Research and On Going Research

IbM KELOMPOK TANI SAYURAN DI KELURAHAN PAALMERAH KECAMATAN JAMBI SELATAN, JAMBI

  1. A.    ANALISIS SITUASI

            Unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan unit usaha yang mendominasi  hampir di setiap struktur konfigurasi sektor ekonomi riil di Indonesia, tidak terkecuali pada subsektor tanaman bahan makanan. Pengembangan subsektor bahan makanan ini menjadi penting tidak hanya dari sisi penyerapan tenaga kerja melalui UMKM namun juga perannya dalam memproduksi komoditas-komoditas strategis, sehingga sinergi keduanya memberikan efek pengali yang luas dalam perekonomian masyarakat.

            Salah satu komoditas strategis subsektor tanaman bahan makanan adalah sayuran. Faktor strategis komoditas sayuran menyangkut; (1) ketersediaannya untuk kebutuhan masyarakat sebagai produk yang dikonsumsi langsung dalam bentuk pangan oleh rumah tangga maupun sebagai bahan baku dalam proses produksi berpengaruh pada pola konsumsi harapan dan keberlangsungan UMKM berbasis sayuran dan (2) sehingga ketersediaannya pun sangat sensitif sebagai pemicu terjadinya inflasi.

             Data statistik yang menunjukkan bahwa pada tahun 2008 rata-rata tingkat konsumsi sayuran penduduk Indonesia sekitar 55.95 kg per kapita per tahun (Susenas 2008). Sedangkan Data asupan gizi masyarakat Provinsi Jambi sendiri menunjukkan bahwa konsumsi komoditi sayuran penduduk Jambi masih tergolong rendah, hal ini ditunjukkan oleh persentase Angka Kecukupan Energi (%AKE) komoditas sayuran yang baru mencapai 3,72 % atau dengan skor PPH sebesar 18,30 dari skor PPH  ideal sebesar 30. Namun pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan perkapita penduduk diharapkan menjadi peluang bagi meningkatnya konsumsi sayuran sehingga kebutuhan akan ketersediaan sayuran pun akan cenderung meningkat.

            Kota Jambi merupakan salah satu wilayah penghasil sayuran di Provinsi Jambi dengan luas panen sekitar 870 hektar dan mampu berproduksi sebanyak 6.081 ton (Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Jambi, 2009). Pada tahun 2007, jumlah penduduk Kota Jambi tercatat 452.560 jiwa dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 497.000 jiwa pada tahun 2011 (sekitar 17.5% dari total penduduk Provinsi Jambi). Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk maka perkiraan kebutuhan sayuran di Kota Jambi sekitar 27.807 ton, sementara kemampuan pasokan dari Kota Jambi sendiri hanya sekitar 21.87%. Kondisi tersebut menunjukkan Kota Jambi mengalami shortage sayuran yang cukup besar sehingga ketergantungan pasokan luar yang tinggi.

Salah satu wilayah sentra produksi sayuran di Kota Jambi berada di Kelurahan Paal Merah Kecamatan Jambi Selatan. Di wilayah tersebut terdapat Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Pandu Tani yang merupakan gabungan dari 5 kelompok tani yaitu Kelompok Tani Sido Makmur, Kelompok Tani Semoga Jaya, Kelompok Tani Mekar Sari, Kelompok Tani Sido Dadi, dan Kelompok Tani Sido Rukun. Dalam kegiatan IbM ini, hanya 2 (dua) kelompok tani yang dijadikan sebagai mitra yaitu Kelompok Tani Sido Makmur dan Semoga Jaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s