos, yang artinya penglaman. Manusia memperoleh pengetahuan melaluipengalamannya dan sesui kta Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit

    4. a). Paradigma Ilmu memiliki peranan penting dalam proses keilmuan :
    – Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    – Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    b). Dimensi fundamental dalam proses ilmu manusia :

    – Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).
    – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
    – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    – Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    – Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan? Para ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang sudah mapan.

    5. Tahap-tahap perkembangan ilmu :

    – Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.
    – Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.
    – Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.
    – Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.
    – Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang.

    6. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan

    Contoh : teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro

    Hukum merupakan pernyatan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat

    Contoh : dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan penawaran dan pembentukan harga.

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Pada hakikatnya kebenarannya ilmiah harus diahkan lewat sebuah proses disebut metode keilmuan akan tetapi postulat ilmiah ditapkan tnpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan begitu saja postyulat merupakan anggapan yang ditetapkan secara sembarangan dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan.

    Asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    contoh : matahari akan selalu timbul dari arah timur dan tenggelam di arah barat.

  10. NAMA : ZUWAI RIA
    NIM : D1BO10046
    KELAS : E
    STATUS : BARU

    JAWABAN:
    (1). Perbedaan antara ilmu dengan pengetahuan dalam metode ilmiah
    ilmu:
    – ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan.
    – kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal
    – ilmu bersifat sistematis objektif dan di peroleh dengan metode tertentu seperti observasi eksperimen dan klasifikasi, analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi.
    – mengedepankan pemikiran logika netral ( tidak di pengaruhi oleh kedirian atau subjektif)
    sedangkan pengetahuan :
    – keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun baik mengenai metafisik maupun fisik
    – pengetahuan merupakan informasi yang berupa akal umum tanpa memiliki medote dan mekanisme tertentu
    – pengetahuan berakar dari adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan
    – landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar
    – pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan di tarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji terlebih dahulu
    – pencarian pengetahuan lebih cenderung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka.

    (2). beberapa teori itu antara lain :
    a. Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Misalnya jika seseorang mengatakan bahwa ibukota republik Indonesia adalah Jakarta maka pernyataan tersebut adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat faktual yakni Jakarta yang memang menjadi ibukota republik Indonesia.
    b. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    (3). perbedaan metode deduksi dan induksi dalam memperoleh ilmu pengetahuan:
    – metode deduksi (aliran rasionalisme) memperoleh pengetahuan dengan cara berpikir yang menekankan pada potensi akal, dengan demikian, rasionalisme merupakan aliran filsafat yang memposisikan akal sebagai sumber pengetahuan dan salah satu metode untuk mendapatkan pengetahuan.
    – sedangkan metode induksi (aliran empiris) menekankan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. penganut empiris berpandangan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan bagi manusia yang jelas-jelas mendahului rasio, tanpa pengalaman rasio tidak memiliki kemampuan untuk memberi gambaran tertentu. kalaupun menggambarkan sedemikian rupa tanpa pengalaman hanyalah hayalan belaka.

    (4). fungsi paradigma ilmu dalam proses keilmuan:
    a. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    b. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    (5). tahap-tahap perkembangan ilmu
    a. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah. Menurut Soetriono dan SDRm Rita Hanafie, masa sejarah dimulai kurang lebih 15.000 sampai 600 tahun Sebelum Masehi. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. Mereka telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung. perkembangan ilmu dengan astronomi, kedokteran, dan sistem klasifikasi Aristoteles, namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman-pengalaman manusia.

    b. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.

    c. Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional. Menurut Harun Nasution, pemikiran rasional berkembang pada zaman Islam klasik (650-1250 M). Pemikiran ini dipengaruhi oleh persepsi tentang bagaimana tingginya kedudukan akal seperti yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadis.

    d. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti dalam perkembangan ilmu.

    e. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang.

    (6). a. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Contoh: teori korespondensi
    b. Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh; dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan, penawaran, dan pembentukan harga
    c. Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya
    contoh. membuat lingkaran
    d. Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji. contoh : es itu dingin, bumi berputar mengelilingi matahari.

  11. NAMA : NUR KHOFIFA OKTAVIA
    NIM : D1B010085
    STATUS : B

    1. Ilmu merupakan akumulasi dari pengetahuan tentang fenomena alam yang didasarkan pada teori-teori yang telah disepakati dan telah diuji secara sistematik dengan seperangkat metode yang dilakukan dalam melakukan penelitian ilmiah (obsevasi, survey, studi kasus, dan eksperimen). Ilmu bersifat khusus karena pengorganisasian dari berbagai pengetahuan.
    Pengetahuan merupakan isi dari pikiran manusia mengenai peristiwa yang terjadi di alam dan lingkungan sekitarnya yang berasal dari rasa keingintahuan yang tinggi. Pengetahuan bersifat umum, mencakup ilmu.
    2. Teori yang digunakan dalam mementukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut:
     Teori Koherensi merupakan sebuah pernyataan dianggap benar ketika pernyataan tersebut koheren dengan pernyataan sebelumnya. Teori koheren mempunyai hukum perbandingan lurus antara pernyataan sebelum dan sesudahnya. Contoh :
     Semua mahasiswa agribisnis kelas e angkatan 2010 tidak kuliah pada hari Rabu . (pernyataan pertama)
     Priska Handayani adalah mahasiswa agribisnis kelas e dan dia tidak kuliah. (pernyataan ke- dua)
    Pada pernyataan pertama dianggap benar maka pada pernyataan ke- dua dianggap benar pula.
     Teori Korespondensi adalah pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang dibicarakan berkorespodensi (berkesinambungan) dengan objek yang dituju dalam pernyataan tersebut. Contoh:
     Bangko merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi.
    Pernyataan tersebut benar adanya Karen objek yang dituju sesuai dengan fakta yang ada.
     Teori Pragmatis yaitu suatu pernyataan dingagap benar jika mempunyai nilai praktis dalam kehidupan manusia.
    3. Perbedaan metode induksi dan deduksi dalam ilmu pengetahuan adalah
     Metode induksi merupakan faham yang berorientasi pada pengalaman. Pengalaman dijadikan landasan dalam mencari pengetahuan.
     Metode deduksi merupakan faham yang menekankan pada potensi akal yang dijadikan sumber dan metode dalam mendapatkan pengetahuan.
    4. Paradigma ilmu memiliki peranan penting dalam proses keilmuan. Paradigma ilmu berfungsi sebagai berikut:
     Memberikan kerangka, mengarahkan, dan menguji koherensi dari proses keilmuan.
     Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang digunakan untuk mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.
    Paradigma ilmu pada dasarnya memberikan jawaban atas pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia, yaitu bagaimana, apa dan untuk apa. Berdasarkan pertanyaan tersebut maka dirumuskanlah beberapa dimensi, yaitu:
     Dimensi ontologis adalah pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Dimensi ontologis hakikatnya bersifat sesuatu yang dapat diketahui dan nyata.
     Dimensi epistimologis merupakan pertanyaan yang bersifat lebih kompleks daripada dimensi ontologis. Dimensi epistimologi menjawab pertanyaan mengenai proses dan penyebab proses itu terjadi.
     Dimensi axiologis mengamati peran dan tujuan dari suatu kegiatan penelitian. Dimensi retorik mempermasalahkan penggunaan bahasa dalam melakukan kegiatan penelitian.
     Dimensi metodologis menelaah pertanyaan bagaimana metode atau cara dalam melakukan pembuktian dan mencari kebenaran ilmu pengetahuan.
    5. Ada empat tahap dalam proses perkembangan ilmu:
    Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.
    Tahap-tahap dalam perkembangan ilmu
     Ilmu Pengetahuan Zaman Purba. Pada masa itu manusia telah menggunakan pengalaman sehari-hari sebagai sumber pengetahuan. Manusia purba telah mengerti fenomena alam dan hubungan empiris yang terjadi didalamnya. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah. Menurut Soetriono dan SDRm Rita Hanafie, masa sejarah dimulai kurang lebih 15.000 sampai 600 tahun Sebelum Masehi. Pada masa ini pengetahuan manusia berkembang lebih maju. Mereka telah mengenal membaca, menulis, dan berhitung. perkembangan ilmu dengan astronomi, kedokteran, dan sistem klasifikasi Aristoteles, namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman-pengalaman manusia.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno mempunyai hubungan yang sangat erat dengan ilmu filsafat. Pada periode ini manusia telah mengalami perubahan pola pikir yang cukup besar, fenomena yang terjadi di alam telah difikirkan denag menggunakan rasio dan bersifat ilmiah. Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal-usul alam adalah Thales (624-546 SM), setelah itu Anaximandros (610-540 SM), Heraklitos (540-480 SM), Parmenides (515-440 SM), dan Phytagoras (580-500).
     Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik. Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, quran, hadis, usul fiqih, dan theologi turut dikembangkan. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dijadikan sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional. Pemikiran rasinal ini mengedepankan akal sesuai yang terdapat dalam al-Qur`an dan hadis.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern. Renaisans merupakan periode perkembangan ilmu yang berada di antara abad kegelapan dan abad modern. Pada periode ini titk tolak perkembangan ilmu dimulai. Ciri utama renaisans yaitu humanisme, individualisme, sekulerisme, empirisisme, dan rasionalisme. Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisisme, sementara Kristen semakin ditinggalkan karena semangat humanisme.
    Tokoh penemu di bidang sains pada masa renaisans (abad 15-16 M): Nicolaus Copernicus (1473-1543 M), Johanes Kepler (1571-1630 M), Galileo Galilei (1564-1643 M), dan Francis Bacon (1561-1626 M).Selanjutnya tokoh penemu di bidang sains pada zaman modern (abad 17-19 M): Sir Isaac Newton (1643-1727 M), Leibniz (1646-1716 M), Joseph Black (1728-1799 M), Joseph Prestley (1733-1804 M), Antonie Laurent Lavoiser (1743-1794 M), dan J.J. Thompson.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer Zaman kontemporer identik dengan rekonstruksi, dekonstruksi, dan inovasi-inovasi teknologi di berbagai bidang. Zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang. Banyak sekali penemuan–penemuan yang berada pada periode tersebut.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah yaitu:
    Teori merupakan sebuah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan adanya hubungan diantara konsep-konsep tersebut yang membantu kita memahami sebuah fenomena. Sehingga bisa dikatakan bahwa suatu teori adalah suatu kerangka kerja konseptual untuk mengatur. Contoh: teori koherensi, teori korespondensi dan teori pragmatis
    Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Contoh : hukum pidana dan hukum perdata
    Hukum memberikan gambaran mengenai peraturan-peraturan dalam kehidupan sehari-hari.
    Asumsi merupakan peramalan atau pendugaan yang dapat diuji kebenarannya. Contoh : musim hujan dapat menyebabkan munculnya nyamuk DBD.
    Postulat merupakan pernyataan dasar yang kebenarannya tidak memerlukan pembuktian secara empiris. Contoh :
    1. Manusia itu pasti mati.
    2. Lingkaran itu bulat.

  12. NAMA : Ricki Alhadad
    NiM : D1B010065
    Status kontrak : Baru

    1 -.Ilmu Adalah : Pengetahuan yang telah disusun secara sistematis,ilmu merupakan pengetahuan agar dapat di katakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu
    yaitu : Objek Material dan Objek Formal.

    – Pengetahuan Adalah : Apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu.

    2. -Teori Koherensi Adalah : Suatu pernyataan diangap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsiten dengan penyataan-pernytaan sebelumnya yang di anggap benar. Misalnya : bila kita menganggap bahwa “semua manusia pasti akan mati”.
    -Teori korespondensi Adalah : suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuaan yang dikandung pernytaan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang di tuju oleh pernyataan tersebut Misalnya : ” jika seseorang mengatakan bahwa ibu kota Republik Indonesia adalah Jakarta maka pernyataan tersebut adalah benar.
    -Teori paragmatis suatu pernyataan adalah benar jika pernytaan itu kosekkkuaensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dan kehidupan manusia.

    3. -Induksi adalah : proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau
    pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk
    menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum seperti :

    1.Besi di panaskan Memuai
    2.Seng di panaskan Memuai
    3.Emas di panaskan Memuai
    4.Perak di panaskan Memuai
    5.Besi, Seng, Emas dan Perak adalah logam
    6.Jadi : Setiap logam yang di panaskan akan Memuai.

    -Induksi adalah : proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau
    peristiwa-peristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan
    pengetahuan yang lebih umum seperti :

    1.Besi di panaskan Memuai
    2.Seng di panaskan Memuai
    3.Emas di panaskan Memuai
    4.Perak di panaskan Memuai
    5.Besi, Seng, Emas dan Perak adalah logam
    6.Jadi : Setiap logam yang di panaskan akan Memuai.

    4. -Fungsi Paradikma.
    – Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsisten dalam proses keilmuan
    -Sebagai lensa, para ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah masalah ilmiah dalam
    bidang masing-masing dan jawaban Ilmiah terhadap masalah tersebut.

    5. -Menurut Thomas Samuel Kuhn ada 4 (empat) tahap dalam proses perkembangan ilmu yaitu :
    1. Sains normal, dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook.
    2. Keganjilan-keganjilan, Keganjilan merupakan titik awal dari tahapan berikutnya. Keganjilan muncul akibat banyak persoalan-persoalan yang tidak dapat terselesaikan
    3. Krisis, merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan.
    4. Revolusi sains, terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri disekeliling paradigma baru.

    6. -Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor tertentu.
    Contoh : teori ekonomi mikro dan ekonomi makro
    – Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    Contoh : hukum permintaan dan hukum penawaran
    – Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
    •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang.

    – Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
    Contoh : Mengemudi kendaraan bermotor dipagi hari lebih aman dibanding dengan siang hari dikarenakan pagi hari jalanan masih sepi.

  13. NAMA : ATIKA NOVERLIA SARI
    NIM : D1B010069
    STATUS KONTRAK : B

    1. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disussun secara sistematis.
    Pengetahuan adalah apa yang diketahui manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu.

    2. Teori tentang kebenaran dalam imu pengetahuan
    a. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    b. Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    c. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3.Metode deduksi ( aliran rasionalisme) adalah sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Ada pun definisi rasionalisme apabila di tinjau dari terminologi filsafat ialah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

    Metode induksi ( aliran empirisme ) kata empirisme berasal dari kata yunani empirikos, yang artinya penglaman. Manusia memperoleh pengetahuan melaluipengalamannya dan sesui kta Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit.

    4. A. Fungsi dari paradigma :
    a. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    b. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    B. Dimensi fundamental dalam proses ilmu manusia :
    1. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).

    2. Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.

    3. Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.

    4. Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.

    5. Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan? Para ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang sudah mapan.

    5.Tahap-tahp perkembangan ilmu :
    a. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.

    b. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.

    c. Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.

    d. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.

    e. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang

    6.Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan
    Contoh : teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro

    Hukum merupakan pernyatan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh : dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan penawaran dan pembentukan harga.

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Pada hakikatnya kebenarannya ilmiah harus diahkan lewat sebuah proses disebut metode keilmuan akan tetapi postulat ilmiah ditapkan tnpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan begitu saja postyulat merupakan anggapan yang ditetapkan secara sembarangan dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan

    Asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.

  14. NAMA : DESY MAYANGSARI
    NIM : D1B010083
    STATUS : B (BARU)

    1. Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan dalam metode ilmiah, yaitu :
    Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia yang disertai dengan usaha manusia untuk mengetahui hal tersebut. Ini juga merupakan isi pikiran manusia yang merupakan hasil prosesnya untuk mengetahui hal tersebut.
    Sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dalam suatu bidang tertentu menurut metode tertentu yang merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori – teori yang telah disepakati.

    2. Ada 3 teori yang menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan tersebut , yaitu ;
    a. Teori koherensi, yaitu pernyataan yang dianggap benar bila konsistensi dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar. Teori koherensi mempunyai kelemahan mendasar, yaitu terjebak pada penekanan validitas, teorinya dijaga agar selalu ada koherensi internal. Suatu pernyataan dapat benar dalam dirinya sendiri, namun ada kemungkinan salah jika dihubungkan dengan pernyataan lain di luar sistemnya. Misal pada jaman Pertengahan ilmu bertumpu pada mitos dan cerita rakyat, kebenaran argumen tidak pernah bertumpu padapengalaman dunia luar.

    b. Teori korenpondensi, yaitu suaru pernyataan yang dianggap benar jika materi pengetahuan tersebut berkorenpondesnsi atau berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Kelemahan teori kebenaran korespondensi ialah munculnya kekhilafan karena kurang cermatnya penginderaan, atau indera tidak normal lagi. Disamping itu teori kebenaran korespondensi tidak berlaku pada objek/bidang nonempiris atau objek yang tidak dapat diinderai. Kebenaran dalam ilmu adalah kebenaran yang sifatnya objektif, ia harus didukung oleh fakta-fakta yang berupa kenyataan dalam pembentukan objektivanya. Kebenaran yang benar-benar lepas dari kenyataan subjek.

    c. Teori pragmatis, adalah teori yang menanggap suatu pernyataan benar jika pernyataan tersebut mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Berguna bisa dalam arti dapat memecahkan masalah yang dihadapi oleh manusia atau menghasilkan kegunaan lain dan tidak sekedar memecahkan masalah yang ada.

    3. Perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan :
    Metode deduksi yaitu paham yang menekankan pengetahuan berasal dari potensi akal. Oleh
    sebab itu manusia dituntut untuk memfungsikan akal pikirannya. Pikiran manusia mempunyai kemampuan untuk “mengetahui” pengetahuan tersebut namun manusia tidak menciptakannya, maupun tidak mempelajari pengalaman.

    Metode induksi yaitu metode yang menekankan pengetahuan diperoleh dengan pengalaman dan sesuai dengan kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Dengan inderawi, manusia dapat terlibat langsung dalam proses-proses dalam memperoleh pengetahuan dengan indera yang manusia miiki. Selain itu, dengan indera manusia dapat menghubungkan secara langsung pada hal-hal konkrit material.

    4. a. Paradigma memang memiliki fungsi penting daam proses keilmuan, sehingga mempunyai fungsi sebagai berikut :
    1. memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    2. Sebagai lensa yang memalui para ilmuwan dapat mengamati dan emamhami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadapa masalah-masalah.

    b. Dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia, yaitu :
    1. Dimensi ontologis, dimensi ini muncul karena pertanyaan yang harus dijawab seorang imuan adalah apa sebenarnya yang menjadi hakikat dari suatu yang dapat diketahui atau suatu realitas.
    2. Dimensi epistomologi, yaitu dimensi yang muncul karena pertanyaan yang harus dijawab ilmuawan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    3. Diemnsi axiologis, yaitu dimensi yang muncul karena adanya permasalahan peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    4. Dimensi retorik, adalah dimensi yang muncul Karena adanya permasalahan bahasa yang digunakan dalam penelitian.
    5. Dimensi metodelogis, yaitu pertanyaan yang harus dijawab seorang ilmuwan adalah bagaimana cara atau metodelogi yang dipakai seseaorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. Tahapan proses perkembangan ilmu, yaitu :
    a) Pertama, sains normal (normal science), dalam hal ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b) Kedua, terdapat keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) Ketiga, krisis, keadaan krisis ini merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu saat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah dan contohnya :

    Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
    Contoh : teori dinamika fisika

    Hokum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan anatara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab-akibat.
    Contoh : hokum gravitasi bumi

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat relativitas

    Asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : saat mengantuk, akan ada anggapan bahwa meminum kopi akan menghilangkan rasa kantuk. Akan tetapi ada juga yang beranggapan bahwa meminum kopi tidak akan menghilangkan rasa kantuk sehingga asumsi ini harus dibuktikan kebenarannya.

  15. JAWABAN MID SEMESTER
    METODE ILMIAH

    NAMA :DAVID HUTABARAT
    NIM :D1B010049
    Kelas :E
    STATUS :BARU (B)

    1. Perbedaan ilmu dan pengetahuan dalm metode ilmiah adalah:
    Ilmu adalah kumpulan dari berbagai pengetahuan untuk menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan hidup manusia.
    Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun yang berakar pada tradisi yang menjadi kebiasaan-kebiasaan hidup manusia.

    2. Beberapa teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan antara lain:
    a. Teori koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyattan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan.
    b. Teori korespondensi yaitu suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan ituberhubungan dengan objek yang dituju.
    c. Teori pragmatis yaitu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3.Perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh ilmu pengetahuan yaitu:
    Metode deduksi adalah sebuah faham atau aliran yang mengutamakan akal sebagai sumber pengetahuan dan salah satu metode untuk mendapatkan pengetahuan.
    Metode induksi adalah sebuah faham yang menekankan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal.

    4a. Fungsi paradigma dalam proses keilmuan yaitu:
    -memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    -sebagai lensa yang melaluinya para imuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah tertentu.

    4b. dimensi yang digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia yaitu:
    -dimensi ontologis, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui.
    -dimensi epistimologis, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    -dimensi axiologis, peran-peran nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    -dimensi retorik, bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    -dimensi metodologis, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5.Tahap-tahap yang terdapat dalam proses perkembangan suatu ilmu yaitu:
    a. Ilmu pengetahuan zaman purba, manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia.
    b. Ilmu pengetahuan zaman yunani kuno, sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini telah terjadi perubahan pola piker manusia.
    c. Ilmu pengetahuan zaman islam klasik, ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang.
    d. Ilmu pengetahuan zaman renaisans dan modern, periode perkembangan peradaban yang terletak diujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern.
    e. Ilmu pengetahuan zaman kontemporer, era perkembangan ilmu yang terjadi hingga sekarang.

    6. Perbedaan teori, hukum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah beserta contohnya, yaitu:
    a. Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.
    Contoh: teori ekonomi makro, teori ekonomi mikro.
    b. Hukum adalah pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    Contoh: dalam hokum permintaan, yaitu jika harga naik, maka permintaan akan turun.
    c. Postulat adalah asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh: Lingkaran, dimana diambil titik pada garis lingkaran itu, maka jarak kembali ke titik tersebut akan sama tanpa dilakukan percobaan.
    d. Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh: apabila kita mengamati cara orang mengemudi di jalan raya, akan ada anggapan pada pagi hari akan aman sehingga orang akan mengendarai kendaraan kurang hati-hati dengan alas an masih sepi, akan tetapi, sebagian orang akan beranggapan tidak aman karena banyak orang yang berkendara secara sembrono.

  16. Nama : Novalina Sinurat
    Kelas : Agribisnis E
    NIM : D1B010073

    1. Ilmu itu sudah tentu pengetahuan sedangkan pengetahuan belum tentu ilmu. Maksudnya ilmu kebenarannya dapat dibuktikan secara ilmiah sedangkan pengetahuan kebenarannya belum tentu bisa dibuktikan secara ilmiah. Dimana, pengetahuan adalah : segala sesuatu yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu dan merupakan isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses berfikir sedangkan ilmu adalah : kumpulan dari pengetahuan dan telah tersusun secara sistematis yang merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai kenyataan dan gejala ilmiah.

    2. Beberapa teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan adalah :
    • Teori koherensi adalah : suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan itu bersifat koheren atau konsistensi dengan pernyataan yang ada sebelumnya dan telah dianggap benar. Contoh : misalnya jika kita mengatakan semua siswa perempuan harus memakai sepatu putih. Ani adalah seorang siswa perempuan. Maka dapat ditarik kesimpulah bahwa ani harus memakai sepatu putih.
    • Teori korespondensi : suatu pernyataan dikatakan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contoh : jika seseorang mengatakan bahwa Bali adalah kota industri maka pernyataan tersebut benar sebab Bali merupakan kota industry karena di Bali banyak perusahaan industri.
    • Teori : suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan itu konsekuensi pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan adalah : metode deduksi (rasionalitas) adalah metode yang penarikan kesimpulannya dari keadaan yang umum atau penemuan yang khusus dari yang umum. Metode deduksi akan membuktikan suatu kebenaran baru berasal dari kebenaran-kebenaran yang sudah ada dan diketahui sebelumnya (berkesinambungan ). Metode deduksi umumnya dipakai pada bidang matematika untuk membuat turunan-turunan rumus yang lebih simpel. Pada metode deuksi menggunakan akal sebagai sumber pengetahuan. Contoh : pemecahan kasus oleh detektif yang memerlukan bukti-bukti yang tidak biasa.
    Sedangkan metode induksi (empirisme) dalam memperoleh ilmu pengetahuan adalah kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal atau partikular tertentu lalu ditarik kesimpulan yang dianggap benar dan berlaku umum dimana kebenaran kesimpulan itu bersifat sementara dan tidak mutlak. Dimana pengetahuan diperoleh dari pengalama yang telah ada sebelumnya artinya bahwa ilmu pengetahuan harus berawal dan dikendalikan oleh pengamatan yang tidak terpengaruh oleh pengandaian apapun (bebas nilai, opini, praduga, asumsi dan sejenisnya).
    4. a. Fungsi dari paradigma ilmu dalam proses keilmuan adalah :
     Memberikan kerangka ,mengarahkan bahkan menguji konsistensi dari suatu proses keilmuan
     Sebagai lensa, sehingga para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah yang terjadi serta menemukan solusi untuk permasalahan yang terjadi.
    b. Beberapa dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia dalah :
     Dimensi ontologis : pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality).
     Dimensi epistimologis : pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
     Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
     Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
     Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
    5. Beberapa tahapan yang terdapat dalam proses perkembangan ilmu adalah :
     Pertama, sains normal (normal science) dimana pada wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
     Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
     Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
     Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.
    6. Perbedaan antara teori, hukum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah :
     Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu mengapa suatu gejala itu bisa terjadi dari sebuah disiplin keilmuan. Contoh : teori evolusi bumi
     Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat yang memberikan kemampuan untuk meramalkan tentang apa yang mungkin terjadi sehingga yang akan dating dapat diprediksi. Contoh : hukum kekekalan energy, hokum Faraday
     Postulat : pernyataan atau asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya dimana pernyataan ini ditetapkan sembarang sehingga kebenarannya tidak dapat dibuktikan. Contoh : postulat dengan mistar dan jangka, Postulat Boolean dan Teorema Aljabar Boolean
     Asumsi adalah : pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : apabilakita mengamati cara orang belajar ada sebagian orang yang beranggapan bahwa menghafal beberapa hari sebelum ujian lebih mudah karena suasana lebih mendukung dan punya waktu yang lebih lama untuk belajar dan ada juga yang beranggapan bahwa menghafal di pagi hari sebelum ujian lebih mudah karena apa yang dihafal masih segar diingatan.

  17. Nama :Randi Pernanda
    Nim D1B010077
    Kelas : E
    Status : B

    Jawaban :

    1) Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu.Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan dari yang tidak manusia ketahui sebelumnya menjadi tahu itu di dapat dari pengakaman atapun gejala-gejala tertentu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis.
    2) Ada tiga teori yang baiasa di gunakan di dalam menentukan sebuah kebenaran, yaitu :
    – Teori Korensi adalah Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis.
    – Teori korespondensi adalah pernyataan dianggap benar bila pengetahuan yang dikandung oleh peryataan itu berhubungan dengan obyek yang dituju.
    – Teori pragmatis adalah pernyataan itu dianggap benar apabila pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis bagi kehidupan manusia.
    3) Metode induksi (empirisme) itu menyatakan bahwa pengalaman yang merupakan sumber ilmu pengetahuan. sedangkan metode deduksi (rasionalisme) itu menyatakan bahwa akal adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
    4) a. Fungsi paradigma yaitu :
    – Memberikan kerangka, mengarahkan bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan
    – Sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dan menjawab persoalan-persoalan ilmiah
    b.- Dimensi ontologis yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apakah sebenarnya hakikat dari suatu realitas
    – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dengan obyek yang ditemukan
    – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian
    – Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian
    – Dimensi metodologis, perntanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana cara atau metode apa ung digunakan dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
    5) Menurut Thomas Samuel Kuhn ada 4 (empat) tahap dalam proses perkembangan ilmu yaitu :
    A. Sains normal, dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook.
    B. Keganjilan-keganjilan, Keganjilan merupakan titik awal dari tahapan berikutnya. Keganjilan uncul akibat banyak persoalan-persoalan yang tidak dapat terselesaikan
    C. Krisis, merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan.
    D. Revolusi sains, terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri disekeliling paradigma baru.
    6) A. Teori dalam ilmu pengetahuan adalah model atau kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami atau fenomena sosial tertentu.
    -contoh : teori Ekonomi dan Teori fisika
    B. Hukum pada hakekatnya merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    -contoh : teori ekonomi mikro terdiri dari hukum penawaran dan permintaan.
    C. Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    -contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
    •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang.
    D. Asumsi adalah kebenarannya yang dapat di uji secara empiris.
    -contoh : dalam kurun waktu tiga ahun terakhir real madrid di bawah bayangan BARCELONA.

  18. NAMA : Priska Hanadayani
    NIM : D1B010063
    STATUS : Baru ( B )

    1. Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang berdasarkan teori – teori yang sudah di sepakati bersama yang di susun secara sistematis berdasarkan metode tertentu sesuai dengan pengetahuan tersebut. Sementara pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia atau hasil dari pekerjaan manusia menjadi tahu. Jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang sudah mengalami proses tertentu seperti melakukan pengamatan, hipotesis, eksperimen dll sementara pengetahuan bukan berarti ilmu.
    2. a. Teori Koherensi
    Teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan di anggap benar apabila pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan yang sebelumnya yang di anggap benar. Jadi, akan ada 2 premis yaitu premis Mayor dan premis Minor sehingga ada kesimpulan. Seperti contoh : ada pernyataan yang mengatakan bahwa manusia pasti mati itu pernyataan yang benar maka pernyataan yang mengatakan bahwa andi adalah manusia dan andi pasti mati itu juga benar karena pernyataan pertama dan kedua yang bersifat konsisten.
    b. Teori Korespondensi
    yaitu teori yang menyatakan bahwa suatu pengetahuan akan dinyatakan benar apabila pengetahuan itu berkorespondensi dengan objek yang di tuju oleh pengetahuan tersebut.
    Contoh : pernyataan yang mengatkan bahwa gubernur provinsi jambi adalah Hasan Basri Agus itu adalah benar. Karena Hasan Basri Agus adalah objek yang faktual atau nyata.
    c. Teori Paragmatis
    teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan (konsekuensi) dianggap benar jika memliki kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Metode deduksi itu menggunakan aliran Rasionalisme atau aliran yang lebih mengedepankan potensi akal atau kemampuan akal dan menganggap bahwa akal adalah alat dan sumber dari segala pengetahuan dan pola pikir deduksi biasanya menggunakan pola pikir silogismus yaitu disusun 2 penryataan dan sebuah kesimpulan. Sementara Metode induksi menggunakan aliran Empirisme atau mengutamakan pengalaman sebagai awal mula pengetahuan. Aliran ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal.
    4. a. Fungsi paradigma dalam keilmuan:
     Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Artinya, paradigma (keyakinan) mampu dijadikan acuan dasar para peneliti untuk menetapkan suatu ilmu karena pada dasarnya kebenaran ilmu bersifat tidak mutlak.
     Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Artinya, paradigma mampu menjadi alat untuk mengukur, menganalisa, menjelajah, dan memahami setiap permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai parameter (pengukur) kebenaran dari pemecahan masalah-masalah yang telah didapat para peneliti
    b. dimensi yang digunakan dalam menjawab pertanyaan fundamental dalam proses keilmuan:
    • Dimensi ontologis : pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “apa” hakikat dari pengetahuan, atau “apa” hakikat dari suatu realitas. Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
    • Dimensi epistimologis: pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “kenapa”dan “bagaimana” hakikat hubungan pencari ilmu dengan objek yang ditemukan.
    • Dimensi axiologis: pertanyaan yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian atau merupakan tujuan(kegunaan) dalam masalah(keilmuan).
    • Dimensi retorik: yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian. Artinya, bahasa dalam penelitian akan mempengaruhi hasil penelitian yang akan dicari.
    • Dimensi metodologis: pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “bagaimana cara” atau “metodologi” yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan. Artinya, suatu metode yang digunakan oleh peneliti akan menentukan hasil atau jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
    5. Tahapan proses perkembangan ilmu, yaitu :
    a) Pertama, sains normal (normal science), dalam hal ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b) Kedua, terdapat keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) Ketiga, krisis, keadaan krisis ini merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu saat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.
    6. Teori : Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.
    Contoh : Teori Ketuhanan, teori korespondensi

    Hukum : Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat sehingga membuat kita mampu meramalkan apa yang akan terjadi.
    Contoh : Hukum kekekalan energi

    Postulat : Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya
    Contoh : bumi itu bulat yang tidak perlu di tuntut pembuktiannya

    Asumsi : pernyataan yang dapat di buktikan kebenarannya
    Contoh : kenaikkan BBM mempengaruhi semua sektor harga.

  19. NAMA : RIMA MAYLANI DAMANIK
    NIM : D1B010079
    JURUSAN : AGRIBISNIS
    KELAS : E
    STATUS : B

    1. Ilmu merupakan kumpulan dari pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan terorganiasasi, yang kita peroleh baik dari pengalaman ataupun fakta dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian dilanjutkan dengan pemikiran menggunakan metode penelitian ilmiah.
    sedangkan pengetahuan merupakan proses hasil tahu manusia terhadap segala sesuatu, atau segala perbuatan manusia untuk mengerti suatu objek tertentu atas kesadaran diri sendiri.

    2. a. Teori Konsistensi atau Teori Koherensi (The Coherence Theory of Truth)
    teori koherensi merupakan suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsistensi dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Maka suatu pengetahuan, teori, pernyataan, proposisi, atau hipotesis dianggap benar jika pernyataan itu meneguhkan dan konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

    b. Teori kerespondensi/ Teori Persesuaian (The Correspondence theory of truth)
    Suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Teori ini mengutamakan pengalaman dan pengamatan inderawi sebagai sumber utama pengetahuan manusia. Teori ini juga menekankan pentingnya objek bagi kebenaran pengetahuan manusia dan bukti (evidence) bagi kebenaran suatu pengetahuan.

    c. Teori Pragmatis(The Pragmatic Theory of Truth)
    Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Jadi suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Adapun perbedaan antara metode induksi dan metode deduksi dalam ilmu pengetahuan adalah:
    Metode induksi yang biasa disebut dengan rasionalisme merupakan suatu kaedah penyelidikan dan ujikaji yang menyatakan bahawa akal adalah sumber utama pengetahuan. Rasionalisme mengukur bahawa daya intelek yang wujud secara semula jadi dalam diri manusia mampu mencari dan menanggapi kebenaran. Rasionalisme menganggap akal sebagai sumber tertinggi untuk mendapat kebenaran dan mencapai segala ilmu pengetahuan. Rasionalisme yang berasaskan nilai-nilai saintifik menolak adanya wahyu dan mukjizat keranan dianggap tidak logik. Ukuran sama ada sesuatu itu saintifik atau tidak juga terletak pada sama ada ia logik ataupun tidak.

    Sedangkan metode deduksi (empirisme) adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Aliran ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan tentang kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal, melainkan di peroleh atau bersumber dari panca indera manusia, yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung. Dengan kata lain, kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan pengalaman manusia.

    4. fungsi paradigma adalah
    a. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    b. merupakan lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap maslah-masalah tersebut.

    Beberapa dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuanmanusia:
    a. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui.
    b. Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    c. Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    d. Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian.
    e. Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah bagaimana cara yang dipakai seseoranng dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. Ada beberapa tahapan yang terdapat dalam perkembangan ilmu:
    a. Sains normal
    Dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook.para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa, cara-cara standar yang sudah terbakukan dan mapan.
    b. Keganjilan-keganjilan (anomalies)
    Merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c. krisis
    Keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d. revolusi sains (revolutionary science)
    Tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Teori merupakan salah satu konsep dasar penelitian sosial. Teori adalah seperangkat konsep/konstruk, defenisi dan proposisi yang berusaha menjelaskan hubungan sistimatis suatu fenomena, dengan cara memerinci hubungan sebab-akibat yang terjadi.
    contohnya: Teori listrik-magnet, Teori relativitas.

    Hukum adalah pernyataan yangmenyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    contohnya: Hukum Boyle, Hukum gerak Newton, Hukum gravitasi Newton, Hukum
    kekalnya energi, Hukum II Termodinamika.

    Postulat adalah suatu anggapan yang dipandang jelas dengan sendirinya, sehingga tak perlu dibuktikan. Mirip dengan aksioma (ini istilah yang biasa dipakai di bidang matematika). Postulat dalam fisika
    biasanya didasarkan atas hasil pengamatan yang sudah cukup andal.
    Contoh : postulat bahwa laju cahaya dalam hampa tetap = c.

    Asumsi adalah suatu pernyataan yang diterima tanpa pembuktian serta dapat digunakan sebagai dasar (premis) untuk deduksi.
    contohnya: – Benda yang sama-sama sama dengan benda yangsama adalah sama satu terhadap lainnya.
    X = A dan Y = Amaka X = Y
    – Jika sama ditambahkan kepada sama, maka jumlahnya adalah sama.
    X = Y+ A A——————–X + A = Y + A

  20. NAMA : ARI YUDHA KARTIKA
    NIM : D1B010054
    STATUSK : B

    1. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disussun secara sistematis.
    Pengetahuan adalah apa yang diketahui manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu.

    2. Teori tentang kebenaran dalam imu pengetahuan
    a. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    b. Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    c. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3.Metode deduksi ( aliran rasionalisme) adalah sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Ada pun definisi rasionalisme apabila di tinjau dari terminologi filsafat ialah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

    Metode induksi ( aliran empirisme ) kata empirisme berasal dari kata yunani empirikos, yang artinya penglaman. Manusia memperoleh pengetahuan melaluipengalamannya dan sesui kta Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit.

    4. A. Fungsi dari paradigma :
    a. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    b. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    B. Dimensi fundamental dalam proses ilmu manusia :
    1. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).

    2. Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.

    3. Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.

    4. Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.

    5. Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan? Para ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang sudah mapan.

    5.Tahap-tahp perkembangan ilmu :
    a. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.

    b. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.

    c. Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.

    d. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.

    e. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang

    6.Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan
    Contoh : teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro

    Hukum merupakan pernyatan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh : dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan penawaran dan pembentukan harga.

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Pada hakikatnya kebenarannya ilmiah harus diahkan lewat sebuah proses disebut metode keilmuan akan tetapi postulat ilmiah ditapkan tnpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan begitu saja postyulat merupakan anggapan yang ditetapkan secara sembarangan dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan

    Asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.

  21. NAMA : VICTOR MARPAUNG
    NIM : D1B010075
    STATUS : BARU
    Jawaban
    1. Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan panca indra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan bersifat spontan, subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek.
    Sedangkan
    Ilmu (sains) dipahami sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin. Ilmu bertujuan untuk meramalkan dan memahami gejala-gejala alam. Ilmu pengetahuan ialah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren. Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi suatu bidang tertentu dari kenyataan) dan disusun secara metodis, sistematis serta konsisten. Tujuannya agar pengalaman tadi bisa diungkapkan kembali secara lebih jelas, rinci dan setepat-tepatnya.

    2. – Teori Korespondensi
    Ujian kebenaran yang dinamakan teori korespondensi adalah paling diterima secara luas oleh kelompok realis. Menurut teori ini, kebenaran adalah kesetiaan kepada realita obyektif .Kebenaran adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta dan fakta itu sendiri, atau antara pertimbangan dan situasi yang pertimbangan itu berusaha untuk melukiskan, karena kebenaran mempunyai hubungan erat dengan pernyataan atau pemberitaan yang kita lakukan tentang sesuatu.Jadi, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa berdasarkan teori korespondensi suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut,
    Misalnya jika seorang mahasiswa mengatakan “kota Yogyakarta terletak di pulau Jawa” maka pernyataan itu adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat faktual, yakni kota Yogyakarta memang benar-benar berada di pulau Jawa.
    – Teori Koherensi
    Berdasarkan teori ini suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau onsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar artinya pertimbangan adalah benar jika pertimbangan itu bersifat konsisten dengan pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya, yaitu yang koheren menurut logika.
    Misalnya, bila kita menganggap bahwa “semua manusia pasti akan mati” adalah suatu pernyataan yang benar, maka pernyataan bahwa “si Hasan seorang manusia dan si Hasan pasti akan mati” adalah benar pula, sebab pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.
    – Teori Pragmatik
    Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis. Pegangan pragmatis adalah logika pengamatan dimana kebenaran itu membawa manfaat bagi hidup praktis dalam kehidupan manusia.
    3. Metode Deduksi (Aliran Rasionalisme)
    Rasionalisme merupakan sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Adapun definisi Rasionalisme apabila ditinjau dari Terminologi filsafat ialah: Faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
    Metode Induksi (Aliran Empirisme)
    Kata Empirisme berasal dari kata Yunani Empirikos, artinya pengalaman. Manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya dan sesuai kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi.Dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit material.
    Aliran ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Penganut empirisme berpandangan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan bagi anusia, yang jelas-jelas mendahului rasio, tanpa pengalaman rasio tidakmemiliki kemmpuan untuk memberi gambaran tertentu.kalaupun menggambarkan sedemikian rupa, tanpa pengalaman hanyalah khayalan belaka.
    4. A. Apa saja fungsi ari paradigma limu alam proses keilmuan
    – Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    – Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.
    B. Dimensi yang dapatdigunakandalammenjawabpertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuanmanusia
    – Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).
    – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
    – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    – Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    – Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.
    5 Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.
    6 Pengertian :
    Teori
    Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.
    Contoh: teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro
    Hukum
    Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh; dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan, penawaran, dan pembentukan harga
    Postulat
    Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya
    Pada hakikatnya kebenaran ilmiah harus disahkan lewat sebuah proses yang disebut metode keilmuan. Akan tetapi postulat ilmiah ditetapkan tanpa melalui prosedur ini melainkan ditetapkan begitu saja. Postulat merupakan anggapan yang ditetapkan secara sembarang dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan.
    Contoh : dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang
    Asumsi
    Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh; apabila kita mengamati cara orang mengemudi di jalan raya, akan ada anggapan bahwa pada pagi hari jalanan adalah aman sehingga sebagian besar orang akan mengendarai kendaraan kurang berhati-hati dengan alasan jumlah kendaraan masih sepi. Akan tetapi ada juga yang beranggapan bahwa jalanan di pagi hari tidak aman karena banyak orang yang berkendara secara sembrono. Sehingga asusmsi ini harus dibuktikan kebenarannya.

  22. Nama : Friska. A. B. Tp Bolon
    Nim :D1B010087
    Kls :E
    Status:B

    1.perbedaan antara ilmu dan pengetahuan dalam metodei lmiah :
    Ilmu adalah yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dan ilmu dapat diartikan juga seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia .
    sedangkan Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia dan dapat diartikan juga sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.,

    2.Beberapa teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran beberapa ilmu pengetahuan yaitu:
    a.Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    b.Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    c.Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

    3.Perbedaan antara Metodeh Deduksi dan Induksi dalam memperoleh pengetahuan :
    – Metode Deduksi (Aliran Rasionalisme)
    yaitu Secara Etimologi, Rasionalisme merupakan golongan dari dua kata yaitu: rasio yang artinya akal, dan isme yang berarti faham atau aliran. Dengan demikian, Rasionalisme merupakan sebuah faham yang menekankan pada potensi akal.dapat juga berkenaan dengan pola pikir yang digunakan oleh aliran Rasionalisme ialah: pola pikir deduktif yang biasanya menggunakan pola pikir yang dinamakan silogismus (disusun dari dua pernyataan dan sebuah kesimpulan).
    – Sedangkan Metodeh Induksi (Aliran Empirisme)
    yaitu Kata Empirisme berasal dari kata Yunani Empirikos, artinya pengalaman. Manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya dan sesuai kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi.
    Dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit material.
    dan Aliran ini juga ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Penganut empirisme berpandangan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan bagi manusia, yang jelas-jelas mendahului rasio, tanpa pengalaman rasio tidakmemiliki kemmpuan untuk memberi gambaran tertentu.kalaupun menggambarkan sedemikian rupa, tanpa pengalaman hanyalah khayalan belaka.

    4.a.Fungsi dari Paradigma ilmu dalam proses keilmuan yaitu:
    1.Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    2.Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut
    b.Beberapa Dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab Pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia yaitu
    1.Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality.
    2.Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable.
    3.Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    4.Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    5.Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5.Tahap-tahap yang terdapat dalam proses perkembangan suatu ilmu yaitu
    -Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    -Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    -Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    -Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6.Perbedaan antara teori,hukum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah dan contoh masing-masing.
    – Teori ialah merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.
    contohnya : teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro
    – Hukum ialah Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh:dalam hukum ekonomi bisa dilihat dari Apabila pada suatu lokasi berdiri sebuah pusat pertokoan hipermarket yang besar dengan harga yang sangat murah maka dapat dipastikan peritel atau toko-toko kecil yang berada di sekitarnya akan kehilangan omset atau mati gulung tikar.
    -Postulat ialah asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    contohnya yaitu setiap garis paling sedikit berisi dua titik berbeda.
    -Asumsi ialah Suatu peryataan yang diterima tampa pembuktian serta dapat digunakan sabagai dasar premis untuk deduksi.
    contohnya : Dibidang kesehatan masyarakat,

  23. NAMA : M.Adlin Chandra.s.f.
    NIM : D1B010053
    STATUS : B

    Jawaban:
    1. Perbedaan antara ilmu dan Pengetahuan dalam metode ilmiah :
    A. Ilmu adalah : Pengetahuan yang telah disusun secara sistematis,ilmu merupakan
    pengetahuan agar dapat di katakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu
    yaitu : Objek Matrerial dan Objek Pormal.

    B. Pengetahuan adalah : Apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia
    menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan
    hasil dari proses usaha manusia untuk tahu.
    2. Teori tentang kebenaran dalam imu pengetahuan :
    A. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah
    benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan
    praktis dalam kehidupan manusia.
    B. Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan
    dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi
    (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    C. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren
    atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

    3. Jelaskan perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan :
    Metode deduksi (aliran rasionalisme) adalah sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Ada pun definisi rasionalisme apabila di tinjau dari terminologi filsafat ialah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
    Metode induksi (aliran empirisme) kata empirisme berasal dari kata yunani empirikos, yang artinya penglaman. Manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya dan sesuia kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi,dengan inderanya manusia dapat melihat sesuatu yang semata-mata fisik walaupun masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit.
    4. Fungsi dari paradigma :
    A. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    B. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat
    mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan
    jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    Dimensi fundamental dalam proses ilmu manusia :
    A. Dimensi Ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa
    sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui atau sebenarnya apa hakikat dari
    suatu realitas. Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
    B. Dimensi Epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa
    sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    C. Dimensi Axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan
    penelitian.
    D. Dimensi Retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam
    penelitian.
    E. Dimensi Metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah,
    bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran
    suatu ilmu pengetahuan. Para ilmuwan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani
    yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Mereka lebih mirip pemecah teka-teki yang
    bekerja dalam pandangan dunia yang sudah mapan.
    5. Tahap-tahp perkembangan ilmu :
    A. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba: Bahwa manusia purba telah menemukan beberapa
    hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan
    dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.
    B. llmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno: Sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode
    filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia
    karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi
    logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan
    sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.
    C. Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik: Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul
    fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang.
    Khusus dalam bidang teologi, muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran
    rasional.
    D. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern: Renaisans adalah periode
    perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai
    muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan
    dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.
    E. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer: Perbedaan antara zaman modern dengan zaman
    kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak
    sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir
    yang terjadi hingga sekarang.

    6. Jelaskan perbedaan antara teori, hukum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan
    ilmiah :
    A. Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor
    tertentu.
    Contoh : teori ekonomi mikro dan ekonomi makro.
    B. Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau
    lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    Contoh : hukum permintaan dan hukum penawaran.
    C. Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut
    pembuktiannya.
    Contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    • Dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    • Dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengan sebarang panjang.
    • Dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang
    panjang.
    D. Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
    Contoh : Banyak orang berasumsi bahwa makan nasi dimalam hari akan mengakibatkan
    pertambahan berat badan, Padahal tidak demikian.

  24. Nama : Wempi Junjungan Sihite
    NIM : D1B009094
    Status : B

    1. Ilmu pengetahuan (science) mempunyai pengertian yang berbeda dengan pengetahuan (knowledge atau dapat juga disebut common sense). Orang awam tidak memahami atau tidak menyadari bahwa ilmu pengetahuan itu berbeda dengan pengetahuan. Bahkan mugkin mereka menyamakan dua pengertian tersebut.
    Dalam penggunaan modern, “ilmu pengetahuan” adalah istilah yang lebih sering mengacu pada cara mengejar pengetahuan, dan bukan pengetahuan itu sendiri. . Ini adalah “sering diperlakukan sebagai sinonim dengan ‘ilmu alam dan fisik’, dan dengan demikian terbatas pada cabang-cabang studi yang berhubungan dengan fenomena alam semesta material dan hukum mereka, kadang-kadang dengan pengecualian tersirat matematika murni. Ini sekarang arti yang dominan dalam penggunaan biasa.
    Metode ilmiah adalah proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Metofe ilmiah mengacu pada tubuh teknik untuk menyelidiki fenomena , memperoleh baru pengetahuan, atau memperbaiki dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Dasar dari metode ilmiah adalah mengajukan pertanyaan dan kemudian mencoba untuk datang dengan jawaban.

    2. a. Teori Corespondence menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut.

    b. Teori Consistency, Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti kebenaran. Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain.

    c. Teori Pragmatisme, Paragmatisme menguji kebenaran dalam praktek yang dikenal apra pendidik sebagai metode project atau medoe problem olving dai dalam pengajaran. Mereka akan benar-benar hanya jika mereka berguna mampu memecahkan problem yang ada. Artinya sesuatu itu benar, jika mengmbalikan pribadi manusia di dalamkeseimbangan dalam keadaan tanpa persoalan dan kesulitan. Sebab tujuan utama pragmatisme ialah supaya manusia selalu ada di dalam keseimbangan, untuk ini manusia harus mampu melakukan penyesuaian dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.

    d. Kebenaran Religius, Kebenaran tak cukup hanya diukur dnenga rasion dan kemauan individu. Kebenaran bersifat objective, universal,berlaku bagi seluruh umat manusia, karena kebenaran ini secara antalogis dan oxiologis bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui wahyu.

    3. Deduksi adalah pola berfikir dari umum ke khusus. Pola ini sering kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Induksi sebaliknya adalah pola pikir dari khusus ke umum. Artinya, berkebalikan dari umum ke khusus dia melihat sesuatu secara kasus-kasus sebelum menyimpulkan gambaran umum. Kedua pemikiran ini tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan namun juga penting bagi kehidupan kita sehari-hari. Pemikiran deduktif dan induktif sering kali digunakan ke sebuah penelitian walau nampaknya penelitian itu cenderung terlihat murni induktif. Pemikiran Induktif untuk melakukan generalisasi dari penelitian penelitan. Pemikiran Deduktif digunakan untuk menguji hipotesis-hipotesis.

    4. a. paradigma menunjukan sejenis unsur dalam konstelasi itu dan pemecahan teka-teki yang kongkrit yang jika digunakan sebagai model, pola, atau contoh dapat menggantikan kaidah-kaidah yang eksplisit sebagai dasar bagi pemecahan permasalahan dan teka-teki normal sains yang masih tersisa. Paradigma merupakan suatu keputusan yudikatif dalam hukum yang tidak tertulis.
    Secara singkat pengertian pradigma adalah Keseluruhan konstelasi kepercayaan, nilai dan teknik yang dimiliki suatu komunitas ilmiah dalam memandang sesuatu (fenomena). Paradigma membantu merumuskan tentang apa yang harus dipelajari, persoalan apa yang harus dijawab dan aturan apa yang harus diikuti dalam menginterpretasikan jawaban yang diperoleh.
    fungsi paradigma adalah Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.

    b. – Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).

    – Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.

    – Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.

    -Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.

    -Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan?

    5. lmuwan yang paling berjasa dalam merumuskan tahapan perkembangn ilmu adalah Thomas Kuhn melalui bukunya, Structure of Scientific Revolutions (1962). Menurut Kuhn, perkembangan ilmu diawali dengan pengumpulan fakta-fakta yang kemudian digeneralisasikan. Hasil kegiatan keilmuan itu memunculkan banyak fakta dan generalisasi yang saling bertentangan. Akibatnya, terjadilah pergolakan aliran pemikiran yang pada gilirannya menimbulkan proses konsolidasi dan integrasi gagasan-gagasan dalam aliran pemikiran itu. Proses inilah yang menciptakan sesuatu yang oleh Kuhn disebut ‘paradigma’. Ilmu yang sudah memiliki paradigma yang disepakatai, menurut Kuhn, telah mencapai tahap normal science, yaitu tahap ketika tak ada lagi perbedaan mendasar di kalangan komunitas keilmuan itu. Normal science menganggap struktur terorganisasi asumsi, teori atau program penelitian diperlukan oleh komunitas keilmuan untuk mendiskusikan kerja mereka secara rasional. Menurut Kuhn, normal science adalah aktivitas nonrevolusioer dari mahasiswa sains yang menerima dogma, yang tak berharap menentang dogma itu, dan yang menerima teori revolusioner baru hanya jika hampir semua orang siap menerimanya. Dengan kata lain, normal scence tercapai ketika tidak ada lagi perbedaan mendasar dalam komunitas keilmuan. Atau, bisa dikatakan kalngan keilmuan telah menyepakati paradigma yang dihasilkan dari perkembangan ilmu.
    Menyambung pandangan Kuhn tentang paradigma, Margaret Materman menyebut adanya 21 fungsi berbeda dari paradigma. Dari 21 fungsi itu, Materman membaginya menjadi tiga kelompok: (1) metaparadigms atau metaphysical paradigms, (2) sociological paradigms, dan (3) artefact paradigms atau construct paradigms.
    Dalam metaparadigms, paradigma dianggap sama dengan seperangkat kepercayaan, mitos, spekulasi metafisika, standar, cara pandang baru, prinsip-prinsip terorganisasi yang mengatur persepsi, peta, dan sesuatu yang menentukan wilayah luas dari realitas. Sementara, dalam sociological paradigms, paradigma didefinisikan sebagai pencapaian ilmu yang tertata secara universal, pencapaian konkret kegiatan keilmuan, seperangkat institusi politik dan keputusan yang disepakati bersama. Sedangkan, artefact paradigms menilai paradigma sebagai kerja klasik atau textbook, instrumen aktual, analogi, dan grammatical paradigm.
    Berdasarkan klasifikasi tersebut, dapat dikatakan metaparadigms amat berkaitan dengan pola pikir dan kerangka berpikir dari paradigma, sociological paradigms mengacu pada tujuan yang hendak dicapai dalam paradigma, dan artefact paradigms adalah alat untuk mencapai tujuan dari paradigma. Jadi, kalau boeh dianalogikan, metaparadigms ibarat otak, sociolgical paradigms adalah tangan atau alat yang digunakan untuk menjalankan apa yang ada dalam pikiran (otak), dan artefact paradigms adalah sasaran yang dituju.
    Pengamatan Kuhn tentang perkembangan ilmu berbeda dengan pandangan Karl Popper. Popper melihat normal science yang diajukan Kuhn mengandung bahaya. Menurut Popper, apa yang telah digambarkan Kuhn sebenarnya sudah ada (exist). Popper tidak menyukai fenomena ini karena dia menilainya sebagai ‘a danger of science’. Sebaliknya, kata Popper, Kuhn bukannya tidak menyukai karena Kuhn menganggapnya ‘normal’. Bagi Popper, normal scientist telah dilatih dengan bodoh. Padahal, menurut Popper, semua pengajaran di tingkat universitas seharusnya dilatih dan didorong untuk berpikir kritis. Normal scientist diajar dalam semangat dogmatis. Dia adalah kroban indoktrinasi. Dia diajarkan sebuah teknik yang bisa diaplikasikan tanpa bertanya ‘mengapa?’. Konsekuensinya, normal scientist menjadi apa yang disebut Popper ‘applied scientist’, bukannya ‘pure scientist’, sebutan yang seharusnya diberikan. Popper percaya bahwa pada dasarnya ilmu itu critical. Ia berisi pengembangan gagasan yang dikontrol oleh kritisisme dan karenanya digambarkan sebagai revolusioner. Popper juga menekankan pentingnya peran dogma untuk mengkritisi suatu teori sebab dengan itu kita bisa menemukan kekuatan sesungguhnya dimana teori disalahkan. Hanya saja, ini berbeda dengan dogma yang diinginkan Kuhn. Kuhn lebih percaya pada dogma yang mendominasi pada suatu periode dan dia tidak percaya bahwa metode keilmuan normalnya kritisisme. Karena itu, Popper meyakini bahwa Kuhn telah membuat kesalahan ketika menyebut normal science adalah normal.
    Berbeda jauh dengan Kuhn, Popper menganggap ilmu berkembang secara rasional dan akumulatif, yaitu melalui proses falsifikasi dan penemuan baru. Falsifikasi adalah upaya pembuktian bahwa suatu teori itu salah. Dalam proses keilmuan yang dikenalkan Popper, teori dihadapkan pada tes falsifikasi yang bertujuan membuktikan kesalahan teori itu. Semakin banyak teori yang lulus uji falsifikasi, maka kian maju ilmu tersebut.
    Popper menyatakan bahwa cara paling efektif untuk memajukan pengetahuan saintifik adalah melalui pengembangan gagasan (conjectures) dan percobaan untuk menolak gagasan melalui penelitian empiris (refutation). Ia tidak percaya bahwa penelitian empiris yang sistematis bisa menimbulkan teorisasi. Penelitian tidak bisa menimbulkan gagasan baru dan tidak bisa berfungsi sebagai metode logis untuk membentuk teori. Kekuatan teori harus diuji melalui tes falsifikasi.
    Menyimak perdebatan Kuhn dan Popper, gagasan Kuhn sebenarnya tidak memiliki kekuatan logis. Pandangan Kuhn menunjukkan bahwa ilmu lebih banyak berkembang melalaui kesepakatan para ilmuwannya pada tahap ketika tak ada lagi perbedaan di kalangan komunias keilmuan itu. Dengan kata lain, kriteria ujian bagi suatu teori bukanlah kemampuan untuk bertahan terhadap falsifikasi, tetapi kemampuan meyakinkan sebagian besar anggota komunitas keilmuan itu.
    Sebaliknya, Popper mengenalkan pemikiran yang lebih menonjolkan kekuatan logika. Kekuatan logikanya terletak pada proses uji falsifikasi terhadap suatu teori. Melalui proses itu, kekuatan dan kelemahan sebuah teori akan tampak jelas. Jika lulus uji falsifikasi, maka teori itu terbukti kuat dan layak digunakan dalam proses keilmuan. Namun, jika gagal, maka eori itu terbukti lemah dan tidak layak lagi dianut. Karena itu, pemikiran Popper dapat dikatakan dekonstruktif dan revolusioner, sedangkan pemikiran Kuhn cenderung lebih evolusioner dan memiliki semangat konstruktif.
    Imre Lakatos menilai perubahan keilmuan yang dikemukakan Popper menjunjung tinggi rasionalitas, atau secara rasional dapat direkonstruksi dalam logic of discovery. Sementara, bagi Kuhn, perubahan keilmuan (dari satu paradigma ke paradigma lain) adalah perubahan mistik yang tidak bisa dikendalikan oleh alasan-alasan dan karena itu dia menyebutnya psychological of research. Pandangan Kuhn ini bagaikan sebuah dogma, mirip agama.
    Lakatos membagi model falsificationism menjadi tiga. Pertama, dogmatic falsificationism. Model falsifikasi ini menerima kesalahan dari semua teori ilmiah tanpa kualifikasi. Ia menolak pendapat bahwa dasar empiris bisa ditransformasikan ke teori. Dogmatic falsificationism menarik pembatas yang tajam antara theoritician dan experimenter. Theoritician mengajukan tepori, sedangkan experimenter memakai teori.
    Menurut logika dogmatic falsificationism, ilmu tumbuh melalui pengguguran teori secara berulang-ulang. Ada dua asumsi yang salah dari dogmatic falsificationism. Pertama, terdapat garis batas psikologis antara proposisi teoritik atau spekulatif di satu sisi dan proposisi faktual atau observasional di sisi yang lain. Jika suatu proposisi menegaskan kriteria psikologis dari faktual atau observasional benar, mungkin bisa dikatakan bahwa itu dibuktikan dari fakta. Kedua, asumsi itu bisa disebut demarcation criterion: teori dikatakan scientific jika memiliki empirical basis.
    Model falsificationism kedua adalah methodological falsificationism. Model ini adalah jenis conventionalism. Ada dua demarkasi penting di sini, yaitu antara ‘passivist’ and ‘activist’ theory of knowledge. Passivist mengangap bahwa true konowledge adalah apa yang ditangkap pancaindera dari alam. Sementara, activist menganggap observasi pancaindera selalu dipengaruhi konsepsi seseorang.
    Methodological falsificationist menyadari bahwa dalam teknik eksperimental, teori yang bisa disalahkan termasuk di dalamnya. Ia bisa menginterpretasikan fakta. Methodological falsificationist juga menggunakan teori yang paling kuat untuk memperlebar jarak teori yang bisa diaplikasikan untuk menguji observational theories. Methodological falsification sangat berbeda dengan dogmatic falsification. Jika suatu teori disalahkan, itu terbukti salah; jika itu disalahkan, mungkin saja bisa benar.
    Model ketiga adalah sophisticated falsificationism. Menurut sophisticated falsificationist, suatu teori dapat diterima atau menjadi scientific hanya jika ia mendorong penemua fakta. Kondisi ini bisa dianalisa dalam dua cara: (1) teori baru memiliki empirical content, dan (2) beberapa dari content itu bisa diverifikasi. Bagi sophisticated falsificationits, teori tidak dapat ditolak dengan dasar obsrvasi, syaratnya ada teori alternatif yang superior.

    6. a. teori artinya model atau kerangka pikiran tang menjelaskan fenomena alami atau fenomena sosial tertentu. Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. contohnya teori ekonomi, teori matematika dan lain-lain.

    b. hukum adalah suatu sistem aturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah atau otoritas melalui lembaga atau institusi hukum.
    contohnya : hukum adat, hukum pidana, hukum perdata, hukum waris dan lain-lain.

    c. Postulat adalah asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya / pernyataan matematika yang disepakati benar tanpa pembuktian.
    contoh nya : Dalam geometri, setiap garis paling sedikit berisi dua titik berbeda.

    d. asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    contohnya : sopir sudah 2 hari tidur hanya 1 jam (fakta), bus yang dikendarainya menyenggol sepeda motor (fakta). Motor disenggol bus karena sopir mengantuk (asumsi)..

  25. Nama : SARNAMI SITORUS
    NIM : D1B010055
    Prodi : Agribisnis
    Kelas : E
    Status : B

    Jawaban Ujian MID Metil :

    1) Perbedaan ilmu dan pengetahuan dalam metode ilmiah, yaitu :
    Ilmu adalah kemampuan manusia atau usaha manusia untuk menjelaskan gejala alam apa yang terjadi, bagaimana prosesnya dan mengapa terjadi. ilmu lebih kompleks dibandingkan dengan pengetahuan. dan jika diuji kebenaran dari ilmu, hanya sedikit bias kesalahan. artinya bahwa adanya bias antara kebenaran yang sesungguhnya dengan yang diketahui manusia. sehiggga ilmu tidak seratus persen benar adanya. Sedangkan pengetahuan adalah usaha sederhana manusia untuk mengetahui apa yang terjadi dan tidak dapat menjelaskan bagaimana dan mengapa terjadi gejala tersebut terjadi. intinya, ilmu mencakup atau termasuk pengetahuan didalamnya. sedangkan pengetahuan tidak termasuk ilmu.

    2) Teori dalam menentukan kebenaran dalam ilmu pengetahuan , yaitu :
    a. Teori pragmatis, adalah teori yang menjelaskan bahwa pernyataan dikatakan benar apabila pernyataan itu mempunyai kegunaan yang praktis dalam kehidupan manusia. Teori pragmatisme menganggap suatu pernyataan, teori atau dalil itu memliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Kaum pragmatis menggunakan kriteria kebenarannya dengan kegunaan dapat dikerjakan dan akibat yang memuaskan. Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang mutak / tetap, kebenarannya tergantung pada manfaat dan akibatnya.
    b. Teori korespondensi, adalah teori yang menjelaskan bahwa pernyataan dikatakan benar, apabila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut. Masalah kebenaran menurut teori ini hanyalah perbandingan antara realita oyek (informasi, fakta, peristiwa, pendapat) dengan apa yang ditangkap oleh subjek (ide, kesan). Jika ide atau kesan yang dihayati subjek (pribadi) sesuai dengan kenyataan, realita, objek, maka sesuatu itu benar.
    c. Teori koherensi, adalah teori yang menjelaskan bahwa pernyataan dikatakan benar apabila pernyataan tersebut di dalamnya tidak ada perntentangan, bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar. Dengan demikian suatu pernyataan dianggap benar, jika pernyataan itu dilaksanakan atas pertimbangan yang konsisten dan pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya.
    d. Teori religius, adalah teori yang menjelaskan bahwa pernyataan benar apabila ada Kebenaran kesan subjek tentang suatu realita, dan perbandingan antara kesan dengan realita objek. Jika keduanya ada persesuaian, persamaan maka itu benar. Kebenaran tak cukup hanya diukur dnenga rasion dan kemauan individu. Kebenaran bersifat objective, universal,berlaku bagi seluruh umat manusia, karena kebenaran ini secara antalogis dan oxiologis bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui wahyu.

    3) Perbedaan metode induksi dan metode deduksi dalam memperoleh pengetahuan, yaitu :
    Metode induksi adalah suatu metode yang berdasarkan empirisme atau pengalaman terutama pengalaman inderawi untuk memperoleh pengetahuan.. dimana dalam metode ini, terdiri dari satu kesimpulan dan diikuti pernyataan-pernyataan yang menjelaskan kesimpulan tersebut. artinya dari umum ke khusus. sedangakan metode deduksi yaitu dari khusus ke umum. terdiri dari pernyataan-pernyataan dan diikuti dengan kesimpulan. dalam metode ini, lebih menekankan rasio atau akal dalam memperoleh pengetahuan.

    4) a. Fungsi dari paradigma ilmu dalam proses keilmuan yaitu :
    Suatu lensa yang menjadi panduan dalam mengamati dan memahami masalah-masalah iliah dalam bidang-bidang tertentu dan menemukan jawaban-jawaban terhadap masalah-masalah tersebut. selain itu, paradigma juga berfungi memberikan kerangka, mengarahkan bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan dan sebagai dasar keyakinan dan kepercayaan dalam menentukan seseorang dalam bertindak didalam kehidupan sehari-hari.
    b. Beberapa dimensi yang digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuanmanusia yaitu :
    – Dimensi ontologis yaitu dimensi yang menjelaskan jawaban ilmuwan dari pertanyaan apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui atau realitas
    – Dimensi epistimologis yaitu dimensi yang menjelaskan jawaban ilmuwan dari pertanyaan apa sebenarnya hakikat hubungan pencari ilmu dengan objek yang ditemukan.
    – Dimensi axiologis yaitu dimensi yang menjelaskan peran nilai – niali dalam kegiatan penelitian.
    – Dimensi retorik, yaitu dimensi yang menjelaskan tentang bahasa yang dipergunakan dalam penelitian. – Dimensi metodologis, dimensi yang menjelaskan tentang jawaban ilmuwan dari pertanyaan bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5) Tahap-tahap yang terdapat dalam proses perkembangan ilmu yaitu :
    1. Sains normal yang menjelaskan bahwa Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    2. Keganjilan-keganjilan, yang menjeslakan bahwa dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    3. Krisis, tahapan yang menjelaskan keadaan dimana para komunitas komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    4. Revolusi sains, tahapan dimana para komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru, dan memiliki nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6) Perbedaan antara teori, hukum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan lmiah yaitu :
    – Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Contoh : Teori Persediaan Kas, Teori Ongkos Produksi
    – Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Contoh : Hukum Archimedes, Hukum Boyle, Hukum Coulumb.
    – Postulat Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Contoh : lingkaran yang memang pada dasarnya bulat, dan dimulai dari titik manapun dimulai, tetap ukuran dan bentuknya sama.
    – Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : menjelang hari raya idul fitri, akan ada anggapan bahwa pada 1 minggu sebelum hari raya, harga akan naik. Karena pembeli banyak dan penjual sedikit. Akan tetapi ada juga yang beranggapan bahwa harga pada 1 minggu sebelum lebaran harga tidak naik, disebabkan para penjual banyak dan pembeli sedikit karena pada pulang kampung.

  26. Nama : Rudy A. T
    NIM : D1B010081
    Status: B

    1. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun bukan sebaliknya. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat yaitu yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi Sedangkan pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu.

    2 Teori Kebenaran :

    1. Teori Korespondensi
    Menurut teori ini, kebenaran adalah soal kesesuaian antara apa yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya.
    Dengan demikian ada lima unsur yang penting yaitu :
    a. pernyataan (Statement)
    b. Persesuaian (agreemant)
    c. Situasi (situation)
    d. Kenyataan (realitas)
    e. Putusan (judgements)

    2.Teori Konsistensi atau Teori Koherensi

    Teori ini merupakan suatu usaha pengujian (test) atas arti kebenaran. Hasil test dan eksperimen dianggap reliable jika kesan-kesan yang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain.
    Teori koherensi menganggap suatu pernyataan benar bila di dalamnya tidak ada pertentangan.

    3. Teori Pragmatis
    mengatakan bahwa ide yang jelas dan benar mau tidak mau mempunyai konsekuensi praktis pada tindakan tertentu. artinya, jika ide itu benar, maka ketika diterapkan akan berguna dan berhasil untuk memecahkan suatu persoalan dan menentukan perilaku manusia.

    3 Perbedaan Metode Deduksi dan Metode Induksi dalam memperoleh pengetahuan
    – Metode Deduksi (aliran Rasionalisme)
    Menurut aliran Rasionalis, suatu pengetahuan akan diperoleh dengan cara berfikir yang berarti menekankan pada potensi akal
    – Metode Induksi (aliran Empiris)
    Aliran ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal

    4 a. – Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    -Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.
    b. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality).
    Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
    Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan?

    5 Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi
    Contoh : teori phytagoras

    – Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat.
    Contoh : Hukum Permintaan dan Penawaran

    – Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
    •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang

    – Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
    Contoh : Lintasan revolusi bumi mengelilingi matahari berbentuk bulat telur.

  27. NAMA: NURMAIDA MALAU
    NIM : D1B010086
    PRODI : AGRIBISNIS
    STATUS : BARU
    MID METODE PENELITIAN
    1.Perbedaan ilmu dan pengetahuan dalam metode ilmiah
    Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Mempelajari apa itu ilmu pengetahuan itu berarti mempelajari atau membahas esensi atau hakekat ilmu pengetahuan. Demikian pula membahas pengetahuan itu juga berarti membahas hakekat pengetahuan. Untuk itu kita perlu memahami serba sedikit Filsafat Ilmu Pengetahuan. Dengan mempelajari Filsafat Ilmu Pengetahuan di samping akan diketahui hakekat ilmu pengetahuan dan hakekat pengetahuan, kita tidak akan terbenam dalam suatu ilmu yang spesifik sehingga makin menyempit dan eksklusif. Dengan mempelajari filsafat ilmu pengetahuan akan membuka perspektif (wawasan) yang luas, sehingga kita dapat menghargai ilmu-ilmu lain, dapat berkomunikasi dengan ilmu-ilmu lain. Dengan demikian kita dapat mengembangkan ilmu pengetahuan secara interdisipliner. Sebelum kita membahas hakekat ilmu pengetahuan dan perbedaannya dengan pengetahuan, terlebih dahulu akan dikemukakan serba sedikit tentang sejarah perkembangan ilmu pengetahuan.

    2.Teori –teori kebenaran dalam ilmu pengetahuan:
    1. Teori Koresondensi / Teori Persesuaian (The Correspondence theory of truth)
    Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Menurut teori ini, kebenaran adalah soal kesesuaian antara apa yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya. Benar dan salah adalah soal sesuai tidaknya apa yang dikatakan dengan kenyataan sebagaimana adanya. Atau dapat pula dikatakan bahwa kebenaran terletak pada kesesuaian antara subjek dan objek, yaitu apa yang diketahui subjek dan realitas sebagaimana adanya.

    2. Teori Konsistensi atau Teori Koherensi (The Coherence Theory of Truth)
    Menurut para penganut teori ini, mengatakan bahwa suatu pernyataan atau proposisi benar atau salah, adalah mengatakan bahwa proposisi itu berkaitan dan meneguhkan proposisi atau pernyataan yang lain atau tidak. Dengan kata lain, pernyataan itu benar jika pernyataan itu cocok dengan sistem pemikiran yang ada. Maka kebenaran sesunguhnya hanya berkaitan dengan implikasi logis dari sistem pemikiran yang ada. Misalnya: (1) Semua manusia pasti mati; (2) Sokrates adalah manusia; (3) Sokrates pasti mati. Kebenaran (3) hanya merupakan implikasi logis dari sistem pemikiran yang ada, yaitu (1) Semua manusia pasti mati, dan (2) Sokrates adalah manusia. Dalam arti ini, kebenaran (3) sesungguhnya sudah terkandung dalam kebenaran (1). Oleh karena itu, kebenaran (3) tidak ditentukan oleh apakah dalam kenyataannya Sokrates mati atau tidak.Teori koherensi (the coherence theory of trut) menganggap suatu pernyataan benar bila di dalamnya tidak ada perntentangan, bersifat koheren dan konsisten dengna pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar. Dengan demikian suatu pernyataan dianggap benar, jika pernyataan itu dilaksanakan atas pertimbangan yang konsisten dan pertimbangan lain yang telah diterima kebenarannya.
    3.Teori Pragmatisme (The Pragmatic Theory of Truth)
    Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
    Francis Bacon pernah menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus mencari keuntungan-keuntungan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi. Ilmu pengetahuan manusia hanya berarti jika nampak dalam kekuasaan manusia

    3. perbedaan antara metode induksi dan deduksi dalam memperoleh pengetahuan:
    A. Induksi
    Metode ini dikenal juga dengan Rasionalisme merupakan sebuah faham yang menekankan pada potensi akal. Adapun definisi Rasionalisme apabila ditinjau dari Terminologi filsafat ialah: Faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Induksi adalah proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum seperti :Besi di panaskan memuai
    Ada dua macam Induktif adalah sebagai berikut :

    B. Deduksi

    Metode ini dikenal juga dengan aliran empirisme, Kata Empirisme berasal dari kata Yunani Empirikos, artinya pengalaman. Manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya dan sesuai kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi.

    masih sangat sederhana. Indera menghubungkan manusia dengan hal-hal kongkrit material.
    Deduksi adalah proses pemikiran di dalamnya akal kita dari pengetahuan yang umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau proses berpikir dari hal yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus seperti: Semua makhluq yang bernyawa pasti mati

    4. a .fungsi paradigma pada proses keilmuan
    Paradigma ilmu memiliki peranan penting bahkan sangat penting dalam proses keilmuan. Paradigma ilmu berfungsi memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Tidak hanya itu, paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Oleh karena itu, paradigma merupakan aspek yang begitu penting “urgent” dalam proses keilmuan.

    b.beberapa dimensi yang dapat digunakan dalam mejawab pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia:
    Paradigma ilmu pada dasarnya berisi jawaban atas pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia, yaitu bagaimana, apa dan untuk apa. Tiga pertanyaan mendasar itu kemudian dirumuskan menjadi beberapa dimensi, yaitu:
    a). Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?.
    b). Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
    c). Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    d). Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian. e). Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan?.

    5. tahap –tahap dalam proses perkembangan ilmu yaitu:

    • Ada empat tahap dalam proses perkembangan ilmu:
    a) Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b) Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Perbedaan teori , hkum ,fostulat dan asumsi beserta contohnya

    Teori
    Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Contoh: teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro
    Sebuah teori biasanya akan terdiri dari hukum-hukum. Sebagai contoh dalam teori ekonomi mikro terdapat hukum permintaan dan hukum penawaran
    Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi
    Hukum
    Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh; dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan, penawaran, dan pembentukan harga
    Hukum memberikan kemampuan untuk meramalkan tentang apa yang mungkin terjadi
    Asumsi
    Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Asumsi dari Aristoteles
    •Benda berat jatuh lebih cepat dari benda ringan•Benda yang bergerak akan berhenti dengan sendirinya•Alam semesta terbuat dari tanah, air, udara, api, danunsur kelima (quintessential)
    Asumsi Ptolemaeus
    •Semua benda langit beredar mengelilingi bumi dalam bentuk lingkarran
    Asumsi Determinisme
    •Di dalam alam ada sebab-akibat•Di dalam alam ada keteraturan
    Asumsi Empirisisme
    •Ada pengalaman, klasifikasi,

    5. Postulat
    •Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa pembuktian dan dapat digunakan sebagai premis pada deduksi•Ada yang menyamakan postulat dengan aksiomasehingga mereka dapat dipertukarkan•Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat postulat dapat dibuktikan
    Contoh Postulat
    Postulat Geometri
    Dengan
    mistar dan jangka,
    dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain•dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang•dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang

  28. NAMA : HARU TANDURO SUTOMO
    NIM : D1B010071
    STATUS : BARU

    1. Pengetahuan merupakan apa yang diketahui manusia dari proses manusia tersebut untuk tahu, biasanya berasal dari pengalaman sehari-hari manusia. Sedangkan ilmu merupakan kumpulan dari beberapa pengetahuan yang berasal pengalaman sehari-hari yang tersusun secara sistematis. Setiap ilmu merupakan pengetahuan, namu setiap pengetahuan belum tentu merupakan ilmu.

    2. a. Teori koherensi : kebenaran suatu pernyataan dapat dikatakan benar apabila pernyataan tersebut memiliki keterkaitan (konsistensi) dengan pernyataan sebelumnya yang telah dianggap benar.

    b. teori korespondensi : pernyataan dapat dinyatakan benar jika pernyataan tersebut berhubungan dengan objek yang dituju sesuai dengan isi pernyataan.

    c. teori pragmatis : suatu pernyataan akan dianggap benar jika pernyataan tersebut memiliki fungsi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

    3. Perbedaan metode deduksi dan induksi dalam metode ilmiah terletak pada acuan untuk menyatakan suatu pernyataan yang mengandung ilmu pengetahuan. Dalam metode deduksi, akal dianggap sebagai hal yang paling penting agar manusia dapat memperoleh ilmu pengetahuan. sedangkan dalam metode induksi, pengalaman dinyatakan sebagai hal yang paling penting dalam proses manusia memperoleh ilmu pengetahuan.

    4. a. fungsi paradigma dalam proses keilmuan :
    – memberi kerangka berfikir, mengarahkan dan menguji konsistensi proses keilmuan.
    – sebagai lensa agar para ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah
    dalam bidang masing-masing dan menemukan jawaban ilmiah atas masalah tersebut.

    b. – ontologis : pertanyaan yang harus dijawab ilmuan adalah apa hakikat dari suatu realitas
    – epistimologis : pertanyaan yang harus dijawab ilmuan adalah apa hakikat hubungan pencari
    ilmu atas objek yang ditemukannya.
    – axiologis : membahas tentang peran nilai dalam kegiatan penelitian
    – retorik : membahas tentang bahasa yang digunakan dalam penelitian
    – metodologis : mambahas tentang bagaimana cara menemukan kebenaran suatu ilmu
    pengetahuan.

    5. a. sains normal : pada masa ini, ilmuan dapat dengan ,udah memperoleh ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan masih terkumpul dalam bentuk text book.
    b. anomalies : pada masa ini banyak ditemukan keganjilan-keganjilan dan persoalan yang tidak dapat diselesaikan dengan paradigma yang dipakai saat itu.
    c. krisis : pada masa ini dilakukan koreksi terhadap paradigma yang dipakai
    d. revolusi sains : Pada masa ini krisis terselesaikan dengan menyusun diri disekeliling paradigma baru.

    6. – teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan tentang mengapa sesuatu terjadi
    contoh : teori ekonomi makro dan teori ekonomi mikro

    – hukum adalah pernyataan yang menyatakan hbungan antara dua variabel atau lebih dalam kaitan sebab akibat dan mampu meramalkan apa yang mungkin terjadi
    contoh : Hukum permintaan dan hukum penawaran

    – postulat adalah asumsi dasar yang kebenarannya dapat diterima tanpa dituntut pembuktian secara ilmiah
    contoh : postulat geometri

    – asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya dapat diuji secara empiris.
    contoh : anggapan bahwa pada pagi hari jalan akan sepi, namun ada juga anggapan bahwa banyak orang yang menganggap pada pagi hari jalanan sepi maka akan banyak orang bepergian pada pagi hari dan jalanan akan menjadi ramai.

  29. NAMA : RICHI RIVAY
    NIM : D1B010058
    STATUS : B (BARU)

    1. Perbedaan Ilmu dan Pengetahuan dalam Metode Ilmiah
    Ilmu merupakan kumpulan dari pengetahuan yang diorganisasikan dan disistematisasikan yang berupa fakta dan berasal dari pengalaman-pengalaman dan pengamatan oleh manusia melalui pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah yang disebut dengan metode ilmiah(observasi, eksperimen, survai, studi kasus dan lain-lain). sedangkan
    Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui oleh manusia. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, dimana merupakan informasi yang belum memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu.Jadi Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan namun pengetahuan belum tentu ilmu. Karena ilmu lahir dari pengetahuan yang mengalami proses metode ilmiah.
    2. Jelaskan beberapa teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan!
    1. Kebenaran Koherensi
    Menurut teori koherensi suatu pengetahuan dianggap benar jika dan hanya jika pernyataan yang ditarik konsisten/ bersesuaian dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    Contoh : Misalnya bila kita menganggap bahwa, “Mamalia adalah hewan menyusui” adalah suatu pernyataan benar, maka pernyataan bahwa, “Kucing adalah hewan mamalia dan pastilah menyusui” adalah benar pula karena kedua pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.
    2. Kebenaran Korespondensi
    Suatu pernyataan (kesimpulan) dianggap benar apabila berhubungan dengan objek yang dituju oleh peryataan itu.
    Contoh : Ibukota Propinsi Sumatera Utara adalah Medan
    3. Kebenaran Pragmatis
    Merupakan pernyataan( kesimpulan ) yang diangap benar jika dan hanya jika suatu pernyataan tersebut bermanfaat bagi kehidupan manusia.

    3. Perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan!!
    Perbedaannya terletak pada cara dalam memperoleh pengetahuan. Dimana metode deduksi merupakan suatu pengetahuan akan diperoleh melalui aliran rasionalisme, dimana rasionalisme merupakan aliran filsafat yang memposisikan akal sebagai sumber pengetahuan dan salah satu metode untuk mendapatkan pengetahuan. Dalam berfikir, manusia menggunakan otak yang merupakan angerah dari Tuhan dan hal inilah membuat manusia berbeda dari makhluk lainnya, Berkenaan dengan pola pikir yang digunakan oleh aliran Rasionalisme ialah: pola pikir deduktif yaitu cara berfikir, penarikan kesimpulan yang bersifat individual dari berbagai kasus yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan dalam logika deduktif biasanya menggunakan pola pikir silogismus, yakni disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
    Metode Induksi merupakan suatu pengetahuan yang akan diperoleh melalui pengalaman, pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Metode ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal (rasionalisme). Namun ada beberapa kelemahan Empirisme yaitu :
    1. Indera terbatas, contoh : benda yang jauh kelihatan kecil, apakah ia benar-banar kecil ?.Ternyata tidak. Keterbatasan inderalah yang menggambarkan seperti itu. Keterbatasan penglihatan membuat pengetahuan yang salah.
    2. Indera menipu, pada orang yang sakit malaria gula rasanya pahit, udara akan terasa dingin. Ini akan menimbulkan pengetahuan Empiris yang salah.
    3. Objek yang menipu, contohnya fatamorgana .Jadi objek itu sebenarnya tidak sebagaimana ia tangkap oleh indera, ia membohongi indera.
    4. Berasal dari indera dan objek sekaligus. Dalam hal ini, indera (mata) tidak mampu melihat seekor kerbau secara keseluruhan. Kesimpulan ialah Empirisme lemah karena keterbatasan indera manusia.
    4. Fungsi dari paradigma ilmu dalam proses keilmuan
    A) Paradigma ilmu berfungsi:
    1. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    2. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut
    B) Dimensi yang digunakan dalam menawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan mahasiswa
    1. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
    2. Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan ?.
    3. Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    4. Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    5. Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan?

    5. Tahap-tahap dalam proses perkembangan ilmu.
    Ada empat tahap dalam proses perkembangan ilmu:
    a) Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b) Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Perbedaan teori, hukum, postulat, dan asusmsi dalam struktur pengetahuan ilmiah dan contohnya.
    Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan
    Contoh : teori evolusi Charles Darwin
    Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh : dalam hukum I , II dan II Newton dapat dilihat hubungan diantara ketiganya.
    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat relativitas
    Asumsi merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : Bola bentuknya bulat, matahari terbit dari timur dan tenggelam di bagian barat, dan ! hari terdiri dari 24 jam.

  30. JAWABAN MID SEMESTER
    METODE ILMIAH
    NAMA : HERYANTO GULTOM
    NIM : D1B010051
    STATUS : BARU (B)

    1. Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan dalam metode ilmiah adalah :
     Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusiadari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
     itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu.

    2. Beberapa teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan adalah :
     Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
     Teori Korespondensi yaitu Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
     Teori Pragmati yaitu Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan adalah:
     Metode Deduksi adalah sebuah faham yang menekankan pada potensi akal yang merupakan hal yang paling penting dalam memperoleh ilmu pengetahuan.
     Metode Induksi adalah sebuah faham yang menekankan bahwa pengalaman merupakan hal yang paling penting dalam memperoleh ilmu pengetahuan.

    4. A. Fungsi dari paradigma ilmu dalam proses keilmuan adalah :
     Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
     sebagai lensa untuk mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.

    B. Beberapa dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia adalah :
     Dimensi ontologis pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui , atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas. Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
     Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan.
     Dimensi axiologis yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
     Dimensi retorik yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
     Dimensi metodologis pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. tahap-tahap yang terdapat dalam proses perkembangan suatu ilmu adalah :
     Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern.
     Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah serta contoh masing-masing yaitu :
     Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Contoh: teori Charles dawin
     Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Contoh: hukum kekekalan energi
     Postulat Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Contoh: – Bumi itu adalah bulat, sebuah lingkaran jika ditarik garis maka jarak ke garis itu tetap sama, Manusia kalau minum racun pasti mati.
     Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji. Contoh : Kalau matahari terik pasti suhu di permukaan bumi akan tinggi (panas).

  31. nama: Andri timoty panjaitan
    nim : d1b107031
    status:B

    1).lmu : bagian dari pengetahuan (kumpulan beberapa pengetahuan) dalam usaha untuk mencari sesuatu yang diproses melalui pengamatan, hipotesis, eksperimen serta kesimpulan yang dilakukan oleh para peneliti
    Pengetahuan : proses mencari jawaban apa, kenapa, bagaimana, dan untuk apa dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan biasanya dimulai melalui pengalaman yang terulang yang membuat seseorang menjadi tahu.

    2.)teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan antara lain :
    * Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    *Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    *Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3).perbedaan metode deduksi dan induksi dalam memperoleh ilmu pengetahuan:
    – metode deduksi (aliran rasionalisme) yaitu memperoleh pengetahuan dengan cara berpikir yang menekankan pada potensi akal, dengan demikian, rasionalisme merupakan aliran filsafat yang memposisikan akal sebagai sumber pengetahuan dan salah satu metode untuk mendapatkan pengetahuan.
    – sedangkan metode induksi (aliran empiris) yaitu menekankan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. penganut empiris berpandangan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan bagi manusia yang jelas-jelas mendahului rasio, tanpa pengalaman rasio tidak memiliki kemampuan untuk memberi gambaran tertentu. kalaupun menggambarkan sedemikian rupa tanpa pengalaman hanyalah hayalan belaka.

    4).a. Paradigma mempunyai fungsi sebagai berikut :
    1. memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    2. Sebagai lensa yang memalui para ilmuwan dapat mengamati dan emamhami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadapa masalah-masalah.

    b. Dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia, yaitu :
    1. Dimensi ontologis, dimensi ini muncul karena pertanyaan yang harus dijawab seorang imuan adalah apa sebenarnya yang menjadi hakikat dari suatu yang dapat diketahui atau suatu realitas.
    2. Dimensi epistomologi, yaitu dimensi yang muncul karena pertanyaan yang harus dijawab ilmuawan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    3. Diemnsi axiologis, yaitu dimensi yang muncul karena adanya permasalahan peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    4. Dimensi retorik, adalah dimensi yang muncul Karena adanya permasalahan bahasa yang digunakan dalam penelitian.
    5. Dimensi metodelogis, yaitu pertanyaan yang harus dijawab seorang ilmuwan adalah bagaimana cara atau metodelogi yang dipakai seseaorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5.Tahap-tahp perkembangan ilmu :
    a. Ilmu Pengetahuan Zaman Purba; bahwa manusia purba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia. Masa manusia purba dikenal juga dengan masa pra-sejarah.

    b. Ilmu Pengetahuan Zaman Yunani Kuno; sangat identik dengan ilmu filsafat. Periode filsafat Yunani merupakan periode sangat penting dalam sejarah peradaban manusia karena pada waktu ini terjadi perubahan pola pikir manusia dari mitosentris menjadi logosentris dan merupakan titik awal manusia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus mempertanyakan dirinya dan alam jagad raya.

    c. Ilmu Pengetahuan Zaman Islam Klasik; Ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqih, usul fiqih, dan teologi sudah berkembang sejak masa-masa awal Islam hingga sekarang. Khusus dalam bidang teologi, Muktazilah dianggap sebagai pembawa pemikiran-pemikiran rasional.

    d. Ilmu Pengetahuan Zaman Renaisans dan Modern; Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu.

    e. Ilmu Pengetahuan Zaman Kontemporer; Perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporer yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang berawal sejak sekitar abad ke-15, sedangkan zaman kontemporer adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang

    6).Teori merupakan pengetahuan ilmiah yng mencakup penjelasan mengenai suatu faktor yang tertentu dari sebuah disiplin ke ilmuan
    Contoh : teori ekonomi mikro, teori ekonomi makro

    Hukum merupakan pernyatan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat
    Contoh : dalam hukum permintaan dan penawaran dapat dilihat hubungan sebab akibat antara permintaan penawaran dan pembentukan harga.

    Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat Geometri
    Dengan mistar dan jangka,
    •dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain
    •dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengansebarang panjang
    •dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang

    Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris yang dapat diuji.
    Contoh : Mengemudi kendaraan bermotor dipagi hari lebih aman dibanding dengan siang hari dikarenakan pagi hari jalanan masih sepi.

  32. Nama : Sugiyarti
    NIM : D1B010082
    Status : Baru
    Prodi : Agribisnis

    1. Ilmu pada hakikatnya adalah suatu usaha untuk mengorganisasikan pengetahuan, dimana pengetahuan itu sendiri merupakan hasil dari pekerjaan manusia menjadi tahu mengenai perihal tertentu yang didapatkan dari pengamatan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai metode penelitian yakni meliputi observasi, eksperimen, survai, studi kasus dan sebagainya. Sementara pengetahuan seperti yang telah saya sebutkan, pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia baik secara empiris maupun rasional. Untuk lebih jelasnya berikut adalah perbedaan ilmu dan pengetahuan yang saya kemas dalam table :
    No. Ilmu Pengetahuan
    1. Ilmu bersifat sistematik, objektif, dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Pengetahuan belum tersusun, baik mengenai metafisik maupun fisik. Serta tidak memiliki metode dan mekanisme tertentu.
    2. Ilmu teruji kebenarannya dan bisa dipertanggungjawabkan Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji terlebih dahulu.
    3. Pengetahuan yg tersusun Pengalaman yg disusun secara sistematis
    4. Ilmu tidak berakar pada adat dan tradisi. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi

    2. Adapun 3 teori kriteria kebenaran itu adalah :
    a. Teori koherensi, maksudnya adalah teori menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar, apabila pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya semua hewan invertebrate tidak memiliki tulang belakang. Katak merupakan hewan invertebrate maka kesimpulannya katak adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang.
    b. Teori korespondensi, maksudnya suatu pernyaan benar jika memiliki korespondensi atau berhubungan dengan objek yang dituju. Contoh : ibu kota suatu negara sudah ditetapkan oleh badan internasional seperti halnya Jakarta merupakan ibu kota Indonesia.
    c. Teori Pragmatis, maksudnya adalah pernyataan tersebut benar jika mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Contoh : teori permintaan sangat berguna untuk kegiatan ekonomi.

    3. Perbedaan
    No. Metode deduksi Metode Induksi
    1. Secara etimologi, Rasionalisme (metode deduktif) , berasal dari 2 kata yakni rasio artinya akal, isme yang berarti faham/aliran. Jadi rasionalismeitu adalah fham yang menekankan pada potensi akal. Kata empirisme (metode induksi) berasal dari kata Yunani Empikos, artinya pengalaman. Jadi metode induktif itu merupakan faham yang menekankan pada pengalaman inderawi.
    2. Menjelaskan suatu gejala fenomena dari khusus ke umum. Menjelaskan suatu gejala fenomena dari umum ke khusus.
    3. Menekankan peranan akal Mengecilkan peranan akal

    4. a. fungsi paradigma: untuk (1) memberikan kerangka, mengarahkan, dan bahkan menguji konsistensi suatu keilmuan. (2) sebagai lensa ilmuwan untuk dapat memahami suatu masalah-masalah ilmiah dan mencari solusinya.
    b. 1. Dimensi ontologism, pernyataan yang harus dijawab oleh seorang lmuwan adalah,apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui(pengetahuan).
    2. Dimensi epistimologis, pernyataan yang harus dijawab oleh seorng ilmuwan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan natara pencari ilmu dengan objek yang ditemukan.
    3. Dimensi Axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam uatu kegiatan penelitian.
    4. Dimensi retorik,yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian.
    5. Dimensi Metodologis, pernyataan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. a. Ilmu Pengetahuan di zaman purba: bahwa manusia urba telah menemukan beberapa hubungan yang bersifat empiris, yang memungkinkan mereka untuk mengerti keadaan dunia.
    b. ilmu pengetahuan zaman yunani kuno : perubahnya pola piker manusia dari metosentris menjai logosentris dan merupakn titik awalmanuasia menggunakan rasio untuk meneliti dan sekaligus menyakan dirinya dan alam semesta.
    c. ilmu pengetahuan zaman islam klasik : ilmu keislaman seperti tafsir,hadis, fikih, usul fikh dan teknologi sudah perkebembang sejak masa-masa islam hingga kini.
    d. ilmu pengetahuan zaman renaisan dan modern : renaisans adalah periode perkembangan peradaaban yang terletak diujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern.
    e. ilmu pengetahuan zaman kontemporen : perbedaan antara zaman modern dengan zaman kontemporen yaitu zaman modern adalah era perkembangan ilmu yang beraal sejak ekitar abad ke 15, sedangkan kontemporen adalah era perkembangan terakhir yang terjadi hingga sekarang.

    6.a. teori : pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu factor tertentu dari sebuah disiplin ilmu. Contoh: teori ekonomi mikro, yang didalamnya terdapat teori-teori yang membahasnya seperti salah satunya teori permintaan.
    b. Hukum : pernyataanyang menyatakan hubungan dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Contoh hukum penawaran
    c. prinsip :pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi contoh: prinsip gerhana matahari
    d. postulat : asumsidasar yang kebenarannya diterima tanpa dilakukan pengujian. Contoh : langit di dalam al-quran ada 7 lapis manusiapun mempercayaainya tanpa melakukan pembuktian

  33. NAMA : YERMIANITA
    NIM : D1B010067
    STATUS : BARU

    1. Menurut pandangan saudara, jelaskan apa perbedaan antara ilmu dan pengetahuan dalam metode ilmiah?
    Jawaban :
    Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang sistematis dengan menggunakan metode pendekatan pada dunia rasional dan empiris untuk mendapatkan sebuah teori.
    Pengetahuan adalah apa yang kita ketahui atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu, dapat berdasarkan pengalaman sendiri maupun logika.
    Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.

    2. Jelaskan beberapa teori yang dapat digunakan dalam menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan?
    Jawaban :
    A. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
    Contoh : Seluruh mahasiswa Jurusan Agribisnis angkatan 2010 akanber kemah. (Premis Mayor)
    Mia termasuk mahasiswa Jurusan Agribisnis angkatan 2010. (Premis Minor)
    Mia akan berkemah. (Kesimpulan)
    B. Teori Korespondensi (Bertrand Russell, 1872-1970) adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
    Contoh : Bungo merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Provinsi Jambi.
    C. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar apabila pernyataan tersebut memiliki kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Jelaskan perbedaan antara metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan!
    Jawaban :
    Metode Deduksi adalah suatu metode untuk memperoleh suatu pengetahuan dengan cara berfikir. Dalam hal ini ,AKAL merupakan alat yang terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan (Rasionalisme). Pola pikir deduktif menggunakan pola pikir yang dinamakan silogismus (disusun berdasarkan dua pernyataan dan satu kesimpulan).
    Metode Induksi adalah suatu metode untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya (pengalaman inderawi). Pengalaman merupakan sumber pengetahuan bagi manusia, yang mendahului penggunaan rasio. Dalam hal ini, penggunaan aliran Empirisme lebih mendominasi daripada penggunaan aliran Rasionalisme. Para Ilmuwan beranggapan bahwa, apabila seseorang melakukan suatu proses untuk mencari kebenaran atau yang disebut ilmu tanpa adanya pembuktian dengan pengalaman ataupun sentuhan inderawi maka pernyataan tersebut tidaklah nyata.

    4. a. Paradigma ilmu mempunyai peranan penting dalam proses keilmuan. Apa saja fungsi dari paradigma ilmu dalam proses keilmuan?
    b. Jelaskan beberapa dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia!
    Jawaban :
    A. Fungsi Paradigma dalam proses keilmuan :
    a. Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    b. Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut.
    B. Beberapa Dimensi yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam proses keilmuan :
    a. Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui (knowable), atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?).
    b. Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan know/knowable?.
    c. Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    d. Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    e. Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan?

    5. Dalam proses perkembangan ilmu, ada beberapa tahapan yang terdapat dalam perkembangan ilmu. Jelaskan tahap-tahap yang terdapat dalam proses perkembangan suatu ilmu!
    Jawaban :
    a. Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b. Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c. Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d. Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Jelaskan perbedaan antara teori, hukum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah! Berikan contoh masing-masing!
    Jawaban :
    A. Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah (John W Creswell, Research Design: Qualitative & Quantitative Approach, (London: Sage, 1993) hal 120).
    Contoh : Teori Big Bang, Teori Darwin, Teori Motivasi dan sebagainya.
    B. Hukum adalah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat (Van Kan). Dalam hal ini, artinya adanya hubungan antara sebab dan akibat.
    Contoh : Hukum Own, Hukum Newton, Hukum Perdata, Hukum Pidana dan sebagainya.
    C. Postulat adalah suatu anggapan yang ditetapkan tanpa adanya proses ilmiah dengan kebenaran yang tidak dapat dibuktikan, namun dapat diterima.
    Contoh : Dalam Agama Islam kita mempercayai bahwa Tuhan adalah ALLAH SWT.
    D. Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat dibuktikan.
    Contoh : Kita dilarang memegang jarum pada malam hari. Hal ini dapat dibuktikan, karena dapat menusuk jari karena keadaan malam yang tidak begitu terang atau gelap.

  34. NAMA : AJI SETYA PRAMESWARA
    NIM : D1B010074
    KELAS : E
    STATUS : BARU

    1. Ilmu merupakan pengetahuan yang telah disistematiskan melalui suatu metode tertentu dan teruji kebenarannya dan diakui secara umum sedangkan pengetahuan merupakan segal a sesuatu yang didapat dari pengalaman dan hasil manusia untuk ingin tahu. setiap ilmu adalah pengetahuan sedangkan setiap pengetahuan belum tentu merupakan ilmu.

    2.
    a. teori koherensi
    pada teori ini suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar
    b. teori korespodensi
    pada teori ini Suatu pernyataan di anggap benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut
    c. teori pragmatis
    pada teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan tersebut mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia

    3. perbedaan metode deduksi dan metode induksi :
    pada metode deduksi pengetahuan di peroleh dengan cara berfikir, sehingga pada metode ini akal merupakan sumber pengetahuan sedangkan pada metode induksi sumber pengetahuan di peroleh melalui pengalaman, yaitu pengalaman indrawi.

    4. a. fungsi paradigma dalam proses keilmuan :
    -Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
    -Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    b. dimensi yang dapatdigunakandalammenjawabpertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuanmanusia adalah :
    -Dimensi ontologis
    Pada dimensi ini pertanyaan yang harus di jawab oleh ilmuan adalah apa hakikat dari sesuatu yang dapat di ketahui.
    -Dimensi epistimologis
    pada dimensi ini pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    -Dimensi axiologis
    pada dimensi ini yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
    -Dimensi retorik
    pada dimensi ini yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian. Sebagai contoh ukuran untuk tanah di kabupaten kerinci pada pada daerah satu dengan daerah yang lain ialah berbeda.
    -Dimensi metodologis
    pada dimensi ini pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. Tahapan proses perkembangan ilmu :
    a) sains normal (normal science)
    pada tahap ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook dan komunitas ilmiahnya ini memecahkan persoalan lewat cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b keganjilan-keganjilan (anomalies)
    Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) krisis,
    keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah dan contoh :
    a. teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. contohmya teori evolusi

    b. hukum um merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. contohnya hukum kekekalan energi

    c. postulat merupakan asumsi dasar yang kita terima tanpa dituntut kebenarannya. contohnya dalam membuat lingkaran tidak ditentukan dari mana awal membuat garisnya, dan tidak dapat dilakukan penelitian mengenai hal tersebut.

    d. asumsi pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji. contohnya jaman dulu orang berpendapat bahwa matahari mengelilingi bumi, namun lama-kelamaan ilmuan berasumsi bahwa bumilah yang mengelilingi matahari, dan hal ini dapat dibuktika kebenarannya.

  35. NAMA : MUHAMMAD FIKRI SIREGAR
    NIM : D1B010052
    STATUS : BARU

    1. Pengetahuan merupakan segala hal yang diketahui manusia dari hasil penggunaan akal dan pengalaman manusia itu sendiri, sedangkan ilmu merupakan hasil dari pengetahuan manusia yang tersusun secara sistematis menurut metode tertentu sehingga ilmu dapat digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala tertentu (tetapi tidak mutlak). Ilmu merupakan kumpulan dari pengetahuan, sedangkan pengatahuan dapatdikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal.

    2. Kebenaran dalam suatu ilmu ditentukan oleh:
    • Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya bila kita menganggap bahwa, “semua mahasiswa pasti mendapatkan nilai A adalah suatu pernyataan benar maka pernyataan bahwa ”Fikri adalah mahasiswa dan Fikri pasti mendapatkan nilai A” adalah benar pula karena kedua pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.
    • Teori Korespondensi yaitu suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya.
    • Teori Pragmatis yaitu suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada bermanfaat atau tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Teori Pragmatis memandang bahwa “kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis”; dengan kata lain, “suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia”.

    3. Metode deduksi merupakan metode yang lebih menekankan rasio dalam memperoleh pengetahuan, sedangkan metode induksi merupakan metode yang lebih menekankan pengalaman dalam memperoleh pengatahuan. Kedua metode ini jelas berbeda tetapi bersifat saling melengkapi (komplementer). Dalam prakteknya, metode deduksi menggunakan akal untuk memecahkan masalah sedangkan dalam metode induktif indera-lah yang digunakan untuk memecahkan masalah.
    Apabila kedua metode ini digabungkan maka akan membentuk metode baru yaitu metode logika.

    4. a. Fungsi dari paradigma ilmu dalam proses keilmuan:
     Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan.
     Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut

    b. Dimensi yang dapat digunakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental proses keilmuan manusia:
     Dimensi ontologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat dari suatu yang dapat diketahui, atau sebenarnya apa hakikat dari suatu realitas. Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
     Dimensi epistimologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan objek yang ditemukan.
     Dimensi axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian.
     Dimensi retorik, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
     Dimensi metodologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah, bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. Ada empat tahap dalam proses perkembangan ilmu:
    • Pertama, sains normal (normal science), dalam wilayah ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    • Kedua, keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    • Ketiga, krisis, keadan krisis merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    • Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu komunitas ilmiah dapat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6. Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan ilmiah:
    • Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi. Contoh: Teori politik dan teori etika.
    • Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Contoh: Hukum kekekalan enegi dan hukum kekekalan massa.
    • Postulat merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. Contoh: Postulat bahwa laju cahaya dalam hampa udara tetap. Terkadang hukum kekalnya energi juga disebut postulat, karena dalam menghadapi hal baru, sering justru dijadikan pedoman, bukan diselidiki keberlakuannya begitu saja.
    • Asumsi adalah pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji. Contoh: Dalam berkendara, sebagian orang beranggapan akan lebih cepat dan efektif apabila menyalip kendaraan dari sebelah kiri, tetapi sebagian orang beranggapan bahwa menyalip dari jalur kiri itu berbahaya dan tidak efektif karena dapat menyebabkan kecelakaan.

  36. NAMA : DONI RESTU UTAMA
    NIM : D1B010060
    STATUS KONTRAK : B (BARU)

    1) perbedaan antara ilmu dan pengetahuan
    Menurut saya ILMU merupakan kumpulan dari pengetahuan yang dikumpulkan secara metode ilmiah dan sudah tersusun secara sistematis,dengan kata lain ilmu itu disusun sedemikian rupa menurut asas-asas tertentu, sehingga menjadi kesatuan suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing-masing didapatkan sebagai hasil pemeriksaan yang dilakukan secara teliti dengan memakai metode tertentu.
    dan PENGETAHUAN merupakan Hasil dari proses mencari tahu, dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, dari tidak dapat menjadi dapat. Dalam proses mencari tahu ini mencakup berbagai metode dan konsep-konsep, baik melalui proses pendidikan maupun melalui pengalaman.

    2) Teori kebenaran dalam imu pengetahuan
    a. Teori KOHERENSI yaitu pernyataan yang dianggap benar apabila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap telah benar adanya.

    b. Teori KORESPODENSI yaitu Suatu pernyataan dianggap benar jika materi pengetahuan yang terdapat di dalam pernyataan itu telah saling berhubungan dengan obyek yang akan dituju oleh pernyataan-pernyataan tersebut.

    c. Teori PRAGMATIS yaitu Suatu pernyataan akan dianggap benar jika pernyataan itu atau keharusan dari pernyataan tersebut telah mempunyai kegunaan yang praktis untuk diterapkan dalam kehidupan.

    3) Perbedaan Metode deduksi dan Metode induksi dalam ilmu pengetahuan
    METODE DEDUKSI adalah cara pengambilan kesimpulan untuk suatu atau beberapa kasus khusus yang didasarkan kepada suatu fakta umum.

    METODE INDUKSI adalah Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

    4) a. Fungsi paradigma yaitu :
    – memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Lalu sebagai lensa mengamati dan memahami masalah-masalah dan jawaban-jawaban terhadap maslah-masalah.

    b.- Dimensi ONTOLOGIS, yaitu pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apakah sebenarnya hakikat dari suatu realitas

    – Dimensi EPISTOMOLOGI, pertanyaan yang harus dijawab adalah apa sebenarnya asal mula, susunan, metode-metode dan sahnya pengetahuan dan hakikat hubungan antara pencari ilmu dengan obyek yang ditemukan .

    – Dimensi AXIOLOGIS yang dipermasalahkan adalah peranan nilai-nilai dalam melakukan suatu kajian tentang nilai-nilai khususnya etika.

    – Dimensi RETORIK, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian

    – Dimensi METODOLOGIS, perntanyaan yang harus dijawab adalah bagaimana cara atau metode apa yang akan digunakan dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5) Tahapan proses perkembangan ilmu, yaitu :

    a) Pertama, sains normal, dalam hal ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.

    b) Kedua, adanya keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.

    c) Ketiga, krisis, keadaan krisis ini merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.

    d) Keempat, revolusi sains, tahapan ini terjadi ketika suatu saat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. apaila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.

    6) Perbedaan antara teori, hokum, postulat, dan asumsi dalam struktur pengetahuan beserta contohnya :

    TEORI merupakan pengetahuan ilmiah yang memberikan penjelasan tentang mengapa suatu gejala terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
    Contoh : teori balance (keseimbangan), teori kardinal dan ordinal.

    HUKUM merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan anatara dua variable atau lebih dalam suatu kaitan sebab-akibat.
    Contoh : hukum kekekalan energi, hukum newton

    POSTULAT merupakan asumsi-asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya.
    Contoh : Postulat einstein, postulat geometri, postulat koch

    ASUMSI merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji.
    Contoh : orang beranggapan bahwa menyirih itu kegiatan yg dapat membuat gigi kita menjadi putih, tetapi ada juga orang yang giginya tidak putih karna menyirih. Sehingga asumsi ini harus dibuktikan kebenarannya.

  37. NAMA : Priska Hanadayani
    NIM : D1B010063
    STATUS : Baru ( B )

    1. Ilmu merupakan sekumpulan pengetahuan yang berdasarkan teori – teori yang sudah di sepakati bersama yang di susun secara sistematis berdasarkan metode tertentu sesuai dengan pengetahuan tersebut. Sementara pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia atau hasil dari pekerjaan manusia menjadi tahu. Jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang sudah mengalami proses tertentu seperti melakukan pengamatan, hipotesis, eksperimen dll sementara pengetahuan bukan berarti ilmu.
    2. a. Teori Koherensi
    Teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan di anggap benar apabila pernyataan tersebut bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan yang sebelumnya yang di anggap benar. Jadi, akan ada 2 premis yaitu premis Mayor dan premis Minor sehingga ada kesimpulan. Seperti contoh : ada pernyataan yang mengatakan bahwa manusia pasti mati itu pernyataan yang benar maka pernyataan yang mengatakan bahwa andi adalah manusia dan andi pasti mati itu juga benar karena pernyataan pertama dan kedua yang bersifat konsisten.
    b. Teori Korespondensi
    yaitu teori yang menyatakan bahwa suatu pengetahuan akan dinyatakan benar apabila pengetahuan itu berkorespondensi dengan objek yang di tuju oleh pengetahuan tersebut.
    Contoh : pernyataan yang mengatkan bahwa gubernur provinsi jambi adalah Hasan Basri Agus itu adalah benar. Karena Hasan Basri Agus adalah objek yang faktual atau nyata.
    c. Teori Paragmatis
    teori yang menjelaskan bahwa suatu pernyataan (konsekuensi) dianggap benar jika memliki kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.

    3. Metode deduksi itu menggunakan aliran Rasionalisme atau aliran yang lebih mengedepankan potensi akal atau kemampuan akal dan menganggap bahwa akal adalah alat dan sumber dari segala pengetahuan dan pola pikir deduksi biasanya menggunakan pola pikir silogismus yaitu disusun 2 penryataan dan sebuah kesimpulan. Sementara Metode induksi menggunakan aliran Empirisme atau mengutamakan pengalaman sebagai awal mula pengetahuan. Aliran ini menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal.
    4. a. Fungsi paradigma dalam keilmuan:
     Memberikan kerangka, mengarahkan, bahkan menguji konsistensi dari proses keilmuan. Artinya, paradigma (keyakinan) mampu dijadikan acuan dasar para peneliti untuk menetapkan suatu ilmu karena pada dasarnya kebenaran ilmu bersifat tidak mutlak.
     Paradigma ilmu juga berfungsi sebagai lensa yang melaluinya para ilmuwan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah dalam bidang masing-masing dan jawaban-jawaban ilmiah terhadap masalah-masalah tersebut. Artinya, paradigma mampu menjadi alat untuk mengukur, menganalisa, menjelajah, dan memahami setiap permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai parameter (pengukur) kebenaran dari pemecahan masalah-masalah yang telah didapat para peneliti
    b. dimensi yang digunakan dalam menjawab pertanyaan fundamental dalam proses keilmuan:
    • Dimensi ontologis : pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “apa” hakikat dari pengetahuan, atau “apa” hakikat dari suatu realitas. Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata.
    • Dimensi epistimologis: pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “kenapa”dan “bagaimana” hakikat hubungan pencari ilmu dengan objek yang ditemukan.
    • Dimensi axiologis: pertanyaan yang dipermasalahkan adalah peran nilai-nilai dalam suatu kegiatan penelitian atau merupakan tujuan(kegunaan) dalam masalah(keilmuan).
    • Dimensi retorik: yang dipermasalahkan adalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian. Artinya, bahasa dalam penelitian akan mempengaruhi hasil penelitian yang akan dicari.
    • Dimensi metodologis: pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah “bagaimana cara” atau “metodologi” yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan. Artinya, suatu metode yang digunakan oleh peneliti akan menentukan hasil atau jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
    5. Tahapan proses perkembangan ilmu, yaitu :
    a) Pertama, sains normal (normal science), dalam hal ini semua ilmu pengetahuan telah tertulis dalam textbook. Para komunitas ilmiah pada keadaan ini telah terbiasa memecahkan persoalan lewat cara-cara yang biasa berlaku secara konvensional, cara-cara standar, cara-cara yang sudah terbakukan dan mapan.
    b) Kedua, terdapat keganjilan-keganjilan (anomalies), tahapan ini merupakan titik awal dari adanya tahapan berikutnya (revolutionary science). Dalam tahapan ini ditemukan berbagai macam keganjilan-keganjilan. keganjilan-keganjilan ini disebabkan karena adanya banyak persoalan yang tidak dapat terselesaikan.
    c) Ketiga, krisis, keadaan krisis ini merupakan suatu mekanisme koreksi diri yang memastikan bahwa kekakuan pada sains normal tidak akan berkelanjutan. Keadaan yang seperti ini muncul ketika suatu komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    d) Keempat, revolusi sains (revolutionary science), tahapan ini terjadi ketika suatu saat menyelesaikan krisisnya dengan menyusun diri di sekeliling paradigma baru. Bila suatu komunitas ilmiah menyusun diri kembali di sekeliling suatu paradigma baru, maka ia memilih nilai-nilai, norma-norma, asumsi-asumsi, bahasa-bahasa dan cara-cara mengamati dan memahami alam ilmiahnya dengan cara baru.
    6. Teori : Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan.
    Contoh : Teori Ketuhanan, teori korespondensi

    Hukum : Hukum merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat sehingga membuat kita mampu meramalkan apa yang akan terjadi.
    Contoh : Hukum kekekalan energi

    Postulat : Merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya
    Contoh : bumi itu bulat yang tidak perlu di tuntut pembuktiannya

    Asumsi : pernyataan yang dapat di buktikan kebenarannya
    Contoh : kenaikkan BBM mempengaruhi semua sektor harga.

  38. nama: dewi susanti
    nim: D1B010068
    STATUS: B

    Jawaban:
    1. Ilmu merupakan pengetahuan yang secara sistemmatis tersusun dan dapat diuji kebenarannya. Sedangkan pengetahuan adalah hal-hal yang ada pada pikiran manusia mengenai segala sesuatu meskipun tanpa adanya pembuktian secara ilmiah.
    2. Teori yang dapat digunakan menentukan suatu kebenaran dalam ilmu pengetahuan antara lain:
    1. Teori Kohersi, yaitu pernyataan di anggap benar bila bersifat komsisten. Artinya pernyataan baru
    akan memiliki artian yang sama dengan yang senelumnya di anggap benar.
    2.teori korespondensi, yaitu pernyataanb dianggap benar bnila pernyataan tersebut memiliki kandungan yangberhubungan dengan sesuatu yang menjadi objeknya
    3. teori pragmatis, yaitu pernyataan yang dianggap benar jika pernyaa\taan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia

    3. perbedaan metode deduksi dan induksi dalam memperoleh pengetahuan adalah terletak pada penekanan sumber pengetahuan. pada metode deduksi penekanan sumber pengetahuan pada akal fikiran manusia sedangkan merode induksi menekankan pengalaman secara fisik atau nyata merupakan sumber utama pengetahuan.

    4. A. fungsi paradigma ilmu:
    1. memberikan kerangka juga mengarahkan untuk melakukan pengujian konsistensi dari proses keilmuan
    2. sebagai lensa atau sudut pandang yang melaluinya ilmuan dapat mengamati dan memahami masalah-masalah ilmiah pada bidangnya masing-masing

    B. dimensiyang dapat digunakan
    1. ontologis, yaitu apa hakikat dari sesuatu yang dapay diketahui dan sesuatu fakta atau realita yang harus dijawab oleh seorang ilmuan.
    2. epistimologis, yaitu apa hakikat hubungan seseorang pencari ilmu dan objek yang ditemukan.
    3. axiologis, yaitu apa peran nilai-nilai dalam kegiatan penelitian.
    4. retorik, yaitu masalah bahasa yang dipergunakan dalam penelitian.
    5. metodologis, yaitu cara atau metodologi yang dipakai dalam menemukan kebenaran suatu ilmu pengetahuan.

    5. tahap perkembangan ilmu
    1. sains normal, yaitu semua telah dalam textbook. dalam tahap ini pemecahan masalah dilakukan dengan cara konvensional yang baku.
    2. keganjilan-keganjilan, yaitu pada tahap ini mulai banyak masalah yang tidak terselesaikan hingga menjadi awal dari tahap berikutnya.
    3. krisis, yaitu dimana komunitas ilmiah mulai mempersoalkan kesempurnaan paradigmanya.
    4. revomusi sains, yaitu ketika suatu komunitas ilmiah-ilmiah dapat menyelesaikan krisis dan menyusun diri diparadigma baru dan cara-cara baru.

    6. a. teori, yaitu merupakan pengetahuan ilmiah yang berisi penjelasan mengenai sesuatu.contoh: hukum permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi.
    b. hukum, yaitu pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam kaitan sebab akibat. contoh: karena dibohongi, orang tidak akan percaya lagi.
    c. postulat, yaitu asumsi dasar yang kebenarannya diterima tanpa ada pembuktiannnya. contoh: makan akan membuat orang kenyang.
    d. asumsi, yaitu pernyataan yang kebenarannya dapat diuji secara empiris. contoh: makan dengan tangan lebih baik daripada menggunakan alat makan seperti sendok.

      • وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ هُ,
        Essai itu merupakan salah satu bentuk tulisan, bisa bersifat ilmiah dan dinamakan essay ilmiah. Tulisan essay biasanya tidak sepanjang laporan karya ilmiah dan tidak dipisahkan menurut bab2. Essay biasanya disusun berdasarkan studi literatur dan hasil penelitian sebelumnya. Mudah2an bisa membantu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s