92 comments on “Bahan Kuliah

      • NAMA: HOLILAWATI
        NIM: PO.71.20.0.09.1914

        STUDI KELAYAKAN BISNIS
        USAHA BERTANAM BUAH MELON

        BAB I
        PENDAHULUAN

        A. Latar Belakang
        Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional dan kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini,
        masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
        Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani. Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah menetapkan kebijakan impor untuk beberapa komoditas pertanian yang kualitas dan harganya jauh lebih murah dari hasil
        pertanian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang
        kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai daya saing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari – hari.

        B. Gambaran Umum Potensi Usaha
        Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara yang kurang
        stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang akan telintas pertama kali di
        benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan
        dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua
        adalah dengan modal yang pas – pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
        Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal – hal yang potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita. Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan impor komoditas pertanian hal ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam menjalankan usaha yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan usaha penjualan / bertanam buah Melon Honey Golden. Pemilhan melon jenis golden honey ini dikarenakan prospek yang cukup menjanjikan dan sedikitnya varietas buah ini dipasaran sekitar sehingga peluang usaha ini cukup besar. Melon jenis Honey Golden ini bibitnya didatangkan dari Thailand. Melon jenis ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding buah melon biasa. Rasanya lebih manis seperti madu dan bila digigit, daging buah terasa lebih renyah. Dan faktor tentang sedikitnya masyarakat umum mengetahui rasa buah melon ini bisa menjadikan sebuah keuntungan karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka akan sebuah hal baru.
        Usaha ini bisa memberikan sebuah alternative lain untuk mendirikan sebuah usaha di persaingan pasar yang cukup tinggi. Selain membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar, kita bisa saling belajar dalam melakukan pertanian yang baik. Sehingga kelak kami bisa menjadi sentra/ pusat penjualan & penanaman buah melon jenis Honey Golden di daerah semarang khususnya.
        Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani melon, Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:
        1. Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani melon, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri
        2. Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
        3. Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
        4. Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.

        C. Analisis SWOT

        Dalam melakukan sebuah usaha, kita sekarang dituntut untuk menganalisa beberapa aspek penting untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha dijalankan. Untuk itu kita harus bisa menganalisa SWOT :

        • Strength ( Kekuatan) :
        1. Buah melon jenis Honey Golden banyak diminati oleh masyarakat
        2. Semakin banyaknya industry-industri yang memproduksi makanan atau bahan minuman berbahan baku melon
        3. Letak / tanah yang cocok untuk ditanami buah melon
        4. Sedikitnya pesaing dalam menanam buah melon jenis Honey Golden

        • Weakness ( Kelemahan ) :
        1. Kegagalan dalam menanam buah Melon Honey Golden cukup tinggi dikarenakan faktor cuaca & hama penyakit.
        2. Mahalnya harga buah Melon Honey Golden
        3. Distribusi penjualan yang belum maksimal
        4. Minimnya daya beli masyarakat

        • Opportunies ( Peluang ) :
        1. Tempatnya dekat kota
        2. Pesaing dalam bisnis ini sangat sedikit
        3. Besarnya minat perusahaan impor dalam menampung hasil panen

        • Threats ( Hambatan ) :
        1. Tanaman melon rentan terserang hama dan penyakit
        2. Biaya yang dikeluarkan cukup besar
        3. Pemasaran yang kurang terorganisasi dangan baik

        ASPEK PEMASARAN

        A. PERENCANAAN USAHA

        Dalam merencanakan usaha dagang ini, saya memasukan beberapa faktor – faktor untuk menunjang
        berhasilnya perencanaan usaha ini. Dengan mempelajari tiap detail usaha yang akan di;akukan.
        Dalam menjalankan usaha menananam buah Melon Honey Golden ini rencana seperti ini sangat
        dibutuhkan karena faktor kegagalan dan keberhasilan yang masih fifty – fifty (50 : 50 ). Hal pertama
        yang harus dilakukan adalah
        1. membuat bagan presentase pertumbuhan buah melon
        2. membuat daftar kendala – kendala apa saja yang di hadapi dalam penanaman buah melon Honey
        Golden
        3. membuat pembukuan penjualan buah Melon Honey Golden dari awal panen hingga akhir panen.

        Dengan terencananya usaha ini, usaha penanaman buah Melon Honey Golden diharapkan bisa maksimal
        dalam meraih keuntungan penjualan.

        B. SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING DAN STATEGI PEMBAURAN USAHA

        1. Segmentasi
        Yang menjadi segmen dari usaha menanam buah Melon Honey Golden adalah Segmen menengah ke atas.
        2. Targeting
        Yang menjadi target Market adalah Perusahaan buah import, pasar buah dan retail buah
        3. Positioning
        Kami ingin menciptakan peluang usaha baru di masyarakat sekitar sehingga dengan adanya usaha seperti ini masyarakat bisa atau mampu untuk mencoba usaha yang sama sehingga kami bisa menjadi Domain atau pusat buah penjualan Melon Honey Golden di wilayah kami.
        4. Strategi Pembauran Usaha
        Kami ingin memperkenalkan varietas baru buah melon di masyarakat umum, sehingga setelah mereka mengenal produk jenis Honey Golden ini. Kami memberikan diskon 10 % dari harga penjualan di pasar. Dan dengan cara ini diharapkan masyarakat bisa tertarik dan menjadi pelanggan setia kami.

        C. PERMINTAAN

        1) Perkembangan permintaan saat ini
        Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan buah Melon Honey Golden semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya buah – buahan sebagai penunjang kebutuhan vitamin bagi tubuh. Terlebih dengan kandungan vitamin dan gizi yang terdapat dalam buah Melon Honey Golden cukup besar sehingga buah ini bagus untuk konsumsi dan menjaga kesehatan.
        2) Prospek permintaan di masa yang akan datang.
        Dengan banyaknya varietas / jenis buah melon tersebut akan mengalami kejenuhan. Melon Honey Golden bisa diguanakan sebagai pilihan yang cukup tinggi di banding jenis buah melon lainnya. Dan dengan kondisi kejenuhan masyarakat akan jenis buah – buahan yang dapat di konsumsi. Jenis buah Melon Honey Golden bisa dijadikan alternative yang cukup menjanjikan.

        D. Penawaran
        1) Perkembangan penawaran saat ini
        Perkembangan penawaran disektor usaha buah pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha buah menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.
        2) Prospek penawaran di masa yang akan datang
        Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha penjualan buah Melon Honey Golden pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.

        E. Program Pemasaran
        1) Tingkat pelayanan
        Dalam memasarkan buah Melon Honey Golden kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan yang ramah dan memilih sendiri buah di tempat penjualan langsung.
        2) Penetapan harga
        Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.
        3) Kegiatan promosi
        Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di media masa cetak, blog pribadi dan iklan facebook, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi pemerintah/swasta.
        4) Kegiatan Distribusi
        Untuk kegiatan distribusi, kami menggunakan armada distribusi sendiri.

        ASPEK TEKNIS DAN OPERASI

        A. Rencana Pengembangan
        a. Evaluasi lokasi
        Lokasi yang akan kami pilih untuk lahan penanaman buah Melon Honey Golden yaitu sawah sewaan di daerah Kuwaron Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Kota Semarang.
        b. Sarana dan prasarana
         Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah : Lahan berupa Sawah, mesin semprot, mesin sedot (diesel), ember, gudang penyimpanan pupuk dll.
         Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan rumah sebagai homebase hasil panen, di pasar tempat berjualan.
        c. Tenaga ahli dan tenaga biasa
        Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha penanaman kami adalah tenaga ahli bidang penanaman melon, pemantau lapangan (wakil tenaga ahli melon), pemasaran, keuangn, produksi dan sdm serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha.
        d. Bahan – bahan pokok
        Bahan pokok yang digunakan dalam menjalankan usaha penanaman buah Melon Honey Golden antara lain : Benih Melon Golden Honey dengan kualitas yang baik, pupuk kompos, pupuk kandang dan pupuk organik.
        e. Lahan penanaman
        Berkaitan dengan lahan penanaman buah Melon Honey Golden. Akan ditanam di atas tanah seluas 3 hektar dengan setiap hektarnya terdapat 3000 tanaman sehingga total tanaman yang ada mencapai 9000 tanaman buah Melon Honey Golden
        f. Jadwal pelaksanaan
        Usaha penanaman buah Melon Golden Honey akan mulai ditanam pada tanggal 1 Juni 2011 sampai tanggal 10 Agustus 2011 sampai waktu panen tiba ( mulai awal penanaman buah melon sampai waktu panen tiba dibutuhkan waktu selama kurang lebih 70 hari).
        g. Perkiraan biaya teknis dan operasi
        Biaya teknis dan operasional diperkirakan mencapai Rp750.000.000,

        B. Rencana Pengoperasian Usaha
        a) Proses operasi usaha
        Proses operasi usaha meliputi rencana penanaman, penjadwalan distribusi dan rencana penjualan dan pemesanan.
        b) Kebutuhan bahan operasi
        Kebutuhan bahan operasi penanaman buah Melon Honey Golden dikelola oleh tenaga ahli tanaman buah dan tenaga ahli lapangan yang mengkoordinasikan dengan tenaga ahli buah melon mengenai masalah – maslah tanaman ( penyakit, hama dll).
        c) Kegiatan perawatan mesin
        Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga yang ada untuk memperbaiki, dang mengontrol mesin yang di gunakan dalam hal ini mesin semprot dan mesin sedot air ( diesel ).

        ASPEK KEUANGAN

        A. Kebutuhan Dana Investasi
        a. Investasi harga tetap
        Investasi ini mencapai Rp 18.000.000,-
        b. Biaya pra operasi
        Biaya pra operasi mencapai Rp 78.100.000,- yang digunakan untuk
        proses pembelian tanah dan mendirikan bangunan.
        c. Modal kerja
        Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh biaya pra operasional
        + biaya operasional yang mencapai Rp 142.100.000,-
        Total kebutuhan dana Investasi = Rp 160.000.000,-

        B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana
        a. Modal sendiri
        Modal sendiri Rp 60.000.000,-
        b. Pinjaman bank
        Pinjaman dari bank Rp 100.000.000,-

        C. Rencana Kebutuhan Dana
        Analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Luas lahan 1 ha, populasi 3.000 tanaman. Sehingga pada luas tanah 3 ha, kita bisa menanam buah Melon Honey Golden sebanyak 9000 populasi tanaman.
        1. Biaya pra operasional
        o Sewa tanah 3 hektar semusim = Rp 30.000.000,-
        o Trajak 1 m @1000 = Rp 9.000.000,-
        o Mesin sedot air (diesel) 2 unit = Rp 5.000.000,-
        o Mesin semprot 6 unit = Rp 8.400.000,-
        o Mulsa @Rp 450.000 = Rp 9.450.000,-
        o Ember kecil 10 buah = Rp 150.000,-
        o Ember besar 10 buah = Rp 250.000,-
        o Karung 50 buah = Rp 1.250.000,-
        o Cangkul 5 buah = Rp 250.000,-
        o Gudang penyimpanan pupuk = Rp 500.000,-
        o Gubug tunggu melon = Rp 300.000,-
        o Brongsong 4 dus @Rp 750.000 = Rp 3.000.000,-
        o Kardus 100 bal @Rp80.000 = Rp 8.000.000,-
        o Solatip 2 kardus isi @72 biji = Rp 1.050.000,-
        o Rafiah 10 bal @Rp 140.000 = Rp 1.400.000,-
        o Alat solatip 3 buah @Rp 20.000 = Rp 100.000,-

        Total = Rp 78.100.000,-

        2. Biaya operasional
        o Benih melon Honey Golden 30 @Rp 410.000 = Rp 12.300.000,-
        o Buat bedengan 1 hektar @650.000 = Rp 1.950.000,-
        o 1 Tenaga ahli melon@Rp 400.000 x 10 minggu = Rp 4.000.000,-
        o 2 Tenaga ahli lapangan@Rp 300.000 x 10 minggu = Rp 6.000.000,-
        o 5 Tenaga ahli pria @Rp1.050.000 x 10 minggu = Rp 10.050.000,-
        o 4 Tenaga lapangan wanita @Rp 720.000 = Rp 7.200.000,-
        o 2 Penjaga malam @500.000/bulan = Rp 1.000.000,-
        o Pupuk – pupuk = Rp 10.000.000,-
        o Bensin = Rp 4.550.000,-
        o Perawatan mesin operasional = Rp 1.000.000,-
        o Biaya transportasi = Rp 500.000,-
        o Biaya distribusi = Rp 3.000.000,-
        o Biaya lain- lain = Rp 2.000.000,-

        Total = Rp 64.000.000,-

        3. Pemasukan
        1. Misalnya rata-rata produksi tanaman 3 kg (rata-rata 1 pohon) maka produksi per 3.000 m2 ditaksir mencapai 22.500 kg dari 2,5 kg x 9000 pohon
        2. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 1121 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 22500 kg – 1121 kg = 21375 kg.
        3. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 ; 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. Jika harga melon kelas M1. Rp. 4.000,-; kelas M2 Rp. 3.000,-; kelas M3 Rp. 2.500,- maka penerimaan penjualan melon.
         Kelas M1 = 65% x 21375 kg x Rp.6.000,- Rp. 83.362.500,-
         Kelas M2 = 25% x 21375 kg x Rp.5.000,- Rp. 26.718.750,-
         Kelas M3 = 10% x 21375 kg x Rp. 4.000,- Rp. 8.550.000,-
        Jumlah penerimaan Rp. 118.631.250,-
        4. Laba atau Rugi

         Jumlah pemasukan – biaya operasional
        = Rp 118.631.250 – Rp 64.000.000
        = Rp 54.631.250,-
        Dari hasil perhitungan diatas usaha ini memiliki prospek yang cukup menjajikan walaupun kegagalan dalam penanaman dan pemasaran juga cukup besar.

        ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL
        A. Penyaluran Ilmu
        Adanya penanaman buah melon ini diharapkan bisa dijadikan pembelajaran bagi petani lain untuk memanfaatkan lahan sawah tidak hanya ditanami padi saja tetapi bisa di gunakan untuk menanam buah atau sayuran untuk memunuhi kebutuhan keluarga & penghasilan tambahan.
        B. Penyerapan tenaga kerja
        Usaha buah Melon Honey Golden ini memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 10 orang dan memperkecil angka pengangguran dimasyarakat.
        C. Dampak terhadap lingkungan masyarakat
        a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan.
        b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru
        c. Peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi buah berkualitas.
        D. Dampak terhadap industri lain
        a. Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan.
        b. Bagi petani buah melon lokal akan berupaya untuk meningkatkan kualitas produksi

      • TUGAS DASAR-DASAR MANAJEMEN
        TENTANG
        DEFINISI MANAJEMEN

        DISUSUN OLEH:

        NAMA: MUHAMMAD GUNTUR
        NIM: D1C011063
        PROGRAM STUDI: TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
        KELAS :K

        TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
        FAKULTAS PERTANIAN
        UNIVERSITAS JAMBI
        2012
        DEFINISI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI :
        1. MENURUT DR. SP. SIAGIAN DALAM BUKU “FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI “KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH SUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN MELALUI ORANG LAIN”.
        DENGAN DEMIKIAN DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MANAGEMENT MERUPAKAN INTI DARIPADA ADMINISTRASI KARENA MEMANG MANAGEMENT MERUPAKAN ALAT PELAKSANA UTAMA DARIPADA ADMINSITRASI”
        2. MENURUT PROF. DR. H. ARIFIN ABDULRACHMAN DALAM BUKU “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN :
        A. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS;
        B. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN;
        C. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN
        3. MENURUT ORDWAY TEAD YANG DISADUR OLEH DRS. HE. ROSYIDI DALAM BUKU “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, DEFINISI MANAJEMEN ADALAH “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.
        4. MENURUT “MARRY PARKER FOLLET” :
        “MANAJEMEN SEBAGAI SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN”.
        5. MENURUT JAMES A.F. STONNER :
        “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.
        JADI DAPAT DISIMPULKAN MANAJEMEN ADALAH PROSES KEGIATAN DENGAN MELALUI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN TERTENTU SERTA DILAKSANAKAN SECARA BERURUTAN BERJALAN KE ARAH SUATU TUJUAN.
        6.MENURUT PROFF. DRS. OEI LIANG LIE
        Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber2 daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan

        Daftar pustaka
        http://putracenter.net/2008/11/21/definisi-manajemen-menurut-para-ahli/
        http://bahankuliah.blogsome.com/2010/12/07/definisi-manajemen/

      • Nama : Jujung H Marpaung
        NIM : D1C011066

        BEBERAPA DEFINISI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI

        1. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
        2. Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain.
        3. Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
        4. Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
        5. Menurut R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
        6. Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
        7. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

      • 1.manajemen adalah sebagai suatu proses dan kolektivitas manusia
        2.manajemen adalah suatu proses ,melihat bagaimana orang untuk mencapai suatu tujuan yang tlah ditetapkan terlebih dahulu\
        3.menurut haiman manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain , mengawasi usaha usaha yg dilakukan individu tersebut utk mencapai tujuan.
        4.menurut george r. terry, manajemen adalah cara pencapaian tujuan yg tlah di tentukan dahulu dgn melalui kegiatan org lain
        5.manajemen adalah merupakan sebagai suatu ilmu dan seni ,melihat bagaimana aktivitas dihubungkan dgn prinsip prinsip
        6.Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian,penyusunan,pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya
        manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
        7.Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.
        8.Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
        9.Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
        10.Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

    • Sabtu, 02 April 2011
      Studi Kelayakan Bisnis ES KRIBO
      RENCANA BISNIS
      “es kribo”
      (es krim dan bolu)

      A. PENDAHULUAN

      Latar Belakang

      Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki suhu udara harian yang cukup tinggi. Dicuaca yang panas tersebut, tentunya banyak orang akan merasa lelah dan dahaga setiap harinya. Oleh sebab itu kami mencoba mengembangkan suatu lahan bisnis yang sangat berpotensi karena hal tersebut yaitu suatu makanan dan minuman yang pasti disukai oleh semua kalangan/orang dengan harga yang terjangkau tetapi masih jarang di temukan di kota Semarang. Kami menyebut produk bisnis yang kami tawarkan tersebut dengan nama “Es Kribo” yaitu sebuah singkatan dari es krim dan bolu. Sebagai suatu tempat atau wadah yang akan kami gunakan untuk menyediakan berbagai bentuk dan varian ice cream tersebut, kami menggunakan sebuah tempat yang berbasis cafe ice cream yang kami beri nama “Cream cafe“. Dengan mengkombinasikan ide-ide baru yang kreatif sehingga diharapkan orang-orang (para konsumen) tertarik untuk menikmatinya bahkan sampai ‘meleleh’ ketagihan.
      Alasan pemilihan gagasan usaha atau keunggulan dari usaha tersebut adalah sebagai berikut :

      1. Iklim Tropis Indonesia
      Secara alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan bisnis es krim. Apalagi suhu udara harian di kota Semarang kenyataannya juga semakin bertambah.
      2. Konsumennya Berasal dari Berbagai Kalangan (sasaran konsumen luas).
      Semua orang mengenal es krim. Mulai anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan es krim. Produk ini sangat tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah dari pada produk yang asing atau baru ditawarkan. Kami akan mengkombinasikan rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan menggoda yang akan membuat konsumen mengenal dan menyukai produk kami.
      3. Pasar Bisnis Es Krim Mudah Dicari.
      Dengan memilih (survey) tempat yang ramai dan strategis misalnya tempat yang menjadi lalu lintas mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami yakin bisnis tersebut akan segera menuai kesuksesan.

      4. Belum adanya persaingan yang berarti.
      Produk kami memiliki keunggulan dibanding kompetitor lain yaitu kami menyajikan es krim dengan berbagai varian rasa tetapi kami memiliki resep khusus yang akan membuat konsumen ketagihan. Apalagi produk es krim kami rendah kandungan lemaknya (low fat ice cream)sehingga sangat menyehatkan apabila di konsumsi setiap hari.
      5. Mudah Dimulai dan Dijalankan ( tidak memerlukan keterampilan tinggi) serta Pengawasan yang mudah.
      Untuk memulainya kami tidak memerlukan keterampilan khusus, tetapi mudah dipelajari. Tidak perlu tenaga dengan keahlian khusus. Modal awal yaitu memiliki mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream) sekaligus perawatan perawatan mesinnya. Kemudian peralatan dalam membuat kue-nya. Untuk pengawasan mudah dilakukan karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
      6. Proses Pembuatan (produksi) yang Cepat
      Membuat es krim tidak perlu waktu terlalu lama, dan jumlah produksi dan variasi produk pun bisa Anda atur sendiri. Sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama.
      7. Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinya
      Peluang bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es krim tetap ada. Kami yakin peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia. Pangsa pasar-nya pun akan terus kami kembangkan setiap periode.

      Misi dan Tujuan Perusahan

      Misi : Mampu menguasai sektor-sektor skala kecil sampai skala yang besar dengan mengutamakan pelayanan, mutu, dan variasi produk berdasar pada etika dan persaingan yang sehat.

      Tujuan 1 : Memperoleh keuntungan dari tingkat pejualan produk yang akan terus ditingkatkan dengan tetap mengutamakan mutu produk, kesehatan konsumen, kepercayaan konsumen, serta menghindarkan kebosanan dan kejenuhan terhadap selera pasar sehingga meningkatkan kredibilitas atau nilai perusahaan.

      Tujuan 2 : Target pangsa pasar mengalami peningkatan minimal 15% pertahun.

      Tujuan 3 : Laju pertumbuhan produksi perusahaan mengalami peningkatan minimal 5% pertahun dengan mampu bersaing secara sehat serta membuat dan menemukan peluang yang kreatif.

      LEMBAGA – LEMBAGA YANG MEMBIAYAI
      Modal dalam menjalankan bisnis tersebut kami peroleh dari :
      1. Patungan (Sebesar Rp 10.000.000,00)
      2. Pinjaman bank (Sebesar Rp 35.000.000,00)

      B. ANALISIS PERUSAHAAN

      Ringkasan Perusahaan

      Perusahaan ini memiliki nama “Cream cafe ” dimana produk utama kami adalah es krim dan bolu, serta produk-produk lain yang saling mendukung.
      Dengan perpaduan bermacam cita rasa dan bentuk tersebut kami yakin produk kami akan sangat menarik hati konsumen.
      Saluran distribusi untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal yaitu melalui publisitas dengan iklan-iklan kreatif, santunan dan promosi yang tepat sasaran untuk menguasai pasar.

      Sasaran konsumen adalah masyarakat umum yaitu semua orang/konsumen dari berbagai kalangan baik dari dalam ataupun dari luar wilayah adalah target pasar. Kami lebih menitik beratkan sasaran konsumen pada kalangan anak muda yang suka nongkrong dan berkumpul sambil menikmati produk kami yang harganya terjangkau.

      Kepemilikan Perusahaan

      Perusahaan dimiliki dan dikelola oleh pribadi dan 2 orang rekan yaitu mendirikan perusahaan dengan modal patungan dan juga diperoleh dari pinjaman. Namun dalam pelaksanaannya, saya bekerjasama dengan beberapa pihak yang saling menguntungkan.

      Pendirian Perusahaan

      Bisnis ‘Cream cafe’ ini berdiri dan diresmikan pada tanggal 1 januari 2011 oleh pemilik gabungan yang bernama Maulana Ivanul Hasan, Doni Setyawan dan Muhammad Husein dengan tujuan mendapatkan keuntungan usaha dengan mengembangkan industri makanan dan minuman yang berperan penting bagi manusia sebagai kebutuhan pokok sekaligus sebagai penciptaan suatu lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
      Alasan Kami memilih bisnis ice cream ini karena Indonesia adalah negara dengan daerah tropis dan tentu saja ice cream sudah tidak asing lagi bagi siapapun sehingga industri ice cream sangat cocok dikembangkan di Indonesia terutama di kota Semarang yang memiliki tingkat suhu udara cukup tinggi. Untuk pangsa pasar bisnis ice cream adalah selalu berkembang dan tak pernah mati.
      Namun, produk ice cream yang ditawarkan di berbagai industri ice cream atau perusahaan yang sudah ada sangat minimum dalam segi rasa dan bentuk, maka dari situlah muncul ide untuk mengeluarkan terobosan rasa-rasa baru dengan bentuk-bentuk varian yang menarik bahkan low fat ice cream dengan kualitas pelayanan yang terbaik.

      IZIN USAHA

      Cream cafe ini telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang telah diurus di Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Produk es krim dan bolu dari perusahaan kami juga sudah dijamin halal dan memiliki sertifikat BPOM.

      Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

      Kantor dan lokasi usaha adalah bergabung dalam satu bangunan. Banguna itu sendiri adalah rumah pribadi yang cukup luas dan telah didekorasi sesuai kebutuhan. Bisnis ini akan kami dirikan di wailayah Sampangan kota Semarang dimana letaknya cukup strategis dengan keberadaan dan lalu lintas konsumen seperti sekolah menengah atas, kampus maupun orang-orang yang sudah bekerja.
      Cream cafe ini mampunyai sistem seperti halnya cafe pada umumnya yang bisa di gunakan sebagai tempat meeting, nongkrong, kumpul, atau berdua dengan pasangan terutama untuk kalangan anak muda dengan view pemandangan yang menarik.

      Lokasi Perusahaan berada di Kawasan Simpang Lima Semarang dengan sistem sewa.
      Cream cafe ini juga dilengkapi dengan fasilitas hot spot yang dapat digunakan dengan gratis bagi para konsumen dengan membeli minimal salah satu produk.

      Bangunan yang bertingkat dan memiliki luas 15x30m dengan fasilitas tempat parkir yang cukup luas. Fasilitas tempat produksi adalah berada dibelakang (rumah produksi) dan tempat untuk menjualnya yaitu “Cream cafe”. Peralatan yang harus disediakan adalah mesin produksi (mesin ice) yang mampu memproduksi ice cream dengan efisien dan cepat. Serta peralatan pendukung lainnya untuk membuat cake.
      Bangunan ini tidak memiliki status sewa karena bangunan ini berdiri di atas tanah yang telah dibeli dan dimiliki oleh pribadi pemilik dan memilki sertifikat tanah.

      CSR (Corporate Social Responsibility)
      Nilai lebih perusahaan kami adalah dimana Cream cafe peduli dengan masyarakat sekitar. Kami berencana untuk menyediakan KOTAK SOSIAL yang berjumlah 2 buah yaitu di kasir dan di dekat pintu masuk. Dari situ Cream cafe akan mengumpulkan dana untuk di sumbangkan ke beberapa panti asuhan / panti jompo setiap 2 bulan sekali. Dari kegiatan rutin tersebut diharapkan perusahaan memiliki citra yang baik bagi masyarakat serta sebagai bentuk kepedulian sosial.

      ASPEK PRODUK

      Deskripsi Produk

      Barang atau produk yang akan dijual ada 12 jenis es krim ialah soft ice cream, hard ice cream (es puter), Ice cream cone, chococorte bolu, eskrim goreng dan ice cake dengan bermacam cita rasa, bentuk yang sangat menarik hati dan dengan variasi jenis maupun mutu dengan harga terjangkau. Semua produk Ice Cream yang saya tawarkan adalah memiliki kualitas low fat ice cream yaitu mengandung manfaat yang dapat menyehatkan tetapi rendah lemak. Disamping itu kami juga menawarkan berbagai minuman buah dan juga beberapa menu makanan yang menyehatkan dan tentu saja dapat saling melengkapi dengan produk utama yaitu Ice Cream.

      Karakteristik Produk

      Produk-produk yang saya tawarkan yaitu soft ice cream, hard ice cream, dan ice cake ini memiliki karakteristik rasa dan penyajian yang berbeda dari para pesaing yang sudah ada terutama menu ice cake yang kami tawarkan memiliki keunikan rasa dan bentuk yang sangat menarik sehingga calon konsumen dapat tertarik untuk menikmatinya. Saya selalu berinovasi menciptakan diferensiasi produk untuk menghindari kejenuhan akan beberapa produk sekaligus dalam usaha memenangkan persaingan.

      Untuk kualitas, mutu dan harga produk sudah kami perhitungkan dengan matang dimana sebagian besar konsumen menyukai cita rasa dan mutu yang tinggi tetapi dapat menikmatinya dengan harga yang terjangkau.
      Kami memberikan mutu pelayanan yang terbaik dan bersahabat dengan mempekerjakan karyawan yang sudah berpengalaman di bidangnya.
      Jam operasinya berlangsung mulai pukul 10.00 siang sampai 10.00 malam atau menyesuaikan dengan event yang akan kami selenggarakan. Untuk pelayanan konsumen kita menyediakan sudut-sudut tempat yang nyaman dan didukung dengan view pemandangan kota yang memiliki daya tarik tersendiri.

      Produk-produk yang kami tawarkan ada 12 jenis es krim yaitu :
      1. soft ice bolu
      2. hard ice cream (es puter)
      3. ice cream cone (besar)
      4. ice cream cone (kecil)
      5. ice cream chococorte bolu
      6. es krim goreng
      7. es krim buah
      8. ice cream sandwich
      9. ice cake
      10. es krim jahe
      11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai)
      12. es krim yoghurt

      Kemudian Kami menyediakan berbagai macam pilihan rasa diantaranya :
      – Chocolate
      – Coconut
      – Capucino
      – Durian
      – Mocha
      – Noughat
      – Raspberry
      – Vanila
      – Strawberry
      – Jahe

      ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

      Analilis Pasar

      Mengembangkan usaha untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal dengan berbagai iklan, santunan dan promosi yang kreatif untuk menguasai pasar.
      Memenangkan persaingan secara sehat dengan membuat dan menemukan peluang yang kreatif dan luar biasa. Pencapaian target konsumen dilakukan seluas-luasnya dengan segmentasi yang terencana dengan baik.

      Segmentasi pasar :
      Calon konsumen yang ingin diraih adalah seluruh kalangan konsumen baik dari konsumen kelas atas ataupun dari kelas menengah ke bawah yang terdiri dari semua umur, jenis kelamin dan kalangan baik itu dewasa anak-anak dan terutama kaum remaja.
      Potensi jumlah konsumen dari kelas atas maupun kelas menengah ke bawah adalah optimis tinggi karena bisnis ini tergolong sederhana, higienis, banyak diminati dan tentunya karena harganya yang terjangkau.
      Kesimpulannya segmentasi pasar yang kami miliki sangat luas serta tidak memiliki batasan sehingga sangat petensial untuk dikembangkan.

      Target pasar / peramalan pasar:
      Pasar untuk bisnis ice cream adalah sangat luas. Konsumennya bisa berasal dari semua kalangan terlebih dengan harga yang terjangkau maka pasar dapat terdiri dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, para pekerja dan orang yang berpenghasilan rendah sampai menengah.
      Tetapi kami akan lebih memfokuskan kepada konsumen dari kalangan anak muda Semarang yang dinamis serta memiliki minat yang tinggi untuk nongkrong, nonton film, mendengarkan musik atau hanya sekedar melepas penat. bagi kesibukan sehari-hari.
      Oleh sebab itu proyeksi pertumbuhan pasar diharapkan mampu berkembang dengan pesat karena dari segi lokasi usaha sendiri memang belum terdapat persaingan yang ketat sehingga kami mempunyai peluang pasar yang akan terus berkembang.

      Strategi Bisnis dan Implementasi

      Strategi pemasaran (marketing mix)

      Product : Produk ice cream yang kami tawarkan menggunakan teknologi mesin ice yang aman dan berstandar tetapi dalam pembuatannya kami menggunakan resep-resep khusus yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan pesaing. Produk dikemas dan disajikan dengan cantik dan menarik. Pelayanan penjualan produk yang ramah sehingga konsumen mendapatkan kepuasan.produk kami memiliki barand dan kualitas yang terjamin.

      Manfaat dan keunggulan produk : Keunggulan produk kami adalah es krim yang memiliki kandungan lemak yang rendah. Bukan hanya itu, menu makanan yang kami sediakan sangat menyehatkan karena mengandung protein yang tinggi (dari susu) dan kadar gulanya juga rendah sehingga baik untuk tubuh. Selain protein, juga terkandung calcium dimana calcium dapat melindungi tubuh kita dari berbagai macam penyakit chronis seperti kanker, sakit kepala sebelah, obesitas anak-anak dan membantu kita untuk menghilangkan lemak yang tidak kita inginkan

      Promotion : promosi dilakukan di berbagai tempat keramaian secara intensif dengan sales promosi sehingga diharapkan banyak orang yang mengetahui keberadaan usaha dan tertarik untuk membeli produk.
      Kegiatan promosi tersebut dapat berbentuk pemberian brosur, sample, pemberian voucher, iklan media massa, pamflet/spanduk dengan mengedepankan efisiensi dana, sifat pasar dan misi dari kegiatan iklan dan publikasi.
      Untuk pelayanan kami memberikan service yang sempurna kepada setiap konsumen yang datang di Cream cafe dengan sales promotion girl (SPG) yang sudah terlatih/berpengalaman.

      Price : untuk harga dapat ditekan dalam beberapa produk tertentu dengan kombinasi pedoman penetapan harga berdasarkan biaya produksi (cost plus pricing), penetapan harga berdasarkan nilai atau manfaat produk dan penetapan harga berdasarkan persaingan. Untuk cost plus pricing yaitu dengan biaya operasional/produksiyang seminimal mungkin, tetapi juga akan dinaikkan seiring dengan mutu produk. Kami memberikan patokan harga yang murah tetapi mampu bersaing dengan kompetitor. Harga berkisar antara Rp 5.000,- sampai dengan Rp 20.000,- saja.

      Berikut adalah daftar harga produk kami :

      1. soft ice bolu = Rp 8.000
      2. hard ice cream (es puter) = Rp 5.000
      3. ice cream cone (besar) = Rp 5.000
      4. ice cream cone (kecil) = Rp 3.000
      5. ice cream chococorte bolu = Rp 10.000
      6. es krim goreng = Rp 4.000
      7. es krim buah = Rp 5.500
      8. ice cream sandwich = Rp 6.000
      9. ice cake = Rp 15.000
      10. es krim jahe = Rp 4.000
      11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai) = Rp 6.000
      12. es krim yoghurt = Rp 8.000

      Place : penempatan lokasi sudah direncanakan dengan baik yaitu berada di lokasi strategis dekat dengan lingkungan kerja (kantor), lingkungan kampus juga lingkungan sekolah dan lingkungan umum dengan sasaran utamanya adalah anak muda sehingga lokasinya strategis dan memenuhi semua chanel. Lokasi Cream cafe juga bebas dari kemacetan dan mudah di jangaku dari arah pusat kota.

      Power : usaha ice cream ini selain dijual di rumah usaha (Cream cafe) juga akan diperluas usahanya sesuai dengan perencanaan yaitu dijual dalam pesanan tertentu untuk beerbagai keperluan.

      Public Relation : kegiatan usaha ini disediakan orang-orang yang sudah profesional dalam bidang public relation untuk mengelola pengenalan kegiatan usaha. Mutu pelayanan menjadi perhatian utama agar perusahaan memiliki citra yang baik dimata konsumen dan masyarakat.

      6P strategi pemasaran tersebut adalah untuk meyukseskan perusahaan yang dikenal dengan 4O yaitu
      • Object (barang yang dihasilkan untuk dijual)
      • Objective (tujuan memperoleh keuntungan jangka panjang)
      • Organization (bentuk organisasi yang efektif dan efisien)
      • Operative (pengoperasian organisaisi sesuai dengan strategi)

      Strategi periklanan dan publikasi

      a. Menentukan Sasaran:
      – konsumen yang dituju adalah semua kalangan dari usia sekolah, mahasiswa bahkan sampai para pekerja terutama masyarakat menengah keatas.
      – cara mencapai sasaran yaitu dengan melalui berbagai media seperti iklan radio, koran, majalah, berbagai brosur, iklan cetak dan lain-lain. Namun sarana yang paling penting disini adalah word mouth (dari mulut kemulut) dengan memberkan mutu pelayanan yang semaksimal mungkin diharapkan konsumen akan ikut menjadi subjek pemasaran.

      b. Besarnya Anggaran (budget) Iklan:
      budget iklan didasarkan pada persentase perkiraan volume penjualan perperiode yaitu sebesar 25%-40% dari perkiraan total nilai penjualan dari tahun pertama.

      c. memilih media massa yang tepat dan bekerjasama dengan rekan usaha yang saling menguntungkan ( misal dalam bentuk brosur, pamflet, iklan di radio/surat kabar)
      untuk beriklan di media koran/majalah dilakukan setiap seminggu sekali.

      d. desain iklan
      desain iklan kami buat semenarik mungkin, kreatif dan komunikatif sehingga pasar yang dituju dapat mengerti dan tertarik dengan produk es krim dan bolu kami.

      e. Mengevaluasi hasil iklan:
      membandingkan biaya iklan dengan penghasilan perusahaan. Dilakukan juga pengujian atas keberhasilan promosi dengan hasil penjualan yang akan dievaluasi setiap bulannya.

      STRATEGI PROMOSI DAN PUBLIKASI DALAM BIDANG EVENT ORGANIZER

      Selanjutnya kami dari pihak manajemen sendiri memiliki cara untuk publikasi yang cukup efektif yaitu dalam bidang event organizer dengan menyelenggarakan event musik indie (dengan tema yang akan disesuaikan dengan minat konsumen) yang sangat digemari oleh anak muda di Kota Semarang yang akan diadakan 2 kali dalam satu bulan. Langkah ini merupakan penggabungan hobi kami dalam bidang musik dan Cefe Kribo digunakan sebagai tempat dan penyelenggara event tersebut yaitu dengan perencanaan sebagai berikut:

      1. Menyediakan peralatan band + sound sistem (kepunyaan sendiri).
      2. Menyiapkan band-band yang akan tampil yaitu 2-3 band bintang tamu dan 10 band kolektif ( setiap band kolektif yang ingin tampil dalam acara tersebut harus melakukan registrasi dengan menyetorkan uang registrasi sebesar Rp 50.000,- per band, jadi total pemasukan dari band kolektif adalah Rp 500.000,-.
      3. Menyiapkan jadwal dan susunan acara. Bagi band kolektif diberi durasi waktu 15 menit tiap band dan 25 menit untuk band bintang tamu.
      4. Melakukan publikasi melalui media jejaring sosial seperti FACEBOOK dan TWITTER, media SMS dan media pamflet yang akan disebarkan di berbagai tempat keramaian anak muda kota Semarang.

      Skema dari acara ini adalah CREAM CAFE sebagai pihak sponsor dan penyelenggara dimana harga tiket masuk sebesar Rp. 13.000,- atau dapat juga masuk secara gratis dengan menggunakan kupon / voucher pembelian yang akan didapatkan setiap membeli produk es krim dan bolu kami setiap pembelian diatas harga Rp 10.000,-. Kapasitas untuk ruang dalam acara ini adalah mencapai lebih dari 200 orang karena pada hari penyelenggaraan event tersebut cafe hanya buka pada siang hari dan mulai sore hari jam 15.00 isi cafe (meja dan kursi) akan dikosongkan, selanjutnya acara akan dimulai jam 16.30 untuk penyelenggaraan event tersebut.

      Dari sini kami memproyeksikan keuntungan dari event tersebut adalah :

      a. pemasukan dari band kolektif = Rp 500.000,00
      b. penjualan tiket 150 pengunjung x 13.000 = Rp 1.950.000,00
      (50 pengunjung dari voucher/kupon pembelian)
      c. tambahan dari sponsor = Rp 500.000,00 +

      TOTAL PEMASUKAN Rp 2.950.000,00

      biaya operasional, publikasi dan iklan = ( Rp 500.000,00 )
      honor 2 band bintang tamu = ( Rp 600.000,00 )
      biaya pemeliharaan alat = ( Rp 100.000,00 ) +

      TOTAL PENGELUARAN Rp 1.200.000,00

      Jadi Pemasukan bersih = Rp 2.950.000,00- Rp 1.200.000,00 = Rp 1.750.000,00

      jadi, untuk tiap 1 kali penyelenggaraan event diperkirakan akan meperoleh keuntungan sebesar Rp 1.750.000,00. Kemudian dalam 1 bulan akan diselenggarakan 2 kali event jadi total pemasukan dari 2 event tersebut adalah Rp 3.500.000,00 perbulan.
      Menurut kami, event ini adalah terobosan yang efektif sebagai sarana pengenalan dan publikasi untuk CREAM CAFE yang efektif kepada kalangan anak muda pecinta musik indie Semarang sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan.

      ASPEK OPERASIONAL

      Rencana Penjualan

      Produk ice cream yang kami tawarkan dijual secara eceran maksudnya adalah produk tersebut tidak dibatasi jumlah minimum produk yang harus dibeli. Produk ini juga kami iklankan melalui media internet, tetapi untuk konsumen yang ingin melakukan pemesanan bisa juga melalui telepon. Dalam usaha ini kami juga melatih beberapa tenaga karyawan untuk proses produksi, dan dalam hal pelayanan konsumen.
      Untuk rencana penjualan kami akan mengkalkulasi rata-rata permintaan dari konsumen pada tiap bulannya selanjutnya data tersebut akan menjadi dasar acuan dalam penawaran produk bulan berikutnya mencakup penganggaran dan pembelian bahan baku.

      Proses Produksi
      Untuk proses produksi kami menggunakan mesin pembuat ice cream yang dapat bekerja maksimal. Mesin ini dapat membuat ice ceram dengan cepat sehingga efisien dalam waktu produksi.

      Deskripsi Mesin es krim adalah mesin untuk mengolah susu menjadi Es Krim (Soft Ice Cream) dengan berbagai macam rasa. Kami memiliki 2 tipe mesin es krim sesuai kebutuhan produksi.

      Fungsi Dengan mesin es krim ini, Kami bisa memproduksi es krim jenis lunak (soft ice cream) atau es cone dengan jumlah yang banyak dan memproduksi jenis hard ice cream.

      Tipe T1800D30B

      Spesifikasi Teknis Mesin Es Krim (Soft Ice Cream Maker)
      Tipe T1800D30B
      Output Triple Kran
      Dimensi (p x l x t) (mm) 680 x 600 x 710
      Daya Listrik Kerja (watt) 1800
      Daya Listrik Stand by (watt) 0 – 400
      Sistem Mekanik gearbox + belt
      Kapasitas (liter) 15
      Refrigerant R 134 a
      Kelebihan menggunakan Mesin Es Krim
      Beberapa kelebihan Mesin Pembuat Es Krim Kami antara lain:
      • Mesin dapat digunakan sesuai kapasitas produksi yang diinginkan.
      Mesin Es Krim kami memiliki jumlah 3 kran, sehingga efisien dalam proses produksi, waktu, kapasitas produksi dan kebutuhan daya listrik.
      • Lebih Efisien Tenaga dan Biaya.
      Tenaga kerja yang dibutuhkan cukup 1 (satu) orang saja dengan tingkat keterampilan yang tidak terlalu tinggi. Kami memiliki 2 mesin jadi untuk proses produksi jumlah total 2 pekerja.
      • Ada Support Bahan Baku (bubuk es krim instant)
      kami dapat melakukan proses produksi menggunakan bahan baku bubuk es krim instant yang berkualitas sebagai penambah varian rasa dan produk. Dan juga menggunakan bahan susu kedelai yang kaya protein dan rendah lemak.

      Kerjasama perusahaan
      Perusahaan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lainnya terutama dengan perusahaan pemasok dan perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan produksi, advertising dan publict relation. Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat tercipta hubungan yang baik dengan para partner sehingga kerjasama tersebut dapat membuahkan keuntungan yang maksimal.

      Organisasi

      Organisasi perusahaan ini dibawah kendali pemilik perusahaan dan pemegang saham pribadi dan beberapa pelaksana yang bertugas menangani kinerja karyawan secara langsung.
      Sehingga pembagian tugas dicerminkan dengan struktur organisasi sederhana yang dilandasi dengan disiplin, kerjasama, kejujuran, dan semangat adalah sebagai berikut

      Dengan kelebihan sebagai berikut:
      1. kesatuan komando terjamin.
      2. pengmbilan keputusan tepat sasaran.
      3. mudah dikenali sifat-sifat setiap karyawan/pekerja.
      4. terdapat rasa kekeluargaan yang kuat.

      Posisi teratas merupakan pemilik perusahaan, dibawahnya adalah 4 kepala bagian yang masing-masing sekaligus sebagai pelaksana yang menjalankan wewenang dalam hal produksi, SDM, keuangan, dan pemasaran. Selanjutnya tugas mereka sebagai pelaksana adalah terjun langsung kedalam kegiatan usaha sekaligus untuk mengawasi kinerja karyawan, dan yang terakhir adalah 6 karyawan sesuai bidangnya masign-masing.

      Manajemen

      1. Top manajemen :
      Nama : Maulana Ivanul Hasan
      Posisi : DIRUT / Pemilik perusahaan

      2. Middle manajemen :
      a. Nama : Muhammad Husein
      Posisi : manajemen produksi
      Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.
      b. Nama : Doni Setyawan
      Posisi : manajemen Pemasaran
      Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.

      3. Lower manajemen :
      Terdiri dari 6 Karyawan dan receptionist, yaitu 3 di bidang produksi, 2 dibidang pelayanan (pelayan cafe), 1 di kasir.

      Kesenjangan/ Risiko yang mungkin dihadapi dalam Tim Manajemen:
      Manajemen yang sederhana ini memiliki beberapa keburukan diantaranya
      1. maju mundurnya perusahaan ditangan satu orang
      2. dapat terjadi tindakan otoriter
      3. kesempatan berkarir terbatas

      Oleh sebab itu untuk mengatasi beberapa kesenjangn tersebut maka pihak manajemen akan menunjuk tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang menyediakan saran, konsultasi hukum, dan pajak.
      Untuk meningkatkan kinerja maka diberikan 3 aspek penting yaitu kompensasi kerja, hubungan atasan bawahan yang harmonis, dan kondisi kerja yang nyaman.

      ANALISI KEUANGAN

      a. perencanaan keuangan
      Perusahaan didirikan oleh modal pribadi modal patungan dan modal pinjaman. Dalam pengoperasian usaha ini dibutuhkan peralatan berupa mesin produksi yang akan disusutkan sebesar 5-10% pertahun dan kendaraan untuk alat transportasi. Modal dipergunakan seefisien mungkin sehingga untuk penggajian karyawan tetap sesuai dan memuaskan sehingga diharapkan akan terjadi timbal balik dari karyawan.
      b. akuntansi keuangan
      Setiap transaksi baik itu kegiatan produksi, distribusi (pemasaran), iklan, prive dan transaksi perusahaan lainnya akan dicatat dan dianalisis oleh pihak akuntan untuk dapat mengambil kebijakan dan meramalkan usaha.
      c. analisis keuangan
      Menganalisis kinerja perusahaan terhadap penyimpangan-penyimpangn yang mungkin terjadi, analisis volume biaya keuntungan, analisis bauran penjualan, resiko dan untung-rugi perusahaan.
      d. akuntansi manajemen
      Menyediakan dasar pengalokasian biaya bagi setiap produk atau proses serta mempersiapkan dan mengontrol anggaran biaya.
      e. penganggaran
      Menyeleksi dan merencanakan investasi modal yang didasarkan pada besar pengembalian/keuntungan yang akan didapat dari investasi tersebut.

      Kapitalisasi dan Biaya Start-Up

      ITEM BIAYA
      Mesin produksi Rp 20.000.000,00
      Peralatan pendukung (mixer, oven, loyang dan alat pembuat kue lainnya) Rp 3.500.000,00
      Perlengkapan meja dan kursi, kipas angin Rp 4.000.000,00
      Pemasangan hot spot Rp 2.000.000,00
      Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
      Peralatan lain-lain (piring saji dll) Rp 2.500.000,00
      Freezer Rp 3.000.000,00
      TOTAL Rp 43.000.000,00
      Catatan:
      – membeli 2 mesin produksi
      – peralatan lain-lain adalah peralatan yang digunakan sebagai pelengkap produksi dan proses untuk penyajian.
      – peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi sebagai fasilitas atau sarana yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

      1. Kas Rp 50.000.000,00
      Modal Rp 50.000.000,00
      (Setoran untuk modal awal)
      2. Perlengkapan Rp 3.000.000,00
      Kas Rp 3.000.000,00
      (Pembelian Perlengkapan)
      3. Peralatan pendukung Rp 3.500.000,00
      Kas Rp 3.500.000,00
      (Pembelian Peralatan)
      4. Biaya tambahan (hot spot) Rp 2.000.000,00
      Kas Rp 2.000.000,00
      5. Peralatan tambahan Rp 2.500.000,00
      Kas Rp 2.500.000,00
      6. Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
      Kas Rp 8.000.000,00

      Estimasi Biaya Operasional dan Produksi per bulan

      ITEM BIAYA RATA RATA (perbulan)
      Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
      Iklan Rp 500.000,00
      Biaya transportasi Rp 200.000,00
      Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
      Penyusutan mesin Rp 200.000,00
      Penyusutan Kendaraan Rp 100.000,00
      Biaya Asuransi Rp 50.000,00
      Penggajian Rp 8.300.000,00
      Pembayaran hutang Rp 700.000,00
      Biaya Sewa Rp 1.200.000,00

      TOTAL Rp 15.600.000,00

      BIAYA TETAP (FC)

      Biaya Gaji Rp 8.300.000,00
      gaji 5 karyawan @ Rp 700.000 = Rp 3.500.000
      gaji 4 manajer @ Rp 1.200. 000 =Rp 4.800.000
      Biaya Asuransi Rp 50.000,00
      Penyusutan Rp 300.000,00
      penyusutan mesin Rp 200.000,00
      penyusutan kendaraan Rp 100.000,00
      Pembayaran Hutang Rp 700.000,00
      Biaya sewa Rp 1.200.000,00 +
      Rp 10.550.000,00

      BIAYA VARIABEL (VC)

      Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
      Iklan Rp 500.000,00
      Biaya transportasi Rp 200.000,00
      Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
      +
      Rp 4.050.000,00

      TOTAL BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
      Rp 10.550.000,00 + Rp 4.050.000,00 = Rp 14.600.000,00

      PERKIRAAN KEUNTUNGAN PENJUALAN perbulan

      PRODUK HARGA PER ITEM
      (rupiah) JML ITEM TERJUAL
      (Rata2 perhari) JML ITEM TERJUAL (perbulan) TOTAL
      (rupiah)
      1. Ice ConeBesar 5000 8 240 1.200.000
      2. Ice Cone Kecil 3000 8 240 720.000
      3. Soft Ice Bolu 8000 5 150 960.000
      4. Chococorte Bolu 10000 6 180 1.800.000
      5. Es Puter 5000 6 180 9.00.000
      6. Ice Cake 15000 4 120 1.800.000
      7. Es Goreng 4500 6 180 810.000
      8. Es Krim Sandwich 7000 5 150 1.050.000
      9.Es Krim Sandwich jumbo 10000 4 120 1.200.000
      10. Es Krim Buah 6000 6 180 1.080.000
      10. Es 11. Es krim jahe 4500 5 150 675.000
      12. Es krim sehat 6000 6 180 1.080.000
      1 13. Es krim yoghurt 8000 7 210 1.680.000
      14. Es Krim Teh Hijau 7000 8 240 1.680.000
      15. Es Krim Blackforest 10000 6 180 1.800.000
      16. Es Krim Ubi Jalar 4000 4 120 480.000
      17. Es Krim Kacang Hijau
      18. Es Krim pisang karamel
      Total Pemasukan Dari produk Es Krim, Bolu dan Cake 18.015.000

      Event organizer 1750000 – 2 3.500.000

      Total Pemasukan Dari Event 3.500.000
      TOTAL PEMASUKAN (TR) 21.035.000

      OMSET PEMASUKAN – PENGELUARAN
      = Rp 21.035.000,00 – Rp 15.600.000,00 = Rp 5.435.000,00

      Perkiraan kembali modal =
      Rp 50.000.000,00/ Rp 5.435.000 = 9,1
      jadi perkiraan akan kembali modal dalam jangka waktu 9 bulan.

      KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

      A. Kesimpulan

      Karakteristik produk yang kami miliki yaitu es krim rendah lemak, rendah gula dan rendah kolesterol dapat memberikan peluang yang positif bagi pasar. Produk kami dikenal oleh semua orang dan dapat dinikmati oleh siapa saja semua kalangan. Dengan pemanfaatan tempat dan pelayanan yaitu melalui Cream Cafe, memberikan nilai positif dalam hal fasilitas serta kenyamanan.
      Dari hasil analisis perusahaan, analisis strategi pemasaran, analisis operasional dan analisis keuangan diaatas dapat menunjukkan hubungan yang positif. Dimana total omset perbulan adalah Rp 21.035.000,00 kemudian dikurangi dengan biaya total perbulan sebesar Rp 15.600.000,00 maka dapat dikalkulasikan keuntungan bersih perusahaan sebesar Rp 5.435.000.,00
      Perusahaan dapat terus meningkatkan laba dengan strategi pemasaran yang jitu dan meningkatkan promosi atau iklan.
      Dari laba tersebut perusahaan (Cream Cafe) dapat memproyeksikan untuk mencapai Pay Back Periode selama 9 bulan, sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan dan diperluas bidang usahanya.

      Rekomendasi

      Dalam menjalankan bisnis ini yang perlu diberi perhatian khusus adalah bagaimanapihak manajemen dapat memanfaatkan modal yang besar untuk melebarkan sayap bisnis melalui diferensiasi produk, promosi penjualan yang efektif dan bagaimana mempublikasikan produk ice cream atau mempublikasikan keberadaan tempat usaha (Cafe) kepada masyarakat. Sehingga perlu untuk menjalin kerjasama yang baik dengan suplier, pihak-pihak advertising serta konsultan dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempelajari tingkah laku / selera konsumen serta perilaku kompetitor.

      Informasi Restaurant
      Nama Clara’s Cake and Cookies
      Alamat Jl. HOS Cokroaminoto 52 a. Jakarta Pusat
      Telephone +62 21 31908019, 31908123
      Jam Buka

      Jenis Masakan Cake dan Ice Cream
      Harga Rp.

      Tipe Cafe
      Suasana Santai
      Merokok Dilarang
      Busana Casual
      Lain – lain Tersedia Taart dan Ice Cream Low Sugar untuk diet dan penderita diabetes.

      Mitos : Es krim biang keladi kegemukan
      Fakta : Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik, karena kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat
      kecil yaitu sekitar 10% dari total kebutuhan energi/hari dan 15% dari total kebutuhan lemak/hari.

      Mitos : Es krim menyebabkan batuk pilek
      Fakta : Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh, jadi saat es krim es krim masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es. Penyebab batuk pilek adalah terutama virus dan alergen pada anak-anak yang mempunyai sifat alergi bawaan

      Mitos : Es krim menyebabkan gigi berlubang
      Fakta : Gigi berlubang disebabkan fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.
      Mitos : Memakan es krim terlalu cepat membuat sakit kepala
      Fakta : Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (atau yang lebih umum disebut brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal. Teori yang lain mengatakan penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut menyebabkan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala. Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut ganglion sphenopalatina, dan sangat mungkin inilah penyebab dari brain freeze.

      Kandungan gizi es krim per 100 g
      • energi (207 Kal)
      • protein (4 g)
      • lemak (12,5 g)
      • kalsium (123 mg)
      • fosfor (99 mg)
      • natrium/sodium

      Selain zat gizi di atas, agar lebih yummy, es krim ditambahkan pengemulsi dan perasa (flavour).

      Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya, yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap.
      Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D. Terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa susu termasuk dalam golongan pangan fungsional.

      Pangan fungsional merupakan pangan yang memiliki efek kesehatan lain di samping efek zat gizinya. Susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang memiliki efek kesehatan yang signifikan. Komponen bioaktif susu di antaranya adalah protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Hal ini menyebabkan produk-produk turunan susu juga masih memiliki efek fungsional, termasuk es krim.

      Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfalaktalbumin, betalaktoglobulin, imunogobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida.

      Alfalaktalbumin berperan serta dalam metabolisme karbohidrat. Alfalaktalbumin memiliki kemampuan berinteraksi dengan enzim galaktotransferase. Fungsi enzim tersebut mentransportasikan galaktosa ke pool glukosa. Beberapa penelitian membuktikan alfalaktalbumin sebagai zat antitumor.

      Betalaktoglobulin diduga dapat mengikat retinol (vitamin A) dalam saluran pencernaan, sehingga meningkatkan penyerapannya. Betalaktoglobulin juga mentransportasikan retinol.
      Imunoglobulin merupakan kelompok protein kompleks yang memiliki kontribusi signifikan dalam komposisi protein. Fungsinya meningkatkan imunitas tubuh.

      Laktoferin adalah glikoprotein pengikat zat besi, memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh nonspesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas ?iviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

      Glikomakropeptida (GMP) dapat menstimulasi sekresi gastrik dan meningkatkan regulasi pencernaan. Salah satu sekuen derivat GMP berpotensi sebagai pembentuk platelet dalam regulasi darah. Platelet yang terbentuk dapat mengurangi lamanya waktu pendarahan saat terjadi luka. GMP juga tersusun atas oligosakarida yang memiliki fungsi prebiotik (menstimulasi pertumbuhan bakteri baik).

      Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang telah diteliti fungsinya adalah laktosa. Laktosa akan menambah cita rasa dan mempertahankan palatabilitas (rasa enak) es krim.

      Fungsi-fungsi biologis asam lemak seperti asam butirat dan asam linoleat terkonjugasi juga telah diketahui. Salah satu fungsi asam butirat yang sangat mengejutkan adalah memiliki aktivitas antipatogenik, antibakteri, dan antiviral. Fungsi mineral kalsium adalah dalam hubungannya dengan kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

      Bahan lain yang turut menyusun es krim adalah gula, pengemulsi, dan penstabil. Jenis gula yang sering dipakai adalah sukrosa, berfungsi memperbaiki tekstur, meningkatkan kekentalan, dan memberi rasa manis. Bahan penstabil berfungsi menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es. Bahan pengemulsi dipakai untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Bahan penstabil yang umum digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, Naalginat, karagenan, gum arab, dan pektin.

      Rasa pada es krim merupakan kombinasi antara cita rasa dan bau, diciptakan untuk memenuhi selera konsumen. Tak heran jika es krim disukai oleh segala kalangan. Es krim sebetulnya memiliki nilai gizi tinggi dibandingkan dengan jenis minuman lain karena terbuat dari bahan dasar susu.

    • HASIL LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS AKSESORIS DAN KADO
      “HAPPY ROOM”
      By
      Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2004
      UNIVERSITAS NEGERI PADANG

      A. LATAR BELAKANG USAHA
      Di abad 21 ini dimana setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian, ketrampilan dan juga kreatifitas sebagai nilai jual lebih pada dirinya untuk mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan sesuai dengan ilmu dan bidangnya masing-masing. Apalagi sekarang ini dunia bisnis sudah menggunakan alat-alat teknologi dan informasi teknologi untuk memudahkan akses dan juga operasi usahanya.
      Terlihat sekarang ini seperti usaha manufaktur yang dulunya masih menggunakan cara tradisional yaitu masih menggunakan sebagian besar tenaga manusia dan sekarang sudah tergantikan oleh mesin-mesin yang canggih dengan kemampuan memproduksi berkali-kali lipat daripada menggunakan tenaga manusia. Contoh lainnya seperti menjamurnya internet yang memberikan berbagai informasi tanpa batas. Untuk itu diperlkukan pengetahuan yang luas tentang teknologi. Dengan pergeseran budaya dari menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin dan juga informasi teknologi, sehingga orang-orang yang tidak memiliki keahlian, keterampilan dan juga kreatifitas sebagai nilai jualnya akan tersingkir atau mengalami pemutusan hubungan kerja bagi mereka

      yang sudah mendapatkan pekerjaan atau menjadi pengangguran bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan.
      Semakin tingginya angka pengangguran di Indonesia selain karena kualitas sumber daya manusianya yang rendah juga disebabkan lebih sedikitnya jumlah lapangan pekerjaan dibandingkan jumlah tenaga kerja yang ada. Di Indonesia sudah banyak berdiri universitas-universitas yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang siap untuk terjun ke dunia kerja. Dengan jumlah universitas yang ada saat ini calon-calon tenaga kerja yang dihasilkan sangat banyak sedangkan pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding. Apalagi ditambah harus bersaing dengan calon tenaga kerja asing dengan kualitas yang berbeda.
      Untuk mengantisipasi masalah tersebut sebagai mahasiswa kami berpikir bahwa sudah saatnya setiap mahasiswa sudah harus mempersiapkan diri dari dini. Tidak ada salahnya menjadi mahasiswa sekaligus pengusaha, walaupun berskala kecil. Kami berencana untuk membuat suatu usaha yang kami yakin memiliki prospek yang cerah nantinya yaitu usaha aksesoris dan kado. Dimana dalam merencanakan pendirian usaha ini terlebih dahulu dilakukan survei, pengamatan dan observasi berbagai aspek tentang usaha aksesoris dan kado ini.
      Usaha penjualan benda-benda yang dijadikan kado dan aksesoris yang merupakan peluang usaha yang menarik dikembangkan. Hal ini tingginya minat konsumen kota Padang untuk menjadikan benda-benda sebagai kado-kado seperti: dompet, tas, gelang dan lain-lain. Walaupun usaha ini cukup banyak di temui di kota Padang seperti : kudeshop aksesoris, istana kado, lima jari kado, victori dan lain-lainnya. Namun toko-toko penjualan kado msih jarang ditemui di lokasi kampus UNP oleh karena itu, kami berminat melakukan penelitian terhadap usaha ini untuk mengetahui apakah usaha ini layak untuk dikembangkan di sekitar kampus UNP.
      Ikhtisar

      1 Objek Penelitian
      Usaha penjualan benda-benda yang dapat dijadikan sebagai kado untuk kalangan pelajar dan mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya.

      2 Waktu Penelitian
      Penelitian ini dilakukan di beberapa toko penjualan kado dan aksesoris yang ada di kota Padang. Pada waktu siang hari toko tersebut ramai dikunjungi bukan hanya kalangan pelajar dan mahasiswa saja tetapi, juga kalangan masyarakat umum dan juga dari beberapa orang yang sempat kami tanyai memiliki pendapat bahwa toko tersebut menjual benda-benda yang harganya relatif tinggi yang lebih ditujukan pada masyarakat kalangan menengah ke atas sehingga pelajar dan mahasiswa yang memiliki keterbatasan dana tidak mampu membelinya.

      3 Anggota tim peneliti
      Anggota tim penelitian yaitu kelompok 8 yang terdiri dari :

      1. Novira Roza 2004/61024

      2. Fitrina Gusvi 2004/61025

      3. Rini Susanti 2004/61028

      4. Silvia Ningsih 2004/61030

      5. Fetri Yeni 2004/61036

      6. Devi Fitriani 2004/61054

      7. Harvirani 2004/61058

      4 Resume atau ringkasan dari hasil penelitian
      Dari penelitian yang dilakukan karena melihat peluang yang cukup menarik untuk pebisnis awal pendirian usaha penjualan kado dan aksesoris di sekitar kampus UNP. Usaha penjualan kado dan aksesoris ini diberi nama “HAPPY ROOM” yang mana lokasi usaha ini direncanakan di daerah Padang tepatnya di jalan Belibis no 12A labor Air Tawar Barat (depan GOR UNP)

      5 Rekomendasi

      Dari semua aspek yaitu aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen, aspek sumber daya manusia, aspek ekonomi, sosial dan politik, aspek yuridis dan lingkungan dan aspek antisipasi resiko.

      B. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

      1. Bentuk Pasar
      Untuk memasarkan produk kami, maka telah ditentukan tujan pasar mana yang akan kami masuki, dalam hal ini ada 2 bentuk pasar, yaitu:

      a. Pasar produsen yang dipilih adalah pasar persaingan sempurna, karena usaha aksesoris ini dapat dijalankan oleh berbagai pihak selagi mereka mampu.

      b. Pasar konsumen yang dipilih adalah pasar konsumen dan pasar reseller, karena produk kami selain dibeli untuk digunakan pribadi juga dibeli untuk dijual kembali.

      2. Mengukur dan Meramal Permintaan
      Di asumsikan :
      jumlah toko aksesoris di padang =10 toko
      jumlah pembeli tiap-tiap toko/hari =5 orang
      jumlah pembeli di pasar = 50org x 30hr x 12bln =18000 org
      harga rata-rata =Rp 50.000
      jumlah yang dibeli oleh rata-rata pembeli/tahun = 360 buah
      Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui berapa total permintaan pasar selama satu tahun, dengan menggunakan rumus:
      Q = n x p x q
      Q = 18.000org x Rp50.000 x 360buah
      Q = Rp324.000.000.000

      3. Meramal Permintaan Mendatang
      Berdasarkan rata-rata jumlah kunjungan perorang perhari, rata-rata pendapatan perkunjungan, berdasarkan jumlah pelanggan baru yang datang,

      dan berdasarkan besarnya pesanan yang diterima, maka dapat disimpukan bahwa usaha ini akan dapat mengalami kemajuan setiap tahunnya.

      4. Segmentasi, Target dan Posisi di Pasar

      a. Segmentasi
      Berdasarkan wilayah pemasaran, sikap dan kemampuan konsumen, yang akan menjadi segmen pemasaran produk ini adalah masyarakat yang ada di Sumatera Barat.

      b. Target
      Setelah menentukan segmentasi pasar, maka yang akan dijadikan target pemasaran produk ini adalah pria dan wanita yang tinggal di daerah kota Padang dengan kisaran usia antara 12-40 tahun. Produk ini banyak diminati oleh masyarakat baik yang tinggal di kota maupun di daerah-daerah, karena produk ini memberikan kegunaan dan juga kepuasan karena keunikannya, kualitas, kuantitas produk tersebut dan dapat mengikuti selera pemakainya.

      c. Posisi
      Berdasarkan keunggulan yang dimiliki produk ini, seperti bahan baku yang berkualitas baik, desainnya yang unik, diferensiasi produk pada satu jenis, keberagaman produk yang dihasilkan dan proses produksi yang baik, serta dapat mengikuti selera konsumen, maka posisi produk ini adalah produk yang berkualitas tinggi dan akan disukai oleh target pemasaran produk ini.

      5. Sikap, Perilaku dan Keputusan Konsumen
      Dari 20 kuisioner yang kami sebarkan ke masyarakat kota Padang khususnya kalangan siswa SMP, siswa SMA, mahasiswa dan beberapa instansi, 80% dari mereka memiliki animo atau minat yang besar dalam mengkonsumsi produk kami.

      6. Analisis Persaingan
      Analisis persaingan ini dilakukan dengan SWOT analisis, yaitu:

      a. Strength

      􀂙Memiliki tim yang berkreativitas tinggi, penuh inovasi dan terampil

      􀂙Memiliki teknologi yang handal secara kuantitas dan kualitas

      􀂙Lokasi berada pada tempat yang strategis

      􀂙Layanan yang memuaskan

      b. Weak

      􀂙Karena usaha ini sudah banyak di kota Padang maka jumlah pesaing menjadi banyak

      c. Oportunity

      􀂙Potensi cukup besar karena masyarakat kota Padang menyukai produk ini, karena produk ini didesain sesuai dengan selera dan berkualitas

      d. Threat

      􀂙Krisis ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat

      􀂙Munculnya pesaing modal yang kuat

      􀂙Munculnya pesaing dengan kualitas yang lebih baik sesuai keinginan pasar

      7. Bauran Pemasaran

      a. Faktor Harga
      Dalam usaha aksesoris ini harga produk yang ditawarkan berkisar dari 2.000-200.000 dengan kualitas yang baik pada masing-masing produk yang diproduksi.

      b. Faktor Produk
      Target yang dituju dalam usaha ini adalah pria dan wanita dengan kisaran usia 12-40 tahun, maka produk yang dihasilkan akan didesain dengan gambar dan bentuk yang unik, warna yang tidak norak, serta dapat mengikuti selera dan keinginan konsumen.

      c. Faktor Promosi
      Untuk memudahkan pelaksanaan penjualan, dilakukan usaha promosi. Upaya yang telah dilakukan untuk strategi pengiklanan baru terbatas pada

      pembuatan brosur dan pamflet yang kami sebarkan ke sekolah-sekolah, kampus-kampus dan tempat-tempat bimbingan belajar dan juga via internet.
      Strategi publisitas dan public relation penting untuk meningkatkan ketertarikan konsumen, apabila dilakukan dengan baik strategi ini dapat menunjang strategi-strategi promosi lainnya yang akan dilakukan. Kegiatan yang berhubungan dengan publisitas dan publik relation ini adalah keikutsertaan dalam even-even lokal seperti pameran kebudayaan dan festival-festival. Berikut program periklanan yang direncanakan secara terperinci:

      1) Pada tahun pertama promosi yang dilakukan sangat gencar, yaitu dengan menyebarkan poster, pamflet, dan brosur di kota Padang dan via internet.

      2) Grand opening yang akan dilaksanakan pada saat peresmian usaha ini, di mana pada saat itu perusahaan akan memberikan harga promosi untuk menarik pelanggan agar tetap berlangganan dengan produk ini.

      3) Pada tahun-tahun berikutnya, promosi yang dilakukan tidak jauh berbeda dari tahun pertama. Hanya kuantitasnya saja yang dikurangi.

      d. Faktor Distribusi
      Untuk pendistribusian produk ini, dilakukan melalui transportasi darat, karena daerah pemasarannya tidak begitu jauh.

      C. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

      1. Pemilihan dan Perencanaan Produk
      Untuk menghasilkan aksesoris yang yang unik dan berkualitas diperlukan bahan baku dengan kualitas yang baik pula dan juga kreativitas dan inovasi yang tinggi dari tenaga kerjanya. Aksesoris yang dihasilkan atau diproduksi sendiri berupa dompet gelang, tas sandang, gantungan hp, dompet hp, bantal kursi tamu, boneka, tirai manik-manik. Untuk aksesoris yang lainnya kami

      mengorder dari luar misalnya Pekanbaru, Bandung dan Jakarta. Untuk proses pembuatan dompet atau tas dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama-tama potong pola pada busa, bahan kain dan puring sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Kemudian jahit resleting pada bagian puring untuk membuat saku tas atau dompet. Setelah itu jahit bahan kain yang telah dibuat polanya dengan dilapisi busa dan puring. Setelah itu jahit tas atau dompet pada kedua sisi dan jahit resleting pada sisi bagian atas. Setelah berbentuk dompet pada bagian dalam ujung kain disirsak agar benang tidak lepas. Untuk sentuhan akhir diberi hiasan sesuai selera.

      2. Pemilihan Teknologi
      Untuk membuat aksesoris ini teknologi yang digunakan sangat sederhana, tetapi dapat memproduksi barang dengan berkualitas, yaitu dengan menggunakan mesin jahit yang telah menggunakan tenaga listrik.

      3. Perencanaan Jumlah Produksi
      Dengan pemilihan teknologi yang canggih di atas, yaitu menggunakan mesin jahit dengan tenaga listrik, maka kapasitas produksi dapat dihasilkan 2 kali lipat dari pada menggunakan mesin yang manual yaitu sebanyak 50 buah.

      4. Perencanaan Tata Letak Ruangan
      Tata letak ruangan pada suatu usaha sangat penting untuk direncanakan, sebab hal ini berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan yang nantinya akan berkaitan dengan pendapatan perusahaan. Untuk itu, pada usaha ini letak pabrik dengan gudang dan tempat pemasaran saling berdekatan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan terhadap karyawan yang sedang bekerja. Rencananya tempat produksi akan diletakkan di bagian paling belakang, kemudian gudang dan selanjutnya tempat pemasaran produk.

      5. Pengawasan Kualitas
      Agar kualitas produk tetap terjaga, maka hal yang paling penting dilakukan adalah pegawasan terhadap bahan baku yang seharusnya dilakukan oleh

      orang-orang yang telah dipercaya. Kemudian lakukan pengawasan terhadap proses produksi, apakah masih berjalan sebagaimana mestinya atau apakah ada sistem yang harus diperbaiki. Selain itu, pengawasan terhadap mesin juga perlu dilakukan supaya proses produksi tidak terhambat karena adanya mesin yang rusak dan harus diperbaiki.

      D. ASPEK MANAJEMEN

      1. Perencanaan (Planning)
      Aspek manajemen pada bagian perencanaan dapat dikaji dari 3 sisi sebagai berikut:

      a. Pendekatan dalam membuat perencanaan berdasarkan pendekatan campuran

      b. Fungsi perencanaan dan rencana atau tujuan perencanaan antara lain:

      c. Bentuk perencanaannya antara lain perencanaan jangka panjang yaitu agar produk ini dapat diterima oleh masyarakat sehingga dapat menembus pasar lokal, nasional bahkan internasional. Perencanaan jangka menengah yaitu terus meningkatkan kualitas, inovasi dan kreativitas. Perencanaan jangka pendek yaitu agar penjualan tahun ini dapat terus meningkat sehingga memperoleh laba yang besar.

      2. Pengorganisasian (Organizing)
      Agar usaha ini dapat berjalan lancar dan dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan sesuai dengan misi dan visi usaha ini maka perlu dibentuk sebuah organisasi di mana dalam organisasi ini terdiri dari 4 departemen, yaitu departemen keuangan, departemen produksi, departemen pembelian dan departemen pemasaran.
      Dari pembagian departemen-departemen itu maka dapat ditentukan pembagian kerja di mana pada departemen keuangan melakukan pencatatan atas segala aktivitas aliran kas dan aliran persediaan dan juga menjadi kasir. Departemen produksi melakukan kegiatan produksi atau menghasilkan barang

      yang terdiri atas menjahit dan mendesain produk. Departemen pembelian melakukan kegiatan pembelian bahan baku serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan demi kelangsungan operasional. Departemen pemasaran bertugas memasarkan produk baik yang dijual di toko maupun mengantarkan pesanan ke konsumen, selain itu juga melakukan promosi ke masyarakat. Bentuk organisasi usaha ini adalah garis, karena bercirikan:

      a. Jumlah karyawan relatif sedikit

      b. Organisasi relatif kecil

      c. Karyawan saling mengenal secara akrab

      d. Spesialisasi kerja masih relatif rendah

      Agar pembagian aktivitas kerja, hubungan fungsi dan aktivitas, serta tingkat spesialisasi aktivitas antar departemen terlihat jelas maka perlu disusun atau dibuat struktur organisasinya, yaitu sebagai berikut:

      Keterangan

      1. Manager

      Tugasnya mengontrol aktivitas perusahaan secara keseluruhan dan melakukan kerja sama dengan pihak-pihak berkepentingan.

      2. Departemen Keuangan

      Departemen Pemasaran
      Departemen Pembelian
      Departemen Produksi
      Departemen
      keuangan
      MANAJER
      Tugasnya adalah untuk mengkoordinasi kegiatan keuangan perusahaan dan pengawasan serta pencatatan atas kegiatan keuangan. Selain itu departemen keuangan juga merangkap tugas dari departemen lainnya.

      3. Departemen Produksi
      Tugasnya adalah mengkoordinasikan, memeberi pengarahan dan pengawasan atas pelaksanan kegiatan produksi, kualitas dan pemeliharaan mesin serta peralatan produksi.

      4. Departemen Pembelian
      Tugasnya adalah melakukan pembelian bahan baku untuk diproduksi dan juga persediaan untuk dijual.

      5. Departemen Pemasaran
      Tugasnya adalah merencanakan pemasaran produk, menetapkan strategi pemasaran, mencari pembeli, kondisi pesaing dan berbagai masalah eksternal.

      E. ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

      1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
      Perencanaan yang akan kami tetapkan adalah perencanaan top-down di mana penentuan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang akan direkrut telah disesuaikan dengan rencana yang menyeluruh dari perusahaan baik untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Selain itu keputusan atas merekrut sumber daya manusia yang baru didasarkan atas keputusan bersama.
      Pada tahap awal ini, jumlah tenaga kerja yang kami rencanakan adalah sebanyak tujuh orang yang terdiri dari:

      a. Manajer : 1 orang dengan gaji @ Rp250.000

      b. Departemen Keuangan : 1 orang dengan gaji @ Rp250.000

      c. Departemen Produksi : 2 orang dengan gaji @ Rp250.000

      d. Departemen Pembelian : 1 orang dengan gaji @ Rp250.000

      e. Departemen Pemasaran : 1 orang dengan gaji @ Rp250.000

      2. Kompensasi
      Pemberian kompensasi akan diberikan kepada setiap karyawan ketika mengalami peningkatan penjualan pada waktu-waktu tertentu. Dan besarnya kompensasi adalah sebesar 5% dari laba yang diperoleh.

      3. Keselamatan kerja
      Program keselamatan kerja sangat penting agar setiap karyawan dapat bekerja secara efektif dan efisien selain itu dapat meningkatkan produktivitas. Untuk itu program keselamatan kerja yang diberikan adalah memberi jatah waktu libur selama 1 hari kepada karyawan setiap minggunya.

      F. ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN POLITIK

      1. Dampak Ekonomi
      Pendirian toko aksesoris & kado akan membawa akibat secara khusus terhadap struktur ekonomi masyarakat di lingkungan pendirian toko aksesoris & kado, hal ini dapat dilihat dari peningkatan penghasilan karyawan. Di mana pendapatan rata-rata pekerja akan meningkat dengan gaji yang diterimanya ditambah bonus-bonus yang diberikan apabila jumlah konsumen yang membeli berbagai aksesoris & kado lebih banyak jumlahnya dari waktu-waktu biasanya. Meningkat akibat ketertarikan yang besar pada konsumen terhadap aksesoris-aksesoris dan kado-kado yang dijual di toko kami.

      2. Dampak Sosial
      Pendirian toko aksesoris & kado yang beralamat di Jalan Belibis No. 12 A ini akan memberikan produk dan jasa kepada seluruh kalangan masyarakat baik dari anak-anak sampai orang dewasa. Dengan adanya rencana pendirian toko aksesoris & kado ini akan membuka peluang untuk menyerap tenaga kerja langsung di sekitar lokasi pendirian usaha bisnis ini. Selain itu juga meningkatkan kreativitas anak muda baik di sekitar lingkungan bisnis maupun

      di luar lingkungan bisnis. Hal ini juga membantu program pemerintah dalam menanggulangi masalah keterbatasan lapangan pekerjaan dan masalah mengenai keternagakerjaan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
      Pendirian toko aksesoris & kado ini akan membawa perubahan tingkat pengetahuan dan perilaku kehidupan, baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi masyarakat sekitar lokasi pendirian toko aksesoris & kado. Perubahan bagi karyawan dapat dilihat melaui kemahiran karyawan dalam mengelola bisnis, mengoperasikan peralatan yang ada serta dapat menyalurkan kreativitas dari masing-masing karyawan. Dengan adanya bisnis ini kemahiran penggunaan alat-alat untuk membuat aksesoris & kado oleh karyawan diharapkan bertambah sehingga secara langsung dan tidak langsung, jasa ini dapat ikut serta dalam usaha meningkatkan keterampilan masyarakat.

      G. ASPEK YURIDIS
      Untuk menjalankan usaha ini, kami akan meminta surat izin kepada Pemda setempat dimulai dari RT/RW dan Kelurahan sebagai lembaga yang berwenang. Hal ini dimaksudkan agar toko aksesoris & kado yang kami dirikan ini memiliki nilai kekuatan hukum sebagai suatu badan usaha.

      H. ASPEK LINGKUNGAN HIDUP
      Pendirian toko aksesoris & kado di Jalan Belibis No 12 A sesuai dengan alternatif terbaik menurut analisis lokasi yang nantinya baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi masyarakat sekitar lingkungan di lokasi toko aksesoris & kado dan pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut.
      Sejalan dengan perkembangan bisnis yang pesat dewasa ini dan kemungkinan di masa yang datang, serta menyadari kemungkinan dampaknya terhadap lingkungan, maka pengembangan bisnis yang dijalankan adalah

      pengembangan yang ramah lingkungan. Berdasarkan kebijakan tersebut, setiap kegiatan bisnis berkewajiban melaksanakan upaya menyeimbangkan dan melestarikan sumber daya alam serta mencegah timbulnya kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup sebagai akibat dari kegiatan bisnis ini.
      Dalam tahap pembinaan melalui kegiatan dibalai-balai Litbank bisnis, telah dilakukan upaya pencegahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan bisnis dengan memberikan informasi tentang teknologi pengendalian pencemaran bisnis serta bantuan penelitian dan pengembangan dalam pengelolaan limbah atau sisa buangan bisnis. Khususnya untuk kelompok industri kecil, pemerintah berkewajiban melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap pencemaran. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan izin lokasi mana yang bersih lingkungan dan mana yang perlu diadakan pengamanan dan pengawasan terhadap pencemaran yang akan terjadi.

      I. ASPEK FINANSIAL

      1. Rencana Keuangan
      Rencana keuangan mencakup seluruh masalah keuangan perusahaan, baik pendapatan maupun biaya-biaya mulai dari investasi awal sampai dengan rencana pendapatan ke depan. Pada rencana keuangan ini direncanakan untuk dua belas (12) bulan ke depan.

      2. Rencana Kebutuhan Keuangan
      Tujuan dari rencana kebutuhan keuangan adalah meringkas secara terperinci tentang biaya-biaya pengembangan dan operasional bisnis, memproyeksikan kebutuhan pendanaan, memproyeksikan keuntungan yang diharapkan dan lainnya. Toko aksesoris membutuhkan modal yang cukup besar. Perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan oleh perusahaan serta biayanya pada awal investasi tergambar pada tabel berikut.

      1Mesin jahit biasa2Rp600,000.00Rp1,200,000.002Sewa gedung1Rp10,000,000.00Rp10,000,000.003Renovasi tokoRp276,000.00Rp276,000.004AsuransiRp275,000.00Rp275,000.005AC1Rp2,000,000.00Rp2,000,000.006DVD1Rp700,000.00Rp700,000.007Etale1Rp300,000.00Rp300,000.008Cermin1Rp15,000.00Rp15,000.009Meja1Rp55,000.00Rp55,000.0010Kalkulator1Rp25,000.00Rp25,000.0011Buku keuangan & alat tulisRp10,000.00Rp10,000.0012Gantungan Aksesoris2Rp50,000.00Rp100,000.0013Gantungan Kertas kado1Rp30,000.00Rp30,000.0014Gunting kain2Rp20,000.00Rp40,000.0015Gunting kertas2Rp1,500.00Rp3,000.0016Alat selotip1Rp5,000.00Rp5,000.0017Hekter1Rp2,000.00Rp2,000.0018Pisau carter1Rp1,500.00Rp1,500.0019Lampu flip-flopRp15,000.00Rp15,000.0020Kertas gradasi3Rp3,500.00Rp10,500.0021Sapu, kain pel, keset1Rp33,000.00Rp33,000.0022Pembersih kaca1Rp10,000.00Rp10,000.0023Tong sampah1Rp4,000.00Rp4,000.00Rp15,110,000.00Tabel 1. INVESTASI AWALNOITEMJUMLAH/UNITBIAYA/UNITTOTAL

      NOITEMJUMLAHBIAYA SATUANTOTAL1Benang jahit2 buahRp1,000.00Rp2,000.002Pita kado3 buahRp5,000.00Rp15,000.003Kertas kado1 kodiRp20,000.00Rp20,000.004Plastik tokoRp65,000.005Kain:a. Dompet-gelang2 mRp20,000.00Rp40,000.00b. Sarung bantal5 mRp20,000.00Rp100,000.00c. Jilbab12 mRp15,000.00Rp180,000.00d. Daur Sampah1 mRp5,000.00Rp5,000.006Busa:a. Dompet-gelang2 mRp2,500.00Rp5,000.00b. Sarung bantal3 bungkusRp25,000.00Rp50,000.00c. Daur Sampah1 mRp2,500.00Rp2,500.007Resleting2 lusinRp20,000.008Batu hiasan jilbabRp600,000.009Hiasan dompet1 lusinRp24,000.0010Selotip1 buahRp1,000.00Rp1,000.0011Isi hekter1 kotakRp1,500.00Rp1,500.0012PenjahitRp3,000.0013Tinta Timbul1 setRp15,000.0014Tinta Popcorn1 setRp20,000.0015Mug Polos1 lusinRp35,000.0016Besi pengait1 lusinRp5,000.0017Sampah kering1 kgRp5,000.00Rp1,214,000.00Tabel 2. MODAL KERJA
      E

      NDAPATAN DAN BIAYA-BIAYPER BULANPER TAHUNPENDAPATAN Jasa bungkus kadoRp10,000.00Jasa pengiriman barangRp100,000.00Rp110,000.00BIAYA-BIAYABiaya Operasional Gaji karyawanRp1,750,000.00Rp21,000,000.00 SewaRp833,333.33Rp10,000,000.00 Penyusutan peralatanRp70,000.00Rp840,000.00 PerlengkapanRp690,000.00Rp8,280,000.00 UtilitisRp225,000.00Rp2,700,000.00Rp3,568,333.33Rp42,820,000.00Biaya Praoperasional AsuransiRp22,916.67Rp275,000.00 IklanRp125,000.00 BungaRp3,600,000.00Rp4,000,000.00Tabel 3. PENDAPATAN DAN BIAYA-BIAYA

      BULANTAHUN1896Dompet-gelangBBBRp40,000.00BTKLRp62,500.00BOP : BusaRp5,000.00 Benang (Rp2000 / 50brg x 8bh)Rp320.00 Resleting (Rp20,000 / 26brg x 8bh)Rp6,154.00Rp11,474.00HPProduksi per bulanRp113,974.00HPProduksi setahunRp1,367,688.0021590Sarung BantalBBBRp100,000.00BTKLRp62,500.00BOP : BusaRp50,000.00 Benang (Rp2000 / 50brg x 15bh)Rp600.00 Resleting (Rp20,000 / 26brg x 15bh)Rp11,539.00Rp62,139.00HPProduksi per 2 bulanRp224,639.00HPProduksi setahunRp1,347,834.00HARGA POKOK PRODUKSINOUNITKETERANGAN

      31248Jilbab batu-batuBBBRp180,000.00BTKLRp62,500.00BOP : Batu hiasan jilbabRp600,000.00 Benang (Rp2000 / 50brg x 12bh)Rp480.00 Obras (Rp2,000 x 12bh)Rp24,000.00Rp624,480.00HPProduksi per 3 bulanRp866,980.00HPProduksi setahunRp3,467,920.004636Gantungan Peralatan tulisBBBRp2,500.00BTKLRp62,500.00BOP : Busa (Rp2,500 / 12brg x 6bh)Rp1,250.00 Benang (Rp2000 / 50brg x 6bh)Rp240.00 Kain (Rp5,000 / 12brg x 6bh)Rp2,500.00 Besi pengait (Rp5,000 / 9brg x 6bh)Rp3,333.00Rp7,323.00HPProduksi per 2 bulanRp72,323.00HPProduksi setahunRp433,938.00

      5624Mug Design (tinta timbul)BBBRp17,500.00BTKLRp62,500.00BOP :Rp15,000.00HPProduksi per 3 bulanRp95,000.00HPProduksi setahunRp380,000.006624Mug Design (tinta popcorn)BBBRp17,500.00BTKLRp62,500.00BOP :Rp20,000.00HPProduksi per 3 bulanRp100,000.00HPProduksi setahunRp400,000.007336Sandal PlastikBBBRp1,250.00BTKLRp62,500.00BOP : Busa (Rp2,500 / 12brg x 3pcs)Rp625.00 Benang (Rp2000 / 50brg x 3pcs)Rp120.00 Kain (Rp5,000 / 12brg x 3pcs)Rp1,250.00Rp1,995.00HPProduksi per bulanRp65,745.00HPProduksi setahunRp788,940.00

      8318Tas PlastikBBBRp1,250.00BTKLRp62,500.00BOP : Busa (Rp2,500 / 12brg x 3bh)Rp625.00 Benang (Rp2000 / 50brg x 3bh)Rp120.00 Resleting (Rp20,000 / 26brg x 3bh)Rp2,308.00 Besi pengait (Rp5,000 / 9brg x 3bh)Rp1,667.00Rp4,720.00HPProduksi per 2 bulanRp68,470.00HPProduksi setahunRp410,820.00

      1Dompet gelang896Rp14,246.75,40%Rp25,000.002Sarung bantal1590Rp14,975.9370%Rp65,000.003Jilbab batu-batu1248Rp72,248.3340%Rp125,000.004Mug design (tinta timbul)624Rp15,833.3330%Rp23,500.005Mug design (tinta popcornl)624Rp16,666.6730%Rp24,500.006Tas Plastik318Rp22,823.3350%Rp50,000.007Gantungan peralatan tulis636Rp12,053.8330%Rp18,500.008Sandal plastik336Rp21,915.0030%Rp30,000.009Kotak musik424Rp22,500.0050%Rp45,000.0010Kotak perhiasan424Rp65,000.0040%Rp110,000.0011Ikat pinggang520Rp25,000.0060%Rp68,000.0012Bros10120Rp15,000.0025%Rp20,000.0013Pin25150Rp5,000.0030%Rp7,500.0014Frame/Pigura530Rp8,500.0060%Rp21,000.0015Pajangan air raksa560Rp20,000.0060%Rp55,000.0016Tirai manik-manik212Rp25,000.0040%Rp45,000.0017Kartu ucapan10120Rp2,000.0070%Rp6,500.0018Gantungan kunci1040Rp2,500.0050%Rp5,000.0019Glow in the dark560Rp5,000.0050%Rp10,000.0020Diary big boss560Rp18,000.0030%Rp27,000.0021lampu tidur318Rp45,000.0047%Rp85,000.0022Jam tangan336Rp85,000.0040%Rp150,000.0023Tissue Box cake (panjang)896Rp35,000.0042%Rp60,000.0024Tissue Box cake (persegi)896Rp30,000.0040%Rp50,000.0025Boneka cake896Rp35,000.0042%Rp60,000.0026Boneka bola448Rp25,000.0044%Rp45,000.0027Boneka susun448Rp35,000.0046%Rp65,000.0028Boneka stroberi336Rp20,000.0033%Rp30,000.0029Boneka Super big28Rp95,000.0037%Rp150,000.00Rp190,763.17Rp618,500.00Rp1,261,500.00HPP/UNITHARGA POKOK PENJUALANNOITEMUNIT/ BULANUNIT/ TAHUNHARGA PRODUKSIHARGA BELICONTRIBUSI MARGIN
      12345JanuariRp4,650,000.00Rp5,425,000.00Rp6,200,000.00Rp7,750,000.00Rp9,300,000.00FebruariRp4,830,000.00Rp5,880,000.00Rp7,000,00.00R9,425,000.00Rp11,340,000.00MaretRp5,115,000.00Rp6,238,750.00Rp7,440,000.00Rp9,687,500.00Rp12,090,000.00AprilRp4,500,000.0Rp5,25,000.00Rp6,000,000.00Rp7,500,000.00Rp9,000,000.00MeiRp4,650,000.00Rp5,425,000.00Rp6,200,000.00Rp7,750,000.00Rp9,300,000.0JuniRp,725,000.00Rp6,037,500.00Rp7,200,000.00Rp9,375,000.00Rp11,700,000.00JuliRp4,650,000.00Rp5,425,000.00Rp6,200,000.00Rp7,70,000.00p9,300,000.00AgustusRp4,650,000.00Rp5,425,000.00Rp6,200,000.00Rp7,750,000.00Rp9,300,000.00SeptemberRp4,500,000.00Rp5,20,000.00R6,000,000.00Rp7,500,000.00Rp9,000,000.00OktoberRp4,650,000.00Rp5,425,000.00Rp6,200,000.00Rp7,750,000.00Rp9,300,000.00ovemberRp4500,000.00Rp5,250,000.00Rp6,000,000.00Rp7,500,000.00Rp9,000,000.00DesemberRp5,580,000.00Rp6,781,250.00Rp8,060,000.00p10,462,50000Rp13,020,000.00JUMLAHRp57,000,000.00Rp67,812,500.00Rp78,700,000.00Rp100,200,000.00Rp121,650,000.00BULANPROYEKSI PENJUALAN SELAMA 5 TAHUNTAHUN KE-
      PenjualanRp57,000,000.00HPP Persediaan Barang Dagang (1/1’09)Rp8,597,140.00 PembelianRp26,455,000.00 Ongkos angkut pembelianRp200,000.00 Pembelian bersihRp26,655,000.00 Jumlah barang yang dapat dijualRp35,252,140.00 Persediaan Barang Dagang (31/12’09)Rp27,500,860.00 HPPRp7,751,280.00Laba kotor penjualanRp49,248,720.00BIAYA OPERASI Gaji karyawan (7orang @ Rp250,000.00)Rp21,000,000.00 SewaRp10,000,000.00 Penyusutan peralatanRp840,000.00 PerlengkapanRp8,280,000.00 UtilitisRp2,700,000.00 Total biaya operasiRp42,820,000.00BIAYA PRAOPERASI AsuransiRp275,000.00 IklanRp125,000.00 BungaRp4,800,000.00 Total biaya praoperasiRp5,200,000.00Total Biaya-biayaRp48,020,000.00Laba bersihRp1,228,720.00PROYEKSI LAPORAN LABA RUGIUNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2009HAPPY ROOM
      PenjualanRp67,812,500.00HPP Persediaan Barang Dagang (1/1’09)Rp8,598,000.00 PembelianRp26,455,000.00 Ongkos angkut pembelianRp200,000.00 Pembelian bersihRp26,655,000.00 Jumlah barang yang dapat dijualRp35,253,000.00 Persediaan Barang Dagang (31/12’09)Rp27,500,860.00 HPPRp7,752,140.00Laba kotor penjualanRp60,060,360.00BIAYA OPERASI Gaji karyawan (7orang @ Rp250,000.00)Rp21,000,000.00 SewaRp10,000,000.00 Penyusutan peralatanRp840,000.00 PerlengkapanRp8,280,000.00 UtilitisRp2,700,000.00 Total biaya operasiRp42,820,000.00BIAYA PRAOPERASI AsuransiRp275,000.00 IklanRp125,000.00 BungaRp4,496,976.00 Total biaya praoperasiRp4,896,976.00Total Biaya-biayaRp47,716,976.00Laba bersihRp12,343,384.00PROYEKSI LAPORAN LABA RUGIUNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2010HAPPY ROOM
      PenjualanRp78,700,000.00HPP Persediaan Barang Dagang (1/1’09)Rp8,598,000.00 PembelianRp26,455,000.00 Ongkos angkut pembelianRp200,000.00 Pembelian bersihRp26,655,000.00 Jumlah barang yang dapat dijualRp35,253,000.00 Persediaan Barang Dagang (31/12’09)Rp27,500,860.00 HPPRp7,752,140.00Laba kotor penjualanRp70,947,860.00BIAYA OPERASI Gaji karyawan (7orang @ Rp250,000.00)Rp21,000,000.00 SewaRp10,000,000.00 Penyusutan peralatanRp840,000.00 PerlengkapanRp8,280,000.00 UtilitisRp2,700,000.00 Total biaya operasiRp42,820,000.00BIAYA PRAOPERASI AsuransiRp275,000.00 IklanRp125,000.00 BungaRp4,012,138.00 Total biaya praoperasiRp4,412,138.00Total Biaya-biayaRp47,232,138.00Laba bersihRp23,715,722.00PROYEKSI LAPORAN LABA RUGIUNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2011HAPPY ROOM
      PenjualanRp100,200,000.00HPP Persediaan Barang Dagang (1/1’09)Rp8,598,000.00 PembelianRp26,455,000.00 Ongkos angkut pembelianRp200,000.00 Pembelian bersihRp26,655,000.00 Jumlah barang yang dapat dijualRp35,253,000.00 Persediaan Barang Dagang (31/12’09)Rp27,500,860.00 HPPRp7,752,140.00Laba kotor penjualanRp92,447,860.00BIAYA OPERASI Gaji karyawan (7orang @ Rp250,000.00)Rp21,000,000.00 SewaRp10,000,000.00 Penyusutan peralatanRp840,000.00 PerlengkapanRp8,280,000.00 UtilitisRp2,700,000.00 Total biaya operasiRp42,820,000.00BIAYA PRAOPERASI AsuransiRp275,000.00 IklanRp125,000.00 BungaRp3,236,396.00 Total biaya praoperasiRp3,636,396.00Total Biaya-biayaRp46,456,396.00Laba bersihRp45,991,464.00PROYEKSI LAPORAN LABA RUGIUNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2012HAPPY ROOM
      PenjualanRp121,650,000.00HPP Persediaan Barang Dagang (1/1’09)Rp8,598,000.00 PembelianRp26,455,000.00 Ongkos angkut pembelianRp200,000.00 Pembelian bersihRp26,655,000.00 Jumlah barang yang dapat dijualRp35,253,000.00 Persediaan Barang Dagang (31/12’09)Rp27,500,860.00 HPPRp7,752,140.00Laba kotor penjualanRp113,897,860.00BIAYA OPERASI Gaji karyawan (7orang @ Rp250,000.00)Rp21,000,000.00 SewaRp10,000,000.00 Penyusutan peralatanRp840,000.00 PerlengkapanRp8,280,000.00 UtilitisRp2,700,000.00 Total biaya operasiRp42,820,000.00BIAYA PRAOPERASI AsuransiRp275,000.00 IklanRp125,000.00 BungaRp1,995,210.00 Total biaya praoperasiRp2,395,210.00Total Biaya-biayaRp45,215,210.00Laba bersihRp68,682,650.00PROYEKSI LAPORAN LABA RUGIUNTUK PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2013HAPPY ROOM
      KasRp286,369.00Utang Jangka PanjangRp8,000,000.00Persediaan Barang DagangRp4,389,631.00Sewa Dibayar DimukaRp10,000,000.00Asuransi Dibayar DimukaRp275,000.00Renovasi tokoRp276,000.00PerlengkapanRp1,234,500.00Modal sendiriRp13,000,000.00PeralatanRp4,538,500.00Rp21,000,000.00Rp21,000,000.00LAPORAN NERACAPER 1 JANUARI 2009HAPPY ROOM
      KasRp943,820.00Utang Jangka PanjangRp7,494,960.00Persediaan Barang DagangRp27,500,860.00Utang bungaRp4,800,000.00PerlengkapanRp234,500.00Utang PajakRp2,995,500.00Akumulasi Penyusutan PeralatanRp840,000.00Modal sendiriRp14,228,720.00Rp29,519,180.00Rp29,519,180.00LAPORAN NERACAPER 31 DESEMBER 2009HAPPY ROOM
      TAHUNCICILANBUNGAPOKOKSALDO PINJAMAN0Rp8,000,000.001Rp5,305,040.00Rp4,800,000.00Rp505,040.00Rp7,494,960.002Rp5,305,040.00Rp4,496,976.00Rp808,064.00Rp6,686,96.003Rp,305,040.00Rp4,012,138.00Rp1,292,902.00Rp5,393,994.004Rp5,305,040.00Rp3,236,396.00Rp2,068,644.00Rp3,325,350.005Rp5,305040.00Rp1995,210.00Rp3,309,830.00Rp15,520.00SKEDUL PEMBAYARAN CICILAN UTANG
      012345Arus Kas AwalInvestasi awalRp15,110,000.00Modal kerjaRp4,389,631.00Rp6,400,000.00Rp17,520,000.00Rp6,400,000.00Rp26,455,000.00Total arus kas awalArus Kas OperasionalPenjualanRp57,000,000.00Rp67,812,500.00Rp78,700,000.00Rp100,200,000.00Rp121,650,000.00Biaya-biaya tunaiRp46,175,000.00Rp46,175,000.00Rp46,175,000.00Rp46,175,000.00Rp46,175,000.00PenyusutanRp840,000.00Rp840,000.00Rp840,000.00R40,000.00Rp840,000.00EBTRp9,985,000.00Rp20,797,500.00Rp31,685,000.00Rp53,185,000.00Rp74,635,000.00Tax (30%)Rp2,995,500.00Rp6,239,250.00Rp9,505,500.00Rp15,955,500.00Rp22,390,500.00EATRp6,989,500.00Rp14,558,250.00Rp22,179,500.00Rp37,22900.00Rp52,244,500.00Total arus kas operasionalRp7,829,500.00Rp15,398,250.00Rp23,019,500.00Rp38,069,500.00Rp53,084,500.00Arus Kas TerminalNilai sisaPengembalian Modal KerjaCash FlowRp19,499,631.00Rp3,439,869.00Rp8,998,250.00Rp5,499,500.00Rp31,669,500.00Rp26,629,500.00PROYEKSI ALIRAN KASPERIODE 5 TAHUNKETERANGANTAHUN KE-HAPPY ROOM
      DISCOUNTED PAYBACK PERIOD (DPP)
      TAHUNCFPV CF (DF=6%)0(Rp19,499,631.00)(Rp19,499,631.00)1Rp7,829,500.00Rp7,386,320.752Rp15,396,250.00Rp13,702,607.693Rp23,019,500.00Rp19,327,616.094Rp38,069,500.00Rp30,154,609.715Rp5384,500.00Rp17,201,509.51Rp87,772,663.75
      DPP = 1 tahun +×25,310.110.1275,738632012 bulan
      DPP = 1 tahun + 0,609919985 x 12 bulan
      DPP = 1 tahun, 8 bulan

      􀂾Jadi keseluruhan proyek adalah 1tahun 8 bulan. Oleh karena usaha ini menetapkan umur ekonomis 8 tahun maka dari sisi payback period-nya proyek dikatakan layak.

      NET PRESENT VALUE (NPV)
      NPV = 01)1(IiCFntn−+Σ=
      NPV = 87.772.663,75 –19.499.631 = Rp68.273.033

      􀂾Oleh karena nilai NPV adalah positif, maka menurut criteria ini investasi dikatakan layak.

      PROFITABILITY INDEX
      PI = 5,4631.499.1975,663.772.87)1(10==+Σ=ntnIiCF

      􀂾Oleh karena nilai PI > 1, maka menurut criteria metode ini, investasi untuk proyek ini dinyatakan layak.

      INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
      IRR = 211121)(NPVNPVNPViii−×−+
      IRR = 30% + (35% – 30%) x 820.050.4942.718.5942.718.5+ = 33%

      J. KESIMPULAN
      Dari analisis yang komprehensif perihal usaha aksesoris dan kado dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu:

      1. Masyarakat kota Padang khususnya di sekitar Air Tawar Barat memiliki animo terhadap barang-barang aksesoris dan kado yang dapat digunakan untuk koleksi pribadi atau dijadikan hadiah dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Hal ini tampak dari hasil survei yang dilakukan oleh kelompok 8.

      2. Mengingat persaingan dengan usaha yang sejenis masih relative rendah khususnya di daerah Air Tawar Barat karena sebagian besar toko-toko aksesoris terpusat di daerah pasar, maka masih terdapat pasar yang luas bagi took-toko sejenis untuk membuka usahanya.

      3. Pemasaran yang direncanakan oleh toko aksesoris dan kado ini telah sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat kota padang. Selain itu toko ini dilengkapi dengan fasilitas pemasaran lewat internet sehingga memudahkan bagi pelanggan atau calon pelanggan terutama yang berada di daerah-daerah untuk membeli produk-produk sesuai dengan selera pelanggan.

      4. mengenai masalah teknologi, kami menggunakan mesin jahit biasa karena jumlah produksi disesuaikan dengan permintaan sehingga mesin jahit yang kami miliki sebanyak dua buah.

      5. Jika memiliki latar belakang keuangan dan pemasaran kuat serta didukung oleh administrasi dan sumber daya manusia yang berkualitas, pihak manajemen akan dapat menjalankan usaha ini sebagaimana mestinya.

      6. Dana yang dibutuhkan untuk investasi bisnis ini masih tergolong relatif kecil namun menghasilkan cashflow yang sangat menarik mengingat pemilik modal hanya perlu menanamkan modalnya sekali saja dan walaupun juga menggunakan utang, jumlahnya tidak terlalu besar dan dapat dilunasi dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun.

      7. usaha aksesoris ini tidak menimbulkan pencemaran lingkungan karena sisa-sisa bahan hasil produksi berupa sampah kering selain itu masih dapat digunakan.

      Dari keseluruhan aspek, yaitu aspek pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen, sumber daya manusia, fiansial, ekonomi, sosial dan politik, lingkungan hidup, lingkungan industri, bisnis aksesoris dan kado ini dinyatakan layak.

    • Sabtu, 02 April 2011
      Studi Kelayakan Bisnis ES KRIBO
      RENCANA BISNIS
      “es kribo”
      (es krim dan bolu)

      A. PENDAHULUAN

      Latar Belakang

      Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki suhu udara harian yang cukup tinggi. Dicuaca yang panas tersebut, tentunya banyak orang akan merasa lelah dan dahaga setiap harinya. Oleh sebab itu kami mencoba mengembangkan suatu lahan bisnis yang sangat berpotensi karena hal tersebut yaitu suatu makanan dan minuman yang pasti disukai oleh semua kalangan/orang dengan harga yang terjangkau tetapi masih jarang di temukan di kota Semarang. Kami menyebut produk bisnis yang kami tawarkan tersebut dengan nama “Es Kribo” yaitu sebuah singkatan dari es krim dan bolu. Sebagai suatu tempat atau wadah yang akan kami gunakan untuk menyediakan berbagai bentuk dan varian ice cream tersebut, kami menggunakan sebuah tempat yang berbasis cafe ice cream yang kami beri nama “Cream cafe“. Dengan mengkombinasikan ide-ide baru yang kreatif sehingga diharapkan orang-orang (para konsumen) tertarik untuk menikmatinya bahkan sampai ‘meleleh’ ketagihan.
      Alasan pemilihan gagasan usaha atau keunggulan dari usaha tersebut adalah sebagai berikut :

      1. Iklim Tropis Indonesia
      Secara alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan bisnis es krim. Apalagi suhu udara harian di kota Semarang kenyataannya juga semakin bertambah.
      2. Konsumennya Berasal dari Berbagai Kalangan (sasaran konsumen luas).
      Semua orang mengenal es krim. Mulai anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan es krim. Produk ini sangat tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah dari pada produk yang asing atau baru ditawarkan. Kami akan mengkombinasikan rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan menggoda yang akan membuat konsumen mengenal dan menyukai produk kami.
      3. Pasar Bisnis Es Krim Mudah Dicari.
      Dengan memilih (survey) tempat yang ramai dan strategis misalnya tempat yang menjadi lalu lintas mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami yakin bisnis tersebut akan segera menuai kesuksesan.

      4. Belum adanya persaingan yang berarti.
      Produk kami memiliki keunggulan dibanding kompetitor lain yaitu kami menyajikan es krim dengan berbagai varian rasa tetapi kami memiliki resep khusus yang akan membuat konsumen ketagihan. Apalagi produk es krim kami rendah kandungan lemaknya (low fat ice cream)sehingga sangat menyehatkan apabila di konsumsi setiap hari.
      5. Mudah Dimulai dan Dijalankan ( tidak memerlukan keterampilan tinggi) serta Pengawasan yang mudah.
      Untuk memulainya kami tidak memerlukan keterampilan khusus, tetapi mudah dipelajari. Tidak perlu tenaga dengan keahlian khusus. Modal awal yaitu memiliki mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream) sekaligus perawatan perawatan mesinnya. Kemudian peralatan dalam membuat kue-nya. Untuk pengawasan mudah dilakukan karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
      6. Proses Pembuatan (produksi) yang Cepat
      Membuat es krim tidak perlu waktu terlalu lama, dan jumlah produksi dan variasi produk pun bisa Anda atur sendiri. Sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama.
      7. Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinya
      Peluang bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es krim tetap ada. Kami yakin peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia. Pangsa pasar-nya pun akan terus kami kembangkan setiap periode.

      Misi dan Tujuan Perusahan

      Misi : Mampu menguasai sektor-sektor skala kecil sampai skala yang besar dengan mengutamakan pelayanan, mutu, dan variasi produk berdasar pada etika dan persaingan yang sehat.

      Tujuan 1 : Memperoleh keuntungan dari tingkat pejualan produk yang akan terus ditingkatkan dengan tetap mengutamakan mutu produk, kesehatan konsumen, kepercayaan konsumen, serta menghindarkan kebosanan dan kejenuhan terhadap selera pasar sehingga meningkatkan kredibilitas atau nilai perusahaan.

      Tujuan 2 : Target pangsa pasar mengalami peningkatan minimal 15% pertahun.

      Tujuan 3 : Laju pertumbuhan produksi perusahaan mengalami peningkatan minimal 5% pertahun dengan mampu bersaing secara sehat serta membuat dan menemukan peluang yang kreatif.

      LEMBAGA – LEMBAGA YANG MEMBIAYAI
      Modal dalam menjalankan bisnis tersebut kami peroleh dari :
      1. Patungan (Sebesar Rp 10.000.000,00)
      2. Pinjaman bank (Sebesar Rp 35.000.000,00)

      B. ANALISIS PERUSAHAAN

      Ringkasan Perusahaan

      Perusahaan ini memiliki nama “Cream cafe ” dimana produk utama kami adalah es krim dan bolu, serta produk-produk lain yang saling mendukung.
      Dengan perpaduan bermacam cita rasa dan bentuk tersebut kami yakin produk kami akan sangat menarik hati konsumen.
      Saluran distribusi untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal yaitu melalui publisitas dengan iklan-iklan kreatif, santunan dan promosi yang tepat sasaran untuk menguasai pasar.

      Sasaran konsumen adalah masyarakat umum yaitu semua orang/konsumen dari berbagai kalangan baik dari dalam ataupun dari luar wilayah adalah target pasar. Kami lebih menitik beratkan sasaran konsumen pada kalangan anak muda yang suka nongkrong dan berkumpul sambil menikmati produk kami yang harganya terjangkau.

      Kepemilikan Perusahaan

      Perusahaan dimiliki dan dikelola oleh pribadi dan 2 orang rekan yaitu mendirikan perusahaan dengan modal patungan dan juga diperoleh dari pinjaman. Namun dalam pelaksanaannya, saya bekerjasama dengan beberapa pihak yang saling menguntungkan.

      Pendirian Perusahaan

      Bisnis ‘Cream cafe’ ini berdiri dan diresmikan pada tanggal 1 januari 2011 oleh pemilik gabungan yang bernama Maulana Ivanul Hasan, Doni Setyawan dan Muhammad Husein dengan tujuan mendapatkan keuntungan usaha dengan mengembangkan industri makanan dan minuman yang berperan penting bagi manusia sebagai kebutuhan pokok sekaligus sebagai penciptaan suatu lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
      Alasan Kami memilih bisnis ice cream ini karena Indonesia adalah negara dengan daerah tropis dan tentu saja ice cream sudah tidak asing lagi bagi siapapun sehingga industri ice cream sangat cocok dikembangkan di Indonesia terutama di kota Semarang yang memiliki tingkat suhu udara cukup tinggi. Untuk pangsa pasar bisnis ice cream adalah selalu berkembang dan tak pernah mati.
      Namun, produk ice cream yang ditawarkan di berbagai industri ice cream atau perusahaan yang sudah ada sangat minimum dalam segi rasa dan bentuk, maka dari situlah muncul ide untuk mengeluarkan terobosan rasa-rasa baru dengan bentuk-bentuk varian yang menarik bahkan low fat ice cream dengan kualitas pelayanan yang terbaik.

      IZIN USAHA

      Cream cafe ini telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang telah diurus di Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Produk es krim dan bolu dari perusahaan kami juga sudah dijamin halal dan memiliki sertifikat BPOM.

      Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

      Kantor dan lokasi usaha adalah bergabung dalam satu bangunan. Banguna itu sendiri adalah rumah pribadi yang cukup luas dan telah didekorasi sesuai kebutuhan. Bisnis ini akan kami dirikan di wailayah Sampangan kota Semarang dimana letaknya cukup strategis dengan keberadaan dan lalu lintas konsumen seperti sekolah menengah atas, kampus maupun orang-orang yang sudah bekerja.
      Cream cafe ini mampunyai sistem seperti halnya cafe pada umumnya yang bisa di gunakan sebagai tempat meeting, nongkrong, kumpul, atau berdua dengan pasangan terutama untuk kalangan anak muda dengan view pemandangan yang menarik.

      Lokasi Perusahaan berada di Kawasan Simpang Lima Semarang dengan sistem sewa.
      Cream cafe ini juga dilengkapi dengan fasilitas hot spot yang dapat digunakan dengan gratis bagi para konsumen dengan membeli minimal salah satu produk.

      Bangunan yang bertingkat dan memiliki luas 15x30m dengan fasilitas tempat parkir yang cukup luas. Fasilitas tempat produksi adalah berada dibelakang (rumah produksi) dan tempat untuk menjualnya yaitu “Cream cafe”. Peralatan yang harus disediakan adalah mesin produksi (mesin ice) yang mampu memproduksi ice cream dengan efisien dan cepat. Serta peralatan pendukung lainnya untuk membuat cake.
      Bangunan ini tidak memiliki status sewa karena bangunan ini berdiri di atas tanah yang telah dibeli dan dimiliki oleh pribadi pemilik dan memilki sertifikat tanah.

      CSR (Corporate Social Responsibility)
      Nilai lebih perusahaan kami adalah dimana Cream cafe peduli dengan masyarakat sekitar. Kami berencana untuk menyediakan KOTAK SOSIAL yang berjumlah 2 buah yaitu di kasir dan di dekat pintu masuk. Dari situ Cream cafe akan mengumpulkan dana untuk di sumbangkan ke beberapa panti asuhan / panti jompo setiap 2 bulan sekali. Dari kegiatan rutin tersebut diharapkan perusahaan memiliki citra yang baik bagi masyarakat serta sebagai bentuk kepedulian sosial.

      ASPEK PRODUK

      Deskripsi Produk

      Barang atau produk yang akan dijual ada 12 jenis es krim ialah soft ice cream, hard ice cream (es puter), Ice cream cone, chococorte bolu, eskrim goreng dan ice cake dengan bermacam cita rasa, bentuk yang sangat menarik hati dan dengan variasi jenis maupun mutu dengan harga terjangkau. Semua produk Ice Cream yang saya tawarkan adalah memiliki kualitas low fat ice cream yaitu mengandung manfaat yang dapat menyehatkan tetapi rendah lemak. Disamping itu kami juga menawarkan berbagai minuman buah dan juga beberapa menu makanan yang menyehatkan dan tentu saja dapat saling melengkapi dengan produk utama yaitu Ice Cream.

      Karakteristik Produk

      Produk-produk yang saya tawarkan yaitu soft ice cream, hard ice cream, dan ice cake ini memiliki karakteristik rasa dan penyajian yang berbeda dari para pesaing yang sudah ada terutama menu ice cake yang kami tawarkan memiliki keunikan rasa dan bentuk yang sangat menarik sehingga calon konsumen dapat tertarik untuk menikmatinya. Saya selalu berinovasi menciptakan diferensiasi produk untuk menghindari kejenuhan akan beberapa produk sekaligus dalam usaha memenangkan persaingan.

      Untuk kualitas, mutu dan harga produk sudah kami perhitungkan dengan matang dimana sebagian besar konsumen menyukai cita rasa dan mutu yang tinggi tetapi dapat menikmatinya dengan harga yang terjangkau.
      Kami memberikan mutu pelayanan yang terbaik dan bersahabat dengan mempekerjakan karyawan yang sudah berpengalaman di bidangnya.
      Jam operasinya berlangsung mulai pukul 10.00 siang sampai 10.00 malam atau menyesuaikan dengan event yang akan kami selenggarakan. Untuk pelayanan konsumen kita menyediakan sudut-sudut tempat yang nyaman dan didukung dengan view pemandangan kota yang memiliki daya tarik tersendiri.

      Produk-produk yang kami tawarkan ada 12 jenis es krim yaitu :
      1. soft ice bolu
      2. hard ice cream (es puter)
      3. ice cream cone (besar)
      4. ice cream cone (kecil)
      5. ice cream chococorte bolu
      6. es krim goreng
      7. es krim buah
      8. ice cream sandwich
      9. ice cake
      10. es krim jahe
      11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai)
      12. es krim yoghurt

      Kemudian Kami menyediakan berbagai macam pilihan rasa diantaranya :
      – Chocolate
      – Coconut
      – Capucino
      – Durian
      – Mocha
      – Noughat
      – Raspberry
      – Vanila
      – Strawberry
      – Jahe

      ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

      Analilis Pasar

      Mengembangkan usaha untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal dengan berbagai iklan, santunan dan promosi yang kreatif untuk menguasai pasar.
      Memenangkan persaingan secara sehat dengan membuat dan menemukan peluang yang kreatif dan luar biasa. Pencapaian target konsumen dilakukan seluas-luasnya dengan segmentasi yang terencana dengan baik.

      Segmentasi pasar :
      Calon konsumen yang ingin diraih adalah seluruh kalangan konsumen baik dari konsumen kelas atas ataupun dari kelas menengah ke bawah yang terdiri dari semua umur, jenis kelamin dan kalangan baik itu dewasa anak-anak dan terutama kaum remaja.
      Potensi jumlah konsumen dari kelas atas maupun kelas menengah ke bawah adalah optimis tinggi karena bisnis ini tergolong sederhana, higienis, banyak diminati dan tentunya karena harganya yang terjangkau.
      Kesimpulannya segmentasi pasar yang kami miliki sangat luas serta tidak memiliki batasan sehingga sangat petensial untuk dikembangkan.

      Target pasar / peramalan pasar:
      Pasar untuk bisnis ice cream adalah sangat luas. Konsumennya bisa berasal dari semua kalangan terlebih dengan harga yang terjangkau maka pasar dapat terdiri dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, para pekerja dan orang yang berpenghasilan rendah sampai menengah.
      Tetapi kami akan lebih memfokuskan kepada konsumen dari kalangan anak muda Semarang yang dinamis serta memiliki minat yang tinggi untuk nongkrong, nonton film, mendengarkan musik atau hanya sekedar melepas penat. bagi kesibukan sehari-hari.
      Oleh sebab itu proyeksi pertumbuhan pasar diharapkan mampu berkembang dengan pesat karena dari segi lokasi usaha sendiri memang belum terdapat persaingan yang ketat sehingga kami mempunyai peluang pasar yang akan terus berkembang.

      Strategi Bisnis dan Implementasi

      Strategi pemasaran (marketing mix)

      Product : Produk ice cream yang kami tawarkan menggunakan teknologi mesin ice yang aman dan berstandar tetapi dalam pembuatannya kami menggunakan resep-resep khusus yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan pesaing. Produk dikemas dan disajikan dengan cantik dan menarik. Pelayanan penjualan produk yang ramah sehingga konsumen mendapatkan kepuasan.produk kami memiliki barand dan kualitas yang terjamin.

      Manfaat dan keunggulan produk : Keunggulan produk kami adalah es krim yang memiliki kandungan lemak yang rendah. Bukan hanya itu, menu makanan yang kami sediakan sangat menyehatkan karena mengandung protein yang tinggi (dari susu) dan kadar gulanya juga rendah sehingga baik untuk tubuh. Selain protein, juga terkandung calcium dimana calcium dapat melindungi tubuh kita dari berbagai macam penyakit chronis seperti kanker, sakit kepala sebelah, obesitas anak-anak dan membantu kita untuk menghilangkan lemak yang tidak kita inginkan

      Promotion : promosi dilakukan di berbagai tempat keramaian secara intensif dengan sales promosi sehingga diharapkan banyak orang yang mengetahui keberadaan usaha dan tertarik untuk membeli produk.
      Kegiatan promosi tersebut dapat berbentuk pemberian brosur, sample, pemberian voucher, iklan media massa, pamflet/spanduk dengan mengedepankan efisiensi dana, sifat pasar dan misi dari kegiatan iklan dan publikasi.
      Untuk pelayanan kami memberikan service yang sempurna kepada setiap konsumen yang datang di Cream cafe dengan sales promotion girl (SPG) yang sudah terlatih/berpengalaman.

      Price : untuk harga dapat ditekan dalam beberapa produk tertentu dengan kombinasi pedoman penetapan harga berdasarkan biaya produksi (cost plus pricing), penetapan harga berdasarkan nilai atau manfaat produk dan penetapan harga berdasarkan persaingan. Untuk cost plus pricing yaitu dengan biaya operasional/produksiyang seminimal mungkin, tetapi juga akan dinaikkan seiring dengan mutu produk. Kami memberikan patokan harga yang murah tetapi mampu bersaing dengan kompetitor. Harga berkisar antara Rp 5.000,- sampai dengan Rp 20.000,- saja.

      Berikut adalah daftar harga produk kami :

      1. soft ice bolu = Rp 8.000
      2. hard ice cream (es puter) = Rp 5.000
      3. ice cream cone (besar) = Rp 5.000
      4. ice cream cone (kecil) = Rp 3.000
      5. ice cream chococorte bolu = Rp 10.000
      6. es krim goreng = Rp 4.000
      7. es krim buah = Rp 5.500
      8. ice cream sandwich = Rp 6.000
      9. ice cake = Rp 15.000
      10. es krim jahe = Rp 4.000
      11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai) = Rp 6.000
      12. es krim yoghurt = Rp 8.000

      Place : penempatan lokasi sudah direncanakan dengan baik yaitu berada di lokasi strategis dekat dengan lingkungan kerja (kantor), lingkungan kampus juga lingkungan sekolah dan lingkungan umum dengan sasaran utamanya adalah anak muda sehingga lokasinya strategis dan memenuhi semua chanel. Lokasi Cream cafe juga bebas dari kemacetan dan mudah di jangaku dari arah pusat kota.

      Power : usaha ice cream ini selain dijual di rumah usaha (Cream cafe) juga akan diperluas usahanya sesuai dengan perencanaan yaitu dijual dalam pesanan tertentu untuk beerbagai keperluan.

      Public Relation : kegiatan usaha ini disediakan orang-orang yang sudah profesional dalam bidang public relation untuk mengelola pengenalan kegiatan usaha. Mutu pelayanan menjadi perhatian utama agar perusahaan memiliki citra yang baik dimata konsumen dan masyarakat.

      6P strategi pemasaran tersebut adalah untuk meyukseskan perusahaan yang dikenal dengan 4O yaitu
      • Object (barang yang dihasilkan untuk dijual)
      • Objective (tujuan memperoleh keuntungan jangka panjang)
      • Organization (bentuk organisasi yang efektif dan efisien)
      • Operative (pengoperasian organisaisi sesuai dengan strategi)

      Strategi periklanan dan publikasi

      a. Menentukan Sasaran:
      – konsumen yang dituju adalah semua kalangan dari usia sekolah, mahasiswa bahkan sampai para pekerja terutama masyarakat menengah keatas.
      – cara mencapai sasaran yaitu dengan melalui berbagai media seperti iklan radio, koran, majalah, berbagai brosur, iklan cetak dan lain-lain. Namun sarana yang paling penting disini adalah word mouth (dari mulut kemulut) dengan memberkan mutu pelayanan yang semaksimal mungkin diharapkan konsumen akan ikut menjadi subjek pemasaran.

      b. Besarnya Anggaran (budget) Iklan:
      budget iklan didasarkan pada persentase perkiraan volume penjualan perperiode yaitu sebesar 25%-40% dari perkiraan total nilai penjualan dari tahun pertama.

      c. memilih media massa yang tepat dan bekerjasama dengan rekan usaha yang saling menguntungkan ( misal dalam bentuk brosur, pamflet, iklan di radio/surat kabar)
      untuk beriklan di media koran/majalah dilakukan setiap seminggu sekali.

      d. desain iklan
      desain iklan kami buat semenarik mungkin, kreatif dan komunikatif sehingga pasar yang dituju dapat mengerti dan tertarik dengan produk es krim dan bolu kami.

      e. Mengevaluasi hasil iklan:
      membandingkan biaya iklan dengan penghasilan perusahaan. Dilakukan juga pengujian atas keberhasilan promosi dengan hasil penjualan yang akan dievaluasi setiap bulannya.

      STRATEGI PROMOSI DAN PUBLIKASI DALAM BIDANG EVENT ORGANIZER

      Selanjutnya kami dari pihak manajemen sendiri memiliki cara untuk publikasi yang cukup efektif yaitu dalam bidang event organizer dengan menyelenggarakan event musik indie (dengan tema yang akan disesuaikan dengan minat konsumen) yang sangat digemari oleh anak muda di Kota Semarang yang akan diadakan 2 kali dalam satu bulan. Langkah ini merupakan penggabungan hobi kami dalam bidang musik dan Cefe Kribo digunakan sebagai tempat dan penyelenggara event tersebut yaitu dengan perencanaan sebagai berikut:

      1. Menyediakan peralatan band + sound sistem (kepunyaan sendiri).
      2. Menyiapkan band-band yang akan tampil yaitu 2-3 band bintang tamu dan 10 band kolektif ( setiap band kolektif yang ingin tampil dalam acara tersebut harus melakukan registrasi dengan menyetorkan uang registrasi sebesar Rp 50.000,- per band, jadi total pemasukan dari band kolektif adalah Rp 500.000,-.
      3. Menyiapkan jadwal dan susunan acara. Bagi band kolektif diberi durasi waktu 15 menit tiap band dan 25 menit untuk band bintang tamu.
      4. Melakukan publikasi melalui media jejaring sosial seperti FACEBOOK dan TWITTER, media SMS dan media pamflet yang akan disebarkan di berbagai tempat keramaian anak muda kota Semarang.

      Skema dari acara ini adalah CREAM CAFE sebagai pihak sponsor dan penyelenggara dimana harga tiket masuk sebesar Rp. 13.000,- atau dapat juga masuk secara gratis dengan menggunakan kupon / voucher pembelian yang akan didapatkan setiap membeli produk es krim dan bolu kami setiap pembelian diatas harga Rp 10.000,-. Kapasitas untuk ruang dalam acara ini adalah mencapai lebih dari 200 orang karena pada hari penyelenggaraan event tersebut cafe hanya buka pada siang hari dan mulai sore hari jam 15.00 isi cafe (meja dan kursi) akan dikosongkan, selanjutnya acara akan dimulai jam 16.30 untuk penyelenggaraan event tersebut.

      Dari sini kami memproyeksikan keuntungan dari event tersebut adalah :

      a. pemasukan dari band kolektif = Rp 500.000,00
      b. penjualan tiket 150 pengunjung x 13.000 = Rp 1.950.000,00
      (50 pengunjung dari voucher/kupon pembelian)
      c. tambahan dari sponsor = Rp 500.000,00 +

      TOTAL PEMASUKAN Rp 2.950.000,00

      biaya operasional, publikasi dan iklan = ( Rp 500.000,00 )
      honor 2 band bintang tamu = ( Rp 600.000,00 )
      biaya pemeliharaan alat = ( Rp 100.000,00 ) +

      TOTAL PENGELUARAN Rp 1.200.000,00

      Jadi Pemasukan bersih = Rp 2.950.000,00- Rp 1.200.000,00 = Rp 1.750.000,00

      jadi, untuk tiap 1 kali penyelenggaraan event diperkirakan akan meperoleh keuntungan sebesar Rp 1.750.000,00. Kemudian dalam 1 bulan akan diselenggarakan 2 kali event jadi total pemasukan dari 2 event tersebut adalah Rp 3.500.000,00 perbulan.
      Menurut kami, event ini adalah terobosan yang efektif sebagai sarana pengenalan dan publikasi untuk CREAM CAFE yang efektif kepada kalangan anak muda pecinta musik indie Semarang sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan.

      ASPEK OPERASIONAL

      Rencana Penjualan

      Produk ice cream yang kami tawarkan dijual secara eceran maksudnya adalah produk tersebut tidak dibatasi jumlah minimum produk yang harus dibeli. Produk ini juga kami iklankan melalui media internet, tetapi untuk konsumen yang ingin melakukan pemesanan bisa juga melalui telepon. Dalam usaha ini kami juga melatih beberapa tenaga karyawan untuk proses produksi, dan dalam hal pelayanan konsumen.
      Untuk rencana penjualan kami akan mengkalkulasi rata-rata permintaan dari konsumen pada tiap bulannya selanjutnya data tersebut akan menjadi dasar acuan dalam penawaran produk bulan berikutnya mencakup penganggaran dan pembelian bahan baku.

      Proses Produksi
      Untuk proses produksi kami menggunakan mesin pembuat ice cream yang dapat bekerja maksimal. Mesin ini dapat membuat ice ceram dengan cepat sehingga efisien dalam waktu produksi.

      Deskripsi Mesin es krim adalah mesin untuk mengolah susu menjadi Es Krim (Soft Ice Cream) dengan berbagai macam rasa. Kami memiliki 2 tipe mesin es krim sesuai kebutuhan produksi.

      Fungsi Dengan mesin es krim ini, Kami bisa memproduksi es krim jenis lunak (soft ice cream) atau es cone dengan jumlah yang banyak dan memproduksi jenis hard ice cream.

      Tipe T1800D30B

      Spesifikasi Teknis Mesin Es Krim (Soft Ice Cream Maker)
      Tipe T1800D30B
      Output Triple Kran
      Dimensi (p x l x t) (mm) 680 x 600 x 710
      Daya Listrik Kerja (watt) 1800
      Daya Listrik Stand by (watt) 0 – 400
      Sistem Mekanik gearbox + belt
      Kapasitas (liter) 15
      Refrigerant R 134 a
      Kelebihan menggunakan Mesin Es Krim
      Beberapa kelebihan Mesin Pembuat Es Krim Kami antara lain:
      • Mesin dapat digunakan sesuai kapasitas produksi yang diinginkan.
      Mesin Es Krim kami memiliki jumlah 3 kran, sehingga efisien dalam proses produksi, waktu, kapasitas produksi dan kebutuhan daya listrik.
      • Lebih Efisien Tenaga dan Biaya.
      Tenaga kerja yang dibutuhkan cukup 1 (satu) orang saja dengan tingkat keterampilan yang tidak terlalu tinggi. Kami memiliki 2 mesin jadi untuk proses produksi jumlah total 2 pekerja.
      • Ada Support Bahan Baku (bubuk es krim instant)
      kami dapat melakukan proses produksi menggunakan bahan baku bubuk es krim instant yang berkualitas sebagai penambah varian rasa dan produk. Dan juga menggunakan bahan susu kedelai yang kaya protein dan rendah lemak.

      Kerjasama perusahaan
      Perusahaan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lainnya terutama dengan perusahaan pemasok dan perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan produksi, advertising dan publict relation. Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat tercipta hubungan yang baik dengan para partner sehingga kerjasama tersebut dapat membuahkan keuntungan yang maksimal.

      Organisasi

      Organisasi perusahaan ini dibawah kendali pemilik perusahaan dan pemegang saham pribadi dan beberapa pelaksana yang bertugas menangani kinerja karyawan secara langsung.
      Sehingga pembagian tugas dicerminkan dengan struktur organisasi sederhana yang dilandasi dengan disiplin, kerjasama, kejujuran, dan semangat adalah sebagai berikut

      Dengan kelebihan sebagai berikut:
      1. kesatuan komando terjamin.
      2. pengmbilan keputusan tepat sasaran.
      3. mudah dikenali sifat-sifat setiap karyawan/pekerja.
      4. terdapat rasa kekeluargaan yang kuat.

      Posisi teratas merupakan pemilik perusahaan, dibawahnya adalah 4 kepala bagian yang masing-masing sekaligus sebagai pelaksana yang menjalankan wewenang dalam hal produksi, SDM, keuangan, dan pemasaran. Selanjutnya tugas mereka sebagai pelaksana adalah terjun langsung kedalam kegiatan usaha sekaligus untuk mengawasi kinerja karyawan, dan yang terakhir adalah 6 karyawan sesuai bidangnya masign-masing.

      Manajemen

      1. Top manajemen :
      Nama : Maulana Ivanul Hasan
      Posisi : DIRUT / Pemilik perusahaan

      2. Middle manajemen :
      a. Nama : Muhammad Husein
      Posisi : manajemen produksi
      Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.
      b. Nama : Doni Setyawan
      Posisi : manajemen Pemasaran
      Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.

      3. Lower manajemen :
      Terdiri dari 6 Karyawan dan receptionist, yaitu 3 di bidang produksi, 2 dibidang pelayanan (pelayan cafe), 1 di kasir.

      Kesenjangan/ Risiko yang mungkin dihadapi dalam Tim Manajemen:
      Manajemen yang sederhana ini memiliki beberapa keburukan diantaranya
      1. maju mundurnya perusahaan ditangan satu orang
      2. dapat terjadi tindakan otoriter
      3. kesempatan berkarir terbatas

      Oleh sebab itu untuk mengatasi beberapa kesenjangn tersebut maka pihak manajemen akan menunjuk tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang menyediakan saran, konsultasi hukum, dan pajak.
      Untuk meningkatkan kinerja maka diberikan 3 aspek penting yaitu kompensasi kerja, hubungan atasan bawahan yang harmonis, dan kondisi kerja yang nyaman.

      ANALISI KEUANGAN

      a. perencanaan keuangan
      Perusahaan didirikan oleh modal pribadi modal patungan dan modal pinjaman. Dalam pengoperasian usaha ini dibutuhkan peralatan berupa mesin produksi yang akan disusutkan sebesar 5-10% pertahun dan kendaraan untuk alat transportasi. Modal dipergunakan seefisien mungkin sehingga untuk penggajian karyawan tetap sesuai dan memuaskan sehingga diharapkan akan terjadi timbal balik dari karyawan.
      b. akuntansi keuangan
      Setiap transaksi baik itu kegiatan produksi, distribusi (pemasaran), iklan, prive dan transaksi perusahaan lainnya akan dicatat dan dianalisis oleh pihak akuntan untuk dapat mengambil kebijakan dan meramalkan usaha.
      c. analisis keuangan
      Menganalisis kinerja perusahaan terhadap penyimpangan-penyimpangn yang mungkin terjadi, analisis volume biaya keuntungan, analisis bauran penjualan, resiko dan untung-rugi perusahaan.
      d. akuntansi manajemen
      Menyediakan dasar pengalokasian biaya bagi setiap produk atau proses serta mempersiapkan dan mengontrol anggaran biaya.
      e. penganggaran
      Menyeleksi dan merencanakan investasi modal yang didasarkan pada besar pengembalian/keuntungan yang akan didapat dari investasi tersebut.

      Kapitalisasi dan Biaya Start-Up

      ITEM BIAYA
      Mesin produksi Rp 20.000.000,00
      Peralatan pendukung (mixer, oven, loyang dan alat pembuat kue lainnya) Rp 3.500.000,00
      Perlengkapan meja dan kursi, kipas angin Rp 4.000.000,00
      Pemasangan hot spot Rp 2.000.000,00
      Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
      Peralatan lain-lain (piring saji dll) Rp 2.500.000,00
      Freezer Rp 3.000.000,00
      TOTAL Rp 43.000.000,00
      Catatan:
      – membeli 2 mesin produksi
      – peralatan lain-lain adalah peralatan yang digunakan sebagai pelengkap produksi dan proses untuk penyajian.
      – peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi sebagai fasilitas atau sarana yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

      1. Kas Rp 50.000.000,00
      Modal Rp 50.000.000,00
      (Setoran untuk modal awal)
      2. Perlengkapan Rp 3.000.000,00
      Kas Rp 3.000.000,00
      (Pembelian Perlengkapan)
      3. Peralatan pendukung Rp 3.500.000,00
      Kas Rp 3.500.000,00
      (Pembelian Peralatan)
      4. Biaya tambahan (hot spot) Rp 2.000.000,00
      Kas Rp 2.000.000,00
      5. Peralatan tambahan Rp 2.500.000,00
      Kas Rp 2.500.000,00
      6. Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
      Kas Rp 8.000.000,00

      Estimasi Biaya Operasional dan Produksi per bulan

      ITEM BIAYA RATA RATA (perbulan)
      Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
      Iklan Rp 500.000,00
      Biaya transportasi Rp 200.000,00
      Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
      Penyusutan mesin Rp 200.000,00
      Penyusutan Kendaraan Rp 100.000,00
      Biaya Asuransi Rp 50.000,00
      Penggajian Rp 8.300.000,00
      Pembayaran hutang Rp 700.000,00
      Biaya Sewa Rp 1.200.000,00

      TOTAL Rp 15.600.000,00

      BIAYA TETAP (FC)

      Biaya Gaji Rp 8.300.000,00
      gaji 5 karyawan @ Rp 700.000 = Rp 3.500.000
      gaji 4 manajer @ Rp 1.200. 000 =Rp 4.800.000
      Biaya Asuransi Rp 50.000,00
      Penyusutan Rp 300.000,00
      penyusutan mesin Rp 200.000,00
      penyusutan kendaraan Rp 100.000,00
      Pembayaran Hutang Rp 700.000,00
      Biaya sewa Rp 1.200.000,00 +
      Rp 10.550.000,00

      BIAYA VARIABEL (VC)

      Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
      Iklan Rp 500.000,00
      Biaya transportasi Rp 200.000,00
      Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
      +
      Rp 4.050.000,00

      TOTAL BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
      Rp 10.550.000,00 + Rp 4.050.000,00 = Rp 14.600.000,00

      PERKIRAAN KEUNTUNGAN PENJUALAN perbulan

      PRODUK HARGA PER ITEM
      (rupiah) JML ITEM TERJUAL
      (Rata2 perhari) JML ITEM TERJUAL (perbulan) TOTAL
      (rupiah)
      1. Ice ConeBesar 5000 8 240 1.200.000
      2. Ice Cone Kecil 3000 8 240 720.000
      3. Soft Ice Bolu 8000 5 150 960.000
      4. Chococorte Bolu 10000 6 180 1.800.000
      5. Es Puter 5000 6 180 9.00.000
      6. Ice Cake 15000 4 120 1.800.000
      7. Es Goreng 4500 6 180 810.000
      8. Es Krim Sandwich 7000 5 150 1.050.000
      9.Es Krim Sandwich jumbo 10000 4 120 1.200.000
      10. Es Krim Buah 6000 6 180 1.080.000
      10. Es 11. Es krim jahe 4500 5 150 675.000
      12. Es krim sehat 6000 6 180 1.080.000
      1 13. Es krim yoghurt 8000 7 210 1.680.000
      14. Es Krim Teh Hijau 7000 8 240 1.680.000
      15. Es Krim Blackforest 10000 6 180 1.800.000
      16. Es Krim Ubi Jalar 4000 4 120 480.000
      17. Es Krim Kacang Hijau
      18. Es Krim pisang karamel
      Total Pemasukan Dari produk Es Krim, Bolu dan Cake 18.015.000

      Event organizer 1750000 – 2 3.500.000

      Total Pemasukan Dari Event 3.500.000
      TOTAL PEMASUKAN (TR) 21.035.000

      OMSET PEMASUKAN – PENGELUARAN
      = Rp 21.035.000,00 – Rp 15.600.000,00 = Rp 5.435.000,00

      Perkiraan kembali modal =
      Rp 50.000.000,00/ Rp 5.435.000 = 9,1
      jadi perkiraan akan kembali modal dalam jangka waktu 9 bulan.

      KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

      A. Kesimpulan

      Karakteristik produk yang kami miliki yaitu es krim rendah lemak, rendah gula dan rendah kolesterol dapat memberikan peluang yang positif bagi pasar. Produk kami dikenal oleh semua orang dan dapat dinikmati oleh siapa saja semua kalangan. Dengan pemanfaatan tempat dan pelayanan yaitu melalui Cream Cafe, memberikan nilai positif dalam hal fasilitas serta kenyamanan.
      Dari hasil analisis perusahaan, analisis strategi pemasaran, analisis operasional dan analisis keuangan diaatas dapat menunjukkan hubungan yang positif. Dimana total omset perbulan adalah Rp 21.035.000,00 kemudian dikurangi dengan biaya total perbulan sebesar Rp 15.600.000,00 maka dapat dikalkulasikan keuntungan bersih perusahaan sebesar Rp 5.435.000.,00
      Perusahaan dapat terus meningkatkan laba dengan strategi pemasaran yang jitu dan meningkatkan promosi atau iklan.
      Dari laba tersebut perusahaan (Cream Cafe) dapat memproyeksikan untuk mencapai Pay Back Periode selama 9 bulan, sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan dan diperluas bidang usahanya.

      Rekomendasi

      Dalam menjalankan bisnis ini yang perlu diberi perhatian khusus adalah bagaimanapihak manajemen dapat memanfaatkan modal yang besar untuk melebarkan sayap bisnis melalui diferensiasi produk, promosi penjualan yang efektif dan bagaimana mempublikasikan produk ice cream atau mempublikasikan keberadaan tempat usaha (Cafe) kepada masyarakat. Sehingga perlu untuk menjalin kerjasama yang baik dengan suplier, pihak-pihak advertising serta konsultan dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempelajari tingkah laku / selera konsumen serta perilaku kompetitor.

      Informasi Restaurant
      Nama Clara’s Cake and Cookies
      Alamat Jl. HOS Cokroaminoto 52 a. Jakarta Pusat
      Telephone +62 21 31908019, 31908123
      Jam Buka

      Jenis Masakan Cake dan Ice Cream
      Harga Rp.

      Tipe Cafe
      Suasana Santai
      Merokok Dilarang
      Busana Casual
      Lain – lain Tersedia Taart dan Ice Cream Low Sugar untuk diet dan penderita diabetes.

      Mitos : Es krim biang keladi kegemukan
      Fakta : Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik, karena kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat
      kecil yaitu sekitar 10% dari total kebutuhan energi/hari dan 15% dari total kebutuhan lemak/hari.

      Mitos : Es krim menyebabkan batuk pilek
      Fakta : Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh, jadi saat es krim es krim masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es. Penyebab batuk pilek adalah terutama virus dan alergen pada anak-anak yang mempunyai sifat alergi bawaan

      Mitos : Es krim menyebabkan gigi berlubang
      Fakta : Gigi berlubang disebabkan fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.
      Mitos : Memakan es krim terlalu cepat membuat sakit kepala
      Fakta : Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (atau yang lebih umum disebut brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal. Teori yang lain mengatakan penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut menyebabkan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala. Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut ganglion sphenopalatina, dan sangat mungkin inilah penyebab dari brain freeze.

      Kandungan gizi es krim per 100 g
      • energi (207 Kal)
      • protein (4 g)
      • lemak (12,5 g)
      • kalsium (123 mg)
      • fosfor (99 mg)
      • natrium/sodium

      Selain zat gizi di atas, agar lebih yummy, es krim ditambahkan pengemulsi dan perasa (flavour).

      Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya, yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap.
      Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D. Terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa susu termasuk dalam golongan pangan fungsional.

      Pangan fungsional merupakan pangan yang memiliki efek kesehatan lain di samping efek zat gizinya. Susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang memiliki efek kesehatan yang signifikan. Komponen bioaktif susu di antaranya adalah protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Hal ini menyebabkan produk-produk turunan susu juga masih memiliki efek fungsional, termasuk es krim.

      Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfalaktalbumin, betalaktoglobulin, imunogobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida.

      Alfalaktalbumin berperan serta dalam metabolisme karbohidrat. Alfalaktalbumin memiliki kemampuan berinteraksi dengan enzim galaktotransferase. Fungsi enzim tersebut mentransportasikan galaktosa ke pool glukosa. Beberapa penelitian membuktikan alfalaktalbumin sebagai zat antitumor.

      Betalaktoglobulin diduga dapat mengikat retinol (vitamin A) dalam saluran pencernaan, sehingga meningkatkan penyerapannya. Betalaktoglobulin juga mentransportasikan retinol.
      Imunoglobulin merupakan kelompok protein kompleks yang memiliki kontribusi signifikan dalam komposisi protein. Fungsinya meningkatkan imunitas tubuh.

      Laktoferin adalah glikoprotein pengikat zat besi, memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh nonspesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas ?iviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

      Glikomakropeptida (GMP) dapat menstimulasi sekresi gastrik dan meningkatkan regulasi pencernaan. Salah satu sekuen derivat GMP berpotensi sebagai pembentuk platelet dalam regulasi darah. Platelet yang terbentuk dapat mengurangi lamanya waktu pendarahan saat terjadi luka. GMP juga tersusun atas oligosakarida yang memiliki fungsi prebiotik (menstimulasi pertumbuhan bakteri baik).

      Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang telah diteliti fungsinya adalah laktosa. Laktosa akan menambah cita rasa dan mempertahankan palatabilitas (rasa enak) es krim.

      Fungsi-fungsi biologis asam lemak seperti asam butirat dan asam linoleat terkonjugasi juga telah diketahui. Salah satu fungsi asam butirat yang sangat mengejutkan adalah memiliki aktivitas antipatogenik, antibakteri, dan antiviral. Fungsi mineral kalsium adalah dalam hubungannya dengan kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

      Bahan lain yang turut menyusun es krim adalah gula, pengemulsi, dan penstabil. Jenis gula yang sering dipakai adalah sukrosa, berfungsi memperbaiki tekstur, meningkatkan kekentalan, dan memberi rasa manis. Bahan penstabil berfungsi menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es. Bahan pengemulsi dipakai untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Bahan penstabil yang umum digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, Naalginat, karagenan, gum arab, dan pektin.

      Rasa pada es krim merupakan kombinasi antara cita rasa dan bau, diciptakan untuk memenuhi selera konsumen. Tak heran jika es krim disukai oleh segala kalangan. Es krim sebetulnya memiliki nilai gizi tinggi dibandingkan dengan jenis minuman lain karena terbuat dari bahan dasar susu.
      Diposkan oleh bagus dwi styawan

    • Sabtu, 02 April 2011
      Studi Kelayakan Bisnis ES KRIBO

      RENCANA BISNIS
      “es kribo”
      (es krim dan bolu)

      A. PENDAHULUAN

      Latar Belakang

      Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki suhu udara harian yang cukup tinggi. Dicuaca yang panas tersebut, tentunya banyak orang akan merasa lelah dan dahaga setiap harinya. Oleh sebab itu kami mencoba mengembangkan suatu lahan bisnis yang sangat berpotensi karena hal tersebut yaitu suatu makanan dan minuman yang pasti disukai oleh semua kalangan/orang dengan harga yang terjangkau tetapi masih jarang di temukan di kota Semarang. Kami menyebut produk bisnis yang kami tawarkan tersebut dengan nama “Es Kribo” yaitu sebuah singkatan dari es krim dan bolu. Sebagai suatu tempat atau wadah yang akan kami gunakan untuk menyediakan berbagai bentuk dan varian ice cream tersebut, kami menggunakan sebuah tempat yang berbasis cafe ice cream yang kami beri nama “Cream cafe“. Dengan mengkombinasikan ide-ide baru yang kreatif sehingga diharapkan orang-orang (para konsumen) tertarik untuk menikmatinya bahkan sampai ‘meleleh’ ketagihan.
      Alasan pemilihan gagasan usaha atau keunggulan dari usaha tersebut adalah sebagai berikut :

      1. Iklim Tropis Indonesia
      Secara alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan bisnis es krim. Apalagi suhu udara harian di kota Semarang kenyataannya juga semakin bertambah.
      2. Konsumennya Berasal dari Berbagai Kalangan (sasaran konsumen luas).
      Semua orang mengenal es krim. Mulai anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan es krim. Produk ini sangat tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah dari pada produk yang asing atau baru ditawarkan. Kami akan mengkombinasikan rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan menggoda yang akan membuat konsumen mengenal dan menyukai produk kami.
      3. Pasar Bisnis Es Krim Mudah Dicari.
      Dengan memilih (survey) tempat yang ramai dan strategis misalnya tempat yang menjadi lalu lintas mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami yakin bisnis tersebut akan segera menuai kesuksesan.

      4. Belum adanya persaingan yang berarti.
      Produk kami memiliki keunggulan dibanding kompetitor lain yaitu kami menyajikan es krim dengan berbagai varian rasa tetapi kami memiliki resep khusus yang akan membuat konsumen ketagihan. Apalagi produk es krim kami rendah kandungan lemaknya (low fat ice cream)sehingga sangat menyehatkan apabila di konsumsi setiap hari.
      5. Mudah Dimulai dan Dijalankan ( tidak memerlukan keterampilan tinggi) serta Pengawasan yang mudah.
      Untuk memulainya kami tidak memerlukan keterampilan khusus, tetapi mudah dipelajari. Tidak perlu tenaga dengan keahlian khusus. Modal awal yaitu memiliki mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream) sekaligus perawatan perawatan mesinnya. Kemudian peralatan dalam membuat kue-nya. Untuk pengawasan mudah dilakukan karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
      6. Proses Pembuatan (produksi) yang Cepat
      Membuat es krim tidak perlu waktu terlalu lama, dan jumlah produksi dan variasi produk pun bisa Anda atur sendiri. Sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama.
      7. Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinya
      Peluang bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es krim tetap ada. Kami yakin peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia. Pangsa pasar-nya pun akan terus kami kembangkan setiap periode.

      Misi dan Tujuan Perusahan

      Misi : Mampu menguasai sektor-sektor skala kecil sampai skala yang besar dengan mengutamakan pelayanan, mutu, dan variasi produk berdasar pada etika dan persaingan yang sehat.

      Tujuan 1 : Memperoleh keuntungan dari tingkat pejualan produk yang akan terus ditingkatkan dengan tetap mengutamakan mutu produk, kesehatan konsumen, kepercayaan konsumen, serta menghindarkan kebosanan dan kejenuhan terhadap selera pasar sehingga meningkatkan kredibilitas atau nilai perusahaan.

      Tujuan 2 : Target pangsa pasar mengalami peningkatan minimal 15% pertahun.

      Tujuan 3 : Laju pertumbuhan produksi perusahaan mengalami peningkatan minimal 5% pertahun dengan mampu bersaing secara sehat serta membuat dan menemukan peluang yang kreatif.

      LEMBAGA – LEMBAGA YANG MEMBIAYAI
      Modal dalam menjalankan bisnis tersebut kami peroleh dari :
      1. Patungan (Sebesar Rp 10.000.000,00)
      2. Pinjaman bank (Sebesar Rp 35.000.000,00)

      B. ANALISIS PERUSAHAAN

      Ringkasan Perusahaan

      Perusahaan ini memiliki nama “Cream cafe ” dimana produk utama kami adalah es krim dan bolu, serta produk-produk lain yang saling mendukung.
      Dengan perpaduan bermacam cita rasa dan bentuk tersebut kami yakin produk kami akan sangat menarik hati konsumen.
      Saluran distribusi untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal yaitu melalui publisitas dengan iklan-iklan kreatif, santunan dan promosi yang tepat sasaran untuk menguasai pasar.

      Sasaran konsumen adalah masyarakat umum yaitu semua orang/konsumen dari berbagai kalangan baik dari dalam ataupun dari luar wilayah adalah target pasar. Kami lebih menitik beratkan sasaran konsumen pada kalangan anak muda yang suka nongkrong dan berkumpul sambil menikmati produk kami yang harganya terjangkau.

      Kepemilikan Perusahaan

      Perusahaan dimiliki dan dikelola oleh pribadi dan 2 orang rekan yaitu mendirikan perusahaan dengan modal patungan dan juga diperoleh dari pinjaman. Namun dalam pelaksanaannya, saya bekerjasama dengan beberapa pihak yang saling menguntungkan.

      Pendirian Perusahaan

      Bisnis ‘Cream cafe’ ini berdiri dan diresmikan pada tanggal 1 januari 2011 oleh pemilik gabungan yang bernama Maulana Ivanul Hasan, Doni Setyawan dan Muhammad Husein dengan tujuan mendapatkan keuntungan usaha dengan mengembangkan industri makanan dan minuman yang berperan penting bagi manusia sebagai kebutuhan pokok sekaligus sebagai penciptaan suatu lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
      Alasan Kami memilih bisnis ice cream ini karena Indonesia adalah negara dengan daerah tropis dan tentu saja ice cream sudah tidak asing lagi bagi siapapun sehingga industri ice cream sangat cocok dikembangkan di Indonesia terutama di kota Semarang yang memiliki tingkat suhu udara cukup tinggi. Untuk pangsa pasar bisnis ice cream adalah selalu berkembang dan tak pernah mati.
      Namun, produk ice cream yang ditawarkan di berbagai industri ice cream atau perusahaan yang sudah ada sangat minimum dalam segi rasa dan bentuk, maka dari situlah muncul ide untuk mengeluarkan terobosan rasa-rasa baru dengan bentuk-bentuk varian yang menarik bahkan low fat ice cream dengan kualitas pelayanan yang terbaik.

      IZIN USAHA

      Cream cafe ini telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang telah diurus di Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Produk es krim dan bolu dari perusahaan kami juga sudah dijamin halal dan memiliki sertifikat BPOM.

      Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

      Kantor dan lokasi usaha adalah bergabung dalam satu bangunan. Banguna itu sendiri adalah rumah pribadi yang cukup luas dan telah didekorasi sesuai kebutuhan. Bisnis ini akan kami dirikan di wailayah Sampangan kota Semarang dimana letaknya cukup strategis dengan keberadaan dan lalu lintas konsumen seperti sekolah menengah atas, kampus maupun orang-orang yang sudah bekerja.
      Cream cafe ini mampunyai sistem seperti halnya cafe pada umumnya yang bisa di gunakan sebagai tempat meeting, nongkrong, kumpul, atau berdua dengan pasangan terutama untuk kalangan anak muda dengan view pemandangan yang menarik.

      Lokasi Perusahaan berada di Kawasan Simpang Lima Semarang dengan sistem sewa.
      Cream cafe ini juga dilengkapi dengan fasilitas hot spot yang dapat digunakan dengan gratis bagi para konsumen dengan membeli minimal salah satu produk.

      Bangunan yang bertingkat dan memiliki luas 15x30m dengan fasilitas tempat parkir yang cukup luas. Fasilitas tempat produksi adalah berada dibelakang (rumah produksi) dan tempat untuk menjualnya yaitu “Cream cafe”. Peralatan yang harus disediakan adalah mesin produksi (mesin ice) yang mampu memproduksi ice cream dengan efisien dan cepat. Serta peralatan pendukung lainnya untuk membuat cake.
      Bangunan ini tidak memiliki status sewa karena bangunan ini berdiri di atas tanah yang telah dibeli dan dimiliki oleh pribadi pemilik dan memilki sertifikat tanah.

      CSR (Corporate Social Responsibility)
      Nilai lebih perusahaan kami adalah dimana Cream cafe peduli dengan masyarakat sekitar. Kami berencana untuk menyediakan KOTAK SOSIAL yang berjumlah 2 buah yaitu di kasir dan di dekat pintu masuk. Dari situ Cream cafe akan mengumpulkan dana untuk di sumbangkan ke beberapa panti asuhan / panti jompo setiap 2 bulan sekali. Dari kegiatan rutin tersebut diharapkan perusahaan memiliki citra yang baik bagi masyarakat serta sebagai bentuk kepedulian sosial.

      ASPEK PRODUK

      Deskripsi Produk

      Barang atau produk yang akan dijual ada 12 jenis es krim ialah soft ice cream, hard ice cream (es puter), Ice cream cone, chococorte bolu, eskrim goreng dan ice cake dengan bermacam cita rasa, bentuk yang sangat menarik hati dan dengan variasi jenis maupun mutu dengan harga terjangkau. Semua produk Ice Cream yang saya tawarkan adalah memiliki kualitas low fat ice cream yaitu mengandung manfaat yang dapat menyehatkan tetapi rendah lemak. Disamping itu kami juga menawarkan berbagai minuman buah dan juga beberapa menu makanan yang menyehatkan dan tentu saja dapat saling melengkapi dengan produk utama yaitu Ice Cream.

      Karakteristik Produk

      Produk-produk yang saya tawarkan yaitu soft ice cream, hard ice cream, dan ice cake ini memiliki karakteristik rasa dan penyajian yang berbeda dari para pesaing yang sudah ada terutama menu ice cake yang kami tawarkan memiliki keunikan rasa dan bentuk yang sangat menarik sehingga calon konsumen dapat tertarik untuk menikmatinya. Saya selalu berinovasi menciptakan diferensiasi produk untuk menghindari kejenuhan akan beberapa produk sekaligus dalam usaha memenangkan persaingan.

      Untuk kualitas, mutu dan harga produk sudah kami perhitungkan dengan matang dimana sebagian besar konsumen menyukai cita rasa dan mutu yang tinggi tetapi dapat menikmatinya dengan harga yang terjangkau.
      Kami memberikan mutu pelayanan yang terbaik dan bersahabat dengan mempekerjakan karyawan yang sudah berpengalaman di bidangnya.
      Jam operasinya berlangsung mulai pukul 10.00 siang sampai 10.00 malam atau menyesuaikan dengan event yang akan kami selenggarakan. Untuk pelayanan konsumen kita menyediakan sudut-sudut tempat yang nyaman dan didukung dengan view pemandangan kota yang memiliki daya tarik tersendiri.

      Produk-produk yang kami tawarkan ada 12 jenis es krim yaitu :
      1. soft ice bolu
      2. hard ice cream (es puter)
      3. ice cream cone (besar)
      4. ice cream cone (kecil)
      5. ice cream chococorte bolu
      6. es krim goreng
      7. es krim buah
      8. ice cream sandwich
      9. ice cake
      10. es krim jahe
      11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai)
      12. es krim yoghurt

      Kemudian Kami menyediakan berbagai macam pilihan rasa diantaranya :
      – Chocolate
      – Coconut
      – Capucino
      – Durian
      – Mocha
      – Noughat
      – Raspberry
      – Vanila
      – Strawberry
      – Jahe

      ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

      Analilis Pasar

      Mengembangkan usaha untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal dengan berbagai iklan, santunan dan promosi yang kreatif untuk menguasai pasar.
      Memenangkan persaingan secara sehat dengan membuat dan menemukan peluang yang kreatif dan luar biasa. Pencapaian target konsumen dilakukan seluas-luasnya dengan segmentasi yang terencana dengan baik.

      Segmentasi pasar :
      Calon konsumen yang ingin diraih adalah seluruh kalangan konsumen baik dari konsumen kelas atas ataupun dari kelas menengah ke bawah yang terdiri dari semua umur, jenis kelamin dan kalangan baik itu dewasa anak-anak dan terutama kaum remaja.
      Potensi jumlah konsumen dari kelas atas maupun kelas menengah ke bawah adalah optimis tinggi karena bisnis ini tergolong sederhana, higienis, banyak diminati dan tentunya karena harganya yang terjangkau.
      Kesimpulannya segmentasi pasar yang kami miliki sangat luas serta tidak memiliki batasan sehingga sangat petensial untuk dikembangkan.

      Target pasar / peramalan pasar:
      Pasar untuk bisnis ice cream adalah sangat luas. Konsumennya bisa berasal dari semua kalangan terlebih dengan harga yang terjangkau maka pasar dapat terdiri dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, para pekerja dan orang yang berpenghasilan rendah sampai menengah.
      Tetapi kami akan lebih memfokuskan kepada konsumen dari kalangan anak muda Semarang yang dinamis serta memiliki minat yang tinggi untuk nongkrong, nonton film, mendengarkan musik atau hanya sekedar melepas penat. bagi kesibukan sehari-hari.
      Oleh sebab itu proyeksi pertumbuhan pasar diharapkan mampu berkembang dengan pesat karena dari segi lokasi usaha sendiri memang belum terdapat persaingan yang ketat sehingga kami mempunyai peluang pasar yang akan terus berkembang.

      Strategi Bisnis dan Implementasi

      Strategi pemasaran (marketing mix)

       Product : Produk ice cream yang kami tawarkan menggunakan teknologi mesin ice yang aman dan berstandar tetapi dalam pembuatannya kami menggunakan resep-resep khusus yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan pesaing. Produk dikemas dan disajikan dengan cantik dan menarik. Pelayanan penjualan produk yang ramah sehingga konsumen mendapatkan kepuasan.produk kami memiliki barand dan kualitas yang terjamin.

      Manfaat dan keunggulan produk : Keunggulan produk kami adalah es krim yang memiliki kandungan lemak yang rendah. Bukan hanya itu, menu makanan yang kami sediakan sangat menyehatkan karena mengandung protein yang tinggi (dari susu) dan kadar gulanya juga rendah sehingga baik untuk tubuh. Selain protein, juga terkandung calcium dimana calcium dapat melindungi tubuh kita dari berbagai macam penyakit chronis seperti kanker, sakit kepala sebelah, obesitas anak-anak dan membantu kita untuk menghilangkan lemak yang tidak kita inginkan

       Promotion : promosi dilakukan di berbagai tempat keramaian secara intensif dengan sales promosi sehingga diharapkan banyak orang yang mengetahui keberadaan usaha dan tertarik untuk membeli produk.
      Kegiatan promosi tersebut dapat berbentuk pemberian brosur, sample, pemberian voucher, iklan media massa, pamflet/spanduk dengan mengedepankan efisiensi dana, sifat pasar dan misi dari kegiatan iklan dan publikasi.
      Untuk pelayanan kami memberikan service yang sempurna kepada setiap konsumen yang datang di Cream cafe dengan sales promotion girl (SPG) yang sudah terlatih/berpengalaman.

       Price : untuk harga dapat ditekan dalam beberapa produk tertentu dengan kombinasi pedoman penetapan harga berdasarkan biaya produksi (cost plus pricing), penetapan harga berdasarkan nilai atau manfaat produk dan penetapan harga berdasarkan persaingan. Untuk cost plus pricing yaitu dengan biaya operasional/produksiyang seminimal mungkin, tetapi juga akan dinaikkan seiring dengan mutu produk. Kami memberikan patokan harga yang murah tetapi mampu bersaing dengan kompetitor. Harga berkisar antara Rp 5.000,- sampai dengan Rp 20.000,- saja.

      Berikut adalah daftar harga produk kami :

      1. soft ice bolu = Rp 8.000
      2. hard ice cream (es puter) = Rp 5.000
      3. ice cream cone (besar) = Rp 5.000
      4. ice cream cone (kecil) = Rp 3.000
      5. ice cream chococorte bolu = Rp 10.000
      6. es krim goreng = Rp 4.000
      7. es krim buah = Rp 5.500
      8. ice cream sandwich = Rp 6.000
      9. ice cake = Rp 15.000
      10. es krim jahe = Rp 4.000
      11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai) = Rp 6.000
      12. es krim yoghurt = Rp 8.000

       Place : penempatan lokasi sudah direncanakan dengan baik yaitu berada di lokasi strategis dekat dengan lingkungan kerja (kantor), lingkungan kampus juga lingkungan sekolah dan lingkungan umum dengan sasaran utamanya adalah anak muda sehingga lokasinya strategis dan memenuhi semua chanel. Lokasi Cream cafe juga bebas dari kemacetan dan mudah di jangaku dari arah pusat kota.

       Power : usaha ice cream ini selain dijual di rumah usaha (Cream cafe) juga akan diperluas usahanya sesuai dengan perencanaan yaitu dijual dalam pesanan tertentu untuk beerbagai keperluan.

       Public Relation : kegiatan usaha ini disediakan orang-orang yang sudah profesional dalam bidang public relation untuk mengelola pengenalan kegiatan usaha. Mutu pelayanan menjadi perhatian utama agar perusahaan memiliki citra yang baik dimata konsumen dan masyarakat.

      6P strategi pemasaran tersebut adalah untuk meyukseskan perusahaan yang dikenal dengan 4O yaitu
      • Object (barang yang dihasilkan untuk dijual)
      • Objective (tujuan memperoleh keuntungan jangka panjang)
      • Organization (bentuk organisasi yang efektif dan efisien)
      • Operative (pengoperasian organisaisi sesuai dengan strategi)

      Strategi periklanan dan publikasi

      a. Menentukan Sasaran:
      – konsumen yang dituju adalah semua kalangan dari usia sekolah, mahasiswa bahkan sampai para pekerja terutama masyarakat menengah keatas.
      – cara mencapai sasaran yaitu dengan melalui berbagai media seperti iklan radio, koran, majalah, berbagai brosur, iklan cetak dan lain-lain. Namun sarana yang paling penting disini adalah word mouth (dari mulut kemulut) dengan memberkan mutu pelayanan yang semaksimal mungkin diharapkan konsumen akan ikut menjadi subjek pemasaran.

      b. Besarnya Anggaran (budget) Iklan:
      budget iklan didasarkan pada persentase perkiraan volume penjualan perperiode yaitu sebesar 25%-40% dari perkiraan total nilai penjualan dari tahun pertama.

      c. memilih media massa yang tepat dan bekerjasama dengan rekan usaha yang saling menguntungkan ( misal dalam bentuk brosur, pamflet, iklan di radio/surat kabar)
      untuk beriklan di media koran/majalah dilakukan setiap seminggu sekali.

      d. desain iklan
      desain iklan kami buat semenarik mungkin, kreatif dan komunikatif sehingga pasar yang dituju dapat mengerti dan tertarik dengan produk es krim dan bolu kami.

      e. Mengevaluasi hasil iklan:
      membandingkan biaya iklan dengan penghasilan perusahaan. Dilakukan juga pengujian atas keberhasilan promosi dengan hasil penjualan yang akan dievaluasi setiap bulannya.

      STRATEGI PROMOSI DAN PUBLIKASI DALAM BIDANG EVENT ORGANIZER

      Selanjutnya kami dari pihak manajemen sendiri memiliki cara untuk publikasi yang cukup efektif yaitu dalam bidang event organizer dengan menyelenggarakan event musik indie (dengan tema yang akan disesuaikan dengan minat konsumen) yang sangat digemari oleh anak muda di Kota Semarang yang akan diadakan 2 kali dalam satu bulan. Langkah ini merupakan penggabungan hobi kami dalam bidang musik dan Cefe Kribo digunakan sebagai tempat dan penyelenggara event tersebut yaitu dengan perencanaan sebagai berikut:

      1. Menyediakan peralatan band + sound sistem (kepunyaan sendiri).
      2. Menyiapkan band-band yang akan tampil yaitu 2-3 band bintang tamu dan 10 band kolektif ( setiap band kolektif yang ingin tampil dalam acara tersebut harus melakukan registrasi dengan menyetorkan uang registrasi sebesar Rp 50.000,- per band, jadi total pemasukan dari band kolektif adalah Rp 500.000,-.
      3. Menyiapkan jadwal dan susunan acara. Bagi band kolektif diberi durasi waktu 15 menit tiap band dan 25 menit untuk band bintang tamu.
      4. Melakukan publikasi melalui media jejaring sosial seperti FACEBOOK dan TWITTER, media SMS dan media pamflet yang akan disebarkan di berbagai tempat keramaian anak muda kota Semarang.

      Skema dari acara ini adalah CREAM CAFE sebagai pihak sponsor dan penyelenggara dimana harga tiket masuk sebesar Rp. 13.000,- atau dapat juga masuk secara gratis dengan menggunakan kupon / voucher pembelian yang akan didapatkan setiap membeli produk es krim dan bolu kami setiap pembelian diatas harga Rp 10.000,-. Kapasitas untuk ruang dalam acara ini adalah mencapai lebih dari 200 orang karena pada hari penyelenggaraan event tersebut cafe hanya buka pada siang hari dan mulai sore hari jam 15.00 isi cafe (meja dan kursi) akan dikosongkan, selanjutnya acara akan dimulai jam 16.30 untuk penyelenggaraan event tersebut.

      Dari sini kami memproyeksikan keuntungan dari event tersebut adalah :

      a. pemasukan dari band kolektif = Rp 500.000,00
      b. penjualan tiket 150 pengunjung x 13.000 = Rp 1.950.000,00
      (50 pengunjung dari voucher/kupon pembelian)
      c. tambahan dari sponsor = Rp 500.000,00 +

      TOTAL PEMASUKAN Rp 2.950.000,00

      biaya operasional, publikasi dan iklan = ( Rp 500.000,00 )
      honor 2 band bintang tamu = ( Rp 600.000,00 )
      biaya pemeliharaan alat = ( Rp 100.000,00 ) +

      TOTAL PENGELUARAN Rp 1.200.000,00

      Jadi Pemasukan bersih = Rp 2.950.000,00- Rp 1.200.000,00 = Rp 1.750.000,00

      jadi, untuk tiap 1 kali penyelenggaraan event diperkirakan akan meperoleh keuntungan sebesar Rp 1.750.000,00. Kemudian dalam 1 bulan akan diselenggarakan 2 kali event jadi total pemasukan dari 2 event tersebut adalah Rp 3.500.000,00 perbulan.
      Menurut kami, event ini adalah terobosan yang efektif sebagai sarana pengenalan dan publikasi untuk CREAM CAFE yang efektif kepada kalangan anak muda pecinta musik indie Semarang sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan.

      ASPEK OPERASIONAL

      Rencana Penjualan

      Produk ice cream yang kami tawarkan dijual secara eceran maksudnya adalah produk tersebut tidak dibatasi jumlah minimum produk yang harus dibeli. Produk ini juga kami iklankan melalui media internet, tetapi untuk konsumen yang ingin melakukan pemesanan bisa juga melalui telepon. Dalam usaha ini kami juga melatih beberapa tenaga karyawan untuk proses produksi, dan dalam hal pelayanan konsumen.
      Untuk rencana penjualan kami akan mengkalkulasi rata-rata permintaan dari konsumen pada tiap bulannya selanjutnya data tersebut akan menjadi dasar acuan dalam penawaran produk bulan berikutnya mencakup penganggaran dan pembelian bahan baku.

      Proses Produksi
      Untuk proses produksi kami menggunakan mesin pembuat ice cream yang dapat bekerja maksimal. Mesin ini dapat membuat ice ceram dengan cepat sehingga efisien dalam waktu produksi.

      Deskripsi Mesin es krim adalah mesin untuk mengolah susu menjadi Es Krim (Soft Ice Cream) dengan berbagai macam rasa. Kami memiliki 2 tipe mesin es krim sesuai kebutuhan produksi.

      Fungsi Dengan mesin es krim ini, Kami bisa memproduksi es krim jenis lunak (soft ice cream) atau es cone dengan jumlah yang banyak dan memproduksi jenis hard ice cream.

      Tipe T1800D30B

      Spesifikasi Teknis Mesin Es Krim (Soft Ice Cream Maker)
      Tipe T1800D30B
      Output Triple Kran
      Dimensi (p x l x t) (mm) 680 x 600 x 710
      Daya Listrik Kerja (watt) 1800
      Daya Listrik Stand by (watt) 0 – 400
      Sistem Mekanik gearbox + belt
      Kapasitas (liter) 15
      Refrigerant R 134 a
      Kelebihan menggunakan Mesin Es Krim
      Beberapa kelebihan Mesin Pembuat Es Krim Kami antara lain:
      • Mesin dapat digunakan sesuai kapasitas produksi yang diinginkan.
      Mesin Es Krim kami memiliki jumlah 3 kran, sehingga efisien dalam proses produksi, waktu, kapasitas produksi dan kebutuhan daya listrik.
      • Lebih Efisien Tenaga dan Biaya.
      Tenaga kerja yang dibutuhkan cukup 1 (satu) orang saja dengan tingkat keterampilan yang tidak terlalu tinggi. Kami memiliki 2 mesin jadi untuk proses produksi jumlah total 2 pekerja.
      • Ada Support Bahan Baku (bubuk es krim instant)
      kami dapat melakukan proses produksi menggunakan bahan baku bubuk es krim instant yang berkualitas sebagai penambah varian rasa dan produk. Dan juga menggunakan bahan susu kedelai yang kaya protein dan rendah lemak.

      Kerjasama perusahaan
      Perusahaan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lainnya terutama dengan perusahaan pemasok dan perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan produksi, advertising dan publict relation. Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat tercipta hubungan yang baik dengan para partner sehingga kerjasama tersebut dapat membuahkan keuntungan yang maksimal.

      Organisasi

      Organisasi perusahaan ini dibawah kendali pemilik perusahaan dan pemegang saham pribadi dan beberapa pelaksana yang bertugas menangani kinerja karyawan secara langsung.
      Sehingga pembagian tugas dicerminkan dengan struktur organisasi sederhana yang dilandasi dengan disiplin, kerjasama, kejujuran, dan semangat adalah sebagai berikut

      Dengan kelebihan sebagai berikut:
      1. kesatuan komando terjamin.
      2. pengmbilan keputusan tepat sasaran.
      3. mudah dikenali sifat-sifat setiap karyawan/pekerja.
      4. terdapat rasa kekeluargaan yang kuat.

      Posisi teratas merupakan pemilik perusahaan, dibawahnya adalah 4 kepala bagian yang masing-masing sekaligus sebagai pelaksana yang menjalankan wewenang dalam hal produksi, SDM, keuangan, dan pemasaran. Selanjutnya tugas mereka sebagai pelaksana adalah terjun langsung kedalam kegiatan usaha sekaligus untuk mengawasi kinerja karyawan, dan yang terakhir adalah 6 karyawan sesuai bidangnya masign-masing.

      Manajemen

      1. Top manajemen :
      Nama : Maulana Ivanul Hasan
      Posisi : DIRUT / Pemilik perusahaan

      2. Middle manajemen :
      a. Nama : Muhammad Husein
      Posisi : manajemen produksi
      Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.
      b. Nama : Doni Setyawan
      Posisi : manajemen Pemasaran
      Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.

      3. Lower manajemen :
      Terdiri dari 6 Karyawan dan receptionist, yaitu 3 di bidang produksi, 2 dibidang pelayanan (pelayan cafe), 1 di kasir.

      Kesenjangan/ Risiko yang mungkin dihadapi dalam Tim Manajemen:
      Manajemen yang sederhana ini memiliki beberapa keburukan diantaranya
      1. maju mundurnya perusahaan ditangan satu orang
      2. dapat terjadi tindakan otoriter
      3. kesempatan berkarir terbatas

      Oleh sebab itu untuk mengatasi beberapa kesenjangn tersebut maka pihak manajemen akan menunjuk tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang menyediakan saran, konsultasi hukum, dan pajak.
      Untuk meningkatkan kinerja maka diberikan 3 aspek penting yaitu kompensasi kerja, hubungan atasan bawahan yang harmonis, dan kondisi kerja yang nyaman.

      ANALISI KEUANGAN

      a. perencanaan keuangan
      Perusahaan didirikan oleh modal pribadi modal patungan dan modal pinjaman. Dalam pengoperasian usaha ini dibutuhkan peralatan berupa mesin produksi yang akan disusutkan sebesar 5-10% pertahun dan kendaraan untuk alat transportasi. Modal dipergunakan seefisien mungkin sehingga untuk penggajian karyawan tetap sesuai dan memuaskan sehingga diharapkan akan terjadi timbal balik dari karyawan.
      b. akuntansi keuangan
      Setiap transaksi baik itu kegiatan produksi, distribusi (pemasaran), iklan, prive dan transaksi perusahaan lainnya akan dicatat dan dianalisis oleh pihak akuntan untuk dapat mengambil kebijakan dan meramalkan usaha.
      c. analisis keuangan
      Menganalisis kinerja perusahaan terhadap penyimpangan-penyimpangn yang mungkin terjadi, analisis volume biaya keuntungan, analisis bauran penjualan, resiko dan untung-rugi perusahaan.
      d. akuntansi manajemen
      Menyediakan dasar pengalokasian biaya bagi setiap produk atau proses serta mempersiapkan dan mengontrol anggaran biaya.
      e. penganggaran
      Menyeleksi dan merencanakan investasi modal yang didasarkan pada besar pengembalian/keuntungan yang akan didapat dari investasi tersebut.

      Kapitalisasi dan Biaya Start-Up

      ITEM BIAYA
      Mesin produksi Rp 20.000.000,00
      Peralatan pendukung (mixer, oven, loyang dan alat pembuat kue lainnya) Rp 3.500.000,00
      Perlengkapan meja dan kursi, kipas angin Rp 4.000.000,00
      Pemasangan hot spot Rp 2.000.000,00
      Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
      Peralatan lain-lain (piring saji dll) Rp 2.500.000,00
      Freezer Rp 3.000.000,00
      TOTAL Rp 43.000.000,00
      Catatan:
      – membeli 2 mesin produksi
      – peralatan lain-lain adalah peralatan yang digunakan sebagai pelengkap produksi dan proses untuk penyajian.
      – peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi sebagai fasilitas atau sarana yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

      1. Kas Rp 50.000.000,00
      Modal Rp 50.000.000,00
      (Setoran untuk modal awal)
      2. Perlengkapan Rp 3.000.000,00
      Kas Rp 3.000.000,00
      (Pembelian Perlengkapan)
      3. Peralatan pendukung Rp 3.500.000,00
      Kas Rp 3.500.000,00
      (Pembelian Peralatan)
      4. Biaya tambahan (hot spot) Rp 2.000.000,00
      Kas Rp 2.000.000,00
      5. Peralatan tambahan Rp 2.500.000,00
      Kas Rp 2.500.000,00
      6. Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
      Kas Rp 8.000.000,00

      Estimasi Biaya Operasional dan Produksi per bulan

      ITEM BIAYA RATA RATA (perbulan)
      Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
      Iklan Rp 500.000,00
      Biaya transportasi Rp 200.000,00
      Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
      Penyusutan mesin Rp 200.000,00
      Penyusutan Kendaraan Rp 100.000,00
      Biaya Asuransi Rp 50.000,00
      Penggajian Rp 8.300.000,00
      Pembayaran hutang Rp 700.000,00
      Biaya Sewa Rp 1.200.000,00

      TOTAL Rp 15.600.000,00

      BIAYA TETAP (FC)

       Biaya Gaji Rp 8.300.000,00
      gaji 5 karyawan @ Rp 700.000 = Rp 3.500.000
      gaji 4 manajer @ Rp 1.200. 000 =Rp 4.800.000
       Biaya Asuransi Rp 50.000,00
       Penyusutan Rp 300.000,00
      penyusutan mesin Rp 200.000,00
      penyusutan kendaraan Rp 100.000,00
       Pembayaran Hutang Rp 700.000,00
       Biaya sewa Rp 1.200.000,00 +
      Rp 10.550.000,00

      BIAYA VARIABEL (VC)

       Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
       Iklan Rp 500.000,00
       Biaya transportasi Rp 200.000,00
       Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
      +
      Rp 4.050.000,00

      TOTAL BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
      Rp 10.550.000,00 + Rp 4.050.000,00 = Rp 14.600.000,00

      PERKIRAAN KEUNTUNGAN PENJUALAN perbulan

      PRODUK HARGA PER ITEM
      (rupiah) JML ITEM TERJUAL
      (Rata2 perhari) JML ITEM TERJUAL (perbulan) TOTAL
      (rupiah)
      1. Ice ConeBesar 5000 8 240 1.200.000
      2. Ice Cone Kecil 3000 8 240 720.000
      3. Soft Ice Bolu 8000 5 150 960.000
      4. Chococorte Bolu 10000 6 180 1.800.000
      5. Es Puter 5000 6 180 9.00.000
      6. Ice Cake 15000 4 120 1.800.000
      7. Es Goreng 4500 6 180 810.000
      8. Es Krim Sandwich 7000 5 150 1.050.000
      9.Es Krim Sandwich jumbo 10000 4 120 1.200.000
      10. Es Krim Buah 6000 6 180 1.080.000
      10. Es 11. Es krim jahe 4500 5 150 675.000
      12. Es krim sehat 6000 6 180 1.080.000
      1 13. Es krim yoghurt 8000 7 210 1.680.000
      14. Es Krim Teh Hijau 7000 8 240 1.680.000
      15. Es Krim Blackforest 10000 6 180 1.800.000
      16. Es Krim Ubi Jalar 4000 4 120 480.000
      17. Es Krim Kacang Hijau
      18. Es Krim pisang karamel
      Total Pemasukan Dari produk Es Krim, Bolu dan Cake 18.015.000

      Event organizer 1750000 – 2 3.500.000

      Total Pemasukan Dari Event 3.500.000
      TOTAL PEMASUKAN (TR) 21.035.000

      OMSET PEMASUKAN – PENGELUARAN
      = Rp 21.035.000,00 – Rp 15.600.000,00 = Rp 5.435.000,00

      Perkiraan kembali modal =
      Rp 50.000.000,00/ Rp 5.435.000 = 9,1
      jadi perkiraan akan kembali modal dalam jangka waktu 9 bulan.

      KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

      A. Kesimpulan

      Karakteristik produk yang kami miliki yaitu es krim rendah lemak, rendah gula dan rendah kolesterol dapat memberikan peluang yang positif bagi pasar. Produk kami dikenal oleh semua orang dan dapat dinikmati oleh siapa saja semua kalangan. Dengan pemanfaatan tempat dan pelayanan yaitu melalui Cream Cafe, memberikan nilai positif dalam hal fasilitas serta kenyamanan.
      Dari hasil analisis perusahaan, analisis strategi pemasaran, analisis operasional dan analisis keuangan diaatas dapat menunjukkan hubungan yang positif. Dimana total omset perbulan adalah Rp 21.035.000,00 kemudian dikurangi dengan biaya total perbulan sebesar Rp 15.600.000,00 maka dapat dikalkulasikan keuntungan bersih perusahaan sebesar Rp 5.435.000.,00
      Perusahaan dapat terus meningkatkan laba dengan strategi pemasaran yang jitu dan meningkatkan promosi atau iklan.
      Dari laba tersebut perusahaan (Cream Cafe) dapat memproyeksikan untuk mencapai Pay Back Periode selama 9 bulan, sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan dan diperluas bidang usahanya.

      Rekomendasi

      Dalam menjalankan bisnis ini yang perlu diberi perhatian khusus adalah bagaimanapihak manajemen dapat memanfaatkan modal yang besar untuk melebarkan sayap bisnis melalui diferensiasi produk, promosi penjualan yang efektif dan bagaimana mempublikasikan produk ice cream atau mempublikasikan keberadaan tempat usaha (Cafe) kepada masyarakat. Sehingga perlu untuk menjalin kerjasama yang baik dengan suplier, pihak-pihak advertising serta konsultan dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempelajari tingkah laku / selera konsumen serta perilaku kompetitor.

      Informasi Restaurant
      Nama Clara’s Cake and Cookies
      Alamat Jl. HOS Cokroaminoto 52 a. Jakarta Pusat
      Telephone +62 21 31908019, 31908123
      Jam Buka

      Jenis Masakan Cake dan Ice Cream
      Harga Rp.

      Tipe Cafe
      Suasana Santai
      Merokok Dilarang
      Busana Casual
      Lain – lain Tersedia Taart dan Ice Cream Low Sugar untuk diet dan penderita diabetes.

      Mitos : Es krim biang keladi kegemukan
      Fakta : Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik, karena kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat
      kecil yaitu sekitar 10% dari total kebutuhan energi/hari dan 15% dari total kebutuhan lemak/hari.

      Mitos : Es krim menyebabkan batuk pilek
      Fakta : Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh, jadi saat es krim es krim masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es. Penyebab batuk pilek adalah terutama virus dan alergen pada anak-anak yang mempunyai sifat alergi bawaan

      Mitos : Es krim menyebabkan gigi berlubang
      Fakta : Gigi berlubang disebabkan fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.
      Mitos : Memakan es krim terlalu cepat membuat sakit kepala
      Fakta : Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (atau yang lebih umum disebut brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal. Teori yang lain mengatakan penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut menyebabkan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala. Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut ganglion sphenopalatina, dan sangat mungkin inilah penyebab dari brain freeze.

      Kandungan gizi es krim per 100 g
      • energi (207 Kal)
      • protein (4 g)
      • lemak (12,5 g)
      • kalsium (123 mg)
      • fosfor (99 mg)
      • natrium/sodium

      Selain zat gizi di atas, agar lebih yummy, es krim ditambahkan pengemulsi dan perasa (flavour).

      Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya, yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap.
      Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D. Terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa susu termasuk dalam golongan pangan fungsional.

      Pangan fungsional merupakan pangan yang memiliki efek kesehatan lain di samping efek zat gizinya. Susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang memiliki efek kesehatan yang signifikan. Komponen bioaktif susu di antaranya adalah protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Hal ini menyebabkan produk-produk turunan susu juga masih memiliki efek fungsional, termasuk es krim.

      Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfalaktalbumin, betalaktoglobulin, imunogobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida.

      Alfalaktalbumin berperan serta dalam metabolisme karbohidrat. Alfalaktalbumin memiliki kemampuan berinteraksi dengan enzim galaktotransferase. Fungsi enzim tersebut mentransportasikan galaktosa ke pool glukosa. Beberapa penelitian membuktikan alfalaktalbumin sebagai zat antitumor.

      Betalaktoglobulin diduga dapat mengikat retinol (vitamin A) dalam saluran pencernaan, sehingga meningkatkan penyerapannya. Betalaktoglobulin juga mentransportasikan retinol.
      Imunoglobulin merupakan kelompok protein kompleks yang memiliki kontribusi signifikan dalam komposisi protein. Fungsinya meningkatkan imunitas tubuh.

      Laktoferin adalah glikoprotein pengikat zat besi, memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh nonspesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas ?iviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

      Glikomakropeptida (GMP) dapat menstimulasi sekresi gastrik dan meningkatkan regulasi pencernaan. Salah satu sekuen derivat GMP berpotensi sebagai pembentuk platelet dalam regulasi darah. Platelet yang terbentuk dapat mengurangi lamanya waktu pendarahan saat terjadi luka. GMP juga tersusun atas oligosakarida yang memiliki fungsi prebiotik (menstimulasi pertumbuhan bakteri baik).

      Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang telah diteliti fungsinya adalah laktosa. Laktosa akan menambah cita rasa dan mempertahankan palatabilitas (rasa enak) es krim.

      Fungsi-fungsi biologis asam lemak seperti asam butirat dan asam linoleat terkonjugasi juga telah diketahui. Salah satu fungsi asam butirat yang sangat mengejutkan adalah memiliki aktivitas antipatogenik, antibakteri, dan antiviral. Fungsi mineral kalsium adalah dalam hubungannya dengan kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

      Bahan lain yang turut menyusun es krim adalah gula, pengemulsi, dan penstabil. Jenis gula yang sering dipakai adalah sukrosa, berfungsi memperbaiki tekstur, meningkatkan kekentalan, dan memberi rasa manis. Bahan penstabil berfungsi menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es. Bahan pengemulsi dipakai untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Bahan penstabil yang umum digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, Naalginat, karagenan, gum arab, dan pektin.

      Rasa pada es krim merupakan kombinasi antara cita rasa dan bau, diciptakan untuk memenuhi selera konsumen. Tak heran jika es krim disukai oleh segala kalangan. Es krim sebetulnya memiliki nilai gizi tinggi dibandingkan dengan jenis minuman lain karena terbuat dari bahan dasar susu.

    • TUGAS DASAR-DASAR MANAJEMEN
      TENTANG
      DEFINISI MANAJEMEN

      DISUSUN OLEH:

      NAMA: MUHAMMAD GUNTUR
      NIM: D1C011063
      PROGRAM STUDI: TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
      KELAS :K

      DEFINISI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI :
      1. MENURUT DR. SP. SIAGIAN DALAM BUKU “FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI “KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH SUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN MELALUI ORANG LAIN”.
      DENGAN DEMIKIAN DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MANAGEMENT MERUPAKAN INTI DARIPADA ADMINISTRASI KARENA MEMANG MANAGEMENT MERUPAKAN ALAT PELAKSANA UTAMA DARIPADA ADMINSITRASI”
      2. MENURUT PROF. DR. H. ARIFIN ABDULRACHMAN DALAM BUKU “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN :
      A. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS;
      B. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN;
      C. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN
      3. MENURUT ORDWAY TEAD YANG DISADUR OLEH DRS. HE. ROSYIDI DALAM BUKU “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, DEFINISI MANAJEMEN ADALAH “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.
      4. MENURUT “MARRY PARKER FOLLET” :
      “MANAJEMEN SEBAGAI SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN”.
      5. MENURUT JAMES A.F. STONNER :
      “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.
      JADI DAPAT DISIMPULKAN MANAJEMEN ADALAH PROSES KEGIATAN DENGAN MELALUI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN TERTENTU SERTA DILAKSANAKAN SECARA BERURUTAN BERJALAN KE ARAH SUATU TUJUAN.
      6.MENURUT PROFF. DRS. OEI LIANG LIE
      Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber2 daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan

      Daftar pustaka
      http://putracenter.net/2008/11/21/definisi-manajemen-menurut-para-ahli/
      http://bahankuliah.blogsome.com/2010/12/07/definisi-manajemen/

    • NAMA : FITRA HAYATI
      NIM : D1C011084
      PRODI :THP
      TUGAS : DASAR-DASAR MANAJEMEN

      Definisi Manajemen secara umum menurut Para Ahli :

      1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel :

      Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

      2. Menurut R. Terry :

      Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
      3. Menurut James A.F. Stoner :

      Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
      4. Menurut Lawrence A. Appley :

      Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
      5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :

      Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
      6. Menurut Millet :
      Manajemen sebagai suatu proses pembimbingan, pengarahan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terkoordinasi dalam kelompok-kelompok formal untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
      7. Menurut Ordway tead yang disadur oleh drs. He. Rosyidi dalam buku “organisasi dan management“, :
      Manajemen adalah “proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan “.
      8. Menurut Dr. Sp. Siagian dalam buku “filsafat administrasi” :
      Manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”
      9. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “kerangka pokok-pokok management” dapat diartikan :
      a. kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas;
      b. proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan- urutan;
      c. insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan
      10. Menurut “Marry Parker Follet” :
      “Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.

    • TUGAS PRESENTASI DASAR-DASAR MANAJEMEN

      NAMA KELOMPOK:
      JUJUNG H MARPAUNG (D1C011066)
      RISKY KIRANA ( D1C011050)
      TRICA MEYLANNIE (D1C011054)
      FITRA HAYATI( D1C011084)

      TEORI MANAJEMEN ILMIAH KLASIK
      1. Robert Owen (1771-1858)
      Adalah seorang manajer Pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert Owen menyebutkan bahwa mesin yang terawat dapat juga memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian juga dengan tenaga kerja haruslah baik. Cara agar karyawan dapat memberikan keuntungan adalah dengan memberikan perhatian, kompensasi, perhatian kepada kesehatannya, tunjangan dll. Dengan demikian karyawan dapat bekerja dengan cara yang maksimal dan pekerja juga dapat bekerja dengan semangat.
      2. Charles Babbage (1792-1891)
      Menganjurkan kepada para manajer untuk saling bertukar pengalaman mengenai penerapan prinsip-prinsip manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk menaikkan proses kerja karyawan sehingga dapat bekerja secara efektif dan efisien.
       Teori organisasi Klasik
      Hanry Fayol (1841-1925)
      Hanry fayol dan Taylor sama-sama menitik beratkan pada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang harus dipelajari oleh karyawan dan manajer. Namun, Fayol lebih mengutamakan kepada manajer tingkat bawah sedangkan Taylor memusatkan perhatian kepada manajer tingkat menengah dan atas.
      Fayol juga membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pembagian perintah, pengkoordinasian, dan pengawasan
      Sedangkan Fayol membagi kegiatan manajemen menjadi, teknik produksi dan manufacturing product, komersial, keuangan, keamanan, akuntansi, dan manajerial

      Henry Fayol juga mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu:
       Adanya spesialisasi karyawan, sehingga dapat bekerja secara efisien
       Adanya wewenang dan tanggung jawab
       Disiplin kerja
       Adanya instruksi kepada karyawan, sehingga karyawan tidak bingung dalam bekerja
       Rencana dan tujuan yang sama antara karyawan dengan manajer
       Mengutamakan kepentingan bersama
       Gaji yang adil bagi karyawan
       Adanya pembagian kekuasaan/peran dalam bekerja
       Komunikasi harus sesuai alur tingkatan pekerja
       Menempatkan pekerja sesuai kemampuan
       Perlakuan yang adil terhadap karyawan
       Karyawan baru harus menyesuaikan diri terhadap bidang kerjanya yang baru
       Kebebasan berpendapat
       ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI (NEO KLASIK)
      Aliran ini timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efisiensi dalam produksi keselarasan kerja.
      1. Elton Mayo (1863-1949)
      Mayo lebih mengarahkan perhatian kepada moral dan efisiensi kerja karyawan. Dimana, Mayo memperhatikan bagaimana hubungan manusiawi anatara manajer dengan karyawan. Hal ini juga sangatlah memiliki dampak yang besar. Karena apabila kondisi moral pekerja buruk dan kurangnya efisiensi kerja oleh karyawan, maka hubungan manusiawi dalam organisasi itu juga memburuk.
      contohnya, kondisi lingkungan karywan bekerja, apabila dibuat nyaman maka akan membuat karyawan senang dan dapat bekerja secara maksimal.

       ALIRAN HUBUNGAN MODERN
      (ILMU PENGETAHUAN)
      1. Perilaku Organisasi
      Ditandai dengan pandangan dan pendapat baru mengenai perilaku manusia dan sistem. Tokoh perilaku organisasi tersebut yaitu :
       Douglas McGregor yang terkenal dengan teori X dan Y
       Frederick Herzberg terkenal dengan teori motivasi higienis
       Chris Argiris mengatakan bahwa organisasi sebagai sistem sosial
       Edgar Schein dinamika kelompok dalam organisasi
       Abhraham Maslow mengemukakan tentang hirarki kebutuhan tentang perilaku dan dinamika proses
       Robert Blak dan Jane Mouton mengemukakan 5 gaya kepemimpinan dan dinamika proses
       Rensislikert mengemukakan 4 sistem manajemen dari sistem I. explotatif otoritatif sampai 4. partisipatif kelompok
       Fred feidler menerapkan pendekatan kontingen pada studi kepemimpinan
      prinsip dasar perilaku organisasi dari tokoh manajemen modern :
       Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat
       Manajemen harus sistematik dan pendekatan yg digunakan harus dgn pertimbangan secara hati-hati
       Organisasi sebagi suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai situasi
       Pendekatan motivasional yg menghasilkan komitmen pekerja thd tujuan organisasi sangat dibutuhkan
       MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
      1. Lingkungan Internal Organisasi (Internal Environment) yaitu Lingkungan yang berada di dalam organisasi yang terdiri dari karyawan, manajemen dan budaya organisasi
      2. Lingkungan Eksternal Organisasi/ Lingkungan Organisasi (Organizational Environment) yaitu meliputi semua elemen yang berada di luar organisasi tetapi berpotensi mempengaruhi organisasi. Lingkungan ini terdiri atas :
      a. Lingkungan Umum (General Environment) merupakan Lapisan lingkungan eksternal yang mempengaruhi organisasi secara tidak langsung. Termasuk dalam lingkungan ini antara lain dimensi internasional, teknologi, sosiokultur, ekonomi dan legal politik.
      b. Lingkungan Tugas (Task Environment) yaitu Lapisan lingkungan eksternal yang secara langsung mempengaruhi operasi dan kinerja organisasi. Lingkungan ini meliputi pesaing, pemasok, pelanggan dll.

  1. NAMA: ANGGA NIM: PO 71.20.0.09.1897
    STUDY KELAYAKAN BISNIS WANET
    Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi sangat meningkat, untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan sarana – sarana yang memadai dalam rangka pengiriman dan penerimaan informasi yang baik terutama dalam pelayanan jasa telekomunikasi Untuk melihat kelayakan usaha tersebut dapat diketahui dari berbagai aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha tersebut, kita lihat satu persatu aspek-aspek tersebut yang pertama aspek pasar, apabila pasar atau konsumen yang akan menikmati produk jasa ini tidak begitu banyak berarti dilihat dari aspek pasar usaha ini tidak layak, yang kedua aspek teknis apabila tidak ada unsur-unsur teknis yang mendukung jalannya usaha ini tidak dapat berjalan dengan maksimal, aspek keuangan apakah modal yang diperlukan memenuhi target dan sumber-sumber dana yang ditaksirkan, aspek manajemen siapa yang melakukan masing-masing aspek tersebut, aspek hukum bagaimana bentuk legalitas perusahaan, apakah mempunyai izin usaha, aspek sosial bagaimana pengaruhnya kepada masyarakat sekitar proyek.

    Tujuan
    1. Untuk menjelaskan bagaimana penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok.
    2. Untuk menjelaskan bagaimana mengkonversikan penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok menggunakan metode Payback Period, Net Present Value ( NPV ).
    Objek
    Objek perusahaan dalam proposal ini adalah CV. Rame Depok.

    Analisa Aspek-Aspek Kelayakan Proyek
    Dalam merencanakan suatu proyek tersebut dipengaruhi enam aspek yang perlu menjadi perhatian untuk membantu kelancaran suatu usaha. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi dan sosial.

    1. Aspek Pasar dan Pemasaran
    Penyediaan sarana jasa Warung Internet ini adalah salah satu bentuk pelayanan jasa komunikasi yang di butuhkan dari sekian banyak kebutuhan manusia, melalui jasa ini pemilik warnet harus jeli dalam menentukan lokasi dimana akan didirikannya warnet tersebut, dan didalam pendirian warnet CV. Rame ini yang terletak di Jl. sawangan, Lokasinya sangat memungkinkan karena terletak sangat srategis dimana banyak anak sekolahan dan warga yang bertempat tinggal, dan di sepanjang Jl. sawangan ini banyak orang yang membuka usaha, seperti apotik, rumah makan, puskesmas, warnet ini berdekatan juga dengan perkampungan yang ditempati mayoritas oleh penduduk asli Depok. Dalam hal ini untuk pembukaan cabang baru warnet CV. Rame di Jl.sawangan dapat diperkirakan layak untuk didirikan .

    2. Aspek Teknis
    Pihak CV. Rame dalam melayani konsumen selama 24 jam. Pemilihan lokasi cukup strategis, karena terletak di daerah yang banyak anak sekolahan dimana banyak anak sekolahan dan warga yang melintasi jalan ini.

    3. Aspek Manajemen / Organisasi
    Yang dinilai dari aspek ini adalah parah pengelola usaha dan stuktur organisasi yang ada. mulai dari merencanakan, melaksanakan samapai dengan mengendalikan agar tidak terjadi penyimpangan.

    Keterangan dan penjelasan dari bagan struktur organisasi CV. Rame adalah sebagai berikut :
    A. PEMIMPIN CV. Rame
    Pemimpin adalah pemilik CV. Rame yaitu Sarmi Dan Rati beliau adalah pimpinan tertinggi dalam perusahaan karena ia yang mendirikan dan sekaligus yang memberikan wewenang dan mengontrol langsung jalannya perusahaan Tugas dan tanggung jawab serta wewenang :
    a. Mengkoordinir, mengawasi segala kegiatan CV. Rame baik dalam hal pelayanan terhadap konsumen kenyamanan dalam warnet
    b. Membuat rencana kerja
    c. Membuat keputusan mengenai kebijaksanan umum
    d. Membina dan mengarahkan para karyawan untuk bekerja lebih baik
    e. Berhak menegur dan mengkoreksi tindakan karyawan yang menyimpang dari aturan
    f. Berhak memberhentikan dan mengganti karyawan
    g. Memutuskan jumlah gaji karyawan

    B. BENDAHARA CV. Rame
    Bendahara CV. Rame adalah sahabat dari Sarmi dan Rati yang bernama Melati dan Evi . Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya:
    a. Mencatat dan membekukan setiap transaksi
    b. Mengatur biaya dan pendanaan yang dilakukan perusahaan
    c. Mengeluarkan dana yang diperlukan oleh warnet
    d. Menyiapkan laporan keuangan hasil operasi usaha
    e. Melaporkan penyimpangan yang terjadi

    C. KARYAWAN
    Karyawan CV. Rame terdiri dari dua orang karyawan Tugas dan Tanggung jawab :
    a. Bekerja dengan baik pada warnet Rame
    b. Menjalankan transaksi pemakaian jasa telekomunikasi
    c. Menerima dan bertanggung jawab atas uang pembayaran konsumen
    d. Melaporkan pada bagian keuangan terhadap uang hasil pendapatan
    e. Bertanggung jawab yang baik kepada konsumen

    4. Aspek Ekonomi Sosial
    Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut di jalankan. Dampak ekonomi tertentu yaitu peningkatan pendapatan masyarakat. Demikian pula dengan dampak sosial seperti sarana dan prasarana seperti jalan, pendidikan, transportasi, dll.

    5. Aspek Hukum
    Membahas masalah tentang kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk, badan usaha sampai surat izin yang dimiliki.

    6. Apek Dampak Lingkungan (AMDAL)
    Setiap proyek yang dijalankan akan berdampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar baik terhadap darat, air dan udara yang akhirnya berdampak pada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.

    Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi sangat meningkat, untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan sarana – sarana yang memadai dalam rangka pengiriman dan penerimaan informasi yang baik terutama dalam pelayanan jasa telekomunikasi Untuk melihat kelayakan usaha tersebut dapat diketahui dari berbagai aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha tersebut, kita lihat satu persatu aspek-aspek tersebut yang pertama aspek pasar, apabila pasar atau konsumen yang akan menikmati produk jasa ini tidak begitu banyak berarti dilihat dari aspek pasar usaha ini tidak layak, yang kedua aspek teknis apabila tidak ada unsur-unsur teknis yang mendukung jalannya usaha ini tidak dapat berjalan dengan maksimal, aspek keuangan apakah modal yang diperlukan memenuhi target dan sumber-sumber dana yang ditaksirkan, aspek manajemen siapa yang melakukan masing-masing aspek tersebut, aspek hukum bagaimana bentuk legalitas perusahaan, apakah mempunyai izin usaha, aspek sosial bagaimana pengaruhnya kepada masyarakat sekitar proyek.

    Tujuan
    1. Untuk menjelaskan bagaimana penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok.
    2. Untuk menjelaskan bagaimana mengkonversikan penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok menggunakan metode Payback Period, Net Present Value ( NPV ).
    Objek
    Objek perusahaan dalam proposal ini adalah CV. Rame Depok.

    Analisa Aspek-Aspek Kelayakan Proyek
    Dalam merencanakan suatu proyek tersebut dipengaruhi enam aspek yang perlu menjadi perhatian untuk membantu kelancaran suatu usaha. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi dan sosial.

    1. Aspek Pasar dan Pemasaran
    Penyediaan sarana jasa Warung Internet ini adalah salah satu bentuk pelayanan jasa komunikasi yang di butuhkan dari sekian banyak kebutuhan manusia, melalui jasa ini pemilik warnet harus jeli dalam menentukan lokasi dimana akan didirikannya warnet tersebut, dan didalam pendirian warnet CV. Rame ini yang terletak di Jl. sawangan, Lokasinya sangat memungkinkan karena terletak sangat srategis dimana banyak anak sekolahan dan warga yang bertempat tinggal, dan di sepanjang Jl. sawangan ini banyak orang yang membuka usaha, seperti apotik, rumah makan, puskesmas, warnet ini berdekatan juga dengan perkampungan yang ditempati mayoritas oleh penduduk asli Depok. Dalam hal ini untuk pembukaan cabang baru warnet CV. Rame di Jl.sawangan dapat diperkirakan layak untuk didirikan .

    2. Aspek Teknis
    Pihak CV. Rame dalam melayani konsumen selama 24 jam. Pemilihan lokasi cukup strategis, karena terletak di daerah yang banyak anak sekolahan dimana banyak anak sekolahan dan warga yang melintasi jalan ini.

    3. Aspek Manajemen / Organisasi
    Yang dinilai dari aspek ini adalah parah pengelola usaha dan stuktur organisasi yang ada. mulai dari merencanakan, melaksanakan samapai dengan mengendalikan agar tidak terjadi penyimpangan.

    Keterangan dan penjelasan dari bagan struktur organisasi CV. Rame adalah sebagai berikut :
    A. PEMIMPIN CV. Rame
    Pemimpin adalah pemilik CV. Rame yaitu Sarmi Dan Rati beliau adalah pimpinan tertinggi dalam perusahaan karena ia yang mendirikan dan sekaligus yang memberikan wewenang dan mengontrol langsung jalannya perusahaan Tugas dan tanggung jawab serta wewenang :
    a. Mengkoordinir, mengawasi segala kegiatan CV. Rame baik dalam hal pelayanan terhadap konsumen kenyamanan dalam warnet
    b. Membuat rencana kerja
    c. Membuat keputusan mengenai kebijaksanan umum
    d. Membina dan mengarahkan para karyawan untuk bekerja lebih baik
    e. Berhak menegur dan mengkoreksi tindakan karyawan yang menyimpang dari aturan
    f. Berhak memberhentikan dan mengganti karyawan
    g. Memutuskan jumlah gaji karyawan

    B. BENDAHARA CV. Rame
    Bendahara CV. Rame adalah sahabat dari Sarmi dan Rati yang bernama Melati dan Evi . Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya:
    a. Mencatat dan membekukan setiap transaksi
    b. Mengatur biaya dan pendanaan yang dilakukan perusahaan
    c. Mengeluarkan dana yang diperlukan oleh warnet
    d. Menyiapkan laporan keuangan hasil operasi usaha
    e. Melaporkan penyimpangan yang terjadi

    C. KARYAWAN
    Karyawan CV. Rame terdiri dari dua orang karyawan Tugas dan Tanggung jawab :
    a. Bekerja dengan baik pada warnet Rame
    b. Menjalankan transaksi pemakaian jasa telekomunikasi
    c. Menerima dan bertanggung jawab atas uang pembayaran konsumen
    d. Melaporkan pada bagian keuangan terhadap uang hasil pendapatan
    e. Bertanggung jawab yang baik kepada konsumen

    4. Aspek Ekonomi Sosial
    Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut di jalankan. Dampak ekonomi tertentu yaitu peningkatan pendapatan masyarakat. Demikian pula dengan dampak sosial seperti sarana dan prasarana seperti jalan, pendidikan, transportasi, dll.

    5. Aspek Hukum
    Membahas masalah tentang kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk, badan usaha sampai surat izin yang dimiliki.

    6. Apek Dampak Lingkungan (AMDAL)
    Setiap proyek yang dijalankan akan berdampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar baik terhadap darat, air dan udara yang akhirnya berdampak pada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.

  2. PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS LAPORAN HASIL STUDI KELAYAKAN USAHA KERUPUK IKAN DI DAERAH KUIN KECAMATAN BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN Oleh : ADITYA RIEZKAN WAHDINE FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT TAHUN 2009 BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar luas wilayahnya merupakan perairan. Ikan merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak dihasilkan di Indonesia dan merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ikan mudah didapat dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kandungan protein yang tinggi pada ikan dan kadar lemak yang rendah sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Karena manfaat yang tinggi tersebut banyak orang mengkonsumsi ikan baik berupa daging ikan segar maupun makanan-makanan yang merupakan hasil olahan dari ikan. Bahkan di Jepang dan Taiwan ikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari. Ikan merupakan produk yang banyak dihasilkan oleh alam dan diperoleh dalam jumlah melimpah. Akan tetapi ikan juga merupakan bahan makanan yang cepat mengalami proses pembusukan dikarenakan kadar air yang tinggi. Kadar air yang tinggi adalah kondisi yang memberikan kesempatan bagi perkembangbiakan bakteri secara cepat. Kelemahan-kelemahan yang dimiliki ikan dirasakan menghambat usaha pemasaran hasil perikanan dan tidak jarang menimbulkan kerugian besar, terutama pada saat produksi ikan melimpah. Karena itulah sejak dahulu masyarakat telah berusaha melakukan berbagai cara pengawetan ikan agar dapat dimanfaatkan lebih lama. Proses pengolahan dan pengawetan ikan merupakan bagian penting dari mata rantai industri perikanan. Tanpa adanya proses tersebut usaha peningkatan produksi perikanan akan menjadi sia-sia karena tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Pada dasarnya usaha pengawaetan ini adalah untuk mengurangi kasar air yang tinggi di tubuh ikan. Terdapat bermacam-macam usaha pengawetan ikan dari usaha tradisional sampai usaha modern. Usaha pengawetan ikan dilakukan lui penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan lnginan ikan. Hasil dari usaha-usaha pengawetan tersebut sangat tergantung ‘proses pengawetannya. Untuk mendapatkan mutu terbaik dari proses awetan ikan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan bahan dan alat digunakan, termasuk ikan yang benar-benar masih segar dan garam yang bersih. Usaha pengawetan ikan tidak hanya sebatas pada pengolahan menjadi lauk yang masih berbentuk ikan tetapi juga pengolahan menjadi bentuk lain setelah dicampur dengan bahan-bahan lain. Ikan hasil pengolahan dan pengawetan umumnya sangat disukai oleh masyarakat karena produk akhirnya mempunyai ciri-ciri khusus yakni perubahan sifat-sifat daging seperti bau (odour), rasa (flavour), bentuk (appearance) dan tekstur. Salah satu makanan hasil olahan dari ikan adalah kerupuk ikan. Produk makanan kering dengan bahan ‘baku ikan dicampur dengan tepung tapioka ini” sangat digemari masyarakat. Makanan ini sering digunakan sebagai pelengkap ketika bersantap ataupun sebagai makanan ringan. Bahkan untuk jenis makanan khas tertentu selalu dilengkapi dengan kerupuk. Makanan ini menjadi kegemaran masyarakat dikarenakan rasanya yang enak, gurih dan ringan. Selain rasa yang enak tersebut, kerupuk ikan juga memiliki kandungan zat-zat kimia yang dtperlukan oleh tubuh manusia.. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan protein pada ikan tidak banyak yang hilang setelah mengalami pengolahan. Jika dibandingkan dengan kerupuk udang, kandungan vitamin dan mineral pada kerupuk ikan lebih rendah. Proses pembuatan kerupuk ikan sangatlah sederhana dan mudah diusahakan. Industri ini banyak berkembang di wilayah-wilayah perairan dengan produksi ikan tinggi. Di samping dapat diusahakan dengan peralatan modern, usaha ini juga dapat dijalankan dengan peralatan trafisiona. Oleh sebab Itulah usaha kerupuk ikan banyak dilakukan oleh rumah tangga yang merupakan industri mikro. Dari segi skala peusahaan, usaha pengolahan kerupuk ikan dilakukan oleh perusahaan besar-menengah dan juga perusahaan kecil rumah tangga. Perbedaan utama dari skala usaha tersebut adalah pada teknologl dan pangsa pasarnya. Perusahaan besar-menengah dalam proses produksinya menggunakan peralatan dengan teknologi modern dengan pangsa pasar tersebar balk dl daerah lokal maupun daerah lain bahkan ekspor. Berbeda dengan perusaha.an skala besar-menengah, usaha pengolahan kerupuk kecil rumah tangga sebagian besar menggunakan peralatan dengan teknologi yang sederhana dan pangsa dengan pangsa pasar yang masih terbatas pada pasar lokal. Usaha pengolahan kerupuk ikan banyak tersebar di wilayah Indonesia diantaranya adalah Kepulauan Belitung, Jawa Timur dan Kalimantan. Di Kalimantan sendiri hasil olahan perikanan merupakan salah satu produk andalan dengan salah satu wilayah sentra produksinya di Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu daerah dengan hasil perikanan yang cukup tinggi, Kal-Sel memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan usaha-usaha pengolahan produk perikanan. Hasil olahan produk perikanan yang terkenal dan Kal-Sel diantaranya adalah kerupuk ikan. Meskipun industri pengolahan hasil perikanan tersebar di wilayah Kal-Sel, pada daerah tertentu memiliki sentra industri yang menghasilkan produk spesifik. Industri kerupuk misalnya banyak berkembang di daerah Kuin, Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Penyusunan pola pembiayaan usaha pengolahan kerupuk ikan ini didasarkan pada Informasi dari studi lapangan yang dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan. Survey dilakukan pada industri pengolahan kerupuk ikan yang merupakan industri kecil rumah tangga. Industri-industri ini pada dasarnya tidak hanya memproduksi kerupuk ikan saja tetapi juga kerupuk jenis lain seperti kerupuk udang dan kerupuk dengan bahan baku tepung lainnya. Dilihat dari aspek ekonomis, usaha kerupuk ikan merupakan bisnis yang sangat menguntungkan. Peluang pasar dalam negeri maupun ekspor untuk komoditi ini masih sangat terbuka. Hal ini dikarenakan kerupuk ikan merupakan konsuumsi sehari-hari masyarakat sehingga permintaan untuk kerupuk ikan relatif stabil bahkan cenderung mengalami kenaikan. Selain mampu meningkatkan pendapatan bagi pengusaha, usaha ini juga mampu membantu meningkatkan pendapatan penduduk sekitar yang akhirnya berpengaruh pada perekonomian daerah. Dilihat dari aspek sosial, usaha kerupuk ikan mempunyai dampak sosial yang positif. Industri kecil rumah tangga ini mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Secara tidak langsung ini merupakan upaya penciptaan lingkungan kerja yang mengurangi jumlah pengangguran di suatu wilayah. Dilihat dari sisi dampak lingkungan, usaha kerupuk ikan tidak menimbulkan pencemaran Iingkungan. Limbah yang dihasilkan dari usaha ini hanyalah air sisa pembersihan yang tidak mengandung zat-zat kimia dan langsung meresap ke dalam tanah. BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2.1. Profil Usaha Usaha kerupuk ikan dapat dilakukan oleh industri besar-menengah bahkan industri kecil rumah tangga karena proses pembuatannya yang sangat mudah. Jenis usaha kerupuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu usaha kerupuk dengan bahan baku tepung tapioka dan ikan/udang dan usaha kerupuk dengan bahan baku utama tepung saja (baik tepung tapioka, tepung gaplek atau tepung lain tanpa campuran ikan/udang). Jenis kerupuk dengan bahan baku tepung diantaranya adalah kerupuk Kasandra dengan bahan baku hanya tepung tapioka, kerupuk puli dengan bahan baku tepung tapioka yang dicampur dengan tepung terigu dan kerupuk impala dengan bahan baku tepung tapioka yang dicampur dengan tepung gaplek. Setiap pengusaha tidak hanya memproduksi satu ]enis kerupuk saja. Alasan dari memproduksi lebih dari jenis kerupuk ini adalah bahwa pada prinsipnya proses pembuatan kerupuk hampir sama sehingga mesin-mesin yang sama bisa digunakan juga untuk memproduksi jenis yang lain. Mesin yang perlu ditambahkan adalah mesin pencetak yang sesuai dengan bentuk kerupuk yang diproses. Usaha dengan jenis produksi lebih dari satu juga akan membantu produsen dalam variasi produksi sehingga kerugian bisa diminimalisir. Salah satu sampel pengusaha misalnya, memproduksi kerupuk ikan setiap harinya. Selain itu dia juga memproduksi kerupuk jenis lain yaitu kerupuk puliumlah produksi kerupuk puli ini disesuaikan dengan pesanan yang ada dan juga dipengaruhi oleh pasar kerupuk ikan. Pada saat harga kerupuk puli naik ataupun saat harga kerupuk ikan kurang menguntungkan pengusaha akan meningkatkan jumlah,produksi kerupuk puli. Di Kalimantan Selatan, usaha pembuatan kerupuk ikan terdiri atas usaha perorangan dan usaha kelompok. Usaha perorangan banyak tersebar di seluruh wilayah di luar kecamatan sentra industri, sedangkan usaha kelompok banyak terdapat di wilayah-wilayah sentra industri. Jumlah produksi usaha perorangan relatif lebih rendah dengan wilayah pemasaran di dalam negeri, sementara, usaha kelompok mempunyai skala usaha yang lebih besar karena merupakan gabungan dari beberapa usaha individu dengan jumlah produksi lebih banyak dan wilayah pemasaran lebih luas sampai ke luar daerah terutama wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.. 2.2. Pola Pembiayaan Bank Dari segi pembiayaan, usaha pembuatan kerupuk ikan memerlukan biaya yang relatif sedikit. Untuk memulai usaha dengan 1 (satu) unit peralatan teknologi menengah diperlukan dana kurang lebih Rp.500.000.000,-. Kebutuhan modal ini dapat dicukupi dengan modal sendiri ataupun sebagian dapat dipenuhi dengan pinjaman dari bank. Kebutuhan biaya untuk investasi dan modal kerja usaha kerupuk ikan dapat dipenuhi dengan pinjaman bank. Pinjaman dari bank dapat berupa kredit investasi maupun kredit modal kerja. Dari survey yang telah ada, pengusaha kerupuk ikan yang merupakan industri keeil memperotieh kredit dari PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk (selanjutnya disebut Bank BRI). Kebanyakan dari usaha kerupuk ikan yang memperoleh kredit ini merupakan usaha perorangan. Pihak Bank BRI Banjaramasin sendiri tidak memberikan kredit untuk usaha kelompok karena risikonya terlalu besar sebab biasanya usaha kelompok menggunakan jaminan tanggung renteng. Selain tidak memberikan kredit untuk usaha kelompok, Bank BRI Sidoarjo juga tldak memberikan kredit untuk usaha-usaha di wilayah sentra industri. Alasan untuk tidak memberi kredit usaha di wilayah sentra ini karena hubungan yang erat diantara warga di wilayah sentra, sehingga jika salah satu pengusaha mengalami masalah pembayaran kredit akan mempengaruhi pengusaha yang lain. Oleh sebab itu, survey tidak dilakukan pada pengusaha-pengusaha yang berada di wilayah sentra industri kerupuk ikan. Pada umumnya pengusaha yang mendapatkan kredit adalah nasabah yang telah lama berhubungan dengan Bank BRI sebagai nasabah. Dari ketiga pengusaha yang mendapatkan kredit dari Bank BRI, dua nasabah memperoleh kredit sebesar Rp.500.000.000,- dan satu nasabah memperoleh kredit sebesar Rp.350.000.000,-. Salah satu nasabah dengan kredit Rp.500.000.000,- telah mendapat kreditdari Bank SRI sebanyak 2 kali dengan jumlah kredit sebelumnya sebesar Rp.300.000.000,-. Sedangkan seorang nasabah yang lainnya baru memperoleh sekali. Nasabah dengan kredit Rp.350.000.000,- telah mendapatkan kredit dari Bank BRI sebanyak 3 (tiga) kali. Masing-masing nasabah tersebut memlilki jangka waktu kredit selama 1 tahun yang dapat diperpanjang sesuai dengan kemampuannya. Jenis kredit yang diberikan Bank BRI Banjarmasin adalah kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing mempunyai persyaratan kredit yang berbeda. Untuk kredit investasi, Bank BRI memberikan kredit dengan perbandingan antara bLaya sendiri dan kredit dengan proporsi biaya sendiri sebesar 35% sampai 40%. Kredit investasi jangka waktunya 5 tahun dengan graee period selama 6 sampai 12 bulan. Untuk kredit modal kerja, plafon dana sendiri yang harus dimiliki untuk mendapatkan kredit ini sebesar 30%. Jangka waktu kredit modal kerja antara 1 sampai 3 tahun. Kredit modal kerja yang diberikan menggunakan pola rekening koran. Pola rekening koran adalah pembiayaan di mana nasabah yang mendapatkan kredit diharuskan membuka rekening di bank bersangkutan. Bank akan memberikan kredit sejumlah pengajuan yang disetujui dengan jangka waktu tertentu. Kredit tersebut dapat diambil sewaktu-waktu oleh nasabah selama jangka waktu kredit yang diberikan. Jumlah kredit ini dibayar lunas pada akhir periode dengan kata lain tidak menggunakan pola angsuran. Dengan pola ini memungkinkan bagi nasabah untuk mengambil sejumlah dana yang diperlukan pada waktu-waktu diperlukan. Tingkat suku bunga dihitung per hari berdasarkan jumlah kredit yang diambil dan jangka waktu pengambilan kredit. Jangka waktu pelunasan dapat diperpanjang sesuai dengan kemampuan nasabah. Bank BRI di tingkat unit akan memberikan Insentif Pembayaran Tepat Waktu (IPTW) bagi nasabah yang membayar tepat pada waktunya. Hal ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan usaha kecil. Tabel 2.1 Persyaratan Kredit Menurut Jenis dan Kredit No Persyaratan Kredit Investasi Modal Kerja 1 Bunga (% per tahun) 14-18 14-15 2 Grace period (bulan) 6-12 – 3 Jangka waktu kredit (tahun) 5 1-3 4 Dana sendiri nasabah (% plafon) 30-40 20-30 5 Periode angsuran Dibayar akhir periode Sumber : Data Primer Untuk mendapatkan kredit, nasabah harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh bank. Dua faktor utama yang dipertimbangkan bank adalah karakter dan agunan. Karakter berkaitan dengan sifat wirausahawan yang tangguh dan ulet serta bertanggungjawab, sehingga pihak bank dapat mempercayai bahwa kredit yang diberikan akan dikembalikan melalui usaha yang sungguh-sungguh. Agunan bisa dikatakan merupakan persyaratan yang mutlak harus ada dalam pengajuan kredit. Agunan biasanya berupa sertifikat “Ih/bangunan tempat usaha. Untuk pengusaha kerupuk ikan di Banjarmasin yang mendapatkan kredit dari Bank BRI menggunakan jaminan berupa sertifikat tanah/bangunan tempat usaha dan tabungan deposito. Industri pembuatan kerupuk merupakan industri pengolahan makanan, ‘karena itu harus mendapat ijin dari Departemen Perindustrian dan dan pangan dan Departemen Kesehatan. Perijinan yang diperlukan diantaranya adalah Tanda Daftar lndustri, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat ljin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan dan ijin SB/MD dari Departemen Kesehatan,dan ijin bebas gangguan lingkungan (HO). Pada awal pengajuan kredit, nasabah juga harus menanggung biaya Idministrasi yang harus dilunasi sebelumnya. Biaya administrasi tersebut meliputi: a. Biaya pengikatan jaminan b. Biaya notaris c. Provisi d. Biaya administrasi e. Asuransi resiko Kelima jenis biaya tersebut semua ditanggung oleh calon debitur dan harus dlbayar tunai sebelum kredit yang diajukan ditandatangani. Persyaratan-persyaratan yang ditetapkan di atas relatif mudah dan bisa dlpenuhi oleh calon debitur. Kemudahan lainnya adalah waktu yang diperlukan untuk reaHsasi kredit hanya membutuhkan waktu 1 (satu) bulan untuk nasabah baru, sedangkan untuk nasabah lama yang merupakan perpanjangan kredit hanya membutuhkan waktu 3 (tiga) hari. BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Aspek pasar menyangkut hal permintaan dan penawaran kerupuk ikan sedangkan aspek pemasaran meliputi masalah harga, rantai pemasaran, peluang pasar dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pemasaran kerupuk ikan. 3.1. Aspek Pasar 3.1.1 Permintaan Permintaan kerupuk ikan berasal dari usaha penggorengan, agen/toko dan pedagang. Secara kuantitatif belum ada data yang menggambarkan jumlah konsumsi kerupuk ikan. Meskipun demikian dapat diperkirakan bahwa jumlah konsumsi kerupuk relatif tinggi, karena makanan olahan ini banyak digemari oleh masyarakat luas. Menurut data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), penduduk wilayah perkotaan (urban) lebih banyak mengkonsumsi kerupuk dibanding penduduk wilayah pedesaan (rural). Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengeluaran untuk konsumsi kerupuk wilayah perkotaan lebih besar dibanding pengeluaran konsumsi kerupuk penduduk wilayah pedesaan. Jumlah konsumsi kerupuk di wilayah perkotaan yang lebih tinggi dibanding pedesaan dikarenakan pendapatan penduduk di kota yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pedesaan. Urbanisasi dan mobilitas penduduk yang sehari-harinya bekerja di kota telah menumbuhkan usaha penjualan makanan. Selain itu sifat kerupuk sebagai makanan pelengkap ini sering diabaikan oleh penduduk desa karena lebih fokus pad a pemenuhan kebutuhan yang lebih pokok. Tabel. 3.1 Konsumsi dan Pengeluaran Rata-rata perKapita untuk Kerupuk (wilayah) Wilayah Banyaknya (ons) Nilai (Rp.) Perkotaan (Urban) 0.193 154 Pedesaan (Rural) 0.147 99 Perkotaan + Pedesaan 0.166 122 Sumber : Susenas, Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, 2003 Dikatakan bahwa kerupuk merupakan makanan yang sangat digemari. oleh masyarakat luas wik penduduk miskin, pendapatan menengah maupun pendapatan tinggi. Dari tabel 3.2. berikut dapat diketahui bahwa semakin tlnggi pendapatan yang dimiliki oleh seseorang, semakin besar jumlah konsumsi kerupuk per bulannya. Tabel 3.2 Konsumsi Kerupuk Rata-rata per Kapita Menurut Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan Golongan Pengeluaran (Rp.) Konsumsi (Ons) Kurang dari 40.000 – 40.000-59.999 0.075 60.000-79.999 0.087 80.000-99.999 0.085 100.000-149.999 0.128 150.000-199.999 0.140 200.000-299.99 0.196 300.000-499.999 0.250 500.000 dan lebih 0.305 Rata-rata konsumsi per Kapita 0.166 Sumber : Susenas, Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, 2003 Selain dikonsumsi masyarakat dalam negeri, kerupuk ikan juga telah dlekspor ke luar negeri antara lain ke Belanda, Arab Saudi, Malaysia, Korea Selatan, Inggris, Singapura dan Belgia. Adapun jumlah ekspor untuk komoditi kerupuk (kerupuk udang dll) disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.3. Volume Ekspor Kerupuk Indonesia Menurut Jenisnya (Kg) Tahun Kerupuk Udang Kerupuk Lainnya 1993 5.484 2.268 1994 4.436 2.184 1995 4.798 1.499 1996 6.056 2.293 1997 3.719 1.169 1998 1.532 1.113 Sumber : http://www.investasi.belitungisland.com 3.1.2. Penawaran Usaha kerupuk ikan banyak diusahakan di daerah-daerah yang banyak menghasilkan Ikan terutama daerah-daerah pantai dan sungai-sungai besar seperti di Kalimantan. Meskipun beberapa daerah telah memproduksi kerupuk Ikan, data mengenai jumlah produksi kerupuk ikan baik di tingkat nasional maupun daerah belum bisa diperoleh. Sampai saat ini belum ada survey yang mengidentifikasi jumlah usaha kerupuk ikan baik di tingkat lokal maupun nasional. Kerupuk ikan dapat diproduksi sehari-hari dan tidak tergantung pada musim. Hanya saja kemungkinan terjadi penurunan pasokan kerupuk pada musim hujan karena produksinya menurun. Tetapi dengan berkembangnya teknologi, hambatan proses pengeringan pada musim hujan dapat teratasi sehingga pada musim hujan proses produksi masih bisa dilakukan meskipun tidak sebanyak pada musim kemarau. Selain itu pasokan ikan yang bisa diperoleh tiap hari dapat menjamin keberlangsungan usaha sekaligus pasokan kerupuk. 3.1.3. Analisis Persaingan dan Peluang Pasar Persaingan untuk usaha ini cukup tinggi karena jumlah usaha pembuatan kerupuk relatif banyak dan jenis kerupuk yang sangat bervariasi. Peluang pasar untuk produk kerupuk ini dapat diperoleh dengan menghasilkan produk inovasi baru dengan kualitas rasa yang lebih enak dan warna ataupun bentuk yang lebih menarik. Berbagai jenis kerupuk yang ada di pasaran membuat konsumen semakin mempunyai banyak pilihan. Selain produk inovasi baru peluang pasar untuk kerupuk ikan adalah segmen pasar yang sangat luas. Produk ini dikonsumsi secara luas dari masyarakat berpenghasilan rendah sampai masyarakat penghasilan tinggi. Kerupuk ikan harganya relatif murah sehingga bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Diperkirakan jumlah konsumsi kerupuk ikan akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan gaya hidup masyarakat yang menjadikan kerupuk ikan sebagai makanan pelengkap sehari-hari. 3.2. Aspek Pemasaran 3.2.1. Harga Harga kerupuk ikan mengikuti hukum penawaran dan permintaan. Jika penawaran menurun maka harga kerupuk cenderung naik. Banyaknya jumlah usaha dengan berbagai jenis kerupuk yang dihasilkan menyebabkan jumlah penawaran yang cukup besar. Dalam masalah harga, produsen tidak biisa menentukan harga seperti pada pasar persaingan sempurna. Pihak yang dapat mempengaruhi harga adalah pedagang. Banyaknya jenis kerupuk di pasar m.mbuat konsumen bebas memilih produk sesuai selera, sehingga produk van; laku tersebut akan naik harganya dan dapat menurunkan harga kerupuk jlnls lain. Harga rata-rata kerupuk ikan kualitas medium di tingkat produsen pada tahun 2004 di 5idoarjo mencapai Rp.30.000,- sampai Rp.32.500,- per bal isi I) kg kerupuk siap goreng atau Rp.6.000,- sampai Rp.6.500,- tiap kg. Harga kelrupuk ikan ini cukup fluktuatif. Perubahan harga tersebut bervariasi tetapi biasanya masih berada pada kisaran 10%. Kenaikan harga terjadi pada saat inilah produksi menurun yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan penurunan produksi terutama pada musim penghujan. 3.2.2. Rantai Pemasaran Rantai pemasaran menggambarkan bagaimana kerupuk ikan sampai krpada konsumen. Pengusaha kerupuk ikan sebagian besar hanya menghasilkan produk sampai pada kerupuk mentah siap goreng. Hasil produksi berupa kerupuk siap goreng dipasarkan ke konsumen akhir (rumah tangga) melalui 3 cara yaitu: 1. Usaha penggorengan Usaha penggorengan merupakan usaha yang timbul sebagai usaha pengolahan lanjutan dari kerupuk ikan. Produk dari usaha ini berupa kerupuk goreng siap konsumsi yang dikemas kemudian dijual ke konsumen melalui toko, pedagang, pasar ataupun langsung ke konsumen akhir. 2. Agen/toko Agen/toko ini berfungsi sebagai pengepul yang akan menjual produk kerupuk siap goreng pada penjual eceran atau langsung kepada konsumen akhir. 3. Pengecer Pedagang yang menjual langsung kepada konsumen Dari pola pemasaran produk di atas, dapat diketahui bahwa produk akan sampai pada konsumen akhir dalam dua bentuk yaitu kerupuk mentah siap goreng dan kerupuk goreng siap konsumsi. Dalam hal pengiriman produk dari produsen ke konsumen ada dua cara : 1. Diambil langsung ke produsen 2. Dikirim oleh produsen kepada agen atau toko pemesan Foto 1. Kerupuk Ikan Siap Dikirim ke Pedagang Sumber: Sri Giyanti, Pusat Studl Ekonomi dan Kebijakan Pubilk (PSE-KP) UGM Gambar 1. Diagram Air Rantai Pemasarn Kerupuk Ikan 3.2.3. Kendala Pemasaran Kendala dalam pemasaran kerupuk ikan adalah masalah harga: Harga kerupuk ikan per kilogramnya relatif lebih mahal dibandingkan jenis kerupuk lain yang tidak memakai ikan sebagai campuran. Mahalnya harga kerupuk ikan udang ini menyebabkan pembeli untuk produk ini masih terbatas. Masyarakat dengan pendapatan menengah ke atas mungkin akan membeli kerupuk ikan sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi untuk masyarakat dengan pendapatan yang masih rendah konsumsi untuk kerupuk ikan ini masih terbatas pada acara-acara tertentu yang dianggap istimewa dan untuk konsumsi sehari-hari lebih memilih kerupuk jenis lainnya yang lebih murah. Berikut perbandingan harga beberapa jenis kerupuk di tingkat produsen di Banjarmasin untuk jenis kerupuk dengan kualitas medium dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Jenis Krupuk dan Harganya di Banjarmasin Jenis Kerupuk Harga per kg Kerupuk Ikan 6.000,- Kerupuk Udang 8.000,- Kerupuk Puli 3.000,- Kerupuk Kasandra 2.900,- Kerupuk Impala 3.000,- Sumber : Data Primer Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada tingkat produsen, harga kerupuk ikan dan udang mencapai dua kali lipat dari harga jenis kerupuk dari tepung saja (tanpa ikan dan udang). Terlihat harga kerupuk udang mempunyai harga yang paling tinggi, sebab bahan baku berupa udang harganya lebih mahal diantara bahan baku jenis kerupuk lain. Dengan komposisi harga yang demikian tidak mengherankan jika permintaan kerupuk ikan relatif masih rendah terutama pada masyarakat berpenghasilan rendah. BAB IV ASPEK TEKNIS PRODUKSI Dalam bab ini akan dibahas mengenai teknis pembuatan kerupuk ikan. Secara teknis pembuatan kerupuk ikan relatif mudah dilakukan karena bahan-bahan yang mudah didapat dan alat-alat yang digunakan cukup sederhana. 4.1. Lokasi Usaha Lokasi usaha pengolahan produk ikan sebaiknya dilakukan di daerah-daerah yang dekat dengan wilayah perairan baik wilayah dekat pantai ataupun sungai-sungai besar agar dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah. Untuk pembuatan kerupuk ikan tidak memerlukan lokasi usaha yang spesifik. Rumah tangga pada umumnya dapat melakukan usaha ini sepanjang memiliki tanah lapang yang cukup untuk proses penjemuran. Pada lokasi usaha yang hanya memiliki tanah sempit dapat melakukan penyesuaian dengan membuat tempat penjemuran pada bagian atas bangunan yang dibuat bertingkat. 4.2. Fasilitas Produksi dan Peralatan 4.2.1. Fasilitas Produksi a. Bangunan untuk proses produksi Bangunan digunakan untuk aktivitas proses produksi yang meliputi penyiapan bahan baku, pembuatan adonan, pencetakan, pengukusan, pendinginan, pemotongan, pengeringan penjemuran dan penyimpanan. Luas lahan yang digunakan tergantung pada jenis dan banyaknya fasilitas yang dimiliki atau dengan kata lain skala usaha yang dimiliki. Layout pabrik diatur sesuai dengan urutan tahap-tahap produksi. Hal ini memudahkan untuk proses pemindahan barang dari masing-masing tahap. Ruangan untuk tempat pemotongan misalnya merupakan ruangan yang langsung tembus ke lahan penjemuran untuk memudahkan proses pengangkutan kerupuk setelah dipotong untuk selanjutnya dijemur. Gudang penyimpanan output disesuaikan dengan jumlah produksi. b. Lahan penjemuran Lahan penjemuran untuk pengeringan kerupuk ini relatif lebih luas dibandingkan bangunan tempat produksi yang lain. Tanah yang digunakan untuk penjemuran disemen agar kerupuk basah yang dijemur tidak kotor oleh tanah. Di pinggir-pinggir lahan penjemuran diberi atap untuk penyimpanan sementara kerupuk yang belum kering pada waktu malam hari atau saat hujan. 4.2.2. Peralatan Kerupuk ikan dapat diproduksi dengan alat yang sederhana atau dengan peralatan dengan teknologi modern. Untuk industri rumah tangga yang memproduksi kerupuk ikan baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual dengan likala yang masih kecil dapat menggunakan alat-alat yang sederhana. Adapun alat-alat sederhana yang digunakan untuk pembuatan kerupuk ikan yaitu: 1. Baskom 2. Dandang 3. Alat penghancur bumbu (cobek) 4. Pisau 5. Tampah (Nyiru) 6. Kompor 7. Loyang 8. Sendok Usaha pembuatan kerupuk ikan dengan skala yang besar menggunakan alat-alat dengan teknologi yang lebih modern. Penggunaan teknologi modern ini dapat mengurangi jumlah pekerja sekaligus menghasilkan produk dengan jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang singkat. Adapun peralatan modern yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk ikan antara lain: 1. Alat penghancur ikan Digunakan untuk melumatkan ikan yang telah dibersihkan kepala dan sisiknya sehingga diperoleh daging ikan yang telah ditumbuk halus dan siap dicampur dengan bahan lain. 2. Alat pelembut bahan (mulen) Mesin ini digunakan untuk melembutkan campuran ikan yang telah dihaluskan dan adonan tepung dan bumbu. Mesin ini berkapasitas hingga 10 kg dan dapat dijalankan oleh 1 (satu) orang tenaga kerja. 3. Bak pencampur bahan Bak ini berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang rata-rata 2 meter dan lebar 1 meter yang terbuat dari kayu. Ukuran bak ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas muatan yang diinginkan. 4. Pencetak Mesin pencetak ini digunakan untuk mencetak adonan, berbentuk silinder sebelum dimasukkan ke cetakan sesuai ukuran yang diinginkan. Terdapat juga meja press agar adonan yang tercetak menjadi lebih padat dan kenyal. Mesin cetak ini membutuhkan 1 orang tenaga kerja untuk menjalankannya. 5. Alat pengukus (dandang) Alat pengukus (dandang) berbentuk tabung panjang yang terbuat dari aluminium. 6. Mesin pemotong Mesin pemotong ini digunakan untuk memotong kerupuk yang telah diidinginkan selama 1 hari (24 jam). Mesin ini dijalankan oleh 2 (dua) orang tenaga kerja. 7. Oven Oven digunakan untuk mengeringkan kerupuk terutama pada saat sinar matahari kurang atau pada saat musim hujan. Oven berbentuk persegi panjang yang terbuat dari eor-coran semen dan pasir yang terbagi dalam dua bagian. Bagian atas merupakan tempat kerupuk yang akan dikeringkan sedangkan bagian bawah berupa kolong untuk mengalirkan panas. Oven terdiri dari dryer dan mesin diesel. 4.3. Bahan Baku Terdapat bermaaam-macam jenis kerupuk yang pembuatannya menggunakan bahan baku yang berbeda-beda. Seperti namanya, kerupuk ikan merupakan kerupuk yang berbahan baku ikan. Berbagai jenis ikan dapat dlgunakan untuk pembuatan kerupuk ikan, namun tidak semua jenis ikan dapat dibuat kerupuk ikan. Adapun jenis ikan yang sering dibuat kerupuk antara lain Ikan tenggiri dan ikan pipih, serta ikan-ikan lainnya. Selain ikan, usaha ini menggunakan bahan baku lain yaitu tepung tapioka, tepung terigu, tepung sagu dan telur. Bumbu juga digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan untuk mennmbal1 rasa lezat dan gurih. Adapun bumbu-bumbu yang digunakan adalah garam, gula dan penyedap rasa. Zat pewarna sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk memberikan warna agar lebih menarik. 4.4. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan kerupuk tidak memerlukan keahlian khusus. Dalam hal ini tenaga kerja pria dan wanita dapat dipekerjakan pada semua tahap pembuatan. Akan tetapi tenaga kerja laki-laki sebagian besar ditempatkan pada proses penyiapan bahan, peneetakan, pengukusan, dan pemotongan sedangkan tenaga kerja wanita banyak digunakan pada tahap pemotongan, penjemuran dan pengepakan. Selain tenaga kerja tetap, terkadang diperlukan tenaga kerja borongan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pesanan atau pada musim kemarau dimana proses produksi meningkat. 4.5. Teknologi Dalam usaha pembuatan kerupuk ikan dapat menggunakan teknologi tradisional ataupun teknologi modern. Perbedaan teknologi ini berkaitan dengan jenis peralatan yang digunakan selama proses produksi. a. Teknologi tradisional Peralatan yang digunakan pada teknologi ini mudah diperoleh sebab merupakan peralatan yang sering dipakai dalam rumah tangga pada umumnya. Selain alat, tenaga kerja merupakan faktor utama dalam hasil produksi kerupuk, sebab beberapa proses produksi mengandalkan tenaga manusia. Penggunaan peralatan sederhana ini sangat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan dan mutu. Dengan hanya menggunakan teknologi tradisional ini terkadang hanya dapat menghasilkan 1 (satu) kali adonan. Kapasitas produksi dengan alat sederhana ini sangat keeil dengan mutu yang kurang baik. b. Teknologi modern Pembuatan kerupuk dengan teknologi modern menggunakan peralatan seperti mesin cetak otomatis yang menghasilkan bentuk yang lebih variatif, mesin pemotong yang lebih eepat dan penggunaan oven, Penggunaan teknologi ini dapat menghasilkan jumlah produksi yang berlipat-lipat jika dibandingkan dengan teknologi sederhana. Dalam satu hari dapat dilakukan 3-4 kali adonan kerupuk. Selain itu dengan teknologi ini akan menghemat jumlah tenaga kerja yang digunakan yang akan menurunkan biaya operasional. c. Teknologi menengah Pada pembuatan kerupuk dengan teknologi menengah menggunakan peralatan yang terdiri dari mesin-mesin dengan kapasitas yang relatif masih rendah. 4.6. Proses Produksi Pengolahan kerupuk ikan hanya dari pengolahan bahan mentah sampai pada proses kerupuk siap goreng. Adapun proses pengolahannya adalah sebagai berikut: 1. Proses penyiapan bahan baku Proses penyiapan bahan baku adalah persiapan daging ikan, tepung serta bumbu-bumbu sesuai dengan perhitungan komposisi masing-masing bahan untuk setiap adonan. Dalam proses ini Bahan baku ikan perlu mendapat perhatian utama. Mutu ikan yang digunakan akan mempengaruhi mutu produksi kerupuk ikan, oleh karena itu perlu dipilih ikan yang masih segar. bengan demikian diperlukan pengetahuan untuk mengetahui tanda-tanda ikan dengan mutu yang baik (masih segar). Sebelum dihaluskan, ikan dibersihkan dahulu dengan eara menghilangkan sisik, insang, maupun isi perutnya kemudian dieuci sampai bersih. Bagian tubuh yang keras, seperti duri maupun tulang dibuang karena dapat menurunkan mutu kerupuk yang dihasilkan. Selanjutnya ikan tersebut digiling sampai halus. Di samping itu bahan baku berupa tepung dan telur serta bumbu disiapkan untuk proses adonan. 2. Proses pembentukan adonan Adonan dibuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan bumbu-bumbu yang digunakan. Tepung diberi air dingin hingga menjadi adonan yang kenta!. Bumbu dan ikan yang telah digiling halus dimasukkan ke dalam adonan dan diaduk/diremas hingga lumat dan rata. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam mulen untuk pelembutan, dan akan diperoleh adonan yang kenyal dengan campuran bahan merata. 3. Pencetakan Pencetakan adonan dapat dilakukan dengan tangan ataupun dengan mesin. Dengan menggunakan tangan adonan dibentuk silinder dengan panjang kurang lebih 30 cm dan diameter 5 cm. Dengan bantuan alat cetak adonan ini dapat dibuat dalam bentuk serupa. Kemudian adonan berbentuk silinder ini di “press” untuk mendapatkan adonan yang lebih padat. Selanjutnya adonan ini dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk silinder yang terbuat dari aluminium, Ikan Segar Ikan yang Mulai Membusuk Kulit – Warna kulit terang dan jernih – Kulit berwarna suram, pueat dan – Kulit masih kuat membungkus berlendir tubuh, tidak mudah sobek,terutama – Kulit mulai terlihat mengendur di pada bagian perut beberapa tempat tertentu – Warna-warna khusus yang ada – Kulit mudah robek dan warna- warna masih terlihat jelas khusus sudah hilang Kulit – Kulit berwarna suram, pueat dan – Kulit berwarna suram, pueat dan berlendir – Kulit mulai terlihat mengendur di beberapa tempat tertentu – Kulit mudah robek dan warna-warna khusus sudah hilang. khusus sudah hilang Sisik – Sisik menempel kuat pada tubuh – Sisik mudah terlepas dari tubuh sehingga sulit dilepas – Sisik mudah terlepas dari tubuh Mata – Mata tampak terang, jernih, – Mata tampak suram, tenggelam dan menonjol dan cembung berkerut an menonjol dan cembung – Mata tampak suram, tenggelam an menonjol dan cembung Insang – Insang berwarna merah sampai merah tua, terang dan lamella insang terpisah – Insang tertutup oleh lendir berwarna terang dan berbau segar seperti bau ikan – Insang berwarna coklat suram atau abu-abu dan lamella insang berdempetan – Lendir insang keruh dan berbau asam, menusuk hidung Daging – Daging kenyal, menandakan rigor mortis – Daging dan bagian tubuh lain berbau segar – Bila daging ditekan dengan jari tidak tampak bekas lekukan – Daging melekat kuat pada tulang – Daging perut utuh dan kenyal – Warna daging putih – Daging lunak, menandakan rigor mortis telah selesai – Daging dan bagian tubuh lain mulai berbau busuk – Bila ditekan dengan jari tampak bekas lekukan – Daging mudah lepas dari tulang – Daging lembek dan isi perut sering keluar – Daging berwarna kuning Kemerah – merahan terutama disekitar tulang punggung Bila ditaruh dalam air Bila ditaruh dalam air – Ikan segar akan tenggelam – Ikan yang sudah membusuk akan terapung di permukan air. Sumber: Eddy Afrianto dan Evi Liviawaty, Pengawetan dan pengolahan Ikan, Kanisius, Yogyakarta, 1989. 4. Pengukusan Adonan berbentuk silinder kemudian dikukus dalam dandang selama kurang lebih 2 jam sampai masak. Untuk mengetahui apakah adonan kerupuk telah masak atau belum adalah dengan cara menusukkan lidi ke dalamnya. Bila adonan tioak melekat pada lidi berarti adonan telah masak. Cara lain untuk menentukan masak atau tidaknya adonan kerupuk dapat dilakukan dengan menekan adonan tersebut. Bila permukaan silinder kembali seperti semula, artinya adonan telah masak. 5. Pendinginan Adonan kerupuk yang telah masak segera diangkat dan didinginkan. Untuk melepaskan dari cetakan, biasanya adonan diguyur dengan air. Adonan kemudian didinginkan di udara terbuka kurang lebih 1 (satu) hari atau kurang lebih 24 jam hingga adonan menjadi keras dan mudah diiris. 6. Pemotongan Tahap selanjutnya adalah pernotongan adonan kerupuk yang telah dingin. Sebuah mesin pemotong dijalankan oleh 2 (dua) orang. Proses ini juga dapat dilakukan secara sederhana yaitu mengiris adonan dengan pisau yang tajam. Pengirisan dilakukan setipis mungkin dengan tebal kira-kira 2 mm, agar hasilnya baik ketika digoreng. Untuk memudahkan pengirisan, pisau dilumuri dahulu dengan minyak goreng. 7. Penjemuran/pengeringan Adonan yang telah diiris-iris kemudian dijemur sampai kering. Penjemuran dilakukan di bawah sinar matahari kurang lebih 4 jam. Pada saat musim hujan untuk pengeringan kerupuk yang masih basah dapat dilakukan dengan oven (dryer) selama kurang lebih 2 jam. Tetapi kerupuk yang dikenngkan dengan sinar matahari hasilnya akan lebih bagus dibandingkan jika menggunakan oven. Kerupuk yang dikeringkan dengan sinar matahari jika digoreng akan lebih mengembang. Hal ini akan lebih menguntungkan para pengusaha penggorengan kerupuk dan akan mempengaruhi harga kerupuk. Karena itulah pengeringan menggunakan sinar matahari lebih disukai dibandingkan dengan menggunakan oven. 8. Pengepakan Setelah kering, kerupuk segera diangkat dari jemuran. Kerupuk yang telah kering dapat segera dibungkus dan dijual. Biasanya kerupuk ikan siap goreng dikemas dalam plastik sejumlah berat tertentu. Kemasan kerupuk dalam plastik tersebut disebut bal, dimana per bal dapat berisi 5 kg atau 10 kg kerupuk. Jika digambarkan dalam bentuk diagram alir, proses pembuatan kerupuk llean adalah sebagai berikut: Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Ikan 4.7. Jumlah, Jenis dan Mutu Produksi Dengan menggunakan teknologi sederhana, jumlah produksi kerupuk per hari yang dihasilkan sedikit. Dengan peralatan yang masih sederhana dan kapasitas produksi yang masih rendah, serta mengandalkan jumlah tenaga kerja manusia, pembuatan kerupuk ikan memerlukan waktu yang lebih lama sehingga dalam sehari terkadang hanya dapat melakukan 1 (satu) kali adonan dengan jumlah produksi rata-rata 3 kuintal. Dibandingkan dengan proses teknologi modern dalam satu hari dapat dilakukan 2-3 kali adonan dengan jumlah produksi per adonan bisa lebih dari 1 ton. Usaha pengolahan kerupuk ikan biasanya tidak hanya menghasilkan satu jenis kerupuk ikan. Usaha ini juga menghasilkan jenis kerupuk lain seperti kerupuk udang atau kerupuk tepung sebagai diversifikasi usaha. untuk mengantisipasi bila bahan baku ikan sulit didapat sehingga usaha tidak macet. Terdapat berbagai jenis kerupuk ikan tergantung pada jenis ikan dan komposisi ikan yang digunakan. Dari berbagai jenis kerupuk ikan dan komposisinya, produk tersebut harus memenuhi standar mutu produk kerupuk ikan yang ditetapkan. Selain itu kerupuk ikan harus bebas dari bahan-bahan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Adapun standar mutu kerupuk disajikan dalam Tabel berikut: Tabel 4.2. Standar Mutu Kerupuk Karakteristik Standar Mutu I II Udang Ikan Udang Ikan Kadar air (%) maksimum 120 I 12,0 12,0 120 Kadar protein (%) minimum 4,0 i 5 0 20 5,0 Kadar abu tidak larut dalam asam (%) maksimum 1,0 1,0 1 0 1,0 Benda asing (%) maksimum 1/0 1 0 1 0 1,0 Bau Khas I Khas Khas Khas Sumber : http://www.ristek.go.id 4.8. Produksi Optimum Berdasarkan informasi yang diperoleh dari studi lapangan, komposisi tdonan memiliki perbandingan sebagai berikut: Ikan 50 kg, tepung tapioka 300 kg, garam 10 kg, gula 12,5 kg, telur 10 kg serta penyedap dan pewarna secukupnya. Komposisi ini dapat menghasilkan kerupuk dengan kualitas yang baik yaitu jika digoreng akan mengembang dengan baik. Apabila proses pembuatan kerupllk ikan berjalan optimal maka dari komposisi adonan tersebut dapat dihasilkan 300 – 330 kg kerupuk (rendemen 76-85 %) 4.9. Kendala Produksi Dilihat dari sisi tenaga kerja, usaha kerupuk ikan ini tidak menemui kesulitan. Setiap proses produksi dapat dikerjakan oleh tenaga kerja tanpa memerlukan keahlian khusus. Kesulitan yang sering dijumpai dalam usaha ini adalah ketika terjadi kelangkaan bahan baku ikan dan penurunan produksi pada saat musim hujan. Kesulitan bahan baku terjadi ketika pasokan ikan menurun sehingga menyebabkan harga ikan naik. Pada kondisi ini pengusaha kerupuk mengalami penurunan pasokan ikan karena jumlah produksi ikan yang menurun tersebut lebih banyak diarahkan untuk konsumsi sehari-hari secara langsung. Di pihak lain pengusaha tidak dapat menaikkan harga sesuai dengan kenaikan harga bahan bakunya karena tidak dapat mempengaruhi harga kerupuk ikan di pasar. Hal inilah yang menyebabkan pengusaha mengurangi jumlah produksinya. Pada musim hujan terjadi penurunan jumlah produksi dan penurunan mutu produk. Penurunan jumlah produksi dikarenakan kurangnya sinar matahari yang menghambat proses penjemuran. Meskipun pengeringan kerupuk dapat dilakukan dengan oven (dryer), tetapi jumlah produk yang dihasilkan juga sedikit sebab mutunya tidak sebagus jika pengeringan dengan sinar matahari. Sedikitnya sinar matahari pada musim hujan juga menurunkan mutu kerupuk karena harus dijemur berhari-hari. Kendala produksi di atas biasanya diantisipasi oleh pengusaha dengan memproduksi dalam jumlah yang besar pada musim kemarau untuk stok musim hujan, karena pada musim hjjan terjadi kenaikan harga kerupuk yang diakibatkan oleh jumlah permintaan yang tldak bisa diperrmhi oleh produsen seperti hari-hari biasanya. BAB V ASPEK KEUANGAN 5.1. Pemilihan Pola Usaha Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang pengusaha kerupuk tidak hanya memproduksi satu jenis kerupuk saja, tetapi juga memproduksi kerupuk jenis yang lain. Pada dasarnya ini merupakan salah satu strategi untuk memperkecil resiko sekaligus pengembangan usaha yang lebih luas. Untuk menganalisis aspek keuangan dari usaha kerupuk ikan sebenarnya dipengaruhi juga oleh jenis kerupuk lain yang diproduksi, akan tetapi dalam analisis ini hanya akan menganalisis aspek keuangan dari usaha yang hanya memproduksi jenis kerupuk ikan saja. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi adalah teknologi menengah dengan kapasitas produksi optimal 310 kg kerupuk setiap satu kali adonan. 5.2. Asumsi dan Parameter Untuk Analisis Keuangan Analisis keuangan, proyeksi penerimaan dan biaya didasarkan pada asumsi yang terangkum dalam Tabel 5.1. Periode proyek adalah 5 tahun. Tahun ke nol sebagai dasar perhitungan nilai sekarang (present value) adalah tahun ketika biaya investasi awal dikeluarkan. Dengan menggunakan mesinjperalatan dan jumlah tenaga kerja seperti yang tercantum dalam tabel asumsi, seorang pengusaha mampu memproduksi 310 kg kerupuk. Angka rendemen sebesar 79%. Harga kerupuk di pasar lokal sebesar Rp.6.000,-, Hari kerja selama setahun sebanyak 285 hari. Tenaga kerja borongan bekerja selama 200 hari. Tabel 5.1. Asumsi dan Parameter untuk Analisis Keuangan No Asumsi Satuan Jurnlah/ Keterangan Nilai 1. Periode proyek tahun 5 Periode 5 tahun 2. Luas tanah m2 2.000 – Luas baangunan m2 500 – Luas tanah penjemuran m2 1.500 3. Sarana Transportasi unit 1 Mobil box 4. Hari kerja selamal tahun – tenaga kerja tetap hari 285 – tenaga borongan hari 200 5 Produksi dan Harga Produksi per hari kg 620 2 adonan per hari. produksi @310 kg kerupuk Harga kerupuk ikan kg 6.000 6. Penggunaan tenaga Kerja Tenaga Manajerial orang 2 – Tenaga kerja tetap orang 14 Tenaga kerja borongan orang 4 7. Upah tenaga kerja Tenaga Manajerial Rp/hr 36.000 Tenaga kerja tetap Rp/hr 18.000 Tenaga kerja borongan Rp/hr 22.000 8. Penggunaan bahan baku untuk satu kali adonan Tepung tapioka kg 300 Ikan kg 50 Garam kg 10 Gula kg 12,5 Telur kg 10 Penyedap kg 2 Pewarna kg 0,25 9. Discount Factor/suku bunga % 17% Sumber : Lampiran 1 5.3.Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional a. Biaya Investasi Biaya investasi merupakan biaya tetap yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan. Biaya investasi untuk usaha kerupuk ikan terdiri dari beberapa komponen diantaranya biaya perijinan, sewa tanah, pembelian mesin atau peralatan produksi, peralatan pendukung dan sarana transportasi. Biaya perijinan meliputi ijin usaha dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan Departemen Kesehatan dengan jumlah biaya Rp.600.000,- dan masa berlaku selama 3 tahun. Sewa tanah dibayarkan tiap tahun, sehingga setiap tahun harus dikeluarkan biaya untuk komponen sewa tanah ini. Pada tahun-tahun tertentu dilakukan reinvestasi untuk pembelian mesin atau peralatan produksi yang umur ekonomisnya kurang dari 5 tahun. Jumlah biaya investasi keseluruhan pada tahun 0 adalah Rp.299.339.000,-. Tabel 5.2 Biaya investasi No Jenis Biaya Nilai Penyusutan 1 Perizinan 600.000 0 2 Sewa Tanah dan Bangunan 150.000.000 0 I 3 Mesin/Peralatan Produksi 107.030.000 43.994.750 4 Peralatan lain 1.709.000 221.800 5 Mobil box 40.000.000 4.000.000 Jumlah Biaya Investasi 299.399.000 48.216.550 Komponen terbesar untuk biaya investasi ini adalah sewa tanah yang mencapai 50,11% dari total biaya investasi pada awal usaha. Komponen terbesar kedua adalah biaya pembelian mesin/peralatan produksi yaitu sebesar 35,74% dari total biaya investasi. Sedangkan 14,15% sisa biaya untuk investasi merupakan biaya investasi untuk pembelian peralatan lainnya, mobil angkutan dan perijinan. b. Biaya Operasional Biaya operasional merupakan biaya varia bel yang besar kecilnya dipengaruhi oleh jumlah produksi. Komponen dari biaya operasional adalah pengadaan bahan baku dan pembantu, peralatan operasional, biaya transportasi, listrik dan telepon, serta upah tenaga kerja. Biaya operasional selama satu tahun dihitung berdasarkan jumlah hari produksi . Jumlah hari produksi dalam setahun 285 hari (asumsi yang digunakan adalah 1 tahun, t=365 hari, dikurangi hari Iibur minggu dan Iibur nasional 64 hari dan jumlah hari tidak berproduksi selama 16 hari). Biaya operasional yang diperlukan selama satu tahun mencapai Rp.711.298.900,-Biaya bahan baku menyerap sebesar 73,12% dari total biaya operasional per tahun. Komponen biaya terbesar kedua adalah biaya penggunaan tenaga kerja yang mencapai 15,45% dari total biaya operasional tiap tahunnya. Tenaga kerja yang digunakan terdiri dari tenaga kerja tetap dan borongan ditambah 2 orang tenaga kerja manajerial yang berasaldari anggota keluarga dengan upah/gaji tenaga manajerial diasumsikan dua kali Iipat upah tenaga kerja tetap. Tenaga kerja borongan hanya digunakan dengan jumlah hari kerja yang lebih sedikit, karena hanya dibutuhkan pada saat terjadi kenaikan permintaan. No Jenis Biaya Nilai (Rp.) 1 Bahan Baku 520.125.000 2 Bahan Pembantu 16.200.000 3 Peralatan Operasional 11.700.000 4 Biava transportasi 14.400.000 5 Biaya Ustrik 7.200.000 6 Biaya telepon 1.800.000 7 Tenaga Kerja 109.940.000 8 Biaya Pemeliharaan 29.933.900 Jumlah Biaya Operasional Per Tahun 711.298.900 5.4. Kebutuhan Dana Investasi dan Modal Kerja Kebutuhan investasi maupun modal kerja tidak harus dipenuhi sendiri. Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha kerupuk ikan sebesar Rp.374.212.568,-. Jumlah kredit investasi yang dibiayai oleh bank sebesar 70% dari total kebutuhan investasi. Dengan kata lain pengusaha harus menyediakan dana sendiri sebesar 30% dari total dana investasi. Dalam analisis Inl jumlah dana kredit investasi sebesar Rp.209.537.300,-. Besarnya kredit modal kerja ditentukan berdasarkan kebutuhan dana awal u.ntuk satu kali siklus produksi. Usaha pembuatan kerupuk ikan mempunyai slklus Produksi (dan pembua.tan sampai memperoleh penerimaan dari penjualan) kurang leblh selama 30 hari atau 1 bulan. Sehingga jumlah kredit modal kerja yang dibutuhkan adalah: Kebutuhan modal kerja = (siklus produksi/hari kerja dalam setahun) x biaya operasional selama 1 tahun = (30/285) x Rp.711.298.900 = Rp.74.873.568,- Jumlah kredit modal kerja dari bank dipersyaratkan sebesar 70% dari kebutuhan dana modal kerja. Dengan demikian jumlah kredit modal kerja sebesar 70% x Rp.74.873.568 = Rp.52.41l.498,-. Jumlah dan sumber dana untuk usaha kerupuk ikan disajikan dalam Tabel 5.4. berikut: Tabel 5.4. Kebutuhan Dana untuk Investasi dan Modal Kerja No Rincian Biaya Proyek Total Biaya ! 1 Dana investasi vanq bersumber dari a, Kredit 209.537.300 b. Dana sendiri 89.801.700 Jumlah dana investasi 299.339.000 2 Dana modal keria vaQ9. bersumber dari a. Kredit 52.411.498 b. Dana sendiri 22.462.071 ! Jumlah dana modal keria 74.873.568 I 3 Total dana proyek yanq bersumber dari a. Kredit 261.948.798 i b. Dana sendiri 112.263.771 Jumlah dana proyek 374.212.568 Jangka waktu kredit untuk investasi selama 5 tahun tanpa grace period sedangkan kredit modal kerja yang digunakan dalam analisis ini berjangka waktu 1 tahun. Kredit modal kerja pada kenyataannya dapat diperpanjang lagi masa jatuh temponya disesuaikan dengan kemampuan pengusaha membayarnya. Tingkat suku bunga yang digunakan adalah sebesar 17% per tahun menurun. Dengan demikian jumlah angsuran pokok berikut btJnga yang harus dibayar setiap bulan untuk masing-masing jenis kredit dapat dihitung. Tabel 5.7. menunjukkan kumulatif angsuran (angsuran pokok dan bunga) untuk kredit investasi dan modal kerja yang harus dibayar setiap tahunnya. Tabel 5.5. Angsuran Pokok dan Bunga Kredit Investasi dan Modal Kerja Tahun Kredit Angsuran Angsuran Total Saldo Saldo ke- Pokok Bunga Angsuran Awal Akhir 0 261.1948.798 261.948.798 261.948.798 1 94.318.958 37.182.277 131.501.235 261.948.798 167.629.840 2 41.907.460 25.231.783 67.139.243 167.629.840 125.722.380 3 41.907.460 18.107.515 60.014.975 125.722.380 83.814.920 4 41.907.460 10.983.247 52.890.707 83.814.920 41.907.460 5 41.907.460 3.858.979 45.766.439 41.907.460 0 5.5. Proyeksi Produksi dan Pendapatan Kotor Jumlah produksi selama satu tahun sebesar 176.700 kg. Jumlah ini diperoleh dari jumlah adonan per tahun dikalikan dengan jumlah produksi per adonan. Dalam satu tahun dilakukan adonan 570 kali dengan jumlah produksi per adonan sebesar 310 kg kerupuk. Harga kerupuk ikan diasumsikan sebesar Rp.6.000,- tiap kg, sehingga pendapatan produksi kerupuk per tahun sebesar Rp.l.060.200.000,-. Pendapatan sampingan diperoleh dari penjualan kantong bekas tepung tapioka (sak) per tahun rata-rata Rp.1.368.000,-. Penerimaan kotor dalam setahun disajikan dalam Tabel 5.6. Tabel 5.6. Produksi dan Pendapatan Kotor per Tahun No Uraian Satuan Jumlah Harga Nilai (Rp.) Satuan 1 Produksiper tahun Kg 176.700 2 Penjualan per tahun Kg 176.700 6.000 1.060.200.000 3 Penjualan sak per tahun Sak 3.420 400 1.368.000 4 Pendapatan kotor 1.061.568.000 Dari label 5.6. di atas diketahui bahwa aliran penerimaan usaha pembuatan kerupuk ikan adalah Rp.1.061.568.000 per tahun. Sedangkan untuk aliran biaya terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya. 5.6. Proyeksi Rugi Laba dan Break Even Point Tingkat keuntungan atau profitabilitas dari usaha yang dilakukan merupakan baglan pentlng dalam analisis keuangan dari rencana kegiatan investasi. Keuntungan dihitung dan selisih antara penerimaan dan pengeluaran tiap tahunnya. Tabel 5.7. menunjukkan keuntungan (surplus) selama periode proyek. Hasil perhitungan proyeksi laba rugi menunjukkan bahwa pada tahun pertama usaha ini telah untung sebesar Rp.144.968.618-. Laba ini akan meningkat untuk tahun-tahun berikutnya karena komponen biaya angsuran kredit yang semakin berkurang. Laba rata-rata selama periode proyek adalah Rp.196.001.526,- per tahun. Profit margin rata-rata per tahon sebesar 18,46%. Den?an mempertimbangkan biaya tetap, biaya variabel dan hasil penjualan kerupuk Ikan, dan hasil analisis diperoleh BEP rata-rata selama 5 tahun untuk usaha ini adalah sebesar Rp.362.713.898,- atau dengan jumlah produksi sebesar 60.452 kg per tahunnya dengan harga kerupuk ikan per kg sebesar Rp.6.000,- Tabel 5.8 Kelayakan Usaha No Kriteria Kelayakan Nilai 1 Net SIC ratio pada DF 17% 1,60 2 NPV pada DF 17% (Rp) 223.409.530 3 IRR (%) 46,37 4 PSP (usaha) 3 tahun 11 bulan 5 PSP (kredit) 2 tahun 6 bulan Sumber : Lampiran 9 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jangka waktu pengembalian seluruh biaya investasi adalah 3 tahun 11 bulan. Dengan demikian usaha ini layak dilaksanakan karena jangka waktu pengembalian investasi lebih kecil dari periode proyek. Dilihat dari segi kelayakan kredit, usaha ini layak dibiayai karena jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan kredit hanyc 2 tahun 6 bulan. 5.8. Analisis Sensitivitas Dalam analisis proyek investasi kerupuk ikan terdapat ketidakpastian yaig akan mempengaruhi hasil perhitungan. Analisis sensitivitas akan dilakukan untuk menguji seberapa jauh proyek yang dilaksanakan sensitif terhadap perubahan harga-harga input dan output. Dalam analisis sensitivitas ini digunakan 3 skenario yaitu : 1. Skenario I Pendapatan proyek mengalami penurunan sedangkan biaya investasi can biaya operasional dianggap tetap. Penurunan pendapatan bisa diakibatkan oleh penurunan harga kerupuk, jumlah permintaan yang menurun ataupun jumlah produksi yang menurun. 2. Skenario II Siaya operasional mengalami kenaikan sedangkan biaya investasi den penerimaan proyek investasi tetap. Kenaikan biaya operasional bisa terjadi karena kenaikan harga input untuk operasional seperti bahan baku, peralatan operasional, dll. 3. Skenario III Skenario ini merupakan gabungan dari skenario I dan skenario II ya:u diasumsikan penerimaan proyek mengalami penurunan dan biaya operasioral mengalami kenaikan, sedangkan biaya investasi tetap. Hasil analisis sensitivitas disajikan dalam .Tabel berikut: Pada skenario I, dengan penurunan pendapatan proyek sebesar 2,5%, proyek ini masih layak dibiayai karena pada tingkat suku bunga 17%, net B/C sebesar 1,37, NPV sebesar Rp.138.501.442,- nilai IRR 35,94%, periode pengembalian baik kredit investasi dan kredit modal kerja kurang dari 5 tahun sehingga proyek ini layak diusahakan dan dibiayai oleh bank. Pada penurunan pendapatan sebesar 3%, diperoleh Net B/C ratio sebesar 1,32, NPV yang diperoleh sebesar Rp.21.519.824,- dan IRR 33,76. Jangka waktu pengembalian kredit selama 4 tahun 5 bulan tetapi jika dilihat dari jangka waktu pengembalian investasi, usaha ini tidak layak dilakukan karena payback periodnya ·melebihi periode proyek yang hanya 5 tahun (tabel 5.9). Tabel 5.9. Hasil Analisis Sensitivitas Skenario I No Kriteria Kelayakan Penerimaan Turun 2,5% 3% 1 Net B/C ratio pada DF 17% 137 1,32 2 NPV pada DF 17% (Rp) I 138.501.442 121.519.824 3 IRR %) 3594 3376 4 PBP usaha) 4 tahun 9 bulan 6 tahun 5 PSP kredit) 3 tahun 9 bulan 4 tahun 5 bulan Pada skenario II, dengan kenaikan biaya operasional sebesar 4%, proyek Inl masih layak dilakukan dengan net B/C sebesar 1,35, NPV Rp,132.381.873,­IRR sebesar 35,16% dan jangka waktu pengembalian kredit investasi dan kredit modal kerja kurang dari 5 tahun. Dengan demikian pad a tingkat kenaikan biaya operasional sebesar 4%, usaha ini masih layak untuk dibiayai oleh bank. Jika kenaikan biaya 5%, proyek ini tidak layak diusahakan dilihat dari payback period usahanya, karena jangka waktu pengembalian investasi melebihi periode proyek. Tetapi jika dilihat dari kriteria investasi lainnya proyek ini masih layak dlusahakan dengan net SIC sebesar 1,29, NPV Rp.109.624.959 dan IRR sebesar 32,22%. Sedangkan pay back period kredit selama 4 tahun 8 bulan (tabel 5.10) Pada skenario III pada saat terjadi penurunan pendapatan sekaligus kenaikan, biaya operasional maslng-masing sebesar 1,5%, proyek ini masih layak dibayar dengan net SIC sebesar 1,37, NPV sebesar Rp.138.329.306,­IR~ ~5,91 % dan lama pengembalian kredit selama 4 tahun 7 bulan. Dilihat dan jangka waktu pengembalian kredit, usaha ini layak dibiayai oleh bank karena pay back period untuk kredit selama 3 tahun 8 bulan. Pada penurunan pendapatan dan kenaikan biaya operasional masing­-masing se.besar 2%, proyek ini masih layak dilaksanakan Hal tersebut bisa dilihat dan Net SIC yang diperoleh 1,29, NPV sebesar Rp.109.969.231. IRR yang dlperoleh masih jauh dari tingkat suku bunga yaitu 32,26%. Tetapi jika dilihat jangka waktu pengembalian investasi proyek ini menjadi tidak layak karena memerlukan 6 tahun 1 bulan dimana jangka waktu ini melebihi periode proyek (tabel 5.11) No Kriteria Kelayakan Penerlmaan Turun dan Biaya Operasional Naik 1,5% 2% 1 Net SIC ratio pada DF 17% 1,37 1,29 2 NPV pada DF F% (Rp) 138.329.306 109.969.231 3 IRR (%) 35,91 32,26 4 PSP (usaha) 4 tahun 7 bulan 6 tahun 1 bulan 5 PSP (kredit) 3 tahun 8 bulan 5 tahun 7 bulan Hasil analisis sensitivitas di atas menunjukkan bahwa proyek ini lebih sensitif dengan penurunan pendapatan dibandingkan kenaikan biaya operasional. Dengan memperhatikan kriteria jangka waktu pengembalian investasi (pay back period usaha), proyek ini sensitif pada penurunan pendapatan sebesar 3%, artinya jika penurunan pendapatan lebih besar dari. 3% tiap tahunnya proyek ini menjadi tidak layak/merugi. Sedangkan Jika dllihat dari perubahan biaya operasional, proyek ini sensitif pada kenaikan biaya operasional sebesar 5% dengan asumsi biaya investasi dan pendapatan tetap. Analisis sensititivitas gabungan menunjukkan bahwa proyek ini sensitive pada kenaikan biaya operasional BAB VI ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Dalam bab ini akan dibahas aspek ekonomis, sosial dan dampak lingkungan dari usaha kerupuk ikan. Aspek ekonomis berkaitan dengan dampak usaha ini terhadap perekonomian baik bagi pengusaha maupun bagi perekonomian secara umum di wilayah sekitarnya. Aspek ekonomis sangat terkait erat dengan aspek sosial karena dampak yang ditimbulkan bersifat sosial yaitu menyangkut kebutuhan orang lain terutama di sekitar wilayah usaha. Sedangkan aspek lingkungan menyangkut dampak dari usaha kerupuk ikan terhadap lingkungan sekitarnya. Dampak terhadap lingkungan terutama timbul karena setiap usaha menghasilkan limbah yang mungkin dapat mengganggu ekosistem lain. 6.1. Aspek Ekonomi dan Sosial Usaha pembuatan kerupuk ikan mempunyai dampak yang positif baik bagi pengusaha maupun penduduk wilayah setempat. Bagi pengusaha dampak ekonomis dari usaha ini adalah peningkatan pendapatan. Usaha kerupuk ikan merupakan bisnis yang sangat menguntungkan karena mempunyai peluang pasar yang sangat luas. Banyaknya industri rumah tangga untuk usaha ini dapat memacu kenaikan pendapatan rumah tangga sehingga kesejahteraan rumah tangga meningkat. Secara makro produksi kerupuk ikan yang tinggi dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah setempat. Meskipun bisa dikatakan harga per unit kerupuk ikan relatif murah, tetapi perlu diingat bahwa komoditi ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Kesempatan untuk ekspor ke luar negeri masih terbuka lebar sehingga dapat menjadi peluang untuk menambah devisa. Selain merupakan bisnis yang menguntungkan, usaha ini akan memberi dampak sosial yang positif melalui penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang ada biasanya berasal dari saudara, tetangga sekitar atau penduduk wilayah setempat. Dengan menciptakan pekerjaan yang dapat menyerap pekerja dari wilayah sekitar usaha, secara tidak langsung usaha ini telah membantu mengurangi jumlah pengangguran khususnya di daerah tersebut. Dengan berkurangnya pengangguran di daerah tersebut akan meningkatkan pendapatan sebagaimana dijelaskan sebelumnya. 6.2 Aspek Dampak lingkungan Aspek dampak lingkungan berkaitan dengan dampak limbah yang dlhasilkan dari usaha ini adalah tidak menghasilkan Iimbah yang membahayakan bagi manusia maupun lingkungan tempat tinggalnya. Hasil limbah sebagian besar merupakan air kotor sisa pembersihan. Biasanya air ini dibuang melalui saluran air dan dapat langsung meresap ke tanah. Air limbah ini tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan organisme tanah, dan tanaman. Selain air, usaha ini juga menimbulkan bau amis dari ikan yang diolah. Akan tetapi bau ini tidak sampai mengganggu udara secara luas karena jangkauannya tidak jauh. Dapat dikatakan bahwa usaha kerupuk ikan relatif aman bagi Iingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang membahayakan bagl kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan a. Usaha pembuatan kerupuk ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Banjarmasin merupakan usaha dengan skala keci!. b. Kegiatan usaha yang dilakukan menggunakan peralatan dengan teknologi menengah. c. Dana untuk investasi dan modal kerja bersumber dari bank dan modal sendiri. Banyak industri kerupuk yang mudah memperoleh pembiayaan dari bank. d. Permintaan kerupuk ikan relatif tinggi dengan konsumen dari berbagai lapisan masyarakat. e. Usaha kerupuk ikan mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan baik untuk konsumen dalam negeri maupun untuk ekspor. f. Harga kerupuk ikan pada tahun 2009 di tingkat produsen berkisar antara Rp.6.000,- sampai Rp.6.500,- per kg. Sedangkan harga di tingkat konsumen akhir mencapai Rp.9.000,- sampai Rp.10.000,- per kg. Harga ini sering mengalami fluktuasi dengan kisaran 10%. g. Dari segi teknis, usaha kerupuk ikan sangat mudah dan cepat diadopsi oleh masyarakat karena prosesnya sangat sederhana. h. Usaha dalam analisis ini menggunakan kredit (investasi dan modal kerja) sebesar Rp.261.948.798. dengan jangka waktu kredit investasi 5 tahun dan kredit modal kerja 1 tahun dan bunga 17% (menurun) per tahun. i. Serdasarkan analisis kelayakan finansial terhadap usaha kerupuk ikan, pada tingkat discount rate 17%, net SIC ratio sebesar 1,60 NPV sebesar Rp.223.409.530,- dan nilai IRR 46,37%. Dari analisis PSP, proyek ini mampu mengembalikan modal investasinya dalam waktu 3 tahun 11 bulan. Pay back period untuk kredit selama 2 tahun 6 bulan. j. Dengan mengacu pada jangka waktu pengembalian investasinya, dari analisis sensitivitas terhadap perubahan penerimaan dengan asumsi biaya operasional dan investasi konstan, menunjukkan bahwa proyek ini sensitif pada penurunan penerimaan sebesar 3% sehingga proyek ini tidak layak diusahakan. k. Analisis sensitivitas terhadap’perubahan biaya operasional dengan asumsi penerimaan
  3. PROPOSAL STUDI KELAYAKAN BISNIS LAPORAN HASIL STUDI KELAYAKAN USAHA KERUPUK IKAN DI DAERAH KUIN KECAMATAN BANJARMASIN UTARA KOTA BANJARMASIN Oleh : ADITYA RIEZKAN WAHDINE FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT TAHUN 2009 BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar luas wilayahnya merupakan perairan. Ikan merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak dihasilkan di Indonesia dan merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ikan mudah didapat dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kandungan protein yang tinggi pada ikan dan kadar lemak yang rendah sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Karena manfaat yang tinggi tersebut banyak orang mengkonsumsi ikan baik berupa daging ikan segar maupun makanan-makanan yang merupakan hasil olahan dari ikan. Bahkan di Jepang dan Taiwan ikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari. Ikan merupakan produk yang banyak dihasilkan oleh alam dan diperoleh dalam jumlah melimpah. Akan tetapi ikan juga merupakan bahan makanan yang cepat mengalami proses pembusukan dikarenakan kadar air yang tinggi. Kadar air yang tinggi adalah kondisi yang memberikan kesempatan bagi perkembangbiakan bakteri secara cepat. Kelemahan-kelemahan yang dimiliki ikan dirasakan menghambat usaha pemasaran hasil perikanan dan tidak jarang menimbulkan kerugian besar, terutama pada saat produksi ikan melimpah. Karena itulah sejak dahulu masyarakat telah berusaha melakukan berbagai cara pengawetan ikan agar dapat dimanfaatkan lebih lama. Proses pengolahan dan pengawetan ikan merupakan bagian penting dari mata rantai industri perikanan. Tanpa adanya proses tersebut usaha peningkatan produksi perikanan akan menjadi sia-sia karena tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Pada dasarnya usaha pengawaetan ini adalah untuk mengurangi kasar air yang tinggi di tubuh ikan. Terdapat bermacam-macam usaha pengawetan ikan dari usaha tradisional sampai usaha modern. Usaha pengawetan ikan dilakukan lui penggaraman, pengeringan, pemindangan, perasapan, peragian, dan lnginan ikan. Hasil dari usaha-usaha pengawetan tersebut sangat tergantung ‘proses pengawetannya. Untuk mendapatkan mutu terbaik dari proses awetan ikan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan bahan dan alat digunakan, termasuk ikan yang benar-benar masih segar dan garam yang bersih. Usaha pengawetan ikan tidak hanya sebatas pada pengolahan menjadi lauk yang masih berbentuk ikan tetapi juga pengolahan menjadi bentuk lain setelah dicampur dengan bahan-bahan lain. Ikan hasil pengolahan dan pengawetan umumnya sangat disukai oleh masyarakat karena produk akhirnya mempunyai ciri-ciri khusus yakni perubahan sifat-sifat daging seperti bau (odour), rasa (flavour), bentuk (appearance) dan tekstur. Salah satu makanan hasil olahan dari ikan adalah kerupuk ikan. Produk makanan kering dengan bahan ‘baku ikan dicampur dengan tepung tapioka ini” sangat digemari masyarakat. Makanan ini sering digunakan sebagai pelengkap ketika bersantap ataupun sebagai makanan ringan. Bahkan untuk jenis makanan khas tertentu selalu dilengkapi dengan kerupuk. Makanan ini menjadi kegemaran masyarakat dikarenakan rasanya yang enak, gurih dan ringan. Selain rasa yang enak tersebut, kerupuk ikan juga memiliki kandungan zat-zat kimia yang dtperlukan oleh tubuh manusia.. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan protein pada ikan tidak banyak yang hilang setelah mengalami pengolahan. Jika dibandingkan dengan kerupuk udang, kandungan vitamin dan mineral pada kerupuk ikan lebih rendah. Proses pembuatan kerupuk ikan sangatlah sederhana dan mudah diusahakan. Industri ini banyak berkembang di wilayah-wilayah perairan dengan produksi ikan tinggi. Di samping dapat diusahakan dengan peralatan modern, usaha ini juga dapat dijalankan dengan peralatan trafisiona. Oleh sebab Itulah usaha kerupuk ikan banyak dilakukan oleh rumah tangga yang merupakan industri mikro. Dari segi skala peusahaan, usaha pengolahan kerupuk ikan dilakukan oleh perusahaan besar-menengah dan juga perusahaan kecil rumah tangga. Perbedaan utama dari skala usaha tersebut adalah pada teknologl dan pangsa pasarnya. Perusahaan besar-menengah dalam proses produksinya menggunakan peralatan dengan teknologi modern dengan pangsa pasar tersebar balk dl daerah lokal maupun daerah lain bahkan ekspor. Berbeda dengan perusaha.an skala besar-menengah, usaha pengolahan kerupuk kecil rumah tangga sebagian besar menggunakan peralatan dengan teknologi yang sederhana dan pangsa dengan pangsa pasar yang masih terbatas pada pasar lokal. Usaha pengolahan kerupuk ikan banyak tersebar di wilayah Indonesia diantaranya adalah Kepulauan Belitung, Jawa Timur dan Kalimantan. Di Kalimantan sendiri hasil olahan perikanan merupakan salah satu produk andalan dengan salah satu wilayah sentra produksinya di Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu daerah dengan hasil perikanan yang cukup tinggi, Kal-Sel memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan usaha-usaha pengolahan produk perikanan. Hasil olahan produk perikanan yang terkenal dan Kal-Sel diantaranya adalah kerupuk ikan. Meskipun industri pengolahan hasil perikanan tersebar di wilayah Kal-Sel, pada daerah tertentu memiliki sentra industri yang menghasilkan produk spesifik. Industri kerupuk misalnya banyak berkembang di daerah Kuin, Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin. Penyusunan pola pembiayaan usaha pengolahan kerupuk ikan ini didasarkan pada Informasi dari studi lapangan yang dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan. Survey dilakukan pada industri pengolahan kerupuk ikan yang merupakan industri kecil rumah tangga. Industri-industri ini pada dasarnya tidak hanya memproduksi kerupuk ikan saja tetapi juga kerupuk jenis lain seperti kerupuk udang dan kerupuk dengan bahan baku tepung lainnya. Dilihat dari aspek ekonomis, usaha kerupuk ikan merupakan bisnis yang sangat menguntungkan. Peluang pasar dalam negeri maupun ekspor untuk komoditi ini masih sangat terbuka. Hal ini dikarenakan kerupuk ikan merupakan konsuumsi sehari-hari masyarakat sehingga permintaan untuk kerupuk ikan relatif stabil bahkan cenderung mengalami kenaikan. Selain mampu meningkatkan pendapatan bagi pengusaha, usaha ini juga mampu membantu meningkatkan pendapatan penduduk sekitar yang akhirnya berpengaruh pada perekonomian daerah. Dilihat dari aspek sosial, usaha kerupuk ikan mempunyai dampak sosial yang positif. Industri kecil rumah tangga ini mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Secara tidak langsung ini merupakan upaya penciptaan lingkungan kerja yang mengurangi jumlah pengangguran di suatu wilayah. Dilihat dari sisi dampak lingkungan, usaha kerupuk ikan tidak menimbulkan pencemaran Iingkungan. Limbah yang dihasilkan dari usaha ini hanyalah air sisa pembersihan yang tidak mengandung zat-zat kimia dan langsung meresap ke dalam tanah. BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN 2.1. Profil Usaha Usaha kerupuk ikan dapat dilakukan oleh industri besar-menengah bahkan industri kecil rumah tangga karena proses pembuatannya yang sangat mudah. Jenis usaha kerupuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu usaha kerupuk dengan bahan baku tepung tapioka dan ikan/udang dan usaha kerupuk dengan bahan baku utama tepung saja (baik tepung tapioka, tepung gaplek atau tepung lain tanpa campuran ikan/udang). Jenis kerupuk dengan bahan baku tepung diantaranya adalah kerupuk Kasandra dengan bahan baku hanya tepung tapioka, kerupuk puli dengan bahan baku tepung tapioka yang dicampur dengan tepung terigu dan kerupuk impala dengan bahan baku tepung tapioka yang dicampur dengan tepung gaplek. Setiap pengusaha tidak hanya memproduksi satu ]enis kerupuk saja. Alasan dari memproduksi lebih dari jenis kerupuk ini adalah bahwa pada prinsipnya proses pembuatan kerupuk hampir sama sehingga mesin-mesin yang sama bisa digunakan juga untuk memproduksi jenis yang lain. Mesin yang perlu ditambahkan adalah mesin pencetak yang sesuai dengan bentuk kerupuk yang diproses. Usaha dengan jenis produksi lebih dari satu juga akan membantu produsen dalam variasi produksi sehingga kerugian bisa diminimalisir. Salah satu sampel pengusaha misalnya, memproduksi kerupuk ikan setiap harinya. Selain itu dia juga memproduksi kerupuk jenis lain yaitu kerupuk puliumlah produksi kerupuk puli ini disesuaikan dengan pesanan yang ada dan juga dipengaruhi oleh pasar kerupuk ikan. Pada saat harga kerupuk puli naik ataupun saat harga kerupuk ikan kurang menguntungkan pengusaha akan meningkatkan jumlah,produksi kerupuk puli. Di Kalimantan Selatan, usaha pembuatan kerupuk ikan terdiri atas usaha perorangan dan usaha kelompok. Usaha perorangan banyak tersebar di seluruh wilayah di luar kecamatan sentra industri, sedangkan usaha kelompok banyak terdapat di wilayah-wilayah sentra industri. Jumlah produksi usaha perorangan relatif lebih rendah dengan wilayah pemasaran di dalam negeri, sementara, usaha kelompok mempunyai skala usaha yang lebih besar karena merupakan gabungan dari beberapa usaha individu dengan jumlah produksi lebih banyak dan wilayah pemasaran lebih luas sampai ke luar daerah terutama wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.. 2.2. Pola Pembiayaan Bank Dari segi pembiayaan, usaha pembuatan kerupuk ikan memerlukan biaya yang relatif sedikit. Untuk memulai usaha dengan 1 (satu) unit peralatan teknologi menengah diperlukan dana kurang lebih Rp.500.000.000,-. Kebutuhan modal ini dapat dicukupi dengan modal sendiri ataupun sebagian dapat dipenuhi dengan pinjaman dari bank. Kebutuhan biaya untuk investasi dan modal kerja usaha kerupuk ikan dapat dipenuhi dengan pinjaman bank. Pinjaman dari bank dapat berupa kredit investasi maupun kredit modal kerja. Dari survey yang telah ada, pengusaha kerupuk ikan yang merupakan industri keeil memperotieh kredit dari PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk (selanjutnya disebut Bank BRI). Kebanyakan dari usaha kerupuk ikan yang memperoleh kredit ini merupakan usaha perorangan. Pihak Bank BRI Banjaramasin sendiri tidak memberikan kredit untuk usaha kelompok karena risikonya terlalu besar sebab biasanya usaha kelompok menggunakan jaminan tanggung renteng. Selain tidak memberikan kredit untuk usaha kelompok, Bank BRI Sidoarjo juga tldak memberikan kredit untuk usaha-usaha di wilayah sentra industri. Alasan untuk tidak memberi kredit usaha di wilayah sentra ini karena hubungan yang erat diantara warga di wilayah sentra, sehingga jika salah satu pengusaha mengalami masalah pembayaran kredit akan mempengaruhi pengusaha yang lain. Oleh sebab itu, survey tidak dilakukan pada pengusaha-pengusaha yang berada di wilayah sentra industri kerupuk ikan. Pada umumnya pengusaha yang mendapatkan kredit adalah nasabah yang telah lama berhubungan dengan Bank BRI sebagai nasabah. Dari ketiga pengusaha yang mendapatkan kredit dari Bank BRI, dua nasabah memperoleh kredit sebesar Rp.500.000.000,- dan satu nasabah memperoleh kredit sebesar Rp.350.000.000,-. Salah satu nasabah dengan kredit Rp.500.000.000,- telah mendapat kreditdari Bank SRI sebanyak 2 kali dengan jumlah kredit sebelumnya sebesar Rp.300.000.000,-. Sedangkan seorang nasabah yang lainnya baru memperoleh sekali. Nasabah dengan kredit Rp.350.000.000,- telah mendapatkan kredit dari Bank BRI sebanyak 3 (tiga) kali. Masing-masing nasabah tersebut memlilki jangka waktu kredit selama 1 tahun yang dapat diperpanjang sesuai dengan kemampuannya. Jenis kredit yang diberikan Bank BRI Banjarmasin adalah kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing mempunyai persyaratan kredit yang berbeda. Untuk kredit investasi, Bank BRI memberikan kredit dengan perbandingan antara bLaya sendiri dan kredit dengan proporsi biaya sendiri sebesar 35% sampai 40%. Kredit investasi jangka waktunya 5 tahun dengan graee period selama 6 sampai 12 bulan. Untuk kredit modal kerja, plafon dana sendiri yang harus dimiliki untuk mendapatkan kredit ini sebesar 30%. Jangka waktu kredit modal kerja antara 1 sampai 3 tahun. Kredit modal kerja yang diberikan menggunakan pola rekening koran. Pola rekening koran adalah pembiayaan di mana nasabah yang mendapatkan kredit diharuskan membuka rekening di bank bersangkutan. Bank akan memberikan kredit sejumlah pengajuan yang disetujui dengan jangka waktu tertentu. Kredit tersebut dapat diambil sewaktu-waktu oleh nasabah selama jangka waktu kredit yang diberikan. Jumlah kredit ini dibayar lunas pada akhir periode dengan kata lain tidak menggunakan pola angsuran. Dengan pola ini memungkinkan bagi nasabah untuk mengambil sejumlah dana yang diperlukan pada waktu-waktu diperlukan. Tingkat suku bunga dihitung per hari berdasarkan jumlah kredit yang diambil dan jangka waktu pengambilan kredit. Jangka waktu pelunasan dapat diperpanjang sesuai dengan kemampuan nasabah. Bank BRI di tingkat unit akan memberikan Insentif Pembayaran Tepat Waktu (IPTW) bagi nasabah yang membayar tepat pada waktunya. Hal ini dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan usaha kecil. Tabel 2.1 Persyaratan Kredit Menurut Jenis dan Kredit No Persyaratan Kredit Investasi Modal Kerja 1 Bunga (% per tahun) 14-18 14-15 2 Grace period (bulan) 6-12 – 3 Jangka waktu kredit (tahun) 5 1-3 4 Dana sendiri nasabah (% plafon) 30-40 20-30 5 Periode angsuran Dibayar akhir periode Sumber : Data Primer Untuk mendapatkan kredit, nasabah harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh bank. Dua faktor utama yang dipertimbangkan bank adalah karakter dan agunan. Karakter berkaitan dengan sifat wirausahawan yang tangguh dan ulet serta bertanggungjawab, sehingga pihak bank dapat mempercayai bahwa kredit yang diberikan akan dikembalikan melalui usaha yang sungguh-sungguh. Agunan bisa dikatakan merupakan persyaratan yang mutlak harus ada dalam pengajuan kredit. Agunan biasanya berupa sertifikat “Ih/bangunan tempat usaha. Untuk pengusaha kerupuk ikan di Banjarmasin yang mendapatkan kredit dari Bank BRI menggunakan jaminan berupa sertifikat tanah/bangunan tempat usaha dan tabungan deposito. Industri pembuatan kerupuk merupakan industri pengolahan makanan, ‘karena itu harus mendapat ijin dari Departemen Perindustrian dan dan pangan dan Departemen Kesehatan. Perijinan yang diperlukan diantaranya adalah Tanda Daftar lndustri, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat ljin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan dan ijin SB/MD dari Departemen Kesehatan,dan ijin bebas gangguan lingkungan (HO). Pada awal pengajuan kredit, nasabah juga harus menanggung biaya Idministrasi yang harus dilunasi sebelumnya. Biaya administrasi tersebut meliputi: a. Biaya pengikatan jaminan b. Biaya notaris c. Provisi d. Biaya administrasi e. Asuransi resiko Kelima jenis biaya tersebut semua ditanggung oleh calon debitur dan harus dlbayar tunai sebelum kredit yang diajukan ditandatangani. Persyaratan-persyaratan yang ditetapkan di atas relatif mudah dan bisa dlpenuhi oleh calon debitur. Kemudahan lainnya adalah waktu yang diperlukan untuk reaHsasi kredit hanya membutuhkan waktu 1 (satu) bulan untuk nasabah baru, sedangkan untuk nasabah lama yang merupakan perpanjangan kredit hanya membutuhkan waktu 3 (tiga) hari. BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Aspek pasar menyangkut hal permintaan dan penawaran kerupuk ikan sedangkan aspek pemasaran meliputi masalah harga, rantai pemasaran, peluang pasar dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pemasaran kerupuk ikan. 3.1. Aspek Pasar 3.1.1 Permintaan Permintaan kerupuk ikan berasal dari usaha penggorengan, agen/toko dan pedagang. Secara kuantitatif belum ada data yang menggambarkan jumlah konsumsi kerupuk ikan. Meskipun demikian dapat diperkirakan bahwa jumlah konsumsi kerupuk relatif tinggi, karena makanan olahan ini banyak digemari oleh masyarakat luas. Menurut data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), penduduk wilayah perkotaan (urban) lebih banyak mengkonsumsi kerupuk dibanding penduduk wilayah pedesaan (rural). Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengeluaran untuk konsumsi kerupuk wilayah perkotaan lebih besar dibanding pengeluaran konsumsi kerupuk penduduk wilayah pedesaan. Jumlah konsumsi kerupuk di wilayah perkotaan yang lebih tinggi dibanding pedesaan dikarenakan pendapatan penduduk di kota yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pedesaan. Urbanisasi dan mobilitas penduduk yang sehari-harinya bekerja di kota telah menumbuhkan usaha penjualan makanan. Selain itu sifat kerupuk sebagai makanan pelengkap ini sering diabaikan oleh penduduk desa karena lebih fokus pad a pemenuhan kebutuhan yang lebih pokok. Tabel. 3.1 Konsumsi dan Pengeluaran Rata-rata perKapita untuk Kerupuk (wilayah) Wilayah Banyaknya (ons) Nilai (Rp.) Perkotaan (Urban) 0.193 154 Pedesaan (Rural) 0.147 99 Perkotaan + Pedesaan 0.166 122 Sumber : Susenas, Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, 2003 Dikatakan bahwa kerupuk merupakan makanan yang sangat digemari. oleh masyarakat luas wik penduduk miskin, pendapatan menengah maupun pendapatan tinggi. Dari tabel 3.2. berikut dapat diketahui bahwa semakin tlnggi pendapatan yang dimiliki oleh seseorang, semakin besar jumlah konsumsi kerupuk per bulannya. Tabel 3.2 Konsumsi Kerupuk Rata-rata per Kapita Menurut Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan Golongan Pengeluaran (Rp.) Konsumsi (Ons) Kurang dari 40.000 – 40.000-59.999 0.075 60.000-79.999 0.087 80.000-99.999 0.085 100.000-149.999 0.128 150.000-199.999 0.140 200.000-299.99 0.196 300.000-499.999 0.250 500.000 dan lebih 0.305 Rata-rata konsumsi per Kapita 0.166 Sumber : Susenas, Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, 2003 Selain dikonsumsi masyarakat dalam negeri, kerupuk ikan juga telah dlekspor ke luar negeri antara lain ke Belanda, Arab Saudi, Malaysia, Korea Selatan, Inggris, Singapura dan Belgia. Adapun jumlah ekspor untuk komoditi kerupuk (kerupuk udang dll) disajikan dalam tabel berikut: Tabel 3.3. Volume Ekspor Kerupuk Indonesia Menurut Jenisnya (Kg) Tahun Kerupuk Udang Kerupuk Lainnya 1993 5.484 2.268 1994 4.436 2.184 1995 4.798 1.499 1996 6.056 2.293 1997 3.719 1.169 1998 1.532 1.113 Sumber : http://www.investasi.belitungisland.com 3.1.2. Penawaran Usaha kerupuk ikan banyak diusahakan di daerah-daerah yang banyak menghasilkan Ikan terutama daerah-daerah pantai dan sungai-sungai besar seperti di Kalimantan. Meskipun beberapa daerah telah memproduksi kerupuk Ikan, data mengenai jumlah produksi kerupuk ikan baik di tingkat nasional maupun daerah belum bisa diperoleh. Sampai saat ini belum ada survey yang mengidentifikasi jumlah usaha kerupuk ikan baik di tingkat lokal maupun nasional. Kerupuk ikan dapat diproduksi sehari-hari dan tidak tergantung pada musim. Hanya saja kemungkinan terjadi penurunan pasokan kerupuk pada musim hujan karena produksinya menurun. Tetapi dengan berkembangnya teknologi, hambatan proses pengeringan pada musim hujan dapat teratasi sehingga pada musim hujan proses produksi masih bisa dilakukan meskipun tidak sebanyak pada musim kemarau. Selain itu pasokan ikan yang bisa diperoleh tiap hari dapat menjamin keberlangsungan usaha sekaligus pasokan kerupuk. 3.1.3. Analisis Persaingan dan Peluang Pasar Persaingan untuk usaha ini cukup tinggi karena jumlah usaha pembuatan kerupuk relatif banyak dan jenis kerupuk yang sangat bervariasi. Peluang pasar untuk produk kerupuk ini dapat diperoleh dengan menghasilkan produk inovasi baru dengan kualitas rasa yang lebih enak dan warna ataupun bentuk yang lebih menarik. Berbagai jenis kerupuk yang ada di pasaran membuat konsumen semakin mempunyai banyak pilihan. Selain produk inovasi baru peluang pasar untuk kerupuk ikan adalah segmen pasar yang sangat luas. Produk ini dikonsumsi secara luas dari masyarakat berpenghasilan rendah sampai masyarakat penghasilan tinggi. Kerupuk ikan harganya relatif murah sehingga bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Diperkirakan jumlah konsumsi kerupuk ikan akan meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan gaya hidup masyarakat yang menjadikan kerupuk ikan sebagai makanan pelengkap sehari-hari. 3.2. Aspek Pemasaran 3.2.1. Harga Harga kerupuk ikan mengikuti hukum penawaran dan permintaan. Jika penawaran menurun maka harga kerupuk cenderung naik. Banyaknya jumlah usaha dengan berbagai jenis kerupuk yang dihasilkan menyebabkan jumlah penawaran yang cukup besar. Dalam masalah harga, produsen tidak biisa menentukan harga seperti pada pasar persaingan sempurna. Pihak yang dapat mempengaruhi harga adalah pedagang. Banyaknya jenis kerupuk di pasar m.mbuat konsumen bebas memilih produk sesuai selera, sehingga produk van; laku tersebut akan naik harganya dan dapat menurunkan harga kerupuk jlnls lain. Harga rata-rata kerupuk ikan kualitas medium di tingkat produsen pada tahun 2004 di 5idoarjo mencapai Rp.30.000,- sampai Rp.32.500,- per bal isi I) kg kerupuk siap goreng atau Rp.6.000,- sampai Rp.6.500,- tiap kg. Harga kelrupuk ikan ini cukup fluktuatif. Perubahan harga tersebut bervariasi tetapi biasanya masih berada pada kisaran 10%. Kenaikan harga terjadi pada saat inilah produksi menurun yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan penurunan produksi terutama pada musim penghujan. 3.2.2. Rantai Pemasaran Rantai pemasaran menggambarkan bagaimana kerupuk ikan sampai krpada konsumen. Pengusaha kerupuk ikan sebagian besar hanya menghasilkan produk sampai pada kerupuk mentah siap goreng. Hasil produksi berupa kerupuk siap goreng dipasarkan ke konsumen akhir (rumah tangga) melalui 3 cara yaitu: 1. Usaha penggorengan Usaha penggorengan merupakan usaha yang timbul sebagai usaha pengolahan lanjutan dari kerupuk ikan. Produk dari usaha ini berupa kerupuk goreng siap konsumsi yang dikemas kemudian dijual ke konsumen melalui toko, pedagang, pasar ataupun langsung ke konsumen akhir. 2. Agen/toko Agen/toko ini berfungsi sebagai pengepul yang akan menjual produk kerupuk siap goreng pada penjual eceran atau langsung kepada konsumen akhir. 3. Pengecer Pedagang yang menjual langsung kepada konsumen Dari pola pemasaran produk di atas, dapat diketahui bahwa produk akan sampai pada konsumen akhir dalam dua bentuk yaitu kerupuk mentah siap goreng dan kerupuk goreng siap konsumsi. Dalam hal pengiriman produk dari produsen ke konsumen ada dua cara : 1. Diambil langsung ke produsen 2. Dikirim oleh produsen kepada agen atau toko pemesan Foto 1. Kerupuk Ikan Siap Dikirim ke Pedagang Sumber: Sri Giyanti, Pusat Studl Ekonomi dan Kebijakan Pubilk (PSE-KP) UGM Gambar 1. Diagram Air Rantai Pemasarn Kerupuk Ikan 3.2.3. Kendala Pemasaran Kendala dalam pemasaran kerupuk ikan adalah masalah harga: Harga kerupuk ikan per kilogramnya relatif lebih mahal dibandingkan jenis kerupuk lain yang tidak memakai ikan sebagai campuran. Mahalnya harga kerupuk ikan udang ini menyebabkan pembeli untuk produk ini masih terbatas. Masyarakat dengan pendapatan menengah ke atas mungkin akan membeli kerupuk ikan sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi untuk masyarakat dengan pendapatan yang masih rendah konsumsi untuk kerupuk ikan ini masih terbatas pada acara-acara tertentu yang dianggap istimewa dan untuk konsumsi sehari-hari lebih memilih kerupuk jenis lainnya yang lebih murah. Berikut perbandingan harga beberapa jenis kerupuk di tingkat produsen di Banjarmasin untuk jenis kerupuk dengan kualitas medium dapat dilihat pada Tabel 3.4. Tabel 3.4 Jenis Krupuk dan Harganya di Banjarmasin Jenis Kerupuk Harga per kg Kerupuk Ikan 6.000,- Kerupuk Udang 8.000,- Kerupuk Puli 3.000,- Kerupuk Kasandra 2.900,- Kerupuk Impala 3.000,- Sumber : Data Primer Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada tingkat produsen, harga kerupuk ikan dan udang mencapai dua kali lipat dari harga jenis kerupuk dari tepung saja (tanpa ikan dan udang). Terlihat harga kerupuk udang mempunyai harga yang paling tinggi, sebab bahan baku berupa udang harganya lebih mahal diantara bahan baku jenis kerupuk lain. Dengan komposisi harga yang demikian tidak mengherankan jika permintaan kerupuk ikan relatif masih rendah terutama pada masyarakat berpenghasilan rendah. BAB IV ASPEK TEKNIS PRODUKSI Dalam bab ini akan dibahas mengenai teknis pembuatan kerupuk ikan. Secara teknis pembuatan kerupuk ikan relatif mudah dilakukan karena bahan-bahan yang mudah didapat dan alat-alat yang digunakan cukup sederhana. 4.1. Lokasi Usaha Lokasi usaha pengolahan produk ikan sebaiknya dilakukan di daerah-daerah yang dekat dengan wilayah perairan baik wilayah dekat pantai ataupun sungai-sungai besar agar dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih murah. Untuk pembuatan kerupuk ikan tidak memerlukan lokasi usaha yang spesifik. Rumah tangga pada umumnya dapat melakukan usaha ini sepanjang memiliki tanah lapang yang cukup untuk proses penjemuran. Pada lokasi usaha yang hanya memiliki tanah sempit dapat melakukan penyesuaian dengan membuat tempat penjemuran pada bagian atas bangunan yang dibuat bertingkat. 4.2. Fasilitas Produksi dan Peralatan 4.2.1. Fasilitas Produksi a. Bangunan untuk proses produksi Bangunan digunakan untuk aktivitas proses produksi yang meliputi penyiapan bahan baku, pembuatan adonan, pencetakan, pengukusan, pendinginan, pemotongan, pengeringan penjemuran dan penyimpanan. Luas lahan yang digunakan tergantung pada jenis dan banyaknya fasilitas yang dimiliki atau dengan kata lain skala usaha yang dimiliki. Layout pabrik diatur sesuai dengan urutan tahap-tahap produksi. Hal ini memudahkan untuk proses pemindahan barang dari masing-masing tahap. Ruangan untuk tempat pemotongan misalnya merupakan ruangan yang langsung tembus ke lahan penjemuran untuk memudahkan proses pengangkutan kerupuk setelah dipotong untuk selanjutnya dijemur. Gudang penyimpanan output disesuaikan dengan jumlah produksi. b. Lahan penjemuran Lahan penjemuran untuk pengeringan kerupuk ini relatif lebih luas dibandingkan bangunan tempat produksi yang lain. Tanah yang digunakan untuk penjemuran disemen agar kerupuk basah yang dijemur tidak kotor oleh tanah. Di pinggir-pinggir lahan penjemuran diberi atap untuk penyimpanan sementara kerupuk yang belum kering pada waktu malam hari atau saat hujan. 4.2.2. Peralatan Kerupuk ikan dapat diproduksi dengan alat yang sederhana atau dengan peralatan dengan teknologi modern. Untuk industri rumah tangga yang memproduksi kerupuk ikan baik untuk dikonsumsi sendiri ataupun dijual dengan likala yang masih kecil dapat menggunakan alat-alat yang sederhana. Adapun alat-alat sederhana yang digunakan untuk pembuatan kerupuk ikan yaitu: 1. Baskom 2. Dandang 3. Alat penghancur bumbu (cobek) 4. Pisau 5. Tampah (Nyiru) 6. Kompor 7. Loyang 8. Sendok Usaha pembuatan kerupuk ikan dengan skala yang besar menggunakan alat-alat dengan teknologi yang lebih modern. Penggunaan teknologi modern ini dapat mengurangi jumlah pekerja sekaligus menghasilkan produk dengan jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang singkat. Adapun peralatan modern yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk ikan antara lain: 1. Alat penghancur ikan Digunakan untuk melumatkan ikan yang telah dibersihkan kepala dan sisiknya sehingga diperoleh daging ikan yang telah ditumbuk halus dan siap dicampur dengan bahan lain. 2. Alat pelembut bahan (mulen) Mesin ini digunakan untuk melembutkan campuran ikan yang telah dihaluskan dan adonan tepung dan bumbu. Mesin ini berkapasitas hingga 10 kg dan dapat dijalankan oleh 1 (satu) orang tenaga kerja. 3. Bak pencampur bahan Bak ini berbentuk persegi empat dengan ukuran panjang rata-rata 2 meter dan lebar 1 meter yang terbuat dari kayu. Ukuran bak ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas muatan yang diinginkan. 4. Pencetak Mesin pencetak ini digunakan untuk mencetak adonan, berbentuk silinder sebelum dimasukkan ke cetakan sesuai ukuran yang diinginkan. Terdapat juga meja press agar adonan yang tercetak menjadi lebih padat dan kenyal. Mesin cetak ini membutuhkan 1 orang tenaga kerja untuk menjalankannya. 5. Alat pengukus (dandang) Alat pengukus (dandang) berbentuk tabung panjang yang terbuat dari aluminium. 6. Mesin pemotong Mesin pemotong ini digunakan untuk memotong kerupuk yang telah diidinginkan selama 1 hari (24 jam). Mesin ini dijalankan oleh 2 (dua) orang tenaga kerja. 7. Oven Oven digunakan untuk mengeringkan kerupuk terutama pada saat sinar matahari kurang atau pada saat musim hujan. Oven berbentuk persegi panjang yang terbuat dari eor-coran semen dan pasir yang terbagi dalam dua bagian. Bagian atas merupakan tempat kerupuk yang akan dikeringkan sedangkan bagian bawah berupa kolong untuk mengalirkan panas. Oven terdiri dari dryer dan mesin diesel. 4.3. Bahan Baku Terdapat bermaaam-macam jenis kerupuk yang pembuatannya menggunakan bahan baku yang berbeda-beda. Seperti namanya, kerupuk ikan merupakan kerupuk yang berbahan baku ikan. Berbagai jenis ikan dapat dlgunakan untuk pembuatan kerupuk ikan, namun tidak semua jenis ikan dapat dibuat kerupuk ikan. Adapun jenis ikan yang sering dibuat kerupuk antara lain Ikan tenggiri dan ikan pipih, serta ikan-ikan lainnya. Selain ikan, usaha ini menggunakan bahan baku lain yaitu tepung tapioka, tepung terigu, tepung sagu dan telur. Bumbu juga digunakan dalam pembuatan kerupuk ikan untuk mennmbal1 rasa lezat dan gurih. Adapun bumbu-bumbu yang digunakan adalah garam, gula dan penyedap rasa. Zat pewarna sering digunakan sebagai bahan tambahan untuk memberikan warna agar lebih menarik. 4.4. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan kerupuk tidak memerlukan keahlian khusus. Dalam hal ini tenaga kerja pria dan wanita dapat dipekerjakan pada semua tahap pembuatan. Akan tetapi tenaga kerja laki-laki sebagian besar ditempatkan pada proses penyiapan bahan, peneetakan, pengukusan, dan pemotongan sedangkan tenaga kerja wanita banyak digunakan pada tahap pemotongan, penjemuran dan pengepakan. Selain tenaga kerja tetap, terkadang diperlukan tenaga kerja borongan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pesanan atau pada musim kemarau dimana proses produksi meningkat. 4.5. Teknologi Dalam usaha pembuatan kerupuk ikan dapat menggunakan teknologi tradisional ataupun teknologi modern. Perbedaan teknologi ini berkaitan dengan jenis peralatan yang digunakan selama proses produksi. a. Teknologi tradisional Peralatan yang digunakan pada teknologi ini mudah diperoleh sebab merupakan peralatan yang sering dipakai dalam rumah tangga pada umumnya. Selain alat, tenaga kerja merupakan faktor utama dalam hasil produksi kerupuk, sebab beberapa proses produksi mengandalkan tenaga manusia. Penggunaan peralatan sederhana ini sangat mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan dan mutu. Dengan hanya menggunakan teknologi tradisional ini terkadang hanya dapat menghasilkan 1 (satu) kali adonan. Kapasitas produksi dengan alat sederhana ini sangat keeil dengan mutu yang kurang baik. b. Teknologi modern Pembuatan kerupuk dengan teknologi modern menggunakan peralatan seperti mesin cetak otomatis yang menghasilkan bentuk yang lebih variatif, mesin pemotong yang lebih eepat dan penggunaan oven, Penggunaan teknologi ini dapat menghasilkan jumlah produksi yang berlipat-lipat jika dibandingkan dengan teknologi sederhana. Dalam satu hari dapat dilakukan 3-4 kali adonan kerupuk. Selain itu dengan teknologi ini akan menghemat jumlah tenaga kerja yang digunakan yang akan menurunkan biaya operasional. c. Teknologi menengah Pada pembuatan kerupuk dengan teknologi menengah menggunakan peralatan yang terdiri dari mesin-mesin dengan kapasitas yang relatif masih rendah. 4.6. Proses Produksi Pengolahan kerupuk ikan hanya dari pengolahan bahan mentah sampai pada proses kerupuk siap goreng. Adapun proses pengolahannya adalah sebagai berikut: 1. Proses penyiapan bahan baku Proses penyiapan bahan baku adalah persiapan daging ikan, tepung serta bumbu-bumbu sesuai dengan perhitungan komposisi masing-masing bahan untuk setiap adonan. Dalam proses ini Bahan baku ikan perlu mendapat perhatian utama. Mutu ikan yang digunakan akan mempengaruhi mutu produksi kerupuk ikan, oleh karena itu perlu dipilih ikan yang masih segar. bengan demikian diperlukan pengetahuan untuk mengetahui tanda-tanda ikan dengan mutu yang baik (masih segar). Sebelum dihaluskan, ikan dibersihkan dahulu dengan eara menghilangkan sisik, insang, maupun isi perutnya kemudian dieuci sampai bersih. Bagian tubuh yang keras, seperti duri maupun tulang dibuang karena dapat menurunkan mutu kerupuk yang dihasilkan. Selanjutnya ikan tersebut digiling sampai halus. Di samping itu bahan baku berupa tepung dan telur serta bumbu disiapkan untuk proses adonan. 2. Proses pembentukan adonan Adonan dibuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan bumbu-bumbu yang digunakan. Tepung diberi air dingin hingga menjadi adonan yang kenta!. Bumbu dan ikan yang telah digiling halus dimasukkan ke dalam adonan dan diaduk/diremas hingga lumat dan rata. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam mulen untuk pelembutan, dan akan diperoleh adonan yang kenyal dengan campuran bahan merata. 3. Pencetakan Pencetakan adonan dapat dilakukan dengan tangan ataupun dengan mesin. Dengan menggunakan tangan adonan dibentuk silinder dengan panjang kurang lebih 30 cm dan diameter 5 cm. Dengan bantuan alat cetak adonan ini dapat dibuat dalam bentuk serupa. Kemudian adonan berbentuk silinder ini di “press” untuk mendapatkan adonan yang lebih padat. Selanjutnya adonan ini dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk silinder yang terbuat dari aluminium, Ikan Segar Ikan yang Mulai Membusuk Kulit – Warna kulit terang dan jernih – Kulit berwarna suram, pueat dan – Kulit masih kuat membungkus berlendir tubuh, tidak mudah sobek,terutama – Kulit mulai terlihat mengendur di pada bagian perut beberapa tempat tertentu – Warna-warna khusus yang ada – Kulit mudah robek dan warna- warna masih terlihat jelas khusus sudah hilang Kulit – Kulit berwarna suram, pueat dan – Kulit berwarna suram, pueat dan berlendir – Kulit mulai terlihat mengendur di beberapa tempat tertentu – Kulit mudah robek dan warna-warna khusus sudah hilang. khusus sudah hilang Sisik – Sisik menempel kuat pada tubuh – Sisik mudah terlepas dari tubuh sehingga sulit dilepas – Sisik mudah terlepas dari tubuh Mata – Mata tampak terang, jernih, – Mata tampak suram, tenggelam dan menonjol dan cembung berkerut an menonjol dan cembung – Mata tampak suram, tenggelam an menonjol dan cembung Insang – Insang berwarna merah sampai merah tua, terang dan lamella insang terpisah – Insang tertutup oleh lendir berwarna terang dan berbau segar seperti bau ikan – Insang berwarna coklat suram atau abu-abu dan lamella insang berdempetan – Lendir insang keruh dan berbau asam, menusuk hidung Daging – Daging kenyal, menandakan rigor mortis – Daging dan bagian tubuh lain berbau segar – Bila daging ditekan dengan jari tidak tampak bekas lekukan – Daging melekat kuat pada tulang – Daging perut utuh dan kenyal – Warna daging putih – Daging lunak, menandakan rigor mortis telah selesai – Daging dan bagian tubuh lain mulai berbau busuk – Bila ditekan dengan jari tampak bekas lekukan – Daging mudah lepas dari tulang – Daging lembek dan isi perut sering keluar – Daging berwarna kuning Kemerah – merahan terutama disekitar tulang punggung Bila ditaruh dalam air Bila ditaruh dalam air – Ikan segar akan tenggelam – Ikan yang sudah membusuk akan terapung di permukan air. Sumber: Eddy Afrianto dan Evi Liviawaty, Pengawetan dan pengolahan Ikan, Kanisius, Yogyakarta, 1989. 4. Pengukusan Adonan berbentuk silinder kemudian dikukus dalam dandang selama kurang lebih 2 jam sampai masak. Untuk mengetahui apakah adonan kerupuk telah masak atau belum adalah dengan cara menusukkan lidi ke dalamnya. Bila adonan tioak melekat pada lidi berarti adonan telah masak. Cara lain untuk menentukan masak atau tidaknya adonan kerupuk dapat dilakukan dengan menekan adonan tersebut. Bila permukaan silinder kembali seperti semula, artinya adonan telah masak. 5. Pendinginan Adonan kerupuk yang telah masak segera diangkat dan didinginkan. Untuk melepaskan dari cetakan, biasanya adonan diguyur dengan air. Adonan kemudian didinginkan di udara terbuka kurang lebih 1 (satu) hari atau kurang lebih 24 jam hingga adonan menjadi keras dan mudah diiris. 6. Pemotongan Tahap selanjutnya adalah pernotongan adonan kerupuk yang telah dingin. Sebuah mesin pemotong dijalankan oleh 2 (dua) orang. Proses ini juga dapat dilakukan secara sederhana yaitu mengiris adonan dengan pisau yang tajam. Pengirisan dilakukan setipis mungkin dengan tebal kira-kira 2 mm, agar hasilnya baik ketika digoreng. Untuk memudahkan pengirisan, pisau dilumuri dahulu dengan minyak goreng. 7. Penjemuran/pengeringan Adonan yang telah diiris-iris kemudian dijemur sampai kering. Penjemuran dilakukan di bawah sinar matahari kurang lebih 4 jam. Pada saat musim hujan untuk pengeringan kerupuk yang masih basah dapat dilakukan dengan oven (dryer) selama kurang lebih 2 jam. Tetapi kerupuk yang dikenngkan dengan sinar matahari hasilnya akan lebih bagus dibandingkan jika menggunakan oven. Kerupuk yang dikeringkan dengan sinar matahari jika digoreng akan lebih mengembang. Hal ini akan lebih menguntungkan para pengusaha penggorengan kerupuk dan akan mempengaruhi harga kerupuk. Karena itulah pengeringan menggunakan sinar matahari lebih disukai dibandingkan dengan menggunakan oven. 8. Pengepakan Setelah kering, kerupuk segera diangkat dari jemuran. Kerupuk yang telah kering dapat segera dibungkus dan dijual. Biasanya kerupuk ikan siap goreng dikemas dalam plastik sejumlah berat tertentu. Kemasan kerupuk dalam plastik tersebut disebut bal, dimana per bal dapat berisi 5 kg atau 10 kg kerupuk. Jika digambarkan dalam bentuk diagram alir, proses pembuatan kerupuk llean adalah sebagai berikut: Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Ikan 4.7. Jumlah, Jenis dan Mutu Produksi Dengan menggunakan teknologi sederhana, jumlah produksi kerupuk per hari yang dihasilkan sedikit. Dengan peralatan yang masih sederhana dan kapasitas produksi yang masih rendah, serta mengandalkan jumlah tenaga kerja manusia, pembuatan kerupuk ikan memerlukan waktu yang lebih lama sehingga dalam sehari terkadang hanya dapat melakukan 1 (satu) kali adonan dengan jumlah produksi rata-rata 3 kuintal. Dibandingkan dengan proses teknologi modern dalam satu hari dapat dilakukan 2-3 kali adonan dengan jumlah produksi per adonan bisa lebih dari 1 ton. Usaha pengolahan kerupuk ikan biasanya tidak hanya menghasilkan satu jenis kerupuk ikan. Usaha ini juga menghasilkan jenis kerupuk lain seperti kerupuk udang atau kerupuk tepung sebagai diversifikasi usaha. untuk mengantisipasi bila bahan baku ikan sulit didapat sehingga usaha tidak macet. Terdapat berbagai jenis kerupuk ikan tergantung pada jenis ikan dan komposisi ikan yang digunakan. Dari berbagai jenis kerupuk ikan dan komposisinya, produk tersebut harus memenuhi standar mutu produk kerupuk ikan yang ditetapkan. Selain itu kerupuk ikan harus bebas dari bahan-bahan pengawet yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Adapun standar mutu kerupuk disajikan dalam Tabel berikut: Tabel 4.2. Standar Mutu Kerupuk Karakteristik Standar Mutu I II Udang Ikan Udang Ikan Kadar air (%) maksimum 120 I 12,0 12,0 120 Kadar protein (%) minimum 4,0 i 5 0 20 5,0 Kadar abu tidak larut dalam asam (%) maksimum 1,0 1,0 1 0 1,0 Benda asing (%) maksimum 1/0 1 0 1 0 1,0 Bau Khas I Khas Khas Khas Sumber : http://www.ristek.go.id 4.8. Produksi Optimum Berdasarkan informasi yang diperoleh dari studi lapangan, komposisi tdonan memiliki perbandingan sebagai berikut: Ikan 50 kg, tepung tapioka 300 kg, garam 10 kg, gula 12,5 kg, telur 10 kg serta penyedap dan pewarna secukupnya. Komposisi ini dapat menghasilkan kerupuk dengan kualitas yang baik yaitu jika digoreng akan mengembang dengan baik. Apabila proses pembuatan kerupllk ikan berjalan optimal maka dari komposisi adonan tersebut dapat dihasilkan 300 – 330 kg kerupuk (rendemen 76-85 %) 4.9. Kendala Produksi Dilihat dari sisi tenaga kerja, usaha kerupuk ikan ini tidak menemui kesulitan. Setiap proses produksi dapat dikerjakan oleh tenaga kerja tanpa memerlukan keahlian khusus. Kesulitan yang sering dijumpai dalam usaha ini adalah ketika terjadi kelangkaan bahan baku ikan dan penurunan produksi pada saat musim hujan. Kesulitan bahan baku terjadi ketika pasokan ikan menurun sehingga menyebabkan harga ikan naik. Pada kondisi ini pengusaha kerupuk mengalami penurunan pasokan ikan karena jumlah produksi ikan yang menurun tersebut lebih banyak diarahkan untuk konsumsi sehari-hari secara langsung. Di pihak lain pengusaha tidak dapat menaikkan harga sesuai dengan kenaikan harga bahan bakunya karena tidak dapat mempengaruhi harga kerupuk ikan di pasar. Hal inilah yang menyebabkan pengusaha mengurangi jumlah produksinya. Pada musim hujan terjadi penurunan jumlah produksi dan penurunan mutu produk. Penurunan jumlah produksi dikarenakan kurangnya sinar matahari yang menghambat proses penjemuran. Meskipun pengeringan kerupuk dapat dilakukan dengan oven (dryer), tetapi jumlah produk yang dihasilkan juga sedikit sebab mutunya tidak sebagus jika pengeringan dengan sinar matahari. Sedikitnya sinar matahari pada musim hujan juga menurunkan mutu kerupuk karena harus dijemur berhari-hari. Kendala produksi di atas biasanya diantisipasi oleh pengusaha dengan memproduksi dalam jumlah yang besar pada musim kemarau untuk stok musim hujan, karena pada musim hjjan terjadi kenaikan harga kerupuk yang diakibatkan oleh jumlah permintaan yang tldak bisa diperrmhi oleh produsen seperti hari-hari biasanya. BAB V ASPEK KEUANGAN 5.1. Pemilihan Pola Usaha Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang pengusaha kerupuk tidak hanya memproduksi satu jenis kerupuk saja, tetapi juga memproduksi kerupuk jenis yang lain. Pada dasarnya ini merupakan salah satu strategi untuk memperkecil resiko sekaligus pengembangan usaha yang lebih luas. Untuk menganalisis aspek keuangan dari usaha kerupuk ikan sebenarnya dipengaruhi juga oleh jenis kerupuk lain yang diproduksi, akan tetapi dalam analisis ini hanya akan menganalisis aspek keuangan dari usaha yang hanya memproduksi jenis kerupuk ikan saja. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi adalah teknologi menengah dengan kapasitas produksi optimal 310 kg kerupuk setiap satu kali adonan. 5.2. Asumsi dan Parameter Untuk Analisis Keuangan Analisis keuangan, proyeksi penerimaan dan biaya didasarkan pada asumsi yang terangkum dalam Tabel 5.1. Periode proyek adalah 5 tahun. Tahun ke nol sebagai dasar perhitungan nilai sekarang (present value) adalah tahun ketika biaya investasi awal dikeluarkan. Dengan menggunakan mesinjperalatan dan jumlah tenaga kerja seperti yang tercantum dalam tabel asumsi, seorang pengusaha mampu memproduksi 310 kg kerupuk. Angka rendemen sebesar 79%. Harga kerupuk di pasar lokal sebesar Rp.6.000,-, Hari kerja selama setahun sebanyak 285 hari. Tenaga kerja borongan bekerja selama 200 hari. Tabel 5.1. Asumsi dan Parameter untuk Analisis Keuangan No Asumsi Satuan Jurnlah/ Keterangan Nilai 1. Periode proyek tahun 5 Periode 5 tahun 2. Luas tanah m2 2.000 – Luas baangunan m2 500 – Luas tanah penjemuran m2 1.500 3. Sarana Transportasi unit 1 Mobil box 4. Hari kerja selamal tahun – tenaga kerja tetap hari 285 – tenaga borongan hari 200 5 Produksi dan Harga Produksi per hari kg 620 2 adonan per hari. produksi @310 kg kerupuk Harga kerupuk ikan kg 6.000 6. Penggunaan tenaga Kerja Tenaga Manajerial orang 2 – Tenaga kerja tetap orang 14 Tenaga kerja borongan orang 4 7. Upah tenaga kerja Tenaga Manajerial Rp/hr 36.000 Tenaga kerja tetap Rp/hr 18.000 Tenaga kerja borongan Rp/hr 22.000 8. Penggunaan bahan baku untuk satu kali adonan Tepung tapioka kg 300 Ikan kg 50 Garam kg 10 Gula kg 12,5 Telur kg 10 Penyedap kg 2 Pewarna kg 0,25 9. Discount Factor/suku bunga % 17% Sumber : Lampiran 1 5.3.Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional a. Biaya Investasi Biaya investasi merupakan biaya tetap yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan. Biaya investasi untuk usaha kerupuk ikan terdiri dari beberapa komponen diantaranya biaya perijinan, sewa tanah, pembelian mesin atau peralatan produksi, peralatan pendukung dan sarana transportasi. Biaya perijinan meliputi ijin usaha dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan Departemen Kesehatan dengan jumlah biaya Rp.600.000,- dan masa berlaku selama 3 tahun. Sewa tanah dibayarkan tiap tahun, sehingga setiap tahun harus dikeluarkan biaya untuk komponen sewa tanah ini. Pada tahun-tahun tertentu dilakukan reinvestasi untuk pembelian mesin atau peralatan produksi yang umur ekonomisnya kurang dari 5 tahun. Jumlah biaya investasi keseluruhan pada tahun 0 adalah Rp.299.339.000,-. Tabel 5.2 Biaya investasi No Jenis Biaya Nilai Penyusutan 1 Perizinan 600.000 0 2 Sewa Tanah dan Bangunan 150.000.000 0 I 3 Mesin/Peralatan Produksi 107.030.000 43.994.750 4 Peralatan lain 1.709.000 221.800 5 Mobil box 40.000.000 4.000.000 Jumlah Biaya Investasi 299.399.000 48.216.550 Komponen terbesar untuk biaya investasi ini adalah sewa tanah yang mencapai 50,11% dari total biaya investasi pada awal usaha. Komponen terbesar kedua adalah biaya pembelian mesin/peralatan produksi yaitu sebesar 35,74% dari total biaya investasi. Sedangkan 14,15% sisa biaya untuk investasi merupakan biaya investasi untuk pembelian peralatan lainnya, mobil angkutan dan perijinan. b. Biaya Operasional Biaya operasional merupakan biaya varia bel yang besar kecilnya dipengaruhi oleh jumlah produksi. Komponen dari biaya operasional adalah pengadaan bahan baku dan pembantu, peralatan operasional, biaya transportasi, listrik dan telepon, serta upah tenaga kerja. Biaya operasional selama satu tahun dihitung berdasarkan jumlah hari produksi . Jumlah hari produksi dalam setahun 285 hari (asumsi yang digunakan adalah 1 tahun, t=365 hari, dikurangi hari Iibur minggu dan Iibur nasional 64 hari dan jumlah hari tidak berproduksi selama 16 hari). Biaya operasional yang diperlukan selama satu tahun mencapai Rp.711.298.900,-Biaya bahan baku menyerap sebesar 73,12% dari total biaya operasional per tahun. Komponen biaya terbesar kedua adalah biaya penggunaan tenaga kerja yang mencapai 15,45% dari total biaya operasional tiap tahunnya. Tenaga kerja yang digunakan terdiri dari tenaga kerja tetap dan borongan ditambah 2 orang tenaga kerja manajerial yang berasaldari anggota keluarga dengan upah/gaji tenaga manajerial diasumsikan dua kali Iipat upah tenaga kerja tetap. Tenaga kerja borongan hanya digunakan dengan jumlah hari kerja yang lebih sedikit, karena hanya dibutuhkan pada saat terjadi kenaikan permintaan. No Jenis Biaya Nilai (Rp.) 1 Bahan Baku 520.125.000 2 Bahan Pembantu 16.200.000 3 Peralatan Operasional 11.700.000 4 Biava transportasi 14.400.000 5 Biaya Ustrik 7.200.000 6 Biaya telepon 1.800.000 7 Tenaga Kerja 109.940.000 8 Biaya Pemeliharaan 29.933.900 Jumlah Biaya Operasional Per Tahun 711.298.900 5.4. Kebutuhan Dana Investasi dan Modal Kerja Kebutuhan investasi maupun modal kerja tidak harus dipenuhi sendiri. Jumlah modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha kerupuk ikan sebesar Rp.374.212.568,-. Jumlah kredit investasi yang dibiayai oleh bank sebesar 70% dari total kebutuhan investasi. Dengan kata lain pengusaha harus menyediakan dana sendiri sebesar 30% dari total dana investasi. Dalam analisis Inl jumlah dana kredit investasi sebesar Rp.209.537.300,-. Besarnya kredit modal kerja ditentukan berdasarkan kebutuhan dana awal u.ntuk satu kali siklus produksi. Usaha pembuatan kerupuk ikan mempunyai slklus Produksi (dan pembua.tan sampai memperoleh penerimaan dari penjualan) kurang leblh selama 30 hari atau 1 bulan. Sehingga jumlah kredit modal kerja yang dibutuhkan adalah: Kebutuhan modal kerja = (siklus produksi/hari kerja dalam setahun) x biaya operasional selama 1 tahun = (30/285) x Rp.711.298.900 = Rp.74.873.568,- Jumlah kredit modal kerja dari bank dipersyaratkan sebesar 70% dari kebutuhan dana modal kerja. Dengan demikian jumlah kredit modal kerja sebesar 70% x Rp.74.873.568 = Rp.52.41l.498,-. Jumlah dan sumber dana untuk usaha kerupuk ikan disajikan dalam Tabel 5.4. berikut: Tabel 5.4. Kebutuhan Dana untuk Investasi dan Modal Kerja No Rincian Biaya Proyek Total Biaya ! 1 Dana investasi vanq bersumber dari a, Kredit 209.537.300 b. Dana sendiri 89.801.700 Jumlah dana investasi 299.339.000 2 Dana modal keria vaQ9. bersumber dari a. Kredit 52.411.498 b. Dana sendiri 22.462.071 ! Jumlah dana modal keria 74.873.568 I 3 Total dana proyek yanq bersumber dari a. Kredit 261.948.798 i b. Dana sendiri 112.263.771 Jumlah dana proyek 374.212.568 Jangka waktu kredit untuk investasi selama 5 tahun tanpa grace period sedangkan kredit modal kerja yang digunakan dalam analisis ini berjangka waktu 1 tahun. Kredit modal kerja pada kenyataannya dapat diperpanjang lagi masa jatuh temponya disesuaikan dengan kemampuan pengusaha membayarnya. Tingkat suku bunga yang digunakan adalah sebesar 17% per tahun menurun. Dengan demikian jumlah angsuran pokok berikut btJnga yang harus dibayar setiap bulan untuk masing-masing jenis kredit dapat dihitung. Tabel 5.7. menunjukkan kumulatif angsuran (angsuran pokok dan bunga) untuk kredit investasi dan modal kerja yang harus dibayar setiap tahunnya. Tabel 5.5. Angsuran Pokok dan Bunga Kredit Investasi dan Modal Kerja Tahun Kredit Angsuran Angsuran Total Saldo Saldo ke- Pokok Bunga Angsuran Awal Akhir 0 261.1948.798 261.948.798 261.948.798 1 94.318.958 37.182.277 131.501.235 261.948.798 167.629.840 2 41.907.460 25.231.783 67.139.243 167.629.840 125.722.380 3 41.907.460 18.107.515 60.014.975 125.722.380 83.814.920 4 41.907.460 10.983.247 52.890.707 83.814.920 41.907.460 5 41.907.460 3.858.979 45.766.439 41.907.460 0 5.5. Proyeksi Produksi dan Pendapatan Kotor Jumlah produksi selama satu tahun sebesar 176.700 kg. Jumlah ini diperoleh dari jumlah adonan per tahun dikalikan dengan jumlah produksi per adonan. Dalam satu tahun dilakukan adonan 570 kali dengan jumlah produksi per adonan sebesar 310 kg kerupuk. Harga kerupuk ikan diasumsikan sebesar Rp.6.000,- tiap kg, sehingga pendapatan produksi kerupuk per tahun sebesar Rp.l.060.200.000,-. Pendapatan sampingan diperoleh dari penjualan kantong bekas tepung tapioka (sak) per tahun rata-rata Rp.1.368.000,-. Penerimaan kotor dalam setahun disajikan dalam Tabel 5.6. Tabel 5.6. Produksi dan Pendapatan Kotor per Tahun No Uraian Satuan Jumlah Harga Nilai (Rp.) Satuan 1 Produksiper tahun Kg 176.700 2 Penjualan per tahun Kg 176.700 6.000 1.060.200.000 3 Penjualan sak per tahun Sak 3.420 400 1.368.000 4 Pendapatan kotor 1.061.568.000 Dari label 5.6. di atas diketahui bahwa aliran penerimaan usaha pembuatan kerupuk ikan adalah Rp.1.061.568.000 per tahun. Sedangkan untuk aliran biaya terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya. 5.6. Proyeksi Rugi Laba dan Break Even Point Tingkat keuntungan atau profitabilitas dari usaha yang dilakukan merupakan baglan pentlng dalam analisis keuangan dari rencana kegiatan investasi. Keuntungan dihitung dan selisih antara penerimaan dan pengeluaran tiap tahunnya. Tabel 5.7. menunjukkan keuntungan (surplus) selama periode proyek. Hasil perhitungan proyeksi laba rugi menunjukkan bahwa pada tahun pertama usaha ini telah untung sebesar Rp.144.968.618-. Laba ini akan meningkat untuk tahun-tahun berikutnya karena komponen biaya angsuran kredit yang semakin berkurang. Laba rata-rata selama periode proyek adalah Rp.196.001.526,- per tahun. Profit margin rata-rata per tahon sebesar 18,46%. Den?an mempertimbangkan biaya tetap, biaya variabel dan hasil penjualan kerupuk Ikan, dan hasil analisis diperoleh BEP rata-rata selama 5 tahun untuk usaha ini adalah sebesar Rp.362.713.898,- atau dengan jumlah produksi sebesar 60.452 kg per tahunnya dengan harga kerupuk ikan per kg sebesar Rp.6.000,- Tabel 5.8 Kelayakan Usaha No Kriteria Kelayakan Nilai 1 Net SIC ratio pada DF 17% 1,60 2 NPV pada DF 17% (Rp) 223.409.530 3 IRR (%) 46,37 4 PSP (usaha) 3 tahun 11 bulan 5 PSP (kredit) 2 tahun 6 bulan Sumber : Lampiran 9 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jangka waktu pengembalian seluruh biaya investasi adalah 3 tahun 11 bulan. Dengan demikian usaha ini layak dilaksanakan karena jangka waktu pengembalian investasi lebih kecil dari periode proyek. Dilihat dari segi kelayakan kredit, usaha ini layak dibiayai karena jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan kredit hanyc 2 tahun 6 bulan. 5.8. Analisis Sensitivitas Dalam analisis proyek investasi kerupuk ikan terdapat ketidakpastian yaig akan mempengaruhi hasil perhitungan. Analisis sensitivitas akan dilakukan untuk menguji seberapa jauh proyek yang dilaksanakan sensitif terhadap perubahan harga-harga input dan output. Dalam analisis sensitivitas ini digunakan 3 skenario yaitu : 1. Skenario I Pendapatan proyek mengalami penurunan sedangkan biaya investasi can biaya operasional dianggap tetap. Penurunan pendapatan bisa diakibatkan oleh penurunan harga kerupuk, jumlah permintaan yang menurun ataupun jumlah produksi yang menurun. 2. Skenario II Siaya operasional mengalami kenaikan sedangkan biaya investasi den penerimaan proyek investasi tetap. Kenaikan biaya operasional bisa terjadi karena kenaikan harga input untuk operasional seperti bahan baku, peralatan operasional, dll. 3. Skenario III Skenario ini merupakan gabungan dari skenario I dan skenario II ya:u diasumsikan penerimaan proyek mengalami penurunan dan biaya operasioral mengalami kenaikan, sedangkan biaya investasi tetap. Hasil analisis sensitivitas disajikan dalam .Tabel berikut: Pada skenario I, dengan penurunan pendapatan proyek sebesar 2,5%, proyek ini masih layak dibiayai karena pada tingkat suku bunga 17%, net B/C sebesar 1,37, NPV sebesar Rp.138.501.442,- nilai IRR 35,94%, periode pengembalian baik kredit investasi dan kredit modal kerja kurang dari 5 tahun sehingga proyek ini layak diusahakan dan dibiayai oleh bank. Pada penurunan pendapatan sebesar 3%, diperoleh Net B/C ratio sebesar 1,32, NPV yang diperoleh sebesar Rp.21.519.824,- dan IRR 33,76. Jangka waktu pengembalian kredit selama 4 tahun 5 bulan tetapi jika dilihat dari jangka waktu pengembalian investasi, usaha ini tidak layak dilakukan karena payback periodnya ·melebihi periode proyek yang hanya 5 tahun (tabel 5.9). Tabel 5.9. Hasil Analisis Sensitivitas Skenario I No Kriteria Kelayakan Penerimaan Turun 2,5% 3% 1 Net B/C ratio pada DF 17% 137 1,32 2 NPV pada DF 17% (Rp) I 138.501.442 121.519.824 3 IRR %) 3594 3376 4 PBP usaha) 4 tahun 9 bulan 6 tahun 5 PSP kredit) 3 tahun 9 bulan 4 tahun 5 bulan Pada skenario II, dengan kenaikan biaya operasional sebesar 4%, proyek Inl masih layak dilakukan dengan net B/C sebesar 1,35, NPV Rp,132.381.873,­IRR sebesar 35,16% dan jangka waktu pengembalian kredit investasi dan kredit modal kerja kurang dari 5 tahun. Dengan demikian pad a tingkat kenaikan biaya operasional sebesar 4%, usaha ini masih layak untuk dibiayai oleh bank. Jika kenaikan biaya 5%, proyek ini tidak layak diusahakan dilihat dari payback period usahanya, karena jangka waktu pengembalian investasi melebihi periode proyek. Tetapi jika dilihat dari kriteria investasi lainnya proyek ini masih layak dlusahakan dengan net SIC sebesar 1,29, NPV Rp.109.624.959 dan IRR sebesar 32,22%. Sedangkan pay back period kredit selama 4 tahun 8 bulan (tabel 5.10) Pada skenario III pada saat terjadi penurunan pendapatan sekaligus kenaikan, biaya operasional maslng-masing sebesar 1,5%, proyek ini masih layak dibayar dengan net SIC sebesar 1,37, NPV sebesar Rp.138.329.306,­IR~ ~5,91 % dan lama pengembalian kredit selama 4 tahun 7 bulan. Dilihat dan jangka waktu pengembalian kredit, usaha ini layak dibiayai oleh bank karena pay back period untuk kredit selama 3 tahun 8 bulan. Pada penurunan pendapatan dan kenaikan biaya operasional masing­-masing se.besar 2%, proyek ini masih layak dilaksanakan Hal tersebut bisa dilihat dan Net SIC yang diperoleh 1,29, NPV sebesar Rp.109.969.231. IRR yang dlperoleh masih jauh dari tingkat suku bunga yaitu 32,26%. Tetapi jika dilihat jangka waktu pengembalian investasi proyek ini menjadi tidak layak karena memerlukan 6 tahun 1 bulan dimana jangka waktu ini melebihi periode proyek (tabel 5.11) No Kriteria Kelayakan Penerlmaan Turun dan Biaya Operasional Naik 1,5% 2% 1 Net SIC ratio pada DF 17% 1,37 1,29 2 NPV pada DF F% (Rp) 138.329.306 109.969.231 3 IRR (%) 35,91 32,26 4 PSP (usaha) 4 tahun 7 bulan 6 tahun 1 bulan 5 PSP (kredit) 3 tahun 8 bulan 5 tahun 7 bulan Hasil analisis sensitivitas di atas menunjukkan bahwa proyek ini lebih sensitif dengan penurunan pendapatan dibandingkan kenaikan biaya operasional. Dengan memperhatikan kriteria jangka waktu pengembalian investasi (pay back period usaha), proyek ini sensitif pada penurunan pendapatan sebesar 3%, artinya jika penurunan pendapatan lebih besar dari. 3% tiap tahunnya proyek ini menjadi tidak layak/merugi. Sedangkan Jika dllihat dari perubahan biaya operasional, proyek ini sensitif pada kenaikan biaya operasional sebesar 5% dengan asumsi biaya investasi dan pendapatan tetap. Analisis sensititivitas gabungan menunjukkan bahwa proyek ini sensitive pada kenaikan biaya operasional BAB VI ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN Dalam bab ini akan dibahas aspek ekonomis, sosial dan dampak lingkungan dari usaha kerupuk ikan. Aspek ekonomis berkaitan dengan dampak usaha ini terhadap perekonomian baik bagi pengusaha maupun bagi perekonomian secara umum di wilayah sekitarnya. Aspek ekonomis sangat terkait erat dengan aspek sosial karena dampak yang ditimbulkan bersifat sosial yaitu menyangkut kebutuhan orang lain terutama di sekitar wilayah usaha. Sedangkan aspek lingkungan menyangkut dampak dari usaha kerupuk ikan terhadap lingkungan sekitarnya. Dampak terhadap lingkungan terutama timbul karena setiap usaha menghasilkan limbah yang mungkin dapat mengganggu ekosistem lain. 6.1. Aspek Ekonomi dan Sosial Usaha pembuatan kerupuk ikan mempunyai dampak yang positif baik bagi pengusaha maupun penduduk wilayah setempat. Bagi pengusaha dampak ekonomis dari usaha ini adalah peningkatan pendapatan. Usaha kerupuk ikan merupakan bisnis yang sangat menguntungkan karena mempunyai peluang pasar yang sangat luas. Banyaknya industri rumah tangga untuk usaha ini dapat memacu kenaikan pendapatan rumah tangga sehingga kesejahteraan rumah tangga meningkat. Secara makro produksi kerupuk ikan yang tinggi dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah setempat. Meskipun bisa dikatakan harga per unit kerupuk ikan relatif murah, tetapi perlu diingat bahwa komoditi ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Kesempatan untuk ekspor ke luar negeri masih terbuka lebar sehingga dapat menjadi peluang untuk menambah devisa. Selain merupakan bisnis yang menguntungkan, usaha ini akan memberi dampak sosial yang positif melalui penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang ada biasanya berasal dari saudara, tetangga sekitar atau penduduk wilayah setempat. Dengan menciptakan pekerjaan yang dapat menyerap pekerja dari wilayah sekitar usaha, secara tidak langsung usaha ini telah membantu mengurangi jumlah pengangguran khususnya di daerah tersebut. Dengan berkurangnya pengangguran di daerah tersebut akan meningkatkan pendapatan sebagaimana dijelaskan sebelumnya. 6.2 Aspek Dampak lingkungan Aspek dampak lingkungan berkaitan dengan dampak limbah yang dlhasilkan dari usaha ini adalah tidak menghasilkan Iimbah yang membahayakan bagi manusia maupun lingkungan tempat tinggalnya. Hasil limbah sebagian besar merupakan air kotor sisa pembersihan. Biasanya air ini dibuang melalui saluran air dan dapat langsung meresap ke tanah. Air limbah ini tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan organisme tanah, dan tanaman. Selain air, usaha ini juga menimbulkan bau amis dari ikan yang diolah. Akan tetapi bau ini tidak sampai mengganggu udara secara luas karena jangkauannya tidak jauh. Dapat dikatakan bahwa usaha kerupuk ikan relatif aman bagi Iingkungan karena tidak menghasilkan limbah yang membahayakan bagl kehidupan manusia dan lingkungan sekitarnya. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan a. Usaha pembuatan kerupuk ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Banjarmasin merupakan usaha dengan skala keci!. b. Kegiatan usaha yang dilakukan menggunakan peralatan dengan teknologi menengah. c. Dana untuk investasi dan modal kerja bersumber dari bank dan modal sendiri. Banyak industri kerupuk yang mudah memperoleh pembiayaan dari bank. d. Permintaan kerupuk ikan relatif tinggi dengan konsumen dari berbagai lapisan masyarakat. e. Usaha kerupuk ikan mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan baik untuk konsumen dalam negeri maupun untuk ekspor. f. Harga kerupuk ikan pada tahun 2009 di tingkat produsen berkisar antara Rp.6.000,- sampai Rp.6.500,- per kg. Sedangkan harga di tingkat konsumen akhir mencapai Rp.9.000,- sampai Rp.10.000,- per kg. Harga ini sering mengalami fluktuasi dengan kisaran 10%. g. Dari segi teknis, usaha kerupuk ikan sangat mudah dan cepat diadopsi oleh masyarakat karena prosesnya sangat sederhana. h. Usaha dalam analisis ini menggunakan kredit (investasi dan modal kerja) sebesar Rp.261.948.798. dengan jangka waktu kredit investasi 5 tahun dan kredit modal kerja 1 tahun dan bunga 17% (menurun) per tahun. i. Serdasarkan analisis kelayakan finansial terhadap usaha kerupuk ikan, pada tingkat discount rate 17%, net SIC ratio sebesar 1,60 NPV sebesar Rp.223.409.530,- dan nilai IRR 46,37%. Dari analisis PSP, proyek ini mampu mengembalikan modal investasinya dalam waktu 3 tahun 11 bulan. Pay back period untuk kredit selama 2 tahun 6 bulan. j. Dengan mengacu pada jangka waktu pengembalian investasinya, dari analisis sensitivitas terhadap perubahan penerimaan dengan asumsi biaya operasional dan investasi konstan, menunjukkan bahwa proyek ini sensitif pada penurunan penerimaan sebesar 3% sehingga proyek ini tidak layak diusahakan. k. Analisis sensitivitas terhadap’perubahan biaya operasional dengan asumsi penerimaan
  4. nama: Junaidi IIIA

    STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN SEBUAH LABORATORIUM

    Berikut akan saya kupas sedikit tentang tata cara pendirian suatu laboratorium klinik, agar menggugah teman-teman analis untuk berjiwa entrepreneur sehingga nantinya dapat menjadi mandiri dalam mendirikan bisnis laboratorium klinik.Pada posting saya yang lau mengenai dasar-dasar kewirausahaan dan cara menghitung permodalan dan lainnya. Pda posting ini saya membahas tentang studi kelayakan. Studi kelayakan dimaksudkan untuk melihat apabila kita mendirikan laboratorium klinik disuatu tempat, apakah layak, apakah banyak pasien, apakah ada saingan, apakah peluang mendapatkan untung banyak, apakah jalannya ditempat yang mudah dijangkau oleh angkutan, apakah ekonomi setempat mampu membeli produk jasa laboratorium, apakah cepat kembali modal, apakah cukup untuk survive selama belum balik modal, semua itu muncul secara spontan bahwa akan ada suatu pertanyaan yang menggantung dalam benak, sehingga menuntun kita untuk melakukan studi kelayakan suatu laboratorium yang akan didirikan.
    Berikut Urutan studi Kelayakan :
    A. Pendahuluan
    1. Gambaran Umum
    Berisikan rencana pendirikan laboratorium klinik, kondisi wilayah, pelayanan kesehatan yang diberikan, akses RS dan puskesmas, kepadatan penduduk, mata pencaharian penduduk, luas kota dan tata letak laboratorium yang harus strategis persis ditengah kota. Perlu di catat : Nama laboratorium, jenis laboratorium, tingkat strata laboratorium, alamat, telpon/fax, Buka perkiraan launching (tgl, bln, thn), Status kepemilikan, Kepemilikan gedung, Ukuran/dimensi gedung, Perizinan dari dinkes, Jam kerja/buka praktek, pelayanan tambahan (antar jemput, cito).
    2. Latar Belakang Wira usaha
    Berisikan bagaimana kronologis rencana pendirian laboratorium ini, apakah modal bersama, modal satu orang, modal satu alumnus, modal organisasi atau lainnya. Mekanisme kerjasama dengan vendor dalam hal alat dan reagensia, apakah KerjaSama operasional (KSO) atau modal pribadi murni tanpa mengikat laboratorium dengan vendor.
    3. Penyusunan Studi Kelayakan Usaha
    Inilah kunci yang memegang keberhasilan usaha laboratorium yang akan didirikan. Parameter kita mendirikan sebuah laboratorium adalah ditengah kota, ada dokter praktek yang cukup banyak, Tarif praktek dokter tinggi atau rendah, Jumlah disekeliling pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Balai Pengobatan) lengkap dengan tipe nya dan ada tidaknya laboratorium klinik lain disana (ini merupakan pesaing yang patut diperhitungkan). Selain itu perlu dilihat juga perilaku konsumen. 1. Aspek kultural : kultur, subkultur dan kelas sosial. 2. Pribadi individu : Usia dan siklus hidup, Pekerjaan, gaya hidup, situasi ekonomi dan konsep hidup. 3. Psikologis : Motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. 4.Sosial : status dan keluarga.

    B. Pemasaran
    1. Daerah Pemasaran (Place) : asumsi dengan semakin banyaknya penduduk, perkantoran, perusahaan dan pasar maka makin banyak orang butuh pelayanan kesehatan seperti laboratorium untuk check up.
    2. Sasaran Pasar (Target) : Sasaran pasar meliputi semua masyarakat disekitar laboratorium, pegawai kantor, pasien RS/Puskesmas, dokter praktek, balai pengobatan dan pasien sendiri (Atas permintaan sendiri/APS)
    3. Produk (Product) : Jenis produk yang kita jual berupa jasa pelayanan laboratorium, hal ini memang tidak terlihat secara langsung produk yang kita jual kepada pasien, tetapi hanya selembar kertas berisi hasil laboratorium.
    4. Harga Jual (Price): Harga jual telah mengacu pada modal awal membeli suatu reagensia, alat, jasa pelayanan, BAKHP (syringe, tips, masker, sarung tangan karet, tissue, alkohol, kapas, dll), listrik dan fee pengirim. Semua dihitung dan satu paket tarif per parameter pemeriksaan laboratorium. Perlu ditekankan bahwa harga terjangkau dan pelayanan memuaskan akan menarik pelanggan untuk menggunakan jasa kita. Tarif yang dibuat harus memiliki elastisitas yang baik (turun/naik). Elastisitas tarif dapat dimainkan sesuai kondisi yang terjadi dilapangan.
    5. Volume Penjualan (Seller) : Perlu dilakukan target volume penjualan per bidang yang dapat dilayani (hematologi, kimia klinik, urinalisa, bakteriologi/parasitologi dan imunologi). Umumnya hematologi lebih besar jumlah pasiennya dan paling sedikit adalah serologi. Perlu dikategorikan parameter yang diperiksa dalam 4 kategori : Cash Cow adalahTest-test rutin, biaya murah, banyak diminati klinisi (hematologi), Star adalah Banyak diminta namun mahal (kimia klinik), Dog adalah Tes biaya mahal dan sedikit permintaan (Serologi) dan Tidak jelas status adalah tes yang jarang diminta, murah dan klasik (ZnTT, TTT).
    6. Promosi (Promotion)
    Memperkenal profil laboratorium melalui promosi ke tempat praktek, RS, Puskesmas, kantor, masyarakat melalui brosur, spanduk dan selebaran. Promosi bentuk lain melalui berbicara dengan dengan pasien, memperkenalkan parameter dengan tujuannya dan promosi discount tarif.
    7. Analisa Pesaing
    Perlu dilakukan analisa pesaing dalam pelayanan laboratorium. RS : sejauh mana pelayanan yang diberikan, mutu yang diberikan, parameter yang diperiksa. Puskesmas : parameter apa saja yang bisa diperiksa. Laboratorium Swasta : pesaing yang handal, perlu di analisa apa saja dapat menjadi saingan, tarif, mutu, fee dokter, alat/reagensia dan letak gedung. Oleh sebab itu lakukan analisis SWOT.

    C. Aspek Sumber Daya Manusia dan Yuridis
    1. Aspek Yuridis :
    Pedoman mendirikan laboratorium : UU Kesehatan, Peraturan Presiden, Kepmenkes, Peraturan Daerah tentang pelayanan kesehatan. Perlu adanya keputusan notaris atas akta laboratorium, SK berdirinya laboratorium, Status legalitas Ijazah Petugas, Persetujuan laboratorium, NPWP, IMB, Rekening telpon dan listrik.
    2. Struktur Organisasi
    Perlu disusun struktur organisasi laboratorium klinik. Penanggung jawab, kepala laboratorium, penanggung jawab teknis, pelaksana analis kesehatan dan administrasi.
    3. Uraian Tugas
    Berdasarkan struktur organisasi, dibuat uraian tugas masing-masing dan diperbolehkan merangkap uraian tugas.

    D. Aspek Keuangan
    1. Ekonomi dan Keuangan
    Menyangkut biaya awal untuk investasi pendirian sebuah laboratorium klinik. Dengan modal yang besar dan kuat maka tertopang seluruh keuangan laboratorium, bila modal kecil mungkin akan terdapat suatu titik kritis keuangan menipis sebelum terjadi BEP. Dibuat inventarisasi barang dan reagensia, beserta tarif pemeriksaan.
    2. Modal (Investation)
    Modal awal yang dibutuhkan untuk investasi alat, reagensia, gedung dan tenaga.
    3. Biaya tetap Bulanan (Fixed Cost)
    Biaya yang dikeluarkan untuk menggulirkan usaha secara rutin tiap bulan dengan atau tanpa adanya penjualan. Biaya ini pasti keluar tiap bulan (gaji, listrik, PDAM, cicilan, bunga)
    4. Biaya Variabel
    Biaya yang dikeluarkan terkait biaya produksi suatu jasa laboratorium. Didalamnya termasuk : Reagensia, alat, bahan pendukung, jasa pelayanan)
    5. Titik Impas (BEP = Break Even Point)
    Kondisi dimana jumlah pendapatan sama dengan pengeluaran yang terjadi pada saat sudah berjalan pelayanan laboratorium klinik. Ada bulan tertentu dimana biaya tetap+variabel setara dengan pendapatan. Kondisi saat ini belum dapat untung, namun kegiatan produksi sudah bisa membiayai kegiatan. Setelah bulan selanjutnya maka diperolehlah laba bersih.
    6. Balik Modal (Pay Back Period)
    Ini kondisi yang diharapkan setelah lama berjalan sebuah laboratorium klinik. Kondisi dimana semua modal investasi awal sudah dapat ditutupi dengan hasil laba produksi. Untuk bulan selanjutnya didapatkan laba bersih terlepas dari modal awal.
    E. Kesimpulan
    Perlu dilakukan langkah-langkah untuk mendapatkan kesuksesan dalam berwirausaha bidang laboratorium. Apabila telah dilakukan langkah-langkah diatas, maka laboratorium sudah mampu berjalan dengan baik dan akan mendapatkan laba bersih yang banyak serta tetap survive walaupun banyak kompetitor.

  5. STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN SEBUAH LABORATORIUM

    Berikut akan saya kupas sedikit tentang tata cara pendirian suatu laboratorium klinik, agar menggugah teman-teman analis untuk berjiwa entrepreneur sehingga nantinya dapat menjadi mandiri dalam mendirikan bisnis laboratorium klinik.Pada posting saya yang lau mengenai dasar-dasar kewirausahaan dan cara menghitung permodalan dan lainnya. Pda posting ini saya membahas tentang studi kelayakan. Studi kelayakan dimaksudkan untuk melihat apabila kita mendirikan laboratorium klinik disuatu tempat, apakah layak, apakah banyak pasien, apakah ada saingan, apakah peluang mendapatkan untung banyak, apakah jalannya ditempat yang mudah dijangkau oleh angkutan, apakah ekonomi setempat mampu membeli produk jasa laboratorium, apakah cepat kembali modal, apakah cukup untuk survive selama belum balik modal, semua itu muncul secara spontan bahwa akan ada suatu pertanyaan yang menggantung dalam benak, sehingga menuntun kita untuk melakukan studi kelayakan suatu laboratorium yang akan didirikan.
    Berikut Urutan studi Kelayakan :
    A. Pendahuluan
    1. Gambaran Umum
    Berisikan rencana pendirikan laboratorium klinik, kondisi wilayah, pelayanan kesehatan yang diberikan, akses RS dan puskesmas, kepadatan penduduk, mata pencaharian penduduk, luas kota dan tata letak laboratorium yang harus strategis persis ditengah kota. Perlu di catat : Nama laboratorium, jenis laboratorium, tingkat strata laboratorium, alamat, telpon/fax, Buka perkiraan launching (tgl, bln, thn), Status kepemilikan, Kepemilikan gedung, Ukuran/dimensi gedung, Perizinan dari dinkes, Jam kerja/buka praktek, pelayanan tambahan (antar jemput, cito).
    2. Latar Belakang Wira usaha
    Berisikan bagaimana kronologis rencana pendirian laboratorium ini, apakah modal bersama, modal satu orang, modal satu alumnus, modal organisasi atau lainnya. Mekanisme kerjasama dengan vendor dalam hal alat dan reagensia, apakah KerjaSama operasional (KSO) atau modal pribadi murni tanpa mengikat laboratorium dengan vendor.
    3. Penyusunan Studi Kelayakan Usaha
    Inilah kunci yang memegang keberhasilan usaha laboratorium yang akan didirikan. Parameter kita mendirikan sebuah laboratorium adalah ditengah kota, ada dokter praktek yang cukup banyak, Tarif praktek dokter tinggi atau rendah, Jumlah disekeliling pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Balai Pengobatan) lengkap dengan tipe nya dan ada tidaknya laboratorium klinik lain disana (ini merupakan pesaing yang patut diperhitungkan). Selain itu perlu dilihat juga perilaku konsumen. 1. Aspek kultural : kultur, subkultur dan kelas sosial. 2. Pribadi individu : Usia dan siklus hidup, Pekerjaan, gaya hidup, situasi ekonomi dan konsep hidup. 3. Psikologis : Motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. 4.Sosial : status dan keluarga.

    B. Pemasaran
    1. Daerah Pemasaran (Place) : asumsi dengan semakin banyaknya penduduk, perkantoran, perusahaan dan pasar maka makin banyak orang butuh pelayanan kesehatan seperti laboratorium untuk check up.
    2. Sasaran Pasar (Target) : Sasaran pasar meliputi semua masyarakat disekitar laboratorium, pegawai kantor, pasien RS/Puskesmas, dokter praktek, balai pengobatan dan pasien sendiri (Atas permintaan sendiri/APS)
    3. Produk (Product) : Jenis produk yang kita jual berupa jasa pelayanan laboratorium, hal ini memang tidak terlihat secara langsung produk yang kita jual kepada pasien, tetapi hanya selembar kertas berisi hasil laboratorium.
    4. Harga Jual (Price): Harga jual telah mengacu pada modal awal membeli suatu reagensia, alat, jasa pelayanan, BAKHP (syringe, tips, masker, sarung tangan karet, tissue, alkohol, kapas, dll), listrik dan fee pengirim. Semua dihitung dan satu paket tarif per parameter pemeriksaan laboratorium. Perlu ditekankan bahwa harga terjangkau dan pelayanan memuaskan akan menarik pelanggan untuk menggunakan jasa kita. Tarif yang dibuat harus memiliki elastisitas yang baik (turun/naik). Elastisitas tarif dapat dimainkan sesuai kondisi yang terjadi dilapangan.
    5. Volume Penjualan (Seller) : Perlu dilakukan target volume penjualan per bidang yang dapat dilayani (hematologi, kimia klinik, urinalisa, bakteriologi/parasitologi dan imunologi). Umumnya hematologi lebih besar jumlah pasiennya dan paling sedikit adalah serologi. Perlu dikategorikan parameter yang diperiksa dalam 4 kategori : Cash Cow adalahTest-test rutin, biaya murah, banyak diminati klinisi (hematologi), Star adalah Banyak diminta namun mahal (kimia klinik), Dog adalah Tes biaya mahal dan sedikit permintaan (Serologi) dan Tidak jelas status adalah tes yang jarang diminta, murah dan klasik (ZnTT, TTT).
    6. Promosi (Promotion)
    Memperkenal profil laboratorium melalui promosi ke tempat praktek, RS, Puskesmas, kantor, masyarakat melalui brosur, spanduk dan selebaran. Promosi bentuk lain melalui berbicara dengan dengan pasien, memperkenalkan parameter dengan tujuannya dan promosi discount tarif.
    7. Analisa Pesaing
    Perlu dilakukan analisa pesaing dalam pelayanan laboratorium. RS : sejauh mana pelayanan yang diberikan, mutu yang diberikan, parameter yang diperiksa. Puskesmas : parameter apa saja yang bisa diperiksa. Laboratorium Swasta : pesaing yang handal, perlu di analisa apa saja dapat menjadi saingan, tarif, mutu, fee dokter, alat/reagensia dan letak gedung. Oleh sebab itu lakukan analisis SWOT.

    C. Aspek Sumber Daya Manusia dan Yuridis
    1. Aspek Yuridis :
    Pedoman mendirikan laboratorium : UU Kesehatan, Peraturan Presiden, Kepmenkes, Peraturan Daerah tentang pelayanan kesehatan. Perlu adanya keputusan notaris atas akta laboratorium, SK berdirinya laboratorium, Status legalitas Ijazah Petugas, Persetujuan laboratorium, NPWP, IMB, Rekening telpon dan listrik.
    2. Struktur Organisasi
    Perlu disusun struktur organisasi laboratorium klinik. Penanggung jawab, kepala laboratorium, penanggung jawab teknis, pelaksana analis kesehatan dan administrasi.
    3. Uraian Tugas
    Berdasarkan struktur organisasi, dibuat uraian tugas masing-masing dan diperbolehkan merangkap uraian tugas.

    D. Aspek Keuangan
    1. Ekonomi dan Keuangan
    Menyangkut biaya awal untuk investasi pendirian sebuah laboratorium klinik. Dengan modal yang besar dan kuat maka tertopang seluruh keuangan laboratorium, bila modal kecil mungkin akan terdapat suatu titik kritis keuangan menipis sebelum terjadi BEP. Dibuat inventarisasi barang dan reagensia, beserta tarif pemeriksaan.
    2. Modal (Investation)
    Modal awal yang dibutuhkan untuk investasi alat, reagensia, gedung dan tenaga.
    3. Biaya tetap Bulanan (Fixed Cost)
    Biaya yang dikeluarkan untuk menggulirkan usaha secara rutin tiap bulan dengan atau tanpa adanya penjualan. Biaya ini pasti keluar tiap bulan (gaji, listrik, PDAM, cicilan, bunga)
    4. Biaya Variabel
    Biaya yang dikeluarkan terkait biaya produksi suatu jasa laboratorium. Didalamnya termasuk : Reagensia, alat, bahan pendukung, jasa pelayanan)
    5. Titik Impas (BEP = Break Even Point)
    Kondisi dimana jumlah pendapatan sama dengan pengeluaran yang terjadi pada saat sudah berjalan pelayanan laboratorium klinik. Ada bulan tertentu dimana biaya tetap+variabel setara dengan pendapatan. Kondisi saat ini belum dapat untung, namun kegiatan produksi sudah bisa membiayai kegiatan. Setelah bulan selanjutnya maka diperolehlah laba bersih.
    6. Balik Modal (Pay Back Period)
    Ini kondisi yang diharapkan setelah lama berjalan sebuah laboratorium klinik. Kondisi dimana semua modal investasi awal sudah dapat ditutupi dengan hasil laba produksi. Untuk bulan selanjutnya didapatkan laba bersih terlepas dari modal awal.
    E. Kesimpulan
    Perlu dilakukan langkah-langkah untuk mendapatkan kesuksesan dalam berwirausaha bidang laboratorium. Apabila telah dilakukan langkah-langkah diatas, maka laboratorium sudah mampu berjalan dengan baik dan akan mendapatkan laba bersih yang banyak serta tetap survive walaupun banyak kompetitor.

  6. BUTIK BUSANA MUSLIM “MUMTAZA”
    Oleh : Munif Kholifah Sulistiyoningrum
    A. LATAR BELAKANG
    Studi kelayakan dalam bisnis sangat dibutuhkan untuk keberhasilan suatu usaha. Apalagi di era globalisasi seperti yang terjadi pada saat ini, pertumbuhan ekonomi seringkali terjadi perubahan. Kita sebagai pebisnis harus selektif dalam membangun suatu bentuk usaha. Banyak sekali pebisnis yang bermunculan dengan segala macam bentuk usaha yang dijalani, namun kebanyakan mereka sulit untuk bertahan selama 5 tahun.
    Dengan menggunakan studi kelayakan dan memperhatikan pasar sekarang ini, pertumbuhan butik khususnya butik busana muslim pertumbuhannya semakin menunjukkan prospek yang cemerlang. Butik busana muslim “MUMTAZA” akan menyediakan koleksi busana muslim dengan merk yang menonjolkan sisi feminitas dan terbatas karena busana yang tersedia bukan produk masal artinya tidak ada yang sama satu sama lain. Satu item barang akan menyediakan 3 ukuran dengan motif yang berbeda sehingga memberikan variasi pilihan busana muslim yang tidak akan sama dengan yang lain.
    Kami memberikan penawaran terbaik tentang selera kaum perempuan kalangan menengah keatas yang menggunakan busana muslim yang suka tampil cantik dan menarik dengan menggunakan baju-baju dengan model terbaru dan tidak ada yang menyamai serta tampil beda dibandingkan dengan sesamanya.
    Jenis produk yang dijual dibutik busana muslim “MUMTAZA” adalah busana muslim untuk kalangan mahasiswa, eksekutif muda dan ibu rumah tangga. Dilengkapi pula dengan aksesoris penunjang antara lain jilbab, sepatu, sandal, tas, dompet dan aksesoris penunjang penampilan lainnya yang memenuhi selera perempuan terhadap busana-busana model terbaru. Bisnis ini tahan krisis, karena memenuhi selera perempuan yang berkaitan dengan kepuasan batinnya.
    B. TUJUAN
    Penulis mempertimbangkan studi kelayakan yang sebaik-baiknya untuk pelaksanaan usaha butik busana muslim “MUMTAZA” ini. Dengan menggunakan studi kelayakan menjadikan kegiatan usaha ini sangat efektif dalam perencanaan usaha yang akan penulis lakukan, sehingga dapat memperkecil resiko usaha bahkan mungkin memperbesar sumber penghasilan. Karena jika setiap orang dapat memperhatikan sektor-sektor usaha yang ada, terutama butik busana muslim tersebut, usaha akan berjalan dengan lancar, bahkan lebih berkembang dibanding usaha lain yang tidak memperhatikan studi kelayakan yang ada.
    Sehingga studi kelayakan yang dibuat bisa menjadi pertimbangan pengaplikasian usaha menjadi layak untuk dilaksanakan atau tidak layak untuk dilaksanakan.

    C. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
    Pendirian butik busana muslim MUMTAZA bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan produk busana muslim serta aksesoris penunjangnya bagi mahasiswa, eksekutif muda dan ibu rumah tangga.
    1. Segmentasi pasar.
    Batasan usia: 17 – 40 tahun
    Sasaran: mahasiswa, ekskutif muda wanita, dan ibu rumah tangga.
    Ekonomi: Menengah keatas
    Model Pakaian: chic & colorfull.
    2. Calon pelanggan potensial
    Semua penduduk Ngaliyan yang berjenis kelamin perempuan dan beragama Islam. Karena mereka berpotensi memakai busana muslim. Mahasiswi IAIN yang 100% menggunakan busana muslimah.
    3. Konsumen alternatif
    Walaupun masyarakat di daerah Ngaliyan adalah target pasar utama, namun tidak tertutup bagi daerah-daerah sekitar jika ingin berbelanja di butik busana Muslim kami yang pada perkembangannya akan menjadi pelanggan kami.
    4. Pemasaran
    a. Harga
    Daftar harga produk menggunakan metode markup di mana setiap produk yang diperoleh akan dinaikkan harga jualnya menjdi 25% – 35% sehingga kami bisa mendapatkan keuntungan.
    Daftar harga produk di butik busana muslim “MUMTAZA”:
    Blus: Rp. 75.000 – Rp. 1.000.000.
    Gamis: Rp. 150.000 – Rp. 1.000.000.
    T-shirt muslim: Rp. 45.000 – Rp. 250.000
    Blezer: Rp. 250.000 – Rp. 1.000.000
    Jaket: Rp. 150.000 – Rp. 1.000.000.
    Celana panjang kain dan jins: Rp. 45.000-Rp. 500.000.
    Rok panjang: Rp. 45.000 – Rp. 200.000.
    Jilbab: Rp. 25.000 – Rp. 200.000.
    Tas: Rp. 75.000 – 500.000.
    Dompet: Rp. 25.000 – Rp. 250.000.
    Sandal: Rp. 35.000 – Rp. 250.000.
    Sepatu: Rp. 80.000 – Rp. 1.000.000.
    Aksesoris: Rp. 10.000 – Rp. 200.000.
    b. Promosi.
    • Dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet
    • Promosi dari mulut ke mulut
    • Memberikan diskon kepada pembeli yang membeli dalam jumlah besar.
    • Pada saat grand opening memberikan diskon kepada pelanggan sebesar 10%.
    D. ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA
    Struktur Organisasi :
    Pada gerai butik busana muslim “MUMTAZA” dipimpin oleh pemiliknya langsung dan memiliki dua orang karyawan sebagai pramuniaga yang merangkap sebagai kasir.
    1. Direktur/pemilik
    • Mengatur dan mengambil seluruh keputusan untuk memajukan butik busana muslim “MUMTAZA”.
    • Mengatur seluruh keuangan, baik uang masuk maupun uang keluar.
    • Pemburu busana-busana menarik diberbagai kota, busana-busana tersebut dibeli kemudian dijual kembali dibutiknya.
    • Mengawasi kinerja karyawan.
    • Memberikan pelayanan terbaik kepada karyawan.
    2. Pramuniaga merangkap kasir.
    • Menawarkan produk terbaru yang ada di butik kepada pelanggan.
    • Membantu pelanggan dalam mencari dan mengepas produk.
    • Mengawasi atau menjaga produk agar tidak hilang atau rusak.
    • Melayani pembeli melakukan pembayaran.
    Kualifikasi tenaga kerja
    • Pendidikan minimal SMU/SMK sederajat
    • Status single atau belum menikah
    • Usia maksimum 24 tahun
    • Bisa mengoperasikan komputer
    • Ulet dan jujur
    • Mudah beradaptasi dan berpenampilan menarik
    • Tinggal di sekitar Ngaliyan
    Proses Rekrutmen :
    • Membuat informasi lowongan pekerjaan melalui pamflet dan dari mulut ke mulut
    • Seleksi administrasi. Proses ini menyeleksi seluruh surat lamaran yang masuk dan dipilih orang-orang yang masuk dalam kriteria yang ditentukan.
    • Wawancara. Dilakukan untuk mengetahui latar belakang keluarga, pendidikan dan pekerjaan sebelumnya, juga fisik langsung si pelamar. Selain itu untuk mengetahui apa saja yang diinginkan oleh si pelamar dari perusahaan jika ia nanti bergabung.
    • Tes ketrampilan. Pelamar yang lolos seleksi administrasi dan wawancara menjalani tes ini agar perusahaan tahu sejauh mana ketrampilan yang dimiliki oleh si pelamar mengenai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan dan kemampuan mengoperasikan komputer.
    • Penandatanganan kontrak. Bagi pelamar yang sudah lolos seluruh penyeleksian dan diterima bekerja segera datang dan melaporkan diri untuk penandatanganan kontrak.
    • Kompensasi. Sebagai kompensasi atas kerja dari karyawan kami memberikan gaji sebesar Rp. 1.000.000 perbulan.
    E. ASPEK TEKNIS
    1. Disain produk.
    Seluruh produk yang ada di butik busana muslim “MUMTAZA” tidak kami produksi sendiri, tapi kami mencari produk sesuai dengan tema butik kami. Ada juga beberapa produk yang dibuat oleh desainer namun desainnya berasal dari kami. Walaupun tidak memproduksi sendiri produk-produk kami, tapi tetap menjaga kualitas produk agar tidak mengecewakan konsumen. Butik kami akan menonjolkan keseluruhan produk dengan warna-warna yang cerah, hitam dan putih. Produk kami tidak bersifat masal, jadi satu jenis produk hanya memiliki tiga jenis ukuran dengan warna yang berbeda. Contoh produk yang kami tawarkan antara lain:
    1. Aneka Baju Muslimah dan Jilbab

    2. Aneka jenis Tas

    3. Aneka jenis sepatu

    2. Quality control.
    Walaupun kita tidak membuat atau memproduksi sendiri produk-produk kami namun saat kita membeli atau memesan produk dari disainer, kami selalu memperhatikan kualitas bahan yang digunakan dan memperhatikan kerapian jahitan.
    3. Lokasi usaha.
    Butik busana muslim “MUMTAZA” berlokasi di daerah Ngaliyan Semarang tepatnya di ruko Ngaliyan Square Jl. Prof. Hamka, KM1 Ngaliyan Semarang. Dengan memperhatikan beberapa faktor:
    • Faktor pertama, karena di Ngaliyan banyak terdapat perumahan dengan mayoritas penduduk beragama Islam sehingga mereka berpotensial memakai busana muslim.
    • Faktor kedua, terdapat perguruan tinggi Islam Negeri yang 100% mahasiswinya menggunakan busana muslimah.
    • Faktor ketiga, belum banyak butik busana muslim di sekitar Ngaliyan.
    • Faktor keempat, karena harga sewa ruko di daerah Ngaliyan masih terjangkau.
    • Faktor kelima, di daerah Ngaliyan relatif aman.
    • Faktor keenam, transportasi mudah karena berada di pinggir jalan raya yang dilewati oleh semua angkutan umum.

    1. Aspek hukum
    Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
    a. Perijinan :
    i) Izin lokasi :
    • sertifikat (akte tanah),
    • bukti pembayaran PBB yang terakhir,
    • rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
    ii) Izin usaha :
    • Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
    • NPWP (nomor pokok wajib pajak)
    • Surat tanda daftar perusahaan
    • Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
    • Surat tanda rekanan dari pemda setempat
    • SIUP setempat
    • Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

    • BUTIK BUSANA MUSLIM “MUMTAZA”
      BUTIK BUSANA MUSLIM “MUMTAZA”
      Oleh : Munif Kholifah Sulistiyoningrum
      A. LATAR BELAKANG
      Studi kelayakan dalam bisnis sangat dibutuhkan untuk keberhasilan suatu usaha. Apalagi di era globalisasi seperti yang terjadi pada saat ini, pertumbuhan ekonomi seringkali terjadi perubahan. Kita sebagai pebisnis harus selektif dalam membangun suatu bentuk usaha. Banyak sekali pebisnis yang bermunculan dengan segala macam bentuk usaha yang dijalani, namun kebanyakan mereka sulit untuk bertahan selama 5 tahun.
      Dengan menggunakan studi kelayakan dan memperhatikan pasar sekarang ini, pertumbuhan butik khususnya butik busana muslim pertumbuhannya semakin menunjukkan prospek yang cemerlang. Butik busana muslim “MUMTAZA” akan menyediakan koleksi busana muslim dengan merk yang menonjolkan sisi feminitas dan terbatas karena busana yang tersedia bukan produk masal artinya tidak ada yang sama satu sama lain. Satu item barang akan menyediakan 3 ukuran dengan motif yang berbeda sehingga memberikan variasi pilihan busana muslim yang tidak akan sama dengan yang lain.
      Kami memberikan penawaran terbaik tentang selera kaum perempuan kalangan menengah keatas yang menggunakan busana muslim yang suka tampil cantik dan menarik dengan menggunakan baju-baju dengan model terbaru dan tidak ada yang menyamai serta tampil beda dibandingkan dengan sesamanya.
      Jenis produk yang dijual dibutik busana muslim “MUMTAZA” adalah busana muslim untuk kalangan mahasiswa, eksekutif muda dan ibu rumah tangga. Dilengkapi pula dengan aksesoris penunjang antara lain jilbab, sepatu, sandal, tas, dompet dan aksesoris penunjang penampilan lainnya yang memenuhi selera perempuan terhadap busana-busana model terbaru. Bisnis ini tahan krisis, karena memenuhi selera perempuan yang berkaitan dengan kepuasan batinnya.
      B. TUJUAN
      Penulis mempertimbangkan studi kelayakan yang sebaik-baiknya untuk pelaksanaan usaha butik busana muslim “MUMTAZA” ini. Dengan menggunakan studi kelayakan menjadikan kegiatan usaha ini sangat efektif dalam perencanaan usaha yang akan penulis lakukan, sehingga dapat memperkecil resiko usaha bahkan mungkin memperbesar sumber penghasilan. Karena jika setiap orang dapat memperhatikan sektor-sektor usaha yang ada, terutama butik busana muslim tersebut, usaha akan berjalan dengan lancar, bahkan lebih berkembang dibanding usaha lain yang tidak memperhatikan studi kelayakan yang ada.
      Sehingga studi kelayakan yang dibuat bisa menjadi pertimbangan pengaplikasian usaha menjadi layak untuk dilaksanakan atau tidak layak untuk dilaksanakan.

      C. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
      Pendirian butik busana muslim MUMTAZA bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan produk busana muslim serta aksesoris penunjangnya bagi mahasiswa, eksekutif muda dan ibu rumah tangga.
      1. Segmentasi pasar.
      Batasan usia: 17 – 40 tahun
      Sasaran: mahasiswa, ekskutif muda wanita, dan ibu rumah tangga.
      Ekonomi: Menengah keatas
      Model Pakaian: chic & colorfull.
      2. Calon pelanggan potensial
      Semua penduduk Ngaliyan yang berjenis kelamin perempuan dan beragama Islam. Karena mereka berpotensi memakai busana muslim. Mahasiswi IAIN yang 100% menggunakan busana muslimah.
      3. Konsumen alternatif
      Walaupun masyarakat di daerah Ngaliyan adalah target pasar utama, namun tidak tertutup bagi daerah-daerah sekitar jika ingin berbelanja di butik busana Muslim kami yang pada perkembangannya akan menjadi pelanggan kami.
      4. Pemasaran
      a. Harga
      Daftar harga produk menggunakan metode markup di mana setiap produk yang diperoleh akan dinaikkan harga jualnya menjdi 25% – 35% sehingga kami bisa mendapatkan keuntungan.
      Daftar harga produk di butik busana muslim “MUMTAZA”:
      Blus: Rp. 75.000 – Rp. 1.000.000.
      Gamis: Rp. 150.000 – Rp. 1.000.000.
      T-shirt muslim: Rp. 45.000 – Rp. 250.000
      Blezer: Rp. 250.000 – Rp. 1.000.000
      Jaket: Rp. 150.000 – Rp. 1.000.000.
      Celana panjang kain dan jins: Rp. 45.000-Rp. 500.000.
      Rok panjang: Rp. 45.000 – Rp. 200.000.
      Jilbab: Rp. 25.000 – Rp. 200.000.
      Tas: Rp. 75.000 – 500.000.
      Dompet: Rp. 25.000 – Rp. 250.000.
      Sandal: Rp. 35.000 – Rp. 250.000.
      Sepatu: Rp. 80.000 – Rp. 1.000.000.
      Aksesoris: Rp. 10.000 – Rp. 200.000.
      b. Promosi.
      • Dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet
      • Promosi dari mulut ke mulut
      • Memberikan diskon kepada pembeli yang membeli dalam jumlah besar.
      • Pada saat grand opening memberikan diskon kepada pelanggan sebesar 10%.
      D. ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA
      Struktur Organisasi :
      Pada gerai butik busana muslim “MUMTAZA” dipimpin oleh pemiliknya langsung dan memiliki dua orang karyawan sebagai pramuniaga yang merangkap sebagai kasir.
      1. Direktur/pemilik
      • Mengatur dan mengambil seluruh keputusan untuk memajukan butik busana muslim “MUMTAZA”.
      • Mengatur seluruh keuangan, baik uang masuk maupun uang keluar.
      • Pemburu busana-busana menarik diberbagai kota, busana-busana tersebut dibeli kemudian dijual kembali dibutiknya.
      • Mengawasi kinerja karyawan.
      • Memberikan pelayanan terbaik kepada karyawan.
      2. Pramuniaga merangkap kasir.
      • Menawarkan produk terbaru yang ada di butik kepada pelanggan.
      • Membantu pelanggan dalam mencari dan mengepas produk.
      • Mengawasi atau menjaga produk agar tidak hilang atau rusak.
      • Melayani pembeli melakukan pembayaran.
      Kualifikasi tenaga kerja
      • Pendidikan minimal SMU/SMK sederajat
      • Status single atau belum menikah
      • Usia maksimum 24 tahun
      • Bisa mengoperasikan komputer
      • Ulet dan jujur
      • Mudah beradaptasi dan berpenampilan menarik
      • Tinggal di sekitar Ngaliyan
      Proses Rekrutmen :
      • Membuat informasi lowongan pekerjaan melalui pamflet dan dari mulut ke mulut
      • Seleksi administrasi. Proses ini menyeleksi seluruh surat lamaran yang masuk dan dipilih orang-orang yang masuk dalam kriteria yang ditentukan.
      • Wawancara. Dilakukan untuk mengetahui latar belakang keluarga, pendidikan dan pekerjaan sebelumnya, juga fisik langsung si pelamar. Selain itu untuk mengetahui apa saja yang diinginkan oleh si pelamar dari perusahaan jika ia nanti bergabung.
      • Tes ketrampilan. Pelamar yang lolos seleksi administrasi dan wawancara menjalani tes ini agar perusahaan tahu sejauh mana ketrampilan yang dimiliki oleh si pelamar mengenai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan dan kemampuan mengoperasikan komputer.
      • Penandatanganan kontrak. Bagi pelamar yang sudah lolos seluruh penyeleksian dan diterima bekerja segera datang dan melaporkan diri untuk penandatanganan kontrak.
      • Kompensasi. Sebagai kompensasi atas kerja dari karyawan kami memberikan gaji sebesar Rp. 1.000.000 perbulan.
      E. ASPEK TEKNIS
      1. Disain produk.
      Seluruh produk yang ada di butik busana muslim “MUMTAZA” tidak kami produksi sendiri, tapi kami mencari produk sesuai dengan tema butik kami. Ada juga beberapa produk yang dibuat oleh desainer namun desainnya berasal dari kami. Walaupun tidak memproduksi sendiri produk-produk kami, tapi tetap menjaga kualitas produk agar tidak mengecewakan konsumen. Butik kami akan menonjolkan keseluruhan produk dengan warna-warna yang cerah, hitam dan putih. Produk kami tidak bersifat masal, jadi satu jenis produk hanya memiliki tiga jenis ukuran dengan warna yang berbeda. Contoh produk yang kami tawarkan antara lain:
      1. Aneka Baju Muslimah dan Jilbab

      2. Aneka jenis Tas

      3. Aneka jenis sepatu

      2. Quality control.
      Walaupun kita tidak membuat atau memproduksi sendiri produk-produk kami namun saat kita membeli atau memesan produk dari disainer, kami selalu memperhatikan kualitas bahan yang digunakan dan memperhatikan kerapian jahitan.
      3. Lokasi usaha.
      Butik busana muslim “MUMTAZA” berlokasi di daerah Ngaliyan Semarang tepatnya di ruko Ngaliyan Square Jl. Prof. Hamka, KM1 Ngaliyan Semarang. Dengan memperhatikan beberapa faktor:
      • Faktor pertama, karena di Ngaliyan banyak terdapat perumahan dengan mayoritas penduduk beragama Islam sehingga mereka berpotensial memakai busana muslim.
      • Faktor kedua, terdapat perguruan tinggi Islam Negeri yang 100% mahasiswinya menggunakan busana muslimah.
      • Faktor ketiga, belum banyak butik busana muslim di sekitar Ngaliyan.
      • Faktor keempat, karena harga sewa ruko di daerah Ngaliyan masih terjangkau.
      • Faktor kelima, di daerah Ngaliyan relatif aman.
      • Faktor keenam, transportasi mudah karena berada di pinggir jalan raya yang dilewati oleh semua angkutan umum.

      1. Aspek hukum
      Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
      a. Perijinan :
      i) Izin lokasi :
      • sertifikat (akte tanah),
      • bukti pembayaran PBB yang terakhir,
      • rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan
      ii) Izin usaha :
      • Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
      • NPWP (nomor pokok wajib pajak)
      • Surat tanda daftar perusahaan
      • Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
      • Surat tanda rekanan dari pemda setempat
      • SIUP setempat
      • Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

  7. PEBRI WIYONO
    PO.71.20.0.09.1947
    studi kelayakan bisnis foto copy
    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional pada bulan April 2008 yang mencapai 4,01% dan di Surabaya yang mencapai 3,07 % dan isu kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini, masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
    Bagi para pelaku usaha, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana daya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan dari beberapa penawaran yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila permintaan meningkat memungkinkan pasar menjadi potensial dan ketika kondisi permintaan menurun menyebabkan kondisi
    Pasar berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimana tingkat persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum permintaan maupun penawaran itu terjadi pada kondisi yang demikian.
    Jenis Usaha
    Unit usaha ini diberi nama ANDA dikarenakan bergerak dalam usaha
    Nama organisasi : foto copy “ANDA”
    Jenis Organisasi : yang melakukan percetakan
    Pemilik : BAMBANG NURYANTO
    Alamat : Simo gunung 12
    Tlp : ( 031 ) 71444328
    BAB II
    TINJAUAN ASPEK
    2.1 ASPEK PEMASARAN
    A. Segmentasi, Targeting dan Positioning
    a. Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha foto copy adalah semua segmen pasar (umum)
    b. Targeting
    Yang menjadi target market adalah siswas-siswi smp kawung Surabaya pada khususnya dan masyarakat disekitarnya
    c. Positioning
    Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai tempat foto copy yang berkualitas dengan harga yang pas.
    B. Permintaan
    Perkembangan permintaan saat ini
    Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan foto copy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan masyarakat dan meminimalisasi biaya.
    C. Penawaran
    a. Perkembangan penawaran saat ini
    Perkembangan penawaran disektor usaha foto copy pada saat ini memang umum di lingkungan kampus. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini sudah dibidik secara serius. Oleh karena itu, agar usaha foto copy menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen dengan cara mendiskon harga dengan ketentuan yang berlaku
    b. Prospek penawaran di masa yang akan datang
    Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif (lebih banyak produk yang ditawarkan dalam hal ini tidak dimiliki oleh pesaing) maupun lebih kompetitif (dilihat dari kualitas harga dalam hal ini tidak terlalu diperhitungkankertas dan hasil copy dikarenakan para pesaing juga melakukan banting harga) maka karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi.
    D. Program Pemasaran
    a. Tingkat pelayanan
    Dalam usaha ini kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan langsung,pemesanan dan tepat waktu pekerjaan .
    b. Penetapan harga
    Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.
    2.2 ASPEK OPERASI
    A. Rencana Pengembangan
    a. Evaluasi lokasi
    Lokasi yang akan kami pilih untuk mendirikan bangunan sebagai tempat usaha foto copy adalah Dukuh kupang X Surabaya
    b. Sarana dan prasarana
    • Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah dengan memanfatkan : Meja Kursi, Ruang Tunggu, Tempat parkir,
    • Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan bangunan seluas
    5 X 6 m2
    c. Bahan – bahan utama
    Bahan utama yang digunakan dalam menjalankan usaha foto copy antara lain :
    1. 3 buah mesin foto copy
    2. 2 buah mesin potong kertas
    3. berbagai jenis dan ukuran kertas
    4. Stapeles besar dan kecil berserta isi
    5. Isolasi berbagai ukuran
    6. berbagai warna mika
    e. Bangunan dan tata letak bangunan
    bangunan berdiri diatas tanah seluas 5 X 6 m2 dimana tempat parkir disediakan tanah seluas 5 X 2 m2
    f. Jadwal pelaksanaan
    Usaha foto copy akan mulai didirikan pada tanggal 1 Mei 2009 sampai tanggal 15 Juli 2008 untuk kegiatan pembangunan gedung, dan kegiatan operasional penjualan mulai lounching dan diperkenalkan ke masyarakat mulai tanggal 01 Agustus 2009.
    B. Rencana Pengoperasian Usaha
    a. Proses operasi usaha
    Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencana persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.
    b. Kebutuhan bahan operasi
    Kebutuhan bahan operasi foto copy dikelola oleh pimpinan mengenai kebutuhan bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk dan kegiatan pemasaran.
    c. Kegiatan perawatan mesin
    mesin foto copy yang digunakan mempunyai umur ekonomis selama 4 th.Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga ahli mesin sesuai dengan mesin – mesin yang kami gunakan. Misalnya perawatan mesin copy,perawatan dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan menggunakan tenaga ahli dari mitra kerja kami.
    2.3 ASPEK SDM
    A. Struktur Organisasi
    Bagan organisasi tersebut di buat agar memudahkan mengenai kepemimpinan organisasi dan dalam pembagian pekerjaan sesuai dengan divisi masing – masing
    B. Jabatan dan uraian tugas
    Pemilik
    Berperan sebagai kasir dan sekaligus sebagai penaggung jawab opersional
    Karyawan
    Berperan sebagai pelaksana pengoperasian mesin foto copy sekaligus melayani konsumen
    C. JAM KERJA
    Toko foto copy “ ANDA “ menggunakan jam kerja hari senin s/d minggu dari jam 06:00 s/d 19:00
    C. Jumlah karyawan dan system penggajian
    Periode I = tahun 1 s/d tahun 3
    No Jabatan Jumlah Gaji/bulan Total gaji/th
    1 Pemilik
    Penanggung jawab 1 Rp 1.200.000 Rp 14,400,000
    2 Karyawan 3 Rp 750.000 Rp 27.000.000
    Total gaji Rp 3.450.000 Rp 41.400.000
    Total gaji selama 3 tahun untuk periode I :
    • total gaji per bulan = Rp 3.450.000,-
    • total gaji per tahun = Rp 3.450.000,- x 12 = Rp 41.400.000,-
    • total gaji selama 3 tahun = Rp 41.400.000,- x 3 = Rp 124.200.000,
    pada bulan pertama tahun ke 4 terdapat kenaikan gaji sebesar Rp 100.000.-
    Periode II = tahun 4 s/d 5
    No Jabatan Jumlah Gaji/bulan Total gaji/th
    1 Pemilik
    Penanggung jawab 1 Rp 1.300.000 Rp15.600.000
    2 Karyawan 3 Rp 850.000 Rp30.600.000
    Total gaji Rp 3.850.000 Rp 46.200.000
    • total gaji per bulan = Rp3.850.000,-
    • total gaji per tahun = Rp 3.850.000,- x 12 = Rp 46.200.000,-
    • total gaji tahun 4 = Rp 46.200.000,-
    jadi selama empat tahun pengeluaran gaji sebesar
    Rp 124.200.000, + Rp 46.200.000, = Rp 170.400.000,-
    BAB III
    ANALISA
    MARGIN LABA 20%
    Penerimaan ( cash in flow ) = Rp 450.000 X 30 = 13.500.000 X 12 th
    = Rp 162.000.000
    Rp 162.000.000 X 4 th = Rp 648.000.000
    Pengeluaran ( cash out flow )
    Seluruh pengeluaran selama periode 1 dan 2 th
    Kertas HVS A4 70 Gr (Rp. 23.000 X 50 rim) : Rp 1.150.000
    Kertas HVS Folio 60 Gr (Rp. 18.000 X 150 rim) : Rp 2.700.000
    Isolasi Jilid @ Rp. 8.000 X 10 : Rp. 80.000
    Tunner : Rp. 7.200.000
    Biaya Perawatan : Rp. 72.000.000
    1 Pimpinan Rp. 1.200.000 X 12 : Rp. 14 400.000
    3 Karyawan Rp. 750.000 X 3 X 12 : Rp. 27.000.000
    Biaya Listrik : Rp. 7.200.000
    Biaya telepon : Rp. 1.200.000
    PBB : Rp. 1.400.000
    TOTAL Rp. 134.330.000 x 2
    Rp 268.660.000
    Seluruh pengeluaran selama periode 3 dan 4 th
    Kertas HVS A4 70 Gr (Rp. 24.000 X 50 rim) : Rp. 1.200.000
    Kertas HVS Folio 60 Gr (Rp. 20.000 X 150 rim) : Rp 3.000.000
    Isolasi Jilid @ Rp. 8.500 X 10 : Rp. 85.000
    Tunner : Rp. 8.000.000
    Biaya Perawatan : Rp. 72.000.000
    1 Pimpinan Rp. 1.300.000 X 12 : Rp. 15.600.000
    3 Karyawan Rp. 850.000 X 3 X 12 : Rp. 30.600.000
    Biaya Listrik : Rp. 7.200.000
    Biaya telepon : Rp. 1.200.000
    PBB : Rp. 1.400.000
    TOTAL Rp. 140.285.000 x 2
    Rp 280.570.000
    Proyeksi Laba Rugi ( EAT )
    – Penjualan per tahun (Rp 450.000 x 30 hari x 12 bulan ) : Rp 162.000.000
    – Biaya Operasi : Rp (134.330.000)
    Laba/ Rugi : Rp.27.670.000
    – PPN 10% ( 10.975.000 x 10% ) : ( Rp. 2.767.000 )
    – PBB : ( Rp. 1.400.000 )
    Laba setelah pajak : Rp 23.503.000
    • PBP :
    Investasi
    PBP = arus kas in flow X 1 th
    400.000.000 x 1 th = 2,4 th
    162.000.000
    • NPV :
    NPV = Cash In Flow + Discon Factor ( 20 % )
    1
    CIF + ( 1 + i ) n
    162.000.000 + 1
    ( 1 + i ) 4
    • IRR :
    • ROI :
    No Pendapatan df PV
    1.
    2.
    3.
    4.
    Rp 134.330.000
    Rp 134.330.000
    Rp 140.285.000
    Rp 140.285.000 0,8333
    0,6944
    0,5787
    0,4822 Rp 111.937.189
    Rp 93.278.752
    Rp 81.182.929,5
    Rp 67.645.427
    TOTAL PV Rp 354.044.297,5
    NPV = total PV – Inv. Awal
    = Rp 354.044.297,5 -Rp 347,730,000
    = Rp 6.314.297,5
    Jika NPV > 0 Usulan proyek diterima ( Positif )
    BAB VII
    KESIMPULAN
    A. Kesimpulan
    Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha fotocopy mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha foto copy pada masa yang akan datang Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan foto copy semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kepentingan masyarakat dan meminimalisasi biaya
    B. Saran
    Dalam menjalankan usaha fotocopy, yang perlu untuk diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga kualitas hasil fotocopy yang baik.dan menjaga stabilitas stock kertas serta mencari segmen yang tepat.juga menentukan dalam harga pasar.

  8. Proses perencanaan dan perhitungan yang dilakukan Wira terhadap faktor-faktor yang akan membatasi perolehan keuntungan, perkiraan laba rugi usaha dan perkiraan arus kas beserta analisanya secara tertulis disebut sebagai menghitung kelayakan usaha. Selanjutnya data yang diperoleh, proses perencanaan usaha dan perhitungan yang dilakukan dan disusun menurut aturan tertentu disebut sebagai kegiatan menyusun kelayakan usaha.

    Secara umum laporan kelayakan usaha harus memuat hal-hal sebagai berikut:

    A. Latar Belakang

    B. Gambaran Umum

    C. Prospek Pemasaran

    D. Aspek Teknis

    E. Manajemen Operasional

    F. Manfaat Ekonomis dan Prospek Finansial

    G. Kesimpulan
    II. KAJIAN YANG DIPERLUKAN

    Kelayakan usaha dibuat sebagai alat untuk memutuskan apakah suatu rencana dan investasi usaha dapat dilanjutkan atau harus dihentikan. Selain untuk pihak yang akan melakukan kegiatan usaha, kelayakan usaha ini digunakan oleh pihak penyandang dana atau Bank untuk menilai apakah usaha yang akan didirikan layak untuk dibiayai atau tidak. Kelayakan yang baik memerlukan beberapa kajian tentang aspek usaha seperti aspek pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, dan lain-lain.
    A. Aspek Pasar

    Pada dasarnya setiap usaha adalah menjual jasa dan atau barang yang dihasilkan untuk digunakan atau dibeli oleh masyarakat (pasar) tergantung dari kebutuhan masyarakat dan persediaan barang yang dibutuhkan. Sebelum menentukan usaha apa yang akan dilaksanakan, perlu diidentifikasi terlebih dahulu apa kebutuhan masyarakat yang harus kita penuhi.

    1. Produk

    Untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, Wira merencanakan akan melakukan pengamatan terhadap perumahan disekitar tempat tinggalnya. Dimulai dengan kompleks perumahan sederhana (tempat tinggalnya), setiap hari Wira mencatat apa yang dilihat dan dijumpainya. Disamping perumahan sederhana, juga dilakukan pengamatan ke lingkungan perumahan semi real estate dan real estate yang ada di sekitar radius 10 KM dari tempat tinggalnya. Data yang berhasil dikumpulkan oleh Wira adalah sebagai berikut

    Tabel 1
    Perumahan sederhana Semi Real Estate Real Estate
    Jumlah Rumah 900 600 400
    Jumlah Kepala keluarga 851 530 386
    KK Tanpa anak 20 6
    KK dengan anak sekolah 812 515 263
    Suami istri kerja 629 492 300
    Sambungan telepon 600 524 386
    Waktu pulang kerja
    16.00 – 18.00 394 90 23
    18.00 – 20.00 311 326 168
    20.00 – 146 114 195
    Jumlah kendaraan roda 4 126 500 386
    Jumlah kndaraan roda 2 304 97 21
    Perkiraan pendapatan 2.000.000 5.000.000 10.000.000
    Jumlah toko
    Barang kebutuhan pokok 8 1 –
    Barang elektronik 1 – –
    Bahan bangunan 5 – –
    Kue dan roti 2 1 –
    Bengkel dan cuci mobil – – –
    Bengkel sepeda motor 1 – –

    Dari basil pengamatannya, Wira sudah mendapat bayangan tentang kemungkinan bidang usaha atau peluang usaha yang tersedia di lingkungan tempat tinggalnya, antara lain: Bengkel dan Cuci Mobil, Toko Onderdil, Agen LPG, Bengkel Las, Suplier Kebutuhan pokok, Toko Eceran, Warung Sayur, dan sebagainya.

    Setelah mempelajari semua peluang usaha yang ada, Wira merasa bahwa yang sesuai dengan potensi dan kemampuannya saat ini adalah usaha dibidang kebutuhan pokok.

    2. Permintaan dan Penawaran

    Tanpa adanya permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa yang dihasilkan, maka usaha yang dijalankan tidak mempunyai nilai atau manfaat ekonomis.

    Wira menyadari bahwa kegiatan usaha selalu didasari oleh adanya kebutuhan akan barang dan jasa dari pasar. Oleh karena itu, dari data yang dikumpulkan, Wira melakukan perhitungan-perhitungan untuk mengetahui berapa besar kebutuhan pokok sehari-hari yang diperlukan oleh penghuni perumahan di sekitar tempat tinggalnya.
    Tabel 2
    No
    Jenis Data Perumahan sederhana Semi real estate Real estate

    1.

    Jumlah kepala keluarga 851 530 386

    1.

    Perkiraan pendapatan 2.000.000 5.000.000 10.000.000

    1.

    Biaya hidup 80% dari (no 1) 1.600.000 4.000.000 8.000.000

    1.

    Biaya hidup utama 60% dari (no 3) 960.000 2.400.000 4.800.000

    1.

    Belanja dilingkungan sendiri 40% dari (no 4) 384.000 960.000 1.920.000

    1.

    Belanja kebutuha pokok 60% dari (no 5) 230.400 576.000 1.152.000

    1.

    Potensi permintaan kebutuhan pokok (1×6) 196.070.400 305.280.000 444.672.000

    Biaya hidup adalah pengeluaran untuk menunjang kehidupan keluarga, misalnya makanan, pakaian, perumahan, sekolah, kesehatan. komunikasi, hiburan, dan lain-lain. Biaya hidup utama adalah pengeluaran untuk beras, lauk pauk, sayuran, dan kebutuhan pokok lainnya.

    Biaya di lingkungan sendiri adalah pengeluaran yang dilakukan di sekitar tempat tinggal dan tidak memerlukan waktu lama. Biaya ini dikeluarkan untuk tukang sayur keliling, warung, toko kebutuhan pokok sekitar tempat tinggal.

    Belanja kebutuhan pokok adalah pengeluaran yang dilakukan untuk belanja ke toko-toko kebutuhan pokok di sekitar tempat tinggal. Secara keseluruhan potensi permintaan belanja di toko kebutuhan pokok per bulan untuk perumahan di sekitar radius 10 KIn dari tempat tinggal Wira adalah:

    Rp.196.070.400+Rp.305.280.000+Rp.444.672.000 = Rp.946.022.400/bulan

    atau sekitar Rp.31.534.080 per hari.

    Dari segi penawaran, Wira mengamati toko-toko penyedia kebutuhan pokok yang ada disekitar radius 10 Km, 8 buah di perumahan sederhana dan sebuah di kawasan semi real estate.

    Pengamatan terhadap toko-toko tersebut dimaksudkan untuk mengetahui berapa besar nilai dagangan dan kemampuan jual serta karakter pembeli di keempat toko tersebut.

    Gambaran umum yang diperoleh adalah omzet rata-rata per toko di perumahan sederhana sebesar Rp.l.500.000 per hari. Kawasan semi real estate sebesar Rp.2.000.000 per hari. Kesimpulannya f: ornzet rata-rata toko kebutuhan pokok di lingkungan radius 10 KIn ( 9 toko ) adalah Rp.14.000.000 per hari atau sebesar Rp.570.000.000 per bulan.

    Dari perhitungan yang dilakukan, Wira memperoleh kesimpulan bahwa masih terdapat peluang untuk masuk dalam usaha pengadaan kebutuhan bahan pokok sebagai berikut:

    Potensi permintaan Rp.946.022.400.-

    Potensi penawaran Rp.420.000.000,-

    Peluang pasar Rp.526.022.400,-

    Wira beranggapan bahwa potensi pemenuhan kebutuhan pokok yang ada selama ini diperoleh dari luar kawasan, seperti Makro, Goro, atau Hero. Dan potensi ini masih bisa ditarik ke dalam kawasan usaha Wira bila tokonya masih dalam jangkauan konsumen atau pemasaran dilakukan dengan proaktif ( barang di antar ke rumah ).

    3. Persaingan

    Menyadari bahwa usaha yang akan dimasukinya sudah ada 9 toko yang menjalaninya, Wira menperhitungkan bahwa persaingan yang dihadapi cukup berat. Oleh karena itu, Wira melakukan pengamatan lebih jauh dan terperinci terhadap ke sembilan toko tersebut, untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut:

    a) Apakah dalam waktu dekat akan memperluas usahanya, kalau ya di mana lokasinya?

    b) Tingkat harga jual barang dagangan dan perkiraan margin yang diambil.

    c) Bagaimana cara melayani konsumen.

    d) Pelayanan tambahan apa yang diberikan oleh toko ( misalnya fasilitas antar barang, diskon, dll. )

    e) Siapa pemasoknya dan bagaimana caranya.

    Dari pengamatan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

    a) Dalam waktu dekat belum ada rencana usaha baru yang sernpa.

    b) Harga jual barang lebih mahal dari harga super market, marjin yang diambil rata-rata 20 persen.

    c) Konsumen dilayani pelayan toko.

    d) Tidak ada fasilitas antar barang

    e) Pemasok mendatangi toko.

    Dari basil pengamatan di atas, Wira menyimpulkan bahwa peluang pasar yang hendak diambilnya tidak diganggu oleh pesaing baru.

    Wira merencanakan memperpendek rantai distribusi untuk berhubungan langsung dengan agen atau distriubtor. Dengan pasokan langsung dari distributor, Wira yakin mampu memberikan harga yang lebih murah dari pesaingnya. Dengan sistim swalayan dimana konsumen melayani dirinya sendiri diharapkan dapat menekan biaya operasi, sehingga harga dapat lebih murah dari pesaingnya bahkan dari supermarket.

    Melalui fasilitas antar barang, Wira berharap selain mendapat konsumen baru juga dapat menarik konsumen pesaing.

    4. Rencana Pemasaran

    Sebelum toko dibuka, hal-hal yang harus dilakukan Wira berdasarkan informasi yang diperoleh adalah minimal sudah dapat menentukan:

    a) Lokasi usaha

    b) Produk yang akan dijual

    c) Harga jual barang

    d) Rencana promosi
    B. Aspek Teknis

    1. Lokasi .

    Setelah menghitung potensi pasar yang ada, Wira harus menentukan lokasi dimana usahanya akan dibuka. Untuk itu dilakukan analisa terhadap lokasi berdasarkan faktor-faktor yang mendukung usaha, seperti jalur jalan, kemudahan pasokan barang, kemudahan akses ke pasar, dan sebagainya.

    2. Tanah dan Bangunan .

    Selanjutnya terhadap lokasi yang telah ditetapkan masih harus diputuskan apakah tanahnya akan dibeli atau disewa. Sebagai pengusaha pemula di bidang perdagangan, pada tahap awal sebaiknya menyewa tempat usaha.

    3. Mesin dan Peralatan

    Kebutuhan akan mesin dan peralatan berbeda-beda menurut jenis usahanya. Di bidang usaha produksi, mesin dan peralatan merupakan keharusan, sedangkan untuk bidang perdagangan hanya diperlukan mesin pendukung yaitu mesin hitung dan lebih diutamakan ruang pamer dan perlengkapannya.

    4. Bahan Baku dan bahan pembantu

    Untuk usaha perdagangan, barang dagangan merupakan bahan bakunya. Guna keperluan tersebut Wira telah melakukan pendekatan terhadap pemasok bahan baku, ketersediaan pasokan, sarana transportasi, sistem pembelian, dan sebagainya.

    5. Proses Produksi

    Proses produksi untuk usaha industri berbeda dengan usaha perdagangan. Di bidang industri proses produksi berhubungan dengan proses pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, sementara di bidang perdagangan tidak ada proses pengolahan. Secara umum proses melayani pembeli mulai dari promosi, menawarkan barang, transaksi, penyerahan barang dapat dikategorikan sebagai proses produksi di bidang perdagangan.

    Sebagai pengusaha tentunya Wira harus mengerti bagaimana proses produksi berlangsung, dan proses itu perlu digambarkan dengan jelas, dipahami dan dilaksanakan oleh pegawai maupun pihak lain yang terkait.

    Dari peluang pasar dan kriteria teknis yang menjadi pertimbangan usaha tersebut, kemudian Wira melakukan sejumlah keputusan dan perhitungan sebagai berikut:

    a) Lokasi Usaha : Jl. Raya Bogor, Cimanggis Depok

    b) Status : Sewa

    c) Luas Tempat Usaha : 300 M2

    d) Luas Ruang Pamer : : 100 M2 “

    e) Luas Gudang : 60 M2

    f) Nilai Sewa : Rp.2.000.000/ bulan

    g) Biaya Renovasi : Rp.5.000.000

    Selanjutnya untuk kegiatan operasional diperlukan sejumlah perlengkapan dan alat transportasi yang terdiri dari:

    a) Papan nama dan perizinan 1 unit

    b) Meja, kursi kasir 1 unit

    c) Meja, kursi pimpinan 1 unit

    d) Meja, kursi administrasi 1 unit

    e) Etalase 4 unit

    f) Rak besi 20 unit

    g) Lemari pendingin 1 unit

    h) Filling Cabinet 1 unit

    i) Cash Register 1 unit

    j) Kalkulator 2 unit

    k) Kotak Kas 1 unit

    l) Komputer 1 unit

    m) Telepon/Fax 1 unit

    n) Sepeda motor 2 unit

    Renovasi gedung/toko dilakukan agar didapatkan suasana toko yang lebih nyaman dan membuat betah calon konsumen. Untuk tertib administrasi dan proses pelayanan, Wira menggunakan jasa orang untuk membuat sistem pembukuan, sistem database inventori, dan sistem pelayanan. Untuk itu diperlukan biaya pengembangan sistem komputer.

    Dalam hal pengisian barang dagangan, wira telah melakukan negosiasi dengan beberapa agen dan distributor untuk memperpendek rantai distribusi. Pembayaran pasokan barang tergantung pada jenis dan karakteristik barang, bisa dilakukan tunai, kredit, atau konsinyasi.

    Ill. RENCANA PENGELOLAAN USAHA

    Berdasarkan omzet yang hendak dicapai dan sistem pelayanan yang menyerupai mini market, Wira merencanakan merekrut 4 orang karyawan selain dirinya dengan pembagian tugas sebagai berikut:

    1. Seorang pimpinan toko sebagai pengelola usaha

    2. Seorang kasir yang bertanggung jawab terhadap pembukuan dan proses administrasi.

    3. Seorang pramuniaga murni untuk melayani kebutuhan calon pembeli. 4.

    4. Dua orang pramuniga yang merangkap petugas antar barang.

    A. Perkiraan Kebutuhan Modal Investasi

    Berdasarkan kebutuhan operasional usaha dan perlengkapan yang dibutuhkan dapat dihitung perkiraan biaya investasi sebagai berikut:
    Tabel 3
    No. Jenis biaya Harga/unit (Rp) JumlahUnit Harga (Rp) Penyusutan
    1.
    Renovasi gedung
    5.000.000 1 5.000.000
    2. Papan nama, perijinan 500.000 1 500.000
    3. Meja, kursi kasir 900.000 1 900.000
    4. Meja, kursi pimpinan 400.000 1 400.000
    5. Meja, kursi administrasi 200.000 1 200.000
    6. Etalase 500.000 4 2.000.000
    7. Rak besi 200.000 20 4.000.000
    8. Lemari pendingin 3.000.000 1 3.000.000
    9. Filling cabinet 800.000 1 800.000

    1.

    Cash register 4.000.000 1 4.000.000

    1.

    Kalkulator 50.000 2 100.000

    1.

    Kotak kas
    200.000 1 200.000

    1.

    Komputer 4.000.000 1 4.000.000

    1.

    Telp/fax 300.000 1 300.000

    1.

    Sepeda motor 8.000.000 2 16.000.000
    Jumlah 41.400.000

    Peralatan tersebut di atas diperkirakan mempunyai umur ekonomis 4 tahun.

    –~
    B. Perkiraan Biaya Operasi dan Modal Kerja

    Biaya operasi adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk pengelolaan toko setiap bulannya dengan rincian sebagai berikut: Dengan asumsi:

    a) Potensi Pasar per bulan Rp.526.022.400 ………..(a)

    b) Target Omzet (80% x a) Rp.420.817.920 ………..(b)

    c) Target Omzet perhari (b:30) Rp.14.027.264 …………(c)

    d) Pengadaan barang 4 kali setiap bulan ……..(d)

    e) Hari kerja perbulan 30hari ……………………(e)

    f) Rata-rata perputaran barang (e:d) 7,5 hari …………………. (f)

    g) Harga pokok pembelian (90% x c) Rp.12.624.537 …………(g)

    h) Modal kerja barang dagangan (g x f) Rp.94.864.032
    Perkiraan Biaya Operasi
    Tabel 4
    Item Harga/unit Unit Jumlah/bulan
    Pembelian barang dagangan
    12.625.000 30 hari 378.750.000
    Kemasan 10.000 30 hari 300.000
    Sewa gedung Rp. 6 jt/ tahun 500.000
    Gaji pegawai (5 orang) 2.000.000
    Air, listrik, dan telepon 500.000
    Alat tulis kantor 100.000
    Pemeliharaan gedung 200.000
    Biaya operasional kendaraan 140.000
    Biaya pemeliharaan kendaraan 100.000
    T o t a l 382.590.000
    Perkiraan Modal Kerja

    Modal kerja adalah sejumlah dana tunai atau barang dagangan awal yang harus ada sebelum toko mulai beroperasi. Dalam hal ini keperluan dana tetsebut akan dipergunakan untuk membeli barang dagangan, kemasan, gaji pegawai, sewa tempat dan cadangan uang tunai. Kebutuhan modal kerja untuk barang dagangan dihitung dengan perkiraan berapa lama barang tertahan di toko sejak mulai pembelian sampai barang tersebut terjual dan memperoleh pendapatan tunai. Dalam kasus ini barang akan terjual dalam jangka waktu 7,5 hari. Karena usaha perdagangan pada umumnya menciptakan pendapatan tunai dalam setiap transaksi yang terjadi, maka pembelian barang berikutnya dibiayai.dari basil penjualan, demikian seterusnya. Dengan demikian modal kerja untuk barang dagangan adalah 7,5 x Rp.12.625.000,- = Rp.94.687.500,-

    Karena sewa gedung harus dibayar untuk 1 tahun dimuka, maka dana tunai awal yang diperlukan adalah Rp.6.000.000,-.

    Untuk gaji pegawai diperkirakan dari pendapatan tunai harian ditambah dana tunai untuk 5 hari kerja sudah cukup untuk memenuhi pembayaran gaji pegawai bulan pertama. Untuk bulan selanjutnya dana untuk gaji pegawai dapat dipenuhi dari pendapatan penjualan. Modal kerja untuk gaji pegawai adalah 5/30 x Rp.2.000.000,- = Rp.335.000,- (dibulatkan).

    Dana cadangan dipersiapkan untuk pembiayaan keperluan yang mendadak diluar yang telah direncanakan, biasanya 15% dari modal kerja untuk barang dagangan

    Kebutuhan modal kerja untuk memulai usaha perdagangan adalah sebagai berikut:

    Tabel 5
    Uraian Dana Tertahan Modal Kerja (Rp.)
    Barang dagangan
    7,5 hari 94.687.500
    Kemasan 7,5 hari 75.000
    Sewa gedung 12 bulan 6.000.000
    Gaji pegawai 5 hari 335.000
    Cadangan 14.200.000
    Total modal kerja 115.297.500
    Pembiayaan Investasi dan Modal Kerja

    Perhitungan yang dilakukan Wira memberikan gambaran kebutuhan dana sebagai berikut:

    Tabel 6
    Biaya investasi
    41.400.000
    Modal kerja 115.297.500
    Total kebutuhan dana 156.697.500
    Modal sendiri (modal disetor) 50.000.000
    Pinjaman/kredit 106.697.500

    Karena modal yang dimiliki Wira tidak mencukupi untuk membuka usaha, maka dia harus mencari dana dari luar atau mengajukan kredit modal kerja ke Bank dengan bunga 21 % per tahun.

    1. C. Perhitungan Laba Rugi.

    Setelah mendapatkan jumlah dana yang diperlukan untuk investasi dan modal kerja. Wira kemudian melakukan perhitungan apakah usaha yang akan dilakukannya dapat memberikan keuntungan atau kerugian.

    Proyeksi Laba-rugi dibuat untuk jangka waktu 4 tahun sesuai dengan masa pengembalian kredit dan umur ekonomis dari peralatan dan perlengkapan yang dipakai. Pendapatan dari penjualan diasumsikan meningkat 15 % setiap tahunnya sedangkan sewa gedung meningkat 10 % per tahun.

    Perkiraan laba-rugi dihitung sebagai berikut (dalam juta rupiah):
    Tabel 7
    Uraian Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Total
    Penjualan (g=15% / tahun) 5.050 5.807,5 6.678,6 7.680,5 25.216,6
    Harga pokok pembelian 4.544,8 5.226,7 6.010,7 6.912,4 22.694,6
    Biaya penjualan 40,1 44,1 48,5 53,3 186
    Laba kotor 465,1 536,7 619,4 714,8 2336
    Sewa gedung 6 6,6 7,3 8 27,9
    Biaya listrik dll 6 6 6 6 24
    Pemeliharaan kendaraan 1,2 1,2 1,2 1,2 4,8
    Laba operasional 451,9 522,9 604,9 699,6 2279,3
    Biaya lain-lain
    Biaya penyusutan 10,35 10,35 10,35 10,35 41,4
    Bunga pinjaman 24,5 20.1 14,6 8 68,1
    Laba bersih sebelum pajak 41705 492,45 579,95 681,25 2.170,7

    Perhitungan arus Kas

    Setelah laba-rugi dihitung, Wira menghitung arus kas yang mungkin terjadi pada usahanya. Proyeksi arus kas ini bagian tak terpisahkan dari proyeksi laba rugi, sebab kadang-kadang usaha merugi, tetapi secara arus kas positif. Bila arus kas negatif, maka harus diupayakan adanya tambahan dana baru baik berupa pinjaman atau modal sendiri, sebab pada dasamya kas tidak boleh negatif.

    Dengan menghitung arus kas, Wira lebih dapat melihat kondisi keuangan tunai secara lebih nyata

    Proyeksi Arus Kas (dalam Juta Rupiah )
    Tabel 8
    Uraian Tahun 0 Tahun 1
    Tahun 2
    Tahun 3 Tahun 4
    Penerimaan kas
    -Penjualan 5.050 5.807,5 6.678,6 7.680,5
    Pengeluaran kas
    -Harga pokok pembelian 4.544,8 5.226,7 6.010,7 6.912,4
    -biaya penjualan 40,1 44,1 48,5 53,3
    -Sewa gedung 6 6 6,6 7,3 8
    -Biaya listrik dll 6 6 6 6
    -Bunga pinjaman 24,5 20,1 14,6 8
    Jumlah operasi dan umum 6 4.621,4 5.304,4 6.087,1 6.987,7
    Ivestasi 41,4
    Jumlah pengeluaran kas 47,4 4.621,4 5.304,4 6.087,1 6.987,7
    Surplus / devisit -47,4 428,6 503,1 591,5 692,8
    Kas awal 0 119,3 148,5 177,7 206,9
    Modal disetor 50
    Kredit investasi & modal kerja 106.7
    Angsuran kredit 29,2 29,2 29,2 29,2
    Kas akhir 119,3 148,5 177,7 206,9 236,1
    Kas netto -156,7 428,6 503,1 591,5 692,8
    Akumulasi kas 271,9 775 1.366,5 2.059,3

    ANALISA KELAYAKAN USAHA

    Sebenarnya banyak cara untuk melihat apakah suatu rencana usaha layak untuk diteruskan atau tidak. Tetapi secara umum kelayakan usaha dilihat pertama kali dari potensi pasarnya. Dari perhitungan yang dilakukan Wira nampak bahwa usaha yang akan dilakukan memiliki prospek pasar dan layak.

    Setelah aspek pasar, berikutnya adalah aspek teknis dan pengelolaan usaha. Teryata usaha ini secara teknis dapat diusahakan dan dapat dikelola dengan tenaga yang ada.

    Analisa kelayakan usaha terpenting adalah dilihat dari aspek keuangannya. Ada beberapa ukuran yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk menyatakan apakah suatu rencana usaha atau kegiatan investasi layak untuk dijalankan.

    Untuk suatu usaha dengan umur ekonomis kurang dari lima tahun dapat digunakan undiscount criteria yaitu suatu perhitungan keuangan yang tidak mempermasalahkan nilai sekarang dari suatu pendapatan dimasa mendatang. Ukuran kelayakan yang dipergunakan untuk kriteria tersebut adalah:

    1. Marginal Efficiency of Capital ( MEC )

    MEC adalah perbandingan perkiraan laba rata-rata terhadap modal awal suatu usaha. Bila MEC yang dihitung lebih besar dari 1 ( MEC > 1 ), maka investasi dianggap layak untuk dilanjutkan.

    Dari proyeksi laba rugi yang dihitung Wira, diperoleh MEC sebagai berikut:

    MEC = Laba rata-total Modal usaha = 542,8/156,7 = 3,46

    2. Payback Period

    Payback period merupakan salah suatu penilaian investasi berdasarkan periode pelunasan biaya investasi oleh kas netto- selisih pendapatan terhadap pengeluaran dikurangi biaya investasi dan modal kerja dari suatu usaha ( periode tercapainya besarnya kas netto sama dengan modal awal usaha ).

    Dari proyeksi arus kas, kas netto tahun ke 0 hanya menunjukan modal awal usaha atau biaya investasi dan modal kerja karena belum terjadi pendapatan dan pengeluaran, sedangkan akumulasi kas adalah penjumlahan antara biaya investasi dengan kas netto setiap tabunnya. Dari perhitungan akumulasi kas terlihat bahwa pada tahun pertama akumulasi kas telah menunjukan nilai positif yang berarti bahwa biaya investasi dan modal kerja sudah dapat dikembalikan pada tabun tersebut.

    Perhitungan payback period adalah sebagai berikut:

    Payback period = 156,7/428,6 x 12 = 4,39 bln

    artnya biaya investasi dan modal kerja dari usaha yang akan dilakukan Wira sudah dapat dikembalikan pada sebelum bulan ke 5 usahanya berjalan. Dengan perkataan lain, usaha yang akan dijalankan Wira sangat layak untuk dilanjutkan.

    Selain ukuran kelayakan tersebut di atas, untuk rencana usaha jangka panjang sebaiknya menggunakan discount kriteria yang mempermasalahkan berapa nilai sekarang dari suatu pendapatan yang diterima di masa mendatang (NPV). Pada kasus usaha Wira, umur ekonomis barang investasi adalah 4 tahun sehingga ukuran kelayakan undiscount criteria sudah cukup memadai.

    Selain itu dari akumulasi arus kas sampai tabun ke 4 diperoleh kas akhir sebesar Rp.236, I juta. Bila tabun ke 5 harus dilakukan investasi ulang dengan kenaikan 15 %, maka biaya investasi dan modal kerja yang harus dikeluarkan adalah sebesar:

    115% x Rp.156,7 juta = Rp.180,2 juta

    dan masih tersisa kas sebesar Rp.236, I – Rp.180,2 = Rp.55,9 juta.

    Dari perhitungan ini temyata usaha yang dilakukan Wira mampu menyisihkan kas bagi pemiliknya sebesar Rp.55,9 juta selama 4 tabun.

    Dengan dua ukuran kelayakan tersebut, sudah cukup memberikan gambaran awal terhadap kelayakan usaha yang dilakukan Wira

  9. PENDAHULUAN

    Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi sangat meningkat, untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan sarana – sarana yang memadai dalam rangka pengiriman dan penerimaan informasi yang baik terutama dalam pelayanan jasa telekomunikasi Untuk melihat kelayakan usaha tersebut dapat diketahui dari berbagai aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha tersebut, kita lihat satu persatu aspek-aspek tersebut yang pertama aspek pasar, apabila pasar atau konsumen yang akan menikmati produk jasa ini tidak begitu banyak berarti dilihat dari aspek pasar usaha ini tidak layak, yang kedua aspek teknis apabila tidak ada unsur-unsur teknis yang mendukung jalannya usaha ini tidak dapat berjalan dengan maksimal, aspek keuangan apakah modal yang diperlukan memenuhi target dan sumber-sumber dana yang ditaksirkan, aspek manajemen siapa yang melakukan masing-masing aspek tersebut, aspek hukum bagaimana bentuk legalitas perusahaan, apakah mempunyai izin usaha, aspek sosial bagaimana pengaruhnya kepada masyarakat sekitar proyek.

    Tujuan
    1. Untuk menjelaskan bagaimana penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok.
    2. Untuk menjelaskan bagaimana mengkonversikan penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok menggunakan metode Payback Period, Net Present Value ( NPV ).
    Objek
    Objek perusahaan dalam proposal ini adalah CV. Rame Depok.

    Analisa Aspek-Aspek Kelayakan Proyek
    Dalam merencanakan suatu proyek tersebut dipengaruhi enam aspek yang perlu menjadi perhatian untuk membantu kelancaran suatu usaha. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi dan sosial.

    1. Aspek Pasar dan Pemasaran
    Penyediaan sarana jasa Warung Internet ini adalah salah satu bentuk pelayanan jasa komunikasi yang di butuhkan dari sekian banyak kebutuhan manusia, melalui jasa ini pemilik warnet harus jeli dalam menentukan lokasi dimana akan didirikannya warnet tersebut, dan didalam pendirian warnet CV. Rame ini yang terletak di Jl. sawangan, Lokasinya sangat memungkinkan karena terletak sangat srategis dimana banyak anak sekolahan dan warga yang bertempat tinggal, dan di sepanjang Jl. sawangan ini banyak orang yang membuka usaha, seperti apotik, rumah makan, puskesmas, warnet ini berdekatan juga dengan perkampungan yang ditempati mayoritas oleh penduduk asli Depok. Dalam hal ini untuk pembukaan cabang baru warnet CV. Rame di Jl.sawangan dapat diperkirakan layak untuk didirikan .

    2. Aspek Teknis
    Pihak CV. Rame dalam melayani konsumen selama 24 jam. Pemilihan lokasi cukup strategis, karena terletak di daerah yang banyak anak sekolahan dimana banyak anak sekolahan dan warga yang melintasi jalan ini.

    3. Aspek Manajemen / Organisasi
    Yang dinilai dari aspek ini adalah parah pengelola usaha dan stuktur organisasi yang ada. mulai dari merencanakan, melaksanakan samapai dengan mengendalikan agar tidak terjadi penyimpangan.

    Keterangan dan penjelasan dari bagan struktur organisasi CV. Rame adalah sebagai berikut :
    A. PEMIMPIN CV. Rame
    Pemimpin adalah pemilik CV. Rame yaitu Sarmi Dan Rati beliau adalah pimpinan tertinggi dalam perusahaan karena ia yang mendirikan dan sekaligus yang memberikan wewenang dan mengontrol langsung jalannya perusahaan Tugas dan tanggung jawab serta wewenang :
    a. Mengkoordinir, mengawasi segala kegiatan CV. Rame baik dalam hal pelayanan terhadap konsumen kenyamanan dalam warnet
    b. Membuat rencana kerja
    c. Membuat keputusan mengenai kebijaksanan umum
    d. Membina dan mengarahkan para karyawan untuk bekerja lebih baik
    e. Berhak menegur dan mengkoreksi tindakan karyawan yang menyimpang dari aturan
    f. Berhak memberhentikan dan mengganti karyawan
    g. Memutuskan jumlah gaji karyawan

    B. BENDAHARA CV. Rame
    Bendahara CV. Rame adalah sahabat dari Sarmi dan Rati yang bernama Melati dan Evi . Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya:
    a. Mencatat dan membekukan setiap transaksi
    b. Mengatur biaya dan pendanaan yang dilakukan perusahaan
    c. Mengeluarkan dana yang diperlukan oleh warnet
    d. Menyiapkan laporan keuangan hasil operasi usaha
    e. Melaporkan penyimpangan yang terjadi

    C. KARYAWAN
    Karyawan CV. Rame terdiri dari dua orang karyawan Tugas dan Tanggung jawab :
    a. Bekerja dengan baik pada warnet Rame
    b. Menjalankan transaksi pemakaian jasa telekomunikasi
    c. Menerima dan bertanggung jawab atas uang pembayaran konsumen
    d. Melaporkan pada bagian keuangan terhadap uang hasil pendapatan
    e. Bertanggung jawab yang baik kepada konsumen

    4. Aspek Ekonomi Sosial
    Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut di jalankan. Dampak ekonomi tertentu yaitu peningkatan pendapatan masyarakat. Demikian pula dengan dampak sosial seperti sarana dan prasarana seperti jalan, pendidikan, transportasi, dll.

    5. Aspek Hukum
    Membahas masalah tentang kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk, badan usaha sampai surat izin yang dimiliki.

    6. Apek Dampak Lingkungan (AMDAL)
    Setiap proyek yang dijalankan akan berdampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar baik terhadap darat, air dan udara yang akhirnya berdampak pada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.

  10. Tugas Kewirausahaan
    Oleh :
    Aditya Pradivta.v

    STUDY KELAYAKAN BISNIS LAPANGAN FUTSAL (NAKAMA FUTSAL ZONE)
    BAB I
    PENDAHULUAN
    Olahraga paling popular di dunia adalah olahraga sepak bola, sepak bola sendiri adalah olahraga yang dimainkan secara tim yang terdiri dari 11 orang pemain dalam satu tim dan memerlukan lapangan yang relative luas untuk memeinkannya. Di Indonesia olahraga sepak bola juga merupakan olahraga yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia hal ini terbukti pada saat AFF CUP 2010 lalu digelar animo masyarakat terhadap sepak bola sangatlah tinggi.
    Di Indonesia olahraga sepak bola merupakan olahraga yang tergolong mahal jika harus menyewa stadium. Namun belakangan popular olahraga sepak bola dalam ruangan yang tidak kalah menarik dan banyak peminatnya adalah olahraga futsal. Futsal adalah olaraga alternative yang bisa dilakukan orang Indonesia ketika mereka ingin bermain sepak bola.
    Futsal adalah olahraga sepak bola di dalam ruangan yang di dalam satu tim terdapat 5 pemain dengan lapangan yang relative kecil dengan ukuran 42×22 meter persegi untuk standart internasinal. Di Indonesia olahraga futsal sangat banyak peminatnya dengan keterbatasan lapangan yang tersedia maka bisnis penyewaan lapangan futsal merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikkan.

    BAB II
    ASPEK HUKUM
    Bentuk pelaksanaan bisnis ini adalah merupakan badan usaha perseorangan karena resiko dari usaha ini relative kecil dan modal investasinya juga mampu 100% dari perseorangan. Legalitas dalam bisnis merupakan hal yang sangat riskan. Dalam urusan legalitas lapangan nakama futsal zone tidak mendapatkan masalah karena nakama futsal zone akan dibangun di jalan raya antara dua kecamatan dan waktu usaha pun tidak akan mengganggu aktivitas warga sekitar karena waktu usaha kami di mulai pukul 06-00 pagi-21.00 malam selain itu juga penduduk di sekitar tempat usaha masih sangat jarang dan mayoritas dari masyarakat juga penggemar dari olahraga futsal oleh karena itu untuk legalitas dari masyarakat sudah kami dapatkan melalui kepala desa sekitar. Sehingga untuk perizinan selanjutnya kepada pemerintah daerah terkait dengan izin usaha, izin lokasi izin gangguan dan IMB. Untuk perizinan tersebut di daerah lamongan sangatlah dipermudah sehingga masalah legalitas nakama futsal zone telah layak.

    BAB III
    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
    Penyewaan lapangan futsal merupakan bisnis di bidang layanan jasa. Untuk prospek pasar kedepan bisnis lapangan futsal sangat menjanjikan hal ini di karenakan kegemaran masyarakat akan olahraga futsal sangat besar namun dengan keterbatasan area lapangan bisa sangat menghambat terutama di daerah perkotaan, maka dari itu jasa menyedia lapangan futsal sangat menjanjikkan.
    Terkait dengan segmentasi pasar dari lapangan futsal sendiri sangatlah luas yaitu meliputi remaja dan dewasa laki-laki yang berusia berkisar antara 15-40 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan konsumen akan datang di luar segmen kami misalnya saja saat ini banyak akademi-akademi futsal junior yang berusia di bawa15 tahun.
    Persaingan dalam hal lapangan futsal masih relative mudah dan pesaing belumlah banyak. Lapangan futsal di kota besar cenderung lebih banyak dari pada di kota-kota kecil namun keseimbangan antara penawaran dan permintaan masih sangat jauh selisihnya, untuk saat ini permintaan akan lapangan futsal masih lebih besar dari pada penawaran. Jadi untuk aspek pasar dan pemasaran nakama futsal zone adalah layak karena analisis permintaan pasar saat ini masih lebih besar dari pada penawaran.

    BAB IV
    ASPEK TEKNIK/OPRRASI DAN TEGNOLOGI
    Untuk aspek operasional dari nakama futsal zone meliputi pemesanan lapangan yang bisa dilakukan secara manual datang ke nakama futsal zone maupun online di http://www.nakamafutsalzone.com atau juga melalui hotline di 085755500414. Selain itu adalah perawatan peralatan dan perlengkapan yang meliputi lapangan, gawang, bola, lampu penerangan. Jarring (net) dst. Sedangkan untuk biaya operasional yang telah diuraikan di atas nakama futsal zone memperkirakan adalah 35% dari omset keseluruhan dari nakama futsal zone

    BAB V
    MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Manajemen dan organisasi nakama futsal zone relative sederhana dengan struktur organisasi yang flat dengan seorang general manajer di bantu 1 bagian administrasi yang bertanggung jawab mengenai urusan administrasi dan keuangan perusahaan dan 1 manajer pemasaran yang mengurusi terkait pemasaran dan komunikasi pemasaran nakama futsal zone. Terkait dengan karyawan/pegawai akan dihandle langsung oleh general manajer nakama futsal zone.

    BAB VI
    ASPEK SOSIAL, EKONOMI, POLITIK DAN BUDAYA
    Masarakat Indonesia dikenal sebagai masarakat yang memiliki animo yang sangat tinggi terhadap olahraga khususnya sepakbola dan tidak menutup kemungkinan futsal. Keadaan budaya pekerjaan orang Indonesia juga mendukung untuk lebih sering berolahraga, ambil contoh saja seorang karyawan penjaga toko yang keseharianya dalam pekerjaanya adalah dilakukan dengan posisi duduk. Secara naluri orang tersebut akan mengatakan bahwasanya dia kurang bergerak dan berolahraga sehingga akan miuncul keinginanaya untuk olahraga. Dan di perkotaan tempat/lapangan kosong untuk olahraga sangat sulit ditemukan sehingga banyak dari mereka akan datang ke tempat-tempar penyewaan jasa lapangan. Saat ini lapangan futsal merupaakan jasa penyewaan lapangan yang paling popular.
    Politik di Indonesia saat ini sangat carut-marut khususnya dalam bidang induk olahraga sepak bola PSSI yang sampai saat ini belum jelas arah dan titik terangnya. Namun hal tersebut tidak banyak berpengaruh pada animo masarakat terhadap olagraga yang dipermasalahkan tersebut.

    BAB VII
    ASPEK FINANSIAL
    Estimasi modal
    Modal awal Rp 605.000.000
    o Tanah Rp 350.000.000
    o Kontraktor 1 lapangan Rp 250.000.000
    o Lain-lain Rp 5.000.000
    TOTAL Rp 605.000.000

    Biaya operasional/bulan

    * Listrik Rp 1.500.000
    * Air Rp 800.000
    * Perlengkapan Rp 500.000
    * Gaji manajer @ 1.500.000 Rp 4.500.000
    * Gaji karyawan @ 500.000 Rp 3.000.000
    * Lain-lain Rp 200.000

    TOTAL Rp 10.500.00
    Estimasi keuntungan/bulan

    * Sewa lapangan/jam Rp 100.000×13 jam = Rp 1.300.000/hari x 30 hari = Rp 39.000.000
    * Biaya operasional Rp 10.500.000

    Keuntungan bersih/bulan Rp 28.500.000
    Untuk mencapai BEP dibutuhkan 605.000.000/28.500.000=22 bulan.

    BAB VII
    REKOMENDASI
    Dilihat dari aspek pemasaran bisnis di bidang jasa lapangan futsal sangat potensial dengan pasar yang luas dan persaingan yang relatif tidak ketat. Untuk permodalan bisnis ini membutuhkan modal yang cukup besar namun juga menjanjikan keuntungan yang sangat menggiurkan. Untuk masalah aspek teknis dan SDM dalam bisnis ini tidak terlalu berpengaruh namun aspek ini pun telah terpenuhi sehingga studi kelayakan bisnis nakama futsal zone adalah layak.

  11. ANALISIS KELAYAKAN USAHA JAKET MOTOR – BANDUNGAN JAKET MILIK ADIE KUSUMA ATMAJA

    PENDAHULUAN
    Motor merupakan kendaraan yang sangat diminati oleh masyarakat saat ini. Sebuah akibat dari motor dimana merupakan kendaraan yang irit bahan bakar dan harganya relatif terjangkau dibandingkan mobil. Bagi pengendara motor, perlindungan serta aksesoris merupakan hal penting di masa sekarang. Dimana terdapat resiko kecelakaan dan perubahan cuaca yang dapat menyebabkan kondisi pengendara motor terancam atau tidak baik. Oleh sebab itu, jaket motor merupakan salah satu pelengkap atau alat perlindungan tubuh yang baik bagi pengendara motor. Pada saat ini, berbagai merk jaket beredar di pasaran berusaha untuk menarik pelanggan dengan berbagai model, harga dan kelengkapannya. Bandungan Jacket milik Adie Kusuma Atmaja merupakan salah satu contoh kecil dari usaha jaket motor di Indonesia.

    Produk
    Jaket motor Bandungan memiliki model yang up to date, dimana pemakainya dapat memilih model sesuai dengan model yang diinginkan. Selain itu, jaket Bandungan memiliki kualitas baik yang awet hingga tiga tahun. Hal ini berbeda dengan jaket di pasaran yang hanya awet hingga 1 tahun. Jaket motor Bandungan juga didesain untuk melindungi pengendara motor dari hujan, angin dan bahkan mengurangi risiko luka saat kecelakaan. Selain itu, jaket tersebut dilengkapi dengan aksesoris-akseoris sehingga pemakainya akan terlihat funky. Produk Bandungan Jacket memiliki prospek bisnis yang baik dilihat dari segi produknya.

    Aspek Hukum
    Bandungan Jacket termasuk usaha konveksi kecil-menengah. Publikasinya dilakukan melalui penyebaran brosur-brosur dan via internet. Untuk masalah hak cipta Bandungan Jacket tampak belum ada sehingga kurang kuat. Hal ini memungkinkan pihak-pihak lain untuk meniru produknya. Dapat dikatakan bandungan jaket termasuk usaha rumahan. Kekuatan hukum untuk Bandungan Jacket tampaknya kurang jelas, sehingga untuk aspek hukum Bandungan Jacket dapat dikatakan kurang kuat.

    Aspek Pasar dan Pemasaran
    Konsumen untuk Bandungan Jacket yaitu para pengendara motor khususnya komunitas motor di Bandung. Pemasaran dilakukan kebanyakan dari mulut ke mulut, selain itu digunakan brosur sebagai media promosi lainnya. Agar pemasaran lebih luas ke seluruh Indonesia, maka Bandungan jaket menggunakan media internet sebagai media promosi lainnya. Konsumen dapat mengklik http://www.portalbandung.com, http://www.indoforum.org dan http://www.kaskus.us.
    Strategi yang digunakan Bandungan Jacket yaitu memberikan diskon-diskon dari 10 – 20%/pcs kepada pelanggan apabila memesan dalam jumlah tertentu. Hal ini dilakukan untuk menarik pelanggan untuk memesan dalam jumlah yang banyak. Strategi tersebut dirancang agar dapat mencapai target pasar, sehingga dapat mengungguli persaingan yang ada. Posisi Bandungan Jacket berada pada persaingan usaha konveksi lokal.

    Aspek Finansial
    Modal yang dikeluarkan Bandungan Jacket yaitu sebesar Rp 10.680.000,00, dimana Rp 680.000,00 digunakan untuk membeli bahan kain dan Rp 10.000.000,00 digunakan untuk membeli 2 mesin jahit. Modal tersebut merupakan modal sendiri. Bandungan Jacket tidak mengambil modal dari Bank. Harga jaket motor Bandungan terbilang mahal yaitu sebesar Rp 250.000,00/pcs. Omset Bandungan Jacket sebesar Rp 230.000.000,00/bulan dengan keuntungan yang diambil 16% dari omset atau sebesar Rp 38.970.000,00. Biaya-biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya bahan dasar (kain sabet, busa dalam, kain polar, dan resleting) dan biaya operasional (gaji karyawan, promosi, beban maintenance peralatan, telepon, transportasi dan listrik). Total biaya yang dikeluarkan per bulan sekitar Rp 191.030.000,00. Dari finansial, Bandungan Jacket dapat dikatakan bisnis yang layak.

    Aspek Teknis Operasional
    Lokasi yang dipilih Bandungan Jacket sebagai tempat produksi yaitu di Soreang, Bandung. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan rumah pemiliknya, sehingga mudah dalam pengontrolan produksi. Teknologi yang dipakai untuk mesin-mesin memang masih sederhana dan standar, misalnya saja mesin jahit. Hal ini dilakukan untuk meminimasi pengeluaran. Tetapi media promosi dirasakan sudah mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan media internet. Bandungan jaket telah berkembang dengan produksi per bulannya sekitar 30 pcs atau 900-920 jaket/bulan.

    Aspek Manajemen dan Organisasi
    Bandungan Jacket termasuk dalam usaha konveksi kecil, sehingga tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Tenaga kerja tersebut diabagi dalam dua bagian yaitu bagian penyortir, penjahitan dan pemotongan pola. Struktur organisasi dalam Bandungan Jacket tidak tertulis secara resmi. Tenaga kerja untuk bagian penjahitan sebanyak 12 orang, 3 orang untuk bagian penyortir dan pemotongan pola. Tenaga kerja dipilih sesuai dengan pengalaman kerja. Organisasinya memang kurang teratur, tetapi masih dapat dikatakan layak.

    Aspek Ekonomi dan Sosial
    Jaket funky Bandungan Jacket memang termasuk produk jaket yang mahal, tetapi diimbangi dengan kualitas yang baik. Hal ini tentu saja tampak sangat berimbang. Memang dalam hal ekonomi produk ini termasuk produk yang dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke atas. Hal ini dapat menyebabkan kecemburuan sosial. Tetapi apabila mempertimbangkan aspek keselamatan, tentu saja jaket ini memang cocok untuk dibeli. Bagi pengendara motor, jaket Bandungan dapat menjadi pelengkap keselamatan serta dapat menjadi fashion pula. Dengan semakin larisnya jaket dari Bandungan dapat mensosialisasikan penggunaan jaket bagi pengendara motor. Dalam aspek ekonomi dan sosial usaha jaket motor ini dapat dikatakan layak.

    Aspek Lingkungan
    Bahan-bahan yang dipakai oleh Bandungan Jacket dapat terurai dengan mudah apabila nantinya telah menjadi limbah. Hal ini menunjukkan produk jaket ini tidak membahayakan lingkungan. Bandungan Jacket mencari bahan-bahan yang ramah lingkungan atau mencoba meminimalisir pemakaian bahan kimia tekstil. Dapat dikatakan bisnis ini layak untuk dijalankan.

    Oleh karena itu, dapat dikatakan Usaha Bandungan Jacket merupakan usaha yang layak. Hal ini dilihat dari keuntungan yang didapat, omset, serta order dari pelanggan. Bandungan Jacket dapat menarik pelanggan lewat kualitas dan desain produknya, selain itu, produknya tidak mencemarkan lingkungan, karena bahan-bahannya dipilih secara cermat.

  12. Studi Kelayakan Bisnis Warnet (Arfi-net)

    A. Tentang Arfi-net
    Arfi-net adalah jenis usaha warung internet yang menyediakan layanan jasa internet seperti browsing, chatting, dan gamming, dan jasa print/cetak dokumen. Berlokasi di kawasan pertokoan perempatan jalan raya kota Stabat yang dekat dengan sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, perkantoran, pasar dan pemukiman penduduk.
    Fasilitas dan peralatan yang dimiliki warnet ini adalah 16 unit computer layar datar Pentium IV senilai Rp 64 jt, 10 webcam, sebuah gedung tingkat dua dengan sebuah papan nama yang bertuliskan Arfi_Net, sebuah mesin genset dan sebuah kamar mandi.
    Adapun bentuk organisasi usaha ini adalah organisasi garis/lini yakni terdiri dari seorang pemilik usaha dan 3 orang operator.

    B. Analisis Kelayakan Usaha Arfi-Net Dari Berbagai Aspek

    1. Aspek Hukum
    Berdasarkan tanya jawab yang kami lakukan usaha ini merupakan usaha Firma (Fa) dan memliki izin kepemilikan yang sah dan ada tanda daftar usaha. Sehingga jika dinilai dari aspek ini, usaha ini dinyatakan layak untuk didirikan.

    2. Aspek Pemasaran
    Masih berdasarkan data wawancara, bahwa usaha-usaha yang dilakukan untuk pemasaran atas usaha ini hanyalah dengan spanduk atau papan nama di depan gedung, tidak ada penambahan usaha promosi lain. Sedangkan untuk tarif dan pelayanan, usaha ini mengenakan tariff standar artinya sama dengan tariff yang dikenakan oleh pesaing, dan pelayanan juga sama, artinya tidak memiliki suatu keistimewaan.
    Namun jika diperhatikan dari peluang pasarnya, usaha ini cukup ramai dengan kunjungan pelanggan dengan data omzet 500.000 rupiah per hari, dengan rata-rata pelanggan pelajar dan mahasiswa. Hal ini dikarenakan lokasi usaha yang stategis dan sedikitnya pesaing yang menyediakan jenis usaha yang sama dan lokasi benar-benar dekat dengan sasaran pelanggan yang cukup banyak jumlahnya.

    3. Aspek Keuangan
    Modal untuk usaha warnet ini plus biaya operasional selama 1 bulan pertama adalah Rp 55 jt dengan laba bersih rata-rata Rp 6 jt per bulannya. Sehingga usaha akan BEP (break event point) pada bulan kesepuluh (6 jt x 10 = 60 jt).
    Kurun waktu untuk pulang pokok adalah sekitar 10 bulan atau biasa dikatakan bahwa PP (Payback Period)-nya adalah kurang dari 1 tahun, sedangkan nilai ekonomis dari peralatan adalah 3 tahun. Dapat disimpulkan bahwa PP lebih kecil dari umur investasi sehingga usaha ini dinilai dari PP-nya adalah baik.
    – Prehitungan Keuntungan Bersih per bulan = omzet- biaya operasional
    = 15.000.000 – 9.000.000
    = 6.000.000
    Dan keuntungan bersih per tahun adalah 6000.000 x 12 = 72.000.000
    – Membandingkan dengan rate onReturn
    Rata-rata EAT = Rp 60.000.000

    Rata-rata investasi = Rp 50.000.000
    2
    = 25.000.0000

    ARR = 60.000.000
    25.000.000

    =24%

    – Diketahui bahwa total PV = Rp 250.000.000
    Sehingga dapat dihitun NPV = total PV – Investasi
    = 250.000.000 – 50.000.000

    = 200.000.000

    Dngan demikian investasi yang dilakukan dapat dikatakan layak karena hasil NPV adalah positif yaitu Rp 200.000.000,-.

    4. Aspek Operasional
    Letak usaha ini cukup baik karena terdapat pada pusat keramaian dan dekat dengan sekolah, pasar dan pusat perkantoran sehingga dapat dikatakan bahwa lokasi sangat dekat dengan target pelanggan yaitu pelajar dan masyarakat umum.
    Gedung warnet ini memiliki halaman atau parkir yang tidak cukup luas untuk menampung kendaraan pelanggan, sehingga mengurangi kepuasan para pelanggan. Dan 15 bilik yang tersedia ternyata tidak cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan atas jasa internet ini terutama ketika sore hari dan masa-masa ujian sekolah.
    Untuk itu dapat dinilai bahwa gedung dan jumlah penyediaan bilik kurang memuaskan pelanggan, sedangkan bagi letak lokasi usaha ini sendiri cukup memuaskan.

    5. Aspek Sosial Ekonomi
    Secara ekonomi, usaha ini tidak cukup banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar karena hanya menyerap 3 orang tenaga kerja. Sedang dari segi social, usaha ini sangat membantu untuk berkembangnya daera kecamatan Stabat ini dengan penyediaan akses informasi yang mudah dan cepat. Para pelajar jadi lebih mudah untuk menemukan bahan pembelajaran yang mungkin tidak ditemukan didalam buku pelajaran sekolah.

    6. Aspek Manajemen
    Struktur organisasi usaha ini sangat sederhana yaitu terdiri dari pemilik usaha/pemodal, manajer dan 3 orang pekerja/pengelola. Sehingga bentuk organisasi yang diilih pun adalah organisasi garis atau lini. Dan pemilihan bentuk organisasi ini sesuai dengan usaha warnet ini yang berskala kecil dan tidak memiliki banyak karyawan.

    7. Aspek Amdal
    Usaha ini tidak memiliki dampak negative secara fisik terhadap lingkungan sekitar. Tidak ada polusi udara yang ditimbulkan ataupun polusi suara (kebisikan), hanya saja ketika listrik padam suara genset mungkin agak sedikit bising. Namun suara ini tidak sampai mengganggu masyarakat sekitar bahkan jarang terjadi.
    Akses segala informasi yang mudah dan cepat, dapat juga berdampak negative terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengawasan moral pribadi. Secara nonfisik, informasi yang tidak senonoh seperti maraknya situs porno yang sangat mudah diakses dari internet merupakan ancaman bagi etika moral generasi kita karna bisa dikatakan sebagian besar pengguna internet ini adalah kalangan pelajar. Untuk itu, terlihat di dinding setiap bilik Arfi-net ini tulisan larangan keras bagi yang membuka situs tersebut.

    KESIMPULAN
    Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat dinyatakan bahwa usaha ini adalah layak untuk dijalankan, karena dapat memberikan keuntungan yang lumayan.

    SARAN

    Adapun saran-saran untuk usaha ini adalah:
    1. Dari aspek pemasaran, sebaiknya dikerahkan lagi usaha promosi yang lebih intens, seperti:
    Ø melakukan kerja sama dengan phak sekolah dalam rangka pelatihan computer dan internet,
    Ø menambah jasa layanan seperti penjualan aksesoris computer, service computer, training computer dan penjualan makanan dan minuman ringan.
    Ø Memberikan specialprice pada hari tertentu sebagai penarik minat pelanggan.

    2. Dari aspek keuangan, sebaiknya ditempatkan seorang akuntan khusus penangani bagian administrasi keuangan usaha, sehingga memudahkan dalam spelaporan informasi keuangan usaha sehingga dapat diambilan langkah-langkah perencanaan dalam pengembangan usaha dengan tepat.

    3. Dari aspek operasional, sebaiknya dilakukan pembaharuan gedung yang dapatmemuat lebih banyak bilik sehingga dapat memenuhi permintaan jasa yang lebih banyak. Kemudian penataan fasilitas parker yang memadai. Dan untuk lebih dapat lebih memuaskan dan memberikan kenyamanan bagi para pelanggan ada baiknya ruangan dilengkapi dengan kipas angina atau ac.

    4. Dari aspek social ekonomi, dengan diadakannya pelayanan tambahan berupa pengadaan pelatihan computer dan pelayanan-pelayanan lainnya, tidak menutup kemungkinan usaha ini dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak pula.

    5. Dari aspek manajemen, untuk pengembangan usaha ini sebaiknya ditempatkan seorang yang ahli dalam bidang research & development atau konsultan yang dapat memberikan ide dan saran untuk dapat meluaskan usaha ini.

    6. Dari aspek amdal, sebaiknya dari pihak warnet ini biasa memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah tentang akibat dan buruknya gambar-gambar yang ada pada situs porno, ataupun memblokir situs tersebut.

  13. Studi Kelayakan Bisnis : “ Blue Hills Café ”

    Dalam kehidupan sehari – hari pada umumnya orang sangatmembutuhkan yang namanya energi untuk bisa melakukan segala macamaktivitas. Untuk itu agar tubuh kita memperoleh energi untuk beraktivitas, makatubuh kita memerlukan zat karbohidrat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan karbohidrat salah satunya dengan mengkonsumsi makanan – makanan yang bergizi. Untuk mendapatkan makanan – makanan yang bergizi, kita harus memasaknya sendiri. Oleh karena itu, kebanyakkan orang mencari makanan-makanan instant atau yang tersedia di kafe-kafe.

    Konsep kafe yang ingin kami rancang yaitu kafe yang bernama Blue Hills Café,yaitu terbagi 2 bagian.Bagian 1 yaitu kafe utama, dimana kafe ini berada dalam satu Ruangan besar.Di dalam ruangan ini terdapat meja makan berbentuk lingkaran yang dapat diisioleh 5 – 6 orang, dan dalam kafe utama ini terdapat 40 – 50 Meja. Masih dalamsatu ruangan tepat didepan meja – meja makan terdapat panggung besar. Dipanggung ini bisa digunakan untuk menampilkan nyanyian, dan lain – lain. Didalam ruangan ini terdapat meja makan berbentuk lingkaran yang dapat diisioleh 5 – 6 orang, dan dalam Restaurant utama ini terdapat 40 – 50 Meja. Masihdalam satu ruangan tepat didepan meja – meja makan terdapat panggung besar.Di panggung ini bisa digunakan untuk menampilkan tarian – tarian, nyanyian,dan lain – lain. Jadi pada saat para pengunjung menikmati hidangan, bisa sambilmenikmati hiburan yang tersedia.Untuk bagian 2 yaitu Privat Room Cafe,dimana ruangan ini berada diluar dariCafé utama.Suasana yang ditonjolkan yaitu suasana alam, dimana para pengunjung bisamenikmati taman buatan yang indah dan sejuk. Diruangan Privat Room ini parapengunjung berada diruangan yang tertutup, tetapi masih bisa menikmatipemandangan dari dalam ruangan tersebut. Ruangan ini sangat cocok bagikawula muda yang membutuhkan suasana Romantis. Untuk lokasi yang akandigunakan yaitu daerah kawasan Kemang Raya. Alasan pengambilan lokasi ini,dikarenakan lokasi ini sangat berpotensial. Selain itu pula dikawasan ini sangatStrategis untuk didirikan Restaurant semacam ini, dan kawasan ini pula ajangdimana para pengunjung nongkrong – nongkrong dan berkumpulnya parapenjajah makanan. Di tempat ini lokasi yang sangat menantang, karena harussiap bersaing untuk mendapatkan para customer / pengunjung
    Sebuah studi kelayakan bisnis diperlukan untuk merencanakan sebuah usahabaru, memperlebar pangsa pasar, atau membuka kantor cabang baru. Tapi padaprinsipnya, detail item yang terkandung di dalamnya sama. Pada intinya andaharus menguraikan aspek managemen, aspek pemasaran, aspek operasional,aspek SDM, dan keuangan dari suatu rencana bisnis.

    A. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
    Analisis Permintaan dan Pemasaran dari data yang kami dapat dari Survey pada pasar yang sama, OrientalFood adalah persentase terbesar yang menjadi favorit para penjajah makanan Jakarta. Ada banyak alasan yang menjadi Key Factor why they like it (orientalfood ), misalnya taste mereka bilang tastenya tidak jauh beda dengan makanan Indonesia, berasal dari tumbuhan yang segar – segar dan ada yang bilang iseng saja mencoba dan akhirnya malah addict. Oleh karena itu Blue Hills Café juga mempunyai menu oriental food yang nantinya akan ditemani oleh western Food Indonesia Food. 3 Menu diatas, Blue Hills Café satukan at one cafe Hal ini mengingat pasar potensial adalah para profesional, eksekutif, family,remaja, dan client saat office hours dan after office hours. Suasana makanan juga akan berganti dengan pertunjukan yang live dari our stage yang pastinya akan berganti setiap harinya dan special pada moment tertentu. Dekorasi ruangan yang terpusat pada kenyamanan customer menjadisalah satu Prioritas kami.
    Restaurant Blue Hills Café buka mulai jam 10.00 WIB until 23.000 WIB untuk Week day, dan The Week end dari jam 10.00 WIB until 02.00 WIB In the morning.
    Range harga yang kami tawarkan per pack start dari Rp.10.000,- until Rp.85.00,- Eachpack for food and drink.
    Untuk cemilan hidangan penutup dari Rp.10.000,- untilRp.12.500,-
    Promosi Melalui Media Elektronik :
    1. Televisi : – O’ Channel- Jak TV
    Radio : – Chinese Radio1. Pass FM : 1 X 1 Minggu = Rp 750.000 / 60 DetikProfesionalSmart FM : 1 X 1 Minggu = Rp 650.000 / 60 Detik-
    FamilyCakrawala FM : 1 X 1 Minggu = Rp 600.000 / 60 Detik- RemajaPrambors FM : 1 X 1 Minggu = Rp 700.000 / 60
    DetikInternet : – Yahoo. Com
    Melalui Media Cetak :Spanduk – Lebar 90 cm X 3 m = Rp 120.000,- – Harga Per Meter = Rp 40.000,-Umbul – Umbul – Panjang 3 m X 60 cm = Rp 120.000,-Brosur – 1 Rim ( 500 Lembar ) = Rp 115.000,- – 4 Rim ( 2000 Lembar ) = Rp 460.000,-S
    aluran Distribusi
    Bagi para costumer yang tidak sempat datang ke kafe ini, kafe ini menyediakan pelayanan Delivery. Sehingga para costumer masih bisamenikmati hidangan makanan tanpa harus datang ke kafe langsung.

    .B. ASPEK MANAJEMEN
    Keputusan StrategiLangkah – langkah yang akan diambil dalam keputusan strategi yaitu:
    – Memberikan harga promosi saat launching
    – Memberikan costumer satisfaction good
    – Menghadirkan suasana yang diharapkan para costumer
    – Menghadiakan menu – menu yang variatif, agar costumer tidak bosan
    – Mempromosikan product melalui media elektronik dan media cetak

    Penilaian Kelayakan
    Setelah diteliti dan diamati berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, maka dapat dinilai layak. Karena menurut penelitian akan permintaan dan penawaran
    akan product makanan, tidak akan pernah turun. Sebab makanan merupakankebutuhan pokok yang tidak dapat dihilangkan, dan sampai kapan pun jenisusaha ini akan menjadi sasaran utama dari setiap zamannya.Daftar menuIndonesia Specialties1. Ayam Panggang : Rp 36.000,-( Half Srilled Chicken with Soya Sauce Served with Rice, Sambal, dan kerupuk )2. Ayam Goreng Mentega : Rp 36.000,-( Fried Chicken butter Sauce, buttered Fried Chicken Served with Rice, Sambal,dan Kerupuk )3. Gurame Goreng : Rp 36.000,-( Served with Rice, Lalapan, Sambal, dan Kerupuk,Ayam Spicy Santed Chicken Wing Served With Rice ).4. Ikan Mas goring : Rp 36.000,-( Fried Golden Fish Served with Rice, Lalapan, Sambal dan Kerupuk).5. Aneka Sate : Ayam, Sapi, Kambing, : Rp 31.000,-Campur ( Served with Rice, Sambal, dan Kerupuk ).6. Bakmi atau Bihun Goreng : Rp 30.000,-( Served with Acar, Sambal ).7. Soto Madura: Rp 15.000,-( The Indonesia Clear Chicken Soup ).8. Nasi Goreng Special : Rp. 27.000,-( Served with Fried Chicken, Egg, and Seafood ).Supper Favorites1. Sup Buntut Goreng : Rp. 40.000,-( Clear Fried Oxtail Soup Served with Rice ).2. Grilled Spring Chicken : Rp. 43.000,-( Ayam Muda Bakar dihidangkan dengan Kentang Goreng dan Sayuran ).3. Mie Dhog – Dhog : Rp. 27.500,-
    ( Village Style Soup Noodle ).4. Mie Goreng : Rp. 27.500,-( Stir Fried Noodle Served with Acar dan Sambal ).Chinese Food1. Fu Young Hay : Rp. 25.000,-( Three egg, Omellete, with Sweet Sour Sauce )2. Chop Sue : Rp. 25.000,-( Cap Cay Ca, Stir Fried Combination of Vegetable ).3. Udang Kristal : Rp. 21.000,-4. Pangsit Udang Mayonaise : Rp. 19.000,-5. Spicy Chicken & Hot Noodle : Rp. 25.000,-( Disajikan dengan Nasi dan Sayuran ).6. Ayam Sauce Mentega : Rp. 25.000,-( Disajikan dengan Nasi, Sayuran dan Tahu Jepang ).7. Sirloin Steak: Rp. 30.000,-( Disajikan dengan French Fries & Mix Vegetable ).Cocktails Dan Wines1. Martini Coktail : Rp. 35.000,-2. Manhhattan : Rp. 35.000,-3. Daiquiri : Rp. 35.000,-4. Whisky Sour : Rp. 35.000,-5. Monalisa : Rp. 35.000,-6. Old Fashioned : Rp. 35.000,-7. Brandy Alexander : Rp. 35.000,-8. Glass Of Red Or White Wine : Rp. 35.000,-Cognag Dan Liquers1. Hennessy Martell : Rp. 42.000,-2. Hennessy Martell V.S.O.P. : Rp. 60.000,-3. Remy Martin V.S.O.P. : Rp. 60.000,-4. Crème ( De Menthe ) : Rp. 60.000,
    5. Tia Maria : Rp. 35.000,-6. Drambuie : Rp. 35.000,-7. Benedictine ( DOM ) : Rp. 35.000,-Soft Drink Dan Water 1. Green Sand : Rp. 12.500,-2. Soda, Coke, 7-Up, Tonic : Rp. 12.500,-3. Fanta, Sprite : Rp. 12.500,-4. Aqua : Rp. 9.000,-5. Krating Daeng : Rp. 12.500,-Special Offer 1. Bir Pletok : Rp. 40.000,-2. Jampang Special : Rp. 35.000,-3. Irish Coffee, Royal Coffee : Rp. 30.000,-4. Spanish Coffee, Mexicam Coffee : Rp. 30.000

    C. ASPEK SUMBER DAYA ALAM
    Keseimbangan lingkungan hidup (sosial, buatan dan alam) menjadi syarat utama bagi suatu wadah atau ruang (suatu kota misalkan) agar menjadiberkelanjutan dan manusiawi. Secara konkrit (nyata) ketiga aspek kelayakan inilah yang menjadi parameter yang menentukan kelangsungan hidup suatu wilayah. Aspek ekonomi, dimana kajian ekonomi yang memperhatikankelangsungan siklus-siklus ekonomi. Kajian ekonomi dilakukan agar pembiayanterhadap pembangunan terus terjadi (kontinu). Aspek teknis, aspek yangmengkaji tentang kekuatan dan keberlangsungan bangunan itu tegak berdiri.Kajian terhadap keamanan bangunan itu bagi pemakainya. Aspek lingkungan,kajian yang mengulas apakah kegiatan atau usaha ini layak terhadap lingkungandimana akan diletakkannya. Apakah sumberdaya alam tidak terganggu akibatkegiatan-kegiatan ini, apakah kegiatan-kegiatan akan menghasilkan dampaknegatif penting dan besar terhadap lingkungan sosial dimana lokasi ini berada.Itu makanya semua aspek dikaji agar tidak membuat kekeliruan dalam

    membangun kota tercinta kita ini. Jangan lupa, masih ada dokumen satu lagiyang mestinya dilampirkan bersama dengan FS tersebut, itulah dokumenkelayakan lingkungan atau dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan(AMDAL).
    D. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI
    Secara mendetail mungkin peralatan itu tidak dapat disebutkan satu per satu tetapi pada intinya peralatan yang digunakan untuk peralatan didapur adalah kitchen set dan peralatan yang digunakan pada waktu makan salah satunya table set.
    Untuk Teknologi yang digunakan yaitu :
    – Untuk menganalisa keuangan restaurant, baik yang keluar maupun yang masuk Blue Hills Café menggunakan MYOB => akuntansi, dimana akuntansi inisangat mudah digunakan dan sangat diperlukan, karena pekerjaannya tidakperlu waktu lama dan tidak perlu khawatir kalau kurang memahami mengenaiakuntansi
    – Untuk marketingnya Blue Hills Café menggunakan sistem CRM (Customer Relantionship Management), dimana para customer bila memberikan keluhan-keluhan dan pesanan akan secara langsung tercatat dikomputer. -Untuk jenis bahan baku yang berkualitas ini Blue Hills Café bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha/ supplier perkebunan sayur-mayur.
    -Untuk jenis bahan baku makanan Chinese Blue Hills Café bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha dari Negara Cina, Jepang, dan lain-lainnya. Untuk bahan bakunya juga didatangkan langsung dari negara-negara tersebut. Begitu juga untukwestern foodnya Blue Hills Café mendatangkan langsung dari negara-negara barat,

    E. ASPEK FINANSIAL DAN EKONOMIS
    1]. Jumlah calon pelanggan potensial Penduduk kota Jakarta sebanyak 8.389.443 juta jiwa.Estimasi calon pembeli potensial dari ;1. Executive di estimasikan sebanyak 40%x 8.389.443 = 3.355.7772. Keluarga di estimasikan sebanyak 30%x 8.389.443 = 2.516.8323. Pasangan di estimasikan sebanyak 15%x 8.389.443 = 1.257.9674. Event di estimasikan sebanyak 10%x 8.389.443 = 8.389.445. Remaja di estimasikan sebanyak 5%x 8.389.443 = 4.194.72Perkiraan rata-rata calon pembeli :Keadaan ramai 80% x 8.388.992 = 6.711.193Keadaan sedang 55% x 8.388.992 = 4.613.9453]. Perkiraan modal :Estimasi Modal1. Gedung dan Tanah : Rp 200.000.0002. Peralatan dan Administrasi : Rp 37.900.000

    Peralatan Masak : Rp 3.500.000Peralatan Makan : Rp 2.400.000Komputer : Rp 12.000.000Meja Kursi : Rp 18.000.000Panggung permanen : Rp 2.000.0003. Operasional : Rp 384.000.000Gaji dan Upah : Rp 144.000.000Bahan makanan : Rp 240.000.000Lain-lain 10 % : Rp 62.100.000Total Modal : Rp 683.100.000Sumber Modal1. Sendiri : Rp 300.000.0002. Pinjaman : Rp 383.100.000Estimasi Modal KembaliEstimasi laba per menu dalam keadaan sedang : Rp 5.000,-Laba per tahun : Rp 5.000 x (75 orang x 30 hari x 12 bulan): Rp 135.000.000
    Kembali Modal : Rp 683.100.000 : 5,6 tahunRp 135.000.000

    Dari beberapa analisa di atas dapat disimpulkan bahwa Blue Hills Café merupakan bisnis yang layak untuk dijalankan

  14. ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL MEUBEL
    DI KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG

    LATAR BELAKANG
    -Industri kecil meubel merupakan salah satu usaha yang memberi kontribusi besar bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Suruh. Pada tahun 2007 terdapat 30 unit usaha yang mampu menyerap 93 orang tenaga kerja di Kecamatan Suruh.
    -Namun demikian, industri kecil di Kecamatan Suruh masih menghadapi berbagai permasalahan seperti permodalan, teknologi, dan pemasaran. Dengan berbagai permasalahan dan kelemahan itu industri kecil di Kecamatan Suruh dapat mengalami resiko kegagalan.
    -Berdasarkan hal itu, maka analisa kelayakan perlu dilakukan guna mengeliminir besarnya resiko yang akan ditanggung para pelaku industri kecil meubel di Kecamatan Suruh. Selain itu, perlu dikaji strategi pengembangan yang tepat untuk dapat meningkatkan usaha industri kecil meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

    RUMUSAN MASALAH
    -Bagaimana profil industri kecil meubel di Kecamatan Suruh
    Kabupaten Semarang ?
    -Apakah usaha industri meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten
    Semarang sudah layak secara finansial ?
    -Bagaimana strategi pengembangan sektor industri kecil meubel di
    Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang ?

    -PEMBAHASAN-
    Profil Industri Meubel
    -Industri meubel di Kecamatan Suruh tersebar di 4 desa yaitu di desa
    Medayu, Dadapayam, Reksosari dan Ketanggi.
    -Industri meubel di Kecamatan Suruh berjumlah 30 unit usaha dan mampu
    menyerap 104 orang tenaga kerja.
    -Produksi meubel di Kecamatan Suruh bersifat massal dan pesanan. Masing-
    masing unit usaha dapat memproduksi 5 sampai 6 jenis meubel dengan
    jumlah produksi 15 hingga 30 unit per bulan.
    -Daerah pemasaran hasil produksi meubel Suruh meliputi wilayah Kabupaten
    Semarang, dalam wilayah Propinsi Jawa Tengah seperti Purbalingga,
    Banjarnegara dan Magelang, hingga luar Jawa Tengah yaitu DIY dan Bali.
    -Kendala-kendala yang dihadapi industri meubel Suruh antara lain
    keterbatasan modal, peralatan dan teknologi, strategi pemasaran yang
    kurang baik dan ketatnya persaingan dengan industri meubel daerah lain

    Analisis Kelayakan Usaha
    -Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha didapatkan hasilNet
    Present Value (NPV) dari industri meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten
    Semarang sebesar Rp452.950.625,43. Oleh karena nilai NPV lebih besar daripada nol, maka industri kecil meubel Kecamatan Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang layak dilakukan.
    -Nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) adalah sebesar 1,55. Nilai BCR tersebut berarti bahwa nilai manfaat yang diperoleh dalam usaha ini adalah sebesar 1,55 kali lipat dari nilai biaya yang dikeluarkan pada tingkat bunga sebesar 12%. Karena nilai BCR lebih besar daripada satu maka industri kecil meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang layak dilakukan.
    -Nilai Internal Rate of Return (IRR) adalah sebesar 18,7 %. Karena nilai ini lebih besar daripada tingkat bunga bank sebesar 12 % maka dapat disimpulkan bahwa usaha industri kecil meubel di Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang layak dilakukan.
    -Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usaha industri kecil meubel di
    Kecamatan Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang layak dilakukan

  15. ANALISIS KELAYAKAN USAHA SAPI PERAH( di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar )

    Usaha ternak sapi perah sedang dalam perjalanan menuju suatu industri andalan yang dapat menyediakan susu yang cukup bagi masyarakat dengan harga yang layak. Konsumsi susu perkapita masyarakat Indonesia relatif masih rendah, 4 kg per tahun sedang rata-rata konsumsi perkapita negara maju lebih dari 200 kg per tahun. Kalau kensumi negara Indonesia meningkat setengah saja dari rata-rata konsumsi negara maju, maka kebutuhan susu meningkat (Michell,200)

    Industri susu nasional menghadapi tantangan memenuhi permintaan susu di masa yang akan datang. Apalagi negara-negara maju dalam industri susu telah memperlihatkan bahwa usaha sapi perah merupakan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat sangat besar baik bagi pengusaha, masyarakat konsumen dan bagi negara. Perkembangan produksi dan harga susu menunukkan komoditi yang penting, yang mana ditandai dengan meningkatnya jumlah produksi dan fluktuasi harga yang semakin berarti. Produksi susu dan olahannya memiliki peranan penting bagi masyarakat khususnya balita, karena itu wajar jika kebutuhan akan susu tidak dapat terpenuhi.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha ternak sapi perah, untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi di dalam usaha sapi perah, serta mengetahui peranan koperasi dalam pengembangan usaha sapi perah. Penelitian ini dilakukan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Penentuan daerah dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang paling banyak peternak sapi.

    Pengambilan sampel menggunakan Quata sampling dengan jumlah yang sudah ditentukan yaitu 32 peternak sapi perah. Pengambilan data dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara langsung atau interview terhadap obyek yang diteliti dengan bantuan daftar pertanyaan yang telah ditetapkan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instasi atau pihak-pihak yang terkait dengan obyek penelitian. Data tersebut berasal dari monografi desa, sumber-sumber lain yang berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu pustaka, jurnal ilmiah.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya NPV padadiscount faktor 12 % adalah Rp 6.787.521,1 yang mempunyai arti bahwa nilai keuntungan bersih selam 8 tahun adalah 6.787.521,1. Karena NPV lebih besar dari nol maka usaha ini layak untuk diusahakan. Dimana NPV untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha sapi perah. Nilai yang diperhitungkan mencari selisih antara benefit (penerimaan) dengan biaya (pengeluaran) atau besarnya pendapatan yang telah di discount faktor. Kemudian dari perhitungan Irr nilainya sebesar 32,48 % yang berarti kemampuan memberi keuntungan sebesar 32,48 % per tahun. Karena IRR lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku di bank saat ini (12%) maka usaha ternak sapi perah layak untuk diusahakan. Diman IRR menunjukkan kemampuan suatu proyek untuk menghasilkan tingkat keuntungan yang dapat dicapai. Net Benefit Ratio adalah selisih net benefit positif dibanding dengan benefit negatif.dari perhitungan Net B/C ratio adalah 1,8 satuan. Kemudian payback period digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya yang telah dikeluarkan. Dari perhitungan payback period dapat diketahui bahwa period ke 5, modal sudah dapat dikembalikan selama 5 tahun.

    Kendala yang dihadapi peternak dalam usaha ternak sapi perah adalah terbatasnya modal. Ini disebabkan peternak masih belum berani meminjam modal dari koperasi karena kondisi ekonomi yang belum mapan. Kendala berikutnya belum optimalnya dalam merawat sapi perah. Selain itu masih terbatasnya tenaga medis dalam menangani sapi perah.sulitnya mencari rumput di musim kemarau, dan belum optimalnya bagian sapronak dalam pemenuhan kebutuhan makanan ternak yaitu terlambatnya makanan ternak.

    Peranan koperasi dalam pengembangan usaha sapi perah yaitu berpartisipasi dalam pembangunan di wilayah kerja dengan memberikan dana dari dana bantuan untuk memperlancar serta mengembangkan usaha ternak sapi perah. Untuk meningkatkan kesehatan sapi, KUD telah menyediakan unit keswan. Unit ini dibentuk untuk memberikan inseminasi buatan dan kesehatan hewan ternak dari anggota KUD Semen. Dalam meningkatkan kwalitas produksi susu sapi perah koperasi membentuk unit sapronak serta memberikan pelayanan penampungan dan penyaluran susu sapi perah. Untuk memenuhi kebutuhan peternak dalam permodalan koperasi telah membentuk unit usaha simpan pinjam.

    Dari hasil penelitian sapi perah dapat disimpulkan bahwa usaha ternak sapi perah ini layak untuk diusahakan. Modal dapat dikembalikan selam 5 tahun.masih banyak kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak sapi perah. Peranan koperasi sangat besar dalam pengembangan usaha sapi perah.

    Deskripsi Alternatif :

    Usaha ternak sapi perah sedang dalam perjalanan menuju suatu industri andalan yang dapat menyediakan susu yang cukup bagi masyarakat dengan harga yang layak. Konsumsi susu perkapita masyarakat Indonesia relatif masih rendah, 4 kg per tahun sedang rata-rata konsumsi perkapita negara maju lebih dari 200 kg per tahun. Kalau kensumi negara Indonesia meningkat setengah saja dari rata-rata konsumsi negara maju, maka kebutuhan susu meningkat (Michell,200)

    Industri susu nasional menghadapi tantangan memenuhi permintaan susu di masa yang akan datang. Apalagi negara-negara maju dalam industri susu telah memperlihatkan bahwa usaha sapi perah merupakan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat sangat besar baik bagi pengusaha, masyarakat konsumen dan bagi negara. Perkembangan produksi dan harga susu menunukkan komoditi yang penting, yang mana ditandai dengan meningkatnya jumlah produksi dan fluktuasi harga yang semakin berarti. Produksi susu dan olahannya memiliki peranan penting bagi masyarakat khususnya balita, karena itu wajar jika kebutuhan akan susu tidak dapat terpenuhi.

    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha ternak sapi perah, untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi di dalam usaha sapi perah, serta mengetahui peranan koperasi dalam pengembangan usaha sapi perah. Penelitian ini dilakukan di Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Penentuan daerah dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang paling banyak peternak sapi.

    Pengambilan sampel menggunakan Quata sampling dengan jumlah yang sudah ditentukan yaitu 32 peternak sapi perah. Pengambilan data dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara langsung atau interview terhadap obyek yang diteliti dengan bantuan daftar pertanyaan yang telah ditetapkan, sedangkan data sekunder diperoleh dari instasi atau pihak-pihak yang terkait dengan obyek penelitian. Data tersebut berasal dari monografi desa, sumber-sumber lain yang berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu pustaka, jurnal ilmiah.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya NPV padadiscount faktor 12 % adalah Rp 6.787.521,1 yang mempunyai arti bahwa nilai keuntungan bersih selam 8 tahun adalah 6.787.521,1. Karena NPV lebih besar dari nol maka usaha ini layak untuk diusahakan. Dimana NPV untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha sapi perah. Nilai yang diperhitungkan mencari selisih antara benefit (penerimaan) dengan biaya (pengeluaran) atau besarnya pendapatan yang telah di discount faktor. Kemudian dari perhitungan Irr nilainya sebesar 32,48 % yang berarti kemampuan memberi keuntungan sebesar 32,48 % per tahun. Karena IRR lebih besar dari tingkat bunga yang berlaku di bank saat ini (12%) maka usaha ternak sapi perah layak untuk diusahakan. Diman IRR menunjukkan kemampuan suatu proyek untuk menghasilkan tingkat keuntungan yang dapat dicapai. Net Benefit Ratio adalah selisih net benefit positif dibanding dengan benefit negatif.dari perhitungan Net B/C ratio adalah 1,8 satuan. Kemudian payback period digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk membayar kembali semua biaya yang telah dikeluarkan. Dari perhitungan payback period dapat diketahui bahwa period ke 5, modal sudah dapat dikembalikan selama 5 tahun.

    Kendala yang dihadapi peternak dalam usaha ternak sapi perah adalah terbatasnya modal. Ini disebabkan peternak masih belum berani meminjam modal dari koperasi karena kondisi ekonomi yang belum mapan. Kendala berikutnya belum optimalnya dalam merawat sapi perah. Selain itu masih terbatasnya tenaga medis dalam menangani sapi perah.sulitnya mencari rumput di musim kemarau, dan belum optimalnya bagian sapronak dalam pemenuhan kebutuhan makanan ternak yaitu terlambatnya makanan ternak.

    Peranan koperasi dalam pengembangan usaha sapi perah yaitu berpartisipasi dalam pembangunan di wilayah kerja dengan memberikan dana dari dana bantuan untuk memperlancar serta mengembangkan usaha ternak sapi perah. Untuk meningkatkan kesehatan sapi, KUD telah menyediakan unit keswan. Unit ini dibentuk untuk memberikan inseminasi buatan dan kesehatan hewan ternak dari anggota KUD Semen. Dalam meningkatkan kwalitas produksi susu sapi perah koperasi membentuk unit sapronak serta memberikan pelayanan penampungan dan penyaluran susu sapi perah. Untuk memenuhi kebutuhan peternak dalam permodalan koperasi telah membentuk unit usaha simpan pinjam.

    Dari hasil penelitian sapi perah dapat disimpulkan bahwa usaha ternak sapi perah ini layak untuk diusahakan. Modal dapat dikembalikan selam 5 tahun.masih banyak kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak sapi perah. Peranan koperasi sangat besar dalam pengembangan usaha sapi perah.

  16. Studi kelayakan usaha nougat kelapa di Lamongan / FitaMalahayati

    Nougat adalah jenis gula-gula yang banyak disukai. Nougat biasanya diisi dengan buah-buahan, kacang-kacangan atau serealia. Selama ini kelapa belum pernah digunakan sebagai isi nougat. Dilihat dari ketersediaannya, kelapa banyak dihasilkan di kota Lamongan. Pembuatan nougat kelapa dapat digunakan untuk alternatif berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mencari formulasi nougat yang disukai panelis dan 2) menganalisis kelayakan usaha nougat kelapa.

    Formulasi nougat kelapa kemudian diuji organoleptik dengan uji hedonik yang meliputi rasa, tekstur dan penampilan untuk menentukan nougat yang disukai panelis sebagai pijakan untuk dilakukan sanalisis secara finansial. Panelis untuk formulasi nougat kelapa ini adalah panelis setengah terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2005. Nougat yang disukai kemudian di analisis kelayakan usahanya. Data uji hedonik dianalisis dengan sidik ragam. Jika berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan?s Multiple Range Test). Analisis kelayakan usaha dilakukan dengan metode NPV (Net Present Value).

    Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata pada tingkat kesukaan rasa dengan nilai rerata 3,8. Tingkat kesukaan tekstur dengan nilai rerata 3,8. Tingkat kesukaan penampilan dengan nilai rerata 3,9. Nougat yang paling disukai panelis baik dari rasa, tekstur dan penampilan adalah nougat dengan isi kelapa 24,7%. Berdasarkan kesukaan tersebut, nougat dengan isi kelapa sebanyak 24,7% ini kemudian dihitung kelayakan usahanya.

    Harga yang ditetapkan untuk 1 bungkus nougat kelapa sebesar 2.500,-. BEP yang harus dicapai adalah 1.423 bungkus perbulan. Target penjualan yang harus dicapai jika diinginkan keuntungan Rp 3.000.000,- perbulan adalah 3.423 bungkus perbulan. Analisis kelayakan finansial menggunakan NPV (Net Present Value) pada tingkat suku bunga 10% selama 1 tahun. Dan jumlah dari NPV sebesar 10.186.941,2 yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan secara finansial.

    Kesimpulan dari penelitian ini adalah nougat yang disukai panelis adalah nougat dengan isi kelapa 24,7%. Produk nougat ini layak secara finansial. Saran yang dapat dikemukakan adalah dilakukan perbaikan proses dalam pembuatan nougat kelapa, terutama untuk melihat masa keawetan produk. Selain itu, dibutuhkan cara yang lebih baik untuk memproduksi nougat kelapa agar biaya produksi lebih rendah mengingat waktu proses produksi dan jumlah jam tenaga kerja yang tinggi

  17. NAMA: HOLILAWATI ( III A)
    NIM: PO.20.0.09.1914

    STUDI KELAYAKAN BISNIS
    USAHA BERTANAM BUAH MELON

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional dan kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini,
    masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
    Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani. Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah menetapkan kebijakan impor untuk beberapa komoditas pertanian yang kualitas dan harganya jauh lebih murah dari hasil
    pertanian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang
    kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai daya saing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari – hari.

    B. Gambaran Umum Potensi Usaha
    Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara yang kurang
    stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang akan telintas pertama kali di
    benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan
    dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua
    adalah dengan modal yang pas – pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
    Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal – hal yang potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita. Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan impor komoditas pertanian hal ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam menjalankan usaha yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan usaha penjualan / bertanam buah Melon Honey Golden. Pemilhan melon jenis golden honey ini dikarenakan prospek yang cukup menjanjikan dan sedikitnya varietas buah ini dipasaran sekitar sehingga peluang usaha ini cukup besar. Melon jenis Honey Golden ini bibitnya didatangkan dari Thailand. Melon jenis ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding buah melon biasa. Rasanya lebih manis seperti madu dan bila digigit, daging buah terasa lebih renyah. Dan faktor tentang sedikitnya masyarakat umum mengetahui rasa buah melon ini bisa menjadikan sebuah keuntungan karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka akan sebuah hal baru.
    Usaha ini bisa memberikan sebuah alternative lain untuk mendirikan sebuah usaha di persaingan pasar yang cukup tinggi. Selain membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar, kita bisa saling belajar dalam melakukan pertanian yang baik. Sehingga kelak kami bisa menjadi sentra/ pusat penjualan & penanaman buah melon jenis Honey Golden di daerah semarang khususnya.
    Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani melon, Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:
    1. Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani melon, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri
    2. Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
    3. Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
    4. Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.

    C. Analisis SWOT

    Dalam melakukan sebuah usaha, kita sekarang dituntut untuk menganalisa beberapa aspek penting untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha dijalankan. Untuk itu kita harus bisa menganalisa SWOT :

    • Strength ( Kekuatan) :
    1. Buah melon jenis Honey Golden banyak diminati oleh masyarakat
    2. Semakin banyaknya industry-industri yang memproduksi makanan atau bahan minuman berbahan baku melon
    3. Letak / tanah yang cocok untuk ditanami buah melon
    4. Sedikitnya pesaing dalam menanam buah melon jenis Honey Golden

    • Weakness ( Kelemahan ) :
    1. Kegagalan dalam menanam buah Melon Honey Golden cukup tinggi dikarenakan faktor cuaca & hama penyakit.
    2. Mahalnya harga buah Melon Honey Golden
    3. Distribusi penjualan yang belum maksimal
    4. Minimnya daya beli masyarakat

    • Opportunies ( Peluang ) :
    1. Tempatnya dekat kota
    2. Pesaing dalam bisnis ini sangat sedikit
    3. Besarnya minat perusahaan impor dalam menampung hasil panen

    • Threats ( Hambatan ) :
    1. Tanaman melon rentan terserang hama dan penyakit
    2. Biaya yang dikeluarkan cukup besar
    3. Pemasaran yang kurang terorganisasi dangan baik

    ASPEK PEMASARAN

    A. PERENCANAAN USAHA

    Dalam merencanakan usaha dagang ini, saya memasukan beberapa faktor – faktor untuk menunjang
    berhasilnya perencanaan usaha ini. Dengan mempelajari tiap detail usaha yang akan di;akukan.
    Dalam menjalankan usaha menananam buah Melon Honey Golden ini rencana seperti ini sangat
    dibutuhkan karena faktor kegagalan dan keberhasilan yang masih fifty – fifty (50 : 50 ). Hal pertama
    yang harus dilakukan adalah
    1. membuat bagan presentase pertumbuhan buah melon
    2. membuat daftar kendala – kendala apa saja yang di hadapi dalam penanaman buah melon Honey
    Golden
    3. membuat pembukuan penjualan buah Melon Honey Golden dari awal panen hingga akhir panen.

    Dengan terencananya usaha ini, usaha penanaman buah Melon Honey Golden diharapkan bisa maksimal
    dalam meraih keuntungan penjualan.

    B. SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING DAN STATEGI PEMBAURAN USAHA

    1. Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha menanam buah Melon Honey Golden adalah Segmen menengah ke atas.
    2. Targeting
    Yang menjadi target Market adalah Perusahaan buah import, pasar buah dan retail buah
    3. Positioning
    Kami ingin menciptakan peluang usaha baru di masyarakat sekitar sehingga dengan adanya usaha seperti ini masyarakat bisa atau mampu untuk mencoba usaha yang sama sehingga kami bisa menjadi Domain atau pusat buah penjualan Melon Honey Golden di wilayah kami.
    4. Strategi Pembauran Usaha
    Kami ingin memperkenalkan varietas baru buah melon di masyarakat umum, sehingga setelah mereka mengenal produk jenis Honey Golden ini. Kami memberikan diskon 10 % dari harga penjualan di pasar. Dan dengan cara ini diharapkan masyarakat bisa tertarik dan menjadi pelanggan setia kami.

    C. PERMINTAAN

    1) Perkembangan permintaan saat ini
    Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan buah Melon Honey Golden semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya buah – buahan sebagai penunjang kebutuhan vitamin bagi tubuh. Terlebih dengan kandungan vitamin dan gizi yang terdapat dalam buah Melon Honey Golden cukup besar sehingga buah ini bagus untuk konsumsi dan menjaga kesehatan.
    2) Prospek permintaan di masa yang akan datang.
    Dengan banyaknya varietas / jenis buah melon tersebut akan mengalami kejenuhan. Melon Honey Golden bisa diguanakan sebagai pilihan yang cukup tinggi di banding jenis buah melon lainnya. Dan dengan kondisi kejenuhan masyarakat akan jenis buah – buahan yang dapat di konsumsi. Jenis buah Melon Honey Golden bisa dijadikan alternative yang cukup menjanjikan.

    D. Penawaran
    1) Perkembangan penawaran saat ini
    Perkembangan penawaran disektor usaha buah pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha buah menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.
    2) Prospek penawaran di masa yang akan datang
    Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha penjualan buah Melon Honey Golden pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.

    E. Program Pemasaran
    1) Tingkat pelayanan
    Dalam memasarkan buah Melon Honey Golden kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan yang ramah dan memilih sendiri buah di tempat penjualan langsung.
    2) Penetapan harga
    Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.
    3) Kegiatan promosi
    Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di media masa cetak, blog pribadi dan iklan facebook, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi pemerintah/swasta.
    4) Kegiatan Distribusi
    Untuk kegiatan distribusi, kami menggunakan armada distribusi sendiri.

    ASPEK TEKNIS DAN OPERASI

    A. Rencana Pengembangan
    a. Evaluasi lokasi
    Lokasi yang akan kami pilih untuk lahan penanaman buah Melon Honey Golden yaitu sawah sewaan di daerah Kuwaron Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Kota Semarang.
    b. Sarana dan prasarana
     Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah : Lahan berupa Sawah, mesin semprot, mesin sedot (diesel), ember, gudang penyimpanan pupuk dll.
     Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan rumah sebagai homebase hasil panen, di pasar tempat berjualan.
    c. Tenaga ahli dan tenaga biasa
    Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha penanaman kami adalah tenaga ahli bidang penanaman melon, pemantau lapangan (wakil tenaga ahli melon), pemasaran, keuangn, produksi dan sdm serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha.
    d. Bahan – bahan pokok
    Bahan pokok yang digunakan dalam menjalankan usaha penanaman buah Melon Honey Golden antara lain : Benih Melon Golden Honey dengan kualitas yang baik, pupuk kompos, pupuk kandang dan pupuk organik.
    e. Lahan penanaman
    Berkaitan dengan lahan penanaman buah Melon Honey Golden. Akan ditanam di atas tanah seluas 3 hektar dengan setiap hektarnya terdapat 3000 tanaman sehingga total tanaman yang ada mencapai 9000 tanaman buah Melon Honey Golden
    f. Jadwal pelaksanaan
    Usaha penanaman buah Melon Golden Honey akan mulai ditanam pada tanggal 1 Juni 2011 sampai tanggal 10 Agustus 2011 sampai waktu panen tiba ( mulai awal penanaman buah melon sampai waktu panen tiba dibutuhkan waktu selama kurang lebih 70 hari).
    g. Perkiraan biaya teknis dan operasi
    Biaya teknis dan operasional diperkirakan mencapai Rp750.000.000,

    B. Rencana Pengoperasian Usaha
    a) Proses operasi usaha
    Proses operasi usaha meliputi rencana penanaman, penjadwalan distribusi dan rencana penjualan dan pemesanan.
    b) Kebutuhan bahan operasi
    Kebutuhan bahan operasi penanaman buah Melon Honey Golden dikelola oleh tenaga ahli tanaman buah dan tenaga ahli lapangan yang mengkoordinasikan dengan tenaga ahli buah melon mengenai masalah – maslah tanaman ( penyakit, hama dll).
    c) Kegiatan perawatan mesin
    Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga yang ada untuk memperbaiki, dang mengontrol mesin yang di gunakan dalam hal ini mesin semprot dan mesin sedot air ( diesel ).

    ASPEK KEUANGAN

    A. Kebutuhan Dana Investasi
    a. Investasi harga tetap
    Investasi ini mencapai Rp 18.000.000,-
    b. Biaya pra operasi
    Biaya pra operasi mencapai Rp 78.100.000,- yang digunakan untuk
    proses pembelian tanah dan mendirikan bangunan.
    c. Modal kerja
    Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh biaya pra operasional
    + biaya operasional yang mencapai Rp 142.100.000,-
    Total kebutuhan dana Investasi = Rp 160.000.000,-

    B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana
    a. Modal sendiri
    Modal sendiri Rp 60.000.000,-
    b. Pinjaman bank
    Pinjaman dari bank Rp 100.000.000,-

    C. Rencana Kebutuhan Dana
    Analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Luas lahan 1 ha, populasi 3.000 tanaman. Sehingga pada luas tanah 3 ha, kita bisa menanam buah Melon Honey Golden sebanyak 9000 populasi tanaman.
    1. Biaya pra operasional
    o Sewa tanah 3 hektar semusim = Rp 30.000.000,-
    o Trajak 1 m @1000 = Rp 9.000.000,-
    o Mesin sedot air (diesel) 2 unit = Rp 5.000.000,-
    o Mesin semprot 6 unit = Rp 8.400.000,-
    o Mulsa @Rp 450.000 = Rp 9.450.000,-
    o Ember kecil 10 buah = Rp 150.000,-
    o Ember besar 10 buah = Rp 250.000,-
    o Karung 50 buah = Rp 1.250.000,-
    o Cangkul 5 buah = Rp 250.000,-
    o Gudang penyimpanan pupuk = Rp 500.000,-
    o Gubug tunggu melon = Rp 300.000,-
    o Brongsong 4 dus @Rp 750.000 = Rp 3.000.000,-
    o Kardus 100 bal @Rp80.000 = Rp 8.000.000,-
    o Solatip 2 kardus isi @72 biji = Rp 1.050.000,-
    o Rafiah 10 bal @Rp 140.000 = Rp 1.400.000,-
    o Alat solatip 3 buah @Rp 20.000 = Rp 100.000,-

    Total = Rp 78.100.000,-

    2. Biaya operasional
    o Benih melon Honey Golden 30 @Rp 410.000 = Rp 12.300.000,-
    o Buat bedengan 1 hektar @650.000 = Rp 1.950.000,-
    o 1 Tenaga ahli melon@Rp 400.000 x 10 minggu = Rp 4.000.000,-
    o 2 Tenaga ahli lapangan@Rp 300.000 x 10 minggu = Rp 6.000.000,-
    o 5 Tenaga ahli pria @Rp1.050.000 x 10 minggu = Rp 10.050.000,-
    o 4 Tenaga lapangan wanita @Rp 720.000 = Rp 7.200.000,-
    o 2 Penjaga malam @500.000/bulan = Rp 1.000.000,-
    o Pupuk – pupuk = Rp 10.000.000,-
    o Bensin = Rp 4.550.000,-
    o Perawatan mesin operasional = Rp 1.000.000,-
    o Biaya transportasi = Rp 500.000,-
    o Biaya distribusi = Rp 3.000.000,-
    o Biaya lain- lain = Rp 2.000.000,-

    Total = Rp 64.000.000,-

    3. Pemasukan
    1. Misalnya rata-rata produksi tanaman 3 kg (rata-rata 1 pohon) maka produksi per 3.000 m2 ditaksir mencapai 22.500 kg dari 2,5 kg x 9000 pohon
    2. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 1121 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 22500 kg – 1121 kg = 21375 kg.
    3. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 ; 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. Jika harga melon kelas M1. Rp. 4.000,-; kelas M2 Rp. 3.000,-; kelas M3 Rp. 2.500,- maka penerimaan penjualan melon.
     Kelas M1 = 65% x 21375 kg x Rp.6.000,- Rp. 83.362.500,-
     Kelas M2 = 25% x 21375 kg x Rp.5.000,- Rp. 26.718.750,-
     Kelas M3 = 10% x 21375 kg x Rp. 4.000,- Rp. 8.550.000,-
    Jumlah penerimaan Rp. 118.631.250,-
    4. Laba atau Rugi

     Jumlah pemasukan – biaya operasional
    = Rp 118.631.250 – Rp 64.000.000
    = Rp 54.631.250,-
    Dari hasil perhitungan diatas usaha ini memiliki prospek yang cukup menjajikan walaupun kegagalan dalam penanaman dan pemasaran juga cukup besar.

    ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL
    A. Penyaluran Ilmu
    Adanya penanaman buah melon ini diharapkan bisa dijadikan pembelajaran bagi petani lain untuk memanfaatkan lahan sawah tidak hanya ditanami padi saja tetapi bisa di gunakan untuk menanam buah atau sayuran untuk memunuhi kebutuhan keluarga & penghasilan tambahan.
    B. Penyerapan tenaga kerja
    Usaha buah Melon Honey Golden ini memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 10 orang dan memperkecil angka pengangguran dimasyarakat.
    C. Dampak terhadap lingkungan masyarakat
    a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan.
    b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru
    c. Peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi buah berkualitas.
    D. Dampak terhadap industri lain
    a. Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan.
    b. Bagi petani buah melon lokal akan berupaya untuk meningkatkan kualitas produksin

  18. Nama : Masayu yuri hadria
    Nim : Po. 71.20.0.09.1930
    Tk : 3A

    Studi Kelayakan Perusahaan Roti Di Kebumen
    PERUSAHAAN MELATY KURNIA AJI

    A. Profil Singkat Perusahaan
    Perusahaan Melaty Kurnia Aji didirikan dan mulai beroperasi pada bulan Maret tahun 1998 dengan bentuk usaha Perseorangan. Haji Wakidi, pemilik usaha ini mempergunakan rumah kontrakan yang beralamat di Desa Salam Rejo, Sentolo, Kulon Progo, sebagai kantor sekaligus pabrik. Setelah dua tahun beroperasi dan merasa lingkungan tidak mendukung terutama air yang tidak bersih Bapak Haji Wakidi pindah ke kediamannya di daerah Klumutan, Srikayangan, Sentolo, Kulon progo.
    Perusahaan ini beroperasi dalam bidang makanan khususnya roti. Roti yang dihasilkan terdiri dari tiga jenis yaitu roti manis, roti tawar, dan bolu atau cake. Produknya diberi nama dan dipasarkan dengan nama Melaty Bakery.
    Seiring berjalannya waktu perusahaan ini mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka cabang di dua tempat yaitu cabang Sukoreno, Sentolo dan cabang Tayuban, Panjatan, Kulon Progo. Lokasi pemasaran saat ini mencakup Sleman, Klaten, Purworejo, Wates, Magelang, Wonosari, dan Yogyakarta.

    B. Penelitian terhadap berbagai aspek-aspek yang berhubungan dengan
    perusahaan
    1. Aspek Hukum
    Melaty Kurnia Aji telah memperoleh izin usaha dari wilayah dimana perusahaan berdiri, meliputi jenis usaha dan lokasi usahanya. Adapun produknya juga telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, yaitu produk yang aman dan boleh beredar di pasar. Berkaitan dengan kewajiban terhadap Negara, perusahaan juga telah memiliki NPWP.
    Izin-izin yang telah dimiliki meliputi:
    a. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    b. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
    c. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    d. Tanda Daftar Industri (TDI)
    e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    f. SP (sertifikat yang diberikan pada individu)
    g. PIRT
    h. Izin Gangguan (HO) diperbarui 4 tahun sekali
    i. Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (SPKP)
    j. LP POM dari MUI diperiksa setiap 2 tahun sekali
    k. Sertifikat Piagam Bintang Keamanan Pangan

    2. Aspek Pemasaran
    a. Produk
    Produk yang dihasilkan oleh Melaty Kurnia Aji yaitu :
    •Roti manis, roti dengan berbagai varian rasa yaitu rasa coklat pisang, kelapa,
    coklat kacang, mocca, vanilla, semir meisess dan selai nanas
    •Roti tawar, berbentuk open cup
    •Bolu atau cake, bentuk dan varian tergantung pesanan dari pelanggan, tetapi sesuai dengan standar yang ada dalam perusahaan.

    b. Harga
    Harga produk yang digunakan oleh Melaty Kurnia Aji adalah Strategi Harga
    Eceran Terakhir (HET). Harga juga diperhitungkan dari operasional perusahaan.
    Adapun harga produk untuk:
    •Roti Manis dengan HET Rp 500,- dan Rp 1.000,-
    •Roti Tawar dengan HET Rp 2.500,-
    •Bolu atau Cake dengan harga sesuai pesanan yang berkisar antara Rp 10.000,-
    sampai dengan Rp 20.000,-
    Kebijakan harga untuk produk pesanan dalam partai besar, dan harga khusus untuk pelanggan tetap.

    c. Lokasi
    Lokasi perusahaan Melaty Kurnia Aji dinilai cukup memadai dalam aspek
    pemasaran, dimana lokasi yang strategis, bisa diakses dengan mudah, dan bisa
    dijangkau dengan kendaraan roda empat. Selain itu, usaha ini juga berdiri di
    daerah yang merupakan kawasan industri. Perusahaan ini telah memiliki cabang
    yaitu berlokasi di Sukoreno, Sentolo dan cabang Tayuban, Panjatan, Kulon
    Progo.

    d. Promosi
    Promosi yang dilakukan oleh Melaty Kurnia Aji dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Strategi pemasaran menggunakan dua cara dalam penyaluran produk yaitu langsung mendistribusikan produk ke pengecer dan menggunakan sales atau agen sebagai distributor dengan kesepakatan sebagai berikut :
    1) Sales menanggung barang sisa maka harga dari perusahaan rendah.
    2) Sales tidak menanggung barang sisa tetapi perusahaan yang menanggung
    barang sisa maka harga lebih tinggi.

    e. Pesaing
    Awal berdirinya usaha ini belum banyak pesaing, lambat laun pesaingpun bermunculan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi agar mampu bersaing dan mempertahankan usahanya.

    3. Aspek Keuangan
    Berdasarkan hasil pengamatan kami dan keterangan dari pemilik, untuk aspek keuangan yang kami sajikan sebagai berikut :
    1) Kebutuhan Modal untuk Investasi
     Modal tetap:
    Tanah Rp 68.000.000,-
    Gedung Rp 190.000.000,-
    Peralatan Rp 7.500.000,-
    Mesin Rp 15.500.000,-
    Kendaraan Rp 15.000.000,-
     Modal kerja: biaya-biaya yang terkait dengan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan overhead
    Bahan baku berupa:
    Keterangan Harga
    Terigu Rp 60.400/sack
    Telur Rp 7.400/kg
    Gula pasir Rp 116.250/sack
    Margarin Rp 47.000/dus
    Ragi basah Rp 66.000/kg
    Assen mocca Rp 90.000/kg
    Calsium Rp13.750/kg
    Improver Rp 19.000/kg
    LPG Rp 18.000/kg
    Messes Rp 85.000/kg
    Coklat tepung Rp 23.700/kg
    Selai nanas Rp 27.000/kg
    Minyak tanah Rp 400/L
    Biaya tenaga kerja = @Rp 170.000,- / bulan
    Biaya overhead terdiri dari :
    a. Biaya listrik Rp 106.000/bulan
    b. Biaya telepon Rp 80.000/bulan

    2) Perolehan Modal
     Modal sendiri
     Modal pinjaman: dari Bank dan dari modal pinjaman Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah dari pemerintah setempat.

    4. Aspek Teknis/Operasi
    1) Letak Perusahaan
    Melaty Kurnia Aji berada di lokasi strategis untuk memperoleh bahan baku. Daerah Srikayangan merupakan kawasan industri yang mendukung usaha ini. Letak perusahaan juga mudah diakses dengan kendaraan roda empat, sehingga memudahkan untuk saluran distrubusi, baik pemasaran maupun pemasok bahan baku, mudah mendapatkan konsumen.
    2) Tata Letak Perusahaan(belum)
    Perusahaan merupakan rumah pribadi yang didesain sedemikian rupa sehingga bias difungsikan sebagai pabrik dan kantor perusahaan. Adapun ruang-ruang yang ada di Melaty Kurnia Aji:
     Rumah depan digunakan sebagai rumah pribadi
     Gudang bahan baku digunakan untuk menyimpan bahan baku yang akan diolah
     Dapur umum digunakan sebagai dapur pabrik dan dapur pribadi
     Gudang bahan baku setengah jadi digunakan untuk menyimpan bahan baku
    setengah jadi, seperti pisang, coklat, kelapa dan lain- lain
     Ruang pembentukan roti digunakan untuk pembentukan roti
     Ruang proving atau fermentasi digunakan untuk ruang pengembangan roti
     Ruang oven digunakan untuk pengovenan roti
     Ruang finishing digunakan untuk pembelahan, pendinginan dan pembungkusan atau packing roti
     Ruang genset digunakan untuk menggerakkan mesin pembungkus atau packing
     Showroom sebagai tempat memamerkan produk yang dihasilkan dan menjual produk
     Ruang stock produk jadi digunakan sebagai tempat penyimpanan roti yang akan didistribusikan
     Mushola digunakan untuk tempat beribadah
    3) Peralatan yang Digunakan
    Melaty Kurnia Aji menggunakan mesin dan peralatan yang modern. Mesin yang digunakan merupakan hasil kombinasi yang dilakukan oleh pemiliknya karena kreatifitasannya. Peralatan yang ada meliputi mesin pengaduk, mesin packing, oven, dan sebagainya.

    5. Aspek Sosial, Ekonomi, dan Budaya
    Selain misi yang bernada profitable, Melaty Kurnia Aji juga memiliki misi sosial. Perusahaan memberikan masukan-masukan dan memberikan motivasi dengan menjelaskan profil perusahaan kepada para pengunjung yang melakukan survey.
    Dengan berdirinya perusahaan ini dapat menstimulan sektor ekonomi, yaitu tenaga kerja dan produksi bagi penduduk sekitar. Karyawan yang bekerja di perusahaan adalah penduduk sekitar. Lingkungan sekitar pabrik merupakan kawasan industri yang mendorong masyarakatnya berwirausaha.

    6. AMDAL
    Produk yang dihasilkan oleh Melaty Kurnia Aji adalah produk makanan dan jauh dari unsur kimia berbahaya, sehingga limbah yang dihasilkan pun sangat ramah lingkungan. Oleh karena itu, tidak ada permasalahan serius terkait dengan limbah.

    Kesimpulan (Penutup)
    Dari hasil penilaian kami, Melaty Kurnia Aji berpotensi memiliki prospektif usaha yang cerah, sehingga menjadi inspirator kami untuk penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis Sweet Bakery Di Melaty Kurnia Aji pengelolaan keuangan masih sederhana. Padahal menurut kami, perusahaan yang mempunyai level setingkat Melaty Kurnia Aji (harusnya) telah memiliki catatan akuntansi yang memadai untuk mengikuti laju perkembangan bisnisnya. Disamping itu, pemanfaatan pasar potensial belum begitu dioptimalkan.
    Kami menggaris bawahi untuk Melaty Bakery untuk obyek pengamatan kami, karena produk tersebut merupakan produk unggulan, dibanding produk-produk lain. Pertimbangan lain, Melaty Bakery mempunyai potensi pasar yang luas, bahkan bias menembus pasar nasional.

  19. NAMA : CANDRA ARIANTO
    TINGKAT : 3A
    NIM : PO.71.20.0.09.1902

    STUDI KELAYAKAN BISNIS

    PADA “BLUE HILLS CAFÉ”

    A. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

    Analisis Permintaan dan Pemasaran
    Dari data yang kami dapat dari Survey pada pasar yang sama, Oriental Food adalah persentase terbesar yang menjadi favorit para penjajah makanan Jakarta. Ada banyak alasan yang menjadi Key Factor why they like it (oriental food ), misalnya taste mereka bilang tastenya tidak jauh beda dengan makanan Indonesia, berasal dari tumbuhan yang segar – segar dan ada yang bilang iseng saja mencoba dan akhirnya malah addict. Oleh karena itu kami juga mempunyai menu oriental food yang nantinya akan ditemani oleh western Food dan pasti banget sang tuan rumah ( Indonesia Food ). 3 Menu diatas, kami satukan at one cafe Hal ini mengingat pasar potensial adalah para profesional, eksekutif, family, remaja, dan client saat office hours dan after office hours.
    Suasana makanan juga akan berganti dengan pertunjukan yang live dari our stage yang pastinya akan berganti setiap harinya dan special pada moment tertentu. Dekorasi ruangan yang terpusat pada kenyamanan customer menjadi salah satu Prioritas kami. Semua ini bertujuan demi kemudahan customer dalam mendapatkan apa saja yang ia inginkansaat berada di kafe kami.
    Dekorasi ruangan yang Glamour dan bernuansakan oriental yang menjadi pilihan kami untuk ruangan utama yang dapat langsung menikmati live performance dengan pengisian acaranya yang meriah. Dekorasi yang simple and nature tapi tetap menghadirkan nuansa oriental dengan sedikit kesan out door dikhususkan bagi ruang Privat. Kami menempatkan minimal 1 waiterss untuk 1 meja dan Privat Room yang akan menjamu setiap customer. Pelayanan yang ramah dan tulus akan anda dapatkan dari pertama kali anda menginjakkan kaki di kafe kami. Pelayanan kami menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yang handal dan pastinya up to date. Ini semua demi tercapainya customer comfortable.

    Proyeksi
    Setelah dipaparkan dalam latar belakang bahwa manusia membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas rutinnya. Kami yakin bahwa bisnis makanan yang akan kami jalankan ini akan tetap hidup dan menjadi one stop place untuk para penjajah makanan dan juga pecinta makanan Indonesia, oriental and western food dapat menyatu di kafe kami dipadukan dengan atmosfere nature yang kami terapkan sebagai dekorasi ruangan kami.
    Restaurant kami buka mulai jam 10.00 WIB until 23.000 WIB untuk Week day, dan The Week end dari jam 10.00 WIB until 02.00 WIB In the morning. Range harga yang kami tawarkan per pack start dari Rp.10.000,- until Rp.85.00,- Each pack for food and drink. Untuk cemilan hidangan penutup dari Rp.10.000,- until Rp.12.500,- .

    Promosi
    Melalui Media Elektronik :
    1. Televisi : – O’ Channel
    – Jak TV
    • Radio : – Chinese Radio
    1. Pass FM : 1 X 1 Minggu = Rp 750.000 / 60 Detik
    Profesional
    Smart FM : 1 X 1 Minggu = Rp 650.000 / 60 Detik
    – Family
    Cakrawala FM : 1 X 1 Minggu = Rp 600.000 / 60 Detik
    – Remaja
    Prambors FM : 1 X 1 Minggu = Rp 700.000 / 60 Detik
    Internet : – Yahoo. Com

    Melalui Media Cetak :
    Spanduk
    – Lebar 90 cm X 3 m = Rp 120.000,-
    – Harga Per Meter = Rp 40.000,-
    Umbul – Umbul
    – Panjang 3 m X 60 cm = Rp 120.000,-
    Brosur
    – 1 Rim ( 500 Lembar ) = Rp 115.000,-
    – 4 Rim ( 2000 Lembar ) = Rp 460.000,-

    Saluran Distribusi
    Bagi para costumer yang tidak sempat datang ke kafe ini, kafe ini menyediakan pelayanan Delivery. Sehingga para costumer masih bisa menikmati hidangan makanan tanpa harus datang ke kafe langsung.
    Dalam pelayanan Delivery ini, kafe menyediakan alat Transportasinya berupa Motor bila costumer memesan menu hidangan dalam partai kecil, dan Mobil bila costumer memesan menu hidangan dalam partai besar.
    Alat Transportasi yang digunakan didesign secara khusus, agar makanan yang akan diantar tidak mengurangi rasa sehingga tetap fresh sampai ketempatketempat costumer. Dengan begitu costumer tidak merasa dikecewakan. kafe ini menjamin apabila hidangan / makanan saat sampai ke tempat costumer tidak fresh, maka pihak Restaurant akan memberikan potongan harga / discount dari setiap menu yang tidak fresh. Tetapi bila costumer meminta untuk ditukarkan dengan menu yang sama maka pihak Restaurant akan menukarkanya dengan menu yang sama.
    Untuk menghindari kemungkinan seperti ini terjadi, pihak kami selalu mengecek akan kondisi kendaraan yang akan digunakan apabila tetap terjadi kesalahan dalam hal ini yang harus bertanggung jawab, yaitu orang yang bertugas dalam pengecekkan kondisi kendaraan tersebut. Tetapi apabila kesalahan dilakukan oleh orang yang bertugas mengantarkan makanan akibat kesalahannya sendiri, maka petugas / orang yang mengantar makanan tersebut yang harus bertanggung jawab akan kesalahan ini, untuk itu kedisiplinana dan kecermatan disini sangat diutamakan.
    Dengan demikian saluran distribusi yang digunakan oleh kafe kami yaitu direct selling, dimana penjualan dilakukan secara langsung kepada customernya, tanpa menggunakan atau bekerja sama dengan pihak jasa lainnya.

    Strategy Marketing
    Konsep Restaurant yang dirancang memiliki dekorasi yang bernuansakan oriental. Sehingga para customer bisa merasakan suasana asia tanpa harus pergi jauh – jauh. Untuk itu agar para customer mengetahui apa saja yang Restaurant ini hadirkan, maka pihak kafe melakukan Strategi marketingnya seperti melalui media elektronik dan media cetak seperti televisi, radio, internet, dan spanduk. Untuk media televisi kami merekomendasikan Restaurant ini melalui televisi swasta, misalnya saja seperti distasiun televisi O’ Channel yang menghadirkan acara rekomendasi mengenai Restaurant – Restaurant. Untuk media radio kami bekerja sama dengan stasiun radio swasta, untuk menyiarkannya kepada publik. Media radio kami gunakan karena bagi yang tidak sempat menyaksikannya ditelevisi. Selain itu kami menggunakan spanduk dan brosur – brosur. Konsep Restaurant yang dirancang memiliki dekorasi yang bernuansakan oriental. Sehingga para customer bisa merasakan suasana asia tanpa harus pergi jauh – jauh. Untuk itu agar para customer mengetahui apa saja yang Restaurant ini hadirkan, maka pihak Restaurant melakukan Strategi marketingnya seperti melalui media elektronik dan media cetak seperti televisi, radio, internet, dan spanduk. Untuk media televisi kami merekomendasikan Restaurant ini melalui televisi swasta, misalnya saja seperti distasiun televisi O’ Channel yang menghadirkan acara rekomendasi mengenai kafe. Untuk media radio kami bekerja sama dengan stasiun radio swasta, untuk menyiarkannya kepada publik.

    B. ASPEK MANAJEMEN

    Keputusan Strategi
    Langkah – langkah yang akan diambil dalam keputusan strategi yaitu :
    – Memberikan harga promosi saat launching
    – Memberikan costumer satisfaction good
    – Menghadirkan suasana yang diharapkan para costumer
    – Menghadiakan menu – menu yang variatif, agar costumer tidak bosan
    – Mempromosikan product melalui media elektronik dan media cetak

    Penilaian Kelayakan
    Setelah diteliti dan diamati berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, maka dapat dinilai layak. Karena menurut penelitian akan permintaan dan penawaran akan product makanan, tidak akan pernah turun. Sebab makanan merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat dihilangkan, dan sampai kapan pun jenis usaha ini akan menjadi sasaran utama dari setiap zamannya.

    Daftar menu
    Indonesia Specialties
    1. Ayam Panggang : Rp 36.000,-
    ( Half Srilled Chicken with Soya Sauce Served with Rice, Sambal, dan kerupuk )
    2. Ayam Goreng Mentega : Rp 36.000,-
    ( Fried Chicken butter Sauce, buttered Fried Chicken Served with Rice, Sambal, dan Kerupuk )
    3. Gurame Goreng : Rp 36.000,-
    ( Served with Rice, Lalapan, Sambal, dan Kerupuk,
    Ayam Spicy Santed Chicken Wing Served With Rice ).
    4. Ikan Mas goring : Rp 36.000,-
    ( Fried Golden Fish Served with Rice, Lalapan, Sambal dan Kerupuk).
    5. Aneka Sate : Ayam, Sapi, Kambing, : Rp 31.000,-
    Campur ( Served with Rice, Sambal, dan Kerupuk ).
    6. Bakmi atau Bihun Goreng : Rp 30.000,-
    ( Served with Acar, Sambal ).
    7. Soto Madura: Rp 15.000,-
    ( The Indonesia Clear Chicken Soup ).
    8. Nasi Goreng Special : Rp. 27.000,-
    ( Served with Fried Chicken, Egg, and Seafood ).

    Supper Favorites
    1. Sup Buntut Goreng : Rp. 40.000,-
    ( Clear Fried Oxtail Soup Served with Rice ).
    2. Grilled Spring Chicken : Rp. 43.000,-
    ( Ayam Muda Bakar dihidangkan dengan Kentang Goreng dan Sayuran ).
    3. Mie Dhog – Dhog : Rp. 27.500,-
    ( Village Style Soup Noodle ).
    4. Mie Goreng : Rp. 27.500,-
    ( Stir Fried Noodle Served with Acar dan Sambal ).

    Chinese Food
    1. Fu Young Hay : Rp. 25.000,-
    ( Three egg, Omellete, with Sweet Sour Sauce )
    2. Chop Sue : Rp. 25.000,-
    ( Cap Cay Ca, Stir Fried Combination of Vegetable ).
    3. Udang Kristal : Rp. 21.000,-
    4. Pangsit Udang Mayonaise : Rp. 19.000,-
    5. Spicy Chicken & Hot Noodle : Rp. 25.000,-
    ( Disajikan dengan Nasi dan Sayuran ).
    6. Ayam Sauce Mentega : Rp. 25.000,-
    ( Disajikan dengan Nasi, Sayuran dan Tahu Jepang ).
    7. Sirloin Steak: Rp. 30.000,-
    ( Disajikan dengan French Fries & Mix Vegetable ).
    Cocktails Dan Wines
    1. Martini Coktail : Rp. 35.000,-
    2. Manhhattan : Rp. 35.000,-
    3. Daiquiri : Rp. 35.000,-
    4. Whisky Sour : Rp. 35.000,-
    5. Monalisa : Rp. 35.000,-
    6. Old Fashioned : Rp. 35.000,-
    7. Brandy Alexander : Rp. 35.000,-
    8. Glass Of Red Or White Wine : Rp. 35.000,-
    Cognag Dan Liquers
    1. Hennessy Martell : Rp. 42.000,-
    2. Hennessy Martell V.S.O.P. : Rp. 60.000,-
    3. Remy Martin V.S.O.P. : Rp. 60.000,-
    4. Crème ( De Menthe ) : Rp. 60.000,-
    5. Tia Maria : Rp. 35.000,-
    6. Drambuie : Rp. 35.000,-
    7. Benedictine ( DOM ) : Rp. 35.000,-
    Soft Drink Dan Water
    1. Green Sand : Rp. 12.500,-
    2. Soda, Coke, 7-Up, Tonic : Rp. 12.500,-
    3. Fanta, Sprite : Rp. 12.500,-
    4. Aqua : Rp. 9.000,-
    5. Krating Daeng : Rp. 12.500,-
    Special Offer
    1. Bir Pletok : Rp. 40.000,-
    2. Jampang Special : Rp. 35.000,-
    3. Irish Coffee, Royal Coffee : Rp. 30.000,-
    4. Spanish Coffee, Mexicam Coffee : Rp. 30.000

    C. ASPEK SUMBER DAYA ALAM
    Keseimbangan lingkungan hidup (sosial, buatan dan alam) menjadi syarat utama bagi suatu wadah atau ruang (suatu kota misalkan) agar menjadi berkelanjutan dan manusiawi. Secara konkrit (nyata) ketiga aspek kelayakan inilah yang menjadi parameter yang menentukan kelangsungan hidup suatu wilayah. Aspek ekonomi, dimana kajian ekonomi yang memperhatikan kelangsungan siklus-siklus ekonomi. Kajian ekonomi dilakukan agar pembiayan terhadap pembangunan terus terjadi (kontinu). Aspek teknis, aspek yang mengkaji tentang kekuatan dan keberlangsungan bangunan itu tegak berdiri. Kajian terhadap keamanan bangunan itu bagi pemakainya. Aspek lingkungan, kajian yang mengulas apakah kegiatan atau usaha ini layak terhadap lingkungan dimana akan diletakkannya. Apakah sumberdaya alam tidak terganggu akibat kegiatan-kegiatan ini, apakah kegiatan-kegiatan akan menghasilkan dampak negatif penting dan besar terhadap lingkungan sosial dimana lokasi ini berada. Itu makanya semua aspek dikaji agar tidak membuat kekeliruan dalam membangun kota tercinta kita ini. Jangan lupa, masih ada dokumen satu lagi yang mestinya dilampirkan bersama dengan FS tersebut, itulah dokumen kelayakan lingkungan atau dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

    D. ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

    Pemilihan Peralatan Dan Teknologi
    Pemilihan Peralatan setiap restaurant pasti menggunakan peralatan untuk memasak serta peralatan pada waktu makan, secara mendetail mungkin peralatan itu tidak dapat disebutkan satu per satu tetapi pada intinya peralatan yang digunakan untuk peralatan didapur adalah kitchen set dan peralatan yang digunakan pada waktu makan salh satunya table set.
    Untuk Teknologi yang digunakan yaitu :
    – Untuk menganalisa keuangan restaurant, baik yang keluar maupun yang masuk restaurant kami menggunakan MYOB => akuntansi, dimana akuntansi ini sangat mudah digunakan dan sangat diperlukan, karena pekerjaannya tidak perlu waktu lama dan tidak perlu khawatir kalau kurang memahami mengenai akuntansi.
    – Untuk marketingnya restaurant kami menggunakan sistem CRM (Customer Relantionship Management), dimana para customer bila memberikan keluhan-keluhan dan pesanan akan secara langsung tercatat dikomputer.

    Proses Produksi
    Proses produksi yang restaurant kami lakukan, yaitu mengenal bahan baku makanannya. Untuk jenis bahan baku masakan Indonesia restaurant kami mendatangkan langsung dari hasil-hasil perkebunan yang berkualitas tinggi, sehingga para costumer bisa menikmati makanan dengan kualitas yang baik. Untuk jenis bahan baku yang berkualitas ini restaurant kami bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha/ supplier perkebunan sayur-mayur. Untuk jenis bahan baku makanan Chinese restaurant kami bekerjasama dengan pengusaha-pengusaha dari Negara Cina, Jepang, dan lain-lainnya. Untuk bahan bakunya juga didatangkan langsung dari negara-negara tersebut. Begitu juga untuk western foodnya restaurant kami mendatangkan langsung dari negara-negara barat, misalnya saja untuk bahan baku daging-daginnya, kami memilih yang berkualitas tinggi/ terbaik. Jadi, para customer tidak perlu khawatir akan kualitas makanannya yang terbuat dari daging import.

    Lokasi
    Sering kita dengar salah satu faktor kegagalan suatu badan usaha dikarenakan salah penempatatan /salah memilih lokasi badan usaha tersebut . untuk industri yang bergerak dalam bidang jasa, hal ini harus benar – benar dipertimbangakn dengan baik karena badan usaha ini termasuk kedalam badan usaha yang letaknya dipengaruhi oleh factor – factor ekonomi. Dalam hal ini kafe kami dipengaruhi oleh pasar (konsumen).
    Berdasarkan hasil pengamatan kami dan juga tidak mau mengulang kesalahan dari para pendahulu, kami memutuskan untuk memilih lokasi kediaman restaurant kami di DKI Jakarta,yakni di daerah Jakarta selatan,tepatnya di kawasan kemang raya.
    Adapun beberapa alasan mengapa kami memilih kemang raya. Seperti yang kita ketahui kawasan kemang sekarang ini dapat di katakan sebagai one stop place (like the supermarket) disini kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan mulai dari restauran, hotel, gallery, mall, health center and office tower. Melihat berbagai macam mobilitas yang terjadi di kawasan ini kami merasa telah menjatuhkan pilihan di tempat yang benar, meskipun harus bersing dengan para competitor di kawasan yang sama pada khushusnya dan competitor yang akan bermunculan pada umumnya. Kami sangat yakin bahwa usaha yang telah kami pilih ini dapat menghadapi masalah – masalah yang ada di bisnis restaurant itu sendiri, lagipula siapa bilang pesaing adalah musuh abadimu,mereka adalah kreativitas yang tersimpan di alam bawah sadarmu mereka yag dapat menilai apakah bisnis yang kami jalankan ini layak atau tidak.

    E. ASPEK FINANSIAL DAN EKONOMIS
    1]. Data
    Untuk melengkapi kelayakan dari badan usaha yang menjadi obyek feasibility study ini kami juga melakukan beberapa riset yang menghasilkan data-data yang diolah menjadi informasi yang sangat membantu dalam penyusunan paper feasibility study itu sendiri. Data–data tersebut sebagian diambil dari internet dan sebagian lagi dari data riset yang kami lakukan.
    Untuk menentukan berapa jumlah pembeli potensial kami baik dalam keadaan sepi, sedang ataupun ramai kami mengambil datanya dari internet tepatnya dari Badan Pengkajian Statistik, sumber informasi kami yang lainya dapat dilihat di halaman daftar pustaka.

    2]. Jumlah calon pelanggan potensial
    Penduduk kota Jakarta (2006) sebanyak 8.389.443 juta jiwa.
    Estimasi calon pembeli potensial dari ;
    1. Executive di estimasikan sebanyak 40%x 8.389.443 = 3.355.777
    2. Keluarga di estimasikan sebanyak 30%x 8.389.443 = 2.516.832
    3. Pasangan di estimasikan sebanyak 15%x 8.389.443 = 1.257.967
    4. Event di estimasikan sebanyak 10%x 8.389.443 = 8.389.44
    5. Remaja di estimasikan sebanyak 5%x 8.389.443 = 4.194.72

    Perkiraan rata-rata calon pembeli :
    Keadaan ramai 80% x 8.388.992 = 6.711.193
    Keadaan sedang 55% x 8.388.992 = 4.613.945

    3]. Perkiraan modal :

    Estimasi Modal
    1. Gedung dan Tanah : Rp 200.000.000
    2. Peralatan dan Administrasi : Rp 37.900.000
    Peralatan Masak : Rp 3.500.000
    Peralatan Makan : Rp 2.400.000
    Komputer : Rp 12.000.000
    Meja Kursi : Rp 18.000.000
    Panggung permanen : Rp 2.000.000

    3. Operasional : Rp 384.000.000
    Gaji dan Upah : Rp 144.000.000
    Bahan makanan : Rp 240.000.000
    Lain-lain 10 % : Rp 62.100.000

    Total Modal : Rp 683.100.000

    Sumber Modal
    1. Sendiri : Rp 300.000.000
    2. Pinjaman : Rp 383.100.000
    Estimasi Modal Kembali
    Estimasi laba per menu dalam keadaan sedang : Rp 5.000,-
    Laba per tahun : Rp 5.000 x (75 orang x 30 hari x 12 bulan)
    : Rp 135.000.000

    Kembali Modal : Rp 683.100.000 : 5,6 tahun
    Rp 135.000.000

    SUMBER : http://masgan.blogspot.com/2008/03/studi-kelayakan-bisnis-restoran.html

  20. NAMA ; ARDIANTO
    TINGKAT ; 3 A
    NIM ;PO.71.20.0.09.1898

    BUTIK BUSANA MUSLIM “MUMTAZA”

    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
    Pendirian butik busana muslim MUMTAZA bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan produk busana muslim serta aksesoris penunjangnya bagi mahasiswa, eksekutif muda dan ibu rumah tangga.
    1. Segmentasi pasar.
    Batasan usia: 17 – 40 tahun
    Sasaran: mahasiswa, ekskutif muda wanita, dan ibu rumah tangga.
    Ekonomi: Menengah keatas
    Model Pakaian: chic & colorfull.
    2. Calon pelanggan potensial
    Semua penduduk Ngaliyan yang berjenis kelamin perempuan dan beragama Islam. Karena mereka berpotensi memakai busana muslim. Mahasiswi IAIN yang 100% menggunakan busana muslimah.
    3. Konsumen alternatif
    Walaupun masyarakat di daerah Ngaliyan adalah target pasar utama, namun tidak tertutup bagi daerah-daerah sekitar jika ingin berbelanja di butik busana Muslim kami yang pada perkembangannya akan menjadi pelanggan kami.
    4. Pemasaran
    a. Harga
    Daftar harga produk menggunakan metode markup di mana setiap produk yang diperoleh akan dinaikkan harga jualnya menjdi 25% – 35% sehingga kami bisa mendapatkan keuntungan.
    Daftar harga produk di butik busana muslim “MUMTAZA”:
    Blus: Rp. 75.000 – Rp. 1.000.000.
    Gamis: Rp. 150.000 – Rp. 1.000.000.
    T-shirt muslim: Rp. 45.000 – Rp. 250.000
    Blezer: Rp. 250.000 – Rp. 1.000.000
    Jaket: Rp. 150.000 – Rp. 1.000.000.
    Celana panjang kain dan jins: Rp. 45.000-Rp. 500.000.
    Rok panjang: Rp. 45.000 – Rp. 200.000.
    Jilbab: Rp. 25.000 – Rp. 200.000.
    Tas: Rp. 75.000 – 500.000.
    Dompet: Rp. 25.000 – Rp. 250.000.
    Sandal: Rp. 35.000 – Rp. 250.000.
    Sepatu: Rp. 80.000 – Rp. 1.000.000.
    Aksesoris: Rp. 10.000 – Rp. 200.000.
    b. Promosi.
    • Dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet
    • Promosi dari mulut ke mulut
    • Memberikan diskon kepada pembeli yang membeli dalam jumlah besar.
    • Pada saat grand opening memberikan diskon kepada pelanggan sebesar 10%.

    ASPEK SUMBERDAYA MANUSIA
    Struktur Organisasi :
    Pada gerai butik busana muslim “MUMTAZA” dipimpin oleh pemiliknya langsung dan memiliki dua orang karyawan sebagai pramuniaga yang merangkap sebagai kasir.
    1. Direktur/pemilik
    • Mengatur dan mengambil seluruh keputusan untuk memajukan butik busana muslim “MUMTAZA”.
    • Mengatur seluruh keuangan, baik uang masuk maupun uang keluar.
    • Pemburu busana-busana menarik diberbagai kota, busana-busana tersebut dibeli kemudian dijual kembali dibutiknya.
    • Mengawasi kinerja karyawan.
    • Memberikan pelayanan terbaik kepada karyawan.
    2. Pramuniaga merangkap kasir.
    • Menawarkan produk terbaru yang ada di butik kepada pelanggan.
    • Membantu pelanggan dalam mencari dan mengepas produk.
    • Mengawasi atau menjaga produk agar tidak hilang atau rusak.
    • Melayani pembeli melakukan pembayaran.
    Kualifikasi tenaga kerja
    • Pendidikan minimal SMU/SMK sederajat
    • Status single atau belum menikah
    • Usia maksimum 24 tahun
    • Bisa mengoperasikan komputer
    • Ulet dan jujur
    • Mudah beradaptasi dan berpenampilan menarik
    • Tinggal di sekitar Ngaliyan
    Proses Rekrutmen :
    • Membuat informasi lowongan pekerjaan melalui pamflet dan dari mulut ke mulut
    • Seleksi administrasi. Proses ini menyeleksi seluruh surat lamaran yang masuk dan dipilih orang-orang yang masuk dalam kriteria yang ditentukan.
    • Wawancara. Dilakukan untuk mengetahui latar belakang keluarga, pendidikan dan pekerjaan sebelumnya, juga fisik langsung si pelamar. Selain itu untuk mengetahui apa saja yang diinginkan oleh si pelamar dari perusahaan jika ia nanti bergabung.
    • Tes ketrampilan. Pelamar yang lolos seleksi administrasi dan wawancara menjalani tes ini agar perusahaan tahu sejauh mana ketrampilan yang dimiliki oleh si pelamar mengenai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan dan kemampuan mengoperasikan komputer.
    • Penandatanganan kontrak. Bagi pelamar yang sudah lolos seluruh penyeleksian dan diterima bekerja segera datang dan melaporkan diri untuk penandatanganan kontrak.
    • Kompensasi. Sebagai kompensasi atas kerja dari karyawan kami memberikan gaji sebesar Rp. 1.000.000 perbulan.

    ASPEK TEKNIS
    1. Disain produk.
    Seluruh produk yang ada di butik busana muslim “MUMTAZA” tidak kami produksi sendiri, tapi kami mencari produk sesuai dengan tema butik kami. Ada juga beberapa produk yang dibuat oleh desainer namun desainnya berasal dari kami. Walaupun tidak memproduksi sendiri produk-produk kami, tapi tetap menjaga kualitas produk agar tidak mengecewakan konsumen. Butik kami akan menonjolkan keseluruhan produk dengan warna-warna yang cerah, hitam dan putih. Produk kami tidak bersifat masal, jadi satu jenis produk hanya memiliki tiga jenis ukuran dengan warna yang berbeda. Contoh produk yang kami tawarkan antara lain:
    1. Aneka Baju Muslimah dan Jilbab

    2. Aneka jenis Tas

    3. Aneka jenis sepatu

    2. Quality control.
    Walaupun kita tidak membuat atau memproduksi sendiri produk-produk kami namun saat kita membeli atau memesan produk dari disainer, kami selalu memperhatikan kualitas bahan yang digunakan dan memperhatikan kerapian jahitan.
    3. Lokasi usaha.
    Butik busana muslim “MUMTAZA” berlokasi di daerah Ngaliyan Semarang tepatnya di ruko Ngaliyan Square Jl. Prof. Hamka, KM1 Ngaliyan Semarang. Dengan memperhatikan beberapa faktor:
    • Faktor pertama, karena di Ngaliyan banyak terdapat perumahan dengan mayoritas penduduk beragama Islam sehingga mereka berpotensial memakai busana muslim.
    • Faktor kedua, terdapat perguruan tinggi Islam Negeri yang 100% mahasiswinya menggunakan busana muslimah.
    • Faktor ketiga, belum banyak butik busana muslim di sekitar Ngaliyan.
    • Faktor keempat, karena harga sewa ruko di daerah Ngaliyan masih terjangkau.
    • Faktor kelima, di daerah Ngaliyan relatif aman.
    • Faktor keenam, transportasi mudah karena berada di pinggir jalan raya yang dilewati oleh semua angkutan umum.
    4. Layout ruang butik

    ASPEK HUKUM
    1. Bentuk usaha.
    Setelah mempertimbangkan skala usaha dan tujuan pendirian organisasi maka diputuskan bahwa usaha kami termasuk usaha dagang (UD).
    2. Anggaran dasar dan anggraran rumah tangga (AD/ART).
    Untuk mengatur kehidupan UD pada masa yang akan datang maaka perlu disusun suatu anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang tercantum dalam akta notaris pendirian butik busana muslim “MUMTAZA”. Contoh dari salah satu prinsip AD/ART nya adalah:
    Nama perusahaan: UD. MUMTAZA
    Tempat kedudukan: Ruko Ngaliyan Square jl. Prof. Hamka km 1. Ngaliyan.

    Landasan Hukum: Pancasila
    Tujuan: Mendirikan butik
    Fungsi: Memberi kontribusi positif dalam perekonomian Indonesia
    Bidang Usaha: Butik busana muslim
    Tahun buku: 1 Januari -31 Desember.
    Modal usaha: Modal Pribadi.

    AD/ART secara lengkap dan terperinci akan tercantum dalam akta notaris pendirian.
    3. Prosedur perijinan.
    Untuk mendapatkan legalitas usaha dokumen yang digunakan sebagai berikut:
    • SIUP
    • TDUP, surat ijin tanda daftar usaha perdagangan
    • NPWP
    • Surat keterangan domisili
    • Akta notaris
    4. Lembaga / Departemen / Instansi yang terkait dengan perusahaan:
    • Deperindag
    • Kantor pajak
    • Kantor kelurahan Ngaliyan
    • Kantor kecamatan Ngaliyan
    G. ASPEK EKONOMI DAN KELAYAKAN FINANSIAL
    Investasi awal :
    Biaya sewa tempat usaha Rp. 13.000.000
    Biaya renovasi tempat usaha Rp. 2.000.000
    Beli meja kursi administrasi Rp. 1.000.000
    Beli komputer Rp. 2.000.000
    Beli rak dan etalase Rp. 7.000.000
    Beli produk untuk modal usaha awal Rp. 75.000.000
    Total Rp. 100.000.000

    Biaya operasional :
    Biaya telpon Rp. 250.000
    Biaya listrik dan air Rp. 250.000
    Biaya transportasi Rp. 1.000.000
    Biaya tenaga kerja 2 X Rp. 1.000.000 Rp. 2.000.000
    Biaya promosi Rp. 200.000
    Biaya grand opening Rp. 1.000.000
    Biaya beli produk untuk bulan depan 80% X Rp. 60.000.000 Rp. 48.000.000
    Total Rp. 52.700.000

    Pendapatan perbulan berdasarkan target :
    Penjualan produk perhari Rp. 2.000.000
    Penjualan produk perbulan
    30 X Rp. 2.000.000 Rp. 60.000.000

    Data-data lainnya:
    1. Penyusutan menggunakan metode garis lurus.
    2. Usia ekonomis perlengkapan butik 3 tahun.
    3. Tiap tahun pendapatan naik 5%.
    4. Tiap tahun FC dan VC naik 10%.
    5. Pajak 10% dan Df. 12%.
    Langkah-langkah:
    A. Menyusun rencana estimasi arus kas, meliputi:
    1. Menyusun data investasi awal
    2. Menentukan depresiasi/penyusutan
    3. Menyusun arus kas
    B. Membuat penilaian investasi, meliputi:
    1. PBP
    2. NPV
    3. PI
    A.1. Menyusun data investasi awal
    Biaya sewa tempat usaha Rp. 13.000.000
    Biaya renovasi tempat usaha Rp. 2.000.000
    Beli meja kursi administrasi Rp. 1.000.000
    Beli komputer Rp. 2.000.000
    Beli rak dan etalase Rp. 7.000.000
    Beli produk untuk modal usaha awal Rp. 75.000.000
    Total Rp. 100.000.000
    A.2. Depresiasi/penyusutan
    Semua investasi awal kecuali biaya sewa tempat usaha.
    ( 2.000.000 + 1.000.000 + 2.000.000 + 7.000.000 + 75.000.000 ) : 3 = 87 : 3 = Rp. 29.000.000

    A.3. Menyusun arus kas
    Uraian Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3
    Pendapatan 720.000.000 756.000.000 793.800.000
    FC 25.000.000 27.500.000 30.250.000
    VC 596.400.000 656.040.000 721.644.000
    Depresiasi 29.000.000 29.000.000 29.000.000
    EBIT 69.600.000 43.460.000 12.906.000
    TAX 6.960.000 4.346.000 1.290.600
    Net Income 62.640.000 39.114.000 11.615.400
    Cash Flow 91.640.000 68.114.000 40.615.400

    B.1. Penilaian investasi metode PBP
    Tahun CF Df=12% PV CF Akumulatif
    1 91.640.000 0,89286 81.821.690,4 81.821.690,4
    2 68.114.000 0,79719 54.299.799,66 136.121.490,1
    3 40.615.400 0,71178 28.909.229,41 165.030.719,5

    PBP = 1 tahun + 100.000.000 – 81.821.690,4
    54.299.799,66

    PBP = 1 tahun + 18.178.309,6
    54.299.799,66

    PBP = 1 tahun + 0,334 tahun
    PBP = 1 tahun + 4 bulan + 2 hari

    B.2. Penilaian investasi metode NPV
    Tahun CF Df=12% PV CF
    1 91.640.000 0,89286 81.821.690,4
    2 68.114.000 0,79719 54.299.799,66
    3 40.615.400 0,71178 28.909.229,41
    Total PVCF 165.030.719,5
    Investasi awal 100.000.000
    NPV 65.030.719,5

    Karena NPV > 0 = maka proyek layak secara bisnis
    B.3. Penilaian investasi metode PI
    Tahun CF Df=12% PV CF
    1 91.640.000 0,89286 81.821.690,4
    2 68.114.000 0,79719 54.299.799,66
    3 40.615.400 0,71178 28.909.229,41

    Total PV CF 165.030.719,5
    Investasi awal 100.000.000
    PI 1,650

    Karena PI > 1 = maka proyek layak secara bisnis

  21. ASPEK HUKUM
    Penggunaan Lahan Eksisting Lahan yang akan digunakan hotel ini sebelumnya berupa lahan kosong yang tidak pernah dimanfaatkan karena merupakan lahan sengketa yang sekarang ini sudah diselesaikan permasalahannya di pengadilan.
    Untuk mendapatkan legalitas usaha, maka organisasi harus mendapatkan perijinan dalam melakukan operasinya. Prosedur pendirian PT adalah sbb: 1. Membuat Akta Notaris di notaris yang berkantor di wilayah setempat. Persyaratan untuk membuat Akta Notaris antara lain: a. Fotocopy KTP para pendiri perseroan b. Draft anggaran dasar yang sudah ditanda tangani pendiri 2. Melakukan pendaftaran ke pengadilan negri dengan membawa Akta Notaris yang sudah ditanda tangani pendiri 3. Menyampaikan permohonan untuk menjadi Wajib Pajak Badan di kantor pajak setempat dengan menyerahkan Akta Notaris yang dilegalisasi oleh Pengadilan Negri setempat. 4. Melakukan pendaftaran ke dinas Perdagangan / Perindustrian dengan membawa Akta Notaris yang dilegalisasi oleh pengadilan 5. Mendatangi kantor departemen Kehakiman dan HAM RI di Jakarta untuk membuat ijin penggunaan nama dan pengesahan dan pengesahaan oleh menteri Kehakiman dan HAM RI dengan membawa persyaratan sb; a. akta notaris b. NPWP c. Fotocopy KTP para pendiri Sedangkan bentuk perijinan yang dibutuhkan antara lain: a. akta notaris b. Surat keterangan domisili dari kantor Kelurahan / Kecamatan setempat c. Surat Ijin lokasi berupa Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) oleh kepala Daerah setempat d. Surat Ijin gangguan (HO) dari kepala daerah e. Surat Ijin mendirikan bangunan (IMB) dan ijin penggunaan gedung. Semua itu telah diurus dan telah mendapat izin.

    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
    Kondisi Lokasi Kotamadya Jakarta Pusat memiliki luas : 48,17 Km2, dengan kondisi topografi relatif datar dan secara administratif dibagi : 8 Kecamatan, 44 Kelurahan, 394 RW dan 4662 RT. Sebelah Utara dibatasi oleh : JL. Duri Raya, Jl. KH Zainal Arifin, Jl. Sukardjo Wiryopranoto, Rel Kereta Api, Jl. Mangga Dua, Jl. Sunter Kemayoran. Sebelah Timur : Jl. Jendral Akhmad Yani ( By Pass ). Sebelah Selatan : Jl. Pramuka, Jl. Matraman, Kali Ciliwung/Banjir Kanal, Jl. Jendral Sudirman, Jl. Hang Lekir, dan sebelah Barat : Kali Grogol, Jl. Pal Merah, JL Pal Merah Utara, Jl. Aipda KS.Tubun, Jl. Jembatan Tinggi, Banjir Kanal.
    Lokasi Hotel Alexandria terletak di Jalan Kebon Kacang IV, Jakarta Pusat. Luas lahan yang dimiliki proyek tersebut adalah sebesar ± 600 meter
    Lokasi ini hanya berjarak 1 blok rumah dari Jalan K.H Mas Mansyur. Kondisi lingkungan di sekitar objek sangat kondusif, aman dan ramai. Terletak di lokasi yang sangat strategis, ± 500 m dari Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat grosir yang sangat terkenal di seluruh Indonesia. Tidak jauh dari lokasi hotel, terdapat Monumen Nasional yang merupakan Objek Wisata Unggulan menurut Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Lokasi proyek ini juga memiliki akses ke Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Karet. Jalan KH. Mas Mansyur direncanakan akan dilewati Monorail yang memiliki stasiun di Kebon Kacang dengan akses Gedung MPR/DPR, Gelora Bung Karno, Mega Kuningan, dan tempat penting lainnya di Pusat Kota.
    Harga yang ditawarkan di Hotel Alexadria ini cukup bervariasi, tergantung dari pelayanan kelas yang akan disewakan. Perbedaan harga yang bervariasi tersebut tergantung dari pelayanan, fasilitas kamar serta besar kecilnya ruang kamar.
    Dalam mempromosikan usaha ini Hotel Alexandria melakukan berbagai cara antara lain adalah :
    Melakukan publikasi secara reguler di media massa (majalah, radio, koran)
    Selebaran : membagikannya di cafe, mall dan tempat wisata dll.
    Melakukan kerjasama dengan Travel Agent, Bandara, serta stasiun kereta api.
    Memberikan paket promosi, sebagai promosi perkenalan
    Mempromosikan semua produk secara on line melalui Global Distribution System

    ASPEK MANAJEMEN DAN SDM
    Melakukan identifikasi terhadap stakeholder yang terkait dengan proyek, tujuan yang ingin dicapai masing-masing stakeholder, kewajiban & tanggung jawab stakeholder atas proyek, serta hubungan keterkaitan antara proyek dan stakeholder.
    Stakeholder adalah pihak-pihak yang terkait atau berhubungan langsung terhadap proyek yang akan dilaksanakan. Untuk proyek gedung perkantoran sewa, stakeholder yang terkait meliputi
    -Equity Investor
    Merupakan pihak yang akan menanamkan modal pertama kali terhadap proyek. Yang di harapkan oleh equity investor adalah berapa lama uang yang mereka investasikan akan kembali sehingga mereka dapat membandingkan lebih baik uang yang mereka miliki didepositokan di bank saja tanpa resiko atau di investasikan di proyek gedung perkantoran sewa. Jangka waktu BEP yang diinginkan investor tidak boleh lebih dari 7 tahun.
    -Lenders
    Merupakan pihak yang memberikan bantuan modal dengan bunga yang telah disepakati. Lenders atau bank akan melihat apakah proyek yang akan di bangun benar-benar fiesibel berdasarkan cash flow pengembalian pinjaman yang diajukan oleh pihak yang meminjam. Tingkat pengembalian bunga yang diinginkan oleh pihak bank kepada peminjam adalah sebesar 15 % per tahun.
    -Asuransi Merupakan pihak yang menjamin terhadap berlangsungnya proyek pada saat pelaksanaan pembangunan. Apabila terjadi sesuatu hal yang dapat menyebabkan proyek tertunda atau mengalami kendala, maka pihak asuransi akan mengganti rugi sesuai dengan apa yang menjadi kesepakatan sebelumnya. Penggantian nilai proyek dapat terlaksana apabila terjadi bencana seperti banjir atau gempa bumi yang dapat menambah nilai bangunan proyek karena proses pelaksanaan bangunan yang tertunda atau ada bagian yang rusak. Pihak asuransi akan mendapatkan persentase dari nilai bangunan yang akan sisepakati sebelum proyek dibangun.
    -Kompetitor Merupakan pihak yang turut meramaikan peta persaingan gedung sewa. Kompetitor yang akan dianlisis adalah yang mempunyai kualifikasi sama yaitu gedung sewa perkantoran menengah ke atas, hal ini dikarenakan kualifikasi tersebut merupakan kompetitor yang memungkinkan untuk merebut pangsa pasar (market) penginapan didaerah Tanah Abang khususnya jalan Kebon Kacang. Dari hasil survey diketahui di daerah Jalan Kebon Kacang terdapat kurang lebih 10 tempat penginapan yang memiliki kualifikasi sebagai kompetitor. Namun dari ke-10 kompetitor terebut yang menjadi kompetitor serius dan perlu dipertimbangkan adalah Hotel Gani, Hotel Fokus, Hotel Alma, dan Hotel Kalisma. Oleh karena itu proyek Hotel Alexandria haruslah unggul di dalam bidang arsitektural, kelengkapan fasilitas, serta layanan sebagai daya tarik tersendiri untuk menarik pangsa pasar.

    ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN
    Besar biaya pembelian tanah tidak ada karena tanah tersebut merupakan tanah pribadi milik PT Young Engineers. Sedangkan besar biaya konstruksi didapatkan dari asumsi perhitungan konseptual sesuai dengan standar yang berlaku.
    Kebutuhan dan dana investsi Kebutuhan dana investasi merupakan jumlah total antara besar dana investasi dengan besar biaya modal kerja tahun pertama, dengan asumsi setelah selesai pembangunan hotel dapat langsung di operasikan. Untuk memenuhi biaya tersebut, digunakan pinjaman dari bank sebesar 40% ( Rp. 4.459.356.747,20,-) dan modal sendiri (equity) 40% (Rp.6.689.035.120,80,-)
    Pinjaman bank diangsur selama 15 tahun dengan besar bunga pengembalian 15% dengan bunga flat sehingga angsuran per tahun sebesar (Rp. 465,348,741.09,-)
    Analisa kelayakan investasi pada yang umun digunakan sebagai parameter keberhasilan suatu investasi adalah nilai NPV, IRR, dan Payback Period. Suatu proyek dikatakan layak untuk direalisasikan jika besar tingkat (IRR) lebih besar dari suku bunga bank. Hal itu akan menumkan niat investor untuk menanamkan modalnya karena proyeksi keuntungan menjanjikan. Selain itu lama tingkat pengembalian (Payback Period) dan Net Present Value juga menjadi pertimbangan apakah proyek hotel alexandria ini mengutungkan dari finansial.

    Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara keseluruhan dari aspek kelayakan diatas dapat disimpulkan bahwa proyek ini memiliki prospek yang baik dan layak untuk dilaksanakan

  22. NAMA : ULIANA
    NIM : PO.71.20.0.09.1967
    TINGKAT : III A
    M.K : KEWIRAUSAHAAN (STUDI KELAYAKAN USAHA TOKO SAYURAN VEGAN SHOP)

    A. Latar Belakang

    Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurangmenggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat.Isu kenaikan maupun kelangkaanharga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara.Dalamkondisi yang seperti ini, masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapabahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangidengan meningkatnya pendapatan masyarakat.Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani.Biayaoperasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat lesu sektorini. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang kondusif dantidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai dayasaing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalamkehidupan sehari – hari.Bagi para pelaku usaha, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaimanadaya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan dari beberapapenawaran yang dilakukan oleh perusahaan. Apabila permintaan meningkat memungkinkanpasar menjadi potensial dan ketika kondisi permintaan menurun menyebabkan kondisipasar berada pada posisi yang tidak menguntungkan.Yang perlu diperhatikan adalahmengenai bagaiman tingkat persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum permintaanmaupun penawaran itu terjadi pada kondisi yang demikian.

    B.Gambaran Umum Potensi Usaha
    Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negarayang kurang stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yangakan telintas pertama kali di benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan sebuahunit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan dalam jangka pendek dan jangkapanjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua adalah denganmodal yang pas – pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkanpermintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebutpantas muncul ketika kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal – hal yang potensialuntuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita..Salah satubentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan toko sayuran.

    C. Gambaran Umum Industri
    Persaingan dalan usaha penjualan ini memang sudah kompetitif. Banyak sekali kitajumpai beberapa toko sayur, baik sekala besar ataupun skala kecil, baik itu dilakukan ditoko, kios, outlet, atau tempat berjualan lain seperti di pasar, swalayan, maupun pusatperbelanjaan modern. Untuk dapat bersaing dalam usaha yang bersangkutan, salah satucara yang dilakukan adalah dengan melakukan pemilihan segmen yang tepat, potensial danbelum banyak digarap oleh pihak lain, kemudian menawarkan beberapa keunggulan dannilai lebih bagi konsumen yang menjadi segmen usaha kita

    PROFIL PERUSAHAAN:
    1.Nama Perusahaan :VEGAN SHOP
    2.Bidang Usaha : perdagangan
    3.Jenis Produk : sayur-sayuran
    4.Alamat Perusahaan : jalan Kalimantan, jember

    VEGANSHOP
    merupakan suatu usaha kecil di bidang perdagangan. Usaha ini mejual berbagaivariasi sayur-sayuran dan pelengkap bumbu dapur, dan berbagai kebutuhan masak lainnya.Agar dapat mempromosikan sayuran dan perlindungan lingkungan lebih lanjut, serta untuklebih memudahkan bagi orang-orang untuk memperoleh bahan vegetarian.Bisnis ini layakdikembangan dengan pertimbangan analisis dari berbagai aspek:

    1. ASPEK PASAR
    Pengakajian aspek pasar penting dilakukan karena tidak ada proyek bisnis yangberhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan proyektersebut.Pada dasarnya analisis aspek pasar bertujuan untuk mengetahui berapabesar luas pasar, pertumbuhan permintaan dan market share dari produk yangbersangkutan.Agar dapat mempromosikan sayuran dan perlindungan lingkungan lebihlanjut, serta untuk lebih memudahkan bagi orang-orang untuk memperoleh bahanvegetarian.
    Dalam hal ini, memang sudah umum sekali dilakukan bagi mereka yangpandai memasak dan mengembangkannya dalam dunia kuliner. Produk yang dijualmemiliki kisaran harga yang relatif murah, sehingga dapat dijangkau oleh semuakalangan masyarakat baik kalangan bawah maupun kalangan menengah ke atas.

    Analisis SWOT:
    a. Kekuatan (Stregth)
    – Pertama, bidang usaha ini tidak membutuhkan modal yang besar. Hal inidikarenakan tidak menggunakan atau tidak membutuhkan peralatan dan mesinuntuk proses produksi.
    – Kedua, bahan baku di peroleh langsung dari disrtibutor pasar, dalam keadaansegar dan baru.
    – Ketiga, sayuran yang djual dengan harga yang terjangkau dan dapat dijangkauoleh masyarakat luas.
    b. Kelemahan (Weakness)
    – Pertama, membuka usaha dibidang yang baru tidaklah mudah. Memerlukanstrategi yang baik dalam memperkenalkan produk yang akan dipasarkan.
    – Kedua, biasanya perusahaannya berbentuk perusahaan perseorangan, sehinggapengelolaan manajemennya masih bersifat tradisional dan sederhana.
    – Ketiga, sarana dan prasarana yang digunakan relatif sederhana, karena lebihbanyak menggunakan tenaga manusia. Sehingga tidak bisa memproduksi barangdengan jumlah banyak dalam waktu yang singkat.
    – Keempat, kualitas sumber daya manusia relatif rendah, sehingga sulit untukmengembangkan kreatifitas individu.
    – Kelima, stok sayuran yang tidak tahan lama, sehingga persediaan harus segerahabis.
    c. Kesempatan (Opportunity)
    – Pertama, adanya kesempatan berusaha tanpa persaingan dalam hal membuatbisnis seperti ini dikarenakan pesaing kami adalah mlijo pada pagi hari dan kamimembuka bisnis ini hingga malam hari.
    – Disamping itu harga yang kami tawarkan relatif murah dibanding toko yanglain,seperti hypermart ataupun carrefur. Sehingga kesempatan bisnis ini cukupmenguntungkan.
    d. Ancaman (Threaths)
    – Pertama, munculnya pesaing-pesaing baru. Banyak dari program kami akandirancang untuk membangun loyalitas pelanggan, dan kami berharap bahwa kualitas layanan kami dan atas skala Suasana tidak akan dengan mudahdigandakan.
    – Kedua, menurunnya daya beli masyarakat akibat krisis global.menyadari ancamanini dan akan terus memantau harga untuk tetap memberikan sesuatu yangmenarik untuk pelanggan.
    – Ketiga, konsumen yang tidak dapat menerima produk kami dari segi hargamaupun tempat yang mungkin jauh dari jangkauan

    Segmentasi, Target, dan Posisi Produk
    a.Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha Vegan adalah segmen menengah dan menegahkebawah
    b.TargetYang menjadi target market adalah mahasiswa, Ibu rumah tangga, eksekutif muda.
    c.PosisiKami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagaiToko yang menyediakan berbagai sayuran terlengkap, nyaman, menjual sayurdengan kualitas yang baik dan harga yang pas untuk masyarakat banyak.

    2. ASPEK PEMASARAN
    Pemasaran adalah kegiatan perusahaan yang bertujuan menjual barang ataujasa yang diproduksi perusahaan kepasar. Oleh karena itu aspek ini bertanggung jawabmenentukan ciri-ciri pasar yang akan dipilih.
    Perilaku Konsumen
    Konsumen mengunjungi tempat usaha kami setelah memperolehinformasi dari brosur-brosur yang kami sebarkan di tempat umum danmemasang spanduk diberbagai tempat keramaian. Pada umumnya setelahkonsumen mengunjungi tempat kami, mereka akan menganjak teman dankerabatnya untuk mengunjungi tempat usaha kami.

    Kepuasan Konsumen
    Untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, kami akanmemberikan layanan yang terbaik kepada konsumen berupa keramahtamahanpelayan, diskon selama masa promosi, dan penggantian produk apabila produkyang kita jual tidak layak konsumsi.
    Analisis Persaingan
    Sejauh ini, kami memiliki pesaing yaitu mlijo yang biasa menjualdagangannya keliling pada pagi hari dan warung – warung sayur yang harganyajuga terjangkau bagi masyarakat sekitarnya, serta supermarket yangmenyediakan sayuran. Tapi kelebihan dari Vegan adalah kami membuka tokodari pagi hari hingga malam, dan kebanyakan mlijo hanya berjualan hinggasiang hari.Sehingga para customer dapat berbelanja kapan saja sesuaikebutuhan mereka.Sasaran para pesaing kami pada umumnya ditujukan pada masyarakatmenengah. Sedangkan produk kami ditujukan pada konsumen semuagolongan, terutama mahasiswa. Sehingga konsumen menengah ke bawahdapat menjangkau produk yang kami dagangkan.

    Faktor Produk (product)
    Uraikan ciri-ciri produk : menjual sayur dan kelengkapannya dalamkemasan, dapat diperoleh secara eceran atau per biji, atau kuantitas per kilogram

    Spesifikasi produk:
    Tomat , Daun prei , Labu, Bawang merah , Wortel , Kentang, Bawang putih , Bayam , Kecambah, Bawang Bombay , Kacang panjang , Genjer, Daun bawang , Buncis , Kangkung , Cabe merah , Kembang kol , Terong , Cabe rawit , Cabe hijau Tahu , Rempah-rempah , Sawi , Tempe , Jamur, Terong dll.

    Faktor Harga (Price)
    Harga yang ditawarkan relatif terjangkau.Penentuan harga berdasarkanpermintaan penawaran yang ada di pasar.

    Faktor Distribusi (Place)
    Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan tempatusaha:
    – Letak strategis : lokasi yang dipilih berada di dekat pusat keramaian. Dekatdengan perkantoran, sekolah dan kampus.Sehingga konsumen potensialcukup tinggi.
    -Mobilitas lancar : lokasi dapat diakses dengan cepat karena transportasicepat dan lancar.
    – Kondisi lingkungan kondusif
    – Bahan baku dan tenaga kerja mudah didapat.

    Faktor Promosi (Promotion)
    Langkah- langkah promosi yang akan kami lakukan diantaranya adalahsebagai berikut:
    – Pembagian selebaran dikawasan kampus, sekolah-sekolah danperkantoran
    -Pemberian diskon selama seminggu pada saat pertama kali dibuka
    -Potongan khusus untuk pembelian sejumlah Rp 100.000,00 sebesar 5%
    Promosi produk melalui internet
    -Bekerja sama dengan percetakan untuk pemasangan spanduk promosi

    3. ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

    1. Pemilihan Strategi Poduksi
    Berhubung Usaha yang kami jalankan bergerak dibidang pengolahanmakanan dan minuman, strategi yang kami gunakan adalah menggunakan sistemprosescostingdalam memproduksi makanan dan minuman yang kami tawarkan. Alasan kamimemilihproses costingadalah dikarenakan usaha ini terus berproduksi tanpa harusmenunggu adanya pesanan dari pelanggan. Disamping itu usaha ini direncanakan akanberoperasi setiap hari, sehingga proses produksinya dilakukan secara rutin..
    Produk yang dipasarkan atau dijual hendaknya produk yang sesuai dengankebutuhan dan keinginan konsumen sehingga dengan demikian maka konsumenmerasa puas. Hanya dengan kepuasan konsumen itulah perusahaan akan mendapatkeuntungan. Sebaliknya, apabila konsumen tidak merasa puas dengan produk yangdibelinya maka mereka akan meninggalkan perusahaan kita dan kita akan kehilanganpelanggan serta akhirnya kita akan menderita kerugian. Jadi kepuasan konsumenmenjadi dasar utama perencanaan strategi produksi.

    2. Pemilihan dan Perencanaan Produk yang akan Diproduksi
    Produk yang akan kami pilih berupa sayur mayur yang fresh dan bersih,selainitu kami akan menjual sayuran organik. Disamping itu,produk yang akan kami pasarkantidak hanyalah sayuran saja,tetapi adapula bumbu dapur serta berbagai macam produksebagai bahan pelengkap masakan. Sehingga para customer dapat membeli apa sajayang mereka butuhkan.

    3. Pemilihan Teknologi
    Kemajuan teknologi hendaknya membawa efisiensi yang tinggi sekaligusmenghasilkan produktivitas yang tinggi pula.Akan tetapi selain keuntungan-keuntunganjuga terdapat kelemahan-kelemahan atas perkembangan teknologi, misalnya, teknologitersebut belum tentu cocok dengan lingkungan internal perusahaan maupun lingkunganeksternalnya.
    Saat customer datang,kita haruslah memberikan keramahan dalam sambutannya.Kemudian customer bisa langsung mengambil produk yang mereka pilih. Setelah itubelanjaan akan dibawa ke kasir kemudian harga produk tersebut akan diestimasi,kemudian ditentukan harganya. Terkadangakan mengalami antrian customer yang inginmembayar belanjaan yang sudah diambilnya. Maka digunakanlah mesin Kasir/ Cashregister adalah suatu peralatan mekanik maupun elektronik untuk menghitung danmencatat transaksi penjualan yang biasanya terintegrasi secara modul dengan laci (cashdrawer) untuk menyimpan sejumlah mata uang.Cash register umumnya jugamengeluarkan hasil cetak (print) dari struk penjualan (receipt) untuk pelanggan. Ini adakesamaan dengan ink barcode machine maupun barcode machine product lain yangtentunya membantu kerja pegawai yang menggunakannya. Kita juga menggunaka mediakomputer sebagai pengganti mesin kasir dengan fungsi yang sama.

    4. Rencana Kapasitas penjualan
    Dalam bisnis ini kapasitas produk yang kan kami pasarkan tidaklah menentu,karenakami melihat dari permintaan pasar tiap harinya.

    5. Rencana kualitas
    Bungkus Atau Kemasan Produk :
    Pengemasan design paperbag ataupaper bags custom pembelian barang carry baguntuk pelanggan. Kemasan kantong belanja terbuat dari kertas yang lebih ramahlingkungan karena dapat membaur dengan sampah lainya.Maka kami memilih kertaskraft untuk harga murah dengan kekuatan yang bagus, tetapi penampilan bisa tetapbagus, bahkan menimbulkan kesan ramah lingkungan karena ketas kraft adalah kertashasil daur ulang.Kertas kraft cukup dicetak satu warna saja, hasilnya sudah bagus dankuat.

    6. Manajemen persediaan
    Untuk memperoleh persediaan, kita membeli langung dari pasar besar di kotajember dan dalam keadaan segar. Kami memilih sayur yang bagus serta melakukantawar menawar harga, sehingga harga yang dibeli lebih murah dan laba yang diperolehakan semakin besar pula.Selain itu, persediaan dapat diperoleh dari distributorlangsung.Penyimpanan bahan tersebut, kami letakkan ditempat yang tidak terkenacahaya matahari secara langsung agar bahan-bahan tersebut tetap dalam kondisi yangbaik.

    7. Jenis teknilogi
    Kami mulai dengan menerapkan teknologi yang paling mendasar yang dapatmembuat proses operasional lebih efisien dan efektif secara bertahap:
    – Tahap komunikasi:Memiliki jaringan telepon sudah menjadi suatu keharusanbagi suatu unit usaha, baik itu telepon biasa maupun telepon seluler agarkonsumen mudah menghubungi kita dan sebaliknya kita mudah menghubungikonsumen, pemasok dan distributor.
    -Tahap Teknologi Informasi:Komputer dengan perangkat lunak sederhana akanmemudahkan tugas tugas kantor seperti menulis surat, mencetak surat,menyiapkan proposal, menyimpan data perusahaan seperti data penjualan,akunting dan keuangan, mengelola data karyawan dan lain-lain.
    Menerapkan teknologi di dalam perusahaan memerlukan biaya yang tidak sedikitdan belum tentu memberikan manfaat yang kita inginkan jika kita tidak mengerti apadan untuk apa jenis teknologi yang kita perlukan. Jika kita mengerti jenis teknologi yangkita perlukan maka teknologi dapat menjadi sarana percepatan usaha Anda danmembuka banyak peluang.

    8. Pengawasan kualitas produk
    Pengawasan dalam produksi produk kami lakukan secara langsung.Hal inidikarenakan kami memproduksi dalam jumlah kecil sehingga pengwasan mudahdilakukan dan dengan adanya pengawasan secara langsung diharapkan dapat menjagakualitas produk yang dihasilkan.

    9. Peralatan dan mesin
    Faktor-faktor teknis toko kami dari mulai mengurus perijinan hingga operasionaltidak terlalu rumit. Begitu juga peralatan pendukung usaha perdagangan cukupsederhana, mulai dari kalkulator, mesin hitung atau mesin registred hingga perangkatkomputer yang bisa memantau stok dan arus keluar masuk barang, serta memonitorcash flow toko bahan bangunan tersebut setiap saat, telepon hingga AC untukkenyamanan ruangan

    4. ASPEK MANAJEMEN DAN SDM
    Dalam menjalankan bisnisnya, makaVEGANSHOPmembutuhkan beberapa tenagakerja agar dapat beroperasi. Oleh karena itu manajemen atau pemilikVEGANHOUSE Telahmenyusun suatu struktur organisasi yang diharapkan dapat menunjang bisnis yang sedangyang terlibat dalam bisnis kreatif ini dibagi atas dua bagian:
    a.Manajemen pembangunan proyek
    Pembangunan usaha ini membutuhkan seseorang yang bertanggung jawab untukmelaksanakan pengawasan terhadap pembangunan. Tanggung jawab manajemenproyek adalah :
    – Mengkoordinasi proses renovasi dan penataanVEGAN HOUSEPemasangansaluran telepon
    – Waktu penyelesaian penataan adalah 1 minggu
    – Perekrutan tenaga kerja untuk operasional yang terdiri dari :2orang tenaga administrasi yang berperan sebagai kasir secara bergantiansesuai jadwal kerja mereka., 1 orang yang berperan sebagai driver pada saat pembelanjaan produk.

    Jabatan JumlahPersonil PendidikanTerakhir

    Pemilik
    3 S1

    Tenaga administrasi/kasir 2 Min SMA
    Driver
    1 Min SMA

    b.Manajemen operasional bisnis
    Dibagian ini manajemen bertugas sebagai pengawas dan pelaksana jalannyaoperasional perusahaan. Tugas dari manajemen yaitu:
    Membuat perencanaan, strategi, dan kebijakan yang menyangkut operasionalperusahaan
    Menyusun anggaran perusahaan dan program kerja
    Memegang kendali atas keputusan penting yang bersifat umum atau berkaitandengan masalah regulasi dan finansial
    Bertanggung jawab dalam memajukan usaha
    Menangani hubungan eksternal dengan pihak lain
    Meningkatkan penjualan, mengatur persediaan barang serta mengontrol biayaproduksi dan tenaga kerja
    Memanage laporan keuangan harian, mingguan dan per periode akuntansi
    Memastikan bahan-bahan untuk produksi sesuai dengan yang sudah dipesandan tidak mengalami kekurangan persediaan
    Meneliti dan mengembangkan produk-produk yang memiliki peluang besaruntuk dapat diterima di pasar
    Secara efektif mengkomunikasikan informasi produk baru kepada pelanggan

    5. ASPEK LINGKUNGAN
    1.AMDAL
    Apabila ada beberapa sayuran yang tidak terjual, makan sayuran tersebut akanmembusuk. Kemudian sayur yang hampir membusuk tersebut dapat di olah kembalimenjai pupuk kompos. Dan dapat di gunakan oleh petani lokal

    2. Aspek sosial
    – Mengurangi angka pengangguran , dengan adanya bisnis ini akan membuka peluang lapangan pekerjaan yang akanmengurangi angka pengangguran.
    – Adanya peningkatan ekonomi masyarakatkhususnya para karyawan.
    -Menambah pendapatan untuk petani dan distributorAdanya bisnis ini mampu menambah pendapatan mereka melalui penjualan panenkepada pasar.
    – Menambah pemasukan untuk pemerintah dalam hal pajakBerdirinya suatu bidang usaha secara otomatis akan menambah pendapatan bagiPemerintah Daerah dalam hal perpajakan.
    – Peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi sayuran yang berkualitas

    3.Aspek politik
    Aspek politik jelaslah sangat berpengaruh terutamadalam suasana pestademokrasi, Pergantian kepemerintahan jelaslah berganti pula kebijakannya.Harapan kami adalah semakin besarnya perhatiaan pemerintah jika terjadipergantiaan kepemerintahaan karena usaha kecil dan menengah ini sangat butuhsekali bantuan dari pemerintah. Selain pada kebijakan pemerintah hambatan yangmungkin kami hadapi adalah adanya situasi yang kurang kondusif saat kampanyesehingga jelas akan mempengaruhi harga dan proses penjualan kami.Selain itu, Menambah pemasukan untuk pemerintah dalam hal pajak.Berdirinya suatu bidang usaha secara otomatis akan menambah pendapatan bagiPemerintah Daerah Jember dalam hal perpajakan.

    Dampak terhadap industri lain :
    -Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnyapersaingan.
    -Bagi petani lokal akan berupaya untuk meningkatkan kualitas produksinya.

    4.Hambatan
    -Faktor kritis usaha ini adalah ketersediaan dan kontinuitas bahanbaku, dimana bila terjadi kegagalan panen pasokan persediaan bahan bakukhususnya sayur tidak akan cukup. Oleh karena itu pengusaha harus mendatangkanpersediaan berbagai distributor daerah lain.
    -Kualitas dari sayuran petani lokal dinilai kurang baik bagi para customer yangmenginginkan sayuran bagus dengan harga yang murah pula.
    -Faktor cuaca buruk yang menggangu produksi petani dan dan menghambat jalurdistribusi pada usaha kami.
    -Harga beli dikuasai oleh pemasok.Bila pasokan berhenti maka perusahaan dalam masalah karena tidak ada alternatif dari pemasok lain.
    -Kurangnya modal perusahaan untuk kontinuitas usaha, karena modal merupakanfaktor utama dalam usaha dagang kami.

    6. ASPEK KEUANGAN
    SUMBER DANA
    Sumber dana untuk mendirikan usaha ini berasal dari pinjaman Banksebesar Rp20.000.000 dengan bunga 6% setahun dan Rp 10.000.000 modal sendiri.

    ANALISIS PENDAPATAN DAN PENGELUARANVEGANSHOP

    Investasi:
    Peralatan
    1.Komputer 1 unit Rp. 4.000.000
    2.Telepon 1 buah Rp. 150.000
    3.Kursi dan meja 5 buah meja,2kursi Rp.2.000.000
    4.Rak Pendingin 1 buah Rp. 1.200.000
    5.AC 1 buah Rp.2.000.000
    6.Keranjang belanjaan 10 buah Rp. 120.000
    7.Timbangan 1 buah Rp.250.000
    8.Kendaraan 1 unit Rp. 5.000.000
    Jumlah total Rp. 15.220.000

    Perlengkapan
    1.Keset 1 buah Rp. 50.000
    2.Nampan20 buah @ Rp. 10.000 Rp.200.000
    3.Sapu 1 buah Rp. 13.000
    4.Serbet 3 buah @Rp. 5.000 Rp. 15.000
    5 Pel 1 buah Rp. 50.000
    6.Vas bunga2buah @ Rp. 100.000 Rp.200.000
    7.Tempat sampah 1 buah Rp. 50.000
    Jumlah.. Rp. 578.000
    Total investasi Rp. 15.798.000

    Biaya Produksi 1 bulan pertama:
    1.Sewa Bangunan Rp. 850.000
    2.Biaya transport/bensin Rp. 150.000
    3.Biaya Listrik dan Telpon Rp.200.000
    4.Biaya Tenaga Kerja:
    – 2orang tenaga administrasi @400.000 Rp. 800.000
    – 1 orang driver Rp. 300.000
    5.Biaya Bahan Produksi Rp. 7.200.000
    6.Paperbag @500 x20 x30 Rp. 300.000
    7.Dana Cadangan Rp.200.000
    8.Biaya promosi Rp. 400.000
    Jumlah Rp. 10.400.000

    Harga jual barang dagang
    Pendapatan per hari Rp.20.000 X20 X30 =Rp. 3.000.000
    Omset pendapatan perbulanRp 12.000.000  Rp 10.400.000=Rp. 1.600.000

    7. ASPEK HUKUM
    1.Bentuk badan usaha
    Usaha toko Vegan berbentuk usaha perorangan dan usaha dagangdenganskala usaha mikro dan kecil.Di dalam operasionalnya sebuah perusahaaan peroranganmelibatkan banyak orang. Orang-orang tersebut merupakan pekerja atau buruh,sedangkan pengusaha atau pemilik perusahaan tetap jumlahnya tunggal. Artinya, yangbertanggung jawab, menanggung risiko, dan menikmati keuntungan hanya satu orangsaja, sedangkan yang lainnya adalah orang yang bekerja di bawah pimpinan pengusahadengan menerima upah.
    Karena belum diatur dalam undang-undang, maka tata cara pendirian usahadagang ini cukup sederhana. Tidak ada keharusan untuk membuat dalam bentuktertulis dengan akta notaris.Dalam hal ini diserahkan kepada pengusaha itu untukmenentukannya sendiri apakah cukup didirikan secara lisan, dengan akta di bawahtangan, atau dengan akta notaris (akta otentik).Walaupun demikian, dalam praktekusaha dagang seringkali didirikan dengan membuat akta notaris.Pendirian denganakta notaris ini memang lebih baik untuk kepentingan pembuktian.

    2.Lokasi bisnis
    Evaluasi lokasi
    Lokasi yang akan kami pilih untuk mendirikan bangunan sebagaitempat usaha Toko Vegan adalah di Jalan Kalimnatan, Jember
    Waktupelaksanaan bisnis
    Usaha toko Vegan akan mulai didirikan pada tanggal 1November dankegiatan operasional penjualan mulai lounching dan diperkenalkan kemasyarakat mulai tanggal 01 Desember2010.

    3.Cara pelaksanaan bisnisa. Proses operasi usaha
    Proses operasi perusahaan meliputi rencana penjualan, rencanapersediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasankualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan. b. Kebutuhan bahan operasiKebutuhan bahan operasi Toko Vegan dikelola oleh masing masingdepartemen dan nantinya dikoordinasikan dengan pimpinan mengenaikebutuhn bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk dankegiatan kemasaran.

  23. Nama : Masayu yuri hadria
    Nim : Po. 71.20.0.09.1930
    Tk : 3A

    Studi Kelayakan Perusahaan Roti Di Kebumen
    PERUSAHAAN MELATY KURNIA AJI

    A. Profil Singkat Perusahaan
    Perusahaan Melaty Kurnia Aji didirikan dan mulai beroperasi pada bulan Maret tahun 1998 dengan bentuk usaha Perseorangan. Haji Wakidi, pemilik usaha ini mempergunakan rumah kontrakan yang beralamat di Desa Salam Rejo, Sentolo, Kulon Progo, sebagai kantor sekaligus pabrik. Setelah dua tahun beroperasi dan merasa lingkungan tidak mendukung terutama air yang tidak bersih Bapak Haji Wakidi pindah ke kediamannya di daerah Klumutan, Srikayangan, Sentolo, Kulon progo.
    Perusahaan ini beroperasi dalam bidang makanan khususnya roti. Roti yang dihasilkan terdiri dari tiga jenis yaitu roti manis, roti tawar, dan bolu atau cake. Produknya diberi nama dan dipasarkan dengan nama Melaty Bakery.
    Seiring berjalannya waktu perusahaan ini mulai mengembangkan sayapnya dengan membuka cabang di dua tempat yaitu cabang Sukoreno, Sentolo dan cabang Tayuban, Panjatan, Kulon Progo. Lokasi pemasaran saat ini mencakup Sleman, Klaten, Purworejo, Wates, Magelang, Wonosari, dan Yogyakarta.

    B. Penelitian terhadap berbagai aspek-aspek yang berhubungan dengan
    perusahaan
    1. Aspek Hukum
    Melaty Kurnia Aji telah memperoleh izin usaha dari wilayah dimana perusahaan berdiri, meliputi jenis usaha dan lokasi usahanya. Adapun produknya juga telah mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, yaitu produk yang aman dan boleh beredar di pasar. Berkaitan dengan kewajiban terhadap Negara, perusahaan juga telah memiliki NPWP.
    Izin-izin yang telah dimiliki meliputi:
    a. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
    b. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
    c. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
    d. Tanda Daftar Industri (TDI)
    e. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
    f. SP (sertifikat yang diberikan pada individu)
    g. PIRT
    h. Izin Gangguan (HO) diperbarui 4 tahun sekali
    i. Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (SPKP)
    j. LP POM dari MUI diperiksa setiap 2 tahun sekali
    k. Sertifikat Piagam Bintang Keamanan Pangan

    2. Aspek Pemasaran
    a. Produk
    Produk yang dihasilkan oleh Melaty Kurnia Aji yaitu :
    •Roti manis, roti dengan berbagai varian rasa yaitu rasa coklat pisang, kelapa,
    coklat kacang, mocca, vanilla, semir meisess dan selai nanas
    •Roti tawar, berbentuk open cup
    •Bolu atau cake, bentuk dan varian tergantung pesanan dari pelanggan, tetapi
    sesuai dengan standar yang ada dalam perusahaan.

    b. Harga
    Harga produk yang digunakan oleh Melaty Kurnia Aji adalah Strategi Harga
    Eceran Terakhir (HET). Harga juga diperhitungkan dari operasional perusahaan.
    Adapun harga produk untuk:
    •Roti Manis dengan HET Rp 500,- dan Rp 1.000,-
    •Roti Tawar dengan HET Rp 2.500,-
    •Bolu atau Cake dengan harga sesuai pesanan yang berkisar antara Rp 10.000,-
    sampai dengan Rp 20.000,-
    Kebijakan harga untuk produk pesanan dalam partai besar, dan harga khusus
    untuk pelanggan tetap.

    c. Lokasi
    Lokasi perusahaan Melaty Kurnia Aji dinilai cukup memadai dalam aspek
    pemasaran, dimana lokasi yang strategis, bisa diakses dengan mudah, dan bisa
    dijangkau dengan kendaraan roda empat. Selain itu, usaha ini juga berdiri di
    daerah yang merupakan kawasan industri. Perusahaan ini telah memiliki cabang
    yaitu berlokasi di Sukoreno, Sentolo dan cabang Tayuban, Panjatan, Kulon
    Progo.

    d. Promosi
    Promosi yang dilakukan oleh Melaty Kurnia Aji dengan cara promosi dari mulut
    ke mulut. Strategi pemasaran menggunakan dua cara dalam penyaluran produk
    yaitu langsung mendistribusikan produk ke pengecer dan menggunakan sales atau agen sebagai distributor dengan kesepakatan sebagai berikut :
    1) Sales menanggung barang sisa maka harga dari perusahaan rendah.
    2) Sales tidak menanggung barang sisa tetapi perusahaan yang menanggung
    barang sisa maka harga lebih tinggi.

    e. Pesaing
    Awal berdirinya usaha ini belum banyak pesaing, lambat laun pesaingpun
    bermunculan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi agar mampu bersaing dan
    mempertahankan usahanya.

    3. Aspek Keuangan
    Berdasarkan hasil pengamatan kami dan keterangan dari pemilik, untuk aspek keuangan yang kami sajikan sebagai berikut :
    1) Kebutuhan Modal untuk Investasi
     Modal tetap:
    Tanah Rp 68.000.000,-
    Gedung Rp 190.000.000,-
    Peralatan Rp 7.500.000,-
    Mesin Rp 15.500.000,-
    Kendaraan Rp 15.000.000,-

     Modal kerja: biaya-biaya yang terkait dengan biaya bahan baku, tenaga kerja
    langsung dan overhead
    Bahan baku berupa:
    Keterangan Harga
    Terigu Rp 60.400/sack
    Telur Rp 7.400/kg
    Gula pasir Rp 116.250/sack
    Margarin Rp 47.000/dus
    Ragi basah Rp 66.000/kg
    Assen mocca Rp 90.000/kg
    Calsium Rp13.750/kg
    Improver Rp 19.000/kg
    LPG Rp 18.000/kg
    Messes Rp 85.000/kg
    Coklat tepung Rp 23.700/kg
    Selai nanas Rp 27.000/kg
    Minyak tanah Rp 400/L
    Biaya tenaga kerja = @Rp 170.000,- / bulan

    Biaya overhead terdiri dari :
    a. Biaya listrik Rp 106.000/bulan
    b. Biaya telepon Rp 80.000/bulan

    2) Perolehan Modal
     Modal sendiri
     Modal pinjaman: dari Bank dan dari modal pinjaman Pengembangan Usaha
    Kecil dan Menengah dari pemerintah setempat.

    4. Aspek Teknis/Operasi
    1) Letak Perusahaan
    Melaty Kurnia Aji berada di lokasi strategis untuk memperoleh bahan baku. Daerah Srikayangan merupakan kawasan industri yang mendukung usaha ini. Letak perusahaan juga mudah diakses dengan kendaraan roda empat, sehingga memudahkan untuk saluran distrubusi, baik pemasaran maupun pemasok bahan baku, mudah mendapatkan konsumen.
    2) Tata Letak Perusahaan(belum)
    Perusahaan merupakan rumah pribadi yang didesain sedemikian rupa sehingga bias difungsikan sebagai pabrik dan kantor perusahaan. Adapun ruang-ruang yang ada di Melaty Kurnia Aji:
     Rumah depan digunakan sebagai rumah pribadi
     Gudang bahan baku digunakan untuk menyimpan bahan baku yang akan diolah
     Dapur umum digunakan sebagai dapur pabrik dan dapur pribadi
     Gudang bahan baku setengah jadi digunakan untuk menyimpan bahan baku
    setengah jadi, seperti pisang, coklat, kelapa dan lain- lain
     Ruang pembentukan roti digunakan untuk pembentukan roti
     Ruang proving atau fermentasi digunakan untuk ruang pengembangan roti
     Ruang oven digunakan untuk pengovenan roti
     Ruang finishing digunakan untuk pembelahan, pendinginan dan pembungkusan
    atau packing roti
     Ruang genset digunakan untuk menggerakkan mesin pembungkus atau packing
     Showroom sebagai tempat memamerkan produk yang dihasilkan dan menjual
    produk
     Ruang stock produk jadi digunakan sebagai tempat penyimpanan roti yang akan
    didistribusikan
     Mushola digunakan untuk tempat beribadah
    3) Peralatan yang Digunakan
    Melaty Kurnia Aji menggunakan mesin dan peralatan yang modern. Mesin yang digunakan merupakan hasil kombinasi yang dilakukan oleh pemiliknya karena kreatifitasannya. Peralatan yang ada meliputi mesin pengaduk, mesin packing, oven, dan sebagainya.

    5. Aspek Sosial, Ekonomi, dan Budaya
    Selain misi yang bernada profitable, Melaty Kurnia Aji juga memiliki misi sosial. Perusahaan memberikan masukan-masukan dan memberikan motivasi dengan menjelaskan profil perusahaan kepada para pengunjung yang melakukan survey.
    Dengan berdirinya perusahaan ini dapat menstimulan sektor ekonomi, yaitu tenaga kerja dan produksi bagi penduduk sekitar. Karyawan yang bekerja di perusahaan adalah penduduk sekitar. Lingkungan sekitar pabrik merupakan kawasan industry yang mendorong masyarakatnya berwirausaha.

    6. AMDAL
    Produk yang dihasilkan oleh Melaty Kurnia Aji adalah produk makanan dan jauh dari unsur kimia berbahaya, sehingga limbah yang dihasilkan pun sangat ramah
    lingkungan. Oleh karena itu, tidak ada permasalahan serius terkait dengan limbah.

    Kesimpulan (Penutup)
    Dari hasil penilaian kami, Melaty Kurnia Aji berpotensi memiliki prospektif usaha yang cerah, sehingga menjadi inspirator kami untuk penyusunan Laporan Studi Kelayakan Bisnis Sweet Bakery Di Melaty Kurnia Aji pengelolaan keuangan masih sederhana. Padahal menurut kami, perusahaan yang mempunyai level setingkat Melaty Kurnia Aji (harusnya) telah memiliki catatan akuntansi yang memadai untuk mengikuti laju perkembangan bisnisnya. Disamping itu, pemanfaatan pasar potensial belum begitu dioptimalkan.
    Kami menggaris bawahi untuk Melaty Bakery untuk obyek pengamatan kami, karena produk tersebut merupakan produk unggulan, dibanding produk-produk lain. Pertimbangan lain, Melaty Bakery mempunyai potensi pasar yang luas, bahkan bias menembus pasar nasional.

  24. NAMA: HOLILAWATI
    NIM: PO.71.20.0.09.1914

    STUDI KELAYAKAN BISNIS
    USAHA BERTANAM BUAH MELON

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional dan kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini,
    masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
    Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani. Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah menetapkan kebijakan impor untuk beberapa komoditas pertanian yang kualitas dan harganya jauh lebih murah dari hasil
    pertanian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang
    kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai daya saing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari – hari.

    B. Gambaran Umum Potensi Usaha
    Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara yang kurang
    stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang akan telintas pertama kali di
    benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan
    dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua
    adalah dengan modal yang pas – pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
    Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal – hal yang potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita. Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan impor komoditas pertanian hal ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam menjalankan usaha yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan usaha penjualan / bertanam buah Melon Honey Golden. Pemilhan melon jenis golden honey ini dikarenakan prospek yang cukup menjanjikan dan sedikitnya varietas buah ini dipasaran sekitar sehingga peluang usaha ini cukup besar. Melon jenis Honey Golden ini bibitnya didatangkan dari Thailand. Melon jenis ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding buah melon biasa. Rasanya lebih manis seperti madu dan bila digigit, daging buah terasa lebih renyah. Dan faktor tentang sedikitnya masyarakat umum mengetahui rasa buah melon ini bisa menjadikan sebuah keuntungan karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka akan sebuah hal baru.
    Usaha ini bisa memberikan sebuah alternative lain untuk mendirikan sebuah usaha di persaingan pasar yang cukup tinggi. Selain membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar, kita bisa saling belajar dalam melakukan pertanian yang baik. Sehingga kelak kami bisa menjadi sentra/ pusat penjualan & penanaman buah melon jenis Honey Golden di daerah semarang khususnya.
    Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani melon, Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:
    1. Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani melon, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri
    2. Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
    3. Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
    4. Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.

    C. Analisis SWOT

    Dalam melakukan sebuah usaha, kita sekarang dituntut untuk menganalisa beberapa aspek penting untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha dijalankan. Untuk itu kita harus bisa menganalisa SWOT :

    • Strength ( Kekuatan) :
    1. Buah melon jenis Honey Golden banyak diminati oleh masyarakat
    2. Semakin banyaknya industry-industri yang memproduksi makanan atau bahan minuman berbahan baku melon
    3. Letak / tanah yang cocok untuk ditanami buah melon
    4. Sedikitnya pesaing dalam menanam buah melon jenis Honey Golden

    • Weakness ( Kelemahan ) :
    1. Kegagalan dalam menanam buah Melon Honey Golden cukup tinggi dikarenakan faktor cuaca & hama penyakit.
    2. Mahalnya harga buah Melon Honey Golden
    3. Distribusi penjualan yang belum maksimal
    4. Minimnya daya beli masyarakat

    • Opportunies ( Peluang ) :
    1. Tempatnya dekat kota
    2. Pesaing dalam bisnis ini sangat sedikit
    3. Besarnya minat perusahaan impor dalam menampung hasil panen

    • Threats ( Hambatan ) :
    1. Tanaman melon rentan terserang hama dan penyakit
    2. Biaya yang dikeluarkan cukup besar
    3. Pemasaran yang kurang terorganisasi dangan baik

    ASPEK PEMASARAN

    A. PERENCANAAN USAHA

    Dalam merencanakan usaha dagang ini, saya memasukan beberapa faktor – faktor untuk menunjang
    berhasilnya perencanaan usaha ini. Dengan mempelajari tiap detail usaha yang akan di;akukan.
    Dalam menjalankan usaha menananam buah Melon Honey Golden ini rencana seperti ini sangat
    dibutuhkan karena faktor kegagalan dan keberhasilan yang masih fifty – fifty (50 : 50 ). Hal pertama
    yang harus dilakukan adalah
    1. membuat bagan presentase pertumbuhan buah melon
    2. membuat daftar kendala – kendala apa saja yang di hadapi dalam penanaman buah melon Honey
    Golden
    3. membuat pembukuan penjualan buah Melon Honey Golden dari awal panen hingga akhir panen.

    Dengan terencananya usaha ini, usaha penanaman buah Melon Honey Golden diharapkan bisa maksimal
    dalam meraih keuntungan penjualan.

    B. SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING DAN STATEGI PEMBAURAN USAHA

    1. Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha menanam buah Melon Honey Golden adalah Segmen menengah ke atas.
    2. Targeting
    Yang menjadi target Market adalah Perusahaan buah import, pasar buah dan retail buah
    3. Positioning
    Kami ingin menciptakan peluang usaha baru di masyarakat sekitar sehingga dengan adanya usaha seperti ini masyarakat bisa atau mampu untuk mencoba usaha yang sama sehingga kami bisa menjadi Domain atau pusat buah penjualan Melon Honey Golden di wilayah kami.
    4. Strategi Pembauran Usaha
    Kami ingin memperkenalkan varietas baru buah melon di masyarakat umum, sehingga setelah mereka mengenal produk jenis Honey Golden ini. Kami memberikan diskon 10 % dari harga penjualan di pasar. Dan dengan cara ini diharapkan masyarakat bisa tertarik dan menjadi pelanggan setia kami.

    C. PERMINTAAN

    1) Perkembangan permintaan saat ini
    Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan buah Melon Honey Golden semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya buah – buahan sebagai penunjang kebutuhan vitamin bagi tubuh. Terlebih dengan kandungan vitamin dan gizi yang terdapat dalam buah Melon Honey Golden cukup besar sehingga buah ini bagus untuk konsumsi dan menjaga kesehatan.
    2) Prospek permintaan di masa yang akan datang.
    Dengan banyaknya varietas / jenis buah melon tersebut akan mengalami kejenuhan. Melon Honey Golden bisa diguanakan sebagai pilihan yang cukup tinggi di banding jenis buah melon lainnya. Dan dengan kondisi kejenuhan masyarakat akan jenis buah – buahan yang dapat di konsumsi. Jenis buah Melon Honey Golden bisa dijadikan alternative yang cukup menjanjikan.

    D. Penawaran
    1) Perkembangan penawaran saat ini
    Perkembangan penawaran disektor usaha buah pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha buah menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.
    2) Prospek penawaran di masa yang akan datang
    Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha penjualan buah Melon Honey Golden pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.

    E. Program Pemasaran
    1) Tingkat pelayanan
    Dalam memasarkan buah Melon Honey Golden kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan yang ramah dan memilih sendiri buah di tempat penjualan langsung.
    2) Penetapan harga
    Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.
    3) Kegiatan promosi
    Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di media masa cetak, blog pribadi dan iklan facebook, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi pemerintah/swasta.
    4) Kegiatan Distribusi
    Untuk kegiatan distribusi, kami menggunakan armada distribusi sendiri.

    ASPEK TEKNIS DAN OPERASI

    A. Rencana Pengembangan
    a. Evaluasi lokasi
    Lokasi yang akan kami pilih untuk lahan penanaman buah Melon Honey Golden yaitu sawah sewaan di daerah Kuwaron Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Kota Semarang.
    b. Sarana dan prasarana
     Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah : Lahan berupa Sawah, mesin semprot, mesin sedot (diesel), ember, gudang penyimpanan pupuk dll.
     Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan rumah sebagai homebase hasil panen, di pasar tempat berjualan.
    c. Tenaga ahli dan tenaga biasa
    Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha penanaman kami adalah tenaga ahli bidang penanaman melon, pemantau lapangan (wakil tenaga ahli melon), pemasaran, keuangn, produksi dan sdm serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha.
    d. Bahan – bahan pokok
    Bahan pokok yang digunakan dalam menjalankan usaha penanaman buah Melon Honey Golden antara lain : Benih Melon Golden Honey dengan kualitas yang baik, pupuk kompos, pupuk kandang dan pupuk organik.
    e. Lahan penanaman
    Berkaitan dengan lahan penanaman buah Melon Honey Golden. Akan ditanam di atas tanah seluas 3 hektar dengan setiap hektarnya terdapat 3000 tanaman sehingga total tanaman yang ada mencapai 9000 tanaman buah Melon Honey Golden
    f. Jadwal pelaksanaan
    Usaha penanaman buah Melon Golden Honey akan mulai ditanam pada tanggal 1 Juni 2011 sampai tanggal 10 Agustus 2011 sampai waktu panen tiba ( mulai awal penanaman buah melon sampai waktu panen tiba dibutuhkan waktu selama kurang lebih 70 hari).
    g. Perkiraan biaya teknis dan operasi
    Biaya teknis dan operasional diperkirakan mencapai Rp750.000.000,

    B. Rencana Pengoperasian Usaha
    a) Proses operasi usaha
    Proses operasi usaha meliputi rencana penanaman, penjadwalan distribusi dan rencana penjualan dan pemesanan.
    b) Kebutuhan bahan operasi
    Kebutuhan bahan operasi penanaman buah Melon Honey Golden dikelola oleh tenaga ahli tanaman buah dan tenaga ahli lapangan yang mengkoordinasikan dengan tenaga ahli buah melon mengenai masalah – maslah tanaman ( penyakit, hama dll).
    c) Kegiatan perawatan mesin
    Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga yang ada untuk memperbaiki, dang mengontrol mesin yang di gunakan dalam hal ini mesin semprot dan mesin sedot air ( diesel ).

    ASPEK KEUANGAN

    A. Kebutuhan Dana Investasi
    a. Investasi harga tetap
    Investasi ini mencapai Rp 18.000.000,-
    b. Biaya pra operasi
    Biaya pra operasi mencapai Rp 78.100.000,- yang digunakan untuk
    proses pembelian tanah dan mendirikan bangunan.
    c. Modal kerja
    Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh biaya pra operasional
    + biaya operasional yang mencapai Rp 142.100.000,-
    Total kebutuhan dana Investasi = Rp 160.000.000,-

    B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana
    a. Modal sendiri
    Modal sendiri Rp 60.000.000,-
    b. Pinjaman bank
    Pinjaman dari bank Rp 100.000.000,-

    C. Rencana Kebutuhan Dana
    Analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Luas lahan 1 ha, populasi 3.000 tanaman. Sehingga pada luas tanah 3 ha, kita bisa menanam buah Melon Honey Golden sebanyak 9000 populasi tanaman.
    1. Biaya pra operasional
    o Sewa tanah 3 hektar semusim = Rp 30.000.000,-
    o Trajak 1 m @1000 = Rp 9.000.000,-
    o Mesin sedot air (diesel) 2 unit = Rp 5.000.000,-
    o Mesin semprot 6 unit = Rp 8.400.000,-
    o Mulsa @Rp 450.000 = Rp 9.450.000,-
    o Ember kecil 10 buah = Rp 150.000,-
    o Ember besar 10 buah = Rp 250.000,-
    o Karung 50 buah = Rp 1.250.000,-
    o Cangkul 5 buah = Rp 250.000,-
    o Gudang penyimpanan pupuk = Rp 500.000,-
    o Gubug tunggu melon = Rp 300.000,-
    o Brongsong 4 dus @Rp 750.000 = Rp 3.000.000,-
    o Kardus 100 bal @Rp80.000 = Rp 8.000.000,-
    o Solatip 2 kardus isi @72 biji = Rp 1.050.000,-
    o Rafiah 10 bal @Rp 140.000 = Rp 1.400.000,-
    o Alat solatip 3 buah @Rp 20.000 = Rp 100.000,-

    Total = Rp 78.100.000,-

    2. Biaya operasional
    o Benih melon Honey Golden 30 @Rp 410.000 = Rp 12.300.000,-
    o Buat bedengan 1 hektar @650.000 = Rp 1.950.000,-
    o 1 Tenaga ahli melon@Rp 400.000 x 10 minggu = Rp 4.000.000,-
    o 2 Tenaga ahli lapangan@Rp 300.000 x 10 minggu = Rp 6.000.000,-
    o 5 Tenaga ahli pria @Rp1.050.000 x 10 minggu = Rp 10.050.000,-
    o 4 Tenaga lapangan wanita @Rp 720.000 = Rp 7.200.000,-
    o 2 Penjaga malam @500.000/bulan = Rp 1.000.000,-
    o Pupuk – pupuk = Rp 10.000.000,-
    o Bensin = Rp 4.550.000,-
    o Perawatan mesin operasional = Rp 1.000.000,-
    o Biaya transportasi = Rp 500.000,-
    o Biaya distribusi = Rp 3.000.000,-
    o Biaya lain- lain = Rp 2.000.000,-

    Total = Rp 64.000.000,-

    3. Pemasukan
    1. Misalnya rata-rata produksi tanaman 3 kg (rata-rata 1 pohon) maka produksi per 3.000 m2 ditaksir mencapai 22.500 kg dari 2,5 kg x 9000 pohon
    2. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 1121 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 22500 kg – 1121 kg = 21375 kg.
    3. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 ; 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. Jika harga melon kelas M1. Rp. 4.000,-; kelas M2 Rp. 3.000,-; kelas M3 Rp. 2.500,- maka penerimaan penjualan melon.
     Kelas M1 = 65% x 21375 kg x Rp.6.000,- Rp. 83.362.500,-
     Kelas M2 = 25% x 21375 kg x Rp.5.000,- Rp. 26.718.750,-
     Kelas M3 = 10% x 21375 kg x Rp. 4.000,- Rp. 8.550.000,-
    Jumlah penerimaan Rp. 118.631.250,-
    4. Laba atau Rugi

     Jumlah pemasukan – biaya operasional
    = Rp 118.631.250 – Rp 64.000.000
    = Rp 54.631.250,-
    Dari hasil perhitungan diatas usaha ini memiliki prospek yang cukup menjajikan walaupun kegagalan dalam penanaman dan pemasaran juga cukup besar.

    ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL
    A. Penyaluran Ilmu
    Adanya penanaman buah melon ini diharapkan bisa dijadikan pembelajaran bagi petani lain untuk memanfaatkan lahan sawah tidak hanya ditanami padi saja tetapi bisa di gunakan untuk menanam buah atau sayuran untuk memunuhi kebutuhan keluarga & penghasilan tambahan.
    B. Penyerapan tenaga kerja
    Usaha buah Melon Honey Golden ini memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 10 orang dan memperkecil angka pengangguran dimasyarakat.
    C. Dampak terhadap lingkungan masyarakat
    a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan.
    b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru
    c. Peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi buah berkualitas.
    D. Dampak terhadap industri lain
    a. Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan.
    b. Bagi petani buah melon lokal akan berupaya untuk meningkatkan kualitas produksin

  25. NAMA: HOLILAWATI
    NIM: PO.71.20.0.09.1914

    STUDI KELAYAKAN BISNIS
    USAHA BERTANAM BUAH MELON

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional dan kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini,
    masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
    Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani. Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah menetapkan kebijakan impor untuk beberapa komoditas pertanian yang kualitas dan harganya jauh lebih murah dari hasil
    pertanian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang
    kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai daya saing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari – hari.

    B. Gambaran Umum Potensi Usaha
    Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara yang kurang
    stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang akan telintas pertama kali di
    benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan
    dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua
    adalah dengan modal yang pas – pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
    Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal – hal yang potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita. Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan impor komoditas pertanian hal ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam menjalankan usaha yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan usaha penjualan / bertanam buah Melon Honey Golden. Pemilhan melon jenis golden honey ini dikarenakan prospek yang cukup menjanjikan dan sedikitnya varietas buah ini dipasaran sekitar sehingga peluang usaha ini cukup besar. Melon jenis Honey Golden ini bibitnya didatangkan dari Thailand. Melon jenis ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding buah melon biasa. Rasanya lebih manis seperti madu dan bila digigit, daging buah terasa lebih renyah. Dan faktor tentang sedikitnya masyarakat umum mengetahui rasa buah melon ini bisa menjadikan sebuah keuntungan karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka akan sebuah hal baru.
    Usaha ini bisa memberikan sebuah alternative lain untuk mendirikan sebuah usaha di persaingan pasar yang cukup tinggi. Selain membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar, kita bisa saling belajar dalam melakukan pertanian yang baik. Sehingga kelak kami bisa menjadi sentra/ pusat penjualan & penanaman buah melon jenis Honey Golden di daerah semarang khususnya.
    Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani melon, Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:
    1. Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani melon, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri
    2. Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
    3. Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
    4. Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.

    C. Analisis SWOT

    Dalam melakukan sebuah usaha, kita sekarang dituntut untuk menganalisa beberapa aspek penting untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha dijalankan. Untuk itu kita harus bisa menganalisa SWOT :

    • Strength ( Kekuatan) :
    1. Buah melon jenis Honey Golden banyak diminati oleh masyarakat
    2. Semakin banyaknya industry-industri yang memproduksi makanan atau bahan minuman berbahan baku melon
    3. Letak / tanah yang cocok untuk ditanami buah melon
    4. Sedikitnya pesaing dalam menanam buah melon jenis Honey Golden

    • Weakness ( Kelemahan ) :
    1. Kegagalan dalam menanam buah Melon Honey Golden cukup tinggi dikarenakan faktor cuaca & hama penyakit.
    2. Mahalnya harga buah Melon Honey Golden
    3. Distribusi penjualan yang belum maksimal
    4. Minimnya daya beli masyarakat

    • Opportunies ( Peluang ) :
    1. Tempatnya dekat kota
    2. Pesaing dalam bisnis ini sangat sedikit
    3. Besarnya minat perusahaan impor dalam menampung hasil panen

    • Threats ( Hambatan ) :
    1. Tanaman melon rentan terserang hama dan penyakit
    2. Biaya yang dikeluarkan cukup besar
    3. Pemasaran yang kurang terorganisasi dangan baik

    ASPEK PEMASARAN

    A. PERENCANAAN USAHA

    Dalam merencanakan usaha dagang ini, saya memasukan beberapa faktor – faktor untuk menunjang
    berhasilnya perencanaan usaha ini. Dengan mempelajari tiap detail usaha yang akan di;akukan.
    Dalam menjalankan usaha menananam buah Melon Honey Golden ini rencana seperti ini sangat
    dibutuhkan karena faktor kegagalan dan keberhasilan yang masih fifty – fifty (50 : 50 ). Hal pertama
    yang harus dilakukan adalah
    1. membuat bagan presentase pertumbuhan buah melon
    2. membuat daftar kendala – kendala apa saja yang di hadapi dalam penanaman buah melon Honey
    Golden
    3. membuat pembukuan penjualan buah Melon Honey Golden dari awal panen hingga akhir panen.

    Dengan terencananya usaha ini, usaha penanaman buah Melon Honey Golden diharapkan bisa maksimal
    dalam meraih keuntungan penjualan.

    B. SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING DAN STATEGI PEMBAURAN USAHA

    1. Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha menanam buah Melon Honey Golden adalah Segmen menengah ke atas.
    2. Targeting
    Yang menjadi target Market adalah Perusahaan buah import, pasar buah dan retail buah
    3. Positioning
    Kami ingin menciptakan peluang usaha baru di masyarakat sekitar sehingga dengan adanya usaha seperti ini masyarakat bisa atau mampu untuk mencoba usaha yang sama sehingga kami bisa menjadi Domain atau pusat buah penjualan Melon Honey Golden di wilayah kami.
    4. Strategi Pembauran Usaha
    Kami ingin memperkenalkan varietas baru buah melon di masyarakat umum, sehingga setelah mereka mengenal produk jenis Honey Golden ini. Kami memberikan diskon 10 % dari harga penjualan di pasar. Dan dengan cara ini diharapkan masyarakat bisa tertarik dan menjadi pelanggan setia kami.

    C. PERMINTAAN

    1) Perkembangan permintaan saat ini
    Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan buah Melon Honey Golden semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya buah – buahan sebagai penunjang kebutuhan vitamin bagi tubuh. Terlebih dengan kandungan vitamin dan gizi yang terdapat dalam buah Melon Honey Golden cukup besar sehingga buah ini bagus untuk konsumsi dan menjaga kesehatan.
    2) Prospek permintaan di masa yang akan datang.
    Dengan banyaknya varietas / jenis buah melon tersebut akan mengalami kejenuhan. Melon Honey Golden bisa diguanakan sebagai pilihan yang cukup tinggi di banding jenis buah melon lainnya. Dan dengan kondisi kejenuhan masyarakat akan jenis buah – buahan yang dapat di konsumsi. Jenis buah Melon Honey Golden bisa dijadikan alternative yang cukup menjanjikan.

    D. Penawaran
    1) Perkembangan penawaran saat ini
    Perkembangan penawaran disektor usaha buah pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha buah menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.
    2) Prospek penawaran di masa yang akan datang
    Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha penjualan buah Melon Honey Golden pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.

    E. Program Pemasaran
    1) Tingkat pelayanan
    Dalam memasarkan buah Melon Honey Golden kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan yang ramah dan memilih sendiri buah di tempat penjualan langsung.
    2) Penetapan harga
    Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.
    3) Kegiatan promosi
    Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di media masa cetak, blog pribadi dan iklan facebook, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi pemerintah/swasta.
    4) Kegiatan Distribusi
    Untuk kegiatan distribusi, kami menggunakan armada distribusi sendiri.

    ASPEK TEKNIS DAN OPERASI

    A. Rencana Pengembangan
    a. Evaluasi lokasi
    Lokasi yang akan kami pilih untuk lahan penanaman buah Melon Honey Golden yaitu sawah sewaan di daerah Kuwaron Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Kota Semarang.
    b. Sarana dan prasarana
     Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah : Lahan berupa Sawah, mesin semprot, mesin sedot (diesel), ember, gudang penyimpanan pupuk dll.
     Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan rumah sebagai homebase hasil panen, di pasar tempat berjualan.
    c. Tenaga ahli dan tenaga biasa
    Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha penanaman kami adalah tenaga ahli bidang penanaman melon, pemantau lapangan (wakil tenaga ahli melon), pemasaran, keuangn, produksi dan sdm serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha.
    d. Bahan – bahan pokok
    Bahan pokok yang digunakan dalam menjalankan usaha penanaman buah Melon Honey Golden antara lain : Benih Melon Golden Honey dengan kualitas yang baik, pupuk kompos, pupuk kandang dan pupuk organik.
    e. Lahan penanaman
    Berkaitan dengan lahan penanaman buah Melon Honey Golden. Akan ditanam di atas tanah seluas 3 hektar dengan setiap hektarnya terdapat 3000 tanaman sehingga total tanaman yang ada mencapai 9000 tanaman buah Melon Honey Golden
    f. Jadwal pelaksanaan
    Usaha penanaman buah Melon Golden Honey akan mulai ditanam pada tanggal 1 Juni 2011 sampai tanggal 10 Agustus 2011 sampai waktu panen tiba ( mulai awal penanaman buah melon sampai waktu panen tiba dibutuhkan waktu selama kurang lebih 70 hari).
    g. Perkiraan biaya teknis dan operasi
    Biaya teknis dan operasional diperkirakan mencapai Rp750.000.000,

    B. Rencana Pengoperasian Usaha
    a) Proses operasi usaha
    Proses operasi usaha meliputi rencana penanaman, penjadwalan distribusi dan rencana penjualan dan pemesanan.
    b) Kebutuhan bahan operasi
    Kebutuhan bahan operasi penanaman buah Melon Honey Golden dikelola oleh tenaga ahli tanaman buah dan tenaga ahli lapangan yang mengkoordinasikan dengan tenaga ahli buah melon mengenai masalah – maslah tanaman ( penyakit, hama dll).
    c) Kegiatan perawatan mesin
    Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga yang ada untuk memperbaiki, dang mengontrol mesin yang di gunakan dalam hal ini mesin semprot dan mesin sedot air ( diesel ).

    ASPEK KEUANGAN

    A. Kebutuhan Dana Investasi
    a. Investasi harga tetap
    Investasi ini mencapai Rp 18.000.000,-
    b. Biaya pra operasi
    Biaya pra operasi mencapai Rp 78.100.000,- yang digunakan untuk
    proses pembelian tanah dan mendirikan bangunan.
    c. Modal kerja
    Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh biaya pra operasional
    + biaya operasional yang mencapai Rp 142.100.000,-
    Total kebutuhan dana Investasi = Rp 160.000.000,-

    B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana
    a. Modal sendiri
    Modal sendiri Rp 60.000.000,-
    b. Pinjaman bank
    Pinjaman dari bank Rp 100.000.000,-

    C. Rencana Kebutuhan Dana
    Analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Luas lahan 1 ha, populasi 3.000 tanaman. Sehingga pada luas tanah 3 ha, kita bisa menanam buah Melon Honey Golden sebanyak 9000 populasi tanaman.
    1. Biaya pra operasional
    o Sewa tanah 3 hektar semusim = Rp 30.000.000,-
    o Trajak 1 m @1000 = Rp 9.000.000,-
    o Mesin sedot air (diesel) 2 unit = Rp 5.000.000,-
    o Mesin semprot 6 unit = Rp 8.400.000,-
    o Mulsa @Rp 450.000 = Rp 9.450.000,-
    o Ember kecil 10 buah = Rp 150.000,-
    o Ember besar 10 buah = Rp 250.000,-
    o Karung 50 buah = Rp 1.250.000,-
    o Cangkul 5 buah = Rp 250.000,-
    o Gudang penyimpanan pupuk = Rp 500.000,-
    o Gubug tunggu melon = Rp 300.000,-
    o Brongsong 4 dus @Rp 750.000 = Rp 3.000.000,-
    o Kardus 100 bal @Rp80.000 = Rp 8.000.000,-
    o Solatip 2 kardus isi @72 biji = Rp 1.050.000,-
    o Rafiah 10 bal @Rp 140.000 = Rp 1.400.000,-
    o Alat solatip 3 buah @Rp 20.000 = Rp 100.000,-

    Total = Rp 78.100.000,-

    2. Biaya operasional
    o Benih melon Honey Golden 30 @Rp 410.000 = Rp 12.300.000,-
    o Buat bedengan 1 hektar @650.000 = Rp 1.950.000,-
    o 1 Tenaga ahli melon@Rp 400.000 x 10 minggu = Rp 4.000.000,-
    o 2 Tenaga ahli lapangan@Rp 300.000 x 10 minggu = Rp 6.000.000,-
    o 5 Tenaga ahli pria @Rp1.050.000 x 10 minggu = Rp 10.050.000,-
    o 4 Tenaga lapangan wanita @Rp 720.000 = Rp 7.200.000,-
    o 2 Penjaga malam @500.000/bulan = Rp 1.000.000,-
    o Pupuk – pupuk = Rp 10.000.000,-
    o Bensin = Rp 4.550.000,-
    o Perawatan mesin operasional = Rp 1.000.000,-
    o Biaya transportasi = Rp 500.000,-
    o Biaya distribusi = Rp 3.000.000,-
    o Biaya lain- lain = Rp 2.000.000,-

    Total = Rp 64.000.000,-

    3. Pemasukan
    1. Misalnya rata-rata produksi tanaman 3 kg (rata-rata 1 pohon) maka produksi per 3.000 m2 ditaksir mencapai 22.500 kg dari 2,5 kg x 9000 pohon
    2. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 1121 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 22500 kg – 1121 kg = 21375 kg.
    3. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 ; 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. Jika harga melon kelas M1. Rp. 4.000,-; kelas M2 Rp. 3.000,-; kelas M3 Rp. 2.500,- maka penerimaan penjualan melon.
     Kelas M1 = 65% x 21375 kg x Rp.6.000,- Rp. 83.362.500,-
     Kelas M2 = 25% x 21375 kg x Rp.5.000,- Rp. 26.718.750,-
     Kelas M3 = 10% x 21375 kg x Rp. 4.000,- Rp. 8.550.000,-
    Jumlah penerimaan Rp. 118.631.250,-
    4. Laba atau Rugi

     Jumlah pemasukan – biaya operasional
    = Rp 118.631.250 – Rp 64.000.000
    = Rp 54.631.250,-
    Dari hasil perhitungan diatas usaha ini memiliki prospek yang cukup menjajikan walaupun kegagalan dalam penanaman dan pemasaran juga cukup besar.

    ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL
    A. Penyaluran Ilmu
    Adanya penanaman buah melon ini diharapkan bisa dijadikan pembelajaran bagi petani lain untuk memanfaatkan lahan sawah tidak hanya ditanami padi saja tetapi bisa di gunakan untuk menanam buah atau sayuran untuk memunuhi kebutuhan keluarga & penghasilan tambahan.
    B. Penyerapan tenaga kerja
    Usaha buah Melon Honey Golden ini memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 10 orang dan memperkecil angka pengangguran dimasyarakat.
    C. Dampak terhadap lingkungan masyarakat
    a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan.
    b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru
    c. Peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi buah berkualitas.
    D. Dampak terhadap industri lain
    a. Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan.
    b. Bagi petani buah melon lokal akan berupaya untuk meningkatkan kualitas produksin

  26. Studi Kelayakan Bisnis Itik
    KERANGKA FORMAT PROPOSAL
    STUDI KELAYAKAN BISNIS
    USAHA BUDIDAYA ITIK MOJOSARI
    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Pengembangan usaha ternak itik di Indonesia cukup terbuka, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Apalagi itik merupakan jenis unggas yang tidak asing bagi masyarakat. Ternak ini cukup potensial dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
    Indonesia memiliki keanekaragaman itik lokal yang mempunyai keunggulan adaptasi dan produksi tinggi. Bahkan kini telah dihasilkan jenis itik Hibrida yang dilakukan di BPTU Pelaihari Kalimantan Selatan yang bekerjasama dengan Balitnak Ciawi dan diberi nama itik Raja. Itik Raja mempunyai keunggulan pertumbuhan yang lebih cepat, dagingnya lebih tebal, dan aromanya tidak terlalu amis serta telurnya yang berprotein tinggi.Kekayaan ragam itik di Indonesia didukung dengan potensi besar dalam menyediakan aneka sumber bahan pakan dengan harga yang relatif murah berupa sisa atau hasil sampingan produk pertanian maupun perikanan. Dengan demikian, pemeliharaan itik dapat terintegrasi dengan sektor pertanian dan perikanan.Maraknya warung-warung tenda dan restoran yang menyajikan hidangan itik, membuat permintaan unggas air ini meningkat tajam. Seorang konsultan teknis dari sebuah perusahaan peternakan menunjukkan data kenaikan populasi itik pada tahun 2006 yang semula 32 juta ekor menjadi 42 juta ekor pada tahun 2009. Harga jual itik juga turut melonjak. Harga itik afkir di pasar berada pada kisaran Rp. 30.000 – Rp. 35.000 atau naik sekitar Rp. 5.000 – Rp. 10.000 per ekor (PoultryIndonesia, Mei 2010).

    Namun demikian, tingginya permintaan tidak diantisipasi dan dipenuhi dengan baik oleh sistem produksi yang ada sekarang ini. Hal ini disebabkan pemeliharaan itik lokal sebagai itik potong masih dilakukan dalam jumlah relatif sedikit dengan cara pemeliharaan yang cenderung masih tradisional sehingga produkisi masih sedikit .

    Di pedesaan pemeliharaan ternak itik umumnya sebagai hewan ternak maupun hanya sekedar hobi. Sistem pemeliharaan yang tradisional lebih berfungsi sebagai tabungan dan pelengkap kualitas gizi yang murah dan mudah.

    Itik memiliki beberapa keunggulan dibanding unggas lain. Oleh karena itu, beternak itik bagi sebagian orang dianggap lebih mudah dan menghasilkan. Pemeliharaan dan perawatan itik relatif mudah, itik lebih tahan terhadap penyakit dan permintaan daging konsumsi yang terus naik.

    B. GAMBARAN UMUM PROYEK

    Dengan analisis di atas kami bermaksud akan mendirikan sebuah usaha yang bergerak dibidang peternakan yaitu ternak Itik (Bebek). Usaha ini akan diberi nama “Usaha Ternak itik BaDiri” yang lokasinya akan direncanakan di daerah, Jalan selalu merdeka no 007,kecamatan Pejuang sari,kabupaten Grobogan. Dimana kondisi alam di daerah tersebut sangat strategis untuk memelihara dan mengembangkan itik ini.

    Nama usaha ini dinamakan “Usaha Ternak itik BaDiri” karena sesuai dengan jenis itik yang akan kami budidayakan yaitu Itik Tegal dan Itik Mojosari. Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa itik Tegal merupakan itik pedaging yang cepat dalam pertumbuhannya sehingga cepat untuk di konsumsi sedangkan Itik mojo memiliki kelebihan dalam produksi telurnya yaitu 230-250 butir/tahun lebih banyak dibanding dengan itik lokal yaitu 180 butir/tahun.

    BAB II

    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

    Berikut ini adalah hasil analisis untuk menentukan kelayakan usaha ini :

    A. Aspek Pasar

    Melihat peluang yang besar dalam bisnis budidaya itik kami perlu mengelompokkan pasar untuk mengetahui secara jelas kelompok masyarakat mana yang merupakan pasar potensial bisnis ini.Selain itu dilihat dari segi target pemasaran, kita mengetahui bahwa warung-warung makan sudah banyak menyediakan daging itik dan telur asin. Disamping itu dari segi persaingan, peternak unggas lebih memilih ayam dari pada itik sehingga sehingga menguntungkan usaha ini untuk cepat berkembang.
    Berikut ini adalah beberapa analisis terhadap Aspek Pasar ini :
    Analisis SWOT
    A. Faktor Kekuatan (Strength)
    a. Bahwa itik yang kami ternakan adalah jenis itik petelur yang unggul yaitu :
    b. Itik Mojosari
    Keunggulan :
    – itik mojosari bertelur lebih banyak dibanding itik lokal lainnya yaitu rata-rata 230-250 butir/tahun dibanding dengan itik biasa yaitu 180 butir/tahun
    – Berat telur rata-rata 65 gram lebih berat dari telur biasa yaitu 60 gram

    1. Bahwa itik merupakan jenis unggas yang perawatannya relatif mudah dan murah. Mudah disini artinya bahwa itik tidak membutuhkan perawatan yang rumit dan model kandang yang sederhana. Perawatan meliputi pemberian pakan dan menjaga kebersihan kandang karena kita tahu itik memilki kelebihan tahan terhadap penyakit. Murah disini artinya pemberian pakan tidak terlalu memakan banyak biaya karena itik bisa mencari makan dialam terbuka ketika dilepas. Untuk pemberian makan rutin minimal 2 kali sehari.
    2. Kita tidak hanya memanfaatkan daging dan telurnya saja akan tetapi kotoran dan bulunya bisa juga kita manfaatkan. Untuk kotoran dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman dan bulunya bisa di buat untuk kerajinan seperti kipas dan lain sebagainya

    B. Faktor Kelemahan

    1. Diperkirakan pada awalnya tentu usaha ini akan mengalami kendala dalam segi pemasarannya seperti jumlah pembeli yang masih sedikit dan kurangnya kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Dengan kondisi yang demikian kami akan berusaha untuk menutupi kekurangan tersebut dengan cara melakukan promosi yang lebih gencar dan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti para pedagang dan para pemilik warung.
    2. Karena usaha ini baru awal maka mungkin akan terjadi kendala pada saat pemeliharaan. Dengan kondisi yang demikian kami akan melakukan kerjasama dengan pengusaha itik lain untuk berbagi pengalaman dan saling membantu dalam hal pengadaan stok maupun pemasaran dari itik ini.

    C. Faktor kesempatan

    1. Melihat dari jumlah peternak unggas yang ada di Kabupaten Grobogan yang kebanyakan beternak ayam sedangkan untuk peternak itik masih sedikit tetapi permintaan akan telur itik semakin banyak maka kesempatan berusaha dengan sedikit pesaing yang membuat bisnis ini dapat berjalan dengan lancer
    2. Beternak itik relative mudah dibandingkan dengan beternak ayam.Itik lebih tahan terhadap penyakit.
    3. Mulai banyak warung-warung makan menyediakan menu itik,tetapi mereka kurang mendapat stok yang cukup karena jumlah peternak masih sedikit.

    D. Faktor Ancaman

    1. Kondisi perekonomian dan pengangguran,serta ancaman PHK yang tinggi membuat kemampuan masyarakat khususnya pada daya beli masyarakat menjadi menurun sehingga daya beli terhadap telur dan daging itik menjadi berkurang karena lebih memilih ayam yang harga lebih murah.
    Aspek Segmentasi, target, dan Posisi
    a. Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha peternakan adalah segala segmen bawah dan menengah
    b. Targeting
    Yang menjadi target market adalah pengusaha telur asing,pedagang pasar, dan konsumen.
    c. Positioning
    Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen sebagai perusahaan penghasil telur itik yang berkualitas,halal,tanpa tambahan obat-obat kimia berbahaya dan juga sebagai perusahaan yang siap bekerjasama dengan para investor dalam pengembangannya ke depan

    A. Permintaan
    Perkembangan permintaan saat ini Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan telur dan daging itik semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya telur dan daging itik sebagai penunjang kebutuhan protein bagi tubuh. Terlebih dengan ditunjang oleh beragam cara yang mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan telur dan daging itik.

    B. Penawaran
    Perkembangan penawaran saat ini Perkembangan penawaran disektor usaha peternakan itik pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha peternakan itik menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.

    BAB III

    ASPEK UMUM DAN ORGANISASI

    A. Nama Unit Usaha

    Unit usaha ini diberi nama’’Ternak Itik Badiri” dikarenakan bergerak dalam usaha ternak itik petelur yaitu itik Mojosari sebagai itik petelur unggulan dengan jumlah telur yang banyak dan berkualitas baik.
    Nama organisasi : Peternakan Itik “Ternak Itik Badiri”
    Jenis Organisasi : Peternakan dan budidaya itik petelur Mojosari
    Pemilik : ANDI PRAMANA ATMAJA
    BAGUS DWI SETYAWAN
    Alamat : Jalan selalu merdeka no 007,kecamatan Pejuang sari,kabupaten Grobogan
    No Telp : 080989999

    B. Struktur Organisasi

    PIMPINAN

    KARYAWAN 1

    KARYAWAN 2

    Tugas-tugas
    a. Pimpinan : melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu mulai dari merencanakan,mengorganisir,melaksanakan kegiatan dan mengawasi seluruh kegiatan dengan teliti.
    b. Karyawan : – merawat dan memelihara itik dengan baik
    –menjaga kebersihan kandang
    -memberi pakan secara teratur

    BAB IV
    ASPEK EKONOMI DAN KEUANGAN

    A. Investasi awal
    Investasi awal ini terdiri dari pembelian titik mojosari siap telur dan biaya kandang itik.
    a) Modal kerja
    Tanah sendiri
    Itik mojosari siap telur(Rp 39.000/ekor),400

    Betina 400×Rp 39.000= Rp 15.600.000

    Jantan 100×Rp 39.000= Rp 3.900.000

    Jumlah = Rp 19.500.000 b) Kandang

    Kandang itik sejumlah 5 kandang(1 kandang=100 ekor)

    Kandang 5×Rp 200.000= Rp 1.000.000

    Jumlah investasi awal( Rp 19.500.000+Rp1.000.000)= Rp 20.500.000

    B. Biaya Operasional dan tetap

    Biaya operasional yang timbul dari bisnis ini terdiri dari:

    a) Penyusutan kandang(penggunaan 5 tahun)

    Kandang Rp 1.000.000: 60bulan = Rp 17.000

    b) Perawatan itik(sampai umur 12 bulan/masa afkhir)

    Itik Mojosari 500ekor ×(Rp 39.000- Rp 31.000) = Rp 4.000.000/6bulan

    = Rp 600.000

    c) Biaya Pakan( Rp 2.000/kg,dengan asumsi 100 ekor untuk 15 kg)

    Pakan 60 kg × Rp 2.000×30 hari = Rp 3.600.000

    d) Biaya cadangan = Rp 100.000

    e) Biaya listrik = Rp 50.000
    f) Biaya Karyawan(2 orang) = Rp 1.000.000

    Total biaya Operasional dan tetap
    (Rp17.000+Rp600.000+Rp3.600.000+Rp100.000+Rp50.000+Rp 1.000.000)=Rp
    5.367.000/bulan
    C. Sumber Pembiayaan

    a) Modal Investor(untuk 2 orang,masing-masing sebesar Rp 5.000.000)= Rp 10.000.000

    b) Modal Sendiri =Rp10.000.000

    Jumlah = Rp 20.000.000

    D. Pemasukan

    Pemasukan diperoleh dari penjualan telur itik,pupuk,bulu itik.

    a) Telur itik( Rp 1100/telur)x400x80%x30hari = Rp 10.560.000/bulan

    b) Pupuk = Rp 40.000/bulan
    Jumlah = Rp 10.600.000/bulan

    E. Keuntungan

    Pemasukan-Pengeluaran=(Rp 10.600.000-Rp 5.467.000)

    =(Rp 5.133.000/bulan)

    F. Sistem bagi hasil

    70%:30%(70% untuk perusahaan,30% untuk investor)

    BAB V

    KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

    A. Kesimpulan

    Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha peternakan itik mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan. Terlebih ketika ada dukungan dari masyarakat grobogan karena dengan usaha ini selain mengajarkan masyarakat grobogan usaha ternak itik ini dan sebagai sumber pekerjaan tersendiri bagi masyarakat sekitar deaerah peternakan dan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi telur-telur unggas terutama telur itik sebagai makanan penambah protein guna menjaga kesehatan, serta tingkat persaingan yang belum terlalu komptetitif, maka kondisi tersebut memberikan peluang yang baik untuk dibidik dijadikan peluang usaha. Peluang tersebut memberikan rasa optimis untuk menjalankan usaha ini.

    B. Saran
    Dalam menjalankan usaha peternakan itik petelur ini, yang perlu untuk diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga stabilitas pasokan itik yang berkualitas dan mencari segmen yang tepat. Penentuan lokasi juga menentukan dalam memasarkan telur itik

  27. STUDY KELAYAKAN BISNIS
    USAHA:PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT BAITURAHIM

    STIKBA(Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturahim) adalah Salah satu sekolah kesehatan di provinsi jambi yang sudah cukup berdiri lama.

    STIKBA terdiri dari beberapa jurusan yakni:
    1.Jurusan Keperawatan S1dan D III
    2.Jurusan kebidanan Kebidanan D III
    3.Jurusan Ilmu Gizi
    4.Jurusan fisioterapi

    Kini STIKBA berusaha mengembangkan Ilmu pendidikandan bisnisnya dengan membangun Rumah Sakit Baiturahim.Diharapkan rumah sakit tersebut dapat menjadi rumah sakit pendidikan Ilmu kedokteran dan menjadi rumah sakit yang memfasilitasi kesehatan masyarakat.Lebih spesifik untuk pendidikan dan tempat praktik mahasiswa Baiturahim .
    Tujuan mereka tersebut secara umum di nilai positif dengan membangun rumah sakit,setidak nya menjadi tujuan pelayanan kesehatan terdekat di wilayah domisili rumah sakit tersebut,tepat nya di daerah Lebak Bandung simpang kawat kota Jambi.
    Namun bila di nilai dari beberapa aspek banyak kekurangan dan belum terpenuhi syarat berdirinya rumah sakit tersebut.

    Berikut pandangan dari beberapa aspek :

    A.Aspek Hukum
    Rumah sakit tersebut belum di kabarkan secara jelas mengenai izin pembangunan dan pendirian dari pemerintah pusat maupun daerah.Beberapa waktu yang lalu pemasangan batu pertama telah di lakukan oleh direktur STIKBA.Hingga kini pembangunan terus di lakukan secara progressif.

    B.Aspek Sosial Ekonomi dan budaya
    Berdirinya rumah sakit tersebut secara tidak lngsung menyerap tenaga kerja,sehingga mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat .

    C.Aspek Teknologi
    Aspek teknologi belum bisa di jabarkan karena rumah sakit masih dlm penggerjaan.

    D.Aspek Management
    Belum dapat di jabarkan karena masih belum selesai dalam pengerjaan

    E.Aspek Keuangan
    Pembiayaan rumah sakit di biayai dari yayasan yang berasal dari pembiayaan uang mahasiswa per semester.kemungkinan besar akan ada kenaikan pembayaran uang semester mahasiswa.tentu hal ini akan memperbert beban mahasiswa dan tentukn orang tua mahasiswa.

    Seandaipun berdiri kemungkinan besar pembayaran biaya perobatan akan tinggki di karenakan :
    1.Rumah sakit swasta
    2.Dimiliki oleh Yayasan
    3.Didirikan dengan biaya yang tinggi.
    4.Kesulitan dalam akrteditasi rumah sakit.

    F.Aspek Pemasaran
    Rumah sakit baiturahim di himpit dengan rumah 3 rumah sakit yang lokasi hampir berdekatan yaitu Rumah sakit Arafah,DKT,Bhayangkara.Sehingga sedikit lebih kuat persaingan,di khawatirkan rumah sakit tidak mencapai target sehingga akan gulung tikar,sementara dana yang terbenam sudah banyak dalam pembangunan dan fsilitas rumah sakit.

    G.Aspek Lingkungan
    Rumah sakit tersebut berada di tengah tengah pemukiman masyarakat.Sehingga di khawatirkan akan kesulitan dalam pengolahan limbah,
    karena bila tidak di tangani secara baik limbah akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

    NAMA : M.SANDITA S.
    TINGKAT : III A

  28. NAMA: HOLILAWATI ii
    NIM: PO.71.20.0.09.1914

    STUDI KELAYAKAN BISNIS
    USAHA BERTANAM BUAH MELON

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang
    Dewasa ini, perekonomian negara Indonesia menunjukkan kondisi yang kurang menggembirakan bagi para pelaku usaha dan masyarakat. Tingginya angka inflasi nasional dan kenaikan maupun kelangkaan harga BBM menjadi bukti adanya kurang kondusifnya kondisi perekonomian negara. Dalam kondisi yang seperti ini,
    masyarakat semakin terpuruk ketika harga kebutuhan beberapa bahan pokok mengalami peningkatan dan tidak lagi terjangkau yang juga tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan masyarakat.
    Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani. Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah menetapkan kebijakan impor untuk beberapa komoditas pertanian yang kualitas dan harganya jauh lebih murah dari hasil
    pertanian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang
    kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk mempunyai daya saing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya sebagai bekal dalam kehidupan sehari – hari.

    B. Gambaran Umum Potensi Usaha
    Kalau kita mencermati secara lebih mendetail mengenai kondisi perekonomian negara yang kurang
    stabil, maka apabila kita memposisikan diri sebagai pelaku usaha, maka yang akan telintas pertama kali di
    benak kita adalah mengenai bagaiman menciptakan sebuah unit usaha bisnis yang prospektif dan menguntungkan
    dalam jangka pendek dan jangka panjang sebagai tempat untuk melakukan investasi. Pemikiran yang kedua
    adalah dengan modal yang pas – pasan, produk apa yang akan kita produksi sehingga memunculkan permintaan pasar dan dapat memberikan keuntungan bagi kita. Kiranya pemikiran tersebut pantas muncul ketika kita semua terhimpit pada kondisi ekonomi yang sulit.
    Oleh karena itu, kita perlu untuk melakukan analisis mengenai hal – hal yang potensial untuk melakukan usaha agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kita. Dengan berbekal pada kebijakan pemerintah tentang kegiatan impor komoditas pertanian hal ini memungkinkan untuk terbukannya peluang dalam menjalankan usaha yang berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu bentuk usaha bisnis yang bisa dijalankan adalah dengan mendirikan usaha penjualan / bertanam buah Melon Honey Golden. Pemilhan melon jenis golden honey ini dikarenakan prospek yang cukup menjanjikan dan sedikitnya varietas buah ini dipasaran sekitar sehingga peluang usaha ini cukup besar. Melon jenis Honey Golden ini bibitnya didatangkan dari Thailand. Melon jenis ini memiliki kelebihan tersendiri dibanding buah melon biasa. Rasanya lebih manis seperti madu dan bila digigit, daging buah terasa lebih renyah. Dan faktor tentang sedikitnya masyarakat umum mengetahui rasa buah melon ini bisa menjadikan sebuah keuntungan karena kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka akan sebuah hal baru.
    Usaha ini bisa memberikan sebuah alternative lain untuk mendirikan sebuah usaha di persaingan pasar yang cukup tinggi. Selain membuka peluang kerja untuk masyarakat sekitar, kita bisa saling belajar dalam melakukan pertanian yang baik. Sehingga kelak kami bisa menjadi sentra/ pusat penjualan & penanaman buah melon jenis Honey Golden di daerah semarang khususnya.
    Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani melon, Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:
    1. Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani melon, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri
    2. Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
    3. Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
    4. Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.

    C. Analisis SWOT

    Dalam melakukan sebuah usaha, kita sekarang dituntut untuk menganalisa beberapa aspek penting untuk mengetahui layak atau tidaknya sebuah usaha dijalankan. Untuk itu kita harus bisa menganalisa SWOT :

    • Strength ( Kekuatan) :
    1. Buah melon jenis Honey Golden banyak diminati oleh masyarakat
    2. Semakin banyaknya industry-industri yang memproduksi makanan atau bahan minuman berbahan baku melon
    3. Letak / tanah yang cocok untuk ditanami buah melon
    4. Sedikitnya pesaing dalam menanam buah melon jenis Honey Golden

    • Weakness ( Kelemahan ) :
    1. Kegagalan dalam menanam buah Melon Honey Golden cukup tinggi dikarenakan faktor cuaca & hama penyakit.
    2. Mahalnya harga buah Melon Honey Golden
    3. Distribusi penjualan yang belum maksimal
    4. Minimnya daya beli masyarakat

    • Opportunies ( Peluang ) :
    1. Tempatnya dekat kota
    2. Pesaing dalam bisnis ini sangat sedikit
    3. Besarnya minat perusahaan impor dalam menampung hasil panen

    • Threats ( Hambatan ) :
    1. Tanaman melon rentan terserang hama dan penyakit
    2. Biaya yang dikeluarkan cukup besar
    3. Pemasaran yang kurang terorganisasi dangan baik

    ASPEK PEMASARAN

    A. PERENCANAAN USAHA

    Dalam merencanakan usaha dagang ini, saya memasukan beberapa faktor – faktor untuk menunjang
    berhasilnya perencanaan usaha ini. Dengan mempelajari tiap detail usaha yang akan di;akukan.
    Dalam menjalankan usaha menananam buah Melon Honey Golden ini rencana seperti ini sangat
    dibutuhkan karena faktor kegagalan dan keberhasilan yang masih fifty – fifty (50 : 50 ). Hal pertama
    yang harus dilakukan adalah
    1. membuat bagan presentase pertumbuhan buah melon
    2. membuat daftar kendala – kendala apa saja yang di hadapi dalam penanaman buah melon Honey
    Golden
    3. membuat pembukuan penjualan buah Melon Honey Golden dari awal panen hingga akhir panen.

    Dengan terencananya usaha ini, usaha penanaman buah Melon Honey Golden diharapkan bisa maksimal
    dalam meraih keuntungan penjualan.

    B. SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING DAN STATEGI PEMBAURAN USAHA

    1. Segmentasi
    Yang menjadi segmen dari usaha menanam buah Melon Honey Golden adalah Segmen menengah ke atas.
    2. Targeting
    Yang menjadi target Market adalah Perusahaan buah import, pasar buah dan retail buah
    3. Positioning
    Kami ingin menciptakan peluang usaha baru di masyarakat sekitar sehingga dengan adanya usaha seperti ini masyarakat bisa atau mampu untuk mencoba usaha yang sama sehingga kami bisa menjadi Domain atau pusat buah penjualan Melon Honey Golden di wilayah kami.
    4. Strategi Pembauran Usaha
    Kami ingin memperkenalkan varietas baru buah melon di masyarakat umum, sehingga setelah mereka mengenal produk jenis Honey Golden ini. Kami memberikan diskon 10 % dari harga penjualan di pasar. Dan dengan cara ini diharapkan masyarakat bisa tertarik dan menjadi pelanggan setia kami.

    C. PERMINTAAN

    1) Perkembangan permintaan saat ini
    Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan buah Melon Honey Golden semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya buah – buahan sebagai penunjang kebutuhan vitamin bagi tubuh. Terlebih dengan kandungan vitamin dan gizi yang terdapat dalam buah Melon Honey Golden cukup besar sehingga buah ini bagus untuk konsumsi dan menjaga kesehatan.
    2) Prospek permintaan di masa yang akan datang.
    Dengan banyaknya varietas / jenis buah melon tersebut akan mengalami kejenuhan. Melon Honey Golden bisa diguanakan sebagai pilihan yang cukup tinggi di banding jenis buah melon lainnya. Dan dengan kondisi kejenuhan masyarakat akan jenis buah – buahan yang dapat di konsumsi. Jenis buah Melon Honey Golden bisa dijadikan alternative yang cukup menjanjikan.

    D. Penawaran
    1) Perkembangan penawaran saat ini
    Perkembangan penawaran disektor usaha buah pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius. Oleh karena itu, agar usaha buah menjadi lebih baik maka perlu peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.
    2) Prospek penawaran di masa yang akan datang
    Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha penjualan buah Melon Honey Golden pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran yang inovatif untuk menarik pasar.

    E. Program Pemasaran
    1) Tingkat pelayanan
    Dalam memasarkan buah Melon Honey Golden kami memberikan layanan yang memuaskan melalui layanan yang ramah dan memilih sendiri buah di tempat penjualan langsung.
    2) Penetapan harga
    Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk meningkatkan pangsa pasar.
    3) Kegiatan promosi
    Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di media masa cetak, blog pribadi dan iklan facebook, maupun sebagai sponsor kegiatan masyarakat ataupun instansi pemerintah/swasta.
    4) Kegiatan Distribusi
    Untuk kegiatan distribusi, kami menggunakan armada distribusi sendiri.

    ASPEK TEKNIS DAN OPERASI

    A. Rencana Pengembangan
    a. Evaluasi lokasi
    Lokasi yang akan kami pilih untuk lahan penanaman buah Melon Honey Golden yaitu sawah sewaan di daerah Kuwaron Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Kota Semarang.
    b. Sarana dan prasarana
     Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah : Lahan berupa Sawah, mesin semprot, mesin sedot (diesel), ember, gudang penyimpanan pupuk dll.
     Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan rumah sebagai homebase hasil panen, di pasar tempat berjualan.
    c. Tenaga ahli dan tenaga biasa
    Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha penanaman kami adalah tenaga ahli bidang penanaman melon, pemantau lapangan (wakil tenaga ahli melon), pemasaran, keuangn, produksi dan sdm serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha.
    d. Bahan – bahan pokok
    Bahan pokok yang digunakan dalam menjalankan usaha penanaman buah Melon Honey Golden antara lain : Benih Melon Golden Honey dengan kualitas yang baik, pupuk kompos, pupuk kandang dan pupuk organik.
    e. Lahan penanaman
    Berkaitan dengan lahan penanaman buah Melon Honey Golden. Akan ditanam di atas tanah seluas 3 hektar dengan setiap hektarnya terdapat 3000 tanaman sehingga total tanaman yang ada mencapai 9000 tanaman buah Melon Honey Golden
    f. Jadwal pelaksanaan
    Usaha penanaman buah Melon Golden Honey akan mulai ditanam pada tanggal 1 Juni 2011 sampai tanggal 10 Agustus 2011 sampai waktu panen tiba ( mulai awal penanaman buah melon sampai waktu panen tiba dibutuhkan waktu selama kurang lebih 70 hari).
    g. Perkiraan biaya teknis dan operasi
    Biaya teknis dan operasional diperkirakan mencapai Rp750.000.000,

    B. Rencana Pengoperasian Usaha
    a) Proses operasi usaha
    Proses operasi usaha meliputi rencana penanaman, penjadwalan distribusi dan rencana penjualan dan pemesanan.
    b) Kebutuhan bahan operasi
    Kebutuhan bahan operasi penanaman buah Melon Honey Golden dikelola oleh tenaga ahli tanaman buah dan tenaga ahli lapangan yang mengkoordinasikan dengan tenaga ahli buah melon mengenai masalah – maslah tanaman ( penyakit, hama dll).
    c) Kegiatan perawatan mesin
    Kegiatan perawatan mesin kami menggunakan tenaga yang ada untuk memperbaiki, dang mengontrol mesin yang di gunakan dalam hal ini mesin semprot dan mesin sedot air ( diesel ).

    ASPEK KEUANGAN

    A. Kebutuhan Dana Investasi
    a. Investasi harga tetap
    Investasi ini mencapai Rp 18.000.000,-
    b. Biaya pra operasi
    Biaya pra operasi mencapai Rp 78.100.000,- yang digunakan untuk
    proses pembelian tanah dan mendirikan bangunan.
    c. Modal kerja
    Modal kerja digunakan untuk membiayai seluruh biaya pra operasional
    + biaya operasional yang mencapai Rp 142.100.000,-
    Total kebutuhan dana Investasi = Rp 160.000.000,-

    B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana
    a. Modal sendiri
    Modal sendiri Rp 60.000.000,-
    b. Pinjaman bank
    Pinjaman dari bank Rp 100.000.000,-

    C. Rencana Kebutuhan Dana
    Analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Luas lahan 1 ha, populasi 3.000 tanaman. Sehingga pada luas tanah 3 ha, kita bisa menanam buah Melon Honey Golden sebanyak 9000 populasi tanaman.
    1. Biaya pra operasional
    o Sewa tanah 3 hektar semusim = Rp 30.000.000,-
    o Trajak 1 m @1000 = Rp 9.000.000,-
    o Mesin sedot air (diesel) 2 unit = Rp 5.000.000,-
    o Mesin semprot 6 unit = Rp 8.400.000,-
    o Mulsa @Rp 450.000 = Rp 9.450.000,-
    o Ember kecil 10 buah = Rp 150.000,-
    o Ember besar 10 buah = Rp 250.000,-
    o Karung 50 buah = Rp 1.250.000,-
    o Cangkul 5 buah = Rp 250.000,-
    o Gudang penyimpanan pupuk = Rp 500.000,-
    o Gubug tunggu melon = Rp 300.000,-
    o Brongsong 4 dus @Rp 750.000 = Rp 3.000.000,-
    o Kardus 100 bal @Rp80.000 = Rp 8.000.000,-
    o Solatip 2 kardus isi @72 biji = Rp 1.050.000,-
    o Rafiah 10 bal @Rp 140.000 = Rp 1.400.000,-
    o Alat solatip 3 buah @Rp 20.000 = Rp 100.000,-

    Total = Rp 78.100.000,-

    2. Biaya operasional
    o Benih melon Honey Golden 30 @Rp 410.000 = Rp 12.300.000,-
    o Buat bedengan 1 hektar @650.000 = Rp 1.950.000,-
    o 1 Tenaga ahli melon@Rp 400.000 x 10 minggu = Rp 4.000.000,-
    o 2 Tenaga ahli lapangan@Rp 300.000 x 10 minggu = Rp 6.000.000,-
    o 5 Tenaga ahli pria @Rp1.050.000 x 10 minggu = Rp 10.050.000,-
    o 4 Tenaga lapangan wanita @Rp 720.000 = Rp 7.200.000,-
    o 2 Penjaga malam @500.000/bulan = Rp 1.000.000,-
    o Pupuk – pupuk = Rp 10.000.000,-
    o Bensin = Rp 4.550.000,-
    o Perawatan mesin operasional = Rp 1.000.000,-
    o Biaya transportasi = Rp 500.000,-
    o Biaya distribusi = Rp 3.000.000,-
    o Biaya lain- lain = Rp 2.000.000,-

    Total = Rp 64.000.000,-

    3. Pemasukan
    1. Misalnya rata-rata produksi tanaman 3 kg (rata-rata 1 pohon) maka produksi per 3.000 m2 ditaksir mencapai 22.500 kg dari 2,5 kg x 9000 pohon
    2. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 1121 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 22500 kg – 1121 kg = 21375 kg.
    3. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 ; 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. Jika harga melon kelas M1. Rp. 4.000,-; kelas M2 Rp. 3.000,-; kelas M3 Rp. 2.500,- maka penerimaan penjualan melon.
     Kelas M1 = 65% x 21375 kg x Rp.6.000,- Rp. 83.362.500,-
     Kelas M2 = 25% x 21375 kg x Rp.5.000,- Rp. 26.718.750,-
     Kelas M3 = 10% x 21375 kg x Rp. 4.000,- Rp. 8.550.000,-
    Jumlah penerimaan Rp. 118.631.250,-
    4. Laba atau Rugi

     Jumlah pemasukan – biaya operasional
    = Rp 118.631.250 – Rp 64.000.000
    = Rp 54.631.250,-
    Dari hasil perhitungan diatas usaha ini memiliki prospek yang cukup menjajikan walaupun kegagalan dalam penanaman dan pemasaran juga cukup besar.

    ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL
    A. Penyaluran Ilmu
    Adanya penanaman buah melon ini diharapkan bisa dijadikan pembelajaran bagi petani lain untuk memanfaatkan lahan sawah tidak hanya ditanami padi saja tetapi bisa di gunakan untuk menanam buah atau sayuran untuk memunuhi kebutuhan keluarga & penghasilan tambahan.
    B. Penyerapan tenaga kerja
    Usaha buah Melon Honey Golden ini memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 10 orang dan memperkecil angka pengangguran dimasyarakat.
    C. Dampak terhadap lingkungan masyarakat
    a. Adanya peningkatan ekonomi masyarakat khususnya para karyawan.
    b. Adanya lowongan lapangan pekerjaan baru
    c. Peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi buah berkualitas.
    D. Dampak terhadap industri lain
    a. Bagi usaha yang sejenis tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan.
    b. Bagi petani buah melon lokal akan berupaya untuk meningkatkan kualitas produksin

  29. Sabtu, 02 April 2011
    Studi Kelayakan Bisnis ES KRIBO

    RENCANA BISNIS
    “es kribo”
    (es krim dan bolu)

    A. PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang memiliki suhu udara harian yang cukup tinggi. Dicuaca yang panas tersebut, tentunya banyak orang akan merasa lelah dan dahaga setiap harinya. Oleh sebab itu kami mencoba mengembangkan suatu lahan bisnis yang sangat berpotensi karena hal tersebut yaitu suatu makanan dan minuman yang pasti disukai oleh semua kalangan/orang dengan harga yang terjangkau tetapi masih jarang di temukan di kota Semarang. Kami menyebut produk bisnis yang kami tawarkan tersebut dengan nama “Es Kribo” yaitu sebuah singkatan dari es krim dan bolu. Sebagai suatu tempat atau wadah yang akan kami gunakan untuk menyediakan berbagai bentuk dan varian ice cream tersebut, kami menggunakan sebuah tempat yang berbasis cafe ice cream yang kami beri nama “Cream cafe“. Dengan mengkombinasikan ide-ide baru yang kreatif sehingga diharapkan orang-orang (para konsumen) tertarik untuk menikmatinya bahkan sampai ‘meleleh’ ketagihan.
    Alasan pemilihan gagasan usaha atau keunggulan dari usaha tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Iklim Tropis Indonesia
    Secara alami, letak negara kita di khatulistiwa ini sangat mendukung perkembangan bisnis es krim. Apalagi suhu udara harian di kota Semarang kenyataannya juga semakin bertambah.
    2. Konsumennya Berasal dari Berbagai Kalangan (sasaran konsumen luas).
    Semua orang mengenal es krim. Mulai anak-anak hingga orang dewasa kenal dan akrab dengan es krim. Produk ini sangat tidak asing bagi siapapun. Itu berarti peluang memasarkannya jauh lebih mudah dari pada produk yang asing atau baru ditawarkan. Kami akan mengkombinasikan rasa es krim yang lezat, kemasan/penyajian yang menarik dan menggoda yang akan membuat konsumen mengenal dan menyukai produk kami.
    3. Pasar Bisnis Es Krim Mudah Dicari.
    Dengan memilih (survey) tempat yang ramai dan strategis misalnya tempat yang menjadi lalu lintas mall, kampus, sekolah, futsal, pasar, kolam renang dll, maka kami yakin bisnis tersebut akan segera menuai kesuksesan.

    4. Belum adanya persaingan yang berarti.
    Produk kami memiliki keunggulan dibanding kompetitor lain yaitu kami menyajikan es krim dengan berbagai varian rasa tetapi kami memiliki resep khusus yang akan membuat konsumen ketagihan. Apalagi produk es krim kami rendah kandungan lemaknya (low fat ice cream)sehingga sangat menyehatkan apabila di konsumsi setiap hari.
    5. Mudah Dimulai dan Dijalankan ( tidak memerlukan keterampilan tinggi) serta Pengawasan yang mudah.
    Untuk memulainya kami tidak memerlukan keterampilan khusus, tetapi mudah dipelajari. Tidak perlu tenaga dengan keahlian khusus. Modal awal yaitu memiliki mesin Pembuat Es Krim (Ice Cream Maker) baik yang model Es Puter/Skop atau model Kran (Soft Ice Cream) sekaligus perawatan perawatan mesinnya. Kemudian peralatan dalam membuat kue-nya. Untuk pengawasan mudah dilakukan karena setiap mesin menghasilkan produk yang sudah pasti sehingga penyelewengan dari karyawan hampir tidak ada.
    6. Proses Pembuatan (produksi) yang Cepat
    Membuat es krim tidak perlu waktu terlalu lama, dan jumlah produksi dan variasi produk pun bisa Anda atur sendiri. Sehingga konsumen tidak perlu menunggu lama.
    7. Peluang Bisnis Es Krim tidak ada matinya
    Peluang bisnis es krim tak akan pernah tua, dari zaman dulu sampai sekarang bisnis es krim tetap ada. Kami yakin peluang bisnis es krim juga akan tetap ada dan berkembang seiring kemajuan zaman dan kreatifitas manusia. Pangsa pasar-nya pun akan terus kami kembangkan setiap periode.

    Misi dan Tujuan Perusahan

    Misi : Mampu menguasai sektor-sektor skala kecil sampai skala yang besar dengan mengutamakan pelayanan, mutu, dan variasi produk berdasar pada etika dan persaingan yang sehat.

    Tujuan 1 : Memperoleh keuntungan dari tingkat pejualan produk yang akan terus ditingkatkan dengan tetap mengutamakan mutu produk, kesehatan konsumen, kepercayaan konsumen, serta menghindarkan kebosanan dan kejenuhan terhadap selera pasar sehingga meningkatkan kredibilitas atau nilai perusahaan.

    Tujuan 2 : Target pangsa pasar mengalami peningkatan minimal 15% pertahun.

    Tujuan 3 : Laju pertumbuhan produksi perusahaan mengalami peningkatan minimal 5% pertahun dengan mampu bersaing secara sehat serta membuat dan menemukan peluang yang kreatif.

    LEMBAGA – LEMBAGA YANG MEMBIAYAI
    Modal dalam menjalankan bisnis tersebut kami peroleh dari :
    1. Patungan (Sebesar Rp 10.000.000,00)
    2. Pinjaman bank (Sebesar Rp 35.000.000,00)

    B. ANALISIS PERUSAHAAN

    Ringkasan Perusahaan

    Perusahaan ini memiliki nama “Cream cafe ” dimana produk utama kami adalah es krim dan bolu, serta produk-produk lain yang saling mendukung.
    Dengan perpaduan bermacam cita rasa dan bentuk tersebut kami yakin produk kami akan sangat menarik hati konsumen.
    Saluran distribusi untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal yaitu melalui publisitas dengan iklan-iklan kreatif, santunan dan promosi yang tepat sasaran untuk menguasai pasar.

    Sasaran konsumen adalah masyarakat umum yaitu semua orang/konsumen dari berbagai kalangan baik dari dalam ataupun dari luar wilayah adalah target pasar. Kami lebih menitik beratkan sasaran konsumen pada kalangan anak muda yang suka nongkrong dan berkumpul sambil menikmati produk kami yang harganya terjangkau.

    Kepemilikan Perusahaan

    Perusahaan dimiliki dan dikelola oleh pribadi dan 2 orang rekan yaitu mendirikan perusahaan dengan modal patungan dan juga diperoleh dari pinjaman. Namun dalam pelaksanaannya, saya bekerjasama dengan beberapa pihak yang saling menguntungkan.

    Pendirian Perusahaan

    Bisnis ‘Cream cafe’ ini berdiri dan diresmikan pada tanggal 1 januari 2011 oleh pemilik gabungan yang bernama Maulana Ivanul Hasan, Doni Setyawan dan Muhammad Husein dengan tujuan mendapatkan keuntungan usaha dengan mengembangkan industri makanan dan minuman yang berperan penting bagi manusia sebagai kebutuhan pokok sekaligus sebagai penciptaan suatu lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.
    Alasan Kami memilih bisnis ice cream ini karena Indonesia adalah negara dengan daerah tropis dan tentu saja ice cream sudah tidak asing lagi bagi siapapun sehingga industri ice cream sangat cocok dikembangkan di Indonesia terutama di kota Semarang yang memiliki tingkat suhu udara cukup tinggi. Untuk pangsa pasar bisnis ice cream adalah selalu berkembang dan tak pernah mati.
    Namun, produk ice cream yang ditawarkan di berbagai industri ice cream atau perusahaan yang sudah ada sangat minimum dalam segi rasa dan bentuk, maka dari situlah muncul ide untuk mengeluarkan terobosan rasa-rasa baru dengan bentuk-bentuk varian yang menarik bahkan low fat ice cream dengan kualitas pelayanan yang terbaik.

    IZIN USAHA

    Cream cafe ini telah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang telah diurus di Departemen Perdagangan dan Perindustrian. Produk es krim dan bolu dari perusahaan kami juga sudah dijamin halal dan memiliki sertifikat BPOM.

    Lokasi dan Fasilitas Perusahaan

    Kantor dan lokasi usaha adalah bergabung dalam satu bangunan. Banguna itu sendiri adalah rumah pribadi yang cukup luas dan telah didekorasi sesuai kebutuhan. Bisnis ini akan kami dirikan di wailayah Sampangan kota Semarang dimana letaknya cukup strategis dengan keberadaan dan lalu lintas konsumen seperti sekolah menengah atas, kampus maupun orang-orang yang sudah bekerja.
    Cream cafe ini mampunyai sistem seperti halnya cafe pada umumnya yang bisa di gunakan sebagai tempat meeting, nongkrong, kumpul, atau berdua dengan pasangan terutama untuk kalangan anak muda dengan view pemandangan yang menarik.

    Lokasi Perusahaan berada di Kawasan Simpang Lima Semarang dengan sistem sewa.
    Cream cafe ini juga dilengkapi dengan fasilitas hot spot yang dapat digunakan dengan gratis bagi para konsumen dengan membeli minimal salah satu produk.

    Bangunan yang bertingkat dan memiliki luas 15x30m dengan fasilitas tempat parkir yang cukup luas. Fasilitas tempat produksi adalah berada dibelakang (rumah produksi) dan tempat untuk menjualnya yaitu “Cream cafe”. Peralatan yang harus disediakan adalah mesin produksi (mesin ice) yang mampu memproduksi ice cream dengan efisien dan cepat. Serta peralatan pendukung lainnya untuk membuat cake.
    Bangunan ini tidak memiliki status sewa karena bangunan ini berdiri di atas tanah yang telah dibeli dan dimiliki oleh pribadi pemilik dan memilki sertifikat tanah.

    CSR (Corporate Social Responsibility)
    Nilai lebih perusahaan kami adalah dimana Cream cafe peduli dengan masyarakat sekitar. Kami berencana untuk menyediakan KOTAK SOSIAL yang berjumlah 2 buah yaitu di kasir dan di dekat pintu masuk. Dari situ Cream cafe akan mengumpulkan dana untuk di sumbangkan ke beberapa panti asuhan / panti jompo setiap 2 bulan sekali. Dari kegiatan rutin tersebut diharapkan perusahaan memiliki citra yang baik bagi masyarakat serta sebagai bentuk kepedulian sosial.

    ASPEK PRODUK

    Deskripsi Produk

    Barang atau produk yang akan dijual ada 12 jenis es krim ialah soft ice cream, hard ice cream (es puter), Ice cream cone, chococorte bolu, eskrim goreng dan ice cake dengan bermacam cita rasa, bentuk yang sangat menarik hati dan dengan variasi jenis maupun mutu dengan harga terjangkau. Semua produk Ice Cream yang saya tawarkan adalah memiliki kualitas low fat ice cream yaitu mengandung manfaat yang dapat menyehatkan tetapi rendah lemak. Disamping itu kami juga menawarkan berbagai minuman buah dan juga beberapa menu makanan yang menyehatkan dan tentu saja dapat saling melengkapi dengan produk utama yaitu Ice Cream.

    Karakteristik Produk

    Produk-produk yang saya tawarkan yaitu soft ice cream, hard ice cream, dan ice cake ini memiliki karakteristik rasa dan penyajian yang berbeda dari para pesaing yang sudah ada terutama menu ice cake yang kami tawarkan memiliki keunikan rasa dan bentuk yang sangat menarik sehingga calon konsumen dapat tertarik untuk menikmatinya. Saya selalu berinovasi menciptakan diferensiasi produk untuk menghindari kejenuhan akan beberapa produk sekaligus dalam usaha memenangkan persaingan.

    Untuk kualitas, mutu dan harga produk sudah kami perhitungkan dengan matang dimana sebagian besar konsumen menyukai cita rasa dan mutu yang tinggi tetapi dapat menikmatinya dengan harga yang terjangkau.
    Kami memberikan mutu pelayanan yang terbaik dan bersahabat dengan mempekerjakan karyawan yang sudah berpengalaman di bidangnya.
    Jam operasinya berlangsung mulai pukul 10.00 siang sampai 10.00 malam atau menyesuaikan dengan event yang akan kami selenggarakan. Untuk pelayanan konsumen kita menyediakan sudut-sudut tempat yang nyaman dan didukung dengan view pemandangan kota yang memiliki daya tarik tersendiri.

    Produk-produk yang kami tawarkan ada 12 jenis es krim yaitu :
    1. soft ice bolu
    2. hard ice cream (es puter)
    3. ice cream cone (besar)
    4. ice cream cone (kecil)
    5. ice cream chococorte bolu
    6. es krim goreng
    7. es krim buah
    8. ice cream sandwich
    9. ice cake
    10. es krim jahe
    11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai)
    12. es krim yoghurt

    Kemudian Kami menyediakan berbagai macam pilihan rasa diantaranya :
    – Chocolate
    – Coconut
    – Capucino
    – Durian
    – Mocha
    – Noughat
    – Raspberry
    – Vanila
    – Strawberry
    – Jahe

    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

    Analilis Pasar

    Mengembangkan usaha untuk memasuki peluang pasar dengan produk yang andal dengan berbagai iklan, santunan dan promosi yang kreatif untuk menguasai pasar.
    Memenangkan persaingan secara sehat dengan membuat dan menemukan peluang yang kreatif dan luar biasa. Pencapaian target konsumen dilakukan seluas-luasnya dengan segmentasi yang terencana dengan baik.

    Segmentasi pasar :
    Calon konsumen yang ingin diraih adalah seluruh kalangan konsumen baik dari konsumen kelas atas ataupun dari kelas menengah ke bawah yang terdiri dari semua umur, jenis kelamin dan kalangan baik itu dewasa anak-anak dan terutama kaum remaja.
    Potensi jumlah konsumen dari kelas atas maupun kelas menengah ke bawah adalah optimis tinggi karena bisnis ini tergolong sederhana, higienis, banyak diminati dan tentunya karena harganya yang terjangkau.
    Kesimpulannya segmentasi pasar yang kami miliki sangat luas serta tidak memiliki batasan sehingga sangat petensial untuk dikembangkan.

    Target pasar / peramalan pasar:
    Pasar untuk bisnis ice cream adalah sangat luas. Konsumennya bisa berasal dari semua kalangan terlebih dengan harga yang terjangkau maka pasar dapat terdiri dari kalangan pelajar sekolah, mahasiswa, para pekerja dan orang yang berpenghasilan rendah sampai menengah.
    Tetapi kami akan lebih memfokuskan kepada konsumen dari kalangan anak muda Semarang yang dinamis serta memiliki minat yang tinggi untuk nongkrong, nonton film, mendengarkan musik atau hanya sekedar melepas penat. bagi kesibukan sehari-hari.
    Oleh sebab itu proyeksi pertumbuhan pasar diharapkan mampu berkembang dengan pesat karena dari segi lokasi usaha sendiri memang belum terdapat persaingan yang ketat sehingga kami mempunyai peluang pasar yang akan terus berkembang.

    Strategi Bisnis dan Implementasi

    Strategi pemasaran (marketing mix)

     Product : Produk ice cream yang kami tawarkan menggunakan teknologi mesin ice yang aman dan berstandar tetapi dalam pembuatannya kami menggunakan resep-resep khusus yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan pesaing. Produk dikemas dan disajikan dengan cantik dan menarik. Pelayanan penjualan produk yang ramah sehingga konsumen mendapatkan kepuasan.produk kami memiliki barand dan kualitas yang terjamin.

    Manfaat dan keunggulan produk : Keunggulan produk kami adalah es krim yang memiliki kandungan lemak yang rendah. Bukan hanya itu, menu makanan yang kami sediakan sangat menyehatkan karena mengandung protein yang tinggi (dari susu) dan kadar gulanya juga rendah sehingga baik untuk tubuh. Selain protein, juga terkandung calcium dimana calcium dapat melindungi tubuh kita dari berbagai macam penyakit chronis seperti kanker, sakit kepala sebelah, obesitas anak-anak dan membantu kita untuk menghilangkan lemak yang tidak kita inginkan

     Promotion : promosi dilakukan di berbagai tempat keramaian secara intensif dengan sales promosi sehingga diharapkan banyak orang yang mengetahui keberadaan usaha dan tertarik untuk membeli produk.
    Kegiatan promosi tersebut dapat berbentuk pemberian brosur, sample, pemberian voucher, iklan media massa, pamflet/spanduk dengan mengedepankan efisiensi dana, sifat pasar dan misi dari kegiatan iklan dan publikasi.
    Untuk pelayanan kami memberikan service yang sempurna kepada setiap konsumen yang datang di Cream cafe dengan sales promotion girl (SPG) yang sudah terlatih/berpengalaman.

     Price : untuk harga dapat ditekan dalam beberapa produk tertentu dengan kombinasi pedoman penetapan harga berdasarkan biaya produksi (cost plus pricing), penetapan harga berdasarkan nilai atau manfaat produk dan penetapan harga berdasarkan persaingan. Untuk cost plus pricing yaitu dengan biaya operasional/produksiyang seminimal mungkin, tetapi juga akan dinaikkan seiring dengan mutu produk. Kami memberikan patokan harga yang murah tetapi mampu bersaing dengan kompetitor. Harga berkisar antara Rp 5.000,- sampai dengan Rp 20.000,- saja.

    Berikut adalah daftar harga produk kami :

    1. soft ice bolu = Rp 8.000
    2. hard ice cream (es puter) = Rp 5.000
    3. ice cream cone (besar) = Rp 5.000
    4. ice cream cone (kecil) = Rp 3.000
    5. ice cream chococorte bolu = Rp 10.000
    6. es krim goreng = Rp 4.000
    7. es krim buah = Rp 5.500
    8. ice cream sandwich = Rp 6.000
    9. ice cake = Rp 15.000
    10. es krim jahe = Rp 4.000
    11. es krim sehat (bahan dasar susu kedelai) = Rp 6.000
    12. es krim yoghurt = Rp 8.000

     Place : penempatan lokasi sudah direncanakan dengan baik yaitu berada di lokasi strategis dekat dengan lingkungan kerja (kantor), lingkungan kampus juga lingkungan sekolah dan lingkungan umum dengan sasaran utamanya adalah anak muda sehingga lokasinya strategis dan memenuhi semua chanel. Lokasi Cream cafe juga bebas dari kemacetan dan mudah di jangaku dari arah pusat kota.

     Power : usaha ice cream ini selain dijual di rumah usaha (Cream cafe) juga akan diperluas usahanya sesuai dengan perencanaan yaitu dijual dalam pesanan tertentu untuk beerbagai keperluan.

     Public Relation : kegiatan usaha ini disediakan orang-orang yang sudah profesional dalam bidang public relation untuk mengelola pengenalan kegiatan usaha. Mutu pelayanan menjadi perhatian utama agar perusahaan memiliki citra yang baik dimata konsumen dan masyarakat.

    6P strategi pemasaran tersebut adalah untuk meyukseskan perusahaan yang dikenal dengan 4O yaitu
    • Object (barang yang dihasilkan untuk dijual)
    • Objective (tujuan memperoleh keuntungan jangka panjang)
    • Organization (bentuk organisasi yang efektif dan efisien)
    • Operative (pengoperasian organisaisi sesuai dengan strategi)

    Strategi periklanan dan publikasi

    a. Menentukan Sasaran:
    – konsumen yang dituju adalah semua kalangan dari usia sekolah, mahasiswa bahkan sampai para pekerja terutama masyarakat menengah keatas.
    – cara mencapai sasaran yaitu dengan melalui berbagai media seperti iklan radio, koran, majalah, berbagai brosur, iklan cetak dan lain-lain. Namun sarana yang paling penting disini adalah word mouth (dari mulut kemulut) dengan memberkan mutu pelayanan yang semaksimal mungkin diharapkan konsumen akan ikut menjadi subjek pemasaran.

    b. Besarnya Anggaran (budget) Iklan:
    budget iklan didasarkan pada persentase perkiraan volume penjualan perperiode yaitu sebesar 25%-40% dari perkiraan total nilai penjualan dari tahun pertama.

    c. memilih media massa yang tepat dan bekerjasama dengan rekan usaha yang saling menguntungkan ( misal dalam bentuk brosur, pamflet, iklan di radio/surat kabar)
    untuk beriklan di media koran/majalah dilakukan setiap seminggu sekali.

    d. desain iklan
    desain iklan kami buat semenarik mungkin, kreatif dan komunikatif sehingga pasar yang dituju dapat mengerti dan tertarik dengan produk es krim dan bolu kami.

    e. Mengevaluasi hasil iklan:
    membandingkan biaya iklan dengan penghasilan perusahaan. Dilakukan juga pengujian atas keberhasilan promosi dengan hasil penjualan yang akan dievaluasi setiap bulannya.

    STRATEGI PROMOSI DAN PUBLIKASI DALAM BIDANG EVENT ORGANIZER

    Selanjutnya kami dari pihak manajemen sendiri memiliki cara untuk publikasi yang cukup efektif yaitu dalam bidang event organizer dengan menyelenggarakan event musik indie (dengan tema yang akan disesuaikan dengan minat konsumen) yang sangat digemari oleh anak muda di Kota Semarang yang akan diadakan 2 kali dalam satu bulan. Langkah ini merupakan penggabungan hobi kami dalam bidang musik dan Cefe Kribo digunakan sebagai tempat dan penyelenggara event tersebut yaitu dengan perencanaan sebagai berikut:

    1. Menyediakan peralatan band + sound sistem (kepunyaan sendiri).
    2. Menyiapkan band-band yang akan tampil yaitu 2-3 band bintang tamu dan 10 band kolektif ( setiap band kolektif yang ingin tampil dalam acara tersebut harus melakukan registrasi dengan menyetorkan uang registrasi sebesar Rp 50.000,- per band, jadi total pemasukan dari band kolektif adalah Rp 500.000,-.
    3. Menyiapkan jadwal dan susunan acara. Bagi band kolektif diberi durasi waktu 15 menit tiap band dan 25 menit untuk band bintang tamu.
    4. Melakukan publikasi melalui media jejaring sosial seperti FACEBOOK dan TWITTER, media SMS dan media pamflet yang akan disebarkan di berbagai tempat keramaian anak muda kota Semarang.

    Skema dari acara ini adalah CREAM CAFE sebagai pihak sponsor dan penyelenggara dimana harga tiket masuk sebesar Rp. 13.000,- atau dapat juga masuk secara gratis dengan menggunakan kupon / voucher pembelian yang akan didapatkan setiap membeli produk es krim dan bolu kami setiap pembelian diatas harga Rp 10.000,-. Kapasitas untuk ruang dalam acara ini adalah mencapai lebih dari 200 orang karena pada hari penyelenggaraan event tersebut cafe hanya buka pada siang hari dan mulai sore hari jam 15.00 isi cafe (meja dan kursi) akan dikosongkan, selanjutnya acara akan dimulai jam 16.30 untuk penyelenggaraan event tersebut.

    Dari sini kami memproyeksikan keuntungan dari event tersebut adalah :

    a. pemasukan dari band kolektif = Rp 500.000,00
    b. penjualan tiket 150 pengunjung x 13.000 = Rp 1.950.000,00
    (50 pengunjung dari voucher/kupon pembelian)
    c. tambahan dari sponsor = Rp 500.000,00 +

    TOTAL PEMASUKAN Rp 2.950.000,00

    biaya operasional, publikasi dan iklan = ( Rp 500.000,00 )
    honor 2 band bintang tamu = ( Rp 600.000,00 )
    biaya pemeliharaan alat = ( Rp 100.000,00 ) +

    TOTAL PENGELUARAN Rp 1.200.000,00

    Jadi Pemasukan bersih = Rp 2.950.000,00- Rp 1.200.000,00 = Rp 1.750.000,00

    jadi, untuk tiap 1 kali penyelenggaraan event diperkirakan akan meperoleh keuntungan sebesar Rp 1.750.000,00. Kemudian dalam 1 bulan akan diselenggarakan 2 kali event jadi total pemasukan dari 2 event tersebut adalah Rp 3.500.000,00 perbulan.
    Menurut kami, event ini adalah terobosan yang efektif sebagai sarana pengenalan dan publikasi untuk CREAM CAFE yang efektif kepada kalangan anak muda pecinta musik indie Semarang sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan.

    ASPEK OPERASIONAL

    Rencana Penjualan

    Produk ice cream yang kami tawarkan dijual secara eceran maksudnya adalah produk tersebut tidak dibatasi jumlah minimum produk yang harus dibeli. Produk ini juga kami iklankan melalui media internet, tetapi untuk konsumen yang ingin melakukan pemesanan bisa juga melalui telepon. Dalam usaha ini kami juga melatih beberapa tenaga karyawan untuk proses produksi, dan dalam hal pelayanan konsumen.
    Untuk rencana penjualan kami akan mengkalkulasi rata-rata permintaan dari konsumen pada tiap bulannya selanjutnya data tersebut akan menjadi dasar acuan dalam penawaran produk bulan berikutnya mencakup penganggaran dan pembelian bahan baku.

    Proses Produksi
    Untuk proses produksi kami menggunakan mesin pembuat ice cream yang dapat bekerja maksimal. Mesin ini dapat membuat ice ceram dengan cepat sehingga efisien dalam waktu produksi.

    Deskripsi Mesin es krim adalah mesin untuk mengolah susu menjadi Es Krim (Soft Ice Cream) dengan berbagai macam rasa. Kami memiliki 2 tipe mesin es krim sesuai kebutuhan produksi.

    Fungsi Dengan mesin es krim ini, Kami bisa memproduksi es krim jenis lunak (soft ice cream) atau es cone dengan jumlah yang banyak dan memproduksi jenis hard ice cream.

    Tipe T1800D30B

    Spesifikasi Teknis Mesin Es Krim (Soft Ice Cream Maker)
    Tipe T1800D30B
    Output Triple Kran
    Dimensi (p x l x t) (mm) 680 x 600 x 710
    Daya Listrik Kerja (watt) 1800
    Daya Listrik Stand by (watt) 0 – 400
    Sistem Mekanik gearbox + belt
    Kapasitas (liter) 15
    Refrigerant R 134 a
    Kelebihan menggunakan Mesin Es Krim
    Beberapa kelebihan Mesin Pembuat Es Krim Kami antara lain:
    • Mesin dapat digunakan sesuai kapasitas produksi yang diinginkan.
    Mesin Es Krim kami memiliki jumlah 3 kran, sehingga efisien dalam proses produksi, waktu, kapasitas produksi dan kebutuhan daya listrik.
    • Lebih Efisien Tenaga dan Biaya.
    Tenaga kerja yang dibutuhkan cukup 1 (satu) orang saja dengan tingkat keterampilan yang tidak terlalu tinggi. Kami memiliki 2 mesin jadi untuk proses produksi jumlah total 2 pekerja.
    • Ada Support Bahan Baku (bubuk es krim instant)
    kami dapat melakukan proses produksi menggunakan bahan baku bubuk es krim instant yang berkualitas sebagai penambah varian rasa dan produk. Dan juga menggunakan bahan susu kedelai yang kaya protein dan rendah lemak.

    Kerjasama perusahaan
    Perusahaan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lainnya terutama dengan perusahaan pemasok dan perusahaan yang berhubungan dengan kegiatan produksi, advertising dan publict relation. Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat tercipta hubungan yang baik dengan para partner sehingga kerjasama tersebut dapat membuahkan keuntungan yang maksimal.

    Organisasi

    Organisasi perusahaan ini dibawah kendali pemilik perusahaan dan pemegang saham pribadi dan beberapa pelaksana yang bertugas menangani kinerja karyawan secara langsung.
    Sehingga pembagian tugas dicerminkan dengan struktur organisasi sederhana yang dilandasi dengan disiplin, kerjasama, kejujuran, dan semangat adalah sebagai berikut

    Dengan kelebihan sebagai berikut:
    1. kesatuan komando terjamin.
    2. pengmbilan keputusan tepat sasaran.
    3. mudah dikenali sifat-sifat setiap karyawan/pekerja.
    4. terdapat rasa kekeluargaan yang kuat.

    Posisi teratas merupakan pemilik perusahaan, dibawahnya adalah 4 kepala bagian yang masing-masing sekaligus sebagai pelaksana yang menjalankan wewenang dalam hal produksi, SDM, keuangan, dan pemasaran. Selanjutnya tugas mereka sebagai pelaksana adalah terjun langsung kedalam kegiatan usaha sekaligus untuk mengawasi kinerja karyawan, dan yang terakhir adalah 6 karyawan sesuai bidangnya masign-masing.

    Manajemen

    1. Top manajemen :
    Nama : Maulana Ivanul Hasan
    Posisi : DIRUT / Pemilik perusahaan

    2. Middle manajemen :
    a. Nama : Muhammad Husein
    Posisi : manajemen produksi
    Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.
    b. Nama : Doni Setyawan
    Posisi : manajemen Pemasaran
    Latar belakang : lulusan S1 manajemen dan berpengalaman 1 tahun.

    3. Lower manajemen :
    Terdiri dari 6 Karyawan dan receptionist, yaitu 3 di bidang produksi, 2 dibidang pelayanan (pelayan cafe), 1 di kasir.

    Kesenjangan/ Risiko yang mungkin dihadapi dalam Tim Manajemen:
    Manajemen yang sederhana ini memiliki beberapa keburukan diantaranya
    1. maju mundurnya perusahaan ditangan satu orang
    2. dapat terjadi tindakan otoriter
    3. kesempatan berkarir terbatas

    Oleh sebab itu untuk mengatasi beberapa kesenjangn tersebut maka pihak manajemen akan menunjuk tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang menyediakan saran, konsultasi hukum, dan pajak.
    Untuk meningkatkan kinerja maka diberikan 3 aspek penting yaitu kompensasi kerja, hubungan atasan bawahan yang harmonis, dan kondisi kerja yang nyaman.

    ANALISI KEUANGAN

    a. perencanaan keuangan
    Perusahaan didirikan oleh modal pribadi modal patungan dan modal pinjaman. Dalam pengoperasian usaha ini dibutuhkan peralatan berupa mesin produksi yang akan disusutkan sebesar 5-10% pertahun dan kendaraan untuk alat transportasi. Modal dipergunakan seefisien mungkin sehingga untuk penggajian karyawan tetap sesuai dan memuaskan sehingga diharapkan akan terjadi timbal balik dari karyawan.
    b. akuntansi keuangan
    Setiap transaksi baik itu kegiatan produksi, distribusi (pemasaran), iklan, prive dan transaksi perusahaan lainnya akan dicatat dan dianalisis oleh pihak akuntan untuk dapat mengambil kebijakan dan meramalkan usaha.
    c. analisis keuangan
    Menganalisis kinerja perusahaan terhadap penyimpangan-penyimpangn yang mungkin terjadi, analisis volume biaya keuntungan, analisis bauran penjualan, resiko dan untung-rugi perusahaan.
    d. akuntansi manajemen
    Menyediakan dasar pengalokasian biaya bagi setiap produk atau proses serta mempersiapkan dan mengontrol anggaran biaya.
    e. penganggaran
    Menyeleksi dan merencanakan investasi modal yang didasarkan pada besar pengembalian/keuntungan yang akan didapat dari investasi tersebut.

    Kapitalisasi dan Biaya Start-Up

    ITEM BIAYA
    Mesin produksi Rp 20.000.000,00
    Peralatan pendukung (mixer, oven, loyang dan alat pembuat kue lainnya) Rp 3.500.000,00
    Perlengkapan meja dan kursi, kipas angin Rp 4.000.000,00
    Pemasangan hot spot Rp 2.000.000,00
    Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
    Peralatan lain-lain (piring saji dll) Rp 2.500.000,00
    Freezer Rp 3.000.000,00
    TOTAL Rp 43.000.000,00
    Catatan:
    – membeli 2 mesin produksi
    – peralatan lain-lain adalah peralatan yang digunakan sebagai pelengkap produksi dan proses untuk penyajian.
    – peralatan pendukung adalah peralatan yang berfungsi sebagai fasilitas atau sarana yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen.

    1. Kas Rp 50.000.000,00
    Modal Rp 50.000.000,00
    (Setoran untuk modal awal)
    2. Perlengkapan Rp 3.000.000,00
    Kas Rp 3.000.000,00
    (Pembelian Perlengkapan)
    3. Peralatan pendukung Rp 3.500.000,00
    Kas Rp 3.500.000,00
    (Pembelian Peralatan)
    4. Biaya tambahan (hot spot) Rp 2.000.000,00
    Kas Rp 2.000.000,00
    5. Peralatan tambahan Rp 2.500.000,00
    Kas Rp 2.500.000,00
    6. Properti dan Dekorasi Rp 8.000.000,00
    Kas Rp 8.000.000,00

    Estimasi Biaya Operasional dan Produksi per bulan

    ITEM BIAYA RATA RATA (perbulan)
    Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
    Iklan Rp 500.000,00
    Biaya transportasi Rp 200.000,00
    Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
    Penyusutan mesin Rp 200.000,00
    Penyusutan Kendaraan Rp 100.000,00
    Biaya Asuransi Rp 50.000,00
    Penggajian Rp 8.300.000,00
    Pembayaran hutang Rp 700.000,00
    Biaya Sewa Rp 1.200.000,00

    TOTAL Rp 15.600.000,00

    BIAYA TETAP (FC)

     Biaya Gaji Rp 8.300.000,00
    gaji 5 karyawan @ Rp 700.000 = Rp 3.500.000
    gaji 4 manajer @ Rp 1.200. 000 =Rp 4.800.000
     Biaya Asuransi Rp 50.000,00
     Penyusutan Rp 300.000,00
    penyusutan mesin Rp 200.000,00
    penyusutan kendaraan Rp 100.000,00
     Pembayaran Hutang Rp 700.000,00
     Biaya sewa Rp 1.200.000,00 +
    Rp 10.550.000,00

    BIAYA VARIABEL (VC)

     Belanja bahan baku Rp 4.000.000,00
     Iklan Rp 500.000,00
     Biaya transportasi Rp 200.000,00
     Biaya listrik dan telepon Rp 350.000,00
    +
    Rp 4.050.000,00

    TOTAL BIAYA TETAP + BIAYA VARIABEL
    Rp 10.550.000,00 + Rp 4.050.000,00 = Rp 14.600.000,00

    PERKIRAAN KEUNTUNGAN PENJUALAN perbulan

    PRODUK HARGA PER ITEM
    (rupiah) JML ITEM TERJUAL
    (Rata2 perhari) JML ITEM TERJUAL (perbulan) TOTAL
    (rupiah)
    1. Ice ConeBesar 5000 8 240 1.200.000
    2. Ice Cone Kecil 3000 8 240 720.000
    3. Soft Ice Bolu 8000 5 150 960.000
    4. Chococorte Bolu 10000 6 180 1.800.000
    5. Es Puter 5000 6 180 9.00.000
    6. Ice Cake 15000 4 120 1.800.000
    7. Es Goreng 4500 6 180 810.000
    8. Es Krim Sandwich 7000 5 150 1.050.000
    9.Es Krim Sandwich jumbo 10000 4 120 1.200.000
    10. Es Krim Buah 6000 6 180 1.080.000
    10. Es 11. Es krim jahe 4500 5 150 675.000
    12. Es krim sehat 6000 6 180 1.080.000
    1 13. Es krim yoghurt 8000 7 210 1.680.000
    14. Es Krim Teh Hijau 7000 8 240 1.680.000
    15. Es Krim Blackforest 10000 6 180 1.800.000
    16. Es Krim Ubi Jalar 4000 4 120 480.000
    17. Es Krim Kacang Hijau
    18. Es Krim pisang karamel
    Total Pemasukan Dari produk Es Krim, Bolu dan Cake 18.015.000

    Event organizer 1750000 – 2 3.500.000

    Total Pemasukan Dari Event 3.500.000
    TOTAL PEMASUKAN (TR) 21.035.000

    OMSET PEMASUKAN – PENGELUARAN
    = Rp 21.035.000,00 – Rp 15.600.000,00 = Rp 5.435.000,00

    Perkiraan kembali modal =
    Rp 50.000.000,00/ Rp 5.435.000 = 9,1
    jadi perkiraan akan kembali modal dalam jangka waktu 9 bulan.

    KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

    A. Kesimpulan

    Karakteristik produk yang kami miliki yaitu es krim rendah lemak, rendah gula dan rendah kolesterol dapat memberikan peluang yang positif bagi pasar. Produk kami dikenal oleh semua orang dan dapat dinikmati oleh siapa saja semua kalangan. Dengan pemanfaatan tempat dan pelayanan yaitu melalui Cream Cafe, memberikan nilai positif dalam hal fasilitas serta kenyamanan.
    Dari hasil analisis perusahaan, analisis strategi pemasaran, analisis operasional dan analisis keuangan diaatas dapat menunjukkan hubungan yang positif. Dimana total omset perbulan adalah Rp 21.035.000,00 kemudian dikurangi dengan biaya total perbulan sebesar Rp 15.600.000,00 maka dapat dikalkulasikan keuntungan bersih perusahaan sebesar Rp 5.435.000.,00
    Perusahaan dapat terus meningkatkan laba dengan strategi pemasaran yang jitu dan meningkatkan promosi atau iklan.
    Dari laba tersebut perusahaan (Cream Cafe) dapat memproyeksikan untuk mencapai Pay Back Periode selama 9 bulan, sehingga usaha tersebut layak untuk dijalankan dan diperluas bidang usahanya.

    Rekomendasi

    Dalam menjalankan bisnis ini yang perlu diberi perhatian khusus adalah bagaimanapihak manajemen dapat memanfaatkan modal yang besar untuk melebarkan sayap bisnis melalui diferensiasi produk, promosi penjualan yang efektif dan bagaimana mempublikasikan produk ice cream atau mempublikasikan keberadaan tempat usaha (Cafe) kepada masyarakat. Sehingga perlu untuk menjalin kerjasama yang baik dengan suplier, pihak-pihak advertising serta konsultan dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempelajari tingkah laku / selera konsumen serta perilaku kompetitor.

    Informasi Restaurant
    Nama Clara’s Cake and Cookies
    Alamat Jl. HOS Cokroaminoto 52 a. Jakarta Pusat
    Telephone +62 21 31908019, 31908123
    Jam Buka

    Jenis Masakan Cake dan Ice Cream
    Harga Rp.

    Tipe Cafe
    Suasana Santai
    Merokok Dilarang
    Busana Casual
    Lain – lain Tersedia Taart dan Ice Cream Low Sugar untuk diet dan penderita diabetes.

    Mitos : Es krim biang keladi kegemukan
    Fakta : Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik, karena kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat
    kecil yaitu sekitar 10% dari total kebutuhan energi/hari dan 15% dari total kebutuhan lemak/hari.

    Mitos : Es krim menyebabkan batuk pilek
    Fakta : Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh, jadi saat es krim es krim masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es. Penyebab batuk pilek adalah terutama virus dan alergen pada anak-anak yang mempunyai sifat alergi bawaan

    Mitos : Es krim menyebabkan gigi berlubang
    Fakta : Gigi berlubang disebabkan fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.
    Mitos : Memakan es krim terlalu cepat membuat sakit kepala
    Fakta : Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (atau yang lebih umum disebut brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal. Teori yang lain mengatakan penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut menyebabkan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala. Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut ganglion sphenopalatina, dan sangat mungkin inilah penyebab dari brain freeze.

    Kandungan gizi es krim per 100 g
    • energi (207 Kal)
    • protein (4 g)
    • lemak (12,5 g)
    • kalsium (123 mg)
    • fosfor (99 mg)
    • natrium/sodium

    Selain zat gizi di atas, agar lebih yummy, es krim ditambahkan pengemulsi dan perasa (flavour).

    Di balik kelembutan dan rasa manisnya, es krim terbukti memiliki beberapa fakta gizi yang tak terduga. Keunggulan es krim didukung oleh bahan baku utamanya, yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizi yang lengkap.
    Para peneliti menemukan lebih dari 100.000 jenis molekul yang terkandung di dalam susu. Selain air dan lemak, molekul-molekul tersebut mencakup protein, karbohidrat, mineral, enzim-enzim, gas, serta vitamin A. C dan D. Terdapat beberapa peneliti yang menyatakan bahwa susu termasuk dalam golongan pangan fungsional.

    Pangan fungsional merupakan pangan yang memiliki efek kesehatan lain di samping efek zat gizinya. Susu mengandung beberapa komponen bioaktif yang memiliki efek kesehatan yang signifikan. Komponen bioaktif susu di antaranya adalah protein susu, laktosa, asam-asam lemak dan mineral, terutama kalsium. Hal ini menyebabkan produk-produk turunan susu juga masih memiliki efek fungsional, termasuk es krim.

    Sebagian besar komponen dalam susu telah diketahui fungsinya secara biologis bagi tubuh. Komponen yang telah diketahui fungsinya adalah protein terutama dari bagian whey, termasuk di dalamnya alfalaktalbumin, betalaktoglobulin, imunogobulin, laktoferin, dan glikomakropeptida.

    Alfalaktalbumin berperan serta dalam metabolisme karbohidrat. Alfalaktalbumin memiliki kemampuan berinteraksi dengan enzim galaktotransferase. Fungsi enzim tersebut mentransportasikan galaktosa ke pool glukosa. Beberapa penelitian membuktikan alfalaktalbumin sebagai zat antitumor.

    Betalaktoglobulin diduga dapat mengikat retinol (vitamin A) dalam saluran pencernaan, sehingga meningkatkan penyerapannya. Betalaktoglobulin juga mentransportasikan retinol.
    Imunoglobulin merupakan kelompok protein kompleks yang memiliki kontribusi signifikan dalam komposisi protein. Fungsinya meningkatkan imunitas tubuh.

    Laktoferin adalah glikoprotein pengikat zat besi, memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh nonspesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas ?iviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

    Glikomakropeptida (GMP) dapat menstimulasi sekresi gastrik dan meningkatkan regulasi pencernaan. Salah satu sekuen derivat GMP berpotensi sebagai pembentuk platelet dalam regulasi darah. Platelet yang terbentuk dapat mengurangi lamanya waktu pendarahan saat terjadi luka. GMP juga tersusun atas oligosakarida yang memiliki fungsi prebiotik (menstimulasi pertumbuhan bakteri baik).

    Salah satu komponen dari golongan karbohidrat yang telah diteliti fungsinya adalah laktosa. Laktosa akan menambah cita rasa dan mempertahankan palatabilitas (rasa enak) es krim.

    Fungsi-fungsi biologis asam lemak seperti asam butirat dan asam linoleat terkonjugasi juga telah diketahui. Salah satu fungsi asam butirat yang sangat mengejutkan adalah memiliki aktivitas antipatogenik, antibakteri, dan antiviral. Fungsi mineral kalsium adalah dalam hubungannya dengan kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

    Bahan lain yang turut menyusun es krim adalah gula, pengemulsi, dan penstabil. Jenis gula yang sering dipakai adalah sukrosa, berfungsi memperbaiki tekstur, meningkatkan kekentalan, dan memberi rasa manis. Bahan penstabil berfungsi menjaga air di dalam es krim agar tidak membeku benar dan mengurangi kristalisasi es. Bahan pengemulsi dipakai untuk memperbaiki tekstur es krim yang merupakan campuran air dan lemak. Bahan penstabil yang umum digunakan dalam pembuatan es krim dan frozen dessert lainnya adalah CMC (carboxymethyl cellulose), gelatin, Naalginat, karagenan, gum arab, dan pektin.

    Rasa pada es krim merupakan kombinasi antara cita rasa dan bau, diciptakan untuk memenuhi selera konsumen. Tak heran jika es krim disukai oleh segala kalangan. Es krim sebetulnya memiliki nilai gizi tinggi dibandingkan dengan jenis minuman lain karena terbuat dari bahan dasar susu.

  30. Nama :LISITA SARI
    NIM : PO.71.20.0.09.1922
    Tingkat : III A

    ” BISNIS GORENGAN ”

    Siapa yang tidak suka makan gorengan? Nah, makanan ringan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi lidah kita. Dalam hal usaha pun, dapat dipastikan para pedagang gorengan bisa meraih pangsa pasar yang sangat beragam. Berbagai macam jenis gorengan yang kita kenal antara lain, mulai dari gorengan yang fenomenal yakni Ayam Goreng Kentucky Fried Chicken atau KFC, yang dirintis oleh Kolonel Harland Sanders, hingga tempe mendoan khas Karesidenan Banyumas.
    Dengan melihat kesuksesan KFC, maka bisa disimpulkan bahwa prospek usaha gorengan bisa menjadi jaminan masa depan jika kita mampu meracik bumbu yang unik dan tentunya lain dari pada yang lain. Untuk usaha gorengan ayam sendiri di wilayah Yogyakarta kita akan mengenal ayam goreng Mbok Berek, yang biasa disebut Fried Chicken-nya Jawa atau Javanese Fried Chicken, yang dirintis oleh Nini Ronodikromo atau yang biasa disapa Mbok Berek.
    Konsumen
    Mulai dari balita sampai dengan manula, bisa menikmati lezatnya berbagai jenis bahan makanan yang digoreng. Harganya yang murah, membuat makanan ini disukai hampir semua lapisan masyarakat.
    Info bisnis
    Selain berbagai macam ayam goreng, kita bisa menemukan macam gorengan lain yang sangat popular bagi kita, seperti tempe goreng, tahu isi, bakwan, ubi goreng, cireng (aci goreng), tape goreng, dan lain-lain. Kita bisa menemukan berbagai macam gorengan tersebut mulai dari Restoran yang mewah hingga yang dijual di angkringan atau rumah. Nah, untuk membuat usaha warung gorengan ini pun cukup mudah. Peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain:

    1. Tempat Untuk Berjualan.

    Tempat untuk berjualan gorengan ini bisa berupa gerobak dorong dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah. Bisa juga ditambahkan terpal jika Anda ingin berjualan menetap. Namun jika tidak memungkinkan ataupun tidak menghendaki berjualan dengan menggunakan gerobak, Anda bisa menjual gorengan cukup di rumah atau depan rumah, dengan tempat yang sederhana, misalnya etalase atau cukup dengan meja untuk meletakkan gorengan. Selain itu, berbagai alternatif tempat berjualan ini antara lain di perempatan, depan gang, depan sekolah, gerbang komplek perumahan, pinggir jalan yang ramai, dan lain-lain. Tentunya dengan catatan bahwa tempat-tempat tersebut diperbolehkan untuk berjualan atau tidak mengganggu ketertiban umum.

    2. Peralatan Memasak.

    Untuk peralatan memasak sendiri tentunya cukup dengan peralatan memasak yang sederhana, seperti kompor, wajan dan serok untuk menggoreng (kalau bisa wajan yang besar agar bisa menampung banyak bahan yang digoreng), tempat plastik untuk meletakkan gorengan, alat penggiling jika diperlukan, serta tas plastik atau kresek. Sediakan pula cabai rawit, karena banyak yang beranggapan bahwa rasa gorengan tidak lengkap tanpa cabai rawit.

    3. Peralatan Lain.

    Untuk peralatan yang lain Anda bisa menambahkan meja atau kursi secukupnya untuk para pembeli yang mengantri.
    Harga yang bisa Anda tawarkan antara Rp. 500,00 sampai Rp. 750,00 per gorengan, dengan keuntungan antara Rp. 50,00 hingga Rp. 100,00 per gorengannya. Kisaran keuntungan yang sebesar itu, dan gorengan yang terjual bisa mencapai ratusan buah maka dalam satu bulannya Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Hal ini juga tergantung seberapa banyak Anda akan menjual gorengan per harinya.
    Kelebihan bisnis
    Bisnis gorengan bisa dimulai dengan modal kecil, bahkan dengan modal dibawah satu juta. Sehingga bisnis ini cocok dijalankan masyarakat yang mencari peluang bisnis dengan modal kecil. Selain itu masyarakat Indonesia cenderung menyukai gorengan, baik masyarakat kota maupun masyarakat daerah menu gorengan selalu dicari sebagai camilan sehari – hari. Hal ini memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha, karena besarnya minat masyarakat akan gorengan memudahkan mereka memasarkan dagangannya.
    Kekurangan bisnis
    Selain kelebihan, ada beberapa kendala yang sering dijumpai saat menjalankan bisnis ini. Salah satunya yaitu naiknya harga bahan baku seperti tepung terigu dan minyak goreng, sehingga para pedagang kesulitan untuk menekan biaya produksi karena untuk menaikan harga produk akan menimbulkan resiko ditinggalkan konsumen.
    Disamping kendala tersebut, tingginya angka persaingan bisnis gorengan juga menjadi hambatan yang dihadapi konsumen. Untuk memenangkan persaingan pasar, kualitas produk harus selalu terjaga dan berikan inovasi baru pada produk yang dihasilkan. Kendala yang ketiga yaitu, adanya informasi mengenai dampak buruk bagi kesehatan apabila terlalu banyak mengkonsumsi gorengan. Oleh karena itu jaga kebersihan dan kualitas bahan baku yang digunakan, agar gorengan yang diproduksi juga aman untuk dikonsumsi. Namun tidak usah khawatir, ada beberapa solusi yang dapat dicoba agar gorengan Anda aman untuk dikonsumsi, antara lain yaitu:

    1. Gantilah minyak yang Anda gunakan secara berkala. Apabila minyak yang digunakan sudah berwarna hitam atau keruh, maka gantilah dengan minyak yang baru. Hal ini bisa mencegah penimbunan kolesterol lebih banyak.

    2. Biasanya ada beberapa penjual gorengan yang bertindak curang, dengan menambahkan plastik atau sedotan plastik pada saat menggoreng. Tindakan seperti ini mereka lakukan dengan tujuan agar gorengan tetap crispy. Anda bisa membuktikan sendiri dengan mempraktekkannya di rumah. Buat gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik dan gorengan yang tidak dicampur dengan sedotan plastik, lalu diamkan beberapa jam. Setelah itu Anda bisa melihat, gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik akan tetap terlihatcrispy sementara yang lain akan terlihat melempem. Hal ini sebaiknya jangan Anda contoh, apabila Anda tidak ingin kehilangan pelanggan.

    3. Dalam meniriskan gorengan, sebaiknya Anda menggunakan tisu dapur atau bahan penyerap lain yang dapat kontak dengan makanan (food grade). Hindari meniriskan gorengan dengan menggunakan kertas koran atau kertas lainnya yang bertinta, karena tinta mengandung timbal dan akan mudah menempel pada makanan berminyak.
    Pemasaran
    Untuk memasarkan gorengan sehingga dikenal banyak orang, Anda bisa memasarkannya dari mulut ke mulut. Informasikan kepada rekan maupun kerabat dekat Anda, sehingga informasi bisnis Anda dapat tersebar di lingkungan sekitar. Anda juga bisa memasang spanduk besar yang berisi nama usaha dan jenis gorengan yang ditawarkan, sehingga informasi bisnis Anda dapat diketahui oleh masyarakat.
    Agar menarik minat konsumen, Anda juga bisa mendisplay gorengan Anda di gerobak. Sehingga orang yang melewati jalan tersebut, tertarik untuk mampir membeli gorengan setelah melihat gorengan yang baru selesai digoreng.
    Kunci sukses
    Mengingat semakin banyaknya penjual gorengan maka disarankan agar Anda mencoba mencari inovasi-inovasi resep gorengan Anda agar tidak kalah saing. Selanjutnya jagalah kebersihan peralatan dan lokasi usaha, sehingga konsumen tidak merasa ragu untuk membeli produk Anda. Dengan modal ratusan ribu rupiah pun Anda bisa memulai membuka usaha gorengan yang sederhana. Kini saatnya membuka peluang usaha dengan modal kecil, Anda pun sudah bisa memperoleh keuntungan besar yang menjanjikan.

    Analisis Ekonomi

    Modal awal
    Bahan baku : Rp 100.000,00
    Gerobak : Rp 500.000,00
    Peralatan (wajan, kompor, baskom, dll) : Rp 300.000,00
    Lain – lain : Rp 25.000,00 +
    Jumlah : Rp 925.000,00
    Penyusutan peralatan setelah pemakaian 2 tahun ( 24 bulan )
    = 1/24 x Rp 800.000,00 = Rp 33.350,00
    Biaya Operasional / hari
    Pembelian bahan baku : Rp 100.000,00
    Gas Elpiji : Rp 14.000,00
    Penyusutan peralatan : Rp 33.350,00
    Lain – lain : Rp 10.000,00+
    Jumlah : Rp 157.350,00
    Pemasukan
    Omset/ hari : 400 buah x @ Rp 500,00 : Rp 200.000,00
    Laba bersih / hari
    Rp 200.000,00 – Rp 157.350,00 : Rp 42.650,00
    Laba bersih / bulan
    Rp 42.650,00 x 30 hari : Rp 1.279.500,00

  31. Nama : R.A Ade Meliana
    Tingkat : III A
    Materi : Study Kelayakan Bisnis Warnet

    Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi sangat meningkat, untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan sarana – sarana yang memadai dalam rangka pengiriman dan penerimaan informasi yang baik terutama dalam pelayanan jasa telekomunikasi Untuk melihat kelayakan usaha tersebut dapat diketahui dari berbagai aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha tersebut, kita lihat satu persatu aspek-aspek tersebut yang pertama aspek pasar, apabila pasar atau konsumen yang akan menikmati produk jasa ini tidak begitu banyak berarti dilihat dari aspek pasar usaha ini tidak layak, yang kedua aspek teknis apabila tidak ada unsur-unsur teknis yang mendukung jalannya usaha ini tidak dapat berjalan dengan maksimal, aspek keuangan apakah modal yang diperlukan memenuhi target dan sumber-sumber dana yang ditaksirkan, aspek manajemen siapa yang melakukan masing-masing aspek tersebut, aspek hukum bagaimana bentuk legalitas perusahaan, apakah mempunyai izin usaha, aspek sosial bagaimana pengaruhnya kepada masyarakat sekitar proyek.
    Analisa Aspek-Aspek Kelayakan Proyek.
    Dalam merencanakan suatu proyek tersebut dipengaruhi enam aspek yang perlu menjadi perhatian untuk membantu kelancaran suatu usaha. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi dan sosial.
    1. Aspek Pasar dan Pemasaran
    Penyediaan sarana jasa Warung Internet ini adalah salah satu bentuk pelayanan jasa komunikasi yang di butuhkan dari sekian banyak kebutuhan manusia, melalui jasa ini pemilik warnet harus jeli dalam menentukan lokasi dimana akan didirikannya warnet tersebut, dan didalam pendirian warnet CV. Rame ini yang terletak di Jl. sawangan, Lokasinya sangat memungkinkan karena terletak sangat srategis dimana banyak anak sekolahan dan warga yang bertempat tinggal, dan di sepanjang Jl. sawangan ini banyak orang yang membuka usaha, seperti apotik, rumah makan, puskesmas, warnet ini berdekatan juga dengan perkampungan yang ditempati mayoritas oleh penduduk asli Depok. Dalam hal ini untuk pembukaan cabang baru warnet CV. Rame di Jl.sawangan dapat diperkirakan layak untuk didirikan .
    2. Aspek Teknis
    Pihak CV. Rame dalam melayani konsumen selama 24 jam. Pemilihan lokasi cukup strategis, karena terletak di daerah yang banyak anak sekolahan dimana banyak anak sekolahan dan warga yang melintasi jalan ini.
    3. Aspek Manajemen / Organisasi
    Yang dinilai dari aspek ini adalah parah pengelola usaha dan stuktur organisasi yang ada. mulai dari merencanakan, melaksanakan samapai dengan mengendalikan agar tidak terjadi penyimpangan.
    Keterangan dan penjelasan dari bagan struktur organisasi CV. Rame adalah sebagai berikut :
    A. PEMIMPIN CV. Rame
    Pemimpin adalah pemilik CV. Rame yaitu Sarmi Dan Rati beliau adalah pimpinan tertinggi dalam perusahaan karena ia yang mendirikan dan sekaligus yang memberikan wewenang dan mengontrol langsung jalannya perusahaan Tugas dan tanggung jawab serta wewenang :
    a. Mengkoordinir, mengawasi segala kegiatan CV. Rame baik dalam hal pelayanan terhadap konsumen kenyamanan dalam warnet
    b. Membuat rencana kerja
    c. Membuat keputusan mengenai kebijaksanan umum
    d. Membina dan mengarahkan para karyawan untuk bekerja lebih baik
    e. Berhak menegur dan mengkoreksi tindakan karyawan yang menyimpang dari aturan
    f. Berhak memberhentikan dan mengganti karyawan
    g. Memutuskan jumlah gaji karyawan
    B. BENDAHARA CV. Rame
    Bendahara CV. Rame adalah sahabat dari Sarmi dan Rati yang bernama Melati dan Evi . Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya:
    a. Mencatat dan membekukan setiap transaksi
    b. Mengatur biaya dan pendanaan yang dilakukan perusahaan
    c. Mengeluarkan dana yang diperlukan oleh warnet
    d. Menyiapkan laporan keuangan hasil operasi usaha
    e. Melaporkan penyimpangan yang terjadi
    C. KARYAWAN
    Karyawan CV. Rame terdiri dari dua orang karyawan Tugas dan Tanggung jawab :
    a. Bekerja dengan baik pada warnet Rame
    b. Menjalankan transaksi pemakaian jasa telekomunikasi
    c. Menerima dan bertanggung jawab atas uang pembayaran konsumen
    d. Melaporkan pada bagian keuangan terhadap uang hasil pendapatan
    e. Bertanggung jawab yang baik kepada konsumen
    4. Aspek Ekonomi Sosial
    Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut di jalankan. Dampak ekonomi tertentu yaitu peningkatan pendapatan masyarakat. Demikian pula dengan dampak sosial seperti sarana dan prasarana seperti jalan, pendidikan, transportasi, dll.
    5. Aspek Hukum
    Membahas masalah tentang kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk, badan usaha sampai surat izin yang dimiliki.
    6. Apek Dampak Lingkungan (AMDAL)
    Setiap proyek yang dijalankan akan berdampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar baik terhadap darat, air dan udara yang akhirnya berdampak pada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.
    Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan informasi sangat meningkat, untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan sarana – sarana yang memadai dalam rangka pengiriman dan penerimaan informasi yang baik terutama dalam pelayanan jasa telekomunikasi Untuk melihat kelayakan usaha tersebut dapat diketahui dari berbagai aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha tersebut, kita lihat satu persatu aspek-aspek tersebut yang pertama aspek pasar, apabila pasar atau konsumen yang akan menikmati produk jasa ini tidak begitu banyak berarti dilihat dari aspek pasar usaha ini tidak layak, yang kedua aspek teknis apabila tidak ada unsur-unsur teknis yang mendukung jalannya usaha ini tidak dapat berjalan dengan maksimal, aspek keuangan apakah modal yang diperlukan memenuhi target dan sumber-sumber dana yang ditaksirkan, aspek manajemen siapa yang melakukan masing-masing aspek tersebut, aspek hukum bagaimana bentuk legalitas perusahaan, apakah mempunyai izin usaha, aspek sosial bagaimana pengaruhnya kepada masyarakat sekitar proyek.
    Tujuan
    1. Untuk menjelaskan bagaimana penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok.
    2. Untuk menjelaskan bagaimana mengkonversikan penilaian kelayakan usaha warung internet CV. Rame Jl. Sawangan Depok menggunakan metode Payback Period, Net Present Value ( NPV ).
    Objek
    Objek perusahaan dalam proposal ini adalah CV. Rame Depok.
    Analisa Aspek-Aspek Kelayakan Proyek
    Dalam merencanakan suatu proyek tersebut dipengaruhi enam aspek yang perlu menjadi perhatian untuk membantu kelancaran suatu usaha. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi dan sosial.
    1. Aspek Pasar dan Pemasaran
    Penyediaan sarana jasa Warung Internet ini adalah salah satu bentuk pelayanan jasa komunikasi yang di butuhkan dari sekian banyak kebutuhan manusia, melalui jasa ini pemilik warnet harus jeli dalam menentukan lokasi dimana akan didirikannya warnet tersebut, dan didalam pendirian warnet CV. Rame ini yang terletak di Jl. sawangan, Lokasinya sangat memungkinkan karena terletak sangat srategis dimana banyak anak sekolahan dan warga yang bertempat tinggal, dan di sepanjang Jl. sawangan ini banyak orang yang membuka usaha, seperti apotik, rumah makan, puskesmas, warnet ini berdekatan juga dengan perkampungan yang ditempati mayoritas oleh penduduk asli Depok. Dalam hal ini untuk pembukaan cabang baru warnet CV. Rame di Jl.sawangan dapat diperkirakan layak untuk didirikan .
    2. Aspek Teknis
    Pihak CV. Rame dalam melayani konsumen selama 24 jam. Pemilihan lokasi cukup strategis, karena terletak di daerah yang banyak anak sekolahan dimana banyak anak sekolahan dan warga yang melintasi jalan ini.
    3. Aspek Manajemen / Organisasi
    Yang dinilai dari aspek ini adalah parah pengelola usaha dan stuktur organisasi yang ada. mulai dari merencanakan, melaksanakan samapai dengan mengendalikan agar tidak terjadi penyimpangan.
    Keterangan dan penjelasan dari bagan struktur organisasi CV. Rame adalah sebagai berikut :
    A. PEMIMPIN CV. Rame
    Pemimpin adalah pemilik CV. Rame yaitu Sarmi Dan Rati beliau adalah pimpinan tertinggi dalam perusahaan karena ia yang mendirikan dan sekaligus yang memberikan wewenang dan mengontrol langsung jalannya perusahaan Tugas dan tanggung jawab serta wewenang :
    a. Mengkoordinir, mengawasi segala kegiatan CV. Rame baik dalam hal pelayanan terhadap konsumen kenyamanan dalam warnet
    b. Membuat rencana kerja
    c. Membuat keputusan mengenai kebijaksanan umum
    d. Membina dan mengarahkan para karyawan untuk bekerja lebih baik
    e. Berhak menegur dan mengkoreksi tindakan karyawan yang menyimpang dari aturan
    f. Berhak memberhentikan dan mengganti karyawan
    g. Memutuskan jumlah gaji karyawan
    B. BENDAHARA CV. Rame
    Bendahara CV. Rame adalah sahabat dari Sarmi dan Rati yang bernama Melati dan Evi . Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya:
    a. Mencatat dan membekukan setiap transaksi
    b. Mengatur biaya dan pendanaan yang dilakukan perusahaan
    c. Mengeluarkan dana yang diperlukan oleh warnet
    d. Menyiapkan laporan keuangan hasil operasi usaha
    e. Melaporkan penyimpangan yang terjadi
    C. KARYAWAN
    Karyawan CV. Rame terdiri dari dua orang karyawan Tugas dan Tanggung jawab :
    a. Bekerja dengan baik pada warnet Rame
    b. Menjalankan transaksi pemakaian jasa telekomunikasi
    c. Menerima dan bertanggung jawab atas uang pembayaran konsumen
    d. Melaporkan pada bagian keuangan terhadap uang hasil pendapatan
    e. Bertanggung jawab yang baik kepada konsumen
    4. Aspek Ekonomi Sosial
    Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek tersebut di jalankan. Dampak ekonomi tertentu yaitu peningkatan pendapatan masyarakat. Demikian pula dengan dampak sosial seperti sarana dan prasarana seperti jalan, pendidikan, transportasi, dll.
    5. Aspek Hukum
    Membahas masalah tentang kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan mulai dari bentuk, badan usaha sampai surat izin yang dimiliki.
    6. Apek Dampak Lingkungan
    Setiap proyek yang dijalankan akan berdampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar baik terhadap darat, air dan udara yang akhirnya berdampak pada kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.

  32. RAHMAT RIZKI SEPTIAN
    IIIA
    PO.71.20.0.09.1952

    PROPOSAL BISNIS MIE AYAM
    TUGAS PROPOSAL BISNIS
    MIE AYAM

    Oleh :
    ALVIANTO
    UNIVERSITAS GUNADARMA

    Kata Pengantar

    Usaha Kecil Menengah dalam pengembangnya diperlukan Studi walau dalam skala kecil dan sederhana,hal ini dilakukan untuk menghindari keterlanjuran penanaman Modal yang ternyata tidak menguntungkan (Suad Hasan,Suwarsono Muhammad,”Studi Kelayakan Proyek”,UPP AMP YKPN).

    Disamping Studi Kelayakan juga tak kalah penting adalah Riset Pemasaran hal ini Disamping Studi Kelayakan juga tak kalah penting adalah Riset Pemasaran hal ini dilakukan agar UKM tersebut dapat terbantu untuk mengetahui Keinginan,Kebutuhan sekaligus Kepuasan Konsumen (Nugroho J Setiadi ,”Perilaku Konsumen” Penerbit Prenada Media).

    Beberapa Aspek dalam Riset Pemasaran antara lain adalah Riset Harus memperhatikan masalah Budaya setempat,Sosial ekonomi,Pribadi dan Juga Aspek Psikologis dari Konsumen. Dengan memperhatikan Studi kelayakan Proyek dan Riset Pemasaranya maka kita dapat menentukan jenis usaha apa atau produk apa yang akan kita kerjakan, dengan demikian, resiko kegagalan dapat ditekan seminimal mungkin.

    Bab 1Pendahuluan

    1.1.Tujuan Pengembangan Proyek
    Dalam rangka meningkatkan pendapatan pada saat krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha usaha yang bersifat Agresif,Kreatif,Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik,itu angkatan kerja baru maupun angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK. Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial,Aspek Ekonomi adalah untuk meningkatkan pendapatan sementara Aspek sosial adalah untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.

    1.2.Studi Kelayakan Proyek

    Dari Pengamatan Langsung dan dari data jumlah Mobil /Sepeda Motor yang melakukan Parkir di Rumah Makan Bakmi yang sudah Cukup terkenal di Margonda dimana rata rata pengunjung setiap hari mencapai lebih dari 100 orang maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa Bakmi cukup laris dan memasyarakat serta dari segi Ekonomi layak untuk dijadikan Produk yang akan dipasarkan. Data tersebut juga ditunjang oleh data dari Rumah Makan Bakmi yang kurang terkenal yang notabene adalah produk Mitu dari Rumah Makan Bakmi Terkenal di Depok dimana setiap hari rata rata menjual lebih dari 100 porsi Dengan mengambil Asumsi bahwa kalau Proyek Bakmi ini berjalan dimana pada tahap awal dapat menjual perhari adalah rata rata ………maka Omset yang diharapkan adalah Rp……..-/hari. Omset tersebut dihitung atas dasar harga Bakmi adalah Rp……..,- jauh lebih rendah dibandingkan dengan Bakmi Margonda yang sudah terkenal dengan harapan kita mampu menjadi pilihan yang pertama karena dari sisi harga sudah pasti menang.

    Keuntungan yang akan diperoleh per ekor dimana Faktor biaya dihitung sbb :
    1.Harga Ayam Hidup : Rp.20.000,-/Ekor
    2.Biaya Bumbu dll : Rp. 2.500,-/Ekor
    3.Biaya Tenaga Kerja : Rp. 2.000,-/Ekor
    4.Biaya Iklan : Rp. 1.000/Ekor
    5.Biaya distribusi : Rp. 500/Ekor
    Total Biaya : Rp.26.000,-/Ekor

    Keuntungan bersih diperoleh dari harga jual sebesar Rp.30.000,- dikurangi Total biaya sebesar Rp.26.000,- dengan demikian didapat Rp.4.000,-/Ekor Ayam. Dengan demikian Ekspetasi Return on equity yang akan diperoleh adalah sebesar 15% dihitung dari perbandingan keuntungan dan Modal yang dikeluarkan. ada di pasar.

    1.3.Usulan Proyek

    Dari Studi Kelayakan Proyek yang telah dilakukan dimana Ekspetasi return on equity diharapakan adalah 15 % maka kiranya Proyek Bakmi ini layak untuk dipertimbangkan. Faktor lain yang juga mendukung layaknya usulan proyek ini adalah ketersediaan bahan baku ayam kampung yang cukup melimpah di daerah Depok dan Sekitarnya sehingga ada jaminan terhadap supply stock bahan baku dan kelangsungan dari usaha ini akan terjamin. Mudahnya membuat Bakmi serta tidak perlu memakai resep yang sulit juga hal yang perlu dipertimbangkan untuk mewujudkan Produk ini.

    Bab 2
    Pengembangan Produk

    2.1.Konsep Produk

    Seperti telah diketahui bersama ada beberapa jenis Rumah Makan Bakmi beberapa diantaranya adalah Bakmi Margonda ,Bakmi Tebet,Bakmi Jogya ,Bakmi 77 serta banyak lagi lainnya. Sedangkan Bakmi yang akan dipasarkan adalah Bakmi warna-warni Model Mie yang Warna-Warni inilah yang menjadi unik dan sekaligus menjadi Ciri Khas Bakmi Warna- Warni. Konsep Produk yang kita tawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dari Konsep yang telah ditawarkan oleh mereka yang memasarkan lebih dulu. Dengan rasa yang Khas,Gurih,Lezat dan terkesan elegan apabila membeli Bakmi ini maka dapat dikatakan Bakmi Produk kita adalah produk Mitu dari Produk sejenis yang ada di pasar.

    2.2.Pengembangan Produk

    Pengembangan produk kedepan untuk produk Bakmi ini agak sulit mengingat bahwa Model atau jenis dari masakan Bakmi memiliki karakteristik tersendiri,pasar tersendiri dan langganan atau customer tersendiri pula. Kemungkinan yang dapat dikembangkan adalah cara penyajian ataupun cara pendistribusian ke langganan. Jenis Bakmi Warna yang terbuat dari bahan Buah-Buahan Dan Sayuran yang mungkin menjadi pilihan apabila diperlukan pengembangan terhadap Produk Bakmi mengingat sama sama menggunakan Tepung,Buah-Buahan Dan Sayuran serta mudah dalam Proses membuatnya.

    2.3.Uji Produk

    Setelah kita mampu membuat produk Bakmi Warna-Warni,maka produk ini perlu di coba ke para calon pelanggan untuk mengetahui kekurangannya. Uji Coba ini meliputi Taste atau rasa serta yang tidak kalah penting adalah Higienesnya. Diperlukan minimal 15 Orang yang berbeda dari tingkat umur,Pekerjaan ,tingkat pendidikan serta jenis kelaminnya. Dengan demikian kita dapat mengukur kira kira Produk ayam goreng seperti apa yang mereka inginkan Bentuk Alat Ukur /Questionnaire ini dapat dibuat seperti berikut :

    2.4.Persiapan Produksi

    Setelah kita mengetahui keinginan konsumen konsumen seperti apa maka tahap selanjutnya adalah persiapan produksi. Persiapan Produksi akan meliputi beberapa Aspek,yang paling utama adalah persiapan Sumber Daya Manusia,Bahan Baku utama,Bahan baku tambahan,Alat Pengolah,Tempat Produksi,serta yang tak kalah penting adalah Sumber Pendanaan. Sumber Daya Manusia dalam Aspek Produksi sangat penting perannya mengingat produk Bakmi ini sebagian besar atau bahkan seluruhnya dikerjakan secara manual,untuk itu tenaga yang terampil dalam mengolah Bakmi mutlak diperlukan.
    Ketersediaan Bahan Baku utama yaitu Tepung mesti terjaga stock dan jumlahnya sebab kelangsungan Produksi akan terjaga dengan terjaganya stock yang cukup,mengenai bahan baku tambahan berupa Buah-Buahan Serta Sayuran yang Segar dan alat pengolah pembuat Mie Walaupun kontribusi terhadap proses produksi relative kecil namun keberadaannya mutlak diperlukan. Yang tak kalah penting adalah sumber pendanaan dari Proyek Bakmi Warna-Warni ini sumber ini dapat diperoleh dari berbagai macam sumber bias dari kredit Bank dari simpanan pribadi. Mengingat Jumlah Dana yang diperlukan tidak terlalu besar maka sebaiknya sumber pendanaan akan lebih baik dari Pribadi,modal yang diperlukan dengan perkiraan per hari adalah Rp.450.000,- adalah sekitar Rp.5.000.000,- Namun apabila dirasa kurang dapat mengajukan permohonan kredit Bank dimana saat ini Bank Berlomba lomba memberikan Kredit tanpa agunan untuk skala kecil menengah.

    Bab 3Positioning Produk

    3.1.Segmentasi Targeting Dan Positioning Produk

    Segmentasi Produk adalah proses menempatkan Konsumen dalam subkelompok di Pasar Produk ,sehingga pembeli memiliki tanggapan yang hampir sama dengan strategi perusahaan (“ Perilaku Konsumen” , Nugroho J setiadi ). Dengan kata lain Segmentasi Pasar adalah Proses mengkotak kotakan Pasar yang heterogen kedalam potensial Customer yang memiliki kesamaan kebutuhan dan atau kesamaan karakter yang memiliki respon yang sama dalam membelanjakan uangnya.
    Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Variabel yang digunakan untuk menentukan segmen pasar adalah dari Kremesan ini kita akan mengambil Segmen Variabel Psikografi dimana segmen kelas sosial menengah bawah adalah menjadi segment pasar Bakmi ini.
    Setelah kita mampu mengindentifikasi Segmen pasar dimana dalam hal ini kita mengambil Segmen tingkat sosial,maka selanjutnya Segmen tingkat sosial menengah bawah akan akan menjadi sasaran atau target pemasaran. Dalam hal positioning Produk Bakmi Warna-Warni ini akan kita posisikan sebagai Produk Bakmi dengan rasa yang sama Tetapi beda dari Warnanya dengan Bakmi yang sudah terkenal namun harganya terjangkau oleh Masyarakat kalangan bawah (Murah). Atau dengan kata lain yang lebih simple adalah Ayam Goreng Kremesan dengan rasa yang enak, unik dan harga murah. Positioning ini mengacu pada teori dimana Positioning Produk harus Jelas ,Berbeda dan memiliki nilai lebih.

    3.2 Uji Studi Positioning Produk.

    Dalam melakukan uji Positioning Produk yang perlu diperhatikan adalah apakah setelah kita meluncurkan produk tersebut dapat diterima oleh konsumen dengan alasan bahwa produk yang kita bikin itu sesuai dengan kebutuhannya,berbeda dari produk pesaing,memiliki nilai tambah buat konsumen.
    Untuk itu dalam melakukan kajian atas positioning Produk Bakmi maka tingkat kepuasan antara yang mereka beli (mengeluarkan uang) sebanding dengan Produk yang kita janjikan (yang didapat). Sudah barang tentu kita memerlukan Questionnaire yang agak berbeda dari Questionnaire Uji produk ,Pada Questionnaire Uji Positioning kita lebih menekankan Apakah Produk Kita berbeda dari Produk Pesaing dari segi rasa,harga,kemasan,cara penyajian dsb Dengan demikian dibenak konsumen Produk yang mereka beli haruslah ada kesan lain atau berbeda dengan pesaing.

    Bab 4
    Marketing Mix

    4.1.Penentuan Harga

    Setelah menentukan Positioning Produk maka langkah yang selanjutnya adalah penjabaran dari Positioning tersebut yaitu dengan Bauran Pemasaran atau yang lebih terkenal adalah Marketing Mix. Marketing Mix untuk Produk konsumsi adalah mengikuti Kaidah kaidah yang ada, dimana dalam hal ini Strategi Penentuan Harga,Produk/Merek, Promosi,dan Place/Tempat/Distribusi haruslah betul betul berbeda dari Produk yang sudah ada, sehingga dalam hal ini betul betul ada Deferensiasi.
    Dalam hal Masakan Bakmi dimana Target Konsumen yang ditetapkan adalah segmen menengah bawah maka Faktor Harga menjadi sangat sensitive,untuk itu dalam menentukan harga betul betul dipertimbangkan apakah Produk kita dengan harga yang telah ditetapkan dapat terjangkau oleh masyarakat bawah. Dan selanjutnya adalah apakah dengan harga murah tersebut kita masih mendapatkan untung.

    4.2.Penentuan Produk/Merek

    Penentaun Merek produk dapat dilkakukan berdasarkan nama belakang dari Produk tersebut,umumnya produk Makanan lebih memilih nama belakng dari Produk yang dibuat dengan ditambah label tertentu. Semisal Bakmi Margonda ,Bakmi Tebet,Bakmi Jogya ,Bakmi 77 dan lain sebagainya,label ini sebenarnya justru yang menjadi penguat Citra dari Produk tersebut. Masyarakat akan lebih mengenal Label Makanan dari pada hanya nama Belakangnya saja.
    Dengan demikian saya memberi nama : Bakmi Warna-Warni ini menjadi Faktor pembeda dari produk lain yang sejenis.

    4.3.Promosi

    Dalam melakukan Promosi dapat ditempuh dengan berbagai cara,namun secara garis besar promosi dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu Above The Line (ATL)dan Below the line(BTL). Promosi Above The line adalah promosi yang menggunakan media Cetak dan media Elektronik dalam hal ini semisal Iklan di TV,Radio,dan Koran/Majalah.Sementara itu Iklan Below the Line adalah iklan yang biasanya langsung bersentuhan dengan Konsumen misalnya adalah Sponsorship didalam Event event tertentu,Direct mail,Demo Memasak dan lain sebagainya.
    Untuk Produk Mie Ayam Media Promosi yang tepat sebenarnya adalah Promosi langsung ke konsumen,dimana konsumen disuruh untuk mencoba memakannya dengan harapan mereka akan selalu ingat akan rasa Bakmi tersebut dan diharapkan dapat menjadi media untuk mempromosikan kepada orang lain. Hal ini juga mengingat akan keterbatasan Dana untuk melakukan promosi Above The Line misalnya.

    4.4.Distribusi/Tempat Penjualan

    Tempat penjualan produk Bakmi Kami ini tempatnya benar benar Strategis,dengan Trafic yang padat dan Jumlah Populasi orang di sekitar tempat penjualan padat. Dengan tempat yang cukup strategis akan sedikit banyak menimbulkan Efek Buying Signal,Orang yang tadinya belum tahu keberadaan Produk kita akan dengan segera tahu,dengan demikian Faktor Manusia yang biasanya suka mencoba coba hal hal baru akan timbul.

    TAHUN 2008

    Mie ayam ( Rp 12.500 / porsi ) x 100 porsi / hari Rp 1.250.000
    Mie Bakso ( Rp 15.000 / porsi ) x 100 porsi / hari Rp 1.500.000
    Bakso kuah ( Rp 10.000 / porsi) x 100 porsi / hari Rp 1.000.000
    Rp 3.750.000 +

    Tahun 2009
    Mie ayam ( Rp 12.500 / porsi ) x 125 porsi / hari Rp 1.562.500
    Mie Bakso ( Rp 15.000 / porsi ) x 125 porsi / hari Rp 1.875.000
    Bakso kuah ( Rp 10.000 / porsi) x 125 porsi / hari Rp 1.250.000
    Rp 4.687.500 +

    Tahun Pendapatan
    2008 1.350.000.000 ( 3.750.000 x 30 x 12 ) Rp 1.350.000.000
    2009 1.687.320.000 ( 4.687.000 x 30 x 12 ) Rp 1.687.320.000 –
    3.037.320.000 Rp 337.320.000

    Jadi Hasil Peramalan Pendapatan
    a. 3.037.320.000 / 2 = Rp 1.518.660.000
    b. 337.320.000 / 2 = Rp 168.660.000

    Tahun 2008 = 1.518.660.000 + 168.660.000 + 168.660.000 = Rp 1.855.980.000
    Tahun 2009 = 1.518.660.000 + 168.660.000 + 337.320.000 = Rp 2.024.640.000

    Peramalan Pengeluaran Biaya Variabel Tahun 2008 & 2009
    Tahun Biaya Variabel t x y
    2008 16.800.000 – 16.800.000
    2009 21.000.000 + 21.000.000 +
    37.800.000 4.200.000

    Hasil Peramalan Biaya Variabel
    a. 37.800.000 / 2 = Rp 18.900.000
    b. 4.200.000 / 2 = Rp 2.100.000

    Tahun 2008 = 18.900.000 + 2.100.000 + 2.100.000 = Rp 23.100.000
    Tahun 2009 = 18.900.000 + 2.100.000 + 4.200.000 = Rp 25.200.000

    Keterangan
    Tahun
    2008
    2009
    2010
    2011
    Cash in

    Pendapatan

    1.550.000.000
    1.687.320.000
    1.855.980.000
    2.024640.000
    cash out

    B.variabEl

    16.800.000
    21.000.000
    23.100.000
    25.200.000
    B.Tetap

    897.480.000
    897.480.000
    897.480.000
    897.480.000
    Jumlah Biaya

    914.280.000
    918.480.000
    920.500.000
    922.680.000
    EBIT

    435.720.000
    768.840.000
    915.480.000
    1.101.960.000
    Pajak(20%)

    87.144.000
    153.768.000
    183.096.000
    220.392.000
    EAT

    348.576.000
    615.072.000
    732.384.000
    881.568.000
    Deprisiasi

    182.000.000
    182.000.000
    182.000.000
    182.000.000
    Procced

    166.576.000
    433.072.000
    550.348.000
    699.568.000

    Perhitungan Net Cash Flow Tahun 2008 s/ 2011

    Payback Period (PP)

    Th 1 : Investasi awal : Rp.221.200.000
    Proceed tahun ke-1 : Rp.166.576.000
    Sisa investasi tahun ke-1 Rp. 54.624.000

    Proceed tahun ke 2 : Rp. 54.624.000 x 12 bulan = 1.51
    Rp. 433.072.000
    = 0.51 x 30 hari = 15 hari

    Jadi waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi pada warung Bakmi adalah selama 1 tahun 1 bulan 15 hari

    * Investasi :
    – Gedung / tempat usaha : Rp.200.000.000
    – Furniture ( meja, kursi, dan lain- Rp. 5.000.000
    lain)
    – 3 unit AC Rp. 6.000.000
    – Peralatan masak (kompor gas & tabung ) Rp. 1.200.000
    – Perlengkapan lain-lain (piring, gelas, mangkuk, dan lain- Rp. 1.000.000
    lain)
    – Mesin Cash Register Rp. 5.000.000
    – Lemari Es Rp. 3.000.000
    ______________
    Total Investasi Rp. 221.200.000
    * Biaya Variabel (300/hari) (375/hari)
    – Biaya Listrik 500.000 x12 Rp.6.000.000 Rp.7.500.000
    – Biaya telepon 200.000 x12 Rp.2.400.000 Rp.3.000.000
    – Biaya air 300.000 x12 Rp.3.600.000 Rp.4.500.000
    – Biaya Reparasi 100.000 x12 Rp.1.200.000 Rp.1.500.000
    – Biaya iklan 100.000 x12 Rp.1.200.000 Rp.1.500.000
    – Biaya tak terduga 200.000 x12 Rp.2.400.000 Rp.3.000.000
    ____________ ____________
    Total Biaya Variabel Rp.16.800.000 Rp. 21.000.000
    * Biaya Tetap

    – Bahan Baku 2.000.000 x 30 x 12 Rp.720.000.000
    – Gaji pegawai 20 x 650.000 x12 Rp.156.000.000
    – Gaji manjer 1 x 1.500.000 x 12 Rp. 18.000.000
    – Isi ulang tabung 80.000 x 3 x 12 Rp. 2.880.000
    – Perlengkapan (Supit, tisu,sedotan) 50.000 x 12 Rp. 600.000
    ______________

    Total Biaya Tetap Rp. 897.480.000

    Pehitungan NPV dan Procced Tahun 2008 s/d 2011

    Tahun

    PROCCED
    PViF(85%)
    PV PROCCED
    2008
    Rp. 166.576.000
    0.54
    Rp.89.951.040
    2009
    Rp.433.072.000
    0.292
    Rp.126.457.024
    2010
    Rp.550.348.000
    0.157
    Rp.86.404.636
    2011
    Rp.699.568.000
    0.085
    Rp.59.463.280

    Jumlah Procced
    Rp.362.275.980

    Jumlah PV Outley
    Rp.221.200.000

    NPV
    Rp.141.075.980

    IRR

    Tahun
    Procced
    PViF (98%)

    2008
    Rp.166.576.000
    0.505
    Rp.84.120.880
    2009
    Rp.433.072.000
    0.255
    Rp.110.433.360
    2010
    Rp.550.348.000
    0.128
    Rp.70.444.544
    2011
    Rp.699.568.000
    0.065
    Rp.45.471.920

    Jumlah Proceed
    Rp.310.470.704

    Jumlah PV Outley
    Rp.221.200.000

    NPV
    Rp.89.270.704

    PI = Rp.362.275.980 = 1.64
    Rp.221.200.000
    PI = 1.64 atau
    PI > 1.00 maka keputusan untuk melakukan anggaran modal diterima.

    Bab 5
    Uji Pemasaran

    5.1.Strategi Penjualan

    Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah Distribusi, Penyajian,dan tempat Penjualan. Strategi yang biasanya dianut untuk Pemasaran produk dengan skala kecil, bersifat home industri,berupa makanan biasanya adalah menganut penjualan langsung tanpa perantara,hal ini sangat berlainan sekali dengan Produk produk food maupun Produk non food yang sudah berskala industri menengah atas yang suka atau tidak suka harus menggunakan jasa Distributor untuk memasarkannya.
    Dalam hal strategi penjualan ini juga dalam menarik para pelanggan kami juga memberikan bonus seperti membeli 5 porsi gratis 1 porsi mie ayam, mie bakso atau bakso kuah.

    5.2 Studi Hasil Penjualan

    Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan. Toleransi untuk mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal. Namun demikian pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

    Bab 6
    Penutup

    Bahwa dalam melakukan usaha dituntut untuk serius dan Fokus,kita tidak bisa dalam memulai bisnis itu secara setengah tengah,dan dikerjakan sambil lalu meskipun usaha tersebut berupa usaha sampingan. Kegagalan berusaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain namun berasal dari diri kita sendiri,dengan demikian ketekunan dalam menjalankannya adalah suatu keharusan.
    Perhitungan perhitungan yang matang selayaknya dilakukan di awal awal memulai usaha karena sekali kita salah dalam perhitungan diawal maka yang terjadi adalah efek Berantai dimana kita akan terus menerus mengalami kesalahan,sementara modal lama kelamaam tersedot habis. Sudah sewajarnya apabila kita ingin memulai usaha belajar kepada mereka yang lebih sukses agar kita dapat memilah mana yang pas dan mana yang kurang Dengan demikian kita akan terhindar dari resiko yang lebih besar.

  33. Nama : Yuni Astrini
    Nim : D1C011070
    Tugas : Definisi Manajemen menurut beberapa ahli :
    1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui oranglain.
    2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management” diartikan sebagai
    • kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
    • proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
    • insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
    3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
    4. Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain.
    5. Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
    6. Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    7. Menurut R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

  34. NAMA : FITRA HAYATI
    NIM : D1C011084
    PRODI : THP
    TUGAS :DASAR-DASAR MANAJEMEN

    Definisi Manajemen secara umum menurut Para Ahli :

    1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel :

    Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

    2. Menurut R. Terry :

    Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
    3. Menurut James A.F. Stoner :

    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
    4. Menurut Lawrence A. Appley :

    Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
    5. Menurut Drs. Oey Liang Lee :

    Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    6. Menurut Millet :
    Manajemen sebagai suatu proses pembimbingan, pengarahan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terkoordinasi dalam kelompok-kelompok formal untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
    7. Menurut Ordway tead yang disadur oleh drs. He. Rosyidi dalam buku “organisasi dan management“, :
    Manajemen adalah “proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan “.
    8. Menurut Dr. Sp. Siagian dalam buku “filsafat administrasi” :
    Manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”
    9. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “kerangka pokok-pokok management” dapat diartikan :
    a. kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas;
    b. proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan- urutan;
    c. insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan
    10. Menurut “Marry Parker Follet” :
    “Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”.

  35. Nama : Rse Shinta
    Nim : D1C011073
    Tugas : Definisi manajemen menurut para ahli

    1. Ricky W. Griffin
    mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal .

    2. Drs. Oey Liang Lee
    Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian,penyusunan,pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    3. James A.F. Stoner
    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.

    4. R. Terry
    Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

    5.Mary Parker Follet
    mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

  36. Nama : Mona Herlya
    Nim : D1C011083
    Tugas : Definisi manajemen menurut para ahli

    1.Drs. Malayu S.P Hasibuan
    Manajemen adalah ilmu dari seni mengatur proses pemanfaatan Sumber Daya Manusia dan sumber-sumber secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

    2.Prof. Dr. Sondang P. Siagian
    Manajemen ialah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh hasil dalam rangka penyampaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.

    3.Marry Parmer Foller
    Manajemen adalah seni melestarikan suatu pekerjaan melalui orang lain.

    4.G. R Terry
    Management is a distinct processes Constituting of Planning. Organization actuating and controlling performed. To determined and accomplish states objective by the use of human being and other resources.
    Artinya Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan Sumber Daya Manusia dan sumber-sumber daya lainnya.

    5.Mary Parker Follet
    mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

  37. DEFENISI MANAJEMAN MENURUT PARA AHLI
    1. Koontz and Donnel (1972) ” management is getting thing done through the efforts of other people” (manajemen adalah terlaksananya pekerjaan melalui orang-orang lain )
    2. Millet (1954) ” management is the process of directing and fasilitating the work of people organized informal group to achieve a desire goal” (manajemen adalah proses memimpin dan melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorgasisir secara formal sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan
    3. Davis (1951) “management is the fuction of the executive leadership any where” ( manajemen adalah fungsi dari setiap kepemimpinan eksecutif dimanapun)
    4. Kimball and Kimball (1951)”management embraces all dities and function that pertain to the provicion of necessary is to operate and the selection of the principal office “( manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang meliputi penyusunan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar kebijaksanaa,penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan penyusunan kerangka organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya.

  38. 1.Menurut Prof. Dr. H. ARIFIN ABDULRACHMAN dalam buku “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN :
    a. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS;
    b. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN;
    c. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN
    2. Menurut ORDWAY TEAD yang disadur oleh DRS. HE. ROSYIDI dalam buku “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, definisi Manajemen adalah “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.
    3. Menurut “Marry Parker Follet” :
    “MANAJEMEN SEBAGAI SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN”.
    4. Menurut James A.F. Stonner :
    “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.

  39. TUGAS DASAR-DASAR MANAJEMEN
    TENTANG
    DEFINISI MANAJEMEN

    DISUSUN OLEH:

    NAMA: MUHAMMAD GUNTUR
    NIM: D1C011063
    PROGRAM STUDI: TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
    KELAS :K
    DEFINISI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI :
    1. MENURUT DR. SP. SIAGIAN DALAM BUKU “FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI “KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH SUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN MELALUI ORANG LAIN”.
    DENGAN DEMIKIAN DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MANAGEMENT MERUPAKAN INTI DARIPADA ADMINISTRASI KARENA MEMANG MANAGEMENT MERUPAKAN ALAT PELAKSANA UTAMA DARIPADA ADMINSITRASI”
    2. MENURUT PROF. DR. H. ARIFIN ABDULRACHMAN DALAM BUKU “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN :
    A. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS;
    B. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN;
    C. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN
    3. MENURUT ORDWAY TEAD YANG DISADUR OLEH DRS. HE. ROSYIDI DALAM BUKU “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, DEFINISI MANAJEMEN ADALAH “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.
    4. MENURUT “MARRY PARKER FOLLET” :
    “MANAJEMEN SEBAGAI SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN”.
    5. MENURUT JAMES A.F. STONNER :
    “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.
    JADI DAPAT DISIMPULKAN MANAJEMEN ADALAH PROSES KEGIATAN DENGAN MELALUI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN TERTENTU SERTA DILAKSANAKAN SECARA BERURUTAN BERJALAN KE ARAH SUATU TUJUAN.
    6.MENURUT PROFF. DRS. OEI LIANG LIE
    Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber2 daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan

    Daftar pustaka
    http://putracenter.net/2008/11/21/definisi-manajemen-menurut-para-ahli/
    http://bahankuliah.blogsome.com/2010/12/07/definisi-manajemen/

  40. Devinisi tentang pengertian manajemen menurut para ahli ekonomi
    1. Menurut Prof. Oie Liang Lee
    “Manajemen adalah ilmu dan seni mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

    2. Menurut The Liang Gie, 1982
    ” Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan mengarahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.”

    3. Menurut George R. Terry, 1994
    ” Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain ”.
    ” Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber-sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”.
    Website : keterangan (1,2,3) http://ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48:pm&catid=59:berita&Itemid=53

    4. Menurut Dr. Sp. Siagian dalam buku “FILSAFAT ADMINISTRASI”
    Manajemen dapat di definisikan sebagai :
    “Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”

  41. 1. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. He. Rosyidi dalam buku “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“
    Manajemen adalah “Proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan”.
    Website : keterangan (4,5) http://putracenter.net/2008/11/21/definisi-manajemen-menurut-para-ahli/

    2. Menurut Richard L.Daft (2002:8) mendefinisikan sebagai berikut:
    “Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya organisasi.”

    3. Menurut James A.F. Stoner (2006:Organisasi.org)
    “Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya”.

    4. Menurut Mulayu S.P. Hasibuan (2000:2) mengatakan bahwa :
    “Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai satu tujuan.”

  42. NAMA : RISKY KIRANA.S
    NIM : D1C011050
    TUGAS : Pengertian Manajemen secara umum
    Menurut para ahli :

    A. James A.F. Stoner
    “Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.”

    B. Mary Parker Follet
    “Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.”
    C. James a.s
    “Manajemen dapat dipandang sebagai seperangkat kegiatan atau proses mengkoordinasikan dan menginterpretasikan penggunaan sumber-sumber dalam mencapai tujuan organisasi (produktivitas) menggunakan orang-orang melalui teknik dan informasi dalam saluran organisasi”

    D. Harold koontz dan Cyrill o’donnel
    ”Manajemen merupakan usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain sehingga diperlukan koordinasi terhadap kegiatan planning, staffing, directing, dan controlling”
    E. Frans sadikin
    “Manajemen adalah suatu proses untuk menciptakan, memelihara, dan mengoperasikan organisasi perusahaan dengan tujuan tertentu melalui upaya manusia yang sistematis, terkoordinasi dan kooperatif, maka proses penentuan asas-asas pokok perusahaan yang menjadi batasan, pedoman, dan penggerak bagi setiap manusia dalam perusahaan”

    F. George r terry
    “Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya”

  43. nama : joni
    nim : d1c011065
    prodi : teknologi hasil pertanian
    kelas : k
    Definisi Manajemen menurut Para Ahli :

    1. Menurut Dr. SP. SIAGIAN dalam buku “FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI “KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH SUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN MELALUI ORANG LAIN”.

    DENGAN DEMIKIAN DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MANAGEMENT MERUPAKAN INTI DARIPADA ADMINISTRASI KARENA MEMANG MANAGEMENT MERUPAKAN ALAT PELAKSANA UTAMA DARIPADA ADMINSITRASI”

    2. Menurut Prof. Dr. H. ARIFIN ABDULRACHMAN dalam buku “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN :

    a. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS;
    b. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN;
    c. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN

    3. Menurut ORDWAY TEAD yang disadur oleh DRS. HE. ROSYIDI dalam buku “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, definisi Manajemen adalah “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.

    4. Menurut “Marry Parker Follet” :

    “MANAJEMEN SEBAGAI SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN”.

    5. Menurut James A.F. Stonner :

    “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.

    JADI DAPAT DISIMPULKAN MANAJEMEN ADALAH PROSES KEGIATAN DENGAN MELALUI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN TERTENTU SERTA DILAKSANAKAN SECARA BERURUTAN BERJALAN KE ARAH SUATU TUJUAN

  44. NAMA;NURSASMITA
    NIM;D1C011055
    DEFINISI MANAJEMEN
    1.Menurut R.TERRY.Manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri dari
    tindakan-tindakan perencanaan,pengorganisasian,penggerakan dan pengendalian
    yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran
    yang telah ditentukan melalui pemanfaatan
    sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
    2.Menurut JAMES A.F.STONNER.Manajemen adalah proses perencanaan ,pengorganisasian,dan penggunaan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
    3.Menurut Dr.OEY LIANG LEE
    .Manajemen adalah ilmu perencanaan,pengorganisasian penyusunan ,pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan .
    4.Menurut MARRY PARKER FOLLET.Manajemen adalah
    suatu seni karena untuk melakukan suati pekerjaan melalui orang lain di butuhkan keteramoilan khusus.
    5.Menurut FAYOL.Manajemen adalah fungsi -fungsi untuk merencanakan mengorganisir,memimpin dan mengendalikan sesuatu.
    6.Menurut LAWRENCE A.APPLEY.Menejemen adalah
    seni pencapaiaan tujuan yang dilakukan melaui usaha orang lain.
    7.Menurut Harold koontz dan Cyril o’donnel.Manajemen adalah
    usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

  45. Nama : Evi Desliana
    Nim : D1C011079
    Tugas : Definisi manajemen menurut para ahli
    Setiap perusahaan, negara atau rumah tangga mmeiliki manajemen sendiri. Manajemen adalah sistem yang berfungsi untuk mengelola sesuatu. Namun secara definisinya para ahli memiliki pengertian sendiri, yaitu:
    1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui oranglain.
    2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management” diartikan sebagai
    • kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
    • proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
    • insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
    3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
    4. Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain.
    5. Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
    6. Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    7. Menurut R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
    8. Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
    9. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

  46. Nama : Marfu’ah
    Nim : D1C011068
    Tugas : Definisi manajemen menurut para ahli
    1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui oranglain.
    2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management” diartikan sebagai
    • kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
    • proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
    • insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
    3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
    4. Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain.
    5. Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.

  47. NAMA : DWI PUTRA YOGI PRATOMO
    NIM : D1C011080
    PRODI : TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN (THP)
    KELAS : K
    MK DASAR–DASAR MANAJEMEN

    Defenisi Manajemen :

    1. James A.F. Stonner
    manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan danpengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.

    2. George R. Terry
    manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan, pengorganisasian, penggiatan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya

    3. Kimball And Kimball
    manajemen terdiri dari semua tugas dan fungsi yang meliputi penyusunan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar kebijaksanaa,penyediaan semua peralatan yang diperlukan dan penyusunan kerangka organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya.

    4.Mary Parker Follet
    manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaanmelalui orang lain

    5. Ordway Tead
    manajemen adalah proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.

  48. dasar-dasar manajemen

    defenisi para ahli tentang manajement

    NAMA :YUDIHTA NAEGA
    NIM :D1C011072
    PRODI :DASAR-DASAR MANAJEMEN
    KELAS :THP(K)

    Pengertian Definisi Manajemen Menurut Para Ahli
    Setiap perusahaan, negara atau rumah tangga mmeiliki manajemen sendiri. Manajemen adalah sistem yang berfungsi untuk mengelola sesuatu. Namun secara definisinya para ahli memiliki pengertian sendiri, yaitu:
    1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui oranglain.
    2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management” diartikan sebagai
    • kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
    • proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
    • insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
    3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
    4. Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui oranglain.
    5. Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
    6. Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    7. Menurut R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
    8. Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
    9. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

  49. NAMA : RINTO PARULIAN TAMBA
    NIM : D1C011060
    PRODI : THP

    PENGERTIAN MANAJEMEN

    1. Menurut Prof. Oie Liang Lee
    “Manajemen adalah ilmu dan seni mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.

    2. Menurut The Liang Gie, 1982
    ” Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan mengarahkan segenap fasilitas kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.”

    3. Menurut George R. Terry, 1994
    ” Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain ”.
    ” Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber-sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”.
    Website : keterangan (1,2,3) http://ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48:pm&catid=59:berita&Itemid=536.

    4. Menurut Richard L.Daft (2002:8) mendefinisikan sebagai berikut:
    “Manajemen adalah pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya organisasi.”

    5. Menurut James A.F. Stoner (2006:Organisasi.org)
    “Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya”.

    6. Menurut Marry Parker Follet
    “Manajemen adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain
    http://ilmumanajemen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48:pm&catid=59:berita&Itemid=53

  50. Definisi management
    Defenisi management menurut para ahli :
    1. Menurut Drs. Oey Liang Lee manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    2. Menurut R. Terry Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
    3. Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
    4. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.
    Nama : M. Kholis
    Nim : D1C011058
    Kelas : THP “K”

  51. Nama : Trica Meylannie
    Nim : D1C011054
    Prodi : THP
    Kelas : K

    Definisi management
    Setiap perusahaan, negara atau rumah tangga mmeiliki manajemen sendiri. Manajemen adalah sistem yang berfungsi untuk mengelola sesuatu. Namun secara definisinya para ahli memiliki pengertian sendiri, yaitu:
    1. Menurut Dr. SP. Siagian dalam buku “Filsafat Administrasi” Management dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain.
    2. Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku “Kerangka Pokok-Pokok Management” diartikan sebagai :
    • kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas,
    • proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan-urutan,
    • insitut/orang-orang yang melakukan kegiatan atau proses kegiatan.
    3. Menurut Ordway Tead yang disadur oleh Drs. HE. Rosyidi dalam buku “Organisasi dan Management “ mendefinisikan proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan
    4. Menurut Marry Parker Follet, manajemen adalah sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
    5. Menurut James A.F. Stonner manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.

  52. Definisi manajemen menurut para ahli :
    1. Menurut Dr.SP. siagian dalam buku “ filsafat administrasi” manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain“.
    Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa manajemen merupakan inti daripada administrasi karena memang management merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi”
    2. Menurut Ordway TEAD yang disadur oleh DRS. HE. ROSYIDI Dalam buku “organisasi dan management”, definisi Management adalah “Proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan”.
    3. Menurut James A.F.Stonner :
    “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”.
    4. manajemen adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan kearah suatu tujuan.

  53. Definisi manajemen menurut para ahli :
    1. Menurut Dr.SP. siagian dalam buku “ filsafat administrasi” manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain“.
    Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa manajemen merupakan inti daripada administrasi karena memang management merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi”
    2. Menurut Ordway TEAD yang disadur oleh DRS. HE. ROSYIDI Dalam buku “organisasi dan management”, definisi Management adalah “Proses dan kegiatan pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukkan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan”.
    3. Menurut “Marry Parker Follet”:
    Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
    4. Menurut James A.F.Stonner :
    “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”.

  54. Nama : Markus Simamora
    NIM : D1C011053
    Prodi : THP (K)

    Definisi Manajemen menurut para Ahli.
    Definisi Manajemen menurut Para Ahli :
    1. Menurut Dr. SP. SIAGIAN dalam buku “FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI “KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH SUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN MELALUI ORANG LAIN”.
    DENGAN DEMIKIAN DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MANAGEMENT MERUPAKAN INTI DARIPADA ADMINISTRASI KARENA MEMANG MANAGEMENT MERUPAKAN ALAT PELAKSANA UTAMA DARIPADA ADMINSITRASI”
    2. Menurut Prof. Dr. H. ARIFIN ABDULRACHMAN dalam buku “KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN :
    a. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS;
    b. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN;
    c. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN
    3. Menurut ORDWAY TEAD yang disadur oleh DRS. HE. ROSYIDI dalam buku “ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, definisi Manajemen adalah “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.
    4. Menurut “Marry Parker Follet” :
    “MANAJEMEN SEBAGAI SENI DALAM MENYELESAIKAN PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN”.
    5. Menurut James A.F. Stonner :
    “MANAJEMEN ADALAH PROSES PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN DANPENGAWASAN USAHA-USAHA PARA ANGGOTA ORGANISASI DAN PENGGUNAAN SUMBER-SUMBER DAYA ORGANISASI LAINNYA AGAR MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI YANG DITETAPKAN”.
    JADI DAPAT DISIMPULKAN MANAJEMEN ADALAH PROSES KEGIATAN DENGAN MELALUI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI SUATU TUJUAN TERTENTU SERTA DILAKSANAKAN SECARA BERURUTAN BERJALAN KE ARAH SUATU TUJUAN.

  55. Nama : Ramidin Purba
    NIM : D1C011061
    Prodi : THP (K)

    Pengertian Manajemen

    Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilahmanajemen mengandung tiga pengertian yaitu:

    Manajemen sebagai suatu proses,

    1.Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
    2.Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

    Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yangdiberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertianyang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

    Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses denganmana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

    Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melaluikegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitasmanajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalamsuatu badan tertentu disebut manajemen.

    Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenaiinipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemenadalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnyakedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

    Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbinganatau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksudyang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapanyang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

    Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaanmelalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa sajayang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

    Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi danmenggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yangditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

  56. Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
    Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
    Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
    Pendapat lain menjelaskan :
    Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association)
    Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu”.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI)
    Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    Menurut Peter Drucker (1909-2005), tugas dasar dari manajemen ada dua: pemasaran dan inovasi. Praktik manajemen modern berutang asal untuk penyelidikan abad ke-16 ke rendah efisiensi dan kegagalan perusahaan tertentu, yang dilakukan oleh negarawan Inggris Sir Thomas More (1478-1535). Sebagai suatu disiplin ilmu, manajemen terdiri dari fungsi saling merumuskan kebijakan perusahaan dan mengorganisir, merencanakan, mengendalikan, dan mengarahkan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan kebijakan itu.
    Menurut Dr SP. Siagian dalam “filsafat administrasi” buku manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk mendapatkan hasil pencapaian tujuan melalui agar orang lain”. Dengan so pula bisa katakan adalah bahwa manajemen adalah kunci karena dari alat manajemen administrasi yang melaksanakan utama dari administrasi ”
    Menurut Prof Dr H. ARIFIN Abdulrachman dalam “prinsip kerangka manajemen” buku dapat didefinisikan:
    Kegiatan / kegiatan;
    Proses, adalah seri kegiatan di urutan-urutan;
    Lembaga / orang – orang yang melakukan kegiatan proses atau kegiatan
    Menurut Ordway terbaca diadaptasi oleh Drs. He. Rosyidi dalam “ORGANISASI DAN MANAJEMEN” buku, definisi manajemen adalah “proses dan kegiatan usaha dari terkemuka dan arah pelaksanaan menunjukkan tugas dalam pembuatan sebuah organisasi yang telah ditetapkan tujuan”.
    Menurut “Mary Parker Follet”: “manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan oleh orang lain”.
    Menurut James A.F. Stonner: “manajemen adalah proses perencanaan, mengatur, dan arah pengawasan usaha-bisnis organisasi dan anggota penggunaan sumber daya organisasi organisasi lain dalam rangka untuk mencapai tujuan set”.
    Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)
    Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
    1. Manajemen sebagai suatu proses,
    2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
    3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
    Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
    Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
    Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
    Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal.

  57. PENGERTIAN MANAJEMEN

    Nama : DICKY NIXON SILAEN
    NIM : D1C011081
    KELAS : K (THP)

    Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadarai ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragama sejenisnya.
    Sekarang timbul suatu pertanyaan “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen “ apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

    B. Definisi Manajemen
    Mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian.
    1. Manajemen sebagai suatu proses
    2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia
    3. Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni
    Manajemen sebagai suatu proses. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :
    1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
    2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan
    3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.
    Manajemen sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut Manajer.
    Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan dengan prinsip-prinsip dari manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari :
    1. Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul The function of the executive, bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Harold, Koontz Cyril O’donnel dan Geroge R. Terry.
    2. Marry Parker Follett menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
    Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

    C. Manajemen Sebagai Ilmu Dan Sebagai Seni
    Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni, mengapa disebut demikian, sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diujudkan dalam bentuk suatu teori.
    Sedang manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kkerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing ( mengatur ) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

    D. Manajemen Sebagai Suatu Profesi
    Dalam jaman modern ini semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni, dalam arti aturan yang jelas, dan sekarang boleh dikata bahwa bidang manajemen sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya. Mengapa demikian karena dalam kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien dan efektif, sehingga diperoleh masukan atau input yang besar.
    Edgar H Schein dalam bukunya yang berjudul organization socialization and the profession of Managemen menguraikan karakteristik atau criteria-kriteria sesuatu bisa dijadikan suatu profesi yaitu :
    1. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan lingkungan, hal ini banyak ditunjang dengan banyaknya pendidikan-pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang professional. Misalnya Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan dan lain sebagainya.
    2. Para profesioal memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu, ini tidak didasarkan pada keturunan, favoritas, suku bangsa, agama dam criteria-kriteria lainnya.
    3. Para professional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat.

    E. Tingkatan Manajemen Dan Manajer
    Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilakukan.
    Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
    1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
    2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.
    3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
    Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.
    Ada dua fungsi utama atau keahlian ( skill ) yaitu keahlian teknik ( Teknical Skill ) dan keahlian manajerial ( Managerial Skill ). Keahlian teknik yaitu keahlian tentang bagaimana cara mengerjakan dan menghasilkan sesuatu yang terdiri atas pengarah dengan motivasi, supervisi dan komunikasi. Keahlian manajerial yaitu keahlian yang berkenan tentang hal penetapan tujuan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia dan pengawasan.

    F. Fungsi-fungsi Manajemen
    Fungsi manajemen menurut beberapa penulis antara lain :
    1. Ernest Dale : Planning, Organizing, Staffing, Directing, Innovating, Representing dan Controlling.
    2. Oey Liang Lee : Planning, Organizing, Directing, Coordinating, Controlling.
    3. James Stoner : Planning, Organizing, Leading, Controlling.
    4. Henry Fayol : Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling.
    5. Lindal F. Urwich : Forescating, Planning, Organizing, Commanding, Cordinating, Controlling.
    6. Dr. SP. Siagian MPA : Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
    7. Prayudi Atmosudirjo : Planning, Organizing, Directing/ Actuating, Controlling.
    8. DR. Winardi SE : Planning, Organizing, Coordinating, Actuating, Leading, Communicating, Controlling.
    9. The Liang Gie : Planning, Decision Making, Directing, Coordinating, Controlling, Improving.
    Pada hakekatnya fungsi-fungsi di atas dapat dikombinasikan menjadi 10 fungsi yaitu :
    1. Forecasting (ramalan) yaitu kegiatan meramalkan, memproyeksikan terhadap kemungkinan yang akan terjadi bila sesuatu dikerjakan.
    2. Planning (perencanaan) yaitu penentuan serangkaian tindakan dan kegiatan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
    3. Organizing (organisasi) yaitu pengelompokan kegiatan untuk mencapai tujuan, temasuk dalam hal ini penetapan susunan organisasi, tugas dan fungsinya.
    4. Staffing atau Assembling Resources (penyusunan personalia) yaitu penyusunan personalia sejak dari penarikan tenaga kerja baru. latihan dan pengembangan sampai dengan usaha agar setiap petugas memberi daya guna maksimal pada organisasi.
    5. Directing atau Commanding (pengarah atau mengkomando) yaitu usaha memberi bimbingan saran-saran dan perintah dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan (delegasi wewenang) untuk dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
    6. Leading yaitu pekerjaan manajer untuk meminta orang lain agar bertindak sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
    7. Coordinating (koordinasi) yaitu menyelaraskan tugas atau pekerjaan agar tidak terjadi kekacauan dan saling melempar tanggung jawab dengan jalan menghubungkan, menyatu-padukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan.
    8. Motivating (motivasi) yaitu pemberian semangat, inspirasi dan dorongan kepada bawahan agar mengerjakan kegiatan yang telah ditetapkan secara sukarela.
    9. Controlling (pengawasan) yaitu penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan.
    10. Reporting (pelaporan) yaitu penyampaian hasil kegiatan baik secara tertulis maupun lisan.
    Proses pelaksanaan kegiatan manajemen, maka fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan. Ini adalah fungsi-fungsi ke dalam perusahaan, sedang fungsi manajer ke luar perusahaan adalah :
    1. mewakili perusahaan dibidang pengadilan.
    2. ambil bagian sebagai warga negara biasa.
    mengadakan hubungan dengan unsur-unsur masyarakat.

  58. NAMA : FITRA HAYATI
    NIM : D1c011084
    TUGAS : DASAR-DASAR MANAJEMEN
    PRODI : TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

    SOAL LATIHAN 2
    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    JAWABAN :
    o Perbedaan pendapat dari fayol menitik beratkan pada manager tingkat bawah, sedangkan pendapat dari Taylor menitik beratkan pada manager tingkat menengah dan atas.
    o Persamaannya pada prinsip-prinsip management tertentu yang harus diajarkan dan dipelajari oleh para manager dan karyawan.

    2. Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    JAWABAN :
    Manajemen menguasai prinsip dan teori serta menggunakannya dengan tepat dan benar sehingga akan mendapatkan efisiensi dan efektifitas yang tinggi.
    Dengan menggunakan prinsip dan teori maka kebijakan penyimpangan dari prinsip yang dilakukan secara sadar akan meningkatkan sikap hati- hati (konservatif) terhadap negatif yang mungkin timbul dari penyimpangan.
    Contohnya: perusahaan dapat dipandang besar ketika menjalin suatu hubungan kerja sama untuk mencapai sebuah tujuan. Dan hasil yang dicapai lebih besar diban dingkan bila dilakukan secara individu.

    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    JAWABAN :
    Rantai skalar ialah jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali kekuasaan tarakhir.
    Ada Hubungannya dengan pembagian kerja yaitu untuk mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat.

    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang .
    JAWABAN :
    Kemungkinan yang akan terjadi dimasa akan datang bersifat :
     Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna
     Divergence. Setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri
     Convergence. Dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
     Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
     Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

    5. Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajaemen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dala organisasi.
    JAWABAN :
    Riset operasi membantu memecahkan masalah dengan penggunaan teknik- teknik tertentu. Teknik pemecahan masalah dan pembuatan keputusan terbukti mampu membantu manajer dalam kegiatan perencanaan dan pengawasan.
    Keuntungan :
     Pengembangan starategi produk.
     Membantu perhitungan biaya minimum
     Cepat Penyelesaian waktu
    Kekurangan :
     Selalu ketergantungan dengan komputer dalam menyelesaikan pemecahan masalah.

    SOAL LATIHAN 3
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    JAWABAN :
    Manajer harus mentaati hukum agar berperilaku sesuai dan berusaha untuk menghindari munculnya perilaku yang tidak tepat. Selain itu manager juga harus mentaati standar etika masyarakat yakni seorang manager harus mendasarkan diri pada nilai- nilai moral yang dianggap baik dan luhur dalam suatu lingkungan masyarakat.
    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.
    JAWABAN :
    Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.

    3. Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.
    JAWABAN :
     Perkembangan teknologi
     variabel- variabel ekonomi
     lingkungan sosial kebudayaan
     variabel- variabel politik dan hukum
     dimensi internasional

    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.
    JAWABAN :
     melalui kekuatan kekuatan diluar lingkungan eksternal, yaitu dengan melalui bantuan dari para karyawannya atau melalui agen dan cabang dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
     unsur lingkungan makro, dengan menciptakan iklim yang baik dimasyarakat atau didalam organisasi.
    Contoh penyelesaian :
    Membaca dengan cepat kondisi lingkungan,bekerja sama untuk mengendalikan lingkungan merespon dan menyiapkan diri menghadapi lingkungan melalui pendidikan dan latihan organisasi, bersedia membuka diri.
    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya.
    JAWABAN :
    Karena lingkungan masyarakat berada diluar organisassi yang sebagian tidak bisa dikendalikan dan dipengaruhi serta berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal.

  59. BAB 2
    Nama : Trica Meylannie
    NIM : D1C011054
    Prodi : THP “ K”

    1. Perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen
    Persamaan :
    1) Keduanya berorientasi kepada “efisiensi” dan “produktivitas” kerja, dan tergolong pada beberapa “School of Thought” seperti “Efficiency School of Thought Taylor”.
    2) Hasil pemikiran kedua tokoh itu merupakan dasar utama daripada perkembangan’ dan pembangunan daripada llmu Administrasi/Managemen sebagai ilmu pengetahuan.
    3) Kedua tokoh itu telah dapat meletakkan, landasan yang kuat untuk mengembangkan ilmu Administrasi/Managemen modern untuk periode zaman modern sekarang ini.
    4) Kedua tokoh itu telah dapat membuktikan bahwa suatu penyelenyelesaian pekerjaan baik pada organisasi negara/swasta tidak. cukup hanya dengan pendekatan Ilmu Teknik saja, tetapi mutlak diperlukan pendekatan ilmu Administrasi/Managemen.
    5) Akibat daripada orientasi H. Fayol dan F.W. Taylor pada efisiensi dan produktivitas kerja, menimbulkan perhatian para ahli banyak menyoroti kepada unsur manusia di dalam organisasi, yaitu timbulnya beberapa “Behavioural School of Thought” dari Herbert A. Simon, yang kemudian adanya sintesa dan integrasi.

    Perbedaan :
    Prinsip-prinsip manajemen adalah dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.
    • Menurut Henry Fayol. seorang industrialis asal Perancis, prinsip-prinsip dalam manajemen sebaiknya bersifat lentur dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Prinsip – prinsip umum manajemen menurut Henry Fayol terdiri dari.
    1) Pembagian kerja (Division of work)
    Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.
    Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya

    2) Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
    Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.
    Tanggung jawab terbesar terletak pada manajer puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada karyawan, tetapi terletak pada puncak pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah manajer puncak. oleh karena itu, apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.
    3) Disiplin (Discipline)
    Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap disrinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan weweanng yang ada padanya.

    4) Kesatuan perintah (Unity of command)
    Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesui dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.
    5) Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
    Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pmelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of directiion) tidak dapat terlepas dari pembaguan kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.
    6) Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
    Setiap karyawan harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan loancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.
    Setian karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan orgabisasi dapat terwujud, apanila setiap karyawan merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.
    7) Penggajian pegawai
    Gaji atau upah bagi karyawan merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Karyawan yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian haris dipikirkan bagaimana agar karyawan dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian harus diperhitungkan agar menimbuulkan kedisiplinan dan kegairahan kerja sehingga karyawan berkompetisi untuk membuat prestasi yang lebih besar. Prinsip more pay for more prestige (upaya lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.

    8) Pemusatan (Centralization)
    Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau manajer puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiurang wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)

    9) Hirarki (tingkatan)
    Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.
    10) Ketertiban (Order)
    Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.

    11) Keadilan dan kejujuran
    Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral karyawan dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Manajer yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.

    12) Stabilitas kondisi karyawan
    Dalam setiap kegiatan kestabilan karyawan harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan karyawan terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan.
    Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.

    13) Prakarsa (Inisiative)
    Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-beiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari karyawan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa karyawan merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan karyawannya.
    14) Semangat kesatuan dan semangat korps
    Setiap karyawan harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggyungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap karyawan berarti bagi karyawan lain dan karyawan lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana
    • Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management).
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.

    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
    2. Prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi karena dalam menjalankan suatu organisasi apapun bentuknya, sudah tentu seorang manajer harus memiliki dan memahami kaedah-kaedah, prinsip-prinsip dan konsep-konsep tentang manajemen, dengan demikian diharapkan mampu menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Manajemen dapat berjalan dalam melaksanakan kegiatannya, apabila unsur-unsur dan fungsi-fungsi dari manajemen tersebut dapat bergerak sesuai dengan alurnya.
    Contohnya : Pembagian Kerja (Division of Work)
    Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike.
    Hampir di setiap perusahaan terdapat tiga dasar kegiatan, yakni; memproduksi, menjual, dan membiayai. Walaupun kadang-kadang identitas seperti tidak jelas, tetap ada karena fungsinya memang penting bagi operasi dan kelangsungan hidup perusahaan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dijadikan berbagai bagian dari perusahaan. Pemanfaatannya terutama sekali tergantung sifat dan jumlah pekerjaannya, tersedianya orang-orang ang mengerjakannya dan spesialisasi tugasnya.
    Contoh: Seseorang diperlukan untuk mengarahkan kegiatan setiap unit menuju sasaran-sasaran organisasi. Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

    3. Yang dimaksud dengan rantai skalar adalah garis wewenang dari manajemen puncak sampai ke tingkat yang paling rendah.
    Hubungan rantai scalar dengan pembagian kerja,yaitu
    4. Kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang.
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan, salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergenc, setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence, dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa, masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation, akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi

    5. Sampai berapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajemen
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Riset operasi banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalah-masalah manajemen untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi.
    Kelebihan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

  60. BAB 2 (PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN)
    NAMA : EVI DESLIANA
    NIM : D1C011079
    KELAS : K (thp)

    1. Perbedaan dan Persamaan prinsip manajemen Taylor dan fayol: mengemukakan hal yang sama bahwa ada prinsip-prinsip manajement tertentu yang harus diajarkan dan dipelajari oleh para manajer dan karyawan. Tapi kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.

    2. Mengapa perlunya Pinsip-prinsip manajemen dalam organisasi

    Organisasi adalah: kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian di dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
    Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah.
    Pentingnya prinsip-prinsip manajemen organisasi karena prinsip tersebut menjadi dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan.

    Contoh:
    Seseorang diperlukan untuk mengarahkan kegiatan setiap unit menuju sasaran-sasaran organisasi. Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

    3. Pengertian rantai scalar dan hubungannya dengan pembagian kerja
    Rantai Skalar / Garis Wewenang
    Dalam suatu perusahaan, harus ada garis wewenang dan perintah yang jelas,ini ada hubungannya dengan pembagian kerja untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kerja. Setiap perusahaan / instalasi harus mengadakan pembagian kerja sesuai dengan keahlian dan keterampilan setiap orang.
    Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi. Prinsipnya mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat.

    4. Kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang.
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan, salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergenc, setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence, dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa, masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation, akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi
    5. Sampai berapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajemen
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Riset operasi banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalah-masalah manajemen untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi.
    Kelebihan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

  61. BAB 2
    (PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN)

    NAMA : MARFUAH
    NIM : D1C011068
    KELAS : K (Teknologi Hasil Pertanian)

    Jawaban Soal dari Bab 2

    1. Perbedaan dan Persamaan prinsip manajemen Taylor dan fayol: mengemukakan hal yang sama bahwa ada prinsip-prinsip manajement tertentu yang harus diajarkan dan dipelajari oleh para manajer dan karyawan. Tapi kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.

    2. Mengapa perlunya Pinsip-prinsip manajemen dalam organisasi

    Organisasi adalah: kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian di dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
    Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah.
    Pentingnya prinsip-prinsip manajemen organisasi karena prinsip tersebut menjadi dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan.

    Contoh:
    Seseorang diperlukan untuk mengarahkan kegiatan setiap unit menuju sasaran-sasaran organisasi. Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

    3. Pengertian rantai scalar dan hubungannya dengan pembagian kerja
    Rantai Skalar / Garis Wewenang
    Dalam suatu perusahaan, harus ada garis wewenang dan perintah yang jelas,ini ada hubungannya dengan pembagian kerja untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kerja. Setiap perusahaan / instalasi harus mengadakan pembagian kerja sesuai dengan keahlian dan keterampilan setiap orang.
    Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi. Prinsipnya mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat.

    4. Kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang.
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan, salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergenc, setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence, dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa, masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation, akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi
    5. Sampai berapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajemen
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Riset operasi banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalah-masalah manajemen untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi.
    Kelebihan Riset Operasi
    Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    • Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    • Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    • Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    • Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    • Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

  62. NAMA : ALFIAN SOLEH
    NIM : D1C011059
    KELAS : K ( THP )
    Jawaban Tugas Bab 2 :

    1.Persamaan dan perbedaan pendapat : persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan. Fayol menyatakan ada lima peran dan tindakan manajemen yang perlu diperhatikan
    1. To forecast and plan : Memeriksa masa depan dan menyusun rencana aksi
    2. To organize : Mengatur, membangun struktur material dan manusia serta melaksanakan
    perintah
    3. To command : Mempertahankan kegiatan diantaranya adalah anggota kelompok
    4. To co-ordinate : Mengikat koordinasi bersama-sama, menyatukan dan aktivitas secara harmonis dan usaha bersama-sama
    5. To control : Melihat segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan kebijakan dan praktik
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Pertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas, pada sekitar tahun 1900an. Taylor adalah manajer dan penasihat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management).
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau Gneral and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Constance Storrs.
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
    2. Uathority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
    3. Dicipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
    4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
    5. Unity of Direction
    One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
    7. Renumeration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
    8. Centralization
    Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
    10. Order
    Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
    13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
    14. Esprit the Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.

    2 mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan yang diharapkan tersebut akan berhasil dengan baik bilamana kemampuan manusia yang terbatas baik pengetahuan, tehnologi, skill maupun waktu yang dimiliki itu, dapat dikembangkan dengan membagi tugas pekerjaannya, wewenang dan tanggung jawabnya kepada orang lain sehingga secara sinergis dan mutual simbiosis membentuk kerjasama dan kemitraan yang saling menguntungkan dan pencapaian tujuan lebih baik, tanpa ada kerjasama yang baik maka tidak ada “manajemen”. Bila ada, adalah manajemen tradisional atau otoriter.
    Uraian diatas memberikan dorongan untuk menjawab suatu pertanyaan mengapa manajemen itu penting dalam menjalankan organisasi?
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya adalah :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.

    3 Apa yang dimaksud dengan rantai skalar ? Rantai skalar adalah rantai atasan mulai dari otoritas tertinggi ke peringkat terendah. Garis kewenangan adalah mengikuti rute – melalui setiap link di rantai – oleh semua komunikasi yang dimulai dari atau pergi ke otoritas tertinggi. Jalur ini ditentukan baik oleh kebutuhan untuk beberapa transmisi dan oleh prinsip kesatuan komando, tetapi tidak selalu tercepat. Hal ini bahkan pada waktu malapetaka panjang dalam masalah besar, terutama di sang pemerintah. Sekarang, ada banyak kegiatan yang sukses ternyata pada eksekusi cepat, maka menghormati garis kewenangan harus berdamai dengan kebutuhan untuk tindakan cepat.

    4. Perkembangan Teori Manjemen di masa Mendatang:
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen dimasa mendatang, yaitu:
    • Dominan yaitu dimana salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    • Divergence yaitu dimana setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri
    • Convergence yaitu dimana aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur.
    • Sintesa yaitu dimana masing-masing aliran berintegerasi
    • Proliferation yaitu dimana ada kemunkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

    Jawaban Tugas bab 3
    1 Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
    2 mengapa manajer tingkat atas memanggul tanggung jawab yang lebih berat :

    1. Manajer pada tingkat tertinggi hirarki organisasi , seperti direktur dan para wakil direktur, sering disebut berada pada tingkat perencanaan strategis. Bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi secara keseluruhan. Menetaplan arah kebijaksanaan, membuat rencana dan sasaran jangka panjang, merumuskan strategi, menyusun prosedur operasional organisasi secara umum, serta menetapkan pedoman interaksi organisasi dengan lingkungannya. Jadi, manajer tingkat atas memerlukan informasi berupa ringkasan dari seluruh transaksi yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Informasi dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik, yang penting berupa informasi global dari seluruh transaksi yang terjadi.
    2. Manajer tingkat menengah mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala divisi, berada pada tingkat pengendalian manajemen. Bertanggung jawab atas pengelolaan organisasi berdasarkan departementalisasi, wilayah, produk atau divisi. Merumuskan rencana dan sasaran operasional jangka menengah, merumuskan strategi, menyusun prosedur, melakukan pengendalian dan membuat keputusan operasional berdasarkan lingkup tanggung jawabnya. Jadi, manajer tingkat menengah memerlukan informasi berdasarkan divisinya. Khusus untuk departemen persedian barang, majer membutuhkan informasi rinci tentang produk yang laris, sehingga dapat dibuat perencanaan yang matang untuk menjamin persedian produk tersebut.
    3. Manajer tingkat bawah, mencakup kepala departemen, supervisor, pimpinan proyek, berada pada manajen tingkat pengendalian operasional. Bertanggung jawab atas pelaksanaan rencana dan sasaran operasional, membuat keputusan jangka pendek berdasarkan arah kebijakan, prosedur dan pedoman yang telah ditetapkan, serta mengendalikan transaksi harian. Jadi manajer tingkat ini membutuhkan informasi rinci dari pergerakan setiap transaksi agar dapat melakukan control terhadap proses tersebut

    3 dari mana kita dapat informasi Lingkungan Eksternal Makro
    Adalah keseluruhan aspek besar di luar organisasi yang menciptakan keseluruhan kondisi lingkungan.
    • Aspek Ekonomi, keadaan kesehatan dan stabilitas sistem ekonomi di wilayah di mana organisasi itu berada
    • Aspek Tekhnologi, mengacu pada macam tekhnologi yang tersedia yang dapat digunakan mengubah sumberdaya menjadi produk baik barang ataupun jasa
    • Aspek Sosial Budaya, meliputi kebiasaan, adat-istiadat, nilai-nilai dan karakteristik masyarakat di wilayah organisasi itu berada
    • Aspek Politik dan Hukum, keberadaan aturan pemerintah yang mengatur masalah usaha, dan bagaimana hubungan antara pemerintah dan usaha itu sendiri
    • Aspek Internasional, hal-hal yang mempengaruhi organisasi dari kegiatan-kegiatan usaha di negara lain
    tersebut
    4 Bagai mana cara manajer mengatasi kondisi yang bergejolak : Manajer disamping harus memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi, juga harus menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal terhadap organisasi yang dikelolanya. Manajer perlu mempertimbangkan unsure-unsur dan kekuatan-kekuatan lingkungan eksternal dalam setiap kegiatannya. Manajer harus mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, mendiagnosa dan bereaksi terhadap kekuatan – kekuatan lingkungan, baik berupa kesempatan – kesempatan, resiko – resiko, maupun ancaman – ancaman, yang mempunyai pengaruh pada operasi organisasi (perusahaan).

    Bagaimana juga, lingkungan eksternal pada saat sekarang ini sangat bergejolak. Perubahan – perubahan yang terjadi di dalamnya sangat dinamis, dan kadang – kadang pengaruhnya pada manajemen tidak dapat diperkirakan terlebih dahulu. Sebagai contoh, manajer sekarang ini harus menghadapi situasi dan kondisi ekonomi yang naik turun, pesatnya perkembangan teknologi yang menimbulkan perbaikan inovasi proudksi serta produk, perubahan perilaku konsumen, peraturan – peraturan pemerintah yang selalu diperbaharui, dan sebagainya, yang semuanya mempengaruhi dan dipengaruhi oleh organisasi dan manajemen. Karenanya, manajemen dituntut untuk selalu bersikap tanggap dam adaptif, selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan. Manajer perlu menentukan beberapa cara atau pendekatan yang akan memungkinkannya menjaga dan mengembangkan operasi organisasi dalam lingkungan yang selalu berubah.
    Tanggung jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusan. Manajer dituntut mengimplemetasikan etika berusaha (the ethics of manager), terutama dalam hal yang berhubungan dengan langganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga-lembaga pendidikan, perusahaan – perusahaan lain, supplier, kreditur, pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat.
    Ada lima faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan dalam masalah etika, yaitu :
    1. hukum
    2. peraturan pemerintah
    3. kode etik industri dan perusahaan
    4. tekanan-tekanan sosial
    5. tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisas

    5an budaya organisasiuntuk mempengaruhi perilaku di tempat kerjaBudaya melibatkan kumpulan-kumpulan asumsi yang dianggap benar dari masyarakat tentang bagaimana mereka sebaiknya berpikir, bertindak dan merasakan.Aspek-aspek penting budaya masyarakat, seperti kebiasaan dan bahasa, diangkat ke lingkungan kerja oleh individu.Kombinasi budaya masyarakat dan organisasi mempengaruhi nilai-nilai, estetika, sikap dan harapanharapan seseorang

    Proses diimullaii dengan kepemiimpiinan yang kariismattiis yang
    menciipttakan sttrattegii dan viisii biisniis.. Dengan berllallunya wakttu,,
    adapttasii diibenttuk olleh kombiinasii sukses organiisasii dan kemampuan
    pemiimpiin unttuk membuatt para karyawan mengiikuttii fiillosofii attau
    seperangkatt niillaii yang memuaskan kebuttuhan para karyawan dan
    mengembangkan kepemiimpiinan..
    Akhiirnya,, sebuah iinfrasttrukttur diibenttuk unttuk memelliihara
    kesesuaiian organiisasii..

  63. NAMA : MUHAMMAD ARDIANTO
    NIM : D1C011062
    KELAS : THP, K
    Tugas Bab 2 :

    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan. Fayol menyatakan ada lima peran dan tindakan manajemen yang perlu diperhatikan
    1. To forecast and plan : Memeriksa masa depan dan menyusun rencana aksi
    2. To organize : Mengatur, membangun struktur material dan manusia serta melaksanakan
    perintah
    3. To command : Mempertahankan kegiatan diantaranya adalah anggota kelompok
    4. To co-ordinate : Mengikat koordinasi bersama-sama, menyatukan dan aktivitas secara harmonis dan usaha bersama-sama
    5. To control : Melihat segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan kebijakan dan praktik
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
    2. Uathority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
    3. Dicipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
    4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
    5. Unity of Direction
    One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
    7. Renumeration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
    8. Centralization
    Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
    10. Order
    Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
    13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
    14. Esprit the Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.

    2 . Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Tujuan yang diharapkan tersebut akan berhasil dengan baik bilamana kemampuan manusia yang terbatas baik pengetahuan, tehnologi, skill maupun waktu yang dimiliki itu, dapat dikembangkan dengan membagi tugas pekerjaannya, wewenang dan tanggung jawabnya kepada orang lain sehingga secara sinergis dan mutual simbiosis membentuk kerjasama dan kemitraan yang saling menguntungkan dan pencapaian tujuan lebih baik, tanpa ada kerjasama yang baik maka tidak ada “manajemen”. Bila ada, adalah manajemen tradisional atau otoriter.
    Uraian diatas memberikan dorongan untuk menjawab suatu pertanyaan mengapa manajemen itu penting dalam menjalankan organisasi?
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya adalah :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.

    2. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    Rantai skalar adalah rantai atasan mulai dari otoritas tertinggi ke peringkat terendah. Garis kewenangan adalah mengikuti rute – melalui setiap link di rantai – oleh semua komunikasi yang dimulai dari atau pergi ke otoritas tertinggi. Jalur ini ditentukan baik oleh kebutuhan untuk beberapa transmisi dan oleh prinsip kesatuan komando, tetapi tidak selalu tercepat. Hal ini bahkan pada waktu malapetaka panjang dalam masalah besar, terutama di sang pemerintah. Sekarang, ada banyak kegiatan yang sukses ternyata pada eksekusi cepat, maka menghormati garis kewenangan harus berdamai dengan kebutuhan untuk tindakan cepat.
    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang?
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen dimasa mendatang, yaitu:
    • Dominan yaitu dimana salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    • Divergence yaitu dimana setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri
    • Convergence yaitu dimana aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur.
    • Sintesa yaitu dimana masing-masing aliran berintegerasi
    • Proliferation yaitu dimana ada kemunkinan muncul lebih banyak aliran lagi.
    5. Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajaemen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dala organisasi?
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Kelebihan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

    Tugas bab 3
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?

    Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    3 Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    Lingkungan Eksternal Makro
    Adalah keseluruhan aspek besar di luar organisasi yang menciptakan keseluruhan kondisi lingkungan.
    • Aspek Ekonomi, keadaan kesehatan dan stabilitas sistem ekonomi di wilayah di mana organisasi itu berada
    • Aspek Tekhnologi, mengacu pada macam tekhnologi yang tersedia yang dapat digunakan mengubah sumberdaya menjadi produk baik barang ataupun jasa
    • Aspek Sosial Budaya, meliputi kebiasaan, adat-istiadat, nilai-nilai dan karakteristik masyarakat di wilayah organisasi itu berada
    • Aspek Politik dan Hukum, keberadaan aturan pemerintah yang mengatur masalah usaha, dan bagaimana hubungan antara pemerintah dan usaha itu sendiri
    • Aspek Internasional, hal-hal yang mempengaruhi organisasi dari kegiatan-kegiatan usaha di negara lain
    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkunga eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.
    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?

    Karena lingkungan masyarakat berada diluar organisassi yang sebagian tidak bisa dikendalikan dan dipengaruhi serta berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal.

  64. BAB 2
    (PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN)

    NAMA : YUNI ASTRINI
    NIM : D1C011070
    KELAS : K (Teknologi Hasil Pertanian)

    Jawaban Bab 2

    1. Taylor dan fayol: mengemukakan hal yang sama bahwa ada prinsip-prinsip manajement tertentu yang harus diajarkan dan dipelajari oleh para manajer dan karyawan. Tapi kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.

    2. Mengapa perlunya Pinsip-prinsip manajemen dalam organisasi

    Organisasi adalah: kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian di dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
    Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah.
    Pentingnya prinsip-prinsip manajemen organisasi karena prinsip tersebut menjadi dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan.

    Contoh:
    Seseorang diperlukan untuk mengarahkan kegiatan setiap unit menuju sasaran-sasaran organisasi. Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.

    3. Pengertian rantai scalar dan hubungannya dengan pembagian kerja
    Rantai Skalar / Garis Wewenang
    Dalam suatu perusahaan, harus ada garis wewenang dan perintah yang jelas,ini ada hubungannya dengan pembagian kerja untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kerja. Setiap perusahaan / instalasi harus mengadakan pembagian kerja sesuai dengan keahlian dan keterampilan setiap orang.
    Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi. Prinsipnya mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat.

    4. Kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang.
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan, salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergenc, setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence, dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa, masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation, akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi
    5. Sampai berapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajemen
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Riset operasi banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalah-masalah manajemen untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi.
    Kelebihan Riset Operasi
    Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    • Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    • Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    • Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    • Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    • Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

  65. NAMA : MUHAMMAD GUNTUR
    NIM : D1C011063
    KELAS : THP, K

    Tugas Bab 2 :
    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan.
    kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.
    Kedua tokoh itu adalah:
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).

    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu
    1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk,
    2. Komersial,
    3. Keuangan,
    4. Keamanan,
    5. Akuntansi dan
    6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
    2. Uathority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
    3. Dicipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
    4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
    5. Unity of Direction
    One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
    7. Renumeration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
    8. Centralization
    Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
    10. Order
    Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
    13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
    14. Esprit the Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
    2 . Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya karena :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.
    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    Rantai skalar adalah rantai daripada atasan yang bermula dari wewenang terakhir hingga pada tingkat terendah. Garis kekuasaan adalah rute yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dan kembalinke kekuasaan terakhir. Prinsip rantai skalar berarti bahwa untuk mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat ada manfaatnya kalau mereka langsung mengadakan komunikasi dengan mengabaikan garis kekuasaan.

    Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

    Dalam pelaksanaan lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, supaya tidak terjadi kekacauan, maka tidak boleh adanya hirarki karena hal ini akan menimbulkan ketidaksenangan dalam bekerja bagi orang yang dilaluinya. Karena tidak merasa dihargai oleh bawahannya dan merasa tidak dipercaya oleh atasannya. Namun, adanya hirarki justru mempercepat jalannya pekerjaan mengingat adanya derlegation of authority.

    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang?
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergence. Setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence. Dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

    5. Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajamen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dalam organisasi?

    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan.
    Keuntungan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kelemahan Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.
    Bab 3.manajemen dan lingkungan eksternal
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?
    • Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    Akan tetapi telah dilakukan banyak penelitian oleh para pakar manajemen, sehingga dapat dilihat pekerjaan manajer yang dipandang dari segi fungsinya, proses, peran, keterampilan terhadap situasi yang berbeda-beda dan berubah-ubah
    • Karena manajer Menggambarkan peran atau pekerjaan seorang manajer bukanlah hal yang sederhana, sebab tidak ada organisasi yang persis sama, dan tidak ada pula pekerjaan manajer yang tepat sama.

    3.Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    Lingkungan makro terdiri dari enam lingkungan yang harus dilihat, yaitu: lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan politik, dan lingkungan budaya.

    Lingkungan Demografi

    Pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi tingkat peluang pemasaran bagi suatu produk ataupun jasa. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi akan semakin membuka peluang lebih luas, karena bagaimanapun akan terkait dengan seberapa besar suatu produk atau jasa akan bisa diserap oleh pasar.

    Perbandingan prosentase umur. Kategorisasi umur dalam pemasaran biasanya dimulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Prosentase pada setiap umur akan menentukan juga peluang bisnis b di dalamnya. Untuk produk atau jasa yang ditujukan pada pasar anak-anak misalnya, dari jumlah populasi penduduk secara keseluruhan, perlu dilihat berapa persen jumlah anak-anak dari keseluruhan penduduk.

    Pasar etnik. Pasar etnik juga merupakan salah satu potensi pasar yang perlu dipertimbangkan. Etnis tertentu biasanya mempunyai kecenderungan, preferensi, dan kebutuhan bersama yang unik dan tidak dimiliki oleh etnis lain.

    Tingkat lulusan akademik. Tingkat lulusan akademik akan berpengaruh terhadap pola belanja dan gaya hidup seseorang. Cara memasarkan untuk kalangan berpendidikan tinggi akan berbeda dengan cara pemasaran untuk pendidikan yang lebih rendah.

    Pola kehidupan rumah tangga. Rumah tangga di Indonesia sebagian masih menerakan pola keluarga besar dengan orang tua dan anak-anak masih berkumpul dalam satu keluarga hingga tua. Namun demikian, di kota-kota besar keluarga-keluarga muda sudah mulai mandiri dan memiliki rumah serta memisahkan diri dari orang tua mereka.

    Lingkungan Ekonomi

    Distribusi pendapatan. Tingkat pendapatan suatu daerah akan menentukan produk dan jasa dengan kualifikasi seperti apa yang cocok dengan daerah tersebut. Dan dengan karakter daerah di Indonesia yang sangat beragam, beragam pula potensi antara satu daerah dengan daerah yang lain.

    Tingkat tabungan, hutang, dan pinjaman. Tingkat tabungan, hutang dan pinjaman akan menentukan seberapa besar potensi pengeluaran yang akan dilakukan oleh seseorang.

    Lingkungan Alam

    Menipisnya sumber daya alam. Sumber daya alam adalah sesuatu yang terus dieksploitasi yang lama kelamaan akan habis. Salah satu kunci utama adalah melihat bagaimana sumber daya alam masih bisa dimanfaatkan dan hingga berapa lama.

    Meningkatnya biaya. Sekarang ini terdapat kecenderungan bahwa biaya-biaya semakin meningkat terutama untuk listrik dan energi. Peningkatan biaya-biaya ini akan berdampak pada peningkatan biaya produksi yang setiap tahun akan semakin signifikan.

    Meningkatnya polusi. Meningkatnya polusi menimbulkan masalah dalam hal kesehatan dan juga kerusakan lingkungan. Di masa depan akan lebih banyak aturan yang mengatur untuk meminimalisir polusi yang tentu saja pada beberapa sektor akan menjadi tambahan biaya yang cukup besar.

    Lingkungan Teknologi

    Perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sekarang ini perkembangan dalam hal teknologi semakin cepat dirasakan. Dengan datangnya internet, perubahan dinamika berlangsung dalam waktu yang semakin cepat dan skala yang semakin meluas. Globalisasi mengubah berbagai aturan main dalam berbisnis. Persaingan juga tidak lagi dalam skala lokal dan nasional, tetapi sudah mengarah pada persaingan global.

    Inovasi teknologi yang terus berkembang. Perkembangan teknologi juga dibarengi dengan berbagai inovasi dalam banyak produk dan jasa. Contohnya adalah perkembangan mesin tik yang sekarang ini perlahan tapi pasti sudah mulai digantikan dengan komputer, dan berbagai contoh lain yang berada di sekitar kita.

    Aturan-aturan dalam teknologi. Teknologi mempunyai keunikan sendiri dengan dinamika dan perkembangan yang sangat cepat. Melihat aturan pemerintah dalam pengaturan penggunaan teknologi mutlak diperlukan untuk mempermudah berbagai proses dalam masyarakat.

    Lingkungan Politik

    Aturan-aturan dalam sektor industri. Dalam menjalankan bisnis, aturan merupakan satu landasan mutlak. Karena itu, pemetaan peluang bisnis juga perlu melihat berbagai aturan yang mengatur industri tersebut sehingga tidak terjadi bentrokan ataupun masalah di kemudian hari.
    Tumbuhnya organisasi-organisasi LSM dan buruh. Organisasi-organisasi LSM dan buruh di satu sisi memberikan pengaruh positif kepada pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi mereka. Tetapi organisasi pekerja yang terlalu kuat akan menyulitkan perusahaan dalam beberapa proses pengambilan keputusan, karena harus melakukan banyak kompromi dengan mereka.

    Lingkungan Budaya

    Perbedaan budaya pada masing-masing negara. Perbedaan budaya menjadikan gaya hidup masing-masing negara dan daerah berbeda juga. Pemahaman budaya pada setiap daerah akan memudahkan pemasar menyesuaikan produk ataupun jasanya sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.

    Kepercayaan, tradisi, dan agama. Pada kelompok orang dengan kepercayaan, tradisi, dan agama yang berbeda mempunyai pola konsumsi dan gaya hidup yang berbeda dengan yang berlainan kepercayaan. Dan pada hal-hal tertentu, agama mempunyai peran yang signifikan karena mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak dalam hal mengkonsumsi produk ataupun jasa.

    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkungan eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan hasil laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.

    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?
    Karena lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas local,industry legal.

  66. NAMA : JONI
    NIM : D1C011065
    KELAS : THP, K

    Tugas Bab 2 :
    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan.
    kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.
    Kedua tokoh itu adalah:
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).

    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu
    1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk,
    2. Komersial,
    3. Keuangan,
    4. Keamanan,
    5. Akuntansi dan
    6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
    2. Uathority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
    3. Dicipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
    4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
    5. Unity of Direction
    One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
    7. Renumeration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
    8. Centralization
    Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
    10. Order
    Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
    13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
    14. Esprit the Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
    2 . Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya karena :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.
    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    Rantai skalar adalah rantai daripada atasan yang bermula dari wewenang terakhir hingga pada tingkat terendah. Garis kekuasaan adalah rute yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dan kembalinke kekuasaan terakhir. Prinsip rantai skalar berarti bahwa untuk mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat ada manfaatnya kalau mereka langsung mengadakan komunikasi dengan mengabaikan garis kekuasaan.

    Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

    Dalam pelaksanaan lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, supaya tidak terjadi kekacauan, maka tidak boleh adanya hirarki karena hal ini akan menimbulkan ketidaksenangan dalam bekerja bagi orang yang dilaluinya. Karena tidak merasa dihargai oleh bawahannya dan merasa tidak dipercaya oleh atasannya. Namun, adanya hirarki justru mempercepat jalannya pekerjaan mengingat adanya derlegation of authority.

    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang?
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergence. Setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence. Dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

    5. Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajamen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dalam organisasi?

    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan.
    Keuntungan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kelemahan Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.
    Bab 3.manajemen dan lingkungan eksternal
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?
    • Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    Akan tetapi telah dilakukan banyak penelitian oleh para pakar manajemen, sehingga dapat dilihat pekerjaan manajer yang dipandang dari segi fungsinya, proses, peran, keterampilan terhadap situasi yang berbeda-beda dan berubah-ubah
    • Karena manajer Menggambarkan peran atau pekerjaan seorang manajer bukanlah hal yang sederhana, sebab tidak ada organisasi yang persis sama, dan tidak ada pula pekerjaan manajer yang tepat sama.

    3.Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    Lingkungan makro terdiri dari enam lingkungan yang harus dilihat, yaitu: lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan politik, dan lingkungan budaya.

    Lingkungan Demografi

    Pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi tingkat peluang pemasaran bagi suatu produk ataupun jasa. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi akan semakin membuka peluang lebih luas, karena bagaimanapun akan terkait dengan seberapa besar suatu produk atau jasa akan bisa diserap oleh pasar.

    Perbandingan prosentase umur. Kategorisasi umur dalam pemasaran biasanya dimulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Prosentase pada setiap umur akan menentukan juga peluang bisnis b di dalamnya. Untuk produk atau jasa yang ditujukan pada pasar anak-anak misalnya, dari jumlah populasi penduduk secara keseluruhan, perlu dilihat berapa persen jumlah anak-anak dari keseluruhan penduduk.

    Pasar etnik. Pasar etnik juga merupakan salah satu potensi pasar yang perlu dipertimbangkan. Etnis tertentu biasanya mempunyai kecenderungan, preferensi, dan kebutuhan bersama yang unik dan tidak dimiliki oleh etnis lain.

    Tingkat lulusan akademik. Tingkat lulusan akademik akan berpengaruh terhadap pola belanja dan gaya hidup seseorang. Cara memasarkan untuk kalangan berpendidikan tinggi akan berbeda dengan cara pemasaran untuk pendidikan yang lebih rendah.

    Pola kehidupan rumah tangga. Rumah tangga di Indonesia sebagian masih menerakan pola keluarga besar dengan orang tua dan anak-anak masih berkumpul dalam satu keluarga hingga tua. Namun demikian, di kota-kota besar keluarga-keluarga muda sudah mulai mandiri dan memiliki rumah serta memisahkan diri dari orang tua mereka.

    Lingkungan Ekonomi

    Distribusi pendapatan. Tingkat pendapatan suatu daerah akan menentukan produk dan jasa dengan kualifikasi seperti apa yang cocok dengan daerah tersebut. Dan dengan karakter daerah di Indonesia yang sangat beragam, beragam pula potensi antara satu daerah dengan daerah yang lain.

    Tingkat tabungan, hutang, dan pinjaman. Tingkat tabungan, hutang dan pinjaman akan menentukan seberapa besar potensi pengeluaran yang akan dilakukan oleh seseorang.

    Lingkungan Alam

    Menipisnya sumber daya alam. Sumber daya alam adalah sesuatu yang terus dieksploitasi yang lama kelamaan akan habis. Salah satu kunci utama adalah melihat bagaimana sumber daya alam masih bisa dimanfaatkan dan hingga berapa lama.

    Meningkatnya biaya. Sekarang ini terdapat kecenderungan bahwa biaya-biaya semakin meningkat terutama untuk listrik dan energi. Peningkatan biaya-biaya ini akan berdampak pada peningkatan biaya produksi yang setiap tahun akan semakin signifikan.

    Meningkatnya polusi. Meningkatnya polusi menimbulkan masalah dalam hal kesehatan dan juga kerusakan lingkungan. Di masa depan akan lebih banyak aturan yang mengatur untuk meminimalisir polusi yang tentu saja pada beberapa sektor akan menjadi tambahan biaya yang cukup besar.

    Lingkungan Teknologi

    Perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sekarang ini perkembangan dalam hal teknologi semakin cepat dirasakan. Dengan datangnya internet, perubahan dinamika berlangsung dalam waktu yang semakin cepat dan skala yang semakin meluas. Globalisasi mengubah berbagai aturan main dalam berbisnis. Persaingan juga tidak lagi dalam skala lokal dan nasional, tetapi sudah mengarah pada persaingan global.

    Inovasi teknologi yang terus berkembang. Perkembangan teknologi juga dibarengi dengan berbagai inovasi dalam banyak produk dan jasa. Contohnya adalah perkembangan mesin tik yang sekarang ini perlahan tapi pasti sudah mulai digantikan dengan komputer, dan berbagai contoh lain yang berada di sekitar kita.

    Aturan-aturan dalam teknologi. Teknologi mempunyai keunikan sendiri dengan dinamika dan perkembangan yang sangat cepat. Melihat aturan pemerintah dalam pengaturan penggunaan teknologi mutlak diperlukan untuk mempermudah berbagai proses dalam masyarakat.

    Lingkungan Politik

    Aturan-aturan dalam sektor industri. Dalam menjalankan bisnis, aturan merupakan satu landasan mutlak. Karena itu, pemetaan peluang bisnis juga perlu melihat berbagai aturan yang mengatur industri tersebut sehingga tidak terjadi bentrokan ataupun masalah di kemudian hari.
    Tumbuhnya organisasi-organisasi LSM dan buruh. Organisasi-organisasi LSM dan buruh di satu sisi memberikan pengaruh positif kepada pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi mereka. Tetapi organisasi pekerja yang terlalu kuat akan menyulitkan perusahaan dalam beberapa proses pengambilan keputusan, karena harus melakukan banyak kompromi dengan mereka.

    Lingkungan Budaya

    Perbedaan budaya pada masing-masing negara. Perbedaan budaya menjadikan gaya hidup masing-masing negara dan daerah berbeda juga. Pemahaman budaya pada setiap daerah akan memudahkan pemasar menyesuaikan produk ataupun jasanya sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.

    Kepercayaan, tradisi, dan agama. Pada kelompok orang dengan kepercayaan, tradisi, dan agama yang berbeda mempunyai pola konsumsi dan gaya hidup yang berbeda dengan yang berlainan kepercayaan. Dan pada hal-hal tertentu, agama mempunyai peran yang signifikan karena mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak dalam hal mengkonsumsi produk ataupun jasa.

    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkungan eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan hasil laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.

    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?
    Karena lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas local,industry legal.

  67. NAMA : MUHAMMAD GUNTUR
    NIM : D1C011063
    KELAS : K
    PRODI : TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
    TUGAS
    Bab 2 PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan.
    kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.
    Kedua tokoh itu adalah:
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).

    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu
    1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk,
    2. Komersial,
    3. Keuangan,
    4. Keamanan,
    5. Akuntansi dan
    6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
    2. Uathority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
    3. Dicipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
    4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
    5. Unity of Direction
    One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
    7. Renumeration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
    8. Centralization
    Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
    10. Order
    Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
    13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
    14. Esprit the Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.
    2 . Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya karena :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.
    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    Rantai skalar adalah rantai daripada atasan yang bermula dari wewenang terakhir hingga pada tingkat terendah. Garis kekuasaan adalah rute yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dan kembalinke kekuasaan terakhir. Prinsip rantai skalar berarti bahwa untuk mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat ada manfaatnya kalau mereka langsung mengadakan komunikasi dengan mengabaikan garis kekuasaan.

    Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

    Dalam pelaksanaan lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, supaya tidak terjadi kekacauan, maka tidak boleh adanya hirarki karena hal ini akan menimbulkan ketidaksenangan dalam bekerja bagi orang yang dilaluinya. Karena tidak merasa dihargai oleh bawahannya dan merasa tidak dipercaya oleh atasannya. Namun, adanya hirarki justru mempercepat jalannya pekerjaan mengingat adanya derlegation of authority.

    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang?
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan. Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergence. Setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence. Dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa. Masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation. Akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi.

    5. Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajamen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dalam organisasi?

    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan.
    Keuntungan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kelemahan Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

    TUGAS
    BAB 3.MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?
    • Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    Akan tetapi telah dilakukan banyak penelitian oleh para pakar manajemen, sehingga dapat dilihat pekerjaan manajer yang dipandang dari segi fungsinya, proses, peran, keterampilan terhadap situasi yang berbeda-beda dan berubah-ubah
    • Karena manajer Menggambarkan peran atau pekerjaan seorang manajer bukanlah hal yang sederhana, sebab tidak ada organisasi yang persis sama, dan tidak ada pula pekerjaan manajer yang tepat sama.

    3.Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    Lingkungan makro terdiri dari enam lingkungan yang harus dilihat, yaitu: lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan politik, dan lingkungan budaya.

    Lingkungan Demografi

    Pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi tingkat peluang pemasaran bagi suatu produk ataupun jasa. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi akan semakin membuka peluang lebih luas, karena bagaimanapun akan terkait dengan seberapa besar suatu produk atau jasa akan bisa diserap oleh pasar.

    Perbandingan prosentase umur. Kategorisasi umur dalam pemasaran biasanya dimulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Prosentase pada setiap umur akan menentukan juga peluang bisnis b di dalamnya. Untuk produk atau jasa yang ditujukan pada pasar anak-anak misalnya, dari jumlah populasi penduduk secara keseluruhan, perlu dilihat berapa persen jumlah anak-anak dari keseluruhan penduduk.

    Pasar etnik. Pasar etnik juga merupakan salah satu potensi pasar yang perlu dipertimbangkan. Etnis tertentu biasanya mempunyai kecenderungan, preferensi, dan kebutuhan bersama yang unik dan tidak dimiliki oleh etnis lain.

    Tingkat lulusan akademik. Tingkat lulusan akademik akan berpengaruh terhadap pola belanja dan gaya hidup seseorang. Cara memasarkan untuk kalangan berpendidikan tinggi akan berbeda dengan cara pemasaran untuk pendidikan yang lebih rendah.

    Pola kehidupan rumah tangga. Rumah tangga di Indonesia sebagian masih menerakan pola keluarga besar dengan orang tua dan anak-anak masih berkumpul dalam satu keluarga hingga tua. Namun demikian, di kota-kota besar keluarga-keluarga muda sudah mulai mandiri dan memiliki rumah serta memisahkan diri dari orang tua mereka.

    Lingkungan Ekonomi

    Distribusi pendapatan. Tingkat pendapatan suatu daerah akan menentukan produk dan jasa dengan kualifikasi seperti apa yang cocok dengan daerah tersebut. Dan dengan karakter daerah di Indonesia yang sangat beragam, beragam pula potensi antara satu daerah dengan daerah yang lain.

    Tingkat tabungan, hutang, dan pinjaman. Tingkat tabungan, hutang dan pinjaman akan menentukan seberapa besar potensi pengeluaran yang akan dilakukan oleh seseorang.

    Lingkungan Alam

    Menipisnya sumber daya alam. Sumber daya alam adalah sesuatu yang terus dieksploitasi yang lama kelamaan akan habis. Salah satu kunci utama adalah melihat bagaimana sumber daya alam masih bisa dimanfaatkan dan hingga berapa lama.

    Meningkatnya biaya. Sekarang ini terdapat kecenderungan bahwa biaya-biaya semakin meningkat terutama untuk listrik dan energi. Peningkatan biaya-biaya ini akan berdampak pada peningkatan biaya produksi yang setiap tahun akan semakin signifikan.

    Meningkatnya polusi. Meningkatnya polusi menimbulkan masalah dalam hal kesehatan dan juga kerusakan lingkungan. Di masa depan akan lebih banyak aturan yang mengatur untuk meminimalisir polusi yang tentu saja pada beberapa sektor akan menjadi tambahan biaya yang cukup besar.

    Lingkungan Teknologi

    Perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sekarang ini perkembangan dalam hal teknologi semakin cepat dirasakan. Dengan datangnya internet, perubahan dinamika berlangsung dalam waktu yang semakin cepat dan skala yang semakin meluas. Globalisasi mengubah berbagai aturan main dalam berbisnis. Persaingan juga tidak lagi dalam skala lokal dan nasional, tetapi sudah mengarah pada persaingan global.

    Inovasi teknologi yang terus berkembang. Perkembangan teknologi juga dibarengi dengan berbagai inovasi dalam banyak produk dan jasa. Contohnya adalah perkembangan mesin tik yang sekarang ini perlahan tapi pasti sudah mulai digantikan dengan komputer, dan berbagai contoh lain yang berada di sekitar kita.

    Aturan-aturan dalam teknologi. Teknologi mempunyai keunikan sendiri dengan dinamika dan perkembangan yang sangat cepat. Melihat aturan pemerintah dalam pengaturan penggunaan teknologi mutlak diperlukan untuk mempermudah berbagai proses dalam masyarakat.

    Lingkungan Politik

    Aturan-aturan dalam sektor industri. Dalam menjalankan bisnis, aturan merupakan satu landasan mutlak. Karena itu, pemetaan peluang bisnis juga perlu melihat berbagai aturan yang mengatur industri tersebut sehingga tidak terjadi bentrokan ataupun masalah di kemudian hari.
    Tumbuhnya organisasi-organisasi LSM dan buruh. Organisasi-organisasi LSM dan buruh di satu sisi memberikan pengaruh positif kepada pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi mereka. Tetapi organisasi pekerja yang terlalu kuat akan menyulitkan perusahaan dalam beberapa proses pengambilan keputusan, karena harus melakukan banyak kompromi dengan mereka.

    Lingkungan Budaya

    Perbedaan budaya pada masing-masing negara. Perbedaan budaya menjadikan gaya hidup masing-masing negara dan daerah berbeda juga. Pemahaman budaya pada setiap daerah akan memudahkan pemasar menyesuaikan produk ataupun jasanya sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.

    Kepercayaan, tradisi, dan agama. Pada kelompok orang dengan kepercayaan, tradisi, dan agama yang berbeda mempunyai pola konsumsi dan gaya hidup yang berbeda dengan yang berlainan kepercayaan. Dan pada hal-hal tertentu, agama mempunyai peran yang signifikan karena mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak dalam hal mengkonsumsi produk ataupun jasa.

    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkungan eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan hasil laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.

    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?
    Karena lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas local,industry legal.

  68. NAMA :YOGIE PARAWANGSAH
    NIM :D1C011045
    KELAS :K

    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan.
    kedua tokoh tersebut berbeda dalam titik perhatiannya dimana Fayol menitikberatkan pada manajer tingkat bawah sedangkan taylor menitik beratkan pada manajer tingkat menengah dan keatas.
    Kedua tokoh itu adalah:
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).

    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu
    1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk,
    2. Komersial,
    3. Keuangan,
    4. Keamanan,
    5. Akuntansi dan
    6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    Adanya spesialisasi dalam pekerjaan
    2. Uathority and Responsibility
    Wewenang yaitu hak untuk memberi perintah dan kekuasaan untuk meminta dipatuhi.
    3. Dicipline
    Melakukan apa yang sudah menjadi persetujuan bersama.
    4. Unity of Command
    Setiap bawahan hanya menerima instruksi dari seorang atasan saja untuk menghilangkan kebingungan dan saling lempar tanggung jawab.
    5. Unity of Direction
    One head and one plan or a group or activities having the same objective. Seluruh kegiatan dalam organisasi yang mempunyai tujuan sama harus diarahkan oleh seorang manajer.
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    Kepentingan seseorang tidak boleh di atas kepentingan bersama atau organisasi.
    7. Renumeration
    Gaji bagi pegawai merupakan harga servis atau layanan yang diberikan, kompensasi.
    8. Centralization
    Standarisasi dan desentralisasi merupakan pembagian kekuasaan.
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    Jalan yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dari dan kembali ke kuasaan terakhir.
    10. Order
    Disini berlaku setiap tempat untuk setiap orang dan setiap orang pada tempatnya berdasarkan pada kemampuan.
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    Seorang pegawai memerlukan penyesuaian untuk mengerjakan pekerjaan barunya agar dapat berhasil dengan baik.
    13. Initiative
    Bawahan diberi kekuasaan dan kebebasan di dalam mengeluarkan pendapatnya, menjalankan dan menyelesaikan rencananya.
    14. Esprit the Corps
    Persatuan adalah keleluasaan, pelaksanaan operasi organisasi perlu memiliki kebanggaan, keharmonisan dan kesetiaan dari para anggotanya yang tercermin dalam semangat korps.

    2.Perlu nya prinsip management dalam organisasi adalah kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian di dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.
    Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah.
    Pentingnya prinsip-prinsip manajemen organisasi karena prinsip tersebut menjadi dasar-dasar dan nilai yang menjadi inti dari keberhasilan
    contoh nya :Seseorang diperlukan untuk mengarahkan kegiatan setiap unit menuju sasaran-sasaran organisasi. Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban

    3.Pengertian rantai scalar dan hubungannya dengan pembagian kerja
    Rantai Skalar / Garis Wewenang
    Dalam suatu perusahaan, harus ada garis wewenang dan perintah yang jelas,ini ada hubungannya dengan pembagian kerja untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kerja. Setiap perusahaan / instalasi harus mengadakan pembagian kerja sesuai dengan keahlian dan keterampilan setiap orang.
    Prinsip Rantai Skalar yaitu hasil alami dari rantai tingkatan manajer dari peringkat wewenang paling tinggi sampai dengan peringkat paling rendah. Rantai scalar adalah jalur keseluruhan komunikasi vertical dalam sebuah organisasi. Prinsipnya mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat

    4.Kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang.
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan, salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergenc, setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence, dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa, masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation, akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi

    5.Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajamen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dalam organisasi?

    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan.
    Keuntungan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kelemahan Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

    TUGAS
    BAB 3.MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?
    • Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    Akan tetapi telah dilakukan banyak penelitian oleh para pakar manajemen, sehingga dapat dilihat pekerjaan manajer yang dipandang dari segi fungsinya, proses, peran, keterampilan terhadap situasi yang berbeda-beda dan berubah-ubah
    • Karena manajer Menggambarkan peran atau pekerjaan seorang manajer bukanlah hal yang sederhana, sebab tidak ada organisasi yang persis sama, dan tidak ada pula pekerjaan manajer yang tepat sama.

    3.Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    Lingkungan makro terdiri dari enam lingkungan yang harus dilihat, yaitu: lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknologi, lingkungan politik, dan lingkungan budaya.

    Lingkungan Demografi

    Pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi tingkat peluang pemasaran bagi suatu produk ataupun jasa. Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi akan semakin membuka peluang lebih luas, karena bagaimanapun akan terkait dengan seberapa besar suatu produk atau jasa akan bisa diserap oleh pasar.

    Perbandingan prosentase umur. Kategorisasi umur dalam pemasaran biasanya dimulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Prosentase pada setiap umur akan menentukan juga peluang bisnis b di dalamnya. Untuk produk atau jasa yang ditujukan pada pasar anak-anak misalnya, dari jumlah populasi penduduk secara keseluruhan, perlu dilihat berapa persen jumlah anak-anak dari keseluruhan penduduk.

    Pasar etnik. Pasar etnik juga merupakan salah satu potensi pasar yang perlu dipertimbangkan. Etnis tertentu biasanya mempunyai kecenderungan, preferensi, dan kebutuhan bersama yang unik dan tidak dimiliki oleh etnis lain.

    Tingkat lulusan akademik. Tingkat lulusan akademik akan berpengaruh terhadap pola belanja dan gaya hidup seseorang. Cara memasarkan untuk kalangan berpendidikan tinggi akan berbeda dengan cara pemasaran untuk pendidikan yang lebih rendah.

    Pola kehidupan rumah tangga. Rumah tangga di Indonesia sebagian masih menerakan pola keluarga besar dengan orang tua dan anak-anak masih berkumpul dalam satu keluarga hingga tua. Namun demikian, di kota-kota besar keluarga-keluarga muda sudah mulai mandiri dan memiliki rumah serta memisahkan diri dari orang tua mereka.

    Lingkungan Ekonomi

    Distribusi pendapatan. Tingkat pendapatan suatu daerah akan menentukan produk dan jasa dengan kualifikasi seperti apa yang cocok dengan daerah tersebut. Dan dengan karakter daerah di Indonesia yang sangat beragam, beragam pula potensi antara satu daerah dengan daerah yang lain.

    Tingkat tabungan, hutang, dan pinjaman. Tingkat tabungan, hutang dan pinjaman akan menentukan seberapa besar potensi pengeluaran yang akan dilakukan oleh seseorang.

    Lingkungan Alam

    Menipisnya sumber daya alam. Sumber daya alam adalah sesuatu yang terus dieksploitasi yang lama kelamaan akan habis. Salah satu kunci utama adalah melihat bagaimana sumber daya alam masih bisa dimanfaatkan dan hingga berapa lama.

    Meningkatnya biaya. Sekarang ini terdapat kecenderungan bahwa biaya-biaya semakin meningkat terutama untuk listrik dan energi. Peningkatan biaya-biaya ini akan berdampak pada peningkatan biaya produksi yang setiap tahun akan semakin signifikan.

    Meningkatnya polusi. Meningkatnya polusi menimbulkan masalah dalam hal kesehatan dan juga kerusakan lingkungan. Di masa depan akan lebih banyak aturan yang mengatur untuk meminimalisir polusi yang tentu saja pada beberapa sektor akan menjadi tambahan biaya yang cukup besar.

    Lingkungan Teknologi

    Perkembangan teknologi yang sangat cepat. Sekarang ini perkembangan dalam hal teknologi semakin cepat dirasakan. Dengan datangnya internet, perubahan dinamika berlangsung dalam waktu yang semakin cepat dan skala yang semakin meluas. Globalisasi mengubah berbagai aturan main dalam berbisnis. Persaingan juga tidak lagi dalam skala lokal dan nasional, tetapi sudah mengarah pada persaingan global.

    Inovasi teknologi yang terus berkembang. Perkembangan teknologi juga dibarengi dengan berbagai inovasi dalam banyak produk dan jasa. Contohnya adalah perkembangan mesin tik yang sekarang ini perlahan tapi pasti sudah mulai digantikan dengan komputer, dan berbagai contoh lain yang berada di sekitar kita.

    Aturan-aturan dalam teknologi. Teknologi mempunyai keunikan sendiri dengan dinamika dan perkembangan yang sangat cepat. Melihat aturan pemerintah dalam pengaturan penggunaan teknologi mutlak diperlukan untuk mempermudah berbagai proses dalam masyarakat.

    Lingkungan Politik

    Aturan-aturan dalam sektor industri. Dalam menjalankan bisnis, aturan merupakan satu landasan mutlak. Karena itu, pemetaan peluang bisnis juga perlu melihat berbagai aturan yang mengatur industri tersebut sehingga tidak terjadi bentrokan ataupun masalah di kemudian hari.
    Tumbuhnya organisasi-organisasi LSM dan buruh. Organisasi-organisasi LSM dan buruh di satu sisi memberikan pengaruh positif kepada pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi mereka. Tetapi organisasi pekerja yang terlalu kuat akan menyulitkan perusahaan dalam beberapa proses pengambilan keputusan, karena harus melakukan banyak kompromi dengan mereka.

    Lingkungan Budaya

    Perbedaan budaya pada masing-masing negara. Perbedaan budaya menjadikan gaya hidup masing-masing negara dan daerah berbeda juga. Pemahaman budaya pada setiap daerah akan memudahkan pemasar menyesuaikan produk ataupun jasanya sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.

    Kepercayaan, tradisi, dan agama. Pada kelompok orang dengan kepercayaan, tradisi, dan agama yang berbeda mempunyai pola konsumsi dan gaya hidup yang berbeda dengan yang berlainan kepercayaan. Dan pada hal-hal tertentu, agama mempunyai peran yang signifikan karena mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak dalam hal mengkonsumsi produk ataupun jasa.

    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkungan eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan hasil laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.

    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?
    Karena lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas local,industry legal.

  69. NAMA : JUJUNG H MARPAUNG
    NIM : D1C011066
    KELAS : (K)
    PRODI : TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN

    TUGAS DDM BAB 2 DAN 3
    1. persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan. Fayol menyatakan ada lima peran dan tindakan manajemen yang perlu diperhatikan
    1. To forecast and plan : Memeriksa masa depan dan menyusun rencana aksi
    2. To organize : Mengatur, membangun struktur material dan manusia serta melaksanakan
    perintah
    3. To command : Mempertahankan kegiatan diantaranya adalah anggota kelompok
    4. To co-ordinate : Mengikat koordinasi bersama-sama, menyatukan dan aktivitas secara harmonis dan usaha bersama-sama
    5. To control : Melihat segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan kebijakan dan praktik
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    2. Uathority and Responsibility
    3. Dicipline
    4. Unity of Command
    5. Unity of Direction
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    7. Renumeration
    8. Centralization
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    10. Order
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    13. Initiative
    14. Esprit the Corps

    2 .Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Dengan adanaya prinsiip manajemen maka semua pekerja dapat menjalankan tufasnya dan dapat mencapai tujuan suatu organisasi secara maksimal
    Uraian diatas memberikan dorongan untuk menjawab suatu pertanyaan mengapa manajemen itu penting dalam menjalankan organisasi?
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya adalah :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.
    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    Rantai skalar adalah rantai atasan mulai dari otoritas tertinggi ke peringkat terendah. Garis kewenangan adalah mengikuti rute – melalui setiap link di rantai – oleh semua komunikasi yang dimulai dari atau pergi ke otoritas tertinggi. Jalur ini ditentukan baik oleh kebutuhan untuk beberapa transmisi dan oleh prinsip kesatuan komando, tetapi tidak selalu tercepat. Hal ini bahkan pada waktu malapetaka panjang dalam masalah besar, terutama di sang pemerintah. Sekarang, ada banyak kegiatan yang sukses ternyata pada eksekusi cepat, maka menghormati garis kewenangan harus berdamai dengan kebutuhan untuk tindakan cepat.

    4. Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen dimasa mendatang, yaitu:
    • Dominan yaitu dimana salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    • Divergence yaitu dimana setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri
    • Convergence yaitu dimana aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur.
    • Sintesa yaitu dimana masing-masing aliran berintegerasi
    • Proliferation yaitu dimana ada kemunkinan muncul lebih banyak aliran lagi.
    5. Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Kelebihan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.
    Tugas bab 3
    1. Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
    2. Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    3. Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    Lingkungan Eksternal Makro
    Adalah keseluruhan aspek besar di luar organisasi yang menciptakan keseluruhan kondisi lingkungan.
    • Aspek Ekonomi, keadaan kesehatan dan stabilitas sistem ekonomi di wilayah di mana organisasi itu berada
    • Aspek Tekhnologi, mengacu pada macam tekhnologi yang tersedia yang dapat digunakan mengubah sumberdaya menjadi produk baik barang ataupun jasa
    • Aspek Sosial Budaya, meliputi kebiasaan, adat-istiadat, nilai-nilai dan karakteristik masyarakat di wilayah organisasi itu berada
    • Aspek Politik dan Hukum, keberadaan aturan pemerintah yang mengatur masalah usaha, dan bagaimana hubungan antara pemerintah dan usaha itu sendiri
    • Aspek Internasional, hal-hal yang mempengaruhi organisasi dari kegiatan-kegiatan usaha di negara lain
    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkunga eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.
    5. Karena sebagian lingkungan masyarakat diluar organisai bias saja berpengaruh karena adanya pembuatan keputusan baru.. pleh karena itu, manajer dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal.

  70. NAMA:NURSASMITA
    NIM:D1C011055
    PRODI:THP
    Kelas:K

    Tugas BAB 2 ( PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN)

    1.Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari taylor dan fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    Jawab:
    Pesamaan :
     Keduanya berorientasi kepada “efisiensi” dan “produktivitas” kerja, dan tergolong pada beberapa “School of Thought” seperti “Efficiency School of Thought Taylor”.
     Hasil pemikiran kedua tokoh itu merupakan dasar utama daripada perkembangan’ dan pembangunan daripada llmu Administrasi/Managemen sebagai ilmu pengetahuan.
     Kedua tokoh itu telah dapat meletakkan, landasan yang kuat untuk mengembangkan ilmu Administrasi/Managemen modern untuk periode zaman modern sekarang ini.
     Kedua tokoh itu telah dapat membuktikan bahwa suatu penyelenyelesaian pekerjaan baik pada organisasi negara/swasta tidak. cukup hanya dengan pendekatan Ilmu Teknik saja, tetapi mutlak diperlukan pendekatan ilmu Administrasi/Managemen.
     Akibat daripada orientasi H. Fayol dan F.W. Taylor pada efisiensi dan produktivitas kerja, menimbulkan perhatian para ahli banyak menyoroti kepada unsur manusia di dalam organisasi, yaitu timbulnya beberapa “Behavioural School of Thought” dari Herbert A. Simon, yang kemudian adanya sintesa dan integrasi.

    Perbedaan :
    Perbedaan pendapat dari fayol menitik beratkan pada manager tingkat bawah, sedangkan pendapat dari Taylor menitik beratkan pada manager tingkat menengah dan atas.

    2. Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Jawab:
    Manajemen menguasai prinsip dan teori serta menggunakannya dengan tepat dan benar sehingga akan mendapatkan efisiensi dan efektifitas yang tinggi.Dengan menggunakan prinsip dan teori maka kebijakan penyimpangan dari prinsip yang dilakukan secara sadar akan meningkatkan sikap hati- hati (konservatif) terhadap negatif yang mungkin timbul dari penyimpangan.Contohnya: perusahaan dapat dipandang besar ketika menjalin suatu hubungan kerja sama untuk mencapai sebuah tujuan. Dan hasil yang dicapai lebih besar diban dingkan bila dilakukan secara individu.

    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    jawab;
    Rantai skalar adalah rantai daripada atasan yang bermula dari wewenang terakhir hingga pada tingkat terendah. Garis kekuasaan adalah rute yang harus diikuti oleh semua komunikasi yang bermula dan kembalinke kekuasaan terakhir. Prinsip rantai skalar berarti bahwa untuk mempermudah komunikasi antara pegawai yang setingkat ada manfaatnya kalau mereka langsung mengadakan komunikasi dengan mengabaikan garis kekuasaan.

    Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada manajer puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap karyawan akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

    Dalam pelaksanaan lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, supaya tidak terjadi kekacauan, maka tidak boleh adanya hirarki karena hal ini akan menimbulkan ketidaksenangan dalam bekerja bagi orang yang dilaluinya. Karena tidak merasa dihargai oleh bawahannya dan merasa tidak dipercaya oleh atasannya. Namun, adanya hirarki justru mempercepat jalannya pekerjaan mengingat adanya derlegation of authority.

    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang?
    jawab:
    Kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang.
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen selanjutnya di masa mendatang, yaitu :
    1. Dominan, salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    2. Divergenc, setiap aliran berkembang melelui jalurnya sendiri.
    3. Convergence, dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka yang cenderung kabur.
    4. Sintesa, masing-masing aliran berintegrasi.
    5. Proliferation, akhirnya ada kemungkinan muncul lebih banyak aliran lagi

    5.Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajamen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dalam organisasi?
    jawab:
    Sampai berapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajemen
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Riset operasi banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalah-masalah manajemen untuk meningkatkan produktivitas atau efisiensi.
    Kelebihan Riset Operasi
    Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    • Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    • Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    • Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    • Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    • Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

    Tugas bab 3(.MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL)
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    JAWAB:
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.

    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?
    JAWAB:
    Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.

    3 Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?
    JAWAB:
    Lingkungan Eksternal Makro
    Adalah keseluruhan aspek besar di luar organisasi yang menciptakan keseluruhan kondisi lingkungan.
    • Aspek Ekonomi, keadaan kesehatan dan stabilitas sistem ekonomi di wilayah di mana organisasi itu berada
    • Aspek Tekhnologi, mengacu pada macam tekhnologi yang tersedia yang dapat digunakan mengubah sumberdaya menjadi produk baik barang ataupun jasa
    • Aspek Sosial Budaya, meliputi kebiasaan, adat-istiadat, nilai-nilai dan karakteristik masyarakat di wilayah organisasi itu berada
    • Aspek Politik dan Hukum, keberadaan aturan pemerintah yang mengatur masalah usaha, dan bagaimana hubungan antara pemerintah dan usaha itu sendiri
    • Aspek Internasional, hal-hal yang mempengaruhi organisasi dari kegiatan-kegiatan usaha di negara lain

    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    JAWAB:
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkunga eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.

    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?
    JAWAB:
    Karena lingkungan masyarakat berada diluar organisassi yang sebagian tidak bisa dikendalikan dan dipengaruhi serta berpengaruh terhadap pembuatan keputusan. Maka dari itu seorang manager dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal.

  71. NAMA : RISKY KIRANA S
    NIM : D1C011050
    KELAS : (K)
    PRODI : TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
    TUGAS DDM BAB 2 DAN BAB 3
    Tugas bab 2
    1. Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari Taylor dan Fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    Jawab :
    persamaan ,Fayol dan Taylor berpendapat bahwa ada prinsip-prinsip dalam suatu organisasi di mana tujuannya adalah untuk memberikan efisiensi dalam pengoperasian dan hal ini diyakini dapat diimplementasikan. Fayol menyatakan ada lima peran dan tindakan manajemen yang perlu diperhatikan
    1. To forecast and plan : Memeriksa masa depan dan menyusun rencana aksi
    2. To organize : Mengatur, membangun struktur material dan manusia serta melaksanakan
    perintah
    3. To command : Mempertahankan kegiatan diantaranya adalah anggota kelompok
    4. To co-ordinate : Mengikat koordinasi bersama-sama, menyatukan dan aktivitas secara harmonis dan usaha bersama-sama
    5. To control : Melihat segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan kebijakan dan praktik
    a. Frederick Winslow Taylor (1856-1915)
    Hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba atau yang lebih dikenal dengan nama sistem trial and error.
    Hakekat pertama daripada manajemen ilmiah yaitu A great mental revolution, karena hal ini menyangkut manajer dan karyawan. Hakekat yang ke dua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba-coba dalam setiap unsur pekerjaan.
    Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
    1. menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.
    2. memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
    3. setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
    4. harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
    Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer. Dimana manajer adalah pelayan bagi bahwahannya yang bertentangan dengan pendapat sebelumnya yang mengatakan bahwa bawahan adalah pelayan manajer. Oleh Taylor ini dinamakan studi gerak dan waktu (Time and a motion study).
    b.Henry Fayol (1841-1925)
    Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan, fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme.
    Fayol. Selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen, yaitu 1. Teknik Produksi dan Manufakturing Produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi dan 6. Manajerial.
    Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
    1. Devision of Work
    2. Uathority and Responsibility
    3. Dicipline
    4. Unity of Command
    5. Unity of Direction
    6. Subordination of Individual Interest to Generale Interest
    7. Renumeration
    8. Centralization
    9. Sealar Chain (garis wewenang)
    10. Order
    11. Equity Persamaan perlakuan dalam organisasi.
    12. Stability of Tonure of Personel
    13. Initiative
    14. Esprit the Corps

    2 . Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Jawab :
    Manajemen pada prinsipnya bagaimana mengatur kegiatan agar berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan secara optimal sesuai dengan yang diinginkan. Dengan adanaya prinsiip manajemen maka semua pekerja dapat menjalankan tufasnya dan dapat mencapai tujuan suatu organisasi secara maksimal
    Uraian diatas memberikan dorongan untuk menjawab suatu pertanyaan mengapa manajemen itu penting dalam menjalankan organisasi?
    Manajemen dikatakan penting, dalam menjalankan kegiatan organisasi, pada dasarnya adalah :
    1. Pekerjaan itu berat dan sulit untuk di kerjakan sendiri, sehingga diperlukan adanya pembagian kerja, tugas dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
    2. Suatu organisasi akan berhasil guna dan berdaya guna
    3. Manajemen yang baik dapat meningkatkan kinerja dari semua potensi yang dimiliki
    4. Manajemen yang baik akan menghindari dan mengurangi pemborosan
    5. Manajemen yang baik harus jelas sasaran yang hendak dituju
    6. Manajemen merupakan suatu pedoman pemikiran dan tindakan kegiatan organisasi
    7. Manajemen yang baik selalu mengedepankan kerjasama, keharmonisan, komunikasi yang kontruktif, seimbang, searah saling menghormati, dan menghargai mencintai sebagai tujuan dapat dioptimalkan.
    8. Manajemen diperlukan untuk kemajuan, dan pertumbuhan Juga perkembangan agar lebih baik lagi.
    3. Coba anda jelaskan ,apa yang dimaksud dengan rantai skalar ! ,Apakah ada hubungannya dengan pembagian kerja ?
    Jawab :
    Rantai skalar adalah rantai atasan mulai dari otoritas tertinggi ke peringkat terendah. Garis kewenangan adalah mengikuti rute – melalui setiap link di rantai – oleh semua komunikasi yang dimulai dari atau pergi ke otoritas tertinggi. Jalur ini ditentukan baik oleh kebutuhan untuk beberapa transmisi dan oleh prinsip kesatuan komando, tetapi tidak selalu tercepat. Hal ini bahkan pada waktu malapetaka panjang dalam masalah besar, terutama di sang pemerintah. Sekarang, ada banyak kegiatan yang sukses ternyata pada eksekusi cepat, maka menghormati garis kewenangan harus berdamai dengan kebutuhan untuk tindakan cepat.

    4. Coba anda jelaskan kemungkinan perkembangan selanjutnya dari teori manajemen dimasa mendatang?
    Jawab:
    Ada lima kemungkinan arah perkembangan teori manajemen dimasa mendatang, yaitu:
    • Dominan yaitu dimana salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna.
    • Divergence yaitu dimana setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri
    • Convergence yaitu dimana aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur.
    • Sintesa yaitu dimana masing-masing aliran berintegerasi
    • Proliferation yaitu dimana ada kemunkinan muncul lebih banyak aliran lagi.
    5. Sampai seberapa jauh riset operasi dapat membantu dalam manajamen. Apa keuntungan dan kelemahan dari penggunaan riset operasi dalam organisasi?
    Jawab:
    Riset Operasi dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan proses operasi di perusahaan. Riset ini mencakup:
    • Riset Produktivitas (Productivity Analysis Research).
    • Audit Operasi (Operational Audit).
    Kelebihan Riset Operasi
    1. Memungkinkan untuk merinci masalah kompleks dan berskala besar menjadi bagian lebih kecil sehingga dapat lebih mudah didiagnosa dan dianalisa.
    2. Dalam penyusunan dan analisa model-model riset operasi, para peneliti harus memperhatikan perincian dan mengikuti berbagai prosedur logik dan sistematik.
    3. Teknik –teknik riset operasi sangat membantu dalam penilaian alternatif-alternatif.
    Kekurangan/kendala Riset Operasi
    1. Proyek-proyek riset operasi sering selalu mahal bagi banyak organisasi atau banyak jenis masalah, sehingga sebelum keputusan untuk menggunakannya dibuat perlu dilakukan analisa biaya kegunaan (cost-benefit) terlebih dahulu.
    2. Riset operasi tidak dapat diterapkan secara efektif dalam banyak situasi.
    3. Riset operasi dapat dengan mudah menjadi teknik-teknik yang terpisah dari kenyataan, mungkin karena kesalahan dalam anggapan-anggapan tentang masalah atau karena variabel-variable tertentu diabaikan.

    Tugas bab 3
    1. Mengapa manajer saat ini dituntut untuk mengikuti dan mentaati hukum dan standar etika masyarakat. Jelaskan jawaban anda sejelas mungkin.!
    Jawab:
    Etika manajer adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka
    Kategori etika manajer
    Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori:
    Perilaku terhadap karyawan
    Kategori ini meliputi aspek perekrutan, pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta ruang pribadi dan penghormatan. Pedoman etis dan hukum mengemukakan bahwa keputusan perekrutan dan pemecatan harus didasarkan hanya pada kemampuan untuk melakukan pekerjaan. Perilaku yang secara umum dianggap tidak etis dalam kategori ini misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaannya
    Perilaku terhadap organisasi
    Permasalahan etika juga terjadi dalam hubungan pekerja dengan organisasinya. Masalah yang terjadi terutama menyangkut tentang kejujuran, konflik kepentingan, dan kerahasiaan. Masalah kejujuran yang sering terjadi di antaranya menggelembungkan anggaran atau mencuri barang milik perusahaan. Konflik kepentingan terjadi ketika seorang individu melakukan tindakan untuk menguntungkan diri sendiri, namun merugikan atasannya. Misalnya, menerima suap Sementara itu, masalah pelanggaran etika yang berhubungan dengan kerahasiaan di antaranya menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.
    Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
    Seorang manajer juga harus menjalankan etika ketika berhubungan dengan agen-agen ekonomi lain—seperti pelanggan, pesaing, pemegang saham, pemasok, distributor, dan serikat buruh.
    2. Mengapa para manajer tingkat atas dalam suatu organisasi memikul tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan manajer tingkat bawah dalam pengelolaan hubungan dengan lingkungan eksternal.?
    Jawab:
    Karena manager tingkat atas bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Menetapkan kebijaksanaan operasional dan membimbing hubungan organisasi dengan lingkungannya.
    3. Dari mana kita dapat memperoleh informasi lingkungan makro, sebutkan sumber informasinya.?

    jawab:
    Lingkungan Eksternal Makro
    Adalah keseluruhan aspek besar di luar organisasi yang menciptakan keseluruhan kondisi lingkungan.
    • Aspek Ekonomi, keadaan kesehatan dan stabilitas sistem ekonomi di wilayah di mana organisasi itu berada
    • Aspek Tekhnologi, mengacu pada macam tekhnologi yang tersedia yang dapat digunakan mengubah sumberdaya menjadi produk baik barang ataupun jasa
    • Aspek Sosial Budaya, meliputi kebiasaan, adat-istiadat, nilai-nilai dan karakteristik masyarakat di wilayah organisasi itu berada
    • Aspek Politik dan Hukum, keberadaan aturan pemerintah yang mengatur masalah usaha, dan bagaimana hubungan antara pemerintah dan usaha itu sendiri
    • Aspek Internasional, hal-hal yang mempengaruhi organisasi dari kegiatan-kegiatan usaha di negara lain
    4. Bagaimana caranya bagi seorang manajer di dalam menghadapi lingkungan eksternal yang semakin bergejolak cepat ini. Jelaskan jawaban anda sejelas sejelas mungkin. Berikan contoh penyelesaiannya.?
    Jawab :
    Cara bagi seorang manajer untuk mengatasi permasalahan lingkunga eksternal yaitu dengan bantuan dari sekretaris atau seseorang yang dipilih sebagai orang kepercayaan serta para karyawan dari organisasi yang bersangkutan yang memberikan laporan setiap saat atau melalui riset operasi yaitu mengadakan ramalan- ramalan dan pengalaman- pengalaman yang didapat dimasa lalu.
    Contohnya : seorang pegawai melaporkan laporan kegiatan kepada atasan, karena telah diperintahkan oleh atasannya.
    5. Bahwa nilai-nilai dan kebiasaan yang berada lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap organisasi perusahaan, jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya?
    jawab :
    Karena sebagian lingkungan masyarakat diluar organisai bias saja berpengaruh karena adanya pembuatan keputusan baru.. pleh karena itu, manajer dituntut untuk selalu tanggap dan adaptif,selalu mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Contohnya : organisasi pesaing, pemasok komunitas lokal.

  72. NAMA:RIZKIA MAHMUDAH
    NIM:D1C011056
    PRODI :THP
    KELAS :K
    Tugas BAB 2
    PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

    1.Sebutkan perbedaan dan persamaan pendapat dari taylor dan fayol dalam prinsip-prinsip manajemen?
    Jawab:Pesamaan :
    a.Keduanya berorientasi kepada “efisiensi” dan “produktivitas” kerja, dan tergolong pada beberapa “School of Thought” seperti “Efficiency School of Thought Taylor”.
    b.Hasil pemikiran kedua tokoh itu merupakan dasar utama daripada perkembangan’ dan pembangunan daripada llmu Administrasi/Managemen sebagai ilmu pengetahuan.
    c.Kedua tokoh itu telah dapat meletakkan, landasan yang kuat untuk mengembangkan ilmu Administrasi/Managemen modern untuk periode zaman modern sekarang ini.
    d.Kedua tokoh itu telah dapat membuktikan bahwa suatu penyelenyelesaian pekerjaan baik pada organisasi negara/swasta tidak. cukup hanya dengan pendekatan Ilmu Teknik saja, tetapi mutlak diperlukan pendekatan ilmu Administrasi/Managemen.
    e.Akibat daripada orientasi H. Fayol dan F.W. Taylor pada efisiensi dan produktivitas kerja, menimbulkan perhatian para ahli banyak menyoroti kepada unsur manusia di dalam organisasi, yaitu timbulnya beberapa “Behavioural School of Thought” dari Herbert A. Simon, yang kemudian adanya sintesa dan integrasi.
    Perbedaan :Perbedaan pendapat dari fayol menitik beratkan pada manager tingkat bawah, sedangkan pendapat dari Taylor menitik beratkan pada manager tingkat menengah dan atas.

    2. Mengapa prinsip-prinsip manajemen diperlukan dalam organisasi ? Jelaskan jawaban anda dan berikan contohnya !
    Jawab:Manajemen menguasai prinsip dan teori serta menggunakannya dengan tepat dan benar sehingga akan mendapatkan efisiensi dan efektifitas yang tinggi.Dengan menggunakan prinsip dan teori maka kebijakan penyimpangan dari prinsip yang dilakukan secara sadar akan meningkatkan sikap hati- hati (konservatif) terhadap negatif yang mungkin timbul dari penyimpangan.Contohnya: perusaha